Memang sih dichap satu kemarin si Gilbert ngatain wilayahnya Niklas dan Mathias itu pulau-pulau gaje kan? btw Denmark masih berbatasan sama Jerman, bisa dibilang au saat itu lagi galau gara-gara bikin PPt. Hetalia masih punyanya abang Hima. kalo Hetalia itu punya au, udah au masukin semua materi IPS kedalam situ HUAHAHAHAHA /digiles tank sama abang Hima/ #AusianakIPS #abaikan.
kata-kata Kelainan dan Suara-suara gaib itu berasal dari guru-guru gue, kalo Fcuk itu berasal dari gue hehehe.
Lagu-lagu disini sudah au translate di google translate, cukup aneh tapi biarkanlah.
Semua murid yang ada di aula pun mulai mendengar skandal tentang 'Arthur yang menyukai Gilbert serta tidak menyukai Niklas' itu (loh kok mereka percaya sama si Kambing dan HERO abal macam mereka ya?) termasuk kepala sekolah yang juga terlihat asik menonton skandal itu. "Skandal, men. Lumayan ada tontonan gratis" bisik Ancient Rome pada Germania.
"Itu skandal anak murid kita sendiri kenapa jadi tontonan, sih?" balas Germania dengan suara pelan.
"Kasian gue sama mereka" bisik Pantai Gading pada temannya yaitu Maroko.
"Tapi gue lebih kasian ama Arthur, ngomong aja dipotong sama si kambing dan si HERO abal-abal itu" gurau Maroko pada temannya itu.
Arthur pun mulai terdiam dan ia melirik ke arah sang Host yaitu Niklas, lalu ia mulai berbicara tentang skandal(?) tersebut.
"Sebenarnya ini tidak seperti apa yang kalian kira, mana mungkin saya menyukai orang sok AWESOME padahal ASEM kayak dia? kan geli banget" kata Arthur pada semua orang yang ada diaula ini.
"Eh gue juga engga mau disukain sama Ketos engga AWESOME kayak lo keles" balas Gilbert sambil menatap Arthur dengan kesal.
Arthur membalas tatapan itu dengan tatapan judes. "Apalagi gue, bang ASEM!"
"ITU AWESOME KETOS, AWESOME"
"BLOODY GIT! MULUT-MULUT GUE, KENAPA LO YANG PROTES, HAH? MASALAH GITU BUAT KE-TIDAK-AWESOME-AN-LO-ITU?" Sewot Arthur sambil menatap kedua bola mata Gilbert yang berwarna merah terang.
"Aduh ini kapan selesainya sih? mulut gue gatel ingin ngelerai mereka berdua deh" kata Emma sambil merinding disko dan melirik kearah Niklas yang masih terlihat diam "Mana hostnya kaga tanggung jawab lagi"
Ivan yang memakai kostum tradisional Russia tampak sangat menikmati pertikaian mulut antara Arthur dan Gilbert walaupun sebenarnya juga engga penting. "Jangan dilerai, aku senang dengan hal ini, da?" ucap Ivan sambil tersenyum layaknya anak kecil.
Seorang perempuan dengan kostum ala Maleficent itu melirik ke arah Ivan "Bukannya membantu temannya malah begono, dasar Ivan-chan" sindir seroang personifikasi perempuan dari Ukraina yang merupakan kakaknya si Kolkhoz yaitu Yekaterina pada Ivan yang asik menonton adu mulut itu.
Balik ke Gilbert dan Arthur, Gilbert engga mau kalah dan malah membalas sewotan dari ketua OSIS itu. "IYA MASALAH BANGET, GUE BERANTEM SAMA KETOS ENGGA AWESOME KAYAK LO INI MEMBUAT KADAR KE-AWESOMEAN GUE INI MENJADI TURUN DRASTIS. ALIS ULAT BULU LO JELEK SIH"
laki-laki berambut pirang itu tidak terima kalo alisnya yang selalu dijadikan bahan permasalahan oleh anak-anak Hetalia Gakuen termasuk si Gilbert ini. "KENAPA JADI ALIS GUE YANG DI SALAHIN, GIT!"
"KARENA ALIS LO YANG ENGGA AWESOME ITU UDAH SAATNYA HARUS DICUKUR, ARTHUR!"
"ALIS-ALIS GUE NGAPA LO YANG NGATUR? CEWE GUE AJA ENGGA NGATUR-NGATUR GUE KOK! BAHKAN KATANYA ALIS GUE INI BIKIN GUE IMUT, GIT!"
"APA? CEWE LO? LO KAN JOMBLO NGENES, SEJAK KAPAN ADA CEWE YANG MAU SAMA LO? KIRANA AJA NOLAK LO, TERUS LO MAU NGAREPIN SIAPA LAGI, ARTHUR KIRKLAND SANG KETUA OSIS HETALIA GAKUEN YANG PALING TIDAK AWESOMEEEEE?" Sindir Gilbert pada ketua OSIS denga nada lebay.
"Bruder, sudahlah" Lerai seseorang yang memakai kostum Hansip yaitu Ludwig Beilschmidt pada personifikasi dari Kerajaan Prussia itu. tapi Gilbert tidak peduli dengan leraian dari adiknya itu.
Ini adu bacot paling rempong, topiknya aja dari AWESOME, mulut, alis, bahkan sampai ke cewe-_-
"Sejak, sejak..." ucap Arthur yang mulai terbata-bata.
"SEJAK DIA MENERIMA CINTAKU!" Teriak Chiara yang menyambungkan kata-kata yang terputus dari Arthur.
"BLOODY GIT! SEJAK KAPAN GUE NERIMA LO, CHIARA? JANGAN BIKIN HOAX DEH" bentak Arthur begitu Chiara mengatakan hal gila ditengah-tengah pertikaian.
Gilbert pun mulai ingin tau siapa cewe yang suka atau yang disukai sama seorang Arthur Kirkland. "TERUS CEWE LO SIAPA? PASTI ANAK HETALIA GAKUEN KAN? KELAS MANA? A, B, C, D, E..."
"Eeh"
"NAMA? TIINA, ELIZABETA, LOVISE, LARA, DAINA, EMMA, AMELIA, SAKURA, CHUN-YAN, NATALYA, YEKATERINA, BELLA, KIRANA, MALON, MEI MEI, MONIKA, ALICE, CHIARA, ROSE, ANYA, SAODAH(?)..." Gilbert mulai menebak nama cewe itu dengan menyebutkan semua nama cewe yang ada di Hetalia Gakuen sampai namanya si Saodah pun juga disebutin.
"Ngg..."
"BANG ARTHUR, KITA NIKAH YUK? YUK? YUK?" gumam Chiara sambil mengasah pisaunya, mungkin ia mulai ketularan Natalya.
"BLOODY GIT! BACOT LO, CHIARA!"
Arthur ingin menyebut namanya seorang perempuan personifikasi dari Denmark tapi ia sulit untuk melanjutkannya. "Nik..."
Lalu seorang perempuan memegang bahunya Arthur, "Arthur, Tolong jangan diteruskan, aku bakal nangis kalo lo berdua engga ngebiarin aku buat ngelanjutin acara ini. Bisakah.." ucap Niklas sambil menatapi kedua bola mata berwarna hijau milik Ketos.
"Iya sayang, maafin aku"
"Jangan minta maaf sama aku, DAN jangan panggil aku sayang lagi! cepetan selesaikan masalah cewemu itu, Jerk!" bentak Niklas pada sang ketua OSIS sambil berjalan menuju belakang panggung dengan wajah yang kesal dan tentu saja dengan air mata yang mulai keluar dari wajahnya.
"Niklas, tunggu gue! Niklas! Niklas!" kata Mathias yang ikut menyusul Niklas ke belakang panggung dengan cemas.
Gilbert pun bingung dengan apa yang terjadi barusan. "Niklas? Ini tidak mungkin dan ini tidak AWESOME banget karena seorang Arthur jadi berhenti adu bacot sama gue gara-gara Niklas. Berarti mereka ada apa-apanya"
.
.
.
Darstellende Künste a la Hetalia Gakuen
Disclaimer : Hetalia Axis Powers © Himaruya Hidekaz. Cerita absurd ini sih punya gue hehehe. Dan produk-produk yang ada disini kembali pada pemiliknya masing-masing, ya. Tee hee.
oh iya sama lagu Jangan cintai aku apa adanya © Tulus dan Cinta datang terlambat © Maudy Ayunda.
Summary : Pentas seni yang diselengarakan pas dengan Tahun Baru yang menyajikan berbagai pementasan yang unik-unik dan ini acara yang paling ditunggu-tunggu oleh para personifikasi hingga muncul berbagai skandal yang aneh-aneh.
Warning : Keberadaan Genbent bersama tokoh-tokoh hetalia yang lain biar rame dikit, Cerita Sekolah, OOC, kata-kata yang bikin baik darah, modus dimana-mana, crackpairing STRAIGHT, NON YAOI OR YURI, bumbu romance dimana-mana, rate T, Human name dan Nation name dalam bahasa Indonesia, ngakak hingga guling-guling(?), skandal(?) dimana-mana, bahasa Translatean.
jika mau nanya apapun, silahkan PM atau Review. jangan malu-malu sama au, dari pada malu-maluin.
Di chapter ini tidak ada translate-translatean seperti chapter sebelumnya.
Note : dijamin asik. selamat membaca xoxo.
.
.
.
Anak perempuan itu menangis disebuah ruangan dibelakang panggung, ia selama ini memang diam tapi ia tidak terima jika orang yang selama ini memperlakukan dirinya dengan Gentleman itu melukai perasaanya. Mathias sebagai saudaranya pun mulai mendengar suara tangisan itu dan menemukan Niklas yang sedang menyendiri dikolong meja di ruang rias. Lebih tepatnya gadis personifikasi itu menyembunyikan dirinya serta perasaannya sendiri.
Kemudian Mathias menemukan adiknya itu, lalu ia memandanginya dan memeluknya dengan perlahan "Niklas, sudahlah tidak apa-apa, ada gue disini"
Ia tidak membalas kata-kata itu dan Mathias membelai rambutnya dengan pelan sambil memainkannya "Sekarang kamu sudah cantik tetapi lebih cantik lagi jika kau tidak menangis dan tersenyum"
Mathias mengucapkan kata-kata yang sering ia lontarkan kepada Niklas sejak mereka kecil, apalagi jika Niklas kecil menangis karena Gilbert atau Alfred yang suka memerintah dirinya sewaktu kecil.
"Kau sudah sering mengatakan itu, Mathias"
Sekarang Niklas menangis karena Arthur, memang mereka berdua belum saling mengetahui perasaan mereka masing-masing tetapi mereka saling menyukai bahkan mereka lebih akrab dari pada hubungan Mathias dan Lovise yang sudah berpacaraan sejak lama.
"Ceritakan perasaanmu padaku, Niklas. Aku kakakmu yang selalu siap mendengarkan cerita darimu walau kau memang jarang melakukan hal itu padaku"
"Aku menyayanginya, Mathias, aku menyayangi Arthur"
Niklas memang sudah menyayangi ketos sejak lama, tidak ada yang tahu akan hal ini bahkan Emma yang merupakan sohibnya sendiri saja tidak tahu.
Dan akhirnya Mathias mengetahui itu sekarang.
"Jika kau menyayanginya kau harus bisa bersabar hingga saat itu tiba, karena jika kau ingin ia tahu seberapa besar kau menyayanginya itu membutuhkan waktu yang sangat lama jadi kau harus bisa bersabar, Niklas" Mathias mengatakan sambil mengusap punggung adiknya itu dan memberikan sebuah Tissue padanya.
Personifikasi perempuan dari Denmark itupun mengusap air mata yang sudah membanjiri wajahnya dengan sebuah Tissue yang diberikan oleh Mathias lalu ia tersenyum tipis "Benar, kau benar, kambing"
Mathias membalas senyuman tipis tapi manis yang terukir dari wajahnya Niklas. "Senyumanmu manis, segera keringkan air matamu, Niklas. Semua sudah menunggumu"
Arthur yang sudah dibalik pintu itu sejak lama, ia mendengar semua kata-kata yang terucap dari Niklas. Lalu terlihatlah Mathias yang keluar dari ruangan tersebut dan ia mencegatnya. "Niklas itu tidak apa-apakan?" tanya Arthur cemas sambil menatap kedua bola mata berwarna biru miliknya si Mathias yang menyerupai warna matanya Niklas.
Mathias pun tersenyum tipis tapi dingin pada Arthur. "Tidak apa-apa kok." jawabnya singkat sambil berjalan menuju aula.
.
.
.
Jerman yang terkenal dengan sepak bolanya, Jerman yang terkenal dengan festival yaitu Oktoberfest-nya, Jerman yang mempunyai sejarah di PD I dan PD II serta Jerman yang sudah berhasil membangun negaranya setelah PD II itu menjadi salah satu negara terbesar didunia dengan Pendapatan perkapita sebesar...
"WOI! AU KALO MAU NGERJAIN TUGAS YA JANGAN PAS KITA LAGI PENSI DONG! MANA LO MAU BUKA AIB(?) GUE LAGI!" teriak Ludwig sambil memegang kerah baju au dan au juga di death glare sama Ludwig : mampus lo.
"Tau nih Au, pindah sono ke PPt! emangnya enak lo yang ditanyain sama guru IPS?" ucap Sadiq dengan nada nyolotin bin songong bin ajib (?).
"Au-nya kelainan" gumam Lukas dengan nada halus.
"HAHAHAHA LAGIAN MUKA AU MIRIP BUKU PINTAR IPS SIH" sahut Gilbert dengan nada kencang bin nyebelin itu.
Wds. Watdesempak, What the Fcuk(?) sudah terlalu mainstream.
Swedia merupakan negara kerajaan paling makmur kelima diduna, negara yang tidak pernah mengalami kerusuhan dan sumber Devisanya adalah barang-barang Industri seperti furnitur, pakaian, mainan dan lainnya. Swedia juga menjadi negara teratas dala hal Pengembangan Sumber Daya Manusia...
"Au m'u l'ma pul'h k'b'ka ap' l'ma pul'h k't'tup? (Au mau lima puluh kebuka apa lima puluh ketutup?)" gumam Berwald sambil menatap au dengan death glare-nya yang terkenal maut dan bikin orang kejang-kejang(?) pas pelajaran.
Lima puluh kebuka dan lima puluh ketutup itu maksudnya mau ditampar lima puluh kali apa mau ditabok lima puluh kali.
Yang jelas au engga mau kedua lima puluh itu, wong au engga pernah bikin gara-gara(?) disekolah. Kalo misalnya lima puluh ribu rupiah atau lima puluh euro sih au juga mau keles, lumayan buat jajan di S*v*n El*v*n atau S*trb*ck* C*ff**. Abaikan ini.
"Berwald sadis..." bisik Eduard pada Tino yang melihat situasi yang terjadi di aula itu.
"Beh dia mah udah mirip banget sama gurunya si au itu tuh" balas Tino dengan nada yang berbisik-bisik.
Sekarang saya ingin menjelaskan negara mana saja yang menjadi negara berkembang di dunia, yaitu...
"Mampus gue" batin anak-anak dari benua Afrika, Amerika Selatan, Asia dan masih banyak Nations yang ngerasa diri mereka negara berkembang.
"AU JANGAN BUKA KARTU KAMI, PLISSSSS"
"UDAH YA AU, KALO AU MAU LATIHAN PRESENTASINYA NTAR AJA YA! SEKARANG AU NARASI DULU, OKE?" gumam Toris, Feliks dan Raivis yang mengalihkan perkataan dari au.
Apa kata kalian deh...
"HORRRRREEEEEEEEEE" sorak para Nations dengan semangat45(?).
Ya udah, au mau narasi dulu, anteng-anteng ya?
"IYAAAAAAA" koor para Nations yang mulai sujud syukur karena au tidak jadi latihan presentasi disini.
Eh ngomong-ngomong si abang Arthur sama kak Niklas dimana ya? atau ga HERO abal sama si kambing sok AWESOME itu deh, mereka dimana? aku butuh mereka buat narasi, nih!
"Gatau! palingan di backstage eh mending cari aja sendiri. Siapa tau kalo mereka udah ketemu, au bisa langsung narasi" gumam Newzy pada au si narator itu.
Oh, Oke. Danke!
Berkat Info dari Newzy, au langsung menyusuri backstage dan menemukan sepasang laki-laki, iya laki-laki yang sedang duduk bersebelahan dan terlihat sedang curcol itu. Mereka adalah Alfred F. Jones dan Mathias Køhler.
"Eh Mathias! kan kita sama-sama AWESOME nih, aku mau curcol sama orang AWESOME kayak kamu dong" ucap Alfred pada Mathias yang merupakan sohib seperjuangan yang sama-sama anak MPK yang AWESOME itu.
"Hmm boleh-boleh aja sih, bro, Kan kita sama-sama AWESOME. Ada apa ya?" balas Mathias sambil menatap Alfred dengan penasaran.
"Gini loh, kan nanti ada pesta dansa kan? kata lo mending gue dansa sama Natalya apa sama Kirana? Aku bingung soalnya kalo menurut gue, mereka berdua terlalu over AWESOME banget, loh." gumam Alfred pada Mathias dengan nada bingung.
"Natalya aja, bro. soalnya Kirana itu udah ada Nether, Kiku, Antonio, Malon, Arthur, Portugal, Yao bahkan si Kolkhoz itu. pasti mereka-mereka itu pada ngincer Kirana dan kesempatan AWESOME lo untuk dansa sama Kirana sangatlah tipis, setipis kertas kalkir yang dibeli au buat ngejiplak peta." balas Mathias dengan alasan-alasan yang jelas dan realistis.
Ngapain bawa-bawa kertas kalkir sih? gitu-gitu kertas itu lebih mahal daripada satu buah sosis mie goreng tau! abaikan.
"Bener juga sih, eh Arthur bukannya udah sama saudara lo si Niklas itu, ya?" tanya Alfred pada Mathias yang merupakan saudaranya Niklas itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Ah masa sih dia sama saudara gue yang galak tapi manis itu? memang sih Niklas itu se-AWESOME gue tapi engga segitunya juga kali" gumam Mathias sambil meletakan tangannya didagunya.
"Ah itu beneran, Mathias! bahkan dia sampai menolak cintanya si Chiara demi bisa bersama Niklas, loh"
"Ehbuset, kata siape?" kata Mathias yang jelas-jelas mulai syok itu.
"Kata Alfred F. Jones si HERO yang AWESOME ini." kata Alfred yang mulai bernarsis diri "Ngomong-ngomong Niklas, sekarang gimana keadaannya?" Tanya laki-laki berambut pirang kotor dan berahoge itu pada si laki-laki berambut Jabrik(?) tentang adik sohibnya itu.
"Ah dia udah engga apa-apa kok, kan tau sendiri dia kalo galau engga lama-lama" gurau Mathias yang mulai membicarakan sesuatu tentang adiknya yaitu Niklas.
"Bagus deh, gue jadi turut senang mendengarnya" gumam Alfred sambil meletakan tangannya di bahunya Mathias.
.
.
.
"Haaaaiiiiii, maaf kalian jadi menunggu lama karena barusan ada urusan teknis dan sayang sekali urusan itu belum selesai. Jadi sekarang ada penampilan ajib dari dua orang yang sama-sama berkedok alim, yang satunya demen ngumpul bareng kawan-kawan sejawatnya di klub Perdukunan, Maaf, Magic Club serta dia juga demen ngumpul sama Troll-trollnya sedangkan yang satunya lagi itu suka sekali berdagang di AmaZONK, narsis, dan dia ini adalah seorang fujoshi. Kalo yang tau, kalian bisa teriakin ga namanya?" ucap Niklas Køhler si host yang kembali ceria dan mulai bikin penasaran para penonton dengan kata-kata ajaib(?)-nya itu. Penonton dan para fans itu mulai bersorak-sorak gaje.
"GYYYAAAAA HONDA KIKUUUU"
"LUKAS BONDEVIKKKK"
"HONDA KIKU THE MASTER OF FUJOSHI AND FUDANSHI! AAAA AKU MAU FOTO SAMA DOUJINSHI GRATIS!"
"KIKUUUUU KASIH KAMI GRATISAN BISA KELESSSS"
"LUKAS AKU CINTA KAMUUUUU! KAMU SEKSI BANGETTTTT!"
"GYAAAAAAA AKU CINTA KALIAN!"
"AQOEH LEBIH CANTIK DARI PADA SI NIKLAS! LUKAS HARUS MAU SAMA AQOEH YANG BADAI INI!"
"Heh, siapa tuh yang bilang 'Aku lebih cantik dari pada Niklas'? gini-gini muka gue lebih AWESOME dari pada si Mathias tau!" sewot Niklas pada salah satu fans-nya Lukas yang 4L4Y(?) pake banget.
Kasian Lukas dapat fans alay kayak gitu. Abaikan ini.
"Itu beda cerita lagi, Niklas" gumam Lara sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Dari pada menunggu lama, mendingan kita sambit ,eh maksudnya sambut kedua laki-laki yang akan menyanyikan sebuah lagu dengan suara seksi dan mereka adalah idaman semua perempuan, Honda Kiku dan Lukas Bondevik!" kata Niklas sambil menyambut Kiku dan Lukas untuk naik keatas panggung. Kiku naik ke atas panggung dengan kostum pahlawan ala B*MA S*TRI* sedangkan Lukas menggunakan kostum ala Serigala.
Lukas pake kostum serigala bukan buat syuting G*nt*ng-G*nt*ng Sweden(?) sama Eduard von Bock(?) tapi mau duet sama Kiku. Abaikan kata-kata ngaco ini.
Lalu terlihatlah kedua makhluk seksi(?) itu diatas panggung dan mulai menyapa para penonton. "Haaiiiii Minna-san!" sapa Kiku dengan ramah sambil menebarkan senyum.
"Hai semua!" Lukas ikut menyapa para penonton dan fansnya itu.
"Kita bedua akan membawakan sebuah lagu yang tentunya lagu itu lebih keren daripada lagu-lagunya abang Kirkland" ucap Kiku sambil mengedipkan matanya.
Tidak terima lagu-lagunya dibilang tidak keren, ketos mulai berkomentar "Bloody git! Jangan salah, semua lagu itu gue nyanyikan dengan suara seseksi gue. camkan itu!"
"Dan lebih AWESOME dari lagunya abang-abang sok AWESOME kayak bang Gilbo yang ASEM ini." ucap Lukas yang tidak mau kalah dari kata-katanya teman duetnya tersebut.
"Enak aja, suara gue ini bikin semua wanita terhanyut, tadi aja banyak yang nangis gara-gara gue nyanyi" sewot Gilbert yang lebih tidak terima kalo dirinya dibilang abang-abang sok AWESOME padahal ASEM.
"O deh. yang penting kita berdua mau nyanyi, ye ga Kiku?" kata Lukas pada Kiku.
"Tentu saja, Lukas! tapi kita nyanyi apa dong?" Tanya Kiku bingung.
"Hmm, kita nyanyi ini aja 'Dasar kau keong racung, baru kenal eh ngajak tidur~'" Lukas menyanyikan lirik lagu itu dengan suara seksinya yang terlihat sangat menggoda(?) iman itu.
Semua penonton ketawa ngakak hingga kursi seorang anak yang merupakan personifikasi dari Tunisia itupun roboh dan terpaksa digantikan dengan kursi plastik yang biasanya ada di warung-warung Street food (elah gaya bener dah, bilang aja sih Warung pinggir jalan. susah bener dah).
Kiku pun mulai meletakan tangan didagunya sambil memikirkan sebuah lirik lagu. "Kok lagunya engga banget sih? kenapa engga 'Jangan cintai akuuuu~ apa adanyaaaaa~ Jangannnn~'" Kiku menyanyikan lirik itu dengan suaranya yang khas yang membuat para penonton serta para fans semakin bersorak. Lukas tidak melanjutkan kata-katanya tetapi ia mendengar sebuah Instrumen dan ia menyanyikan lagu tersebut dari awal.
"Tak sulit mendapatkan mu Karena sejak lama kau pun mengincarku" [Lukas]
"Ini liriknya kayak pairing UKNesia deh" kata Myanmar dengan nada sok tau.
"Apaan sih, orang Nesipan" sewot Laos pada Saudaranya itu.
"Sok tau ini sih kayak SpaiNesia" Thailand ikut-ikutan berkomentar.
"Pale lo, ini sih NetheNesia" gumam Filipina pada saudara-saudara ASEAN-nya.
"Ah kalo aku sih AfRib" gurau Vietnam yang tidak mau kalah dengan menyebutkan pairing dari OC-nya au di FPS.
"Itukan pairing OC-nya au di FPS, bro" balas Thailand pada Vietnam.
"Nagai sore wa, ōku no doryoku o toranai tame no hitsuyō wa arimase yōide wa nakatta" [Kiku]
"Dammit! Terasa mudah gimana? gue aja sampai ditolak tujuh kali sama Arthur tau ga?" kata Chiara dengan nada-nada kesal.
"Curcol mba?" sahut Isabel Fernandez Carriedo pada temannya itu.
"You receive all of my flaws, you never get angry if me wrong, whatever results you have always praised my hand Its not uncommon pains" [Lukas dan Kiku]
"Kirana memang tidak pernah marah padaku walau aku sering berbuat salah sama dia" kata Netherland pada Kirana yang kebetulan duduk saling bersebelahan.
"Apaan sih, gaje lo Lolicon" sewot Kirana sambil menatap Nethre dengan sinis.
"Ikke elsker meg ~ Hva det er ~ ikke ~"[Lukas]
"Ha? Jangan cintai aku Ada apanya?" kata Peter Kirkland yang mulai lala lolo(?) pada Tino.
"APA ADANYA WOI, APA ADANYA!"
"Ehbuset gue engga budek, engga usah teriak juga keles" tegas Peter sambil memegangi daun telingannya yang sakit akibat teriakan dari Tino.
"Suka-suka gue, kan gue cuma ngasih tau" balas Tino pada Peter sambil tersenyum tipis.
"Watashitachi ga michi zenpō ni nanika o motomete mimashou" [Kiku]
"Ya dimana-mana kita jalan ke depan keles" kata Mona Bonnefoy yang merupakan personifikasi perempuan dari Monako pada Bulgaria.
"Kirain kamu jalannya ke hatiku" balas Bulgaria dengan nada iseng.
"Mupeng" jawab Mona dengan singkat.
"Jeg ønsker lang så kartet ditt, jeg ønsker å være din mester" [Lukas]
"Kamu jadi petanya, aku jadi HERO-nya" Alfred berkata pada ketos dan Niklas yang duduk bersamanya.
"Kan liriknya 'aku ingin jadi jagoan mu' bukan 'aku ingin jadi HERO mu', Hamburger git" balas Arthur sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kan sama aja"
"Beda woi beda"
"Berisik!" ucap Niklas dengan singkat karena kedua sohibnya ini selalu ribut.
Kemudian instrumen itu berhenti dan mulai berganti dengan Instrumen piano yang Indah dari pak Roderich.
"Jeg forstår ikke hvorfor dette er~" [Lukas]
"Loh, Lagunya ganti nih?" bingung Yeka yang tiba-tiba lagunya mulai berganti.
"Mungkin duetnya Lukas dan Kiku pengen lebih hits daripada duet Raisa dan Tulus" gumam Lili yang duduk disebelahnya Yekaterina.
"Weleh tau aja kamu"
"Iya dong"
"Tōji 〜 watashi wa 〜 setsubō suru koto wa arimasen shikashi, sonogo, subete ga kawa~tsu"[Kiku]
"Dulu memang gue pernah merindukan dirinya, sekarang?" kata Emil yang mulai galau.
"SEMUANYA TELAH BERUBAH UWOHHHHHH~" teriak Natalya dengan lebaynya itu sambil mengayunkan pisau belatinya keatas. Ih serem, engga ada light stick, belati pun jadi.
"Anata wa 〜〜 tōku watashi kara watashi o nokoshi suru tsumorida" [Kiku]
"Jangan tinggalkan aku, Daina" ucap Feliks dengan nada sok sinetron.
"Dih, kita kenal?" balas Daina sambil menatap Feliks dengan aneh.
"Perhaps it is I love~" [Lukas dan Kiku]
"Mungkin gue lebih mencintai dirinya dari pada..." kata Elizabeta yang mulai terputus.
"Daripada apa hayo?" tanya Gilbo si mister ASEM pada Elizabeta.
"Nggg"
"Maybe it ~ Never regret not ignore your sense of first ~ ~" [Lukas dan Kiku]
"GILAAAA SUARANYA LUKAS SAMA KIKU ENAK BANGETTTT! I LOVE YOUUUU!" teriak Elizabeta yang sedang fangirlingan(?) Lukas dan Kiku.
"BERISIK WOI!" balas Gilbert si ASEM yang kesal karena Eliza duduk disampingnya dan teriak-teriak gaje.
"I just said my heart just deny ~ ~ But why, Love comes too late" [Lukas dan Kiku]
"Aku mau nangis nih" kata Tiina yang mulai menangis akibat galau.
"K'mu b'rs'nd'r d'b'huku s'ja, b'huku s'lalu si'p utk mu (Kamu bersandar dibahuku saja, bahuku selalu siap untuk mu)" balas Berwald Oxenstierna dengan kalimat yang patah-patah, ia duduk tepat disebelah Tiina.
"Kirain mau ngasih aku tissue" gumam Tiina pada Berwald.
"Men da alt forandret seg, Du lar meg gå vekk fra meg ~ ~" [Lukas]
"Kalian jangan tinggalkan aku sendirian disini, da? kalo misalnya kalian begitu nanti kalian harus bersatu denganku, da?" Ivan mengatakan sambil menatap Eduard yang mulai minggat dari tempat duduknya yang (memang apes) dapat disebelah Kolkhoz ini.
"Eh, engga kok, Van ehehe" tawa Eduard sambil duduk kembali dibangku kesakitan(?) dan kegalauan(?) itu.
"Love comes too late ~" [Lukas dan Kiku]
Terdengar suara tepuk tangan yang sangat meriah untuk penampilan Lukas dan Kiku kali ini, memang tidak salah jika au menduetkan mereka berdua karena suara mereka sama-sama seksi.
Pantesan aja, abaikan ini.
Kemudian mereka berdua kembali turun dari panggung dan duduk ditempat mereka masing-masing. Niklas mulai muncul dari tirai panggung dan kembali ngehost "Itulah penampilan duet yang AWESOME, yang hot dan yang seksi(?) dari Honda Kiku dan Lukas Bondevik! beri tepuk tangan!" kata Niklas yang kemudian direspon oleh anak-anak yang bertepuk tangan dengan meriahnya. "Sekarang saya ingin memanggil salah satu teman saya yang AWESOME buat membantu saya untuk membacakan perolehan Nilai tertinggi dalam tiap pelajaran, kalian pasti tau siapa saja yang bisa meraih nilai tertinggi. Langsung saja saya memanggil, ALFRED F. JONES! NAIK KESINI LO!" panggilnya dengan paksa layaknya preman.
"Sayang, kamu jangan memanggilku dengan cara seperti itu. Kan kita itu sohib walau gue sering nanya-nanya bahkan nyontek sama lo" kata Alfred sambil tersenyum manis kepada Niklas sementara Niklas mulai Ilfeel.
"Najis, Yaudah naik lo, garcep!"
"Kalo gue engga mau gimana?" tanya Alfred sambil melipat kedua tangan didepan dadanya itu.
"Gue bakal bilang sama saudara laki-laki gue yang AWESOME itu kalo lo suka gangguin gue, biar nanti badan lo yang obesitas itu bakal ditebas dengan kapak sakti legendaris-nya Mathias hohoho. Oh iya, sama gue bakal sebarin selfie idiot lo bersama Francis dan Feliks ke anak-anak Hetalia Gakuen biar dia Ilfeel sama lo! HAHAHAHA" ancam Niklas sambil tertawa nista sambil membayangkan jika satu Hetalia Gakuen pada Ilfeel sama cowo yang namanya Alfred F. Jones.
"Mampus gue, yaudah gue naik deh" kata Alfred yang mulai merinding sambil naik keatas panggung.
Seorang kru yang juga anak MPK yaitu Ivan Braginski memberikan sebuah amplop kepada Niklas dan Alfred untuk dibacakan, dan amplop tersebut merupakann daftar murid yang mendapat nilai tertinggi tiap pelajaran. "Dengan catatan nilai tertinggi dari kepala sekolah, saya ingin menyampaikan beberapa hal kepada kalian bahwa yang mendominasi perolehan nilai tertinggi itu berasal dari kelas-kelas unggulan. Bahkan juara umumnya aja dari kelas unggulan"
"Iya iyalah" ucap Alfred sementara suasana makin rusuh karena mereka sudah tidak sabar dengan hasilnya.
Niklas mulai melirik ke arah kertas itu lalu membacakannya. "Ya sudah, saya akan menyampaikan perolehan nilai Bahasa Inggris yang sebenarnya banyak banget yang meraih nilai tertinggi tapi ada dua orang yang meraih nilai tertinggi dipelajaran ini karena nilainya sama yaitu Lovise Bondevik dan Arthur Kirkland dari kelas E"
"Sedangkan nilai tertinggi di mata pelajaran Matematika diraih oleh Lukas Bondevik dari kelas D yang nilainya beda tipis dengan Emma von Bock dari kelas E dengan perbedaan 0,03%, nanggung amat" kata Alfred lewat pengeras suara.
Microphone itu kembali diangkat kearah bibirnya Niklas dan mulai kembali membacakan daftar tersebut. "Nilai tertinggi dimata pelajaran IPA diraih dengan nilai 98 tapi diraih oleh dua orang yaitu Toris Laurinatis dari kelas C dan MATHIAS KØHLER DARI KELAS F, EH BUSET NILAI IPA SAUDARA GUE YANG KAYAK KAMBING ITU GEDE BANGET! PANTESAN KALO GUE TANYA RUMUS DIA SUKA PELIT MEDIT SAMA GUE. Bercanda, lo baik kok sama gue, bang! hehe" katanya dengan suara kencang sementara Mathias mulai bereksis atau menyombongkan diri kepada teman-temannya karena ia mendapat nilai tertinggi di pelajaran IPA.
Sementara ada seorang cewe yang menggunakan kostum malaikat dan cewe itu mulai berkomentar tentang Mathias. "Pasti Mathias pelit gara-gara mainnya sama si Nethre mulu ya? jadi ketularan pelit bin sombong tuh" gurau Mei mei pada temannya yaitu Kirana.
Kirana yang menggunakan pakaian ala perempuan Keraton itu langsung menyambar perkataannya si Mei mei. "Hush, gaboleh gitu! lu juga kadang-kadang pelit sama gue, kampret!"
Beralih ke Alfred, Microphone itu berada di dekat bibir cowo Amerika itu lalu ia melirik kertas sambil melirik-lirik Niklas dengan tatapan : cie-cie-cie-cie-cie. "Ah sudahlah, sekarang kita langsung ke nilai tertinggi dipelajaran IPS. anak ini meraih nilai 99 dengan catatan dari pak Romania kalo dia ini anak rajin dan berperilaku baik, ah mungkin kalian tidak percaya tapi yang mendapat nilai sebesar itu CUMA NIKLAS KØHLER DARI KELAS E, gue sih percaya kalo dia mendapat nilai sebesar itu karena dia yang selalu mengumpulkan tugas duluan dan nurut kalo disuruh nonton film Sejarah sama si guru (Drakula) itu. Sedangkan Arthur Kirkland sendiri saja hanya mendapat 91, itu nilai terbesar kedua loh"
Niklas yang berada disebelah Alfred pun kaget lalu menampar bahu laki-laki itu saking tidak percayanya. "Demi apa lo?"
"Beneran deh"
Personifikasi laki-laki dari Tiongkok itu mulai berkomentar. "Kalo anak yang rajinnya gila-gilaan kayak si Niklas sih gue percaya, kalo si Hercales yang dapat nilai segitumah gue engga percaya. Wong dia suka dikeluarin dari kelas sama pak Romania gara-gara kerjaannya tidur mulu, aruuu" komentar Yao yang menggunakan kostum kuning ala Jackie Chan(?) pada temannya yang merupakan si Thaliand.
"ERTE" sahut personifikasi laki-laki dari Thailand yang terlihat pawang gajah dengan seragam dari kebun binatang tersebut.
"Gila, pak Romania sadis" gumam Monika pada seoang gadis yang menggunakan kostum perang jaman baheula lengkap dengan frying pannya yaitu Elizabeta.
"Bukan, Niklasnya yang sadis" balas Elizabeta kepada personifikasi perempuan dari Jerman tersebut.
Alfred kembali melirik kertas itu dan kembali melanjutkan tugasnya."Di pelajaran Olah raga, ada Ludwig Beilschmidt dan Berwald Oxenstierna yang mendapat nilai tertinggi dari semua murid yaitu 92. Sempurna" katanya dan Ludwig serta Berwald hanya berekspresi cool dan tidak ingin berbuat lebay apalagi menyombongkan diri seperti yang sudah dilakukan oleh Mathias.
"Dan dipelajaran SBK, Tino Väinämöinen mendapat nilai tertinggi dari semua murid dengan nilai 96. Sanggup juga Tino dengan pak Roderich" gumam Niklas yang membacakan kertas itu.
"Anak Nordic mendominasi, men" kata pria berkostum ala batman Sadiq pada Gupta yang menggunakan kostum seperti pengembara padang pasir.
"Tino mah emang anaknya tahan banting dengan omelannya si pak galak itu" balas Gupta pada sohibnya itu.
"Dan untuk pelajaran bahasa Asing, tidak ada yang disampaikan dari kepala sekolah karena semua murid mendapatkan nilai yang cukup bagus. Pesan darinya adalah pertahankan dan kalo bisa ditingkatkan lagi. Oke?" kata Alfred sambil membaca sebuah kata-kata terakhir dari kepala sekolah yang berasal dari kertas itu.
"IYAAAAAAAA" koor anak-anak mengiyakan perkataannya Alfred.
Niklas melipat kertas itu kedalam amplop lalu memegangnya bersama Microphone yang ia pegang di tangan kanannya. "Setelah ini, kita akan langsung ke acara selanjutnya yaitu..."
.
.
.
TBC
.
.
.
Chapter 2 is update, sekarang au mau bales-balesin Review dulu ah~
Denisa : Norge, dikau sudah punya FFn? kapan bikin drabbles? semangat ya. Lirik lagunya kenapa? bikin lo galau ya? kwkwk, Danke.
frauduken D (pasti ini fansnya Ken Duken) : bukan gila, tapi galau dan menghayati banget wkwk apalagi ekspresi galaunya itu ya? wkwk kalo misalnya nyanyi rame-rame bareng Allied Forces atau Axis Powers mah mereka harus nyanyi K*f*k* b*nd dulu wkwkwk /Muntah/ Danke.
Engga kebayang kalo chapter ini bisa selesai. btw minggu ini bahkan seterusnya sampai mampus, aye mau hiatus. Tau tuh gara-gara PPt, Peta, video, hafalan dkk dan karena sabtu depan gue masuk (untuk PM itu masuk akal karena gue kelas 9, kalo buat belajar? ugh). Doain au aja ya-,-
jujur gue agak kesulitan di chapter ini. tapi gapapa lah.
Bonus.
Teman-teman gue yang merupakan anak kelas 9 itu sedang kerja kelompok IPS dan walau gue beda kelompok sama temen gue, gue juga denger-denger omongan mereka. Gue jadi merinding disko kalo misalnya anak kelas 9 yang sekarang pada engga tau Canada dimana(?)
"Eh, eh Norwegia termasuk negara berkembang ya?"
"Denmark juga ya?"
sementara Au bergurau dalam hati : kalo misalnya disini ada Lukas dan Mathias, badan lo bisa ditebas pake kapak sama Mathias dan lo bakal digentayangin(?) pake troll sama Lukas jika lo sampai ngomong wilayah mereka itu wilayah berkembang didepan wajah mereka.
RnR? dan danke buat review di chapter sebelumnya, Danke.
