WARNING !!!
MATURE CONTENT !!!
NC 21
BOY X BOY !!
DON'T LIKE DON'T READ !!
"Chan~ ayo kita bercinta" ucap Baekhyun dengan wajah polosnya dan sukses membuat mata Chanyeol yang sudah besar bertambah besar karna permintaan si kecil .
"kau sadar apa yang kau katakan, Bee ?" tanya Chanyeol dan di balas anggukan cepat Baekhyun .
"aku ingin kita bercinta, Chan~" rengek Baekhyun seperti meminta hal biasa . Sambil menggelayutkan tangannya di lengan kekar Chanyeol .
Chanyeol mendesah pelan, ia dan Baekhyun sudah berkencan hampir 3 tahun, namun sex yang paling jauh mereka lakukan hanya saling mengoral itu pun bisa di hitung dengan jari . Mereka beberapa kali mempertemukan junior mereka tapi tak sering . Chanyeol tidak ingin melakukannya bukan karna ia tak mau, hanya saja ia masih mempertimbangkan usia Baekhyun yang masih sangat muda jalan Baekhyun masih panjang kedepannya walau pada akhirnya Baekhyun akan tetap bersama dengannya, hanya saja ia tak ingin merusak Baekhyun .
"kau tak mau ?" tanya Baekhyun dengan nada kecewa .
"bukan, Bee" Chanyeol masih membatin, hatinya berkecamuk saat ini .
"lalu ?" tanya Baekhyun lagi tapi Chanyeol hanya menghela nafasnya .
"bukankah kau ingin menikahi ku ? apa bedanya jika kita melakukannya sekarang atau pun nanti, sama saja kan" tutur Baekhyun . Chanyeol tak menjawab .
"Baiklah jika kau tak mau, aku tak akan memaksa . Ck~ aku merasa seperti jalang saat ini" Baekhyun membanting tubuh polosnya ke kasur, memposisikan tubuhnya belakangi Chanyeol . Ia kesal sekali, Chanyeol benar-benar membuat mood nya naik turun . Dia juga sangat malu, meminta bercinta dengan Chanyeol dan Chanyeol menolaknya . Ia merasa seperti jalang .
Chanyeol membaringkan tubuhnya di samping Baekhyun lalu memeluk tubuh si mungil, memeluknya erat memisahkan jarak antara mereka .
"bukan begitu, sayang . Hanya saja kau sungguh yakin untuk melakukannya ?" tanya Chanyeol lagi . Ia mencoba meyakinkan .
"mengapa kau bertanya, aku tak akan meminta jika aku tak serius memintanya . Kenapa ? apa kau sudah bercinta dengan pria lain ?" Baekhyun berujar kesal .
"Bee, kau pria pertama yang aku kencani kau tau dan tak akan ada pria lain" Chanyeol berujar sedikit kesal, seenaknya si mungil menuduhnya seperti itu . diam-diam Baekhyun tersenyum merasa beruntung karna dia lah orang pertama untuk Chanyeol karna Chanyeol pun yang pertama untuknya .
"Dan, Bee . Ini akan jadi pengalaman pertama bercintamu dan aku juga . Ini akan sakit, terutama dirimu . Apa kau masih yakin ingin melakukannya ?" tanya Chanyeol mencoba meyakinkan . Baekhyun berbalik menghadap Chanyeol .
"aku yakin tak akan sakit jika kita melakukannya dengan cinta . Lagi pula jika sakit ku pikir tak akan ada yang mau lagi bercinta" ucap Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya . Chanyeol terkikik, si mungil memang selalu saja ada jawaban yang membuat Chanyeol gemas .
"baiklah ayo kita lakukan" ucap Chanyeol yang entah sejak kapan sudah mengkungkung tubuh mungil Baekhyun .
"Chan~ apa kau pernah melakukannya denga kekasih wanitamu ?" tanya Baekhyun, ia hanya ingin tau saja . Jika Baekhyun pria pertama untuk Chanyeol tapi tidak menutup kemungkinan jika Chanyeol pernah melakukannya dengan mantan kekasihnya yang wanita kan .
Chanyeol pernah berkencan dengan wanita jauh sebelum mengenal Baekhyun, tidak menutup kemungkinan, Chanyeol pernah bercinta dengan mereka .
Sebenarnya Baekhyun tak terlalu tertarik untuk tau, tapi ia hanya ingin memastikan saja apa giant nya pernah melakukan ini sebelumnya . Seandainya kabar terburuk yang masuk kependengarannya adalah Chanyeol pernah melakukannya, Baekhyun akan terima, ia hanya ingin tau apa Chanyeol mau jujur padanya tentang ini padanya .
"aku tak berhasrat sama sekali melakukannya" ucap Chanyeol jujur . Dia memang tak memiliki hasrat pada wanita dan dengan pria itu hanya pada Baekhyun . Chanyeol berpacaran dengan wanita pun karna faham yang di anut daerah dan negaranya . Sehingga memaksa Chanyeol berkencan dengan wanita, tapi setelah bertemu Baekhyun ia benar-benar tak bisa lagi menahan hasratnya untuk berpusat pada faham yang tak sesuai hatinya .
"kalau begitu ayo lakukan" ucap Baekhyun sambil tersenyum, wajahnya yang mungil pun sudah bersemu seperti kelopak wamar . Ia benar-benar senang karna selain ini untuk pertama baginya ternyata ini juga pertama bagi Chanyeol .
"aku hanya ingin memberitahumu dan meyakinkanmu sekali lagi . Ini akan terasa sakit di awal tapi aku janji akan membuatnya nikmat setelahnya dan jika kau tak sanggup untuk menahannya kau bisa mengatakannya padaku karna aku takut tak akan bisa berhenti, kau mengerti" ucap Chanyeol pengertian, Baekhyun mengangguk mantap .
"baiklah, kau bisa melampiaskan rasa sakitnya padaku, kau boleh menggigit atau mencakarku, mengerti" ucap Chanyeol lagi dan Baekhyun hanya mengangguk untuk kedua kalinya .
Chanyeol mulai mencium bibir mungil Baekhyun, mengulumya dengan gerakan lambat, mengulum bibir bawah Baekhyun dengan sensual, decapan khas orang berciuman mulai terdengar kala Baekhyun membalas pangutan bibir tebal Chanyeol . Baekhyun mengalungkan tangannya di leher Chanyeol membuat ciuman mereka semakin panas dan dalam, Chanyeol menggigit bibir bawah Baekhyun, lidahnya tak menyianyiakan hal itu ia pun menerobos masuk kala bibir Baekhyun mengangga akibat gigitannya . Mengabsen satu persatu gigi rapih Baekhyun .
Decapan demi decapan seolah alunan musik yang mengalun merdu yang memenuhi apartemen mereka, lebih indah dari semua lagu yang Chanyeol ciptakan sendiri . Lidah Chanyeol terus saja membelit lidah Baekhyun yang mulai kewalahan mengikuti ritme permainan ciuman Chanyeol yang selalu membuat Baekhyun menyerah .
Deru nafas yang menggebu lolos dari bibir Baekhyun kala Chanyeol melepas tautan mereka . Mereka saling menatap dengan dada yang terus turun naik akibat nafas mereka yang belum stabil .
Chanyeol memberi intrupsi pada Baekhyun untuk melakukan foreplay terlebih dahulu sebelum memulai permainan mereka agar Baekhyun tidak kaget . Baekhyun yang faham mulai menciumi setiap inci tubuh kekar Chanyeol, memainkan lidahnya di perut kotak enam milik Chanyeol, beruputar di pusar Chanyeol lidah Baekhyun sudah sangat ahli, gerakan yang erotis membuat Chanyeol kenikmatan . Baekhyun mulai membuka boxer yang Chanyeol kenakan .
Glek !!
Saliva yang begitu terasa sulit di telan kala di hadapan Baekhyun sudah terpampang nyata Junior Chanyeol yang berukuran jumbo yang masih saja di bilang 'Junior' oleh pemiliknya . Ini bukan pertama kalinya Baekhyun melihat Junior Chanyeol, tapi Baekhyun seolah di buat takjub setiap kali ia bertemu dengan Little Park itu, karna ukurannya terus saja membesar .
"kenapa ?" tanya Chanyeol sambil menaikan alisnya sebelah, bingung karna si mungil hanya memandang Juniornya yang mengacung tepat di hadapannya .
"kau beri makan apa dia ? kenapa little park semakin besar ?" tanya Baekhyun polos dan sukses mendapat kekehan dari Chanyeol .
Baekhyun menggenggam dengan kedua tangannya Junior tegang Chanyeol . Chanyeol mendesah . Hanya dengan sentuhan lembut tangan lentik Baekhyun sudah memberikan sengatan-sengatan nikmat pada tubuh Chanyeol .
Baekhyun mulai menjilati junior itu seperti anak kecil yang sedang makan ice cream . Urat-urat dari kejantanan Chanyeol mulai nampak menambah kesan gagah pada juniornya .
"Wow !!" seru Baekhyun takjub .
Dengan sangat tidak sabaran ia memasukan junior besar kedalam mulutnya yang kecil hingga ia tersedak sendiri .
"pelan-pelan, Bee" ucap Chanyeol sambil mengelus rambut Baekhyun . Baekhyun tersenyum dengan mulut masih terisi penuh junior Chanyeol .
Baekhyun mengulum junior Chanyeol sebisanya karna tak semua junior Chanyeol masuk mengingat ukurannya yang super besar . Ia hanya mampu memasukannya separuhnya dan separuhnya lagi ia service dengan pijatan-pijatan dari tangannya . Tak lupa bola kembar yang terus saja Baekhyun mainkan gemas .
Ritme kuluman Baekhyun semakin cepat ditambah tangan Chanyeol yang ikut menekan kepala Baekhyun agar melakukannya lebih dalam .
"aahh~ shiitt~ Bee aahhh~ iniii~ nikmaatttt~ terussshhh sayangghhh~" rancau Chanyeol dengan mata yang terpejam dan mengadah keatas menikmati setiap pangutan bibir Baekhyun . pingulnya ia maju-mundurkan dengan tempo cepat .
Chanyeol mencengkram rambut Baekhyun kuat, gerakan in-out Baekhyun pun di buat lebih cepat .
"aahhh~ Bee, sial inihhh nikmathhh sekalihhh~" Chanyeol benar-benar merasa di puncak . Ia pun mempercepat dorongannya .
"aaahhh~" dan Chanyeol pun orgasme untuk pertama kalinya .
Mulut Baekhyun menggembung sempurna, penuh dengan cairan sperma Chanyeol . Bahkan tak semuanya bisa di tampung, hingga menyisahkan banyak sperma yang masih tersisa di luar, sisanya lumer di bibirnya . Chanyeol pun tak membiarkan Baekhyun untuk menelannya sendiri, ia kembali mengajak Baekhyun berciuman sampai sperma itu habis .
"kau hebat, Bee" puji Chanyeol sambil menatap wajah Baekhyun yang sudah mulai merah padam . Blow job yang Baekhyun lakukan selalu sempurna . Baekhyun tersipu malu, di puji seperti itu memiliki kebanggaan tersendiri untuknya .
Kali ini giliran Chanyeol yang melanjutkan aksinya, ia membalik tubuh mungil Baekhyun untuk kembali berbaring, ia mulai menciumi tubuh mulus Baekhyun, ia mengulum puting Baekhyun yang sudah menegang, menjilatnya dengan gerakan memutar, menghisapnya dan sesekali ia menggigitnya, tangan nya pun tak tinggal diam untuk tidak memainkan puting yang lain ia memilinnya lalu mencubitnya gemas .
"aahhh~" satu desahan lolos dari bibir Baekhyun . Chanyeol terus menggencarkan aksinya . Ia turunkan ciumannya, menjilati setiap inci tubuh Baekhyun dengan gerakan erotis membuat beberapa tanda kepemilikannya pada setiap jengkal tubuh Baekhyun hingga tubuh putih mulus itu kini di penuhi dengan bercak merah keunguan, membuat si mungil menggeliatkan tubuhnya nikmat .
Chanyeol menarik celana dalam yang menutupi junior mungil, semungil pemiliknya sekali hentak dan membuangnya entah kemana . Junior mungil itu pun sudah menegang seolah memanggil Chanyeol untuk menyerangnya .
Chanyeol mengelus junior Baekhyun dengan halus . Mengelusnya lalu menjilatinya dengan gerakanan yang ia buat benar-benar pelan, ia sedang menggoda Baekhyun . Baekhyun mengangkat kepalanya ia benar-benar tak tahan, Chanyeol benar-benar mempermainkannya .
"Channn~" suara Baekhyun parau, matanya sayu, Baekhyun sudah terbakar tapi Chanyeol mempermainkannya ia benar-benar tak tahan .
"ya sayang" sahut Chanyeol dengan santai, ia masih menjilati junior Baekhyun seperti ice cream, ia sangat menyukai ekspresi sayu Baekhyun yang seolah memohon pada Chanyeol untuk melakukan hal hebih padanya .
"fuck me, please" Baekhyun tak tahan .
"ini masih awal sayang, nikmatilah saja dulu, oke" ucap Chanyeol, Baekhyun kembali merebahkan kepalanya . Ia pasrah, ia mengikuti ritme permainan Chanyeol yang benar-benar memabukan .
Chanyeol mulai memasukan junior milik Baekhyun ke dalam mulutnya, memberikan oral sex pada juniornya itu . Ia mempercepat temponya saat bibir Baekhyun terus saja mendesah tak henti . Memainkan twice ball imut Baekhyun .
"aahh~ Chann~ aahh~" desahan demi desahan lolos begitu saja . Chanyeol melebarkan kaki Baekhyun, terpampanglah hole yang berwarna pink itu . Tanpa rasa jijik Chanyeol menjilati hole Baekhyun .
"Chaannnn~" desah Baekhyun saat lidah liar Chanyeol mulai menusuki holenya, sedang tangannya memberikan kocokan pada junior Baekhyun .
Chanyeol menjilati jari tengahnya lalu ia masukan jari tengahnya itu pada hole pink Baekhyun sekali hentak .
"akh" pekik Baekhyun keras, ini pertama untuknya benda asing menerobos hole nya, hanya dengan satu jari besar Chanyeol saja Baekhyun sudah memekik, ia tak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika junior ukuran jumbo itu akan memasuki lubangnya . Baekhyun yakin setelah ini ia akan tak bisa berjalan dengan baik untuk beberapa hari kedepan .
Chanyeol mulai memaju-mundurkan jarinya, perlahan hingga temponya sangat cepat . Chanyeol menambah satu jari lagi pada hole Baekhyun . Baekhyun sudah tak sanggup mengeluarkan kata nikmat apapun lagi selain desahan-desahan erotis nan liar .
"Chan~ aakuuhh~ kelluaarrhh~ aahh~" Baekhyun orgasme tubuhnya melengkung keatas mengeluarkan pelepasannya . Tubuhnya bergetar . Semburan sperma Baekhyun menghiasi wajah tampan Chanyeol . Nafas Baekhyun terengah-engah, dadanya naik turun, Chanyeol tersenyum puas melihat si kecil terkulai lemah karna ulahnya .
"maaf" ucap Baekhyun saat nafasnya mulai berhembus teratur, wajah Chanyeol penuh dengan spermanya . Baekhyun jadi merasa bersalah dan takut . Takut jika Chanyeol akan marah padanya .
Chanyeol tergelak, Baekhyun benar-benar lucu bahkan saat dalam keadaan di kuasai nafsu . Wajahnya yang merah padam akibat nafsu birahi yang berada di puncak di padu dengan wajah imun nan menggemaskan karna bersalah, barang tentu membuat Chanyeol tergelak karna kelewat gemas .
"kau takut aku marah ?" tanya Chanyeol sambil membersihkan wajahnya dengan tangannya Baekhyun mengangguk, lalu ia menjilati sperma Baekhyun yang sekarang berpindah di tangannya . Ia menjilati jari-jarinya dengan sensual .
"kau tak ingin merasakannya juga, ini enak sekali" Baekhyun langsung meraih jari besar Chanyeol dan ikut menjilati spermanya bersama Chanyeol . Chanyeol tersenyum .
"Bee, aku akan memulainya, kau siap ?" tanya Chanyeol menyakinkan si mungil untuk terakhir kalinya . Ia tau betul jika si mungil tadi kesakitan saat jarinya menerobos hole nya, ia tak ingin membuat kesayangannya itu hanya merasakan kesakitan saat mereka bercinta, jadi ia memastikan sekali lagi agar Baekhyun benar-benar yakin untuk melakukannya .
"aku sangat sangat siap" jawab Baekhyun mantap . Chanyeol tersenyum lalu mengecup kening Baekhyun sayang .
Chanyeol meludahi Juniornya sebagai pelumas saat menerobos hole sempit Baekhyun . Ia mulai mengarahkan Juniornya pada hole pink Baekhyun . Chanyeol terlihat lumayan kesulitan saat hendak melakukan penyatuan mereka, hole Baekhyun yang sangat kecil walau pun ia sudah memasukinya dengan jari dan ukuran Junior Chanyeol yang super besar membuatnya sedikit kesulitan . Akhirnya setelah beberapa kali percobaan dengan sekali hentak Junior itu mampu menerobos hole Baekhyun .
"Akkkhhhh Appoooo !!!" pekik Baekhyun keras, tanpa sadar matanya mengeluarkan cairan bening itu . Baekhyun menangis .
"Bee, are you okay ?" tanya Chanyeol khawatir . Baekhyun tak bersua, matanya terpejam dengan air mata yang terus mengalir, dan isakan mulai keluar dari bibir mungilnya, dan itu membuat Chanyeol di lanada, panic attack . Sudah ia duga pasti akan seperti ini . Ini mengapa ia selalu menahan hasratnya untuk tidak melakukannya dengan Baekhyun . Pasti si kecil akan kesakitan .
Chanyeol hendak melepaskan penyatuan mereka karna hampir 5 menit setelah ia memasuki Baekhyun, si mungil tak bersua apapun matanya pun hanya terpejam dengan air mata yang terus mengalir . Tapi, tiba-tiba si mungil melingkarkan kakinya ke pinggang Chanyeol dan perlahat kelopak matanya terbuka, ia tersenyum walau matanya masih mengeluarkan air mata .
"Bee, kita sudahi sampai disini, oke" ucap Chanyeol lembut, karna sepertinya Baekhyun tidak ingin menyudahinya, sementara ia jelas-jelas kesakitan .
"jangan Yeol" cegah si mungil .
"tapi Bee-"
"ku mohon, bergeraklah . Aku baik-baik saja" pinta si mungil dengan wajah sendu .
Chanyeol menghela nafasnya kasar, hatinya sangsi saat ini, jika ia menututi permintaan si mungil ia tak tega untuk melihat pria cantiknya kesakitan tapi jika tak menuruti permintaannya, ia tau betul betapa keras kepalanya si kecil .
"Yeol, aku baik-baik saja sungguh" si mungil tersenyum manis meyakinkan, sambil membelai halus pipi si giant yang terlihat gusar, ia tau apa yang ada di pikiran pria besarnya itu . Sejujurnya ia memang kesakitan bukan main saat Junior super besar itu memasukinya tapi melihat pria besarnya begitu mengkhawatirkannya rasa sakitnya seolah berangsur menghilang, ia bahagia karna pria-nya benar-benar mencintainya bukan hanya karna hasrat semata melainkan ia benar-benar mencintainya .
"kau yakin ?" si giant masih di landa kekhawatiran, si mungil mengangguk mantap .
Chanyeol mencium kening Baekhyun sayang, Baekhyun terpejam . Chanyeol mulai mencium bibir Baekhyun yang terlihat sedikit membengkak akibat ulahnya tadi, untuk pengalihat rasa sakit di lubang Baekhyun . Ia mulai menggerakan pinggulnya maju-mundur dalam tempo lambat, agar Baekhyun terbiasa dahulu .
"aahh~" desahan Baekhyun lolos saat tautan mereka terlepas .
Chanyeol terus melancarkan gerakannya, matanya tak sedetik pun berpaling, mata besarnya terus memandangi si mungil yang berada di dalam kungkungannya . Pria nya benar terlibat cantik berpuluh-puluh kali lipat saat ini, bahkan jauh lebih cantik dari girl grup di agensinya .
Chanyeol sesekali membenahi anak rambut yang menghalangi wajah cantik si puppy . Chanyeol benar-benar merasa teranugrahi oleh Tuhan karna memiliki Baekhyun sebagai miliknya .
Baekhyun memandangi wajah tampan Chanyeol dengan wajah yang merah padam, matanya sayu akibat nafsu yang membuncak, mulutnya menganga dengan mengeluarkan suara-suara desahan yang terdengar sangat merdu di telinga si Yoda .
"Chaaannn~ aahhh~ oohhh~ my goodddd~" rancau si puppy saat tempo gerakan Chanyeol semakin cepat . Di remasnya seprai yang tidak bersalah .
"kaauuuu sseemmppiiiittt~ se~ kaliiii~ Bee~" Junior Chanyeol seolah terus di tarik masuk oleh hole Baekhyun, dindingnya seolah menjepit Junior Chanyeol .
"fas~ter Chaaannn~ fas~ter~ " pinta si puppy dengan suara parau .
Chanyeol terus mempercepat tempo gerakannya, membuat tubuhnya dan tubuh Baekhyun bergoyang seirama dengan gerakan Chanyeol . Tubuh mungil Baekhyun terguncang begitu dahsyat, kepalanya seolah tak bisa dia, jari lentiknya berpegangan pada lengan Chanyeol yan gagah, meremasnya kuat-kuat sebagai pelampiasan rasa nikmatnya .
Hujaman demi hujaman terus Chanyeol lancarkan, entah sudah berapa kali Baekhyun melakukan pelepasannya, tapi Chanyeol belum sekali pun melakukan pelepasannya, ia begitu menikmati pijatan dinding hole Baekhyun yang terus menjepitnya masuk .
"oohhh~ Chaannn~ fuuccckkkk~ aahhh~ aahhh~" rancau Baekhyun nikmat .
"lubangghhh~ mmuuuhhhh~ sempphhiiittthhhh~ Bee~" rancau Chanyeol tak kalah nikmat .
Chanyeol terus menghujam tubuh Baekhyun, tubuh si mungil terus berayun naik turun seiring tusukan Chanyeol yang tak henti .
"Chhaaannn~ aakkkuuuhhh~ sammppphhhaaiiii~" Baekhyun kembali orgasme, spermanya pun lagi-lagi menyembur ke dada bidang Chanyeol .
Baekhyun terkulai lemas karna pelepasannya tapi Chanyeol belum sekali pun mendapat pelepasannya . Chanyeol membelai pipi gembul Baekhyun, si puppy tersenyum sambil memegangi tangan Chanyeol yang membelainya . Ia belum melepas penyatuan mereka .
"kau lelah ?" tanya Chanyeol, tubuh si puppy benar-benar terkulai lemas karna permainan Chanyeol yang tak henti hampir 3 jam, bahkan 2 jam lagi mungkin matahari akan muncul, walau pun ia belum mendapat pelepasannya tapi ia tak ingin memaksa si puppy, biarlah nanti ia akan menuntaskannya sendiri .
"tidak" jawab Baekhyun sambil mengalungkan tangannya ke leher Chanyeol .
"kau sudah lelah, Bee . Istirahatlah" ucap Chanyeol sambil mengecup singkat bibir mungil Baekhyun .
Chanyeol melepaskan juniornya dari lubang Baekhyun, ia lalu bangkit tapi tangan si puppy menariknya untuk kembali ke kasur mereka yang sudah tidak berbentuk lagi .
"kenapa ?" tanya Chanyeol, lalu duduk di samping si puppy yang kini tengah berusaha mendudukan tubuhnya . Bagian bawahnya terasa nyeri akibat permainan liarnya dengan Chanyeol . Dengan sigap Chanyeol menarik tubuh si puppy dan merengkuhnya .
"kenapa kau berhenti ?" tanya si mungil yang kini tengah menyandarkan kepalanya di dada bidang Chanyeol .
"kau lelah dan kau harus beristirahat sayang" ucap Chanyeol sambil mendekap tubuh polos itu .
"tapi kau belum melakukan pelepasanmu . apa kau tak ingin melakukan pelepasannya denganku ?" ujar si puppy sambil mempoutkan bibir strawberry nya . Chanyeol tersenyum sambil mempererat pelukannya . Si puppy memang benar-benar polos walau kadang pikirang kotornya kadang muncul . Itu pasti Chanyeol yang menularkannya .
"apa permainanku kurang memusakan ?" tanya si puppy sambil mengadahkan wajahnya memandang Chanyeol . Wajahnya terlihat benar-benar lucu, sampai-sampai rasanya Chanyeol ingin menelan Baekhyun saat ini juga .
"kkk~ kau sangat memuaskanku sayang, bahkan rasanya aku tak ingin mengeluarkan Little Park dari sarangnya" Chanyeol terkekeh sambil menjawil hidung mungil si puppy kesayangannya itu .
"itulah alasan mengapa aku tak ingin buru-buru melakukan pelepasanku . Tapi, aku tau kau itu kelelahan jadi ku pikir aku akan melakukan pelepasanku sendiri saja" terang Chanyeol .
Wajah si puppy benar-benar seperti udang rebus saat ini karena malu atas apa yang Chanyeol ucapkan tadi . Ia membenamkan wajahnya di perpotongan leher Chanyeol untuk menutupi wajahnya yang sudah merah padam .
"tapi aku ingin merasakan spermamu di dalam" ucap Baekhyun sambil mengalungkan tangannya di leher Chanyeol dan semakin membenamkan wajahnya di leher Chanyeol karna ia benar-benar malu sekarang, mungkin wajahnya sudah benar-benar merah . Ini pertama kalinya Baekhyun bicara sevulgar ini, ia memang sering menggoda Chanyeol tapi tak seprontal yang baru saja ia katakan . Chanyeol pun tertawa terbahak-bahak . Si puppy benar-benar menggemaskan .
"hahaha, sungguh kau ingin merasakannya ?" tanya Chanyeol, si puppy hanya menganggukan kepalanya, membuat sengatakan geli di leher Chanyeol .
"kau tak lelah ?" tanya Chanyeol lagi, si puppy menggeleng .
"baiklah ayo kita lakukan" Chanyeol mendorong pelan bahu si puppy untuk melihatnya wajah cantiknya yang terlihat sudah lelah namun tetap terlihat menawan . "setelah ini janji kau harus istirahat oke" kata Chanyeol lagi dan Baekhyun kembali mengangguk dengan wajah yang sudah memerah .
Chanyeol menarik pinggang kecil si mungil, lalu mendudukan tubuh kecilnya itu di pangkuannya, junior mereka kembali bertemu, Baekhyun melengkuh saat Junior besar Chanyeol yang mulai kembali terbangun saat bersentuhan dengan juniornya .
Si giant menatap dalam mata si puppy yang sayu karna kembali terangsang, bibirnya ia tautkan pada bibir mungil yang membengkak itu, si mungil melingkarkan tangannya pada leher si giant, mereka kembali berciuman dengan erotis, Chanyeol mengangkat pinggang Baekhyun keatas, tautan mereka pun terlepas, Chanyeol kembali mengarahkan penis nya yang sudah kembali menegang sempurna untuk kembali ke sarangnya .
Blus~
Sekali hentak junior itu masuk sempurna bahkan benar-benar amblas ke dalam .
"Eungh~" lengkuh Baekhyun karna junior Chanyeol yang super besar itu langsung menyentuh prostat nya .
Baekhyun mulai menggerakan pinggulnya naik turun seiring dengan gerakan Chanyeol yang berlawanan dengan menghujam pinggulnya, Chanyeol membiarkan si mungil yang memimpin permain karna ia tau sedari tadi si puppy seperti nya ingin sekali melakukan posisi Uke On Top, maka saat ini Chanyeol memberi kesempatan untuk nya memimpin permainan sampai ia lelah .
Baekhyun terus bergerak naik turunkan pinggulnya, Junior besar Chanyeol pun seolah memenuhi lubangnya . "aahhh~ aaahhh~ oohhh~ mmppphhh~ oohhh~ my godhh~" Baekhyun terus merancau nikmat, ia benar-benar menyukai posisi ini .
Chanyeol mengimbangi irama gerakan Baekhyun, lama kelamaan dinding hole Baekhyun semakin menjepitnya, ia pegang kembali junior mungil milik Baekhyun yang terus menggesek di dada bidangnya .
"Chaannn~ aahh~ aahh~ iittuu~ iiyyaa~ disituuhhh~ aahh~" rancau Baekhyun tak karuan, ia memgalungkan lengannya je leher Chanyeol, dan ia kembali mengajak si giant untuk berciuman .
"mmmppphhh~" rancauan-rancauan kenikmatan kembali menggema seiring permainan liar mereka, aroma khas bercinta pun memenuhi apartemen mereka .
Chanyeol kembali membalikan posisi mereka, karna gerakan si puppy yang mulai melemah . Dengan gerakan menungging, Chanyeol memandang punggung sempit si mungil yang begitu mulus . Chanyeol kembali memegang kendali, di cengkramnya pinggul Baekhyun kuat, seiring dengan tusukannya yang terus membabi-buta, sesekali ia menampar bokong kenyal Baekhyun hingga berwarna merah .
"Channn~ aakkuuhhh~ ingiinn~ sampaiiii~ lagiihhh~" rancau si mungil sambil meremas sprai yang terus menjadi sasaran hasratnya sampai tak berbentuk lagi . Lutut dan lengannya pun sudah terasa lemas .
"akuuu~ jugaaa~ aaahhh~ ooohhh~" Tepat di sepuluh tusukan terakhirnya akhirnya Chanyeol mendapat orgasme nya, spermanya memenuhi lubangnya, bahkan saking banyaknya spermanya melelumer hingga keluar dan mengalir di paha si mungil . dan sperma Baekhyun pun memyembur mengotori kasur yang memang sudah penuh dengan spermanya .
Baekhyun ambruk seiring pelepasannya dan Chanyeol pun ikut ambruk di tubuh si mungil .
"kau hebat Bee" puji Chanyeol sambil menciumi bahu sempit si kecil .
"kau juga giant" sahut Baekhyun dengan suara yang tersenggal .
Baik Chanyeol atau pun Baekhyun meyakini satu hal setelah malam yang panas mereka hari ini, bahwa mereka yakin malam-malam berikutnya akan jauh lebih panas dari ini .
Chanyeol mendudukan tubuhnya bersandar di sandaran tempat tidurnya dengan Baekhyun yang menyandarkan kepalanya di dada bidang Chanyeol tangannya mendekap tubuh Chanyeol begitu pun Chanyeol yang mendekap sayang tubuh kecil kekasihnya itu . Setelah melakukan kegiatan yang menguras tenaga, baik Chanyeol atau pun Baekhyun belum berniat untuk menyambut sang dunia mimpi, mereka masih ingin terjaga, walau pun tubuh mereka terasa sudah sangat lelah .
Chanyeol mengecupi pucuk kepala si mungil tanpa henti, merasa bersyukur karna si mungil membuat dirinya benar-benar sempurna saat ini . Dimiliki, di cintai, di sayang, di cemburui, di buat kesal, di buat tertawa, Baekhyun adalah pelangi untuk Chanyeol . Dan begitu pula Chanyeol untuk Baekhyun .
"Chan" panggil si mungil sambil memainkan jarinya di dada Chanyeol, menggambar lingkarang dengan telunjuknya disana .
"eum" gumam si giant . Tangannya memainkan anak rambut si mungil yang terasa lepek karna keringat .
"apa setelah ini aku akan hamil ?" tanya si mungil sambil mengadahkan wajahnya memandang Chanyeol .
Chanyeol tak menjawab ia hanya tersenyum, mungkin saja jika wajah polos si mungil tak memandangnya ia ingin tergelak karna pertanyaan si puppy benar-benar menggemaskan .
"aku ingin hamil" rengek si mungil, Chanyeol benar-benar tak bisa menahan kikikannya, dengan raut wajah menggemaskan Baekhyun berkata ingin hamil, seolah ia sedang merengek minta di belikan ice cream pada Chanyeol .
Chanyeol masih tetap tak menjawab, baik iya atau pun tidak, ia tak ingin membuat si mungil berkecil hati, karna jauh di lubuk hatinya pun ia juga menginginkan hal itu . Mungkin terdengar mustahil tapi ia percaya tak ada yang tak mungkin di dunia ini .
"Chan bagaimana apa setelah ini aku akan hamil ? aku ingin hamil, Chan . Jawab aku jangan diam saja" rengek Baekhyun semakin menjadi, bibir strawberry nya telah mem-pout sempurna .
"hey Bee, dengar . Kau tak mungkin hamil hanya dengan sekali bercinta, dan oh astaga kau menginginkan hamil seperti kau merengek minta aku belikan boneka teddy seperti bulan lalu, ya tuhan Bee, kkk~" Chanyeol menjawil hidung Baekhyun gemas, ia benar-benar tak tahan untuk tidak memakan bocah ini rasanya .
"jadi kita harus melakukannya berapa kali ? berulang-ulang kali ? ayo lakukan" Baekhyun masih merengek . Chanyeol menghembuskan nafasnya kasar, resiko berkencan dengan anak kecil ya seperti ini, Chanyeol harus sering-sering memaklumi sikap kekanak-kanakan Baekhyun .
"ayo kita bercinta lagi Chan" pinta Baekhyun dengan rengekan nya . Tapi Chanyeol hanya memandangi si mungil yang terus merengek .
"kau tak mau aku hamil ? kau tak suka jika punya anak ? kau tak ingin memiliki anak dariku ? aiisshhh, yasudah sana menikah saja dengan Kasper !!" rajuk si mungil sambil melipat kedua tangannya di dada, kali ini Chanyeol tak marah justru sebaliknya ia tergelak tawa akhirnya .
"apanya yang lucu !!!" kesal Baekhyun karna Chanyeol malah mentertawakan keingiannya .
"Bee, dengar" ucap Chanyeol setelah berhenti tertawa . Wajah si mungil ia tangkup dengan tangan besarnya .
"memiliki anak hasil buah cinta kita adalah mimpi terbesarku saat ini, menambah satu malaikat di rumah kita . Tentu saja aku menginginkannya ! Tapi Bee, aku tak ingin kita memiliki anak sekarang, bukan karna aku tak ingin tapi kau masih terlalu muda untuk itu" terang Chanyeol, ia sama besarnya seperti Baekhyun menginginkan anak, tapi mereka tak mungkin memiliki Bayi jika 'Bayi Besar Baekhyun' saja belum tumbuh dewasa .
"tapi-"
"kau masih harus melanjutkan kuliahmu" potong Chanyeol saat Baekhyun hendak menyela .
"aku bisa cuti" sergah Baekhyun cepat .
"aku tak ingin kau cuti, aku tak ingin menunda pendidikanmu hanya untuk memiliki anak . Saat kau cuti dari kuliah dan hamil setelah ia lahir kau akan menghabiskan waktu untuk mengurus bayi kita dan kau tak akan ada waktu untuk melanjutkan pendidikanmu" Baekhyun terdiam memandang tangannya yang saat ini di genggam tangan besar Chanyeol . Menelaah apa yang di katakan si giant .
"aku tak ingin kau mengorbankan masa depanmu, seperti kau mengorbankan mimpimu" ucap Chanyeol .
"aku tak mengorbankan apapun, Chan" wajah Baekhyun seketika memandang wajah Chanyeol, ucapannya bebetapa jam lalu tentang ia menyesal kembali di ungkit rasanya ia sangat menyesal pernah mengatakan itu .
"tidak, kau mengorbankan mimpimu untukku, dan aku berterimakasih untuk itu" Chanyeol tersenyum menenangkan wajah si puppy yang terlihat menyesal "tapi untuk pendidikanmu aku tak ingin kau mengorbankannya, Bee" lanjutnya .
Baekhyun menatap mata besar Chanyeol, ia masih ingin mengutarakan keinginannya untuk memiliki anak, penuturan Chanyeol masih di rasa belum untuknya mengurungkan niat kuatnya memiliki anak .
"Bee, aku mencintaimu bukan hanya karna wajah rupawanmu, tubuh indahmu, suara merdumu, dan semua keindahan yang ada pada dirimu, aku bukan pria yang hanya gila akan hasratnya" Baekhyun bersemu kala mendengar penuturan Chanyeol, rasanya ada jutaan kupu-kupu memenuhi perutnya saat ini .
"Dengarkan aku . aku ingin kelak kita memiliki buah hasil cinta kita, ia harus tumbuh di tangan kita berdua, aku tak ingin meminta bantuan asisten, bukan karna aku ingin merepotkanmu hanya saja aku ingin kelak malaikat kita tumbuh dengan kasih sayang dan kebahagiaan orangtuanya, apa yang ia pelajari semua haruslah bersumber dari kita, itulah mengapa aku ingin kau menuntaskan pendidikanmu terlebih dahulu, kau tau orangtua yang pandai akan melahirkan anak yang pandai juga, kau mengerti Bee" jelas Chanyeol panjang lebar . Ini bukan hanya sekedar alibi Chanyeol tapi memang ini yang ingin ia katakan kelak hal ini terjadi . Dan disinilah sekarang Chanyeol menjelaskan .
"kau masih muda, aku ingin kau menghabiskan masa muda mu dengan bahagia dan bersenang-senang dengan teman-temanmu, setidaknya setelah lulus, kau bisa menghabiskan 1 tahun untuk bersenang-senang, liburan keluar negeri misalnya, aku tak akan marah" Chanyeol tersenyum sambil mandang si mungil yang sepertinya kehabisan kata-kata untuk menyergah ucapan Chanyeol .
Apa yang di katakan Chanyeol semua memang benar adanya, selama ini ia hanya menghabiskan waktu di Apartemen saja, jarang sekali ia bersenang-senang dengan teman-temannya sekedar berkumpul . Bukan karna Chanyeol akan memarahinya, justru Chanyeol akan menyuruh Baekhyun untuk kumpul dengan temannya, hanya saja Baekhyun tak pernah mau ia ingin berada di Apartemen untuk menunggu Chanyeol pulang .
Baekhyun hanya takut jika ia pergi bersama teman-temannya ia akan jauh dengan Chanyeol, ia takut Chanyeol akan meninggalkannya .
"bagaimana Bee ?" tanya Chanyeol membuyarkan lamunan Baekhyun .
"aku hanya ingin punya anak Chanyeol !! aku tak ingin kau berubah menjadi Om-om tua saat anak kita nanti lahir, hiks" Baekhyun menangis pada akhirnya, alasannya untuk memiliki anak semua sudah habis, maka ia pun menangis untuk melampiaskan kekesalannya .
Chanyeol terkikik dengan jawaban Baekhyun, wajah puppy nya semakin mirip puppy dengan mata bulan sabit nya yang menangis, hidungnya berkedut-kedut karna cairan dari hidungnya memaksa ingin keluar, bibir strawberrynya mempout sempurna, membuat Baekhyun cantik lebih cantik dari apapun saat ini .
"apa kau tak akan mencintaiku jika aku berubah jadi Om-om tua ? aku akan tetap tampan, Bee, meski pun aku berubah menua iyakan" ucap Chanyeol percaya diri membuat Baekhyun mendengus sebal .
"sekarang tidurlah, kau sudah sangat lelah, aku pun juga, sekarang kita istirahat, oke" ucap Chanyeol saat mulut kecil Baekhyun terkatup-katup karna rasa kantuknya, matanya pun sayu sarat akan kelelahan .
"besok kau tak akan pergikan ?" tanya Baekhyun dengan wajah yang berusaha ia kuatkan untuk tetap terjaga .
"besok sampai satu minggu kedepan aku milikmu, Bee" ucap Chanyeol .
"sungguh ?" tanya Bekhyun tak percaya, Chanyeol menganggukan kepalanya .
"kita akan menghabiskan waktu bersama" terang Chanyeol .
"tanpa Kasper ?" tanya Baekhyun yang terdengar lebih seperti bentakan .
"iya tanpa Kasper" Chanyeol terkikik mendengarnya .
"sekarang tidurlah" pinta Chanyeol halus .
"baiklah, selamat malam, Chanyeollie~" ucap Baekhyun saat tubuhnya di tarik Chanyeol agar bersandar di dada bidangnya yang ia jadikan kasur untuk tempat tidur si mungil . Matanya terpejam, ia meringkuk persis anak kecil di pelukan Chanyeol .
"selamat malam, Baekhyunee" balas Chanyeol sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka .
"I love you, Park Chanyeol"
"I love you too, Park Baekhyun"
The End
Hai apa kabar ? ini special buat nemenin maljum kalian .
Kalo kurang hot dan gada feel maklumin ya, aku baru belajar buat bikin ff yaoi NC, kalo kurang hot kalian bisa bacanya sambil makan byuncabe deket kompor biar hot wkwkwkwkwkw
See ya
And
Pyong~ :D
