KIM FAMILY THE SERIES
.
.
AUTHOR KILLA8894
.
GENRE FAMILY AU
.
PAIRING KIM JONGIN X OH SEHUN
.
RATED T
.
CHAPTER 2
.
HAPPY READING
.
.
.
Sehun menatap jengkel ke arah Baekhyun yang tampak salah tingkah duduk di hadapannya.
" Kenapa Hyung tega melakukan itu padaku ?"
Baekhyun meremas jemarinya dengan gugup, sungguh kemarahan Sehun bukanlah hal yang ia inginkan sekarang. Bukannya ia takut dengan kemarahan Sehun hanya saja ia merasa tidak enak.
" Maafkan Hyung, Hunnie, Hyung hanya tidak ingin Hunnie mendahului Hyung mempunyai baby. " Baekhyun menatap adiknya dengan perasaan bersalah.
" Hyung tahu kan kalau Hunnie ingin cepat cepat punya baby dengan Nini hyung. Lagi pula kenapa Hyung tidak cepat cepat menikah saja dengan Chanyeol Hyung agar cepat mendapatkan baby juga. Kenapa jadi mengorbankan diriku? "
Plakk
" Aww..."
" Itu salahmu Sehuna kenapa kau menikah lebih dulu dari pada Hyung. " Baekhyun memang sensitive kalau ada yang mengingatkannya akan statusnya yang belum menikah.
" Kenapa Hyung menyalahkanku, bukankah Hyung dulu bilang tidak apa-apa kalau Hunnie menikah lebih dulu. " Ucap Sehun sambil menundukkan kepalanya.
Baekhyun menatap adik semata wayangnya itu dengan perasaan bersalah. " Maafkan Hyung, Hunna, Hyung tidak bermaksud membuatmu sedih. "
" Hyung jahat... " Lirih Sehun.
" Sehuna... " Panggil Baekhyun. Sehun memalingkan wajahnya tanpa menjawab panggilan Baekhyun.
" Hunnie tidak ingin bicara dengan Hyung. " Sehun bangkit dari posisi duduknya dan melangkah pergi meninggalkan Baekhyun yang diam terpaku di tempatnya.
" Kau tak mengerti Hunnie, aku... aku sebenarnya iri dengan kebahagiaanmu dengan Jongin, terkadang aku menyesal kenapa dulu aku menolak perjodohanku dengannya hingga kau yang menggantikan posisiku. Aku ingin kau bahagia Sehuna, tapi aku juga menginginkan kebahagiaan. " Lirih Baekhyun.
.
.
.
Jongin membelai lembut punggung mulus Sehunnya yang berbaring nyaman di dada bidangnya. Ia lalu menunduk dan mengecup kening istri cantiknya itu.
" Hunnie sayang... " Panggil Jongin.
" Hmm... " Sahut Sehun pelan, namja manis itu tampak mengantuk dan kelelahan setelah melakukan aktifitas malam mereka yang begitu menguras tenaga.
" Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. " Jongin terus membelai lembut punggung Sehun.
" Apa tidak bisa di tunda sampai besok pagi, Nini hyung, Hunnie ngantuk sekali. " Rengek Sehun, namja manis itu mengeratkan pelukannya di tubuh Jongin.
" Tidak bisa ditunda, Sayang, aku harus mengatakannya sekarang jadi dengarkan baik-baik ya. Hyung akan pergi ke luar negeri besok.. "
" Oh... " Sahut Sehun cuek.
Hening
" Dua bulan, Hunnie, aku pergi ke luar negeri selama dua bulan, kamu tidak apa-apa kan tinggal di rumah eomma dulu ? "
Sehun terdiam, mencoba mencerna ucapan suaminya.
" Tidak apa-apa hyung, hanya dua hari kan ? " Tanya Sehun.
Jongin tersenyum tipis. " Dua bulan, Sayang, bukan dua hari. "
Hening sesaat sebelum terdengar teriakan nyaring.
" EEEEHHHH... "
Sehun terlonjak bangun dari posisinya. " Nini pasti bercanda kan, itu lama sekali Nini. Hukss, kenapa Nini tega meninggalkan Hunnie sendirian selama dua bulan. "
" Aku juga tidak ingin meninggalkanmu selama itu, Sayang. Tapi cabang perusahaan kita di Perancis sedang dalam masalah berat dan aku harus pergi kesana untuk mengurus masalah itu. " Jelas Jongin dengan lembut.
" Hunnie ikut... " Rengek Sehun.
" Hei, apa istri cantikku ini lupa kalau seminggu lagi akan ujian? " Jongin menyentil lembut dahi Sehun.
" Tapi kan Hunnie tidak ingin ditinggalkan, Nini. Biar saja aku tidak ikut ujian. " Sehun mempoutkan bibir tipisnya.
" Hanya dua bulan, Sayang, aku janji tidak akan lebih. Jadi, Istri cantikku ini tidak perlu ikut, ya. Aku takut kau akan bosan disana karena walaupun kau ikut aku juga tidak bisa menemaniku, aku pasti akan sangat sibuk di kantor. " Jongin meletakkan kedua tangannya di pipi Sehun dan membelai lembut pipi chubby itu.
" Hiks... "
Jongin menghela napas lelah, Sehun yang merajuk adalah hal terakhir yang ingin ia lihat saat ini. Ia juga tidak tega untuk meninggalkan Sehun tapi apa daya, pekerjaan menuntutnya untuk pergi.
" Hunnie bahkan baru seminggu tidak meminum obat itu lagi dan sekarang, Nini sudah ingin meninggalkan Hunnie, kapan kita akan punya baby, Nini? Kalau Nini pergi meninggalkan Hunnie selama dua bulan? " Sehun kesal sekarang.
Jongin tersenyum, dibelainya dengan sayang pipi chubby Sehun. " Aku janji sepulangnya dari sana nanti kita akan pergi honeymoon kemanapun Hunnie mau. "
" Yaksok ! " Sehun mengulurkan jemari kelingkingnya ke arah Jongin. " Pinky Promise. "
Jongin tertawa. Ia melingkarkan jemari kelingkingnya pada jemari kelingking Sehun, " Ne, yaksok... "
" Nini janji tidak akan selingkuh disana kan. Awas saja kalau Nini berani selingkuh, Hunnie tidak akan membiarkan Nini tidur di kamar. " Ancam Sehun.
" Benarkah? Aku tidak boleh tidur dikamar kalau selingkuh? Yakin bisa tidur tanpa aku? " Goda Jongin. Senyum namja tampan itu makin melebar saat melihat rona kemerahan tampak jelas di pipi chubby Sehun.
" Nini jahat... " Sehun menyembunyikan wajah meronanya di dada bidang Jongin.
" Hei dengar, Sayang, selama kamu masih bersedia terus bersamaku, aku tak akan pernah menduakanmu, Sayang. Percayalah padaku. Lagipula gadis gadis disana tidak ada yang seseksi istriku ini jadi mana mungkin aku bisa selingkuh darimu, emm. "
" Ne, Hunnie percaya pada Nini. " Sahut Sehun.
" Jadi... "
Sehun mendongak menatap Jongin dengan tatapan bingung. " Apa? "
" Ayo manfaatkan waktu sebelum aku berangkat. Kita harus kejar keras membuat baby sebelum aku berangkat. " Jongin mengeratkan pelukannya dan tersenyum mesum.
" EEHHH... "
.
.
.
" Aku tidak pernah tau kalau orang yang ditinggal pergi suaminya bisa sekacau ini. " Sindir Baekhyun. Namja manis itu memperhatikan keadaan adiknya yang tampak kacau. Muka pucat, rambut yang kusut dan pakaian yang berantakan. Oh, jangan lupakan hidung yang memerah karena kebanyakan menangis.
" Kau sungguh makin mirip dengan Zombie, Hunna. " Lanjut Baekhyun.
" Hiks... "
" Berhentilah menangis, Sehuna, kau ingin tubuh kurusmu itu makin kurus seperti belalang dan membuat Jongin meninggalkanmu karena tubuhmu jadi jelek? " Baekhyun ini membujuk atau mengejek sih.
" Hiks,... "
" Demi Tuhan, Sehun, kau hanya perlu menunggu Jongin satu bulan lagi. " Baekhyun mengacak rambut pirangnya dengan frustasi.
" Hiks... "
" Berhentilah menangis Kim Sehuuunn.. " Baekhyun benar benar frustasi sekarang. Ia bingung harus bagaimana lagi membuat Adik tersayangnya ini agar tidak bersedih.
" Aku menangis bukan karena aku merindukan, Jongin. TAP KAKIKU SAKIT KARENA KAU INJAK HYUUUUNNGGG... " Teriak Sehun.
" Eh... "
Baekhyun menatap ke arah kakinya yang ternyata menginjak kaki mulus adiknya.
" He he he... " Namja manis itu tertawa canggung. " Maaf, Hunna, Hyung tidak sengaja. Sungguh. Hyung tidak bermaksud untuk menginjak kakimu. " Baekhyun mengatupkan kedua tangannya memohon maaf pada Sehun.
Plakk
Plakk
Plakk
" Aduh, ini sakit, Sehuna... Kenapa kau memukulku? " Rengek Baekhyun.
Baekhyun meringis saat Sehun dengan teganya memukuli tubuhnya dengan sendal jepit yang tadi di pakai adiknya itu.
" Sehuna ku mohon berhen... " Ucapan Baekhyun terhenti saat ia melihat adiknya jatuh terduduk sambil memegangi perutnya.
" Hunna kau kenapa? " Baekhyun berjongkok di hadapan Sehun, ia tampak panik melihat wajah adiknya yang pucat pasi.
" Perut Hunnie sakit hyung... " Sehun meringis sambil meremas perutnya.
" Mwo, ayo kita ke dokter. Hyung akan menelpon Chanyeol.. Tunggu sebentar, ya. Tolong tahan, Hun. "
Dengan panik Baekhyun menelpon kekasihnya itu dan memintanya cepat datang ke taman tempat ia dan Sehun sekarang berada.
" Ku mohon bertahanlah, Sehuna, sebentar lagi Chanyeol akan datang. " Baekhyun duduk di atas tanah tanpa peduli pakaiannya akan kotor. Ia memeluk erat tubuh adiknya yang terasa dingin.
" Hiks, sakit Hyung... Perutku benar benar sakit... " Tangis Sehun.
" Bersabarlah sebentar lagi, Sehuna. Hyung mohon... "
Baekhyun menangis melihat Sehun yang terus terusan meringis kesakitan. Dengan tangan gemetar ia kembali mencoba menelpon kekasihnya.
" YAK.. PARK CHANYEOL, KAU DI MANA. CEPAT DATANG BODOH.. "
" Aku sudah di hadapanmu baby. " Sahut Chanyeol.
Chanyeol berjongkok, mengambil alih Sehun dari pelukan Baekhyun dan menggendongnya.
" Kajja, kita kerumah sakit... "
.
.
.
Jongin berlari dengan tergesa gesa memasuki area rumah sakit. Setelah di telpon oleh Baekhyun yang mengatakan istrinya masuk rumah sakit, Jongin segera pulang dengan menggunakan jet pribadinya.
" Hah.. hah... Hah... "
Jongin mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah setelah berlarian dari tempat parkir hingga di depan kamar inap Sehun.
" Bagaimana keadaan Sehunie sekarang Baekki? " Tanya Jongin dengan napas terengah engah.
" Tenang, Jongin. Masuklah ke dalam dan tanyakan sendiri padanya. " Jawab Baekhyun.
Jongin mengernyitkan alisnya saat melihat Baekhyun yang tampak kesal. Ada apa dengan Baekhyun ? Batin Jongin. Namja tampan itu menatap sekilas ke arah Baekhyun sebelum membuka pintu ruangan Sehun dan memasukinya perlahan.
" Hunnie, aku datang, Sayang... " Panggil Jongin.
" Hiks... Hiks... "
" Sayang kenapa menangis? " Jongin bergegas menghampiri Sehun dan memeluknya erat.
" Hiks, Nini... " Sehun terus saja menangis.
" Hunnie kenapa nangis, Sayang, apa yang sakit? Biar Nini panggilkan dokter. " Jongin benar benar khawatir sekarang.
" Nini, Hunnie hamil... " Sehun menatap Jongin dengan mata sayunya.
Jongin sebenarnya ingin mencubit pipi chubby Sehun karena gemas tapi kalau ia melakukan itu, istri cantiknya ini bakalan tambah merengek." Hmm, kamu hamil, Sayang? " Tanya Jongin semangat.
Sehun mengangguk pelan. " Iya, Nini, Hunnie hamil... "
" Gomawo Sayang, aku sangat bahagia kita akan punya baby. " Jongin mengecup kening Sehun dengan sayang.
" Tapi apa ini benar-benar baby kita, Nini? Kita kan tidak membuat baby sebulan ini. Hunnie takut.. " Sehun takut kalau Jongin akan mencurigai dia karena selingkuh. Dia kan tidak mungkin hamil karena selama satu bulan ini tidak berhubungan dengan Jongin.
Jongin melonggarkan pelukannya di tubuh Sehun. " Apa Hunnie pernah tidur dengan orang lain selain Nini? " Jongin bingung.
" Aniya, Hunnie hanya tidur dengan pinku-pinku. " Bantah Sehun.
Diam-diam Jongin merasa lega mendengar jawaban Sehun. " Kata dokter berapa usia kandunganmu, Sayang? "
" Lima minggu Nini. Hiks, apa ini bukan baby kita Nini... Ini tidak mungkin bayi pinku pinku, bukan. "
Jongin tersenyum, dibelainya dengan sayang perut datar Sehun. Istrinya ini benar benar polos. " Tentu saja ini baby kita, Sayang. Bukankah kita melakukannya lima minggu yang lalu sebelum aku berangkat ke Perancis. Bahkan kita melakukannya nonstop. " Goda Jongin.
Sehun terpaku, ia menatap suami tampannya dengan wajah merona malu. Kenapa ia tidak menyadari itu. Bukankah sudah jelas kalau bayi yang ia kandung itu adalah anak mereka berdua. Mana mungkin anak pinku pinku. Aduhhh Sehun kok merasa bodoh, ya.
" Kyaaaa... Nini, Hunnie malu... "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END
Udah baca berarti wajib review dunks.
Ga tau kenapa akhirnya jadi absurd kek gini. Ha ha ha...
Masih ada yang berminat? Kalau ada bakalan lanjut ke chapter 3.
