yatta! Mika-nyan kembali bersama fic. ini!

L. Rayina: hum?

Mikasa: loh? Rayina? tumben nyasar di fic. ku?

L. Rayina: aku dengar, kepalamu sakit yah saat menulis chapter ini?

Mikasa: umm...iya sih...dikit

L. Rayina: maka dari itu, aku membimbingmu agar kau gak sempoyongan pas bacain naskahnya!

Mikasa: makasih Rayina-chan!*peluk peluk Rayina*

L. Rayina: iya, tapi jangan begini! aku gak yuri! dan cepat mulai! kasihan para Readers udah nunggu!

Mikasa: oke! sebelumnya balas Review dulu!^^

for Kirina Fujisaki

eh makasih udah mau di fav!^^ Mikasa sangat berterima kasih *bungkukin badan*

iya, Tei emang nyebelin kok! *ikut dilempar piso*

em...kalo Len x Tei sih suka, tapi gak terlalu suka! #maksudnya apa coba?

terima kasih udah mau Review! ^^

for Kuro Rei-chan

wah..benarkah? aku juga suka loh! ^^ makanya aku buat debat mulut gini! biar kayak sinetron gitu!

yah...mungkin bakat alami *di timfuk negi*

wah...makasih!

iya ini udah lanjut!

terima kasih atas Reviewnya!

for Via Heartfilia

kalo penasaran! baca chap ini! bakalan keungkap kok, tapi ada seorang pendatang baru yang memasuki hidup Rin!

hahaha...kalo update kilat aku gak janji, soalnya akhir2 ini Mika-nyan banyak tugas!

terima kasih sudah meriview!

yosh! Ganbarimasu!

for Acchan

entah anda peramal atau bukan, tapi bener kok, berasal dari kisah nyata!

makasih udah mau Review!


Normal POV

"RIN!"

PLAK!

"Le-Len? Doushite?". Ucap Rin sambil memegangi pipi kiri-nya yang merah itu, matanya mulai berkaca-kaca

"kau masih bertanya kenapa? Heh...ternyata kau menusukku dari belakang!". Ucap Len, orang yang menampar Rin tadi

"a-apa maksudmu Len? Aku sama sekali tidak mengerti...". ucap Rin

"jangan berpura-pura bodoh! Kau kan? Yang membuat Tei terluka?lihat! Tei sampai babak belur begini!". Ucap Len sambil menopang tubuh Tei

Rin yang melihat tubuh Tei yang babak belur seperti itu, sama sekali tak mengerti. Apakah Miku menyakiti Tei sampai seperti itu?tidak mungkin...sangat tidak mungkin...

"ini mustahil! Aku tidak pernah memukul Tei sampai seperti itu, Apalagi Rin! Nyentuh kulitnya Tei aja gak pernah!". Ucap Miku membela Rin

"udah ya Miku, kamu gak usah ikut campur! Ini masalahnya aku sama Rin! Dan kau Rin! Mengakulah! Kau kan yang memukul Tei!". Ucap Len membentak sambil menunjuk Rin

"tapi sumpah Len...aku gak pernah mukul Tei...hiks..". ucap Rin sambil menangis

Dan disamping Len, Tei...menyeringai penuh kemenangan. Menatap Rin dan Miku dengan tatapan sinis, kemudian menatap Len dan wajah Tei menjadi seperti orang kesakitan, sungguh akting yang cantik...sangat cantik...

"alah! Gak usah bohong deh! Ngapain kamu pakek nangis segala! Seharusnya Tei yang nangis, bukan kamu!". Ucap Len membentak Rin

"hiks...hiks...t-tapi...aku...". ucap Rin sambil menangis

"udah! Capek ngomong sama pendusta kayak kamu! Ayo Tei...kita pergi, kita tinggalkan gadis pendusta ini!". Ucap Len lalu merangkul Tei, kemudian pergi meninggalkan Rin

Dan...tanpa Len ketahui, Tei menoleh ke belakang, dan menyeringai kepada Rin, sungguh malang nasibmu Rin...

"yang sabar ya Rin...". ucap Miku sambil menepuk pundak Rin

"Rin? daijoubu desuka?". tanya Luka

Rin tidak menjawab, tapi hanya suara isakan tangis saja yang keluar dari mulut Rin. Tampak dari belakang Rin menghapus air matanya dengan tangannya, kemudian menoleh ke belakang, menghadap ke-empat sahabatnya dan tersenyum.

"aku...tidak apa-apa, tapi...aku ingin pulang sendiri...boleh kan?". Ucap Rin

"baiklah...aku harap...kau cepat membaik ya Rin...". ucap Piko

"akan ku usahakan...jaa ne...minna". ucap Rin dengan lemas kemudian meninggalkan ke-empat sahabatnya


Desclaimer: Vocaloid bukan punya Mikasa, bahkan sampai Mikasa tua pun gak bakal pernah punya Vocaloid! kecuali kalo Mikasa berani beli perusahaannya!

Warning: typo, gaje, angst gak jadi, Authornya masih newbie, OOC, OOT dan lain lain

.

.

.

.

Enjoy and Happy Reading!


Hari ini...

Kau menuduhku menyakiti kekasihmu...

Tapi aku sama sekali tak melakukannya...

Justru malah kekasihmu yang berusaha menyakitiku...

Tapi tak apa...

Asal kau bahagia...

Aku akan baik-baik saja...


Rin POV

Siang ini mendung, pertanda hujan akan turun lagi. aku hanya bisa berjalan tak tentu arah, mencari tempat yang bisa kugunakan untuk menenangkan diriku, depresi...kata itu cocok untuk mendeskripsikan keadaanku sekarang, aku masih depresi akibat kejadian sekitar semenit yang lalu.

Len membentakku, orang yang kucintai membentakku sendiri...tidakkah itu sakit?

Tentu saja, wanita mana yang tidak menangis ketika orang yang dicintainya membentaknya dengan sadis seperti tadi?

Ahh...sudahlah...tidak usah dipikirkan lagi...karena kejadian tadi...jalanku kini sempoyongan...seperti orang mabuk, sudahlah...toh gak ada yang ngeliat aku.

Langkahku terhenti, itu karena aku melihat taman yang indah di sebrang jalan itu, sepertinya taman itu cocok untuk tempat menenangkan diriku yang lagi depresi ini.

Dengan cepatnya aku menyeberang dan sampai di jalan dekat taman itu, aku melangkah menuju taman itu, dan memasukinya.

"aah...taman yang indah...". gumamku

Aku berusaha mencari tempat duduk yang cocok, dan aku harus memutari taman itu sebanyak 5 kali! Amboi...capek tahu! (Author: woi! Jangan OOC!)

Dan setelah aku memutari taman itu sebanyak 5 kali, aku pun berhasil menemukan tempat duduk yang cocok untuk menenangkan diriku, yaitu di bawah pohon yang rimbun, aku tidak peduli jika rok ku nanti kotor atau apa, lah wong yang nyuci aku sendiri kok! :P (Author: lu dengerin gue gak sih?! JANGAN OOC!)

Baiklah, Author sudah marah-marah karena aku OOC, dan kini aku sudah bersandar di bawah pohon rimbun itu, membenamkan wajahku di kedua lututku, menangis sekencang-kencangnya, Tidak peduli ada orang lain yang mendengarnya atau tidak.

TIK TIK TIK

Dan akhirnya, hujan...awan seakan-akan ikut menangis bersamaku. Di taman yang sepi ini, aku hanya bisa menangis dan menangis, dibawah hujan, dan membiarkan seluruh tubuhku basah terkena air hujan, tidak peduli esoknya aku sakit atau apapun, toh Len takkan mungkin menjengukku.

Ini aneh...kenapa aku sekarang tidak merasa basah? Padahal aku tak mengenakan payung atau jas hujan, dan hujan pun masih turun dengan derasnya, aku tengok ke atas...ternyata ada sebuah payung berwarna putih sedang memayungiku, dan di sebelahnya terdapat seorang pria berambut putih pendek dan bermata merah, dan berkacamata, mirip dengan Tei...tapi...dia memakai seragam Crypton High School pria.

"kalau kau hujan-hujan begini...kau bisa sakit". Ucapnya sambil tersenyum padaku

"eh?". Hanya itu yang bisa kukatakan

"ah...maaf...sebelumnya...perkenalkan...namaku... Teiru Sukone...kau bisa memanggilku Teiru". Ucapnya

"Tei...ru Sukone?". Ucapku tak mengerti

"kau pasti mengenal Tei...tapi...aku bukan saudara Tei, hanya teman semasa kecil". Ucapnya menjelaskan

"oh..iya...". ucapku

"namamu...siapa?". tanya Teiru kepadaku

"Rin...Kagamine...kau bisa memanggilku Rin". Ucapku

"ahh...Rin ya...kau berasal dari kelas mana? Kulihat kau memakai seragam Crypton High School wanita...". ucap Tei

"3-A...kalau Teiru sendiri?". Tanyaku

"aku...3-C...dan kau...mirip sekali dengan temanku, yaitu Len Kamigane". Ucapnya

JDEERR!

Tiba-tiba petir menyambar di taman ini, se akan-akan menyeru hatiku. Mengingatkanku tentang kejadian tadi...aku hanya bisa menundukkan kepalaku.

"kumohon...jangan menyebut namanya". Ucapku secara tak sadar

"eh...kenapa?". ucapnya, perkataanku membuatnya kaget

"ah...tidak usah dipikirkan...". ucapku

"baiklah...aku antar kau pulang, jalanan di sekitar sini sepi...wanita tak sepantasnya berjalan di tempat sepi...". ucapnya sambil mengulurkan tangannya

"u-un...". aku hanya bisa membalas uluran tangannya

Hangat...itulah yang aku rasakan ketika menyentuh tangannya, dan dia memayungiku, aku sebenarnya membawa payung...tapi...aku...ahh! sudahlah!


Di rumahku

"disini...". ucapku sambil menunjuk sebuah rumah yang bercat kuning

"oh..disini...kapan-kapan...aku boleh main kan?". Tanya Teiru

"boleh! aku tunggu ya! Jaa ne! Teiru-kun!". Ucapku sambil melambaikan tanganku, dan masuk kedalam rumah

Normal POV

Setelah Rin masuk kedalam rumahnya, Teiru pun tersenyum dengan sendirinya, dan menggumamkan sesuatu.

"jadi ini...yang namanya cinta pada pandangan pertama? Indah sekali...". gumam Tei

Tak lama setelah mengatakan itu Teiru pun pergi meninggalkan rumah Rin, dan berjalan pulang menuju rumahnya.


Malam hari

Di kamar Rin, terlihat Rin yang membaringkan tubuhnya ke kasur itu, sambil memeluk boneka kelinci yang ia dapat dari Miku saat ulang tahunnya yang ke-14. Dan memikirkan pria yang bernama Teiru Sukone itu.

'perasaan ini...seperti...ketika aku bersama Len dulu...sebenarnya...apa yang terjadi padaku?'. Batin Rin

Tak lama Rin pun menggelengkan kepalanya, kemudian berbalik badan, dan memejamkan matanya.

'aku mikir apa sih! Aku nggak mungkin suka sama Teiru...'. ucap Rin sambil menutup wajahnya yang memerah itu dengan boneka kelincinya

Rin membuka kembali matanya, dan mengerucutkan sedikit bibir mungilnya. Dan memikirkan apa yang barusan hantinya katakan, 'aku menyukai Teiru!'. Itulah yang diserukan oleh hati Rin

"ahhh! Tidak! Cintaku hanya untuk Len! Bukan ke Teiru!". Ucap Rin setengah teriak

Rin memejamkan matanya, dan berusaha untuk masuk ke dalam dunia mimpinya...


Esok harinya

tak seperti kemarin, hari ini cuacanya sangat cerah, Rin berangkat ke sekolah dengan riang gembira, kejadian kemarin seperti tak pernah terjadi di kehidupan Rin.

Ketika Rin berjalan ke sekolah, Rin kembali bertemu dengan orang yang kemarin sempat menenangkan hatinya, yap...Teiru, dia bertemu Teiru, begitu melihatnya Rin langsung saja menyapa Teiru dengan antusias dan senyuman lebar menempel di bibirnya.

"Teiru!". Sapa Rin sambil melambaikan tangannya, kemudian berlari menuju ke tempat Teiru berada

"rupanya kau Rin, aku pikir siapa...". ucap Teiru lega

"ahh...masa Cuma semalam kamu udah lupa sama aku! Ihh...! jahat deh!". Ucap Rin sambil memukul punggung Teiru

"auww...ittai...iya maaf! Kita berangkat ke sekolah bareng yuk!". Ajak Teiru

"ayo!". Seru Rin kemudian menarik tangan Teiru

di gerbang sekolah, mereka berdua menjadi bahan tontonan murid-murid lainnya, termasuk Tei dan komplotannya, dan desas desus gosip mulai berdatangan, dan topiknya kini ialah, "Teiru dan Rin? Tidak buruk juga"

dan Tei melihatnya dengan tatapan agak marah dan kesal...dan diikuti oleh komplotannya Tei.

"cih...hampir saja dia merebut pacarku, sekarang? Dia sudah merebut teman semasa kecilku!". Ucap Tei ketus, dan melipatkan kedua tangannya di depan dada

"ini tidak bisa dibiarkan Tei, kita harus bertindak sesuatu...". ucap gadis itu, Yuzuki Yukari

"baiklah...kita kemarin kan sudah menyiksa batinnya! Sekarang kita siksa fisiknya! Bagaimana? Setuju?". Tanya Tei

"terserah padamu...Tei...". ucap gadis berparas cina tersebut, Luo Tianyi

"baiklah...kita susun rencananya...". ucap Tei sambil menyeringai

.

.

.

.

.

bersambung


Mikasa kembali! hohoho!

huwaaa! Mikasa sedih banget! lappy Mikasa sempet di sita sama okaa-san! huwaaaa!*nangis bombay*

dan ditambah lagi nilai rapot sisipan Mika-nyan jelek! terus dimarahin! huwaaa!

tapi...rencananya habis fic. ini selesai Mikasa mau bikin fanfic. ber-genre yaoi, dan tentu saja masih fandom Vocaloid! setuju gak? ini buat readers yang mengidap penyakit fujoshi seperti saya, acung tangan di Review yah!

eh...jadi curcol nih jadinya, tapi gimana chap ke-2 dari fic ini? bagus? memuaskan? ato sebaliknya?

di Review aja yah! tapi seperti yang Mikasa katakan di chap sebelumnya!

Mikasa gak maksa kalian Review!

dan kalo gak suka boleh Review kritik ato saran ASAL JANGAN FLAME! oke?

baiklah sampai bertemu di chap. selanjutnya!^^

sayonara!