~ HAPPY BIRTHDAY ~
Author: Katayanagi Namika
Kamichama Karin © Koge Donbo
Happy Birthday Chapter 2
Genre: Family, Friendship
Rated: K+
Warning!: G4B= Gaje banget, Gak seru, Garing, Gak ada lucu-lucunya, Basi [DLL…] =_="
.
.
Yuup! This is my second FF. Dalam 'kesempatan' kali ini, author bikin FF yang lebih 'berbobot' dari sebelumnya! Yah, mungkin ceritanya jadi aneh. Tapi, author rasa it's okay daripada sama sekali gak bikin FF. Hehehe… #Nyengir XD
.
.
Happy Birthday © Katayanagi Namika
.
.
Ah… lega rasanya pesta ulangtahunku selesai. Karena, sebenarnya aku pegel banget. Habis lari dari sekolah ke rumah, eeeh, belom sempet duduk, langsung ada pesta! Otomatis aku berdiri terus… X_X
Setelah pestanya selesai dan temen-temen sudah pulang semua, Himeka aku suruh beli Koyo cabe di warung Ayu Ting-ting. Dengan segera, Himeka melesat ke warung tetanggaku itu.
Sekarang, aku sudah pake 4 koyo cabe dikakiku. Berhubung kakiku ada 2, jadi, satu kaki ada 2 koyo cabe. (Author: ya iyalaaah! Kaki itu cuma ada dua!)
Himeka mijitin aku pake minyak tawon. Aduuuh! Enak bangeet! Sementara himeka mijitin pundakku, aku mengobati pipiku yang jadi merah akibat ulah tangan Kazune.
"Himeka," panggilku.
"iya?" jawab Himeka.
"sebenernya, kau dan Kazune kemana saja tadi? Kok lama sekali datang ke sekolahnya? Padahal kan kau berangkat ke sekolah duluan." Kataku.
"oooh, itu! Kazune pergi ke toko dulu, Karin! Ia beli kado dan kartu ucapan. Sementara aku mendekorasi rumah," Kata Himeka.
"Oh, jadi yang kau tulis saat kusapa tadi pagi itu, kartu ucapan yang kau berikan padaku?" tanyaku.
"yaa,,, begitulah!" kata himeka.
"aku sengaja meminjamkan buku humorku padamu, agar kau membawanya saat sekolah. Sekalipun tidak, aku akan memasukkan buku itu ke dalam tasmu. Tujuan aku meminjamkan buku itu, agar acara tamparan Kazune berhasil." Kata Himeka panjang lebar.
Aku mengangguk mengerti.
"aku juga merubah jam dirumah agar kau kaget, dan langsung buru-buru ke sekolah. Jadi, kau kesekolah dengan mood yang jelek. Dan lagi, aku bisa mendekorasi rumah dengan beberapa dekorasi pesta." Kata Himeka lagi.
"Ow… Terus?" tanyaku.
"kemarin, aku sudah membicarakan semuanya bersama teman-teman. Tentang apa yang akan kulakukan, dan acara apa. Tampaknya, teman-teman mendukung acara ini. Jadi, mereka bersedia ber-akting menjadi jahat." Kata Himeka.
"Hahaha… Saat istirahat, kau jadi jahat sekali, Himeka!" tawaku.
Himeka tersenyum. "maaf, ya, Karin! Saat istirahat itu, sebenarnya aku ingin menangis karena telah bersikap jahat padamu." Kata Himeka.
"iya, iya! Tenang saja! Aku sudah memaafkanmu, bahkan sebelum kau meminta maaf." Kataku lembut.
"oh, ya! Diam-diam, aku dan kazune mengikutimu dari belakang, sambil menyusun rencana apa yang harus kami lakukan untuk menjebakmu. Tadinya, kupikir kau akan ke taman untuk membaca novel. Kalau kau ke taman, tadinya aku akan meminta penjaga taman mengusirmu dengan alasan tempat yang sedang kau tempati mau dibersihkan." Kata Himeka.
"Dan ternyata aku pergi ke ruang musik." Kataku.
"ya, kau benar. Aku langsung memutar otak bersama Kazune. Aku berfikir, apa yang harus kulakukan? Dan Kazune mendapat ide. Ia meminta Namika-sensei memarahimu, dengan menjamin bahwa Karin akan memaafkan Namika-sensei, dan tidak akan terjadi apapun pada Namika-sensei. Tadinya, Namika-sensei menolak. Tapi, karna Kazune memohon terus, akhirnya Namika-sensei mengalah juga. Hihihi!" kata Himeka.
"oh, jadi Namika-sensei hanya pura-pura juga? Ah.. aku lega! Kukira Namika-sensei serius.
"ya, dan aku memberikan sugesti(?) padamu agar kau masuk ke kelas dan membaca buku humorku. Dan untung saja kau berjalan mengikuti sugesti(?) ku." Kata Himeka.
Aku hanya cekikikan mendengarkan penjelasan Himeka.
"dan aku sangat bersyukur. Hari ulangtahunmu kali ini, bertepatan dengan hari piketmu. Jadi, aku bisa langsung mengambil pesanan kueku di toko kue. Sesampainya dirumah, aku langsung bersiap. Sementa Kazune, ia tetap disekolah. Kau tau tujuannya, kan?" tanya Hikmeka.
"iyaa! Untuk menamparku, kan?" kataku malas.
"yah! Tapi, kau tau tidak? Untuk apa Kazune menamparmu?" tanya Himeka.
Aku hanya menggeleng pelan.
"selain untuk membuatmu sebal dan mengira semua kejadian hari ini benar-benar nyata dan bukan sandiwara, Kazune melakukan itu agar kau cepat-cepat pulang kerumah. Tentu aku dan teman-teman lelah berdiri terus. Apalagi aku yang membawa kuenya. Jadi, jika kau cepat sampai rumah, waktu kami untuk berdiri bisa jadi lebih pendek." Kata Himeka.
Aku hanya ber- 'oh' ria saja.
"ngomong-ngomong, kau dapat hadiah apa saja? Boleh, dong, kepo dikit…" kata Himeka.
Aku tersenyum.
"yah, aku mendapat sebuah kado dengan bungkusan warna pink dan pita warna ungu yang berisi sebuah buku diary yang cute dari teman sekaligus saudaraku tersayang Himeka," kataku. Himeka tersenyum malu.
"Lalu, ada juga sebuah kado yang isinya nail art. Kalo gak salah, sih, itu dari Miyon." Kataku lagi.
"oh, ya! Aku menemukan sebuah novel dari Kazune," lanjutku.
"Ah, pokoknya masih banyak yang belum kubuka! Lebih baik kalau kita membukanya bersama!" usulku.
"oke, oke! Ayo! " kata Himeka. Ia mencucitangannya dulu, karena ia kan baru saja memijitiku.
Kamipun membuka kado yang menumpuk disudut kamarku.
"Hey, Himeka! Lihat ini! Ada cokelat 2 batang. Kau mau 1?" tawarku.
"Bolehkah?" tanya Himeka.
"Kenapa nggak?" tanyaku.
Himeka mengambil satu cokelatku.
"waah! Kertas kadonya berantakan! Pita-pitanya juga! Kalau dibuang, kan, sayang! Gimana kalau kita membuat sesuatu, Himeka?" tanyaku.
"Membuat apa?" Tanya Himeka.
"apa saja! Nanti ditempelkan di kertas karton ini!" kataku, sambil menunjukkan sebuah kertas karton yang entah dari mana asalnya.
"oh… Oke, deh!" kata Himeka.
"sekarang mulainya, ya! Kalau sudah selesai, bilang saja!" kataku. Himeka mengangguk.
Aku mulai menggunting kertas kado yang berwarna-warni ini menjadi beberapa huruf, lalu menempelkannya ke kertas karton. Masih ada banyak sisa kertas kadonya. Jadi, kubuat menjadi bingkai dan bunga-bunga saja. Tak lupa, aku membuat beberapa pita, dan menempelkannya di kertas karton.
"sudah jadi!" kata kami bersamaan.
"ini lihat, Himeka!" kataku. Aku memperlihatkan hasil 'karya'ku. Sebuah tulisan, isinya: 'Karin & Himeka' , dengan banyak dekorasi.
"wah, indah…" kata Himeka.
"Lihatlah ini, Kariin!" lanjut Himeka. Ia memperlihatkan hasil karyanya. Isinya sebuah tulisan juga, yaitu: 'Happy Birthday, Karin!', dengan beberapa dekorasi.
"punyamu juga indah, Himeka!" pujiku.
Kamipun menukar hasil karya kami. Lalu, memajangnya di kamar masing-masing.
Ulangtahunku kali ini, sangat menyenangkan. Karena, aku merayakannya bersama Kazune, Himeka, dan semua orang yang kusayangi. Aku berharap, aku akan bisa merayakan ulangtahunku bersama mereka semua, setiap tahun.Kami-sama,tolong kabulkan permintaanku ini.
THE END
.
.
Yeah! Akhirnya Chapter 2 selesai! Gimana? Ceritanya pendek? Ya, kuakui. Cerita ini pendek banget. Soalnya, author sudah kehabisan ide. Hehehe… Gomen, ne?
Sama seperti cerita yang kubuat sebelumnya, cerita ini cuma ada 2 chapter. Mungkin, kapan-kapan aja, deh, bikin cerita yang panjang. Hehehe…
.
Author akan bikin cerita lain secepatnya, secepat yang aku bisa. Okay?
.
Akhir kata, arigato dah baca cerita 'Happy Birthday' ini! Gomennasai kalo ada yang salah atau gak seru, dan kalo ada yang gak berkenan. See you later!
.
.
.
Karin: "arigato, Author! Kau gak bikin adegan aku diceplokin telor. Arigato! Arigato!"
Author: "Hmm… Dou ita"
