The Hardest
Disclamer : Masashi kishimoto
Cast : Naruto Uzumaki (FemNaru)
Genre : Romance-Drama-Adventure
Rated : T+ Semi M
Warning : Fanon, OOC, OC, kata kasar, maybe Typo and others.
This Chara not My Own
But this my story. :)
Note: Jika ada kesamaan cerita Saya Mohon maaf, tetapi ditekankan cerita ini Murni Ide/pikiran saya sendiri dan saya tidak mencopas/Plagiat cerita siapapun.
Summary : Kau dan aku, atau bisa ku panggil 'kita'?. Ternyata kita sama tetapi berbeda.
Happy Reading~
.
.
.
.
.
Tik…
Tik…
Tik...
Suara waktu terdengar dan menghiasi seluruh tempat ini. Naruto mengerjapkan matanya perlahan sambil bangkit berdiri dari tempat pembaringannya.
Pemuda itu mengedarkan pandangannya meneliti tempat dimana dia berada. Keseluruhan yang terjangkau dalam pandangannya adalah warna putih. Tempat ini berwarna putih.
'Ah iya, aku kan sudah mati.' Batinnya.
Naruto memandang lurus kedepan sesaat dia melihat sebuah pohon Sakura putih. Sakura Putih?. Kakinya dia gerakkan melangkah mendekat kepohon tersebut dan menyentuhnya perlahan.
Dia merasa begitu nyaman disini dan begitu putih tempat indah ini. apakah ini surga?, Apa disini ada ayah dan ibunya atau petapa genit?. Kalau pun ini surga, apa dia pantas?, lalu kemana Orang-orang tercinta yang biasa dikatakan akan menunggu?. Semua begitu terasa rumit dalam pikirannya.
Disini hampa dan kosong. Hanya ada pohon ini. Ya, Sakura putih yang indah ini.
"Naruto."
Tiba-tiba Suara indah nan anggun terdengar memanggil namanya.
Pemuda blonde itu mencari sumber suara tersebut ke segala arah. Namun disini semuanya kosong!. semuanya Putih.
"Naruto." Suara itu terdengar lagi.
"Siapa?, Dimana?. Tunjukkan dirimu." Ucap Naruto.
"Aku disini Naruto."
DEG….
Jantung Pemuda blonde itu berdetak dengan kencang saat melihat seorang gadis bersurai pirang panjang yang di gelung rapi, Berbusana Kimono bertudung Putih yang begitu tebal tetapi sangat indah, serta wajahnya yang begitu cantik dan menawan namun begitu teduh dihiasi tanda cakar tiga dikedua pipinya dan sedikit polesan wajah menambah kencantikannya.
"Kau…"
"Kemarilah Naruto." Panggil Perempuan itu.
Bagaikan seperti sihir, Naruto melangkah mendekati perempuan itu tanpa mencurigai apapun. Karena dia merasa perempuan ini bisa…dipercaya. Langkahnya makin mendekat seiring dengan detak jantungnya yang terus berdegub kencang. Sampai sebuah tangan ramping dan halus memegang tangannya.
"Naruto." Entah ini memang surga atau mimpi, Tapi suara gadis ini begitu lembut dan…Menggodanya.
Kedua tangan gadis itu kini menangkup wajahnya untuk bertatapan dengan perempuan itu.
"Siapa Kau?." Bisik Naruto.
Wajah mereka berdua terlalu dekat hingga mereka bisa merasakan hembusan napas masing-masing.
"Aku Runa." Balas pelan gadis itu.
Mata mereka terpaku satu sama lain. Iris yang berbeda warna itu terus saling menyelami satu sama lain seakan ingin saling memahami.
"Runa?."
"Iya Naruto."
"Kau yang berbisik padaku waktu itu?."
"Kau benar."
"Apa tujuanmu?."
Naruto memegang kedua tangan gadis itu yang berada dipipinya, kemudian melepaskannya perlahan kesamping .
"Aku ingin kita bertemu Naruto." Gadis itu masih terus menatapnya intens.
"Untuk apa?. Aku… aku tidak pernah mengenalmu."
Iris Sapphire indahnya dia gulirkan kearah bawah.
"Kau tahu siapa aku." Ujar Gadis itu.
"Aku tidak tahu."
"Bohong."
"Aku…aku tidak tahu."
"Kau Tahu Naruto, Kau tahu… jangan kau menolak diriku." Perempuan itu kemudian meremas pelan tangan Naruto.
Naruto diam tak membalas. Ya, dia tahu. Dia sangat Tahu siapa perempuan yang ada dihadapannya saat ini, tapi dia menolak untuk mengenalnya.
"Kau sangat Tahu, Karena kita satu namun berbeda."
"Ya, aku tahu."
"Aku mengerti penderitaanmu Naruto."
Perempuan itu melepaskan tangannya, kemudian membelakangi Naruto yang masih menunduk.
"Kau tidak akan mengerti."
"Kenapa kau selalu menolak diriku Naruto?. Kau anggap apa aku ini?." Lirihnya.
"…"
"Aku saudari kembarmu…Naruto."
Naruto mengangkat wajahnya cepat kemudian memutar balik tubuh Gadis itu untuk menghadap dirinya dan melemparkan tatapan tajamnya.
"Saudari kembarku?!. Heh!, jangan buat aku tertawa. Kau mengatakan itu dengan mudah Setelah kau menolak untuk hidup denganku dulu!." Naruto begitu membencinya.
"Kau tahu alasannya Naru." Nadanya yang tetap lembut terdengar di telinga Naruto.
"Aku tidak pernah peduli dengan alasanmu!." Dengus Pemuda itu.
"Apa kau membenciku sekarang?."
"Sangat."
"Baiklah." Gadis itu tetap tersenyum lembut penuh kasih kearahnya.
Dengan perlahan dia menarik tangan Saudara kembarnya itu menuju kepohon Sakura putih yang tadi disinggahi Naruto Dan mengajaknya duduk. Gadis itu menyandarkan tubuh mungilnya dengan nyaman ke dada bidang Naruto, Sementara Pemuda itu mendekapnya erat dari belakang sembari menelusupkan wajahnya ke leher saudari kembarnya itu.
"Kau dan aku sekarang tidak lebih dari sekedar Jiwa yang telah meninggalkan Tubuhnya." Perempuan itu menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong.
"Kenapa?, Kenapa kau mati?." Tanya Pemuda itu yang semakin berusaha ingin menghirup aroma khas bunga krisan dari gadis itu.
"Kau selalu bertanya hal yang pasti sudah kau ketahui." Saudarinya itu tertawa pelan.
Betapa indahnya suara gadis itu di telinga Naruto.
"berapa?."
"Hmm?."
"Seberapa Sakit yang kau rasakan? Sejauh mana mereka menyakitimu?."Naruto makin mendekapnya dalam pelukannya.
"Ah, mungkin seperti yang kau rasakan tetapi lebih menyakitkan dari yang kau bayangkan."
"Kenapa? Kenapa kau begitu bodoh, hm?. Sebab itulah aku sangat membencimu Runa!."
"Aku juga mencintaimu Naruto." Balasnya.
Kemudian keheningan melanda keduanya, hanya deru napas yang teratur oleh keduannya yang terdengar satu sama lain. Gadis itu bergerak semakin menyandarkan tubuhnya pada tubuh Naruto begitu pula Pemuda itu semakin mengeratkan pelukannya seakan tidak ingin Saudari kembarnya itu pergi.
Pemuda blonde itu ingin selalu seperti ini bersama Saudari kembarnya yang memahami penderitaan dan perasaannya. Karena seperti yang dikatakan Gadis itu, Mereka adalah Satu tetapi berbeda.
"Aku rasanya ingin selalu seperti ini bersamamu." Ujarnya membuka keheningan sesaat mereka.
"Aku tahu Naruto."
"Jadi berhenti berlari dariku dan tetaplah bersamaku."
"Tidak bisa."
"apa?."
"Tidak bisa, kita tidak bisa bersama."
"Jangan beralasan lagi Runa. Karena sudah cukup semua Alasan konyolmu.!" Ucapnya dingin dengan penuh penekanan.
Gadis itu membalikkan badannya agar tatapan mereka bertemu lagi. kemudian saudarinya itu mengelus pipinya dengan lembut untuk menenangkan amarah yang sedang melingkupi hati Naruto.
"Kita tidak bisa, Bukan karena aku yang menginginkannya. aku juga tersiksa kita tidak bisa bersama."Ujar perempuan tersebut panjang lebar.
Mata Gadis itu berkaca-kaca dan tetap menatap mata Naruto yang tengah membulat melihat pemandangan dihadapannya saat ini.
"−Sudah ku bilang kita satu namun berbeda. Sekarang hanya tinggal menunggu salah satu diantara kita akan menghilang selamanya."
Pemuda blonde itu meremas pelan bahu gadis tersebut.
"Kenapa Selalu seperti ini?!. Sudah cukup semuanya!." Naruto membentak Saudarinya dengan emosi yang telihat jelas diwajahnya.
Entah mengapa saat ini Naruto begitu benci sangat benci dengan keadaan saat ini.
"Naru−."
"Diam!. Kubilang diam."
Gadis itu tersentak sesaat, tetapi kemudian sebuah senyum kecil nan tulus tercetak di wajah cantiknya.
Perempuan itu mendekatkan wajahnya kewajah pemuda itu dan mencium pipinya lembut dengan singkat.
"Ada Satu cara." Ungkapnya dengan senyuman yang tak hilang diwajahnya.
"Katakan."
"Pergilah keduniaku dan jadilah diriku…Naruto."
Dan Naruto mengernyitkan dahinya bingung. Apa yang dimaksud saudarinya itu?, apa dia lupa bahwa dia dan gadis itu telah mati.
"Kau masih punya harapan untuk hidup, Sedangkan aku tak punya jalan untuk kembali." Gadis itu berujar seakan membaca pikiran Naruto.
"Aku makin tidak mengerti."
Gadis itu tersenyum lagi. kemudian mengusap lembut wajah Saudaranya.
"Biar aku jelaskan... Kau tahu, kita sama tapi kita berbeda dunia. Kita hidup di dua dunia yang terlihat sama. Hanya saja diduniamu mereka punya kau seorang Uzumaki dalam bentuk Laki-laki terkuat. Sementara diduniaku mereka punya diriku, Duplikat dirimu dalam bentuk perempuan. dan bedanya aku tidak punya kekuatan sama sekali sepertimu. hal itu membuatku lebih dibenci oleh orang-orang desa."
Pemuda blonde itu hanya mendengarkan dalam diam.
"Aku tidak bisa kembali hidup sebab kematianku adalah karena ulahku sendiri. Sementara kau mati untuk menyelamatkan seseorang. Walau tubuhmu telah hilang selamanya, tapi kau masih bisa hidup menggunakan Tubuhku." Lanjut perempuan itu.
"Jadi maksudmu aku hidup kembali menjadi−,"
"Ya, Seorang Wanita."
"Tidak mau." Tolak cepat Naruto saat mengetahui fakta tersebut.
"Tapi tidak ada cara lain Naruto. Kau akan hidup ditubuh perempuan, jadi secara tidak langsung jiwamu akan bertukar menjadi Wanita bukan lagi Pria seperti sekarang." Saudarinya mencoba membujuknya.
"Tidak, aku tidak ingin menjadi Wanita. Aku seorang Lelaki, Jiwaku adalah Pria sejati. Lalu mengapa aku harus menjadi Wanita."
Naruto tetap tidak ingin dirinya menjadi Wanita. Biar saja dia menghilang selamanya dengan menjadi pria sejati. Pokoknya dia tidak ingin mengikuti hal tersebut.
"Naruto…Aku yang akan menghilang selamanya bukan dirimu." Ungkap Lirih Saudarinya dengan setetes air mata jatuh dari matanya.
Mata pemuda itu terbelalak saat melihat saudarinya menangis dihadapannya. Dia mengepalkan tangannya erat kemudian menundukkan wajahnya dalam.
"Kau berkata ingin bersama denganku. Tapi itu semua pilihanmu, aku rela menghilang asalkan kau bahagia Naruto." Perempuan itu menutup matanya menahan sesak didalam dadanya.
Namun matanya kembali terbuka saat merasakan sebuah tangan menghapus air matanya, lalu Pemuda yang ada dihadapannya menyatukan kening mereka berdua.
"Baiklah, aku akan melakukan apapun demi dirimu. Aku akan menjadi seorang Wanita untukmu agar kau tidak lagi pernah pergi dari Hidupku."
Suara berat dan dalam pemuda tersebut membuat Saudarinya terpaku.
"Tapi kau tidak akan lagi mengingat kenangan yang ada diduniamu. Kau tidak akan mengingat siapapun lagi yang pernah kau kenal dalam duniamu."
Naruto terdiam sebentar, lalu menatap pasti kedalam mata Gadis itu.
"Tak apa… disini aku berjanji padamu, setelah aku mengambil ahli Tubuhmu. Tidak akan ada siapapun lagi yang akan menyakiti tubuhmu, tidak akan ada lagi yang membuat tubuhmu menangis."
Gadis itu kemudian memeluk tubuh Naruto dengan erat seakan tidak ingin melepaskannya. Sebuah senyum terpantri diwajah cantiknya.
"Aku akan selalu bersamamu Naruto. Walau kau telah berubah jadi wanita sekalipun, aku akan selalu mengangapmu sebagai seorang Lelaki sejati untukku." Mendengarnya mau tidak mau membuat Naruto tertawa tulus.
"Aku tahu Runa."
Kemudian Perempuan itu melepaskan pelukannya dan bangkit berdiri meninggalkan Naruto yang masih terduduk. Lalu Gadis itu menarik kembali tangan saudaranya untuk berdiri menghadap satu sama lain dibawah Pohon Sakura putih.
"Aku ingin kau ingat bahwa aku akan selalu berada disisimu, kapanpun itu dan disaat kau tertidur kita akan selalu bertemu. Selama kau hidup maka aku akan selalu disini." Ucap saudarinya.
Pemuda itu meletakkan tangannya dipucuk kepala sang gadis dan mengelusnya. Kemudian dia menarik kepala itu pelan untuk mendekatkan wajahnya dan wajah Gadis itu.
CUP…
Ciuman lembut sarat akan cinta dan sayang di daratkan Naruto di kening saudari tercintanya itu. Dan tak lama wajah mereka menjauh.
"Sudah Saatnya kau pergi." Gumamnya.
Sebuah telapak tangan halus kini menutup matanya. seketika cahaya muncul ditubuh Naruto membuat tubuhnya semakin lama semakin memudar bersama terangnya cahaya yang makin bersinar. Dan hal yang terakhir di lihatnya adalah wajah cantik saudarinya yang tersenyum untuknya.
"Hiduplah…Naruto."
To Be Continue…
Thank's to :
CacuNalu,Choikim1310,ShafiraAnggraini120398,JasmineDaisynoYuki,Fitri23,RavenMyta12,Himmmecchi.
Sesi Review:
CacuNalu: iya saya juga suka, terima kasih ya. Ini udah dilanjut. :)
Choikim1310: Ya seperti itu, semoga di chap ini sudah menjelaskan. Untuk pairnya, belum kepikiran. hehe. dan untuk sifat Runa masih misteri. Untuk tahu jawabannya tetap ikutin ya Chap selanjutnya. Terima kasih. :)
Shafira Anggraini120398: untuk pairnya belum kepikiran, hehe. Untuk tahu jawabannya tetap ikutin ya chap selanjutnya. Terima kasih. :)
Jasmine DaisynoYuki: Terima kasih, Ini chap selanjutnya. :)
Hai Minna-san, kembali lagi bersama Apikachudoodoll…
Saya kembali membawakan Chap 2nya. Ini dia pertemuan antara Naru dan Runa. Jadi nanti Naru sudah akan berubah jadi FemNaru.
Dan Gomenasai jika alurnya atau jalan ceritanya masih tidak teratur dan belum sempurna. Karena saya adalah author pemula. Jadi sekali lagi mohon dimaklumi.
Terima kasih untuk para reader dan silent reader. Terima kasih juga untuk yang udah review dan yang udah Fav/follow ceritaku. Arigatou Gozaimasu.
Jangan Lupa untuk Read N Review ne…
Sampai jumpa lagi di chapter depan. Bye bye ^^/ *Pikachu~.
