Can't Stop This Feeling
Kwon Hyunbin x Hwang Minhyun
2000 Words
Note : aku gatau urutan di acaranya karena aku ga streaming jadi maaf ya kalo ada yg salah urutannya
happy reading!
Semua member Wanna One sudah memasuki tempat acara dimana Melon Music Award akan berlangsung. Mereka pun langsung duduk di tempat yang telah disediakan. Acara sudah berlangsung namun Minhyun terlihat sibuk menoleh ke kanan dan kiri, mengedarkan pandangannya ke beberapa arah namun setelah mengetahui bahwa hal yang ia cari tidak ada ia langsung diam dan berpura-pura terlihat cool.
"Mencari Hyunbin Hyung ya?" tanya Jinyoung yang berada disebelahnya.
"Iya." bisik Minhyun.
Jinyoung hanya tertawa. Minhyun itu jika sedang bersama member Wanna One lebih sering terlihat dewasa. Walau tentu saja ia juga sering bertingkah konyol, tapi itu masih tidak lebih banyak dari tingkah dewasanya. Dan melihat Minhyun sangat menggemaskan seperti ini merupakan hal yang sangat lucu menurut Jinyoung.
"Nanti juga mereka datang, tenang saja, sepertinya mereka belum kesini karena akan bersiap untuk tampil." ujar Jinyoung.
Minhyun mengangguk pelan. Ia kemudian tersenyum tipis sambil merapihkan kemejanya.
Dan ternyata benar sekitar beberapa menit kemudian JBJ –grup dimana kekasihnya bernaung itu akan tampil dengan lagu Fantasy mereka. Minhyun mencoba menahan dirinya untuk tidak terlalu berlebihan tapi akhirnya ia menyanyikan hampir semua part lagu tersebut.
"Senang ya bisa melihat kekasihmu hmm?" goda Seongwu yang ternyata sudah berada disisinya. Ia menatap Minhyun sambil menaik-naikkan alisnya dan tersenyum jenaka.
Minhyun hanya mendengus pelan walau wajahnya sudah sedikit merona. "Tentu saja, ini pertama kalinya kami bertemu lagi setelah AAA kemarin." ungkap Minhyun.
Seongwu mengangguk mengerti sambil menepuk-nepuk pundak Minhyun. "Oh iya tadi Hyunbin berkata padaku kau akan menginap di dorm JBJ?" tanya Seongwu lagi.
Minhyun tiba-tiba terbatuk. "Kapan dia mengatakan itu?!"
"Sebelum kita kesini, kau sudah berjalan duluan dan ternyata ada Hyunbin dibelakang. Dia bertanya apa kita ada jadwal besok dan aku bilang tidak, lalu ia berkata kalau kau akan menginap, jadi kau menginap?"
Minhyun memainkan jemarinya gugup. "Sepertinya iya."
Seongwu terkikik kecil melihat reaksi Minhyun, ia pun kemudian memutuskan untuk kembali fokus ke acara yang sedang berlangsung.
.
.
Lagi-lagi untuk kesekian kalinya Minhyun mengedarkan pandangannya ke beberapa arah. Penampilan JBJ sudah selesai dan sekarang acara sudah berlanjut namun member JBJ masih belum menampakkan hidungnya.
Ia tiba-tiba berdiri saat melihat wajah kekasihnya dari kejauhan menghampiri dirinya. Kebetulan tempat duduk member JBJ berada dibelakang Wanna One dan hal itu tentu saja membuat kedua sejoli itu senang.
"Hyuuung.." sapa Hyunbin.
Minhyun menyodorkan tangannya yang kemudian digenggam oleh Hyunbin. Minhyun juga kemudian menarik Hyunbin dalam pelukan singkat dan hal itu membuat Hyunbin tersenyum.
"Tadi kalian keren." ujar Minhyun kemudian ia pun duduk namun masih belum melepaskan genggaman tangan mereka.
Hyunbin pun ikut menyalami Jinyoung yang duduk disebelah Minhyun dengan tangan yang satunya masih menggenggam tangan Minhyun.
"Hyung, aku mau duduk dulu." ujar Hyunbin.
"Ih Bin jangan jauh-jauh..." pinta Minhyun manja.
Hyunbin tertawa kecil. "Ih aku kan duduk dibelakang kalian."
Minhyun mengerucutkan bibirnya tapi akhirnya melepas tangan Hyunbin dan kemudian menyalami member JBJ yang lain.
Minhyun kemudian kembali menoleh ke belakang dan mendapati Hyunbin ternyata memang duduk di belakangnya.
"Hyung, Hyunbin Hyung tidak akan kemana-mana tenang saja." ujar Jinyoung.
Tapi perasaan primitifnya benar-benar ingin menoleh kebelakang dan memastikan bahwa Hyunbin benar-benar berada dibelakangnya.
"Aku disini kok sayang tenang saja."
"Iya jangan jauh-jauh duduknya di belakang aku saja." pinta Minhyun lagi.
"Iya sayangkuuu..."
Setelah itu Minhyun berhehe pelan dan kembali mengobrol dengan Jinyoung.
"Tuh kan, aku juga tadi sudah bilang ke Hyunbin Hyung untuk duduk dibelakangmu." ungkapnya.
"Kapan?" tanya Minhyun heran.
"Tadi waktu Hyung menatap Hyunbin penuh cinta seolah dunia milik berdua."
Minhyun mendorong bahu Jinyoung pelan. "Apa sih..."
.
.
Wanna One baru saja kembali dari kursinya saat mereka baru saja menerima sebuah penghargaan. Minhyun yang telat akhirnya disisakan tempat duduk di paling ujung. Seperti biasa Jinyoung selalu berada di dekatnya. Akhir-akhir ini anak itu menyukai perannya sebagai anak Minhyun.
Jarak Minhyun dan Hyunbin kini cukup jauh, berjarak dua orang. Saat hendak duduk tadi Minhyun mengulas senyum kecil pada Hyunbin yang dibalas ucapan 'selamat, sayang' oleh kekasihnya itu.
"Hyung." panggil Jinyoung.
"Huh?"
Tiba-tiba saja lengan Jinyoug melingkari lehernya. Anak itu kini memeluk Minhyun erat, Minhyun yang memang gemas pada Jinyoung membiarkannya memeluknya sampai ia mendengar deheman dari bangku belakang.
Jinyoung tertawa terbahak-bahak sambil memukul pundak Minhyun.
Rupa-rupanya panggilan 'Hyung' diawal itu ditujukan pada Hyunbin bukan pada Minhyun. Bocah itu sepertinya ingin membuat Hyunbin cemburu karena dirinya bisa memeluk Minhyun sesuka hatinya.
Minhyun kemudian menoleh ke belakang dan mendapat Hyunbin tengah menatapnya sambil mengerucutkan bibirnya. Minhyun mengulurkan tangannya untuk memegang lengan Hyunbin.
"Ih jangan cemburu, kan cuma Jinyoung..." ujar Minhyun.
Hyunbin masih diam. Minhyun kemudian balik mengerucutkan bibirnya dan menatap Hyunbin memelas.
"Biiiin..."
Hyunbin akhirnya menyerah dan mendekati Minhyun. "Iya sayang aku tidak cemburu kok."
"Tidak bohong kan?" tanya Minhyun.
"Iya tidak sayaaang."
Minhyun tersenyum.
"Itu ada sunbaenim dulu." ujar Hyunbin.
Minhyun pun menoleh kemudian berdiri dan membungkuk sebentar. Setelah itu saat ia akan duduk ternyata Hyunbin sudah akan kembali ke tempat duduknya.
"Bin sini duluuu.." pinta Minhyun manja.
Hyunbin terkekeh karena kecemasan Minhyun. "Iya sayang apa?"
"Tadi kau bercerita pada Seongwu tentang aku yang akan menginap ya?" tanya Minhyun.
Hyunbin mengangguk. "Tadinya mau menyapamu tapi Hyung sudah berjalan duluan dan dibelakang adanya Ong Hyung, jadinya mengobrol dengannya deh."
"Ih tadi Ong jadi menggodaku gitu, kan sebal." gerutunya.
Hyunbin tertawa kecil. "Ih kenapa kekasihku ini menggemaskan sekali sih hari ini, jadi ingin aku cium sekarang."
"Ih jangan Bin, kan ada banyak kame-"
Ucapan Minhyun terhenti saat Hyunbin tiba-tiba memposisikan wajahnya tepat berada di depan wajah Minhyun. Walau hanya sebentar tapi hal itu sukses membuat Minhyun merona hebat. Hyunbin sih hanya berhehe pelan, tadi ia memang benar-benar berniat mencium Minhyun, untung saja akal sehatnya masih berfungsi jadi ia menahan untuk melumat bibir tipis milik kekasihnya itu.
"Hyung, ingat tempat Hyung." ujar Woojin yang ternyata melihat semuanya.
"Iya nih ingat tempat Hyungdeul, nanti pulang dari sini bisa lovey dovey sepuasnya." timpal Jinyoung.
Hyunbin tertawa karena sedikit malu. "Sampai maknae saja memperingatkan aku ya."
"Tuh kan Bin, kata aku juga."
"Habisnya kan sekalian membuat fans minhyunbin menggila hari ini." tutur Hyunbin.
"Sepertinya mereka sudah menggila, mungkin sudah sesak napas melihat momen kita." ujar Minhyun.
Hyunbin mencubit pergelangan tangannya pelan. "Niat sekali ya membunuh fans kita."
"Ih aku tahu yang di fansign itu kau-"
"Hyung ayo kita disuruh bersiap-siap untuk tampil." potong Jinyoung.
"Ih aku masih ingin mengobroool." rengek Minhyun.
Hyunbin tertawa. "Nanti bisa dilanjut sayang, sudah sana siap-siap dulu, dasar harus profesional dong seperti aku." usir Hyunbin.
Minhyun lagi-lagi mengerucutkan bibirnya. "Apa sih menyebalkan. Ya sudah sampai nanti ya."
"Oke, bye, sampai nanti sayang."
.
.
Acara telah berakhir dan Hyunbin langsung mencari keberadaan kekasihnya. Hyunbin menyapa Seongwu yang berada di dekatnya dan memeluk pemuda itu.
"Minhyun tadi bilang padaku kalau ia akan menginap." ujar Seongwu.
"Oh iya?"
"Iya, lebih baik kau bilang juga pada Jisung Hyung, minta ijin juga, siapa tahu ia tidak mengijinkan."
Hyunbin mendorong pelan bahu Seongwu. "Harusnya kau itu memberikan doa padaku agar Jisung Hyung mengijinkan Minhyun Hyung untuk menginap."
"Iya iya, aku doakan Jisung Hyung memberi ijin. Nanti jangan kasar-kasar pada Minhyunnie ya..." ujar Seongwu jenaka. Hyunbin langsung mendorong bahunya lagi.
"Ehhhh?! Hyung akan menculik Minhyun Hyung ke dorm JBJ?!" pekik Daehwi. Seongwu hanya tertawa melihatnya dan memilih untuk menyapa fansnya.
"Menculik apanya sih Daehwi." kilah Hyunbin.
Daehwi mengerucutkan bibirnya seolah tidak setuju. Lagi-lagi anak Minhyun membuatnya pusing, setelah Jinyoung yang pamer kini Daehwi.
"Minhyun Hyung cuma sebentar kok disananya." ujar Hyunbin.
Daehwi kemudian terdiam. Ia terlihat tengah memikirkan sesuatu.
"Eh, tidak apa-apa sih Hyung lama juga, aku kasihan pada Minhyun Hyung yang terlalu merindukanmu."
"Oh iya?"
Daehwi mengangguk. "Minhyun Hyung itu selalu mengecek ponselnya tiap jam, kalau kau belum membalas pesannya dia akan terlihat sedih, tapi kalau kau membalasnya Minhyun Hyung terlihat seperti orang yang paling bahagia di dunia ini."
Hyunbin tertawa mendengar penjelasan polos Daehwi. "Dia sama saja denganku." gumamnya.
"Jangan sakiti Minhyun Hyung ya." pinta Daehwi.
"Tentu saja tidak akan." balas Hyunbin. Kemudian mereka berpelukan sebentar.
Hyunbin tersenyum melihat punggung Minhyun dari belakang. Minhyun terlihat meliriknya sebentar kemudian kembali berjalan dan menyapa fansnya. Hyunbin sih hanya tertawa kecil melihatnya.
Minhyun itu sangat menggemaskan. Saat sedang tidak rindu saja selalu menggemaskan dengan ketsundereannya apalagi saat ia benar-benar merindukan Hyunbin. Ah, membuat Hyunbin ingin segera berduaan dan melepaskan semua rasa rindunya pada kekasihnya itu.
Namun sampai ia turun dari stage ia tidak berhasil mendekati Minhyun. Sepertinya staf tidak membiarkan Minhyun berdiri menunggunya. Jadi, ia pun langsung menuju ruang ganti JBJ kemudian mengirimkan pesan pada Minhyun.
To : Minyuni Hyung (love)
Hyung, nanti beritahu aku kalau kau sudah selesai, aku akan kesana dan menjemputmu.
"Minhyun Hyung jadi menginap hari ini?" tanya Donghan tiba-tiba.
Hyunbin mengalihkan perhatiannya dari ponsel dan mengangguk singkat.
"Ah, kau jadi pulang?" tanya Hyunbin pada Yongguk.
Yongguk hanya menghela napasnya. "Iya aku pulang, Sihyun katanya kangen padaku."
"Bohong, kau kan yang sebenarnya kangen pada Sihyun ckck." ungkap Sanggyung. Member yang lain tertawa kencang.
"Yongguk kan memang budak cintanya Sihyun, Sihyun menyuruhnya pulang saja ia langsung menurut hahaha." timpal Donghan.
"Memang ya kalian, teman macam apa sih." gerutu Yongguk.
"Sejak kapan kita teman ya? Kita kan hanya rekan bisnis." balas Taehyun yang diiringi tawa kencang member lainnya.
Hyunbin sih sudah tidak ikut mengobrol dan kembali sibuk dengan ponselnya. Minhyun masih belum membalas pesannya membuatnya mengetuk-ngetukkan jarinya tidak sabar.
Ting.
Sebuah psan baru saja masuk di ponselnya dan tentu saja Hyunbin langsung membukanya.
From : Minyuni Hyung (love)
Aku sudah selesai
Hyunbin segera membereskan barang-barangnya lalu berdiri dan membuat member lainnya menatapnya heran.
"Aku ke Minhyun Hyung dulu ya." Ujarnya.
Taehyun mengangguk. "Oke, nanti kabari kalau kau langsung pulang atau tidak."
"Oke."
Hyunbin pun keluar dari ruang gani JBJ dan berjalan dengan riang menuju ruang ganti Wanna One. Beberapa kali ia berpapasan dengan sunbaenim yang menatapnya heran karena seceria itu. Tapi Hyunbin hanya membungkuk singkat dan kembali melanjutkan langkahnya.
"Haaai." Sapanya saat ia baru saja membuka pintu dengan cukup kencang. Minhyun yang ternyata hampir ketiduran di sofa langsung terjaga karena suara pintu dan suara Hyunbin.
Hyunbin melangkah mendekat kearah Minhyun yang menguap kecil.
"Hyung, kau mengantuk?" tanyanya sambil berlutut didepan Minhyun.
Minhyun hanya menumpukan kepalanya di bahu Hyunbin lalu mendesah lelah.
"Ayo kita pulang hmm?"
Minhyun mengangguk. "Ayo."
Jisung yang sedari tadi melihat interaksi dua sejoli itu hanya berdehem pelan.
"Eh, Jisung Hyung..." sapa Hyunbin kikuk. "Minhyun Hyung akan menginap di dormku sampai besok tidak apa-apa kan?" tanyanya.
"Iya, tapi lusa Minhyun ada jadwal, paling lambat pulangkan dia saat malam hari."
"Roger Hyung!" ujar Hyunbin sambil menghormat pada Jisung. Member lain hanya tertawa melihatnya.
Setelah berpamitan pada member lain dan diiringi godaan dari duo Ongniel, mereka pun berhasil keluar dari ruang ganti Wanna One dan berjalan menuju parkiran.
Ya, Hyunbin tadi meminta manajernya untuk membawakan mobilnya kesini. Berjaga-jaga ia telat pulang jadinya ia tidak harus merepotkan member lainnya untuk menunggu dirinya.
"Bin." Panggil Minhyun saat ia sudah duduk nyaman di kursi penumpang di mobil Hyunbin.
"Apa?" sahut Hyunbin sambil mulai menjalankan mobilnya.
"Ayo kita ke apartemenmu saja."
Ucapan Minhyun membuat Hyunbin menghentikan mobilnya lalu memandang Minhyun takut-takut. "Err... tapi kan apartemenku jauh dari sini."
"Tidak apa-apa."
"Uhm, bensinku habis dan itu tidak akan cukup kalau dipakai untuk pergi ke apartemenku.." kilah Hyunbin.
"Kalau begitu ayo ke pom bensin terdekat."
Hyunbin menggigit bibirnya. "Err.. aku tidak bawa uang."
Minhyun menoleh. Matanya memicing curiga. "Apa yang kau sembunyikan di apartemenmu?"
Hyunbin menggaruk lehernya yang tidak gatal kemudian menggigit bibirnya lagi. Kentara sekali terlihat bahwa ia sedang gugup.
"Bin? Jawab aku."
"A-aku tidak menyembunyikan apa-apa, tapi bukankah kau capek, lebih baik pergi ke dorm saja kan? Lebih dekat, jadi kau bisa langsung beristirahat Hyung."
Minhyun melipat tangannya di dada.
"Tidak mau, aku mau kita ke apartemen sekarang, aku tahu ada yang kau sembunyikan, dan jika kau tidak mau pergi kesana, aku akan kesana sendiri."
Hyunbin buru-buru mencegah Minhyun yang hendak membuka pintu mobilnya.
"Eh-eh sayang, jangan, oke kita kesana, tapi nanti jangan marah ya."
"Kita lihat nanti saja."
Hyunbin pun melajukan mobilnya dengan was was menuju apartemennya.
"Semoga saja suasana hati Minhyun Hyung sedang baik." Batinnya.
.
.
sebenernya ini ada gif nya gitu karena di ffn ga bisa jadinya buat yang mau baca dan pingin liat gifnya bisa cek fanfic ini di wattpad komuprime hehe biar makin ambyar
sampai ketemu di bagian 3
salam minhyunbin,
dinodeer.
