Chap 2

_Morning Egg's_

.

.

.

.

Astaga author ini

Maap untuk menahan ff ini lahir

Ternyata sudah keterlaluan lamanya :'V

Tapi sempet update ff lain

/ kejem woy thor/

Ah aku rombak tu udah 2x dan akhirnya kembali lagi ke awal konsep

Ahh ada part resehnya ku harap jika tidak berkenan di skip ae

Tapi cuman dikit kok kkk.. aku ga brani

Jadi ya gini reader-nim

Maapkan dakuh

Love ya~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Mino mendapati dirinya sudah ada di ranjang empuk bewarna biru miliknya dengan pakaian tugas yang sudah tidak melekat ditubuhnya. Ia melihat ponselnya tergeletak di meja , Mino mengambilnya dan membaca pesan dari Zico.

Zico : Huge boy kata teman mu kau jatuh pingsan ya ? cepat sembuh ya.. omong-omong teman mu memiliki style rambut belah tengah yang unik ya... dimana kau menemukannya ?

Mino membuang ponselnya dan turun dari ranjangnya. Berjalan malas menuju dapur. Ia sangat haus dan butuh minum. Mino berjalan menuju lemari es, mengambil sebotol air mineral dingin dan meminumnya sambil tidak lupa menutup pintunya. Baru tiga kali teguk ia mendengar suara berisik dari arah kakinya.

"telur yang sehat pagi ini ya.."

"BRUUSHH~" Mino menyemburkan air yang ada dimulutnya mendengar suara yang mengejutkan tadi. Sepagi ini siapa yang bertamu. Ia baru ingat ia hanya mengenakan boxer hitam.

"telur apa yang kau maksud ?" tanya Mino sambil menyeka air yang mengalir di mulut dan dagunya. Da melihat kebawah dan Seungyoon berjongkok dibawahnya tanpa memakai bajunya. Otak kotor Song Minho mulai bekerja.

"apa ya ? mau ku tunjukkan .. ?" Seungyoon tersenyum dan bangkit berdiri , berjalan menuju meja makan dan duduk diatas meja. Ia melebarkan kedua tangannya. "mendekat kemari Mino.."

Mino mendekat dan Seungyoon langsung berdiri, ia memeluk Mino menyampirkan salah satu tangannya ke pinggang Mino dan tangannya yang lain mengangkat dagu Mino. Seungyoon meniup lehernya , melihat cetak urat milik Mino yang menggoda. "aku ingin darah mu.." bisik Seungyoon.

Mino melepas tangan Seungyoon dari tubuhnya dan mendorong vampire itu dengan kuat hingga dia menabrak tembok. Kini giliran Mino yang mulai mengurung tubuh sang Vampire dan dengan satu tangannya ia menahan kedua tangan Seungyoon ke atas. Mencium lembut kening Seungyoon. "bayaran mu mahal sekali.. tapi baiklah , pagi ini aku sedang lapar.." kekeh Mino dan kini bibirnya mulai mencium bibir Seungyoon dan lidahnya menyapu lembut belahan bibirnya.

Mino melumat lembut bibir tebal Seungyoon dan menghisapnya dengan kuat. Saat Mino melepaskan bibirnya, warna bibir itu semakin merah dan merekah.

"aah.. lepaskan tangan ku.." lirih Seungyoon disela desahannya saat Mino sedang mengerjakan lehernya dan tangannya memilin salah satu nipplenya. Mino menurutinya dan melepas kedua tangan Seungyoon.

Seungyoon mendorong Mino dan ia berjongkok. Kehadapan adik kecil Mino. "telur yang ku maksud adalah ini.."

"aakhh .." Mino melenguh keras saat Seungyoon langsung melahap twinsballnya dan menghisapnya. Rasanya penisnya sudah turn on hanya dengan hisapan lembut disana.

Seungyoon melepasnya dan menjilati dari luar. Membasahi kain dan kejantanannya. Mino merasakan jika gini rasa basah itu sudah tergantikan dengan mulut Seungyoon yang melakukan blowjob dan handjobnya. Tak lupa meremas kedua bola kembarnya dengan lembut. Ia melihat bagaimana rakusnya Seungyoon menjilati tip dicknya dan mengaduk lubang kecil disana dengan lidahnya. Melihatnya saja ia hampir memuncratkan cairannya.

=o0o=

"jadi kau seorang Vampire asli ?" Mino meletakkan botol minumnya dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Seungyoon. Mahluk kurus itu mengangguk dan melihat ke arah jendela. Ia menghela nafas pelan. Ia duduk diatas meja melihat jendela dan Mino masih menetralkan kegiatan pagi pemuas Seungyoon.

"benar , aku seorang vampire.. kau takut ?" tanya Seungyoon tanpa melihat Mino. Karena pandangan matanya sekarang tertuju pada gelas dihadapannya dan isinya adalah darah Mino yang baru saja diberikan lewat menyobek pergelangan tangan kirinya.

Kental, merah dan segar. Seungyoon tersenyum senang dan meminumnya pelan-pelan . maklum bahkan isinya tidak sampai 100ml.

"tidak yang ku takutkan adalah jika ternyata kau seekor pokemon calizard.." jawab Mino dengan nada bercanda , Seungyoon melihatnya cepat dengan deathglarenya. Mino mengehendikkan bahyunya dan menghabiskan air minumnya. Suara minum Mino menarik perhatian Seungyoon untuk melihatnya. Bagaimana urat leher Mino bergerak-gerak menarik rasa laparnya lagi.

Namun yang menarik perhatian adalah tangan Mino. Seungyoon menarik tangan kanan Mino dan memperhatikan disana penuh luka sayatan. Beberapa mungkin ada luka baru. " kau .. menyakiti diri mu sendiri .. kenapa ?" Seungyoon bertanya dan Mino menyadari luka yang ia punya menarik perhatian Seungyoon, dia segera menarik tangannya dan bangkit berdiri. Namun tangan Seungyoon lebih cepat untuk menangkap tangan Mino lagi dan menahannya.

"kau tidak mau cerita ya ? hmm.. apa kau ingin dengar cerita ku ?" tanya Seungyoon. Ia melihat Mino mengangguk dan kembali untuk duduk. Seungyoon duduk menghadap dan Mino melihat bekas luka sobekan yang besar dari tengah dan sayatan kecil yang menyebar di area dada milik Seungyoon.

"aku menjadi vampire berkat kejadian ini, saat itu Ibu ku yang lumpuh selalu dipukuli oleh Ayah tanpa alasan yang jelas. Dan aku hanyalah anaknya yang cacat, aku mengalami kebutaan sejak lahir, laki-laki itu seorang pemabuk gila. Ia selalu menuntut Ibu untuk bekerja dan memberinya uang untuk membeli arak. Malam itu Ibu mengatakan bahwa Ayah sedang bekerja dihalaman. Katanya dia sedang mengumpulkan serpihan kaca untuk dijual.." Seungyoon menarik nafas dan ia melihat Mino yang mendengarkan ceritanya dengan serius.

"kau manis sekali.." Seungyoon mengacak surai hitam Mino dengan lembut dan kemudian Mino berdecih. Ia menahan tangan Seungyoon dan menggenggamnya. Seakan mengatakan 'ayo lanjutkan'.

"Ibu kemudian menepuk rambutku dan kemudian dia keluar kamar. Sesaat aku mendengar ibu menjerit dengan nyaring namun hanya sekejab, kemudian semua hening. Aku memanggil Ibu, ia tidak menyahut. Berkali aku memanggilnya tetaplah hening. Sampai kemudian suara pintu kamarku di buka dengan kasar. Aku tau betul itu langkah kaki ayah. Aku merasa diangkat. Ku pikir setelah sekian lama ia akan menggendong dan memeluk ku, namun aku salah. Ia membuangku dari lantai 2. Dan ternyata kaca yang disusun di halaman adalah kaca yang akan dia gunakan untuk membunuhku. Aku masih ingat rasa sakitnya.." Seungyoon berhenti, ia menunduk dan berusaha menenangkan dirinya untuk tidak hilang kendali atas kesedihannya. Ia menggenggam tangan Mino dengan erat.

"luka ini berkat kaca yang ia hadiahkan pada ku dan berkat kejadian itu aku bertemu dengan Seunghyun , dia adalah Vampire ras murni yang memberiku hidup kedua ini. Dan mata ini adalah mata yang ku renggut dari mata ibu ku.. aku tidak ingin kehilangannya.. aku hanya mampu menyelamatkan kedua matanya.. " Seungyoon menahan nafasnya, air mata mulai merembes dari kedua matanya, namun ia merasakan kepalanya hangat. Mino sekarang gantian menepuk kepalanya dengan kembali tersenyum dan mengangkat wajahnya. Ia menakup pipi Mino.

"tak apa jika kau tidak bisa bertukar pikiran dengan ku. Meskipun aku bisa membaca pikiran mu aku lebih senang jika kau membicarakan ini dengan ku.. karena terkadang manusia butuh waktu untuk hidup dengan membawa luka kan ?" Seungyoon melihat Mino mengangguk mengerti dan dia bangkit berdiri.

"kau mau kemana ?" tanya Seungyoon dan ikut bangkit berdiri. Mino melihatnya dan menyeka setitik air mata yang lolos dari mata Seungyoon.

"hari ini aku libur , kau mau kepantai ?" tanya Mino dan membuat Seungyoon memiringkan kepalanya dengan raut muka yang bingung.

"untuk apa ke pantai..?" tanya Seungyoon lagi dan membuat Mino juga bingung. Ia jadi tidak enak melihat Seungyoon menangis begini.

"entahlah , ingin saja . mau ikut tidak ? jika tidak aku sama si belah tengah saja.. eh iya omong-omong dia kemana ?" tanya Mino dan Seungyoon mendengus tidak suka.

Seungyoon tau maksud Mino mengajaknya ke pantai adalah menghiburnya namun yang menyebalkan kenapa si calon kekasihnya ,Mino jadi perhatian ke belah tengan super sialan itu.

"dia juga disini , kenapa ?" jawab Seungyoon ketus dan pergi ke ruang tengah. Mino mengikutinya dan kedua matanya membulat sempurna. menemukan sampah makanan berceceran disana dengan seseorang berambut belah itu tidur disofanya yang juga penuh sampah.

"jika mau di bakar ,aku boleh ikut membantu mu ?" tanya Mino sambil menggeram , rasanya perempatan urat sudah muncul dikening Song Minho. Ia kalap dan menarik si belah tengah itu jatuh kelantai bersama dengan bantuan Seungyoon.

Rumah mungilnya terkenal paling rapi dan paling bersih diantara angkatannya dan kini semudah itu rumah bersihnya dikotori mereka.

=o0o=

"kalian ini ! bisakah tidak memukul dan mengacak rambut ku ? kau pikir rambut ini murah ?" Taehyun berteriak kesal saat Mino dan Seungyoon menarik dan mengacak rambut mahalnya.

Wajahnya sakit begitu juga dengan tubuhnya yang dihajar mereka berdua dan itu semakin membuatnya kesal.

"belah tengah sok hebat , rambutmu sudah kuno !" Seungyoon giliran membalas kekesalan ke Taehyun.

"daripada rambut mu ! rambut mangkok murahan !"

"rambut ini lebih mahal 10x lipat dari rambut mu , bodoh !"

"kau hanya malu memiliki kening lohan itu kan ? jangan mengelak, jidat selebar bandara saja belagu."

"yack ! kau rambut belahan dada , kau pikir kau tampan dengan rambut aneh mu itu ?

Mino menutup kedua telinganya. Semenjak hidup disini , baru kali ini ada yang berteriak dan saling memaki hanya karena model rambut. "tenanglah kalian berdua ini, jadi tidak kita ke pantai ?"

Seungyoon dan Taehyun saling mendengus dan memperhatikan tas yang Mino bawa. "aku sudah bawa pakaian ganti untuk kita bertiga tenang saja , ayo.."

Sengaja Mino menyiapkan karena jika dilihat pakaian asli mereka seperti kostum salah musim jika dikenakan harian. Apalagi sekarang Seungyoon dan Taehyun juga memakai bajunya yang seenaknya diambil dari jemuran. Mereka berisik dan cerewet. Tapi entah kenapa Mino merasa nyaman diantara mereka.

Mino duduk berdua didepan dengan Seungyoon dan Mino mendengarkan lagu dengan nada lambat yang menenangkan. Ia menemukan dirinya sendiri sudah lama tidak pernah pergi bersama kawan-kawannya lagi semenjak keadaan Mino yang tidak terlalu baik.

Kemudian dIa melirik Seungyoon yang terlelap disampingnya dan Taehyun yang duduk memperhatikan luar. Kebetulan mereka melewati gereja besar. Taehyun seperti tampak terpesona dan tidak melepas pandangannya dari sana.

"Hey Mino apa sekarang adalah misa untuk komuni pertama tengah berlangsung ?" tanya Taehyun. Dan Mino menggeleng. Ia sendiri tidak ingat ada gereja disana.

"entahlah kenapa ?" tanya Mino dan melirik kebelakang, ia melihat Taehyun yang sekarang tiduran diatas tas empuk Mino yang berisi baju. ia melihat Taehyun menguap ngantuk.

"tidak hanya saja Seungyoon , dia harus hati-hati dengan aroma malaikat baru.." jawab Taehyun dan terlelap. Mino hanya mengangguk.

Ia melihat Seungyoon yang vampire bisa tidur ? entahlah Mino juga heran. Ia mengusap rambut hitam Seungyoon dan tersenyum tipis.

Tapi apa katanya ? malaikat baru ? apa hubungannya dengan komuni pertama ?

.

.

.

.

.

.

.

Last chap is the end

Give me review semoga last chap biar bisa cepet lair ea

Wkwkwk trima kasih..