~ PRINCE CHARMING dan PANGERAN KUDA PUTIH ~

Bag. A

Part 2

Prince charming, jika kalian pernah menonton serial CINDERELLA pasti tahu dong pangeran dari negri dongeng dengan kuda putihnya. Eitss.. jangan bilang ngga nyambung, pangeran cinderella itu menggunakan kuda putih kok sewaktu mencari pemilik sepatu kaca yang tertinggal dipesta.

Ah mengingat pangeran kuda putih aku jadi ingat anak tetangga depan yang tampan itu. siapa yah namanya? Hmm mungkin nanti aku bisa bertanya kepada eomma.

Eiyy kalian pasti sudah menyaksikan kisahku dalam bagian cerita sebelumnya kan?

Yappss tentang PRINCE CHARMING –Kris- dan anak tetangga sebelah yang sekarang ku `anggap PANGERAN KUDA PUTIH yang akan datang menjemput putri saljunya yang tertidur akibat sihir ibu tiri yang jahat hehehe..

Tebak siapa PUTRI SALJUnya? Tentu saja aku, Byun Baekhyun yang cantik jelita. Jangan tertawa aku ini memang adalah seorang putri salju yang akan bertemu pangerannya kelak.

Serius, bagiku kedua orang tampan yang aku temui kemarin itu benar-benar tampan. Dan aku yakin aku bisa mendapatkan salah satunya, jika bisa aku ingin keduannya. Eitss.. jangan bilang aku maruk, kalian juga pasti akan melakukan hal sama jika berada diposisiku, dikelilingi dua pangeran tampan.

Bohong, mereka bahkan belum tentu menyukaimu baekhyun.

Siapa itu yang berbicara? Aish.. pasti si suara hati menyebalkan. Aku harap kalian abaikan saja dia, dan sekarang lebih baik fokus kedalam ceritaku dibagian dua ini.. yapss kisah cintaku akan lebih seru dengan kedua pangeranku yang tampan-tampan ini, inget jangan ngiri yah..

.

.

.

...by: Ayu Fatma Diana...

Tittle : CERITA CINTA BAEKHYUN (C.C.B)

Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kris Wu

Other Cast : Kim Jong in, Do Kyungsoo, Byun Luhan, Byun Baekbeom, Byun Jihoon (ayah), Byun Nara (ibu), kim jongdae, and other.

Genre : Romance and Humor

Rating : T

Warning : GS, OOC, Typo, Bahasa campur sari(?), alur tidak berjalan baik, dan beberapa kesalanan penulisan lainnya yang mohon dimaklumi. :D

Disclaimer : Cast milik TUHAN, ORANGTUA dan AGENCY mereka. Disini saya Cuma meminjamnya sebagai tokoh yang akan membuat ceritanya jauh lebih menarik hehehe.. jika ada kesamaan jalan cerita atau apalah itu mohon maaf mungkin ini hanya bentuk ketidak sengajaan belaka. Tapi semoga saja tidak soalnya cerita ini sunngguh hasi dari otak saya tanpa berniat menjiplak apalagi memplagiati cerita orang lain.

.

.

.

SELAMAT MEMBACA...

.

.

.

Hari ini adalah hari terbahagia bagi baekhyun. Pagi tadi ia bangun tepat waktu dan tidak perlu mendapatkan omelan sang ibu yang nyaring dan panjang sampai membuat baekhyun harus memeriksakan telingannya ke THT. Selanjutnya baekbeom tidak berulah, kakak lelakinya itu sudah berangkat pagi-pagi sekali karena ada tugas kuliah yang harus dikerjakannya. Selanjutnya sang ayah yang memberikan uang jajan tambahan untuk baekhyun, tentu saja membuat gadis penggila strawberry itu memekik senang dan langsung memeluk dan menciumi sang ayah.

Dan yang paling terkenang dalam benak baekhyun adalah saat tetangga depan bersama puteranya –si pangeran kuda putih- mengajak berbicara dan berkenalan. Sekarang ia bisa tahu nama-nama keluarga itu.

Ada tuan park, sang kepala keluarga. Nama lengkapnya Park Yoochun, diusianya yang sudah berkepala empat lelaki tinggi itu masih terlihat tampan dengan garis wajah tegasnya.

Sang istri, yang dikenal sebagai nyonya park, bernama Han Jimin, yang sudah berganti marga menjadi Park Jimin. Tubuhnya mungil, wajahnya cantik dan diusianya yang berkepala empat itu dia masih terlihat cantik dan awet muda.

Ada kakak sulung yang sangat cantik dengan tubuh sempurna bak model, namanya Park Yoora. Orangnya ramah dan supel. Terlihat saat dirinya menyapa baekhyun dengan sangat antusias. Dan gadis itu memiliki senyum manis seperti adiknya –si pangeran kuda putih-

Dan yang paling sisukai baekhyun adalah si pangeran kuda putihnya, namanya Park Chanyeol. ciri-cirinya tentu tak usah dijabarkan lagi. Dialah sisempurna yang membuat baekhyun gila.

Bagaimana tidak sejak sepuluh menit lalu dari acara pengenalan dengan keluarga park, baekhyun masih betah senyum-senyum sendiri, membuat semua orang yang didalam bus menatapnya aneh.

Hingga sampai disekolah senyumnya tak juga hilang, rasanya senang masih terus mengalir dalam darahnya. Masih terniang dikepalanya saat chanyeol –pangeran kuda putihnya- mengenalkan dirinya dengan suaranya yang seksi –menurut baekhyun-

"namaku Park Chanyeol, senang mengenalmu baekhyun. Lain kali kita maen bersama ya".

Ajakan chanyeol itu tentu langsung diangguki antusias oleh baekhyun. Tak ingin menunggu lama dia langsung menanyakannya kapan, sampai membuat chanyeol diam beberapa saat karena bingung. Mungkin awalnya lelaki itu hanya ingin basa-basi saja, tetapi tidak disangka ternyata respon baekhyun sangat antusias.

Pada akhirnya mereka sepakat sepulang sekolah baekhyun akan mengajak chanyeol berkeliling tempat tinggalnya. Dan hal itu baekhyun anggap sebagai sebuah kencan. Rasanya gadis itu ingin berteriak dan menari-nari karena saking senangnya.

"pagi baekhyuni" sapa jong in saat memasuki kelas dan menghampiri baekhyun dimejanya.

Tak ada balasan dari gadis bereyeliner itu membuat jongin mengernyit, bingung. Tidak biasanya baekhyun tak membalas sapaannya. Biasanya gadis itu malah yang menyapa dengan suara nyaringnya yang hampir menyamai toa. Tetapi sekarang lihatlah, gadis itu anteng.

Dilihat dari raut bahagia dan senyum yang terus mengambang itu jong in bisa menyimpulkan jika gadis itu sedang dalam mood terlampau bagus, sehingga sampai melupakan apapun.

"hei cinderella byun, sepertinya kau baru bertemu pangeran ya?". tanpa disangka baekhyun menatap jong in dengan anggukannya.

"wah.. siapa-siapa apa kris sunbae kelas 2b itu?" tanya jong in antusias. Sepertinya ia penasaran siapa pangeran baekhyun sekarang. Oh ayolah selama ini baekhyun sudah terlalu banyak dengan pangeran-pangerannya yang berbeda-beda.

"bukan. Dia tetanggaku, ah jongin-ah dia tampan sekali~".

Jongin menaikan satu alisnya. Ia merasa bingung tetangga mana yang baekhyun maksud, secara gadis ini kan punya banyak tetangga.

"tetangga yang mana? Bukannya anak didaerahmu itu tidak ada yang tampan sama sekali".

"enak saja. Ada dong, dia ini tetangga baru pindahan dari daegu. Dia bahkan 100 kali lebih tampan darimu".

Jong in mendengus mendengar penuturan baekhyun. Ia tidak ingin melakukan pembelaan, entahlah percuma dia tidak ingin berdebat dengan baekhyun. Jadi lebih baik biarkan sajalah.

"lalu bagaimana dengan kris? Kau bilang dia prince charmingmu?".

"itu juga sama, pokoknya aku bingung, antara prince charming dan pangerang kuda putih ini siapa yang lebih tampan? Ah mereka benar-benar mengaggumkan aku mencintainya".

Jong in memutar bola matanya saat mendengar antusiasme baekhyun yang berlebihan. Pangeran lagi, dunia dongeng lagi, pergi saja ke sana sekalian. Batin jong in yang mulai jengah.

"selamat pagi baby soo". Jong in lebih memilih menyapa kyungsoo yang datang dengan raut kusut dan masam.

"hm". Kyungsoo hanya membalas dengan gumaman. Lalu kepalanya ditaruh diatas meja dan ditopang kedua tangannya.

Baekhyun dan jong in saling pandang bingung. Kyungsoo sepertinya dalam mood buruk, terlihat dari raut wajahnya serta tak biasanya gadis bermata bulat itu jika datang langsung tidur. Biasanya akan langsung berkutat dengan buku.

"kau kenapa kyung?" baekhyun bertanya dengan tanganya menepuk bahu kyungsoo.

"tidak apa-apa. Aku hanya kelelahan, semalam aku disuruh menjaga sheren".

Baekhyun dan jong in mengangguk. Mereka tau siapa itu sheren. Dia adalah anak kecil berusia 1 tahunan. Anak dari kakaknya do minjoon, sepertinya kakaknya itu sedang ada acara malam lagi sampai sheren dititipkan kepada kyungsoo. Tau sendirilah jika anak seusia itu terkadang kebangun malam-malam dan kyungsoo sepertinya kelelahan karena dia harus menjaga sheren semalaman.

"cepat kembali ke bangku masing-masing". Suara dari seroang guru yang baru masuk berhasil membuat para siswa bergerak kembali kebangkunya, termasuk jong in yang sudah kembali kebangkunya yang paling belakang.

Lelaki tan itu memang berada jauh dari bangku baekhyun dan kyungsoo yang lebih cenderung berada didepan dan tengah, bukan sepertinya yang dibelakang dan dipojok. Alasannya simple, hanya agar ia bisa tidur leluasa saat jam pelajaran.

"selamat pagi". Sang guru mulai menyapa dengan senyum yang terlampau lebar. Terlihat jika lelaki paruh baya itu sedang dalam mood bagus.

"kabar baik untuk kalian, kita akan mendapat penghuni baru dikelas ini. Dia pindahan dari Daegu, saya harap kalian senang".

Ucapan sang guru wali kelas itu langsung membuat baekhyun terperanjat, senyum mengambang dalam bibirnya. Mendengar kata Daegu membuatnya ingat kepada Chanyeol.

Apa itu chanyeol? kya~ kalo iya ini benar-benar hari keberuntunganku. Baekhyun bersorak dalam hatinya, rasanya ia ingin melompat dan menari-nari disana jika tak ingat sekarang ia berada didalam kelas.

Senyum bahagia yang mengembang dalam bibirnya langsung menghilang saat sang guru mempersilahkan seseorang masuk, dan orang itu adalah pria dan dia bukan chanyeol.

Parahnya lelaki itu terlihat tak menarik sekali, penampilan biasa dengan kacamata belalang yang bertengger dihidungnya. Sungguh tak menarik minat.

Raut wajah kecewa langsung hadir diwajah manisnya. Baekhyun mengecutkan bibirnya dan kembali bersikap acuh tak acuh.

"haloo semua nama saya Kim Jongdae, senang bisa mengenal kalian. Saya dari Daegu, Mohon bantuannya". Pemuda dengan wajah kotak itu membungkuk dengan senyum lebarnya yang terus terpatri. Tak ada tanggapan serius dari para siswa, kebanyakan dari mereka bersikap acuh bahkan terkesan malas.

"ah baiklah jongdae, silahkan duduk disamping kim jong in. Jong in-ssi angkat tanganmu". Atas perintah gurunya, jong in mengangkat tangannya meski sedikit malas.

Si murid baru –jongdae- tersenyum sambil langkah kakinya menuju tempat yang akan didudukinya. Disana ia tak berhenti tersenyum.

"hei namaku jong dae, salam kenal jong in-ssi" ucapnya berusaha ramah. Dan ingat senyumnya masih saja mengambang seolah tak akan luntur dengan cepat.

"hm". Jong in hanya membalasnya dengan gumaman, setelah itu kembali merebahkan kepalanya diatas meja dengan kedua tangannya yang tertekuk. Dia tertidur kembali, malas jika harus mendengar penjelasan guru yang membosankan untuknya.

Jongdae yang merasa diacuhkan hanya mengernyit bingung. Sepertinya ia akan sulit mendapat teman disini, semoga saja teman senasibnya cepat pindah kesini juga. Setidaknya dia tidak akan merasa diasingkan disekolah barunya.

.

.

.

"aku fikir pangeran kuda putih akan pindah kesekolah ini. Ternyata hanya si muka kotak berkacamata belalang. Aish menyebalkan!". Baekhyun menumpu dagunya diatas meja, bibirnya dikerucutkan. Terlihat imut dan menggemaskan bagi para pria yang memandangnya, baik hanya melintas atau yang duduk disana untuk memperhatikannya.

Kyungsoo terlihat acuh dan tidak perduli pada baekhyun, ia hanya sedang sibuk dengan buku dan tulisannya saja. Sementara jong in dia sibuk makan dan tidak mau perduli dengan baekhyun.

"boleh aku bergabung disini?" tanya sebuah suara berat yang cukup dikenalnya. Tapi tunggu.. Baekhyun menegakan dirinya menatap seseorang yang tengah tersenyum kearahnya dengan cukup lebar.

Baekhyun merasa seperti sebuah mimpi, didepannya sekarang ini adalah seseorang yang baru saja dibicarakannya kepada jong in dan kyungsoo-meski sepihak-, dan sekarang pria itu berada didepannya dengan sebuah nampan makanan. Disampingnya ia bisa melihat simurid baru kelasnya yang juga tengah tersenyum lebar.

"c-chanyeol?".

Baekhyun masih tidak percaya, dia kembali mencubit pipinya sendiri agar sadar. Dan ternyata itu bukanlah mimpi. Ini nyata, NYATA BAEKHYUN. Segera baekhyun menggeser tubuhnya dan menepuk-nepuk kursi disampingnya.

"duduk disini chanyeol". chanyeol mengangguk dengan mendaratkan bokongnya disamping baekhyun. Sementara jongdae memilih duduk diseberang, disamping kyungsoo yang masih sibuk dengan dunianya.

Jong in yang sepertinya sudah sadar ada anggota baru dimejanya mengernyit, dengan berhentinya acara makannya itu jong in menatap seorang pemuda didepannya yang sedang makan dengan baekhyun yang memperhatikannya dengan berbinar.

"siapa dia? Dan kenapa kau menerima mereka bergabung?" tanya jong in dengan kini arah pandangnya diarahkan kepada jong dae yang sedang asyik menyantap makan siangnya.

Baekhyun tidak menjawab, dia hanya sibuk memperhatikan cara makan chanyeol yang membuatnya kagum. Entahlah terlihat biasa saja memang, tapi bagi baekhyun apapun itu yang dilakukan chanyeol selalu menganggumkan dimatanya.

"kami tidak dapat meja kosong, dan setelah melihat salah seorang yang aku kenal jadi aku ikut bergabung bersama kalian saja, tidak apa kan?" chanyeol bertanya dnegan menatap jong in. Pemuda yang ditatap hanya mengangkat satu alisnya.

"siapa yang kau kenal?".

"baekhyun" arah pandangnya kini beralih kepada baekhyun yang disampingnya, membuat baekhyun yang sejak tadi sibuk menatap wajah chanyeol jadi salah tingkah dengan semu merah diwajahnya.

"ahh kenapa chanyeol?" baekhyun malah bertanya dengan malu-malu, membuat rasa geli diperut pemuda tinggi bertelinga lebar itu. rasanya ia ingin trtawa melihat tingkah menggemaskan baekhyun, tapi ia tahan karna ini bukan saatnya tertawa.

"aku hanya ingin duduk disebelahmu bolehkan?". Pertanyaan chanyeol itu berhasil membuat semu merah diwajah baekhyun semakin ketara, dan ia benar-benar merasa jangtungnya berdetak kencang sekarang.

"ekhemm.. siapa namamu?" pertanyaan jong in itu berhasil mengalihkan acara pandang malu-malu kucing baekhyun dnegan senyuman geli chanyeol. lelaki tinggi itu mulai mengarahkan pandangnya kembali kedepan, menatap jong in lebih tepatnya.

"chanyeol, park chanyeol. aku pindahan dari daegu".

Jong in mengangguk-angguk, dengan tatapannya beralih pada jongdae.

"jadi kalian senasib? Murid baru pindahan dari daegu?".

"benar sekali jong in-ssi, kami bahkan bersahabat baik sejak junior high school".

Dan chanyeol hanya menganggukinya, dengan kembali dirinya berkutat dengan makanan yang sempat ia abaikan.

Baekhyun seperti mendapat sinar pelangi yang cerah diatas kepalanya, senyum dibbirirnya mengambang membentuk seringai kecil. Sepertinya gadis bereyeliner ini mempunyai sebuah ide yang bagus.

"jadi kalian bersahabat? Wah kebetulan sekali kami juga bersahabat, kalian bisa kok sering-sering bergabung bersama kami". Baekhyun berbicara dengan begitu antusias membuat jong in mengerutkan dahinya.

"maksudmu apa? Hei biasanya kau tak menerima anggota baru". Jong in seperti memprotes atas kepututsan sepihak baekhyun, namun gadis itu langsung melotot kepadanya seolah mengisyaratkan dirinya untuk setuju saja.

"tidak apa jong in-ah, sepetinya kita membutuhkan anggota baru dalam kelompok kita. Aku sudah bosan jika hanya ada satu lelaki dalam kelompok kita". Kyungsoo mulai angkat bicara setelah dirinya selesai dengan kegiatan tulis menuslisnya.

Kini gadis bermata bulat itu mengarahkan pandanganya kearah chanyeol dan jongdae bergantian. Sebuah senyuman mulai terulir diwajah cantiknya.

"namaku do kyungsoo, kalian panggil saja aku kyungsoo. Senang mengenal kalian, dan aku rasa baekhyun juga sangat senang". Kini matanya beralih melirik baekhyun yang tersenyum dengan anggukan antusiasnya.

"yak! Apa tidak cukup hanya aku lelaki dikelompok ini? Kenapa harus menambah lagi? Apalagi ini dua sekaligus". Jong in mengecutkan bibirnya, merasa jika dengan adanya kedua orang itu –terutama chanyeol- maka posisinya sebagai satu satunya laki-laki dekelompok pertemanannya –bersama kyungsoo dan baekhyun- akan tersingkir.

"sudahlah kai, kita hanya kelompok pertemanan bukan sebuah grup band yang harus menunggu persetujuan anggotanya jika memasukan anggota baru. Lagipula aku bosan hanya berteman denganmu saja".

"yak! Baekhyun ini pasti gara-gara dia ini paaphhtttt-". Mulut jong in langsung dibungkam tangan kyungsoo karna sepertinya lelaki itu akan mengucapkan hal yang menganggu bagi baekhyun.

Tangan jong in yang menunjuk-nunjuk kearah chanyeol membuat lelaki itu bingung, ia seperti merasa sesuatu yang dikatakan jong in menyangkut dirinya.

"maksudnya apa?".

Baekhyun hanya menunjukan cengirannya.

"tidak usah difikirkan. Dia memang suka tidak terima jika kita punya teman baru, takut dirinya tersaingi hehehe..".

Chanyeol mengangguk-angguk, ia berusaha mengabaikan saja. Meski ia masih penasaran, setidaknya ia punya beberapa teman baru selain teman kelasnya. Meski terlintas dalam benak chanyeol jika teman-teman baekhyun ini agak sediki aneh tetapi setidaknya mereka baik bisa menerima dirinya dan jongdae bergabung dalam kelompok pertemanannya.

.

.

.

"kenapa mukamu cemberut begitu? Itu jelek sekali". Baekhyun mencibir jong in yang sejak tadi menunjukan wajah masamnya. Tepatnya sejak insiden penerimaan anggota teman baru dalam persahabatn mereka jong in seperti itu. hingga sekarang bel pulang berbunyi wajahnya masih saja masam, terlebih teman sebangkunya jongdae ternyata orang yang cukup cerewet hampir menyamai baekhyun.

"dia sepertinya sedang datang bulan".

"yak!". Jong in langsung berteriak saat celetukan kyungsoo membuatnya tersinggung.

"lihat dia marah-marah lagi, ck persis seperi gadis yang sedang masa PMS". Kyungsoo berdecak dengan gelengan kepalanya.

"kau fikir aku seperti itu? hei aku ini namja mana bisa datang bulan". Jong in memprotes dengan nada merajuk yang terlihat menggelikan.

"lihatlah bahkan dia terlihats seperti seorang gadis yang merajuk pada kekasihnya".

"yak!".

Baekhyun berjalan kedepan mengabaikan kedua temannya yang asyik berdebat dan mungkin akan lama. Jadi kita diamkan saja pasangan beda warna kulit itu.

Baekhyun menghentikan langkahnya saat seseorang bertubuh tinggi baru saja keluar dari ruangan. Tubuhnya menegang, gugup saat melihat lelaki tinggi itu berjalan menghampirinya. Yah meski bukan berarti benar-benar menghampirinya.

"hei bertemu lagi". Lelaki jangkung itu berhenti tepat didepan baekhyun, dengan sebuah senyuman yang manis menurut baekhyun.

"kita belum sempat berkenalan. Namaku Wu Kris, kau?". Tangan pemuda itu terulur didepan baekhyun yang mematung dengan matanya yang mengerjap tak percaya.

Setelah dorongan kecil dari kyungsoo dibelakangnya baekhyun segera sadar dari keterdiamannya dan menjabat tangan kris dengan gugup. Serasa ada aliran listrik saat mereka berjabat tangan.

"b-baekhyun, byun baekhyun". Baekhyun berucap dengan gugup dan berusaha menunjukan senyumannya agar tak ketara gugupnya.

"senang mengenalmu baekhyun, apa kau kelas 1?".

Baekhyun hanya mengangguki pertanyaan kris. Jangan tanya lidahnya masih terasa keluh, karna terlalu gugup berhadapan dengan prince charmingnya.

"aku kelas 2 berarti kau harus memanggilku sunbae, ah kalo begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa baekhyun-ah".

Meski kris sudah melangkah pergi baekhyun tetap mematung disana, debaran jantungnya tidak bisa dipungkiri. Entahlah ia merasa sangat gugup berhadapan dengan kris. Rasanya ini seperti mimpi walaupun ia tahu ini nyata. Tapi ayolah siapa yang tidak menyangka bisa mengobrol dengan seorang yang kau kagumi.

"ekhem..". deheman jong in itu menyadarkan baekhyun dari keterdiamannya. Segera ia berbalik dan mendapati kedua temannya tepat dibelakang dengan tatapan menggoda.

"cie yang baru kenalan sama prince charmingnya". Jong in berucap dengan nada menggodanya, jangan lupa alisnya yang dinaik turunkan itu. berhasil membuat baekhyun merona malu dan kembali berbalik melanjutkan langkahnya.

"sebenarnya siapa pangeranmu itu baek? Kris sunbae atau chanyeol?" tanya kyungsoo yang kini sudah berada disampingnya. Berjalan mengimbangi langkah baekhyun yang dicepatkan karena malu atas godaan kai.

"aku rasa kris sunbae itu lebih pantas dijadikan pangeran daripada chanyeol yang telinganya besar, bahkan cengirannya sangat bodoh seperti idiot". Penuturan jong in itu langsung membuat baekhyun kembali menghentikan langkahnya dan mendelik tajam kearah jong in, seolah aura senang dan malu-malu tadi berubah menjadi aura hitam yang menyeramkan.

jongin menelan ludahnya kasar saat menyadari dirinya telah salah bicara. Ingin ia kembali menarik ucapannya tapi terlambat baekhyun sudah melancarkan aksinya.

Bugh.. bugh.. bugh.. pukalan bertubi-tubi tiu dilayangkan ditubuh jongin membuat si pemilik tubuh berteriak kesakitan.

"yak! Yak! Jangan memukulku! Yak!".

"rasakan kau! Rasakan! Jangan mengatakan yang jelek tentang pangeran kuda putihku. Rasakan dasar hitam kelam, pesek! Rasakan!". Baekhyun terus memukuli tubuh jongin bertubi-tubi tak perduli dengan teriakan jongin yang memintanya berhenti.

"baek, baek sudahlah". Kyungsoo bermaksud melerai kelakuan baekhyun namun percuma, gadis itu terus memukuli jongin tanpa ampun.

"baekhyun". Suara bass itu berhasil menghentikan tingkah kejam baekhyun. Gadis itu langsung menoleh dnegan takut-takut, entahlah takut akan pemikiran chanyeol tentang dirinya yang kejam atau takut karna image anggunya luntur didepan chanyeol.

"kita jadi pulang bersama kan?". Pertanyaan chanyeol itu sedikit melegakan baekhyun, gadis mungil itu menghembuskan nafasnya lega. Setelah merapikan kembali penampilannya –yang walaupun tidak berantakan- ia segera berdiri disamping chanyeol dengan mengampit tangannya tanpa malu.

"jadi dong, ayo~". Ucapan baekhyun yang terdengar manja itu membuat chanyeol terkekeh.

"kami duluan ya. jangan lupa obati jong in sepertinya ada beberapa lebam dipunggunya". Ucapan chanyeol dengan diakhiri kekehan itu hanya membuat jong in mendengus malas. Tapi setidaknya dia beruntung chanyeol datang tepat waktu, jika tidak mungkin dirinya sudah lebih parah dari ini.

"makanya jangan macam-macam sama baekhyun". Ucapan kyungsoo dengan langkahnya yang pergi meninggalkan jongin itu malah menambah jongin masam. Wajahnya semakin ditekuk. Etahlah dia kesal atau marah yang pasti lelaki itu sedang dalam mood buruk.

.

.

.

.

Baekhyun kembali pada mode malas-malasannya. Setelah tadi berjalan-jalan dengan chanyeol mengitari beberapa daerah yang dekat rumahnya, sekarang gadis maniak eyeliner itu tengah berbaring dengan memainkan ponselnya. Jika kalian bertanya apa yang sedang dilakukannya, maka jawabannya adalah chating.

Gadis itu sedang berchating ria dengan sahabat sehidup sematinya do kyungsoo.

Ping~

Baekhyun membuka pesan dalam ponselnya. Tebakannya itu adalah pesan dari kyungsoo tapi ternyata buka, sebuah nickname baru yang tak dikenalnya.

From: Prince CY

Apa sekarang kau sedang tiduran dikasur berguling-guling dengan memegang ponselmu?

Baekhyun langsung menegakan tubuhnya. Fikirannya bertanya tentang kenapa orang itu bisa tau apa yang dilakukannya sekarang apa dia seorang cenayang? Atau bahkan seorang penguntit.

Segera jari-jari lentiknya menyentuh layar ponsel pintarnya dengan gesit, untuk membalas pesan si orang aneh yang tak diketahui namanya itu. hanya tertulis prince CY dan dia bahkan tidak tahu siapa itu Prince CY, setahunya dia tak punya teman chat bernickname itu.

To: Prince CY

Siapa ya? kamu cenanyang? Anak indigo atau seorang penguntit? Kalo ngga ngaku aku ngga bakal bales pesan kamu.

Tak butuh waktu lama sampai pesan itu kembali terbalaskan. Kali ini semakin membuat lebar mata baekhyun. Sungguh gadis itu terkejut saat melihat isi pesannya.

From: Prince CY

Coba lihat keluar jendela, siapa disana yang sedang tersenyum.

tanpa menunggu lama baekhyun segera berlari menuju balkon kamarnya. Untuk memastikan jika benar dugaannya.

Dan ternyata benar, seratus persen benar. Mata sipitnya bisa melihat chanyeol tersenyum sambil melambaikan tangan kearahnya, jangan lupa sebuah ponsel yang dipegang disebelah tangannya.

Baekhyun rasanya ingin melompat girang saat mengetahui orang yang dikirainya iseng atau penguntit itu adalah seseorang yang dikaguminya. Pangeran kuda putihnya, si ganteng park chanyeol tetangganya. Oh bolehkan baekhyun hiperbolis dengan menerjunkan dirinya diatas balkon sekarang. Itu terdengar gila, jadi lupakan.

To: Prince CY

Darimana kau tau nomerku? Dan bagaimana bisa namanya menjadi prince CY?

Setelah megetik balasan pesannya baekhyun menatap chanyeol dengan tersenyum, dagunya digendikan untuk memeberitahu chanyeol agar segera membuka ponselnya. Dan lelaki itu menurut dengan sebelang tanganya yang membuka ponsel.

Baekhyun bisa melihat ada senyum dibibir seksi chanyeol, tanga besarnya terlihat mengetik sesuatu.

Ping~

Cepat-cepat baekhyun membuka pesan diponselnya. Tetapi dahinya mengerut saat melihat jika sipengirim pesan ternyata bukan chanyeol tetapi kyungsoo temannya.

From: Kyungsoo Baby

Aku tidak bisa berchating bersamamu lagi baekki sayang. Nanti malam saja ya dilanjutnya, eomma memintaku mengantarnya berbelanja. Jadi jangan merengek karena kesepian. Kalo mau sana chatingan dengan si hitam, kalo tidak kenapa tidak dengan pangeranmu saja. jadi jangan ganggu aku oke..

Baekhyun mengabaikan pesan dari kyungsoo dan tidak berniat membalasnya. Karena ada yang lebih penting, sebuah pesan masuk lain saat dirinya tengah membaca pesan dari kyungsoo tadi.

From: Prince CY

Itu RAHASIA...

Baekhyun mengkerucutkan bibirnya saat membaca pesan dari chanyeol. dengan segera ia membalas pesan lelaki itu cepat-cepat.

To: Prince CY

Yasudah kalo tidak mau memberitahu!

Diseberang sana baekhyun bisa melihat chanyeol tertawa setelah membaca pesannya. Tapi bukan itu masalahnya, melihat chanyeol tertawa adalah objek terindah buat baekhyun. Chanyeol terlihat sepuluh kali lebih manis saat tertawa. Meski jauh lebih tampan saat dia tengah serius, tapi baekhyun lebih suka chanyeol yang ini. Terlihat menggemaskan.

From: Prince CY

Jika kau marah maka hukumlah pangeranmu ini. Jadi mau turun dan pergi bersama? Aku dengar didekat sini ada kedai ramen, kalau mau aku akan traktir makan sepuasnya.

Baekhyun tersenyum saat membaca balasan pesan chanyeol. dengan menatap chanyeol dia mengangguk, disana chanyeol terlihat tersenyum mendapat respon lucu baekhyun.

From: Prince CY

Oke aku tunggu dibawah tuan putri

Baekhyun segera membalikan tubuhnya. Berjalan dengan riang keluar dari kamarnya. Setelah diambang pintu ia seperti melupakan sesuatu, ia tak mungkin keluar dengan chanyeol hanya mengenakan piyama. Oh tidak, imagenya bisa buruk didepan chanyeol.

Segera gadis itu melesat menuju lemari pakainya, mencari-cari pakaian yang sekiranya pantas ia kenakan untuk berkencan. Berkencan? Entahlah apa itu tidak berlebihan?, tetapi keluar makan malam bersama bukankah sama saja dengan berkencan?. Baiklah baekhyun tak akan memusingkan itu semua, yang terpenting sekarang adalah mencari pakaian yang cocok untuk dikenakannya.

Baekhyun akhirnya memutuskan untuk mengenakan rok selutut berwarna pink muda dengan hiasan pita kecil pada bagian dadanya, tak lupa rambutnya ia sisir dan dibiarkan tergerai. Merasa kurang cocok baekhyun mulai mencari sebuah bando yang kiranya menambah kesan cantik pada penampilnya.

Ia memutuskan memakai bando pink dengan manik-manik bunga yang mengitari seluruhnya, tidak lupa hiasan wajah natural serta parfum strawberry kesukaannya yang disemprotkan. Ia juga hanya memakai flat shoes putih yang menambah aksen manis pada penampilannya.

Setelah selesai ia segera melesat keluar agar tak membiarkan chanyeol menunggunya lama. Saat itu juga ia mendapatkan tatapan aneh dari kakak dan kedua orangtuanya. Meski mereka tak bertanya kepada baekhyun langsung –karna gadis itu sama sekali tak perduli atau seolah tak perduli sekotar dengan hanya terus berjalan cepat- tapi itu mengundag seribu tanya pada benak keluargannya itu. bagaimana tidak? Baekhyun yang tidak pernah keluar malam, baekhyun yang tidak pernah dandan malam dan baekhyun yangs selalu suka malas-malasan saat malam kin tengah gembira ria dan bermood sangat bags sampai berubah seperti itu.

Setelah sibuk dalam diam mereka akhirnya mulai saling pandang dengan raut bingung.

"apa dia akan kencan?" .sang ayah mulai dengan pertanyaannya.

"kya~ benarkah itu? oh itu bagus yeobo, berarti anak kita laku". Celetuka sang nyonya park mebuat tatapan tajam tuan park kearahnya. Si istri hanya cengengesan saat suaminya menatap begitu berbeda.

"aku hanya khawatir yeobo, dia itu tidak pernah terlihat pergi berkencan. Jadi fikiran negativ seorang ibu hanya takut anakanya tidak bisa hidup normal".

"jadi eomma fikri selama ini baekki tidak normal?". Pertanyaan baekbeom itu langsung dihadiahi pelototan tajam sang nyonya park yangs seolah ingin berkata. 'diamlah dan ikuti saja kata ibu'.

Lelaki manis itu hanya menunjukan cengirannya sambil jari-jarinya membentuk huruf V.

.

.

.

.

To Be Continute...

.

.

.

.