Naruto oleh: Masashi Kishimoto-san
Cerita: d14napink
MY LITTLE anak-anak Twin
Tingkat: M + pemerkosaan
Pair: SassukeXNaruto
Genre: Romantis kenyamanan / sakit / happy ending
Catatan: YAOI, MPREG, BOYSLOVE
Cast: Naruto Namikaze (29)
Uchiha Sassuke (29)
Haruno Sakura (28th)
anak-anak kembar:
Shunsuke Namikaze (15)
Ryonousuke Namikaze (15th)
Uchiha Itachi (32th)
Uchiha Yamanaka Ino (28)
Kyuubi no kurama (30th)
anak kyuubi :
Kitsune ada Kurama (15)
Saya menyadari rasa sakit menjerit
Mendengar keras di otak saya
Tapi aku akan lurus ke depan,
dengan bekas luka
(Penggalan sountrack Sign oleh Flow)
BAB 2: nyeri ini begitu terluka ... mengapa cinta begitu sakit, tolong seseorang membantu saya ...
'kau kemana saja? maaf atas segalanya...aku benar-benar egois,
kumohon kembalilah'
Sasuke masih saja diam dan tak bisa konsen, wajah Naruto yang tersenyum yang sekelebat ada dalam ingatan lamanya membuat sebutir airmatanya tak terasa lolos di sudut matanya.
Sasuke mengambil ponsel dan menekan beberapa digit nomor telpon, tak lama suara sambungan telepon terdengar dari sebrang sana.
"Moshi-moshi"
["moshi-moshi, dengan Hatake-Kakashi"]
"paman Kakashi, bagaimana penyelidikan yang ku minta, sudah ada hasil?"
["Oh Uchiha-san, sebenarnya penyelidikan nya sudah hampir selesai tapi saya ingin memastikan nya kembali, tak keberatan?"]
"terserah, yang penting hasil penyelidikannya sempurna" jawab Sasuke.
["Ha'i Sasuke-san"]
"dan satu lagi, paman...tolong minta orang untuk mengawasi keluarga Haruno dan Yamanaka...aku tak mau mereka melakukan gerakan yang mengganggu, kau tahu kan kalau kami sebentar lagi menceraikan anak gadis mereka"
["ha'i Sasuke-san, segera kami kerjakan"]
dan sambungan telepon pun terputus.
-HARUNO MANSION-
Sementara di mansion mewah keluarga Haruno, tampak Sakura dan Ino yang sedang ngobrol santai diruang tamu datangi seorang maid yang tiba-tiba datang dengan wajah ketakutan.
"Sumimasen Haruno Uchiha-sama dan Yamanaka Uchiha-sama"
kedua wanita glamour itu menghentikan kegiatan ngobrolnya lalu memandang maid di hadapannya.
"ada apa?" tanya Ino.
"a..ada seorang tamu penting yang ingin bertemu dengan anda berdua" jelas maid.
"siapa?" tanya Sakura.
"A..anu, katanya mereka itu pengacara ... iya dua orang pengacara."
"pengacara? baiklah, suruh masuk masuk dua pengacara itu" ucap Sakura.
maid itu segera membungkuk hormat dan meninggalkan ruangan.
"sebenarnya ada apa ya Sakura? kenapa pengacara itu tiba-tiba datang?" tanya.
"entahlah Ino, semoga saja bukan hal buruk" jawab Sakura.
tak lama, kedua pengacara itupun tiba.
"Ohayo Gozaimassu, watashi wa Yamaguchi Hatori, yoroshiku" ucap pengacara pertama.
Yamaguci Hatori seorang pria setengah baya berumur awal 50an, tingginya 168cm dan terlihat awet muda dibalut jas dan celana panjang krem cerahnya.
"watashiwa, Haneda Iwase, Yoroshiku gozaimass" ucap pengacara kedua.
Haneda Iwase, seorang pengacara yang agak lebih muda dari teman sejawatnya, berusia 45th, memakai kacamata dan terlihat profesional di balik jas dan celana formal biru gelapnya.
"yoroshiku Yamaguchi-san dan Haneda-san...kami berdua Haruno Uchiha Sakura dan di sebelah saya Yamanaka Uchiha Ino...silahkan duduk"
setelah kedua pengacara itu duduk dan para maid mengeluarkan teh serta cemilan
"Terima kasih sudah datang di rumah saya yang kecil ini, maaf kalau bisa tahu ada urusan apa ya Anda berdua ingin bertemu dengan kami?" tanya Sakura langsung.
"maaf bila kami berdua menganggu waktu santai anda, kami pengacara keluarga atas nama Uchiha Sasuke dan Uchiha Itachi-sama ingin memberikan dokumen ini, mohon setelah di baca segera di tanda tangani."
pengacara keluarga Uchiha segera menyerahkan satu map dokumen yang berlambang pengadilan negri agama Konoha...setelah di buka, sakura maupun Ino kaget kalau ternyata isinya adalah surat pengajuan perceraian.
"Apa-apaan ini! surat perceraian?! kami tak pernah melakukan kesalahan apapun lalu kenapa kami harus menandatangani surat ini?" Ucap Ino yang mulai kesal.
"anda tahu kan kalau kami sedang tak ingin bercanda, ini lelucon yang sama sekali tak lucu" Sakura juga ikut-ikutan marah.
pengacara Yamaguci tersenyum ramah sambil berucap
"Anda sebaiknya membaca dulu dengan teliti apa saja isi dokumen ini agar paham, bila ingin mendapat penjelasan lebih, bisa tanyakan kami langsung"
Ino segera memberi tanda telapak tangan terangkat seperti menyetop pembicaraan.
"tak perlu, sebaiknya kalian berdua pulang saja, karna kami takkan mau bercerai! bilang itu ke keluarga Uchiha."
Ino mengambil dua dokumen itu lalu merobeknya menjadi dua lalu melemparkan nya ke belakang punggungnya.
"terserah anda, kami hanya ingin beritahukan satu hal pada anda berdua, di tanda tangani atau tidak dokumen ini tetap saja seluruh asset yang pernah di dapat dari keluarga Uchiha akan di tarik kembali mulai dari yang paling mahal sampai sekecil-kecilnya, dan anda berdua sudah tidak di perbolehkan lagi tinggal di rumah keluarga besar Uchiha Mansion ataupun rumah anda bersama mantan suami anda mulai hari ini, baiklah kami permisi dulu...Haruno-san dan Yamanaka-san"
sepeninggal kedua pengacara itu, Sakura dan Ino terlihat cemas dan bingung...
"Sakura, apa yang harus kita lakukan? kalau kita bercerai...kita akan jatuh miskin, padahal aku masih ingin shopping ke paris, jalan-jalan ke Amerika atau berjemur di pulau Jeju Korea...apalagi nanti ada tas Channel limited edition incaran yang akan rilis bulan depan." kata Ino panik.
"kau pikir cuma kau yang bingung?aku juga bingung, minggu depan pekan Gambling nasional ekslusif di Tokyo...aku butuh 10 miliar Yen untuk ikut even judi tahunan itu, aku masih penasaran karna tahun lalu aku kalah 8 miliar, bagaimana aku bisa ikut even itu kalau sekarang saja sudah di todong cerai, kalaupun di berikan harta gono gini 5 milyar pun, mana mungkin cukup untuk sehari buka taruhan untuk judi Ino-pig" ucap Sakura tak kalah pusing.
"tunggu dulu, sebenarnya apa sih yang bikin mereka berniat sekali ingin menceraikan kita?"
tanya ino.
"Mana aku tau alasannya Ino-pig dan aku tak mau tahu! bagaimanapun juga aku gak kan mau cerai dengan sasuke...dapetin dia itu susah banget, gak mungkin lah aku ceraikan dia dengan mudah... apalagi bentar lagi even judi nasional..."
"tak perlu bingung, bagaimana kalau kita Psst...Psst..pssst" Ino membisikkan sesuatu ke Sakura.
"benar bisa berhasil?...aku ragu cara ini bisa berhasil" kata sakura.
"tenang aja, nanti akan ku kenalkan orangnya padamu, ya sudah aku pulang dulu ke rumah keluargaku, setelah Fix dan kau setuju segera telepon aku, Jaa~ nee" kata Ino.
'tampaknya ide Ino masuk akal...lihat saja Uchiha, takkan ada pengajuan perceraian lagi...kau dan uangmu akan jadi milikku selamanya'
dan suara tawa jahat menggema sepeninggal Ino dari ruangan Mansion Haruno.
-Ruko Laundry kiloan Pagi Sunshine-
Hari ini setelah mengantar kedua anak kembarnya berangkat sekolah, Naruto pergi ke tempat usaha kecilnya seperti biasa...sebuah ruko kecil laundry kiloan, usaha kecilnya lumayan maju terbukti dengan mampunya naruto mengankat beberapa karyawan untuk kelancaran usahanya.
"Ohayo Gozaimassu" sapa Naruto kepada seluruh kru karyawannya.
"Ohayo gozaimass Namikaze-sama" jawab seluruh kru karyawannya.
"Mai Terumi, Tenten dan Tayuya...bisa ke ruang rapat? ada yang ingin aku diskusikan"
ketiga orang wanita yang di panggil segera bangkit dari tempat duduk dan pergi menuju rang rapat kecil sambil membawa buku notes dan alat tulis.
setelah 3 wanita pegawainya itu duduk, nauto segera memulai kebutuhannya
"baiklah kita mulai diskusinya, aku ingin minta saran dan pendapat pada kalian bertiga sebagai seorang pegawai...biakah kalian membantuku?"
"Tentu Namikaze-sama, apa yang bisa kami bantu?"
"Begini, usaha kita sekarang mulai maju dan berkembang pesat seiring dengan makin banyaknya pelanggan yang memakai jasa kita...kalian tahu kan akhir-akhir ini pekerjaan laundry kita makin banyak apalagi setelah pertengahan Agustus ini adalah hari Obon nasional, para keluarga yang baru pulang dari kampung membawa baju kotor lebih banyak dari sebelumnya...ini berarti kerja ekstra lebih banyak dari sebelumnya...karna jumlah pegawai belum cukup...bagaimana kalau buat dua pilihan"
"Apa itu?" tanya mai Terumi Sekretaris Naruto.
"Mengangkat pegawai tapi taruh di sini atau mengangkat pegawai tapi lokasinya berbeda dalam arti buka cabang baru, bagaimana?" tanya Naruto.
"Namikaze-sama...menurutku opsi pertama kurang cocok karna raungan kita yang ada sekarang ini sudah sempit...kalau terima pegawai baru lebih banyak lagi mau taruh dimana?"kata Tenten sebagai pegawai bagian Kasir.
Mai Terumi juga menginterupsi "Menurutku opsi kedua lebih bagus tapi dimana bisa dapat ruko yang sama murah dan bagus seperti ruko 3 lantai ini, lalu apakah uangnya cukup?"
"kalau itu sebaiknya aku tanya Tayuya...tolong beritahu aku berapa laba pemasukan kotor bulan kemarin, juga beritahukan laba keuntungan bersihnya setelah di potong beberapa keperluan perusahaan kecil kita termasuk gaji pegawai?"
Tayuya yang berwenang di bagian staff administrasi dan akutansi segera menyerahkan buku besar Akutansi yang sudah di tuliskan
"semuanya sudah tercantum di sini Namikaze-san"
"well ternyata jumlahnya sudah cukup untuk mendapatkan satu ruko lagi, apa ada diantara kalian yang tau dimana bisa mendapatkan ruko sewa seharga 5juta sebulan?"
"sepertinya saya kenal satu teman yang bisa bantu carikan ruko murah tapi strategis" kata Tenten.
"bagaimana dengan pegawai...apa ada diantara kalian yang kenal pegawai rajin yang bisa di percaya?" tanya Naruto.
"kalau itu serahkan padaku, tapi aku perlu minta persetujuan anda empat mata sebelumnya" ujar Mai Terumi.
"baiklah...Tayuya-san dan Tenten-san silahkan kembali ke meja masing-masing...untuk Mai Terumi-san, saya ingin mendengarkan soal pegawai yang ingin anda rekomendasikan"
setelah dua pegawai naruto keluar, Naruto dengan wajah serius menunggu sampai Sekretarisnya bicara.
"Akatsuki" ucap Mai Terumi
"maaf? maksudmu Akatsuki anggota gangster yang terkenal di dunia bawah itu kan?"
"benar Namikaze-sama"jawab Mai Terumi.
"kenapa kau ingin merekomendasikan mereka?jelaskan alasanmu"
"Aku tahu grup ini bukan grup orang baik-baik...tapi sungguh sebenarnya mereka melakukan pekerjaan dunia bawah itu terpaksa karna tak ada kesempatan mereka mendapatkan pekerjaan halal, saya hanya ingin mencoba memberi kesempatan mereka untuk bertobat dan menjalani hidup baru dengan pekerjaan halal..anda tahu kan maksud saya Namikaze-sama?"
"Ya aku paham, dan aku tahu kau jalin hubungan dengan salahsatu anggota akatsuki yang namanya...siapa itu?"
"i..itu..namanya Hidan Namikaze-sama" jawab Mai Terumi dengan wajah bersemburat merah.
"sekarang dimana kelompok mereka semua tinggal?"
"mereka tinggal di sekitar Suna" jawab Mai Terumi.
"baiklah...jatwalkan wawancaraku dengan mereka minggu depan saat aku ke Suna bila mereka ternyata sesuai dengan rekomendasimu, akan aku ambil mereka semua, jelas?"
"arigatou gozaimassu Namikaze-sama" ujar Mai Terumi sekretaris Naruto yang segera meninggalkan ruangan tak sabar ingin segera mengabarkan berita baik ini ke grup pacarnya.
sepeninggal Sekretarisnya, Naruto mulai mengambil kertas di meja...membaca dengan konsentrasi penuh tiap baris laporan yang pegawainya buat, karna ada beberapa catatan penting dalam tulisan itu...Naruto mencari stabillo untuk menandai tulisan itu...ketika Naruto mencarinya di laci meja kerjanya, tak sengaja naruto menemukan foto lama tahun lalu...tepatnya tahun sebelum dua anaknya kembar itu lahir, foto empat pemuda tampan...satu pria persurai hitam panjang di ikat, satu pria bersurai pirang kemerahan dan dirinya yang bersurai pirang terang menempel manja pada pemuda bersurai biru dongker yang modelnya mirip pantat ayam.
FLASH KEMBALI 15YEARS A GO POV
Naruto POV
Aku dan Teme sudah jadian setahun lalu, saat itu kami masih merahasiakan hubungan kami di hadapan umum karna...kau tahu kan tahun 90-an hubungan pacaran sejenis di Jepang itu masih dianggap tabu, kami tak mau menjadi masalah serius kedepannya makanya kami tak pernah terang-terangan dihadapan teman-teman sekalipun.
kami ketemuan di bimbel dan akhirnya jadian di sana karna tak mungkin di sekolah...waktu itu Sasuke sudah kelas 3 di Konoha International High School sedangkan aku baru kelas 3 di Konoha junior high school meskipun usia kami sebaya yaitu 14tahun...Sasuke yang cerdas ikut program akselarasi tentu saja mudah lompat kelas sampai kelas 3 SMA di sekolah Internasional...tak seperti aku yang otaknya pas-pasan.
aku yang hidupnya yatim piatu sejak SD sebenarnya tinggal berdua dengan kakakku Kyuubi, tapi karna kakak kuliah di Kyoto University sekaligus mengurus kakek Hashirama yang tinggal sendirian di sana sedangkan aku tinggal sendirian di rumah peninggalan orangtua.
lalu kejadian buruk itu datang, kejadian buruk yang megubah hidupku selamanya ...
-rumah Naruto 01:00 malam-
knock!
knock!
Knock!
suara ketukan pintu terdengar nyaring membangunkan ku 'Ups Aw! ... Siapa yang mengunjungi tengah malam? mana besok harus bebenah rumah dan pergi ke les ... siapa orang yang tak tahu diri itu? ' Naruto bergumam.
"iya sebentar!" sahut naruto
ketika aku membuka pintu depan, terlihat ada pria muda yang duduk menyender dekat dinding rumah dengan wajah menunduk...meskipun hari sudah gelap, aku masih bisa melihat sosoknya dengan jelas.
"eh...Sasuke?kenapa kau ada di sini?"
Sassuke tak menjawab karna ia terlihat pusing dan aneh, tanpa berpikir lagi, aku segera membopong Sasuke masuk ke dalam rumah...tercium jelas bau alkohol yang menguar dari nafas mulut dan tubuhnya.
"oh ya ampuun, kau berat sekali...mana baunya aneh,hei..kau mabuk ya? benar-benar nakal..."
aku menaruhnya di kasur kamar lantai dua dan berusaha membuka pakaiannya yang bau terkena alkohol dan keringat.
"Sasuke, maaf sekali...aku terpaksa membuka pakaian mu karna pakaianmu kotor dan bau, kau harus ganti baju...kau tak keberatan kan?" tanyaku.
Sassuke masih tak menjawab, dia hanya menggumam tak jelas...sesekali terdengar cekikikan aneh dari mulutnya yang pucat.
aku berhasil membuka atasan bajunya saat sassuke masih rebahan, ketika celana panjangnya sudah terlepas dan ingin kuganti dengan pakaian bersih tiba-tiba saja Sasuke memegang kedua tanganku, membanting tubuhku yang kecil, sengan brutal dia merobek bajuku secara paksa...
"Sasuke, sadar...jangan lakukan...ini akuu!" aku berusaha berontak tapi tak bisa...tenaganya jelas lebih kuat dan kalah jauh dariku yang kurus kecil ini.
"sebaiknya kau diam dan nikmati sajalah"
suaranya yang berat dan mengintimidasi membuatku merinding...
aku terisak dan teriak tapi dia tak juga mau berhenti
bibirnya mencium pipi dan bibirku secara paksa, membuat tanda kissmark di leher dan di bahu sehingga banyak pagutan di beberapa bagian.
mungkin karna gemas ia juga menggigit paha dalam dan bahu sampai lebam membiru
aku masih meronta ketika Sasuke menyentakkan kain segitiga pertahanan terakhirku hingga robek lalu membuangnya entah kemana.
"Sa..Sasuke ... ja..jangan ku mohon"
dia membalikkan tubuhku membuat kedua tangan dan lututku menumpu pada lantai...tanpa persiapan pra penetrasi...ia mengarahkan penisnya ke lubangku dan...
Beli!
"Aaaaaah!" rasanya ada sesuatu yang merobek lubangku hingga bagai tubuhku di belah vertikal jadi dua, airmataku mengalir karna rasanya perih sekali.
SLAP! ...
hujaman berikutnya telak mengenai spotku, tangannya yang kanan mengocok penisku sedangkan tangan satunya lagi meraba putingku, bisa ku lihat ada tetesan darah turun menetes dari kedua kaki ku seperti gadis yang baru saja di ambil perawannya.
"Hyaaaah! ~ ..ah ... Ah ... Su..Suke ... aaah!"
"Naru ... kau ... sempit sekali ... Aaah! ... Benar-benar enak ... aaahhh!" racau nya.
"... Kau berdarah tahu Naru? Aaaah! ... Sama seperti perawan ... terkesiap! ... Atau kau masih perawan ya?"
aku menjawabnya hanya dengan linangan airmata dan tubuh yang terhujam berkali-kali, lalu kedua tanganku dipegangnya ke arah belakang dengan kencang membuatku tak bisa meronta lagi.
"Sasuke ... ah..ah ... ah..ah ... Tidak ada! ... Ahh ... i datang ... hyaaaaah!".
"Naru ... NARUTO! ~ ... Aaahhh!"
Cairan putih keluar mengotori lantai dan pakaian ku yang robek, cairan putih kental yang hangat di bagian lain mengisi penuh lubang rektum sampai perut terasa di isi bahkan ada yang lolos menetes keluar.
"kalau kau pikir selesai...kau salah besar, ronde berikutnya kau harus jalani"
dengan penis yang masih berada di dalam rektum, dia membalikkan badanku menyamping, memegang satu kakiku setinggi mungkinlalu kembali menghujam rektumku dengan kuat
"AAAH!~...jangan...saskuke, AAH!~...aku...lelah, ...ku mohon AAAH!~...ja...jangan!",
seakan ia menulikan pendengarannya, aku di garapnya secara paksa ssebanyak 6 kali sampai pagi...
baru kali ini aku mengalami kejadian ini, pertama kali pacaran, dan pertama kalinya diperkosa pacar sendiri...sungguh ironis~
saat pagi menjelang, kudapati kamarku berantakan, pakaian yang sudah sobek tersebar, tubuh telanjang dengan banyak pagutan dan cairan putih kental yang mengalir ke paha yang berasal dari rektum ku...Sasuke tertidur di sampingku, aku hanya bisa menangis tanpa suara lalu tertidur.
Sasuke pergi meninggalkan rumahku setelah mandi saat aku masih tidur...dia tak bicara apapun sama sekali.
setelah kejadian 'itu' aku sempat tak masuk dua hari karna pinggangku sakit dan pantat ngilu ketika duduk.
lalu dua minggu kemudian perutku mulai sakit serasa di aduk...aku mual muntah ke toilet entah karna apa, padahal aku sudah dua minggu gak makan ramen lagi.
mual yang kurasakan membuatku gak nafsu makan, hanya bisa minum itupun hanya teh hangat.
mencium bau yang menyengat mual, melihat hal aneh juga mual...haaah! benar-benar
medukosai ~
demi gentong pasir tanah liat Gaara yang di tukar botol galon aqua...akhirnya aku terpaksa ke RS. konoha memeriksa penyakitku karna banyak teman-teman dan guru ku sangat menguatirkan keadaanku.
"e..eh..?! ha..HAMIL?!" Kataku saat membaca hasil laporan lab.
"iya...selamat ya..kau hamil dua minggu, kau positif Syndrome Male Pregnation subur...dan satu lagi...janin yang kau kandung bukan cuma satu...tapi DUA JANIN, kemungkinan kau bisa punya anak banyak setelah kehamilan pertama mu ini" kata Dr. Shizune riang.
lalu kau tahu apa reaksiku berikutnya setelah mendengar berita besar itu?...aku pingsan!
teman-teman tak ada yang tahu keadaanku, apalagi Sasuke, aku tetap beraktifitas sekolah seperti hari biasa...sebisa mungkin aku menghindarinya saat di bimbel tapi aku mulai sadar kalau gundukan kehidupan di perut yang mulai tumbuh tak mungkin bisa di sembunyikan lagi.
"hei Naoki, apa kau dengar berita yang terbaru di Yahoo news hari ini? keluarga Uchiha meresmikan pertunangannya dengan Sakura Haruno...kau tau kan keluarga Haruno yang ayahnya profesor hebat botani pengembang biakan tanaman sakura itu..."
"iya, aku baca juga di News Watch, pertunangan kabarnya akan berlangsung 5 hari lagi"
kata temanku yang seorang lagi entah siapa namanya.
berita buruk yang ku dengar di loker sekolah itu rasanya seperti tendangan kaki seekor kuda perang yang memukul kuat telak di dada...sakit sekali
tes!
tes!
tes!
aku segera lari ke toilet laki-laki dan mengunci diri ke dalam bilik kamar mandi, tetes airmata yang awalnya sedikit mulai menetes deras sekali hingga menutupi penglihatanku.
kututup kuat isakanku dengan mulutku meredam tangisku, kugigit mulutku dengan tangan sampai berdarah, tubuhku yang gemetar merosot dan terjongkok di pintu bilik toilet yang tertutup.
sakit...ya Tuhan sakit sekali... rasanya perih sakit sekali hati ini sampai ke tulang
kenapa cinta pertamaku begitu menyakitkan Tuhan? apa salahku?
beberapa hari kemudian, saat aku baru saja pulang sekolah...ada seorang pria bersurai hitam, terlihat tampan...matanya mengingatkanku pada seseorang, selain dia ada lagi pria yang ku duga seorang supir dan satu unit mobil mewah yang harganya pasti sangat mahal mereka menungguku di pinggir lapangan dekat komplek rumahku di arah jalan menuju rumah.
"apa kau yang bernama Naruto?" tanya pria dewasa itu.
"Benar ... sumimasen ... umm ... bisa tahu Anda siapa, tuan ...?"
"Uchiha nama keluargaku...dan Fugaku namaku"
aku tersentak kaget "Uchiha ojii-san...anda Sasuke otou-san kah? sumimasen..saya tak mengenal anda, sumimasen" aku langsung menghormat 90 derajat.
"cukup basa-basinya, langsung saja...sebaiknya kau jauhi anakku Sasuke"
"Ojii-san...nani..." aku mendongakkan kepalaku kaget "apa maksud anda, paman?."
"kau pikir aku tak tahu hubungan kalian? sudahlah, sebutkan berapa uang yang kau minta lalu menyingkirlah dari hidup anakku"
ucapannya yang menusuk membuatku makin sakit hati.
"Tuan, kalau semudah itu...mungkin sudah sejak dari dulu aku melakukannya"
"lalu kenapa kau tak bisa secepatnya kau menyingkir dari hidup anakku!"
"KARNA AKU HAMIL TUAN! AKU HAMIL BENIH DARI ANAK ANDA!" aku berteriak seperti itu sambil memegang perutku yang mulai membesar.
"kalau kamu mau bercanda, percuma karna aku tak mau dengar kata-kata bohongmu!"
aku segera menunjukkan hasil labku "ini, bacalah jika tak percaya."
paman Fugaku membacanya sebentar...
"Kau pikir aku bakal percaya, jangan harap! Meski benar itu benih dari anakku, sebaiknya kau gugurkan dan segera pergi dari hidup anakku, aku tak kan sudi punya menantu seorang pria, permisi ... aku masih ada urusan, sebaiknya kau menyingkirlah cepat"
paman Fugaku segera melempar kertas hasil lab ku
"Dengar kau pak tua, meski kau menyuruhku menggugurkan cucumu sendiri..aku takkan melakukannya...karna Tuhan paling dengar doa orang teraniaya...kau ingat baik-baik kutukan ku ini : JANGAN HARAP DUA ANAKMU MENDAPAT KETURUNAN SETELAH AKU, MESKI KALIAN MENANGIS DARAH SEKALIPUN SEBELUM DAPAT MAAF DARIKU, DARI KAKAKKU & KELUARGA BESARKU, INGAT ITU FUGAKU!"
setelah memungut kertas hasil lab, aku segera pergi berlari dari hadapannya...
tiga hari kemudian aku mengepak barang dan meninggalkan Konoha pulang menuju Kyoto, ternyata kakak ku Kyuubi juga mengalami hal yang sama akibat ulah Uchiha Itachi.
Setelah 6 tahun kemudian dan anak-anakku sudah bisa di ajak jalan jauh, aku memutuskan kembali dan menghadiri acara pernikahan Sasuke, ayah kandung dari anak-anakku.
bisa ku lihat Sasuke yang terkejut melihatku menggendong dua anak kembar dan Paman Fugaku yang tercekat kaget melihat kemiripan dua balita kecil yang ada di kedua gandenganku.
saat sessi salaman antara pengantin dan tamu undangan, ku bisikkan ke telinga paman Fugaku
"MASIH INGAT KUTUKAN YANG KU BERIKAN 6 TAHUN LALU, KAKEK? KAU LIHAT...ITU DUA CUCUMU, DAN SATU CUCUMU YANG LAIN ADA DI RUMAH...KAU TAKKAN PERNAH MENDAPATKANNYA MESKI HARUS MENANGIS DARAH, SELAMAT YA OJII-SAN"
Fugaku pingsan setelah kami bertiga menjauh dari barisan pengantin, dan menghilang lagi 9 tahun kemudian.
BERSAMBUNG
