ff ini milik nya bananamint namun di edit oleh saya (blueberrymilkshake) sebelumnya ff ini sudah di publish di blog YSP tahun 2011. dan di transfer ke blog pribadi saya tahun 2012. sudah tamat di blog nya. Typo nya mohon maaf. saya sudah 3 kali mengedit disini dan gatot 3 kali gegara servernya bikin ribut. okay, selamat membaca. walau demikian saya masih penulis baru yah di sini. heheheheh
Title : I don't know WHY?
Author : Bananamint a.k.a drez
Chap : 2/3
Rate : NC 21
Genre : Romance
Cast : Yunjae and other
Edit by : fujoshinta aka blueberrymilkshake aka Dee
Jaejoong yang baru sampai ke toilet langsung kelabakan karena aksinya yang baru saja tadi ia lakukan. Yeaah..,ciuman yang tak pernah ia rencakan malah ketahuan oleh objek yang telah di cium, tentu saja rasanya ini sungguh memalukan. Jae Joong menggetok-getokkan kepala dengan sebelah tangan, menggaruk-garuk frustasi rambutnya sambil berjalan mondar mandir di depan washtaffel kamar mandi. Apa pun itu, ia butuh tenang saat ini!
"YAH! Apa yang telah kulakukan tadi, belum lagi Yunho melihat sendiri kalau aku mencium dirinya, ARGHH! Bodoh bodoh Kim Jaejoong bodoh!" Aduhhh...sekarang apa yang harus ku lakukan? Haish..aakhhh...!'
Jaejoong yang sudah tidak ada ide untuk berpikir atau mungkin sudah capek berjalan mondar mandir hanya sekedar menenangkan hati dan pikiran akhirnya ia memilih duduk closet sambil menggoyang-goyangkan telapak kaki seakan menunjukan bahwa sekarang Jae Joong sedang panik tingkat akut. Bagaimana tidak panik? Reaksi Yunho tadi ketika membuka mata seakan kebingungan dan meminta penjelasan akan perbuatannya itu. Yeah..perbuatan yang seharusnya tak ia lakukan terhadap sahabat yang sedekat saudara sendiri, belum lagi mereka bukankah sama-sama memiliki alat reproduksi laki-laki. Hei..siapapun itu tak mungkin tidak kalut dengan situasi seperti sekarang ini. Coba bayangkan saja!
"Haaaiiiiiishhh! Apa aku keluar saja dan belagak kalau itu semua hanya sebuah kecelakaan?" Jae Joong menimbang-nimbang dengan pemikiran ala perempuan di komik-komik shoujo yang pernah ia baca dulu. Akkhh…Ini semua di sebabkan saudara sepupunya kebanyakan perempuan dan suka membaca komik, mau tak mau Jae Joong dulu sering membaca. Dalam salah satu cerita yang pernah ia baca dulu ada yang mirip dengan situasinya sekarang!
"Aha..pintar juga kau Jae Joong." Ucapnya –tak-lebih-pada-diri-nya sambil jari ia jentikkan seakan bahwa ini adalah ide terbriliant nya. Kemudian Jaejoong berdiri dari duduknya seakan ia kini memiliki keberanian cukup tetapi lagi-lagi Jaejoong menjadi takut dan duduk ke kloset kembali. Kenyataan dan komik bukankah tak sama? Jaejoong sungguh kehilangan akal kali ini untuk mengatakan apa kepada Yunho. Meskipun sahabatnya itu terlihat seperti orang yang pemalas tapi ia tahu dengan benar bahwa Yunho tak sebodoh itu. Terbukti dengan nilai-nilai kuisnya di kampus tak pernah jelek!
"Bagaimana ini!Pabbo..seharusnya aku tak melakukan itu."
Yah..seharusnya ia tak melakukan hal gila itu hanya di sebabkan sebuah mimpi gila yang membuat frustasi dan penasaran akan rasa bibir tebal sangat menggoda itu. Bibir yang sangat keras mendominasi ketika tadi menyentuhkan dengan bibirnya. Rasa itu sesungguhnya masih kerasa di bibir merah Jae Joong tetapi rasa panik dan takut akan reaksi sahabat nya Jung Yunho lah membuat ia uring-uringan sendiri sekarang! Akhirnya dengan mengumpulkan sisa-sisa keberanian dan setengah dari itu semua adalah modal nekat, Jaejoong memutuskan untuk keluar dari toilet dan berbohong kalau itu semua hanyalah sebuah ketidak sengajaan atau sebuah kecelakaan yang harusnya tak ia lakukan. Atau bukankah ia bisa berkata untuk memberi kejutan dengan membangunkan sahabatnya itu dengan kecupan? Sepertinya pilihan kedua lebih masuk akal!
Dengan cepat Jae Joong merapikan rambutnya yang kusut sebab telah ia acak- acak tadi, di tariknya nafas panjang guna menormalkan detak jantungnya yang bagaikan seperti ia tengah berlari seratus kilo meter jauhnya. Jae Joong menuju ke knob pintu kamar mandi, memutar perlahan dan…Terbukalah pintu itu!
Jaejoong pun melangkahkan kaki keluar dari toilet setelah beberapa menit mengurung diri di toilet dan jantungnya tak berdetak cepat lagi. Jae Joong cukup tersentak karena pemandangan ketika ia baru menutup pintu toilet dengan sebelah tangan yang dilihat adalah Yunho sahabatnya itu baru saja bangkit dari posisi ketika tadi meninggalkan ke toilet dan sekarang Yunho tengah bangkit dan duduk di kasur seakan-akan menunggu jawaban dari Jaejoong atas tindakan barusan dengan memandangnya tajam. Air muka Jae Joong terlihat keruh dan ia menjadi bertambah kalut, Jae Joong pun menggigit bibir untuk menguatkan diri berbicara, namun ketika bibir sudah terbuka untuk berbicara beberapa patah kata menjelaskan insiden cium itu, sahabatnya itu sudah berucap terlebih dahulu.
"Yah boojae, apa yang kau lakukan di kamar mandi begitu lama? Aku kebelet pipis tahu!"
Teriak Yunho membuat Jae Joong mengerjap-erjapkan mata nya, tak pernah ia sangka bahwa reaksi Yunho seperti itu. Bahkan pria itu langsung berdiri dari kasur dan masuk terburu-buru ketoilet sambil tanpa sengaja menabrak bahunya, berlagak seolah tak terjadi kejadian apapun beberapa menit lalu yang membuat Jae Joong frustasi untuk menjawab apa! Lalu apa harga dari frustasi akut tadi, lalu berpikir keras untuk menjelaskan apa yang tengah terjadi, sang objek berlagak tidak terjadi apa-apa! Tahu begitu ia tak perlu panik berlebihan huh!
Sekarang Jaejoong mematung tak bergerak dengan pose mulut menganga! Sungguh diluar dugaan, ia pikir Yunho langsung akan jijik pada dirinya dan tidak mau lagi bertemanan lagi. Atau setidaknya ia menanyakan tentang hal barusan yang tengah terjadi? Berdiri mematung dengan bibir menganga ia lakukan tanpa sadar hingga Yunho keluar dari kamar mandinya. Yunho yang mendapati Jaejoong masih berada di tempat yang sama seperti pada saat ia masuk ke kamar mandi dan dengan bibir menganga seperti itu, kini menggaruk kepalanya bingung.
"Hei..Sedang apa kau ini? Sudah lama sekali di toilet tidak keluar-keluar, sekarang malah berdiri mematung disini," Ujar Yunho sambil mengibas-ibaskan telapak tangan ke wajah Jae Joong yang masih terlihat aneh di matanya. Namun tetap saja Jae Joong bergeming. Yunho pun mengangkat tangannya ke kepala Jae Joong memeriksa dan memastikan apakah Jae Joong sakit atau sekarang sedang tidak enak badan dengan mengecek suhu tubuh Jae Joong dengan tubuhnya sendiri
"Ah, anni…aku tidak apa-apa Yun," Ujar Jae Joong begitu sadar bahwa telapak tangan Yunho masih berada diatas kepalanya. Jae Joong seakan menghindari kontak fisik dengan Yunho dan menjawab tanpa melihat ke arah Yunho seperti tengah menghindar dari tangan Yunho yang begitu kokoh itu, tapi seketika itu juga muka Jaejoong kembali memerah khususnya rona merah di pipi Jaejoong sungguh tidak dapat berbohong. Hei pipi..,kenapa kau tidak bisa di ajak kompromi dengan berwarna seperti itu? Coba lihat dia sekarang mengetahui bahwa pemilik nya tengah malu!
"Yah, apa kau sakit? Lihat muka mu merah, apa kau demam?"
Yunho memilih meneruskan aktingnya bahwa bahwa tadi tidak terjadi apa-apa dengan mereka berdua, bahkan sekarang Yunho mengecek kembali untuk lebih pasti bahwa suhu tubuhnya dengan suhu tubuh Jaejoong dalam keadaan suhu normal. Jaejoong saat itu masih tidak dapat berkata-kata dan hanya menuruti apa yang di katakan Yunho dan di lakukan Yunho yang menurut Jae Joong ini aneh sekali!
"Hemmm.. Sedikit hangat. Sepertinya kau demam Jae." Ujar Yunho seakan tengah meminta persetujuan Jae Joong bahwa pria cantik itu sebenarnya tengah sakit. Yeah mungkin efek dari Yunho dari toilet dan bercengkrama dengan air yang dingin sehingga suhu tubuh normal Jae Joong seakan tengah di rasa panas ketika ia memeriksa lebih pasti lagi untuk kedua kalinya
"Mu-mungkin seperti itu. Tapi yun, mmm."Jaejoong berbicara terbata-bata sekarang, akan tetapi nampaknya Yunho sudah mengetahui kemana arah pembicaraan Jaejoong. Pasti masalah ciuman yang tadi di lakukan oleh sahabatnya itu.
"Waeyo Jae?" Yunho bertanya seakan-akan tidak terjadi apa-apa tadi dan ia bertanya cukup tenang dengan sekali tarikan nafas.
"Yang ta-tadi sungguh hanya ketidak sengajaan, tadinya aku hanya bermaksud untuk membangunkan mu, tetapi tangan ku sedikit lemas. Jadii.."Jaejoong menjelaskan sedikit terbata-bata dan tidak berani menatap mata Yunho dengan menundukkan kepalanya. Sungguh ini benar-benar situasi sulit bagi Jae Joong harus menjelaskan hal ini. Jae Joong ingin tetap menjadi sahabat Yunho namun ia juga ingin yang lain. Bukankah hati tak dapat di atur sesuka hati kapan ia menyukai seseorang?
"Ah, itu. Gwencana Jae, lagian kalau itu tidak sengaja mengapa kau harus gugup seperti itu sih Jae? Seperti bukan dirimu saja. Hahahaha."
Yunho jelas mengetahui kalau Jaejoong sedang berbohong sebab ia begitu sangat mengenal Jae Joong kapan pria itu tengah bahagia, sedih dan berbohong seperti ini. Setidaknya selama mereka berteman ia kenal sekali gerak-gerik inilah saat di mana sahabatnya tengah berbohong. Akan tetapi ia pada akhirnya terus saja ber-acting kalau ia mempercayai semua perkataan Jae Joong, ia lebih memilih Jaejoong yang akan menceritakan semuanya nanti daripada harus memaksa mengetahui dengan bertanya,Yunho lebih memilih Jae Joong menceritakan bila ia memang sudah siap untuk mengatakan kebenaran cerita. Jaejoong pasti punya alasan tersendiri untuk berbohong kali ini.
"Se-sebab aku takutnya kau ma-malah salah paham dan tak mau lagi berteman denganku."Jaejoong masih saja terbata-bata untuk menjelaskan masalah yang merupakan kesalahannya. Saat ini saja masih bisa di bilang detak jantung belum sepenuhnya berdetak normal, justru sekarang ia semakin takut. Jae Joong bersedia membunuh perasaan tak seharusnya ada ini ketimbang kehilangan sahabat terbaik dalam hidup!
"Hahahah, tenang saja. Masa hanya gara-gara hal sepele itu kita menjadi musuh."Yunho masih dengan santainya menanggapi hal itu sedangkan Jaejoong masih dalam kondisi frustasinya. Yunho segera mengambil barang-barangnya yang ada di dalam kamar Jae Joong untuk pulang kerumahnya dahulu untuk mengganti pakaian dan pergi kekampus yang akan dimulai pada pukul 10:30 pagi ini.
"Aku jalan pulang dulu ya Jae, sampai jumpa di kampus."Pamit Yunho sambil mengacak-acak rambut Jaejoong setelah itu ia melenggang pergi dari kamar Jae Joong dan menuju keluar. Jaejoong yang masih kaget dan panik dengan kejadian ini lagi-lagi hanya bisa terdiam. Apakah Yunho benar-benar tidak mempermasalahkan ciuman itu atau ia hanya ingin agar Jae Joong jujur padanya? Padahal bukankah sudah sangat jelas sekali bahwa ia tengah berbohong! Apa yang sebenarnya tengah di pikirkan oleh Yunho sebenarnya?
Tapi bila memang Yunho mempercayainya bahwa ciuman itu hanya sebuah kecelakaan maka tak ada yang harus Jae Joong lakukan untuk tidak memikirkan saja kali ini dan berusaha mempercayai Yunho bahwa sahabatnya itu tidak akan berpikir macam-macam bahwa ia adalah gay! Akan tetapi entah kenapa di sudut hatinya ia jadi bertambah frustasi saja sebab ini bukanlah sifat Yunho. Saat ia mendengar bunyi pintu depan apartemennya tertutup tanda bahwaYunho sudah keluar dari apartemennya Jae Joong pun memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi dan segera membersihkan diri untuk nanti pergi kuliah.
#################
Yunho yang baru keluar dari apartemen Jaejoong ternyata tidak langsung melenggang pergi begitu saja. Sekarang ia tengah bersandar pada dinding disebelah pintu apartemen Jae Joong sambil memikirkan tentang kejadian beberapa menit lalu dimana ia bersikap berpura-pura percaya menanggapi perkataan Jae Joong saat sahabatnya tengah menjelaskam tentang 'ciuman tak sengaja' yang baru saja diutarakan oleh Jae Joong. Kenapa sahabatnya itu berbohong tentang semua ini? Padahal yang ia ketahui, Jae Joong sangat tidak berpura-pura dalam menciumnya tadi. Bisa ia rasakan bahwa Jae Joong memang sengaja mendekatkan wajah dan menempelkan bibirnya yang merah itu ke bibir tebal Yunho! Apakah ini tidak aneh? Ini bukanlah suatu ketidak sengajaan!
"Kalau bukan ketidak sengajaan lalu apa maksud dari ciumannya itu? Bukankah kita sama-sama laki-laki! Apa dia GAY? Ah tidak mungkin!" Yunho berkali-kali menggeleng-gelengkan kepala ketika ia tengah berpikir dan mengatakan sendiri bahwa sahabat yang di kenalnya itu gay. Selama ini Jae Joong normal dan masih menanggapi bila di ajak bercerita tentang gadis-gadis cantik di kampus atau Jae Joong juga masih mau melihat majalah porno yang terkadang ia bawa kemari. Jadi itu tidaklah mungkin bukan? Semakin ia pikirkan, hal ini tidaklah benar! Akhirnya Yunho pun memutuskan untuk pulang saja dan bersiap untuk pergi kekampus.
######################
Jae Joong setelah membersihkan apartemennya langsung berangkat ke kampus sebelum akhirnya memutuskan untuk tak memikirkan kejadian insiden ciuman yang sebenarnya ia sengaja itu hal sebab tanpa ia sadari bahwa itu semua sungguh menyita waktu. Terlalu banyak memikirkan hal yang ingin di lupakan tapi meskipun berkali-kali ia tak ingin memikirkan, semua seakan hadir di setiap celah kecil cerebellum otaknya tanpa permisi.
Jae Jooong bergegas menuju halte bus ketika ia keluar disambut dengan matahari yang bersinar sangat terang sebab maklum saja, sekarang jam tengah menunjukkan pukul 10:00. Tiga puluh menit lagi perkuliahan jam pertama dimulai. Beruntung saja jarak dari tempat tinggalnya ke kampus hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan naik bus. Lagi-lagi hari ini begitu panas, tidak terlalu banyak angin yang bertiup hanya sekedar memberi sedikit kesejukan, tapi meskipun terik bagai membakar kulit matahari sedikit tertutup oleh awan-awan tipis bila tidak maka muka Jaejoong akan sangat kusut masai hari ini. Jaejoong segera menunggu dengan manis di tempat pemberhentian bus yang biasa ia naiki. Sambil menunggu bus ia kembali memikirkan kejadian tadi lagi dan sekali lagi hadir tanpa sebenarnya ingin ia ingat! Akan tetapi nampaknya sekarang ia mendapatkan 1 solusi yang pas, yaitu 'Aku harus punya pacar perempuan' demi menghilangkan pikiran negative Yunho! Itulah tekat yang dibulatkan Jaejoong saat menunggu bus. Tak lama kemudian bus pun datang.
Didalam bus Jaejoong melamunkan rencananya itu, ini sudah menjadi sifat mendasar Jaejoong. Dari kecil apabila ada masalah sekecil apapun dan masih belum terselesaikan secara tuntas maka Jaejoong akan terus memikirkannya sampai masalah itu benar-benar selesai olehnya. Ia terus memikirkan soal Yunho yang begitu saja dapat percaya pada alasannya bahwa ciuman itu hanya sekedar tidak sengaja, sedangkan apabila ia berbohong padanya Yunho kerap kali mengetahuinya dan memaksa Jaejoong untuk memberitahu yang sesungguhnya. Disatu sisi Jaejoong senang karena Yunho tidak menjadi aneh terhadap dirinya, disatu sisi lagi Jaejoong sangat merasa aneh dengan kelakuan Yunho yang mudah sekali menerima alasannya dan itu sangat mencurigakan. Tak terasa ternyata tujuan Jaejoong sudah terlewat oleh bus yang di tumpangi olehnya, membuat ia keluar dari bus di halte selanjutnya dan sedikit berlari ke arah kampus.
#################
Sesampai di area depan kampus Jae Joong yang sangat besar itu ia hanya melihat beberapa mahasiswa yang berada di luar kelas tengah duduk-duduk di bawah pohon rindang yang menyejukkan, sebagian juga tengah makan dan minum di cafetaria kampus. Semua tentu tak ia kenal mengingat Jae Joong memang sangat tidak terlalu gaul seperti Yunho yang banyak memiliki dan gampang mencari teman. Akan tetapi memang ia banyak tak mengenal orang-orang itu sebab semuanya tentu saja lain fakultas. Ada sebagian yang satu fakultas memang dengannya akan tetapi berbeda kelas. Jae Joong mempercepat langkahnya ketika ia sampai pada tangga yang lumayan banyak itu. Secepatnya ia menuju lift dan memencet tombol 3. Kelasnya ada di lantai 3 paling ujung, jadi Jae Joong hanya berharap professor Lee memperbolehkannya masuk.
Universitas Seoul adalah salah satu universitas besar di Korea Selatan. Memiliki ruang kelas yang sangat banyak sebab dengan fakultas yang kurang lebih memiliki 20 fakultas disana, tentunya membuat Seoul Universitas adalah perkuliahan yang memang di minati oleh warga Seoul. Selain kampus yang sangat mewah, segala fasilitas juga lengkap. Jae Joong yang merasa sangat terlambat kali ini hanya bisa menghela nafas panjang, berharap bahwa dosen yang tengah mengajar tidak mengusir atau tidak yang lebih horor adalah tidak memperbolehkanya masuk. Begitu sampai didepan pintu yang tertutup rapat, ia mengetuk pelan dan membukanya.
"Permisi Sasoengnim Lee, maaf saya telat." Jaejoong meminta maaf atas keterlambatannya begitu masuk kekelas sambil menundukkan kepala. Sasoengnim Lee yang sepertinya mengenali mahasiswa yang terlambat adalah Kim Jae Joong, mahasiswa yang sangat rajin dan sangat tak pernah terlambat, dosen itu sedikit mengerutkan kening dan memicingkan mata hanya demi melihat apa benar bahwa yang berdiri di depan pintu dan tengah menunduk adalah mahasiwa itu. Benar! Seseorang yang sangat jarang terlambat kali ini terlambat?
"Silahkan cepat cari tempat duduk. Yak kita lanjutkan pelajaran."
"Akh congmal gomalshubnidha Sasoengnim." Jae Joong dapat bernafas lega sekarang, wajahnya yang sempat tegang kini tersenyum! Untungnya dosen itu sepertinya mengenal bahwa ia bukanlah mahasiswa yang sering terlambat dan beliau bukanlah dosen killer yang biasanya tanpa ampun mengusir mahasiswa yang terlambat meskipun nilai akademikmu sangat bagus! Jae Joong pun beranjak dari ia berdiri menuju ke tempat duduknya, disana sudah ada Yunho yang tengah memandanginya. Yah, tidak biasa sekali bukan sahabatnya yang terkadang kurang dari 15 menit pelajaran berlangsung sudah duduk di bangku favorite mereka yang strategis itu sekarang malah datang terlambat! Yunho tadi berpikir mungkin kali ini Jae Joong tak ikut pelajaran sebab memikirkan masalah pagi tadi. Tadinya ia juga hampir tak masuk namun ia adalah orang yang sangat santai dan cuek jadi tak pernah ambil pusing masalah tadi meski didalam hati terdalam ia sangat ingin tahu alasan yang sebenarnya! Tapi kenyataan Jae Joong kini sudah duduk di sampingnya, maka koneksi otak yang biasa sering di gunakan untuk menjahili sahabatnya itu termunculkan!
"Yah, mengapa kau bisa terlambat. Tumben sekali, biasanya kan tidak ada kata terlambat untuk seorang Kim Jaejoong."
Yunho pun langsung meledek Jaejoong begitu ia duduk di sampingnya! Jae Joong segera membuka resliting tas dan mengambil buku diktat dan catatan untuk pelajaran hari dan menjawab pertanyaan ledekan Yunho tanpa menoleh kepadanya seakan ia tak ingin di ganggu saja!
"Aku tadi ketiduran di bus! Makanya sedikit terlambat."Jaejoong membalas singkat ledekan Yunho, karena ia sudah bertekat memang untuk menjaga jarak dengan Yunho dan segera mencari seorang pacar perempuan dan semoga saja dapat menghilangkan semua pikiran-pikiran anehnya selama ini tentang Yunho! Meski ia juga tak yakin itu sebab sepertinya Jae Joong menyukai Yunho sebagai kekasih, bukan sahabat lagi, jadi mungkin akan sulit mencintai gadis itu sebagai pacarnya kelak.
"Hahaha.. Arraseo-arraseo." Ujar Yunho tertawa garing sebab di tanggapan Jaejoong hanya seperti itu Yunho langsung kehilangan semangat untuk mengerjai Jaejoong lebih lanjut! Dan Jae Joong juga sekarang tengah mencatat point-point catatan yang ada di papan tulis, jadi tak ada guna ia mengganggu bila Jae Joong tengah mencatat seperti ini. Seperti biasa pelajaran berlangsung selama kurang lebih 2 jam ia akan terus berkutat dengan pelajaran itu. Satu-satunya Yunho dapat mengganggu adalah setelah pelajaran selesai atau bila Jae Joong yang sangat telen memperhatikan dosen memang tengah bolong hatinya, di saat pelajaran berlangsung mereka akan bercanda dengan saling berbisik. Tapi tetap, sahabatnya itu tak akan lepas dari kegiatan catat mencatatnya! Sedang Yunho, tentu saja melihat pelajaran berlangsung menjadi bertambah sangat malas saja.
Setelah menunggu dengan sangat lama, bel tanda pelakaran berakhri yang di tunggu dari tadi oleh Yunho pun akhirnya datang juga! Yunho pun terlihat senang sekali bahwa satu pelajaran membosankan telah selesai, jadi ia bisa berbincang-bincang dengan Jae Joong di pohon rindang biasanya mereka melewatkan istirahat setelah jam pertama usai atau hanya sekedar menunggu waktu Jae Joong yang akan kerja parttime di sore hari.
"Yak sekian pelajaran hari ini, sampai berjumpa minggu depan."
Dosen yang mengajar tersebut menutup bukunya tepat setelah bel berbunyi dan setelah itu meninggalkan ruangan kelas. Mahasiswa dan mahasiswi yang merupakan teman sekampus mereka juga sudah terlihat beranjak keluar satu persatu dari kursinya dan keluar ruangan hingga tinggallah beberapa mahasiswa termasuk Yunho dan Jae Joong. Namun Jae Joong terlihat tengah membereskan semua buku diktat dan catatannya, memasukkan kedalam tas kuliahnya dan bermaksud beranjak dari duduk, padahal biasa ia berbincang-bincang dahulu dengan Yunho setelah jam pelajaran berakhir seperti meminjamkan catatannya untuk Yunho. Sudah bukan rahasia awam lagi kalau Yunho memang sangat malas mencatat apa yang ada di papan tulis, dan biasanya setelah itu pria tampan itu akan meminjam bukunya. Tapi kali ini ia seakan tak peduli dan membuat Yunho bingung dengan sikap kali ini!
"Yah Kim Jaejoong, mau kemana kau secepat itu membereskan semua buku pelajaranmu?"Tanya Yunho yang mendapati seluruh barang-barang Jaejoong sudah dibereskan masuk kedalam tas Jaejoong dan pria itu bersiap untuk meninggalkan tempat duduknya.
"Ah, karena kuliah jam pertama sudah selesai jadi aku memutuskan untuk berangkat kerja parttime lebih awal, dengan begitu gaji ku juga makin banyak. Kalau begitu aku berangkat dulu ya. Bye." Jaejoong hanya menjelaskan singkat dan langsung berpamitan dengan Yunho tanpa melihat ke wajah sahabatnya itu. Yunho yang belum sempat menjawab pun hanya dapat melihat Jaejoong melangkah pergi.
"Sebenarnya ada apa dengan anak ini? Apa gara-gara masalah tadi pagi? Kalaupun karena tadi pagi, harusnya yang bersikap aneh adalah diriku. Mengapa jadi dia yang aneh?" Yunho menggaruk-garuk kepala yang gatal setelah melihat sahabatnya di sebelah bangkunya sudah tak ada Jae Joong, Yunho berteriak.
"Yaa..Kim Jae Joong tunggu! Haish.. kemana dia"
####################
Jae Joong begitu tiba di tempat kerja langsung menuju lockernya untuk berganti dengan seragam kerjanya. Setelah apa yang ia kenakan sudah cukup rapi, ia langsung menuju tempat kassa pembayaran toko kue ini. Beberapa karyawan disini sebagian kaget dengan kedatangan Jae Joong yang tak biasa, maklum selama ini Jae Joong selalu mengambil shift siang atau sore, tidak pernah mengambil shift pagi. Beberapa karyawan muda di sana khususnya wanita, sangat girang sekali melihat Jae Joong yang wajahnya tampan sekarang masuk shift pagi. Karyawan wanita disini sebenarnya kebanyakan shift pagi ketimbang siang atau sore sehingga pemandangan Jae Joong yang shift pagi merupakan pemandangan langka buat mereka. Manager kue tempat Jae Joong bekerja memberlakukan wanita untuk mengambil shift pagi atau siang sehingga mereka bisa pulang tidak terlalu larut. Oleh sebab itu, terkadang mereka berganti shift dengan teman yang mendapat shift sore untuk melihat wajah tampan Jae Joong!
Selama ini Jae Joong tak pernah tahu bahwa ia menjadi pusat perhatian! Mungkin ini disebabkan ia adalah tipe orang yang sangat cuek dan jarang bisa bergaul dengan orang sekitar. Bukankah selama ini ia dapat berteman dengan orang lain di sebabkan Yunho yang mengenalkannya? Jae Joong menjadi ragu bila ia bisa mendapatkan pacar wanita dalam waktu yang dekat. Tapi sepertinya ia mungkin bisa saja memilih salah satu dari teman sekerjanya ini untuk menjadi kekasih sebab sepertinya wanita di sini seakan tengah menaruh hati. Wajah mereka yang memerah sama seperti dirinya ketika malu di goda oleh Yunho! Yah meski itu hanya sekedar goda dan candaan belaka!
"Tumben sekali kau sudah mengambil shift sepagi ini?" Ujar manager tempat kerja Jae Joong ketika ia melihat pekerja paling rajin di tempatnya berdiri di kassa pembayaran dan memakai seragam kerja. Biasanya Jae Joong mengambil shift sore sampai malam, atau siang sampai malam sedangkan sekarang ini masih terlalu pagi Jae Joong untuk masuk jam kerjanya. Dan bukankah perkuliahan Jae Joong harusnya masih berlangsung? Sebagai manager ia tentu tahu dengan cv yang di buat oleh Jae Joong waktu melamar pekerjaan part time disini bahwa pria itu masih duduk di bangku kuliah.
"Tadi hanya ada kuliah pagi. Begini sajangnim, aku juga berencana untuk menambah jam kerja disini. Tidak apa-apa kan?" Jae Joong mengutarakan maksud kedatangan ia bekerja lebih pagi yang sebenarnya hanya akal-akalannya yang di mana ini juga merupakan salah satu cara Jaejoong untuk mengurangkan waktunya bersama dengan Yunho.
"Hmm, saya tidak masalah. Tapi kau yakin sedang tidak kesulitan keuangan? Atau kau sedang dikejar-kejar lintah darat?"Managernya ini nampak sedikit binggung dengan Jaejoong. Kemarin ia melihat Jaejoong sedang menghitung-hitung sesuatu dan sekarang ia mau menambah jam kerjanya. Cuma hal ini yang dapat ia pikirkan tentang Jae Joong yang sepertinya membutuhkan uang lebih itu.
"Yah! Boss bukan seperti itu. Aku memang hanya ingin menambah jam kerja. Ada target dibulan ini yang harus kubeli."Jaejoong berusaha menyakinkan bosnya ini kalau ia tidak sedang dikejar-kejar oleh rentenir atau sejenisnya.
"Baiklah kalau begitu kau boleh menambah jam kerjamu sepanjang tidak menghambat kuliahmu. kalau begitu bekerjalah, saya tinggal dulu."Setelah merasa yakin Jaejoong tidak sedang kesulitan keuangan ia segera masuk ke dalam kantornya dan meninggalkan jaejoong sendiri. Jaejoong sedikit lega, karena ia dapat menyakinkan bosnya ini. Terdengar suara-suara bersorak pelan di dapur pastry dimana mendengar bahwa Jae Joong akan ikut shift pagi. Mungkin bagi wanita-wanita di sana, melihat Jae Joong lebih sering akan membuat jam kerja yang melelahkan menjadi berwarna. Yeah..Jae Joong memang idola di sana meski Jae Joong sendiri tak pernah tahu itu!
Setelah ditinggal oleh bosnya itu Jaejoong kembali merenung, baru beberapa jam saja tidak bertemu Yunho entah mengapa rasanya hidupnya sepi sekali, mungkin ini semua karena hampir selama ini hanya Yunho lah yang menjadi sahabat terbaiknya dan selalu menemani waktu luang di saat ia tidak sedang kerja part time. Jaejoong kembali menarik nafas panjang dan menghela nafas, setelah itu ia menepok-nepok wajahnya dan ia memfokuskan diri ke pekerjaannya agar tidak memikirkan Yunho.
Sesaat kemudian pembeli silih berganti masuk ke toko itu membuatnya sibuk sehingga ia sedikit melupakan permasalahannya. Waktupun terus berjalan, namun setiap ia menolehkan ke jam dinding tempatnya bekerja waktu kenapa terasa sangat berjalan lambat. Jae Joong menjadi sangat kesal sendiri namun kedatangan para pembeli lagi-lagi mengalihkan perhatiannya. Dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan dimana seharusnya ia sudah pulang kerja, Jae Joong juga merasa sangat lambat sekali pagi menjelang!
"Seandainya aku punya mesin waktu, ingin sekali hari ini cepat berlalu atau aku ingin sekali mengganti sejarah yang terjadi pagi ini."
#############
Yunho berdiri di luar gedung apartemen tempat sahabatnya tinggal. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, dimana seharusnya Jae Joong sudah pulang satu jam lalu. Tapi sedari ia menunggu disini, batang hidung sahabatnya itu tidak muncul juga. Yunho menjadi sedikit khawatir dengan Jae Joong! Di tambah sekarang udara malam begitu dingin, bagaimana dengan Jae Joong yang siang tadi tidak terlihat memakai jaket tebalnya? Padahal sekarang saja ia yang menggunakan jaket kulit saja rasa dingin masih menusuk kulitnya, membuatnya ingin segera masuk ke dalam apartemen Jae Joong yang tentu saja hangat!
Yunho melihat kearah jam tangannya lagi. Sudah hampir lebih dari sepuluh kali ia melihat jam tangannya dan sekarang jam sudah menunjukan pukul 10:30 am. Sangat cepat sekali waktu berlali, padahal ia sudah menunggu cukup lama! Di sebabkan semakin malam maka rasa dinginnya semakin bertambah seakan menusuk-nusuk tulangnya, Yunho pun memutuskan memasuki gedung apartemen Jae Joong dan bermaksud untuk menunggu di sebelah pintu apartemen Jae Joong saja. Yunho menunggu dari berdiri menyandar di tembok sampai duduk menselonjorkan kaki di lantai, terlalu lama berdiri membuat betis kakinya menjadi pegal dengan cara inilah rasa pegal itu sedikit menghilang. Akan tetapi, menunggu lama disini pun sahabatnya itu belum juga pulang.
"Sedang apa anak ini jam segini belum juga sampai, biasanya ia tidak mengambil shift sampai semalam ini."
Yunho terlihat kesal sekarang sebab ia menunggu dari pukul 19:00 karena pada biasanya memang Jaejoong tidak mengambil shift malam bila ia ikut jam siang atau pagi. Yunho sudah beberapa kali mencoba menghubungi dan meng-sms Jaejoong tapi ponsel tidak diangkat dan sms tidak dibalas. Sebenarnya apa yang terjadi? Yunho merasa Jae Joong menghindarinya! Tapi apakah ini di sebabkan masalah tadi pagi sehingga begitu mengusiknya membuat Jae Joong menjadi seperti ini?
Sebuah getaran di handphone Yunho membuat ia tersenyum, sebab dapat Yunho lihat nama yang tertera di layar ponsel adalah nama Jae Joong. Namun rasa kecewa menyelimuti hatinya ketika ia melihat isi sms yang sangat membuat ingin menenggelamkan Jae Joong ke sungai Han. Yah..tak lain dan tak bukan Jae Joong hanya membalas dengan bertuliskan "ada apa?"
Hei..beginikah sikap pada seseorang yang menunggumu pulang Kim Jae Joong ya! Entah kenapa Yunho menjadi sedikit emosi namun ia pun mengendalikannya sebab Yunho sendiri tak tahu apakah emosi ini di picu disebabkan ia menunggu di apartemen ini cukup lama ataukah di sebabkan masalah Jae Joong yang menghindarinya? Bukankah Jae Joong mengatakan tak ingin kehilangannya sebagai sahabat? Yunho segera membalas dan menanyakan kapan Jae Joong pulang dan memberitahunya kalau sekarang ia sudah berada di depan apartemennya. Tak lama kemudian sms balasan pun masuk kembali dan kali ini benar-benar membuat Yunho merasa aneh dengan diri Jaejoong. Sms balasan Jaejoong yang terakhir bertuliskan,
"Aku pulang larut malam karena lembur bersama teman sekerjaku, sekarang aku tengah mengantar teman kerjaku pulang dulu, lebih baik kau pulang saja hari ini."
"Benar-benar anak ini! Sebenarnya apa ada yang salah dengan hari ini?!"Yunho yang sudah menahan kesal akhirnya meluap juga, ia pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah larut dan Jaejoong pun belum juga pulang ditambah lagi dengan keadaan yang tidak jelas seperti ini.
Yunho meninggalkan apartemen Jaejoong dan beranjak pulang, ternyata Jaejoong sedari tadi sedang memantau Yunho dibalik pohon dekat apartemennya. Setelah memastikan bahwa Yunho benar-benar telah pulang ia segera keluar dari tempat persembunyiannya itu.
"Pasti Yunho kesal sekali dengan kelakuanku ini, entah mengapa kupikir hanya ini cara satu-satunya agar aku dapat menjauh dari Yunho. Maaf Yun, aku tak ingin kehilanganmu sebagai sosok kawan." Jae Joong berkata sendiri ketika melihat bahwa mobil Yunho yang di parkir di halaman gedung ini sudah berlalu. Jae Joong pun segera masuk ke dalam apartemennya.
Jaejoong yang begitu sampai didalam kamar apartemen langsung membenamkan dirinya di ranjang tanpa mengganti pakaian ataupun melepas sepatu. Entah mengapa hari ini terasa begitu panjang dan waktu lama sekali berjalan. Apakah ini semua hanya perasaannya atau ini dikarenakan tidak bertemu dengan Yunho? Daripada memusingkan hal itu akhirnya Jaejoong memutuskan untuk mengakhiri saja hari ini dengan tidur.
##################
Begitu pulang dari tempat Jaejoong, Yunho masih merasa sedikit emosi dengan perilaku kawannya seharian ini melempar dengan sembarangan jaketnya, melepas sepatu yang ia pakai di lantai dengan melempar kasar. Tetapi di balik emosinya tak di pungkiri bahwa ia juga sedikit khawatir dengan Jaejoong karena sampai semalam itu belum kembali ke apartemennya. Tidak biasanya Jaejoong pergi sampai semalam itu meski alasan yang di pakai oleh Jae Joong sangat masuk akal, yakni bekerja part time lembur dan mengantar teman kerja pulang dahulu! Teman kerja? Wanita? Kalau benar maka mematahkan pemikiran Yunho bahwa Jae Joong gay! Lalu benarkah ciuman tadi pagi itu hanya ketidak sengajaan? Ataukah sahabatnya ini adalah bisexual yang dimana ia bisa berpacaran dengan wanita dan juga pria dalam satu decade? Yunho pun merogoh kantung celananya di mana ia menyimpan ponsel lalu bermaksud meng-sms Jae Joong menanyakan apakah ia masih di luar apakah sudah pulang ke apartemennya!
To : Jaejoong-ie
Apa kau sudah pulang?
-send-
Hanya itu lah yang disms oleh Yunho, ditunggu ditunggu dan ditunggu. Padahal Sms itu sudah delivered tetapi sudah 10 menit di tunggu pun belum juga dibalas oleh Jaejoong. Padahal Jae Joong adalah type orang yang bila di sms akan segera membalas meski itu hanya sms iseng belaka. Jae Joong pernah mengatakan bahwa sms itu sama pentingnya dengan seseorang menghubungimu namun kenapa Jae Joong tidak membalas sms nya? Apakah begitu sibuk dan hanya untuk membalas sms nya tak sempat? Dengan kesal Yunho merebahkan diri diatas tempat tidurnya
"Kim Jae Joong…ada apa dengan dirimu?" Yunho pun memutuskan untuk tidur saja dan menanyakan permasalah ini di kampus besok hari, kepalanya sudah sangat berat dan kelopak matanya juga tak dapat di ajak kompromi untuk membuka lebih lebar. Tak perlu lebih lama maka ia mulai berjalan ke alam mimpi
#########################
Keesokan harinya di taman kampus, hari itu seperti hari biasanya selalu saja ramai oleh mahasiswa atau mahasiswi kampus dari berbagai jurusan, ada beberapa dari mereka sedang membahas tugas atau mata pelajaran, ada juga beberapa dari mereka yang sedang menikmati waktu luang dengan bercanda dan saling tertawa dengan teman-teman mereka. Dan juga ada beberapa orang yang duduk termenung seperti Jaejoong pada saat ini. Dengan rambut coklat sedikit kusut dan lingkaran mata yang gelap ia duduk manis di bawah pohon tempat biasa ia duduki bersama Yunho apabila sedang waktu senggang. Yeah sekarang sudah istirahat dari pase mata pelajaran pertama. Hari ini cukup membuat ia sedikit rileks sebab tidak satu kelas dengan Yunho di jam pertama!
"Ah tuhan, akibat hanya tidur dua jam di pagi hari benar-benar membuat jiwa dan raga sama sekali tidak menyatu."Jaejoong mengguap dan menggosokan matanya untuk kesekian kalinya.
Setelah tertidur kemarin, Jaejoong terbangun lagi karena sms Yunho. Dan akhirnya ia sama sekali tidak dapat tidur, ia sudah berusaha dengan segala cara agar tidak memikirkan permasalahan ini. Tapi akhirnya ia tetap tidak dapat tidur, dan baru dapat tertidur pukul 4 dini hari. Jam 6:00AM pun ia harus bangun kembali karena ia hari ini ada kelas pagi pukul 7:00AM. Seperti yang terlihat sekarang pada muka Jaejoong, rasa kantuk benar-benar sedang mengandrunginya.
Yunho yang sedang jalan-jalan di taman kampus sehabis pelajaran pertamanya langsung melihat Jaejoong sedang merenung dibawah pohon, dan Jaejoong hari itu terlihat sangat kusut. Yunho tidak langsung menghampiri Jaejoong, ia duduk di tepi lain di taman itu. Memandangi Jaejoong yang tengah mengantuk. Ia begitu ingin kesamping Jaejoong saat itu juga untuk bertanya tentang sikap-sikap Jaejoong yang aneh sejak kemarin, tetapi Yunho takut apabila ia menanyakan itu secara langsung maka Jaejoong akan pergi secepat kilat meninggalkan dirinya.
"Sebenarnya apa yang sedang dilakukan anak itu?" gumam Yunho, sebab dari sini ia bisa melihat pria cantik itu memang tengah mengantuk. Dan memang benar, Jaejoong yang telah benar-benar mengantuk akhirnya tanpa disadari terjatuh tidur di bawah pohon yang rindang itu. Ia tidur dalam posisi duduk, jadi terkadang ia seperti ingin jatuh kemudian membetulkan posisinya dan kemudian tidur lagi. Yunho yang merasa kasihan dengan temannya ini segera pindah dari tempat duduknya semula ke sebelah Jaejoong dan memberikan bahunya sebagai tempat Jaejoong bersandar tidur. Angin hari itu cukup bersahabat, walau matahari agak terik tetapi pohon yang rindang itu seakan merubah segalanya. Tidur Jaejoong benar-benar nyenyak, belum lagi ia merasa nyaman dan aman. Yunho melihat jam di tangannya di mana jam mata kuliah kedua akan berlangsung lima belas menit lagi. Sebenarnya Yunho ragu untuk membangunkan Jae Joong namun mengingat yang mengajar adalah Professor Kim Moon Chul seorang dosen bahasa inggris terkiller semester ini, mau tak mau ia pun menggoyang-goyangkan bahunya agar Jae Joong terbangun. Namun tidak berhasil!
"Yah Jaejoong-ah, apa kau tidak mau masuk kelas?" Sete;ah satu cara tidak berhasil, akhirnya Yunho membuka mulutnya sambil tangannya kini menggoyang badan Jaejoong. Kali ini berhasil! Jae Joong mulai tersadar dari tidurnya sedikit, ia mengeliat di bahu Yunho.
"Hoaammm.. Ah! Mengapa bisa ada kau disini?"Jaejoong yang baru sadar nampaknya sedikit kaget dengan keberadaan Yunho yang tepat disampingnya, sedangkan Yunho sedang merenggakan otot tangannya yang habis dijadikan Jaejoong sandaran.
"Memang kau pikir aku harusnya ada dimana? Dan lagian kau pikir dimana kau tidur sampai senyenyak itu kalau bukan disini."Yunho memberitahukan kalau dari tadi Jaejoong tidur dibahunya sambil menepok-nepok bahunya yang sedikit kesemutan itu.
"Ah je-jeongmallyo?"Jaejoong sedikit gugup karena panik, alasan pertama karena yang tujuannya agar menjaga jarak dengan Yunho malah ia tidur di bahu Yunho. Alasan kedua, setelah bersusah payah membereskan hatinya entah mengapa hatinya menjadi berantakan lagi. Rasa ingin terus bersama Yunho lebih besar ketimbang rasa untuk menjaga jarak. Apakah ini yang dinamakan merasa kehilangan? Jaejoong bertanya dalam hati.
"Memangnya kalau kau tidur diatas batu itu kau akan sama nyenyaknya seperti tidur dibahu ku? Lagian apasih yang kau lakukan semalaman? Tidak biasanya kau sampai ketiduran di kampus?"
Pertanyaan Yunho mungkin akan ditanyakan juga oleh orang-orang lain yang mengenal Jaejoong. Jaejoong itu bukan tipikal anak yang mensia-siakan uang yang telah dikeluarkan oleh kedua orang tuanya, ia selalu giat apabila berkaitan dengan kegiatan kampus khususnya yang berhubungan dengan pelajaran. Ia tak pernah sedikitpun berpikir untuk bolos kelas, dan bermain-main pada saat pelajaran. Dan untuk pertama kalinya ia melihat Jaejoong dalam kondisi mengantuk parah seperti ini di kampus.
"Mi-mian, aku tidak dapat tidur semalam. Jadi ya seperti ini. Ah! Sudah jam segini! Ayo cepat kita masuk kelas."Jaejoong kembali nampak mengalihkan pembicaraan dan segera membawa buku yang ada di sebelahnya sambil mencangklongkan tas nya kebelakang untuk masuk ke pelajaran berikutnya. Yunho pun hanya dapat mengikuti Jaejoong saja.
############################
Seperti biasa kalau didalam kelas yang dilakukan Jaejoong hanya mendengarkan dosen dan mencatat semua yang ditulis oleh dosen dipapan. Sedangkan Yunho hanya dapat memandangi tulisan di papan dengan sangat malas dengan ekspresi datar sambil sesekali melihat kearah Jaejoong. Entah mengapa ia dan Jaejoong jadi terasa jauh. Seperti orang yang sedang bertengkar atau orang yang baru kenal. Yunho benar-benar seperti kehilangan sesuatu.
Waktu pelajaran terasa lama sekali, Yunho pun sudah sedikit menggantuk tetapi Jaejoong masih saja giat mencatat tanpa menoleh kearahnya sekalipun. Akhirnya bel pun berbunyi tanpa kelas telah usai, Yunho pun segera meregangkan kembali otot-otot tubuhnya sedangkan Jaejoong sudah kembali membereskan barang-barangnya dengan cepat.
"Yah Kim Jaejoong, mau kemana lagi kau beberes cepat-cepat seperti itu? Bukankah waktumu part time tidak secepat ini?"Yunho akhirnya mengeluarkan pertanyaan atas rasa penasarannya dari kemarin.
"Ah, pemilik toko meminta aku untuk menambah jam kerja karena ada disana sedang kekurangan pegawai. Jadi ya aku memutuskan untuk membantu-bantu di toko, lagi pula lumanyan untuk menambah-nambah uang jajan. Aku jalan dulu ya. Annyong."Jaejoong pun berlaku seperti kemarin, pergi begitu saja tanpa mendengarkan apa yang akan Yunho katakan. Membuat emosi Yunho memuncak dan tak tertahankan.
"Damn! Lihat saja kelakuan anak ini semakin lama semakin menjadi, sekarang ia benar-benar menjauh dariku! Padahal dari sudut mana pun ini semua bukan salahku! Aku harus benar-benar menyelesaikan masalah ini." Karena kesal Yunho membanting tasnya membuat beberapa mahasiswa yang ada di dalam terkaget dengan perlakuan Yunho yang sangat tidak biasa itu. Sadar bahwa ia tengah di perhatikan, Yunho menjadi malu sendiri.
"Akh aku hanya kesal sebab Jae Joong tidak meminjamkan catatannya. Kalian tahu bukan, kalau selama ini aku jarang mencatat dan hanya mengandalkan catatan Jae Joong" Ujar Yunho terawa sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia sudah tak punya alasan selain hal ini. Tidak mungkin bukan ia mengatakan bahwa Jae Joong tengah menghindarinya di sebabkan masalah insiden pria itu menciumnya karena ke tidak sengajaan ? Akh ralat, Jae Joong yang menciumnya namun malu untuk jujur sebab ketakutan lelaki itu akan pandangannya. Yeah…pandangannya terhadap kaum gay atau mungkin mereka mengatakannya PLU 'People Like Us'.
"Kalau begitu pinjam punyaku saja," Ujar salah satu mahasiswa bernama Yoona. Dia telah menjulurkan tangan memberi buku catatannya kepada Yunho.
"Akh tidak usah repot-repot. Aku lebih suka catatannya Jae Joong. Selain rapi, biasanya ia membuat rumusan atau rangkuman materi yang membuat otak dodol ku ini dapat mengerti" Balas Yunho sopan. Memang benar begitu! Seluruh mahasiswa di kelas ini yang sudah mengenal Jae Joong dan meminjam buku catatannya pasti berpikir sama dengan mereka. Sayangnya disebabkan Jae Joong adalah mahasiswa yang lumayan pendiam dan jarang sekali berkomunikasi dengan mereka kecuali Yunho yang membuat pria itu membaur maka disaat itulah mereka bisa berbicara.
"Oh begitu, tapi yakin tidak ingin pinjam?"
"Aku bisa ke apartemennya bila dia pulang dari part time nya di Toko Kue Heaven,"
Jawaban itu cukup membuat Yoona tidak ingin lagi meminjamkan buku catatan sebab percuma bukan memaksa seseorang? Yunho pun membereskan barang-barangnya yang masih berantakan diatas meja dan memasukkan ke dalam tas dengan asal lalu pulang ke rumahnya sebab sudah tidak ada lagi mata kuliah saat ini!
#####################
Sementara itu Jae Joong yang pergi meninggalkan Yunho kini tengah menarik nafas di koridor kelas. Dia tahu bahwa ini seharusnya tidak ia lakukan. Pasti saat ini Yunho sangat marah sebab ketika ia tadi berlari keluar kelas, ia mendengar bantingan cukup keras yang di lakukan oleh Yunho. Ketika ia tengah mengatur nafas ia mendengar langkah kaki. Takut bahwa itu adalah Yunho, Jae Joong buru-buru masuk ke kelas kosong tak jauh dari ia berdiri. Memang benar bahwa itu adalah Yunho yang lewat dengan langkah kaki yang gontai, wajah yang sepertinya menyeramkan. Apakah Yunho marah?
"Maaf aku pergi meninggalkanmu secepat kilat, kalau tidak bisa-bisa semua yang telah kutanamkan di otak ku bisa hancur berantakan."Jaejoong keluar dari persembunyiannya memandang punggung lebar Yunho, setelah tak lama belok ke kiri Jae Joong mendesahkan nafas panjang. Dia pun berjalan kearah sebaliknya mencari lift yang lain untuk menuju lantai bawah dan pergi secepatnya ke Toko kue tempat ia bekerja part time.
############################
Yunho begitu keluar dari kampus langsung pulang ke rumah. Waktu-waktu yang sangat membosankan. Sejak mengenl Jae Joong, waktu tak pernah terasa berjalan sangat lambat namun hari ini ia merasakan waktu sangatlah lambat untuk berlalu. Dahulu Yunho yang kesepian setiap pulang dari Sekolah menengah Umum, biasanya ia pergi hang out dengan teman-temannya. Entah pergi ke café, bar atau sejenisnya. Oleh itu sebabnya, merokok sudah sangat familiar untuknya. Sekarang pun di dalam kamar sudah sangat bau dengan asap rokok yang entah sudah berapa batang rokok yang ia sulut hanya untuk menghilangkan stress yang melandanya tiba-tiba hanya gara-gara sahabatnya itu! Yunho berbaring telungkup di ranjang dengan tangan yang memegang rokok menjuntai ke bawah. Rokok itu sudah memendek, dengan sekali hisapan lagi di mulutnya maka rokok itu habis dan di matikannya api pada rokok dengan menekannya di asbak rokok terbuat dari keramik tak jauh dari ia menelungkup. Yunho membalikkan posisi telungkup di tadi yang menghadap langit-langit kamar adalah punggungnya, sekarang posisi dibalik denan dada menghadap langit-langit.
"Aish, mengapa waktu dalam sehari terasa berjalan begitu lama sih?"Yunho menjadi sangat bosan sekarang. Biasanya yang ia lakukan jam segini adalah menggangu kedamaian di apartemen Jaejoong, sedangkan sekarang ia bagai kapal tanpa nahkoda. Tak ada Jae Joong yang dapat ia ganggu sangat tidak menyenangkan
"lebih baik ku ajak Yoochun pergi."
Yoochun disini adalah teman karib Yunho semasa sekolah dulu, hanya karena Yunho dan Yoochun berbeda kampus akhirnya mereka jadi jarang bertemu karena sibuk dengan urusan masing-masing tetapi Yunho beberapa waktu juga masih sering bertemu dengan Yoochun. Nah, mungkin lelaki satu itu dapat ia ajak ke café atau bar untuk menghilangkan kepenatan atau kebosanan yang melandanya sejak dua hari ini tak bersama Jae Joong. Yunho segera bangkit mencari ponsel yang ada di meja nakas. Segera ia mencari nama Yoochun dan mengirim pesan singkat
To : Micky(nama panggilan Yoochun)
Yah, apa kau sibuk? Bagaimana kalau kita ke bar malam ini?
-send-
Belum beberapa menitpun Yunho segera mendapat balasan dari Yoochun
From : Micky
Baiklah, bagaimana kalau ke Club Max tempat biasa kita nongkrong dulu?
To : Micky
Jam 10 aku sampai disana.
Setelah mendapat kepastian dari Yoochun, Yunho segera membersihkan diri untuk pergi. Sesampainya Yunho di Club Max tempat itu sama sekali tidak berubah dari terakhir kali ia bersama Yoochun dulu pergi kesana hanya saja terdapat beberapa renovasi pada bagian ruangan-ruangan dalam club itu.
"Hei! Disini!"Teriak Yoochun dari meja bartender sambil melambai-lambaikan tangannya kearah Yunho. Yunho pun yang melihat Yoochun segera mendekatinya dan duduk di sampingnya.
"Yahhh, apa kabar kau Jung Yunho. Tumben sekali kau mencari teman lamamu ini. Hahahah."Yoochun segera menepuk-nepuk pelan pundak Yunho begitu Yunho duduk disampingnya.
"Tentu saja baik. Hanya sedang bosan saja, lagi pula kan memang kita sudah lama tidak bertemu."Kini giliran Yunho yang menepuk-nepuk pundak Yoochun.
"Give me one martini."Yunho pun segera mengorder minuman kepada bartender. Begitu bartender memberikan minuman ke Yunho, Yunho segera meneggak minuman itu sekaligus.
"Hahaha.. Memang sudah hampir setengah tahun kita tidak bertemu. Dan apakah tidak terlalu cepat meminum martini di hari sepagi ini?"Yoochun nampaknya menyadari adan sedikit keanehan dengan perilaku Yunho.
"Hanya ada sedikit masalah, ah ada yang ingin ku tanyakan pada mu, menurutmu bagaimana kalau seorang pria mencium seorang pria?"Yunho mulai mengeluarkan pertanyaan random.
"Pria mencium pria? Tak ada masalah, memangnya ada yang salah dengan itu semua?"Yoochun hanya menanggapi itu dengan enteng.
"Hah? Tidak masalah? Bukankah itu kelainan seks?"Yunho kembali menanyakan hal itu sambil kembali meneggak martini yang dipesannya kembali.
"Yah, Jung Yunho. Dihari seperti ini apakah kau masih mempermasalahkan tentang gender? Kurasakan gay,lesbian, biseks sudah menjadi hal yang lumrah."Lagi-lagi Yoochun hanya menjawab santai.
"Jinjja? Lalu menurutmu pandangan orang lain akan seperti apa kalau melihat seseorang dengan kelainan seks seperti itu?"Pertanyaan random kembali keluar dari mulut Yunho.
"Hahaha, nampaknya kau terlalu mempersulit keadaan Yunho. Bagiku yang namanya cinta tak harus perduli apa kata orang lain. Yang penting kau mencitai dirinya dan dirinya mencintai dirimu."Yoochun menjelaskan sambil sesekali meminum minumannya.
"mmmm begitu ya.."Entah mengapa yang dikatakan Yoochub ada benarnya tetapi ia masih saja merasa ada yang janggal, bagaimana bisa sesama gender saling mencintai? Bukankah tuhan menciptakan wanita dan pria agar mereka dapat hidup saling sedikit termenung hingga ia agak tersentak karena tiba-tiba saja ada orang lain yang menghampiri bartender yang berjenis kelamin laki-laki. Tadinya ia ingin mengatakan bahwa ingin memesan lagi satu gelas minuman yang memabukkan namun, pria itu malah duduk di sebelah Yoochun. Dengan cepat Yoochun merangkul tubuh pria itu.
"Nampaknya aku belum mengenalkan dirimu dengannya, kenalkan namanya Kim Junsu. Ia seorang bartender disini dan sekaligus kekasihku."
Okeh kini Yunho benar-benar tidak bisa mencerna perkataan Yoochun barusan, dari penjelasannya mengenai gay, lesbian, dan biseks, setekah kini ia mengetahui fakta lain lagi kalau temannya menjadi seorang gay. Seorang Park Yoochun menjadi seorang GAY! Memang kalau dilihat pria bernama Kim Junsu ini memang sedikit terlihat feminim tetapi disisi lain juga terlihat sangat manly, rambut pendek bewarna coklatnya ditambah lagi dengan pantat yang cukup montok untuk ukuran seorang pria. Yunho hanya dapat tersenyum dan sedikit menyapa sambil memandangi Junsu dari atas ke bawah kemudian hal terakhir yang diingat Yunho adalah ia minum secara terus menerus karena ia berpikir kalau dunia ini benar-benar sudah gila. Yoochun yang melihat Yunho minum secara terus menerus akhirnya berusaha menghentikannya.
"Yah, kurasa kau sudah cukup minum. Kalau ada masalah selesaikan baik-baik. Bagaimana bisa selesai kalau kau hanya mabuk-mabukan seperti ini?"Yoochun menghentikan tangan Yunho ketika Yunho hendak menegak kembali minumannya.
"Arraseo arraseo.. Kenapa kau bawel seperti Jaejoong sih, sudahlah aku pergi dulu."Yunho yang dalam kondisi mabuk itu segera pergi meninggalkan Club itu tanpa sempat Yoochun hentikan.
"Jaejoong siapa dia?"Yoochun menggaruk-garukan kepalanya karena mendengar nama yang asing buatnya. Selama ini Yunho tak pernah bercerita tentang teman-teman kampusnya atau pria yang baru saja di sebutnya. Akan tetapi, ia pun teringat pertanyaan Yunho tadi tentang gay. Apakah sahabatnya itu tengah jatuh cinta dengan seorang pria yang baru saja ia ucapkan namanya atau Yunho di sukai oleh seorang gay yang mengejarnya sehingga ia kelihatan frustasi seperti itu? Ah…sepertinya option pertama yang dapat ia pilih sebab, perilaku Yunho mirip dengannya kala ia jatuh cinta kepada Junsu.
"Apakah baik kau tidak mengantarkan temanmu yang sedang mabuk itu chunnie?"Junsu yang darit adi di sampingnya merasa sedikit khawatir dengan keadaan Yunho yang mabuk parah seperti itu.
"Nampaknya tidak apa-apa. Hehehe.."Lagi-lagi Yoochun menggaruk kepalanya dan tertawa. Yoochun membelai rambut Junsu dan ia mencium bibir Junsu yang sangat menggodanya itu. Pada akhirnya Yoochun benar-benar melupakan Yunho yang sekarang beranjak keluar bar.
####################
Yunho kini melajukan mobilnya! Okeh… seharusnya ini tak di lakukannya dalam pengaruh alcohol tapi isi pikirannya yang terisi penuh dengan Jae Joong membuat ia tetap berfikir waras meski mungkin terlihat sangat mabuk. Hari ini ia bermaksud hanya membunuh kebosanan dengan menemui Yoochun tapi, bukannya menghilangkan rasa bosan tapi ia semakin teringat dengan Jae Joong sahabatnya/
"Mengapa Jaejoong lagi Jaejoong lagi yang selalu teringat di kepalaku? Kurasa diriku sudah tidak waras. Lebih baik aku menyelesaikan ini semua."
Yunho yang tengah mabuk itu akhirnya memutuskan untuk ke apartemen Jaejoong lagi. Pokoknya malam itu ia harus menemui Jaejoong bagaimanapun caranya. Dengan berjalan sempoyongan Yunho terus berjalan menuju apartemen Jaejoong hingga akhirnya ia sampai di depan pintu apartemen Jaejoong.
Duk.. Duk..Duk.. Bunyi kedoran di depan pintu apartemen Jae Joong kentara sekali terasa tidak sabaran itu di lakukan oleh Yunho
"Yah! Kim jaejoong buka pintu!"Panggil Yunho sambil menggedor-gedor pintu apartemen Yunho. Jaejoong yang mendegar panggilan Yunho dari luar tidak mengubris Yunho dan berniat untuk membiarkannya saja.
"Yah! Aku tau kau didalam! Buka pintunya, kalau kau tidak buka pintunya aku akan terus menunggumu didepan pintu!"Sesaat Yunho menyelesaikan kalimatnya, pintu Jaejoong terbuka dan terlihat lah Jaejoong.
"Apa yang kau lakukan Jung Yunho sampai semabuk ini? Ternyata selain menjadi perokok kau sudah mau jadi pemabuk?"Sebenarnya alasan Jaejoong membukakan pintu ini karena ia merasa aneh dengan Yunho dan menebak-nebak kalau Yunho tengah mabuk.
"Akhirnya kau keluar juga. Pemabuk? Tidak. Ini semua gara-gara kau Kim Jaejoong."Sambil menunjuk Jaejoong, Yunho mendekatinya perlahan.
"Memangnya kenapa dengan diriku? Mengapa ini karena diriku? Apakah aku pernah mengajarkanmu untuk bermabuk ria?"Tidak bisa dipungkiri, Jaejoong amat sangat merindukan Yunho dan ia masih saja mengkhawatirkan Yunho. Tetapi itu semua tertahan karena perasaan sayangnya masih belum stabil. Rasa sukanya ke Yunho akan bertambah semakin besar apabila ia terus-menerus bersama Yunho. Yunho yang dari tadi mendekatinya kini mendekapnya kedalam pelukan Yunho. Bau alkohol dan rokok yang kuat tercium dari bajunya.
"Apa kau mencintaiku?"Tanya Yunho sambil terus mendekap Jaejoong. Jaejoong yang ditanyai seperti itu langsung gelagapan.
"Yah, Jung Yunho apa yang kau lakukan! Lepaskan!"Jaejoong berusaha melepaskan pelukan Yunho, tetapi entah mengapa tenaga Yunho kuat sekali memeluknya.
"Jawab aku Kim Jaejoong, apa kau mencintaiku?"Yunho kembali menanyakan pertanyaan yang sama sambil menambah kencangkan pelukannya.
"Ti-tidak."Jaejoong menjawab dengan sedikit terbata-bata.
"Kalau begitu kenapa kau menciumku? Mengapa kau menjauhiku? Mengapa kau terus muncul di kepala ku? Mengapa dirimu terus mengikuti diriku?!"Kini Yunho melepaskan pelukannya dan mengoncang-goncangkan badan Jaejoong. Jaejoong hanya dapat merunduk melihat keadaan Yunho seperti itu. Ini semua salahnya, salahnya telah mencintai sahabat terbaiknya, salahnya karena telah menciumnya, salahnya karena tanpa sebab telah menjauhinya.
"Jawab Kim Jaejoong! APA KAU BISUU?"
Yunho meninju dinding disamping pintu dengan keras sehingga berbunyi duk itu. Jae Joong mengerjapkan mata antara takut dan khawatir dengan tangan Yunho. Apakah karena emosinya sudah tidak tertahankan dan dirinya menjadi tidak terkontrol akibat alkohol yang diminumnya. Tapi mungkin ia sekarang harus mengucapkan kebenaran. Jae Joong tak dapat berbohong, sebab Yunho sekarang dalam pengaruh alcohol maka pikirannya pasti tidak dapat di kontrol
"Kau tidak tau apa-apa Yunho, apakah kau tau seberapa lelahnya aku selama ini?! Memiliki perasaan yang seharusnya tidak pantas dirasakan oleh orang lain?! Mencintai sahabat laki-laki terbaikku dan diriku sendiri laki-laki?! Merasa dirinya sudah menjadi seorang GAY! Apakah kau mengerti semua ini?!"Jaejoong kini berteriak kepada Yunho sambil sedikit air mata mengalir dari matanya. Yunho yang melihat itu semua hanya dapat terdiam.
"Lebih baik kau pulang Yunho. Maaf aku tidak dapat mengantarmu."Jaejoong segera membalikan badannya sambil menghapus airmatanya. Begitu ia ingin masuk kedalam, tangan Yunho menahannya dan menarik Jaejoong kembali kepelukannya dan kemudian mencium Jaejoong.
"Yah.. mmm..hmm.. Jung.. emmm.."Jaejoong berusaha melepaskan pelukan dan ciuman Yunho. Namun Yunho begitu kuat memeluknya dan terus menciumi Jaejoong dengan ganas, berkali-kalipun Yunho memasukan lidahnya kemulut Jaejoong. Yunho benar-benar sudah kehilangan kendali. Jae Joong memang sangat menyukai Yunho dan sangat ingin sekali merasakan bibir Yunho tapi tidak dengan cara seperti ini. Dengan kekuatan tersisa dalam tubuhnya, Jae Joong mendorong tubuh Yunho dan Kini Jaejoong menonjok pipi Yunho, setelah pelukan dan ciuman itu lepas Jaejoong segera meninggalkan Yunho masuk kedalam apartemen dan menutup pintunya, Membiarkan sahabatnya untuk berpikir jernih!
TBC
