IAM WHO IAM

Cast : chanbaek, other cast.

Genre : angst, romance, sad, drama. BOYSLOVE,

Chanyeol sedang bersorak ria di sebuah café bersama puluhan orang lainnya. Apalagi saat sang Dj memberikan senyuman yang luar biasa cantik dan sexy itu pada semua orang di café tersebut. Tangannya bermain di udara mengikuti dentuman musik. Bahkan ponselnya yang berdering sejak tadi tidak ia pedulikan. Ia sangat bahagia karena mendapatkan jumlah uang yang begitu banyak dari korbannya kali ini jadi ia pikir tidak ada salahnya memakai uang tersebut untuk bersenang-senang di café mahal bernama C'est La Vier ini. café dengan nuansa biru dengan lampu elegan yang menggantung dan meja bartender yang begitu mewah.

Chanyeol memutar-mutar kepalanya sambil bernyanyi seperti orang gila. Rambut berwarna hitam pekat itu kini terlihat berantakan karena aksi gila chanyeol di café itu.

"kau brengsek ! kau menggangguku ! apa kau bodoh ? apa kau tidak bisa lewat ke tempat lain sehingga tidak perlu menabrakku ? kau sialan !" suara bentakan itu terdengar lalu musik berhenti dan semua orang memandang ke tempat lain. Saat chanyeol membalikkan tubuhnya. Ia memicingkan matanya menatap dua orang yang menjadi pusat perhatian itu.

"aigoo siapa yang berani menghancurkan malam kebahagiaanku. Aku menghabiskan uang ratusan ribu won untuk bersenang-senang malam ini. cih. Sepertinya aku harus memberi pelajaran pada orang itu." Chanyeol menggigit bibir bawahnya kesal lalu segera berjalan cepat ke dua pria itu.

Chanyeol melihat pria lain memundurkan langkahnya dan pria satunya terus memberikan tatapan tajam. Chanyeol dengan jelas melihat pria itu mendengus keras dan rahangnya mengeras. Dengan segera chanyeol berlari ke arah dua pria itu lalu menahan lengan pria yang jika saja chanyeol terlambat. Pria satunya akan tersungkur karena terkena tinju.

"aku menahanmu atas tindakan kekerasan" ucap chanyeol dengan tegas sambil menatap baekhyun. Tangan kiri chanyeol mengambil sesuatu di saku celananya lalu ia membekuk baekhyun dengan cepat dan memborgol kedua tangan baekhyun ke belakang.

"lepaskan aku sialan! Aku akan menghajar orang itu ! lepaskan aku !" baekhyun semakin berteriak dan memberontak. Namun chanyeol lebih kuat sehingga mampu menahan baekhyun dan mendorong baekhyun keluar café untuk segera dibawa ke kantor polisi.

Saat tiba di depan mobil chanyeol, sebelum chanyeol membuka pintu mobil untuk baekhyun. Baekhyun terjatuh begitu saja. chanyeol kaget melihatnya dan langsung menepuk nepuk pipi baekhyun.

"hoi, kau berpura pura pingsan agar aku melepasmu ya ? hoi!" tak ada hasil. Dengan terpaksa chanyeol mengangkat baekhyun yang sebenarnya tubuhnya jauh lebih kecil dibanding dirinya.

"ya ampun kau menyusahkan saja" chanyeol menutup pintu mobil belakang lalu segera berlari ke bangku kemudi.

Chanyeol sedang mengawasi baekhyun di ruangan lain melalui kaca besar di depannya. Tapi baekhyun tak akan bisa melihat chanyeol karena dari arah baekhyun kaca itu memantulkan pemandangan dirinya.

Lalu tiba-tiba seseorang datang tanpa mengetuk pintu yang membuat chanyeol meloncat kaget dan menjatuhkan semua berkas yang dipegangnya.

"YAK! PARK CHANYEOL! kenapa kau tidak menjawab telfon dariku sama sekali ? kau darimana saja hah ?" itu adalah seulgi. Wajah imutnya memarahi chanyeol yang sedang sibuk membereskan berkasnya yang berjatuhan.

"PARK CHANYEOL KAU DENGAR AKU ?" seulgi sekali lagi membentaknya sambil berkacak pinggang. Sedangkan chanyeol yang baru selesai membereskan berkas-berkas itu segera berdiri lalu mencubit pipi chubby milik seulgi.

"bisakah kau mengetuk pintu dulu dan berbicara dengan lembut padaku, tuan putri kang seulgi ?" chanyeol memainkan pipi seulgi dengan gemas. Sedangkan seulgi cemberut lalu menepis tangan chanyeol.

"kau menyebalkan". Seulgi lalu menunduk yang sebenarnya pipinya memerah karena perlakuan chanyeol.

Chanyeol yang menyadari tingkah seulgi lalu berdehem menaruh berkas-berkas yang dipegangnya ke atas meja di hadapannya.

"orang itu.. dia tidak mau mengatakan apapun" chanyeol mengelus dagunya saat mulutnya terbuka. Seulgi kemudian mengalihkan pandangannya pada orang yang dimaksud chanyeol. saat itu juga mulutnya menganga. Ia kaget setengah mati.

"b-baekhyun.. ya ampun." Seulgi kemudian segera berlari keluar ruangan untuk menghampiri ruangan dimana baekhyun berada.

"yak kang seulgi! Tunggu aku!" teriak chanyeol dan segera berlari mengikuti seulgi.

Baekhyun sedang mengetuk ngetukan jarinya di atas meja sambil menunduk. Pikirannya kosong. Ia ingin menelepon ayahnya tapi saat ini ponselnya di amankan oleh pihak kepolisian. Tiba-tiba ia mendengar gebrakan pintu dan saat itu juga ia mendongak. Hatinya hancur saat melihat siapa yang menggebrak masuk itu. Baekhyun segera berdiri lalu berlari dan memeluk sosok itu.

"baekhyuna.." ucap seulgi lirih sambil mengusap lembut rambut baekhyun.

Tapi baekhyun tak mengucapkan apapun dan hanya memeluk seulgi dengan erat sambil memejamkan matanya. Kepalanya ia sandarkan pada bahu seulgi.

"aku disini.. tenanglah. Kau harus belajar mengontrol dirimu, baekhyun" ucap seulgi berusaha menenangkan baekhyun. Chanyeol yang sejak tadi berdiri di belakang seulgi hanya menaikkan alis sebelahnya sambil berkacak pinggang.

"setelah menghancurkan kesenanganku di club. Sekarang orang ini menghancurkan hatiku dengan berpelukan di depan mataku. Memang benar pepatah mengatakan jika kau mendapat kebahagiaan, disaat itu juga keterpurukan akan datang padamu." Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya.

"chanyeol, bisakah kau keluar dulu dan biarkan kami berdua disini ?" chanyeol tiba tiba terbatuk saat mendengar titah dari seulgi.

"k-kau baru saja mengusirku ? hey dengar, aku tahu pepatah mengatakan seperti itu tapi jika aku harus melihat drama kalian disini dan mungkin jika aku melihat kalian berciu-"

"chanyeol, kumohon"

Chanyeol menganga karena seulgi memotong ocehannya. Dengan itu chanyeol menggangguk-ngangguk lalu memperhatikan baekhyun yang terus memeluk seulgi dengan erat.

"hey kau. Baekhyun ya ? jangan memeluknya terlalu lama. seulgi itu kurus. Kau bisa membunuhnya jika tidak melepaskan pelukanmu dalam dua jam kedepan. Mengerti ? ah aku akan membiarkan kalian. Nikmatilah waktu kalian dan ingat! Aku bisa melihat kalian dari sana jika saja kalian berciu-"

"keluarlah sekarang, park chanyeol!" seulgi yang pusing mendengar celotehan chanyeol yang mengalahkan burung kenari itu akhirnya mengeluarkan nada tinggi nya karena ia sudah kehabisan kesabaran.

Chanyeol menatap seulgi kesal lalu segera keluar dari ruangan tersebut. Saat chanyeol ke ruangan pengontrol sambil membawa kaleng minuman. Ia melihat seulgi dan baekhyun sedang duduk berhadapan dengan baekhyun yang terus menunduk dan seulgi yang mengelus tangan baekhyun dengan sangat lembut.

"hey, aku hanya butuh waktu dua menit untuk mengambil minuman ini. apa kalian hanya berpelukan saat aku di depan kalian ? wah wah, kang seulgi. Kau merencanakan ini ya ? menghancurkan hariku dengan ide cemerlang. Bersiaplah untuk menerima hukuman dariku" chanyeol menyunggingkan senyumnya lalu meneguk kaleng minuman itu. Lalu chanyeol melihat seulgi mengatakan sesuatu tapi ia tidak dapat mendengarnya, dan ia melihat baekhyun hanya menanggapinya dengan gelengan kepala.

"apa yang sebenarnya mereka bicarakan" gumam chanyeol yang penasaran lalu kembali meneguk kaleng minuman itu.

"baekhyun, apa yang sebenarnya terjadi, hm ?" baekhyun hanya diam, terus menunduk seperti anak kecil yang malu. Seulgi menghela nafasnya lalu mengelus tangan baekhyun.

"apa kau sudah makan ?" baekhyun tak menjawab dan hanya menngelengkan kepalanya pelan. Seulgi membulatkan mata melihat jawaban baekhyun.

"sungguh ? kau belum makan apapun ? ya ampun, kau harus segera pulang, ayahmu akan sangat khawatir. Dimana mobilmu ?" baekhyun sama sekali tak bergerak. Karena sedikit kesal, seulgi bangkit lalu keluar ruangan. saat seulgi menutup pintu, baekhyun meneteskan air matanya. Hatinya terasa sakit lagi.

"park chanyeol !" chanyeol yang sedang meneguk minuman kalengnya menyemburkan semua minuman dimulutnya saat seulgi menggebrak pintu sambil meneriakkan namanya. Seulgi bergegas menghampiri chanyeol dan menarik sebelah pundak chanyeol agar menghadapnya.

"kang seulgi. Kau lihat ? bajuku basah karenamu !" seulgi yang sekilas melirik baju chanyeol lalu kembali menatap mata chanyeol dengan tajam.

"kau bertemu baekhyun dimana ? mobilnya ada disana. Baekhyun tidak mau menjawab apapun. Berikan ponsel baekhyun kemari." Tangan seulgi di arahkan pada chanyeol bermaksud menerima ponsel baekhyun. Chanyeol yang kesal sekaligus kaget lalu membuang muka dan berkacak pinggang.

"kau akan melepaskannya ? hey, kau tahu apa yang sudah dia lakukan ? memangnya kau ini siapanya baekhyun, hah ?"

"cepat berikan atau aku akan menendang kemaluanmu jadi kau tidak bisa bersenang-senang lagi. Menurutmu aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan pada kim jongin ?" chanyeol menganga karena wow bagaimana seulgi bisa mengetahui itu. Apa mungkin jongin yang memberitahu ? ya ampun, apa yang lain tahu ?

Seulgi yang tidak sabar lalu menendang tulang kering chanyeol dengan sepatu kets nya.

"kau membuang-buang waktuku. Sialan park chanyeol" seulgi mengepalkan kedua tangannya. Sedangkan chanyeol yang sedang mengaduh kesakitan sambil mengelus tulang keringnya dengan tangan kirinya, tangan satunya ia gunakan untuk mengambil ponsel baekhyun di saku belakang celananya dan langsung menyodorkan ponsel itu pada seulgi. Setelah mengambil ponsel itu dengan cepat seulgi segera kembali menghampiri baekhyun.

Di perjalanan, seulgi sedang mengendarai mobil sedangkan baekhyun tertidur di sebelahnya. Air mata keluar begitu saja dari pelupuk mata seulgi. Tapi ia buru-buru menghapusnya agar dapat melihat jalanan dengan jelas.

"baekhyun, maafkan aku. Perasaanku padamu lama-lama hilang karena sikapmu. Tidak, karena bipolarmu. Jika saja kau normal seperti yang lainnya. Pasti kita akan bahagia. Maafkan aku, baekhyun" gumam seulgi lalu tersenyum dan menatap baekhyun yang tertidur pulas dengan baju dan rambut yang berantakan.

Sesampainya di depan gerbang rumah megah baekhyun. Seulgi keluar dari mobil lalu menghampiri penjaga rumah disana.

"nona seulgi ? anda bersama tuan baekhyun ?" penjaga itu kaget karena sudah lama seulgi tidak main ke rumah baekhyun.

"ah iya, baekhyun ada di dalam mobil. Dia tertidur. Bisakah kau mengantarnya ke dalam ?" seulgi berucap sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Rasanya sedikit canggung karena dia sudah sekitar satu bulan tidak main ke rumah megah ini.

"anda tidak mau mampir dulu, nona ?" , seulgi tersenyum sambil menggeleng. "baekhyun terlihat sangat lelah. Sepertinya dia belum makan apapun. Bilang pada bibi untuk memasak sesuatu untuk baekhyun dan suruh baekhyun makan setelah ia terbangun" penjaga itu hanya mengangguk sambil tersenyum lalu segera membuka gerbang besar itu dan mengendarai mobil baekhyun ke dalam.

Seulgi menghela nafas beratnya, ia memijit bahu nya yang terasa begitu lelah karena menggotong baekhyun kemudian dilanjutkan dengan menyetir mobil. Saat melihat taksi yang menghampiri, seulgi melambaikan tangannya bermaksud agar taksi itu berhenti di depannya.

Baekhyun sedang presentasi di sebuah rapat. Dia melakukan presentasi dengan telaten dan terlihat santai. Tenshin Group adalah perusahaan yang mengelola segala jenis makanan berbahan coklat dan memiliki beberapa resort di korea dan jepang. Ibu baekhyun sudah meninggal sejak baekhyun SMA, sejak itulah baekhyun mengidap bipolar. Jika ia tersinggung sedikit saja ia akan marah dan memecahkan barang barang yang ada di rumahnya. Hanya ayahnya yang bisa menenangkan baekhyun. Namun ketika baekhyun mengingat ibunya, dia akan menangis tersedu sambil memanggil manggil ibunya sampai merasa lelah. Kini baekhyun berumur 27. Saat berumur 25, dia bertemu kang seulgi di rumah sakit. Waktu itu baekhyun dirawat selama seminggu di rumah sakit karena keracunan. Lebih tepatnya, baekhyun meminum racun berusaha untuk bunuh diri. Tapi pembantu di rumahnya menemukan baekhyun saat baekhyun masih meneguk racun tersebut dan segera menelepon ambulans.

Baekhyun sedang berjalan di taman rumah sakit. Ia menginjak rumput rumput hijau itu tanpa menggunakan alas kaki apapun. Saat baekhyun mendongakkan kepalanya, ia melihat seseorang sedang melamun di bangku taman. Tapi orang itu penuh perban di tangan dan kakinya. Bahkan kepalanya juga. Baekhyun berjalan pelan menghampiri orang itu.

Tanpa mengatakan apapun, baekhyun duduk di samping orang itu. Setelah sekitar lima menit terlewat. Baekhyun mencoba untuk memulai percakapan.

"apa yang terjadi denganmu ?" tanya baekhyun, namun pandangannya lurus kedepan dan kedua kakinya mengayun ngayun.

Tak ada jawaban dari seulgi. Baekhyun tersenyum saat hembusan angin menerpa wajahnya yang pucat.

"kau tahu ? seharusnya aku sudah mati dan tidak duduk bersamamu sekarang" saat itu juga, seseorang di samping baekhyun menatap baekhyun dengan kaget. Hembusan angin membuat rambut panjang berwarna hitam pekat gadis itu menutupi wajahnya. Baekhyun yang masih tersenyum itu mengalihkan pandangannya menatap orang disampingnya dan merapikan rambut orang itu dengan lembut.

"apa kau.. mencoba bunuh diri?" tanya gadis itu pada akhirnya. Mata kecil gadis itu berkaca-kaca. Baekhyun mengangguk pelan lalu tersenyum dan menyelipkan rambut gadis itu ke belakang telinganya.

"kenapa.. kenapa kau bunuh diri ?" baekhyun menghela nafasnya lalu mengalihkan pandangannya kembali ke taman yang luas itu.

"beritahu dulu namamu" baekhyun mendengus sambil tersenyum.

"aku kang seulgi! Beritahu aku.. apa alasanmu.. bunuh diri" baekhyun menaikkan sebelah alisnya saat kembali menatap seulgi.

"aku byun baekhyun, aku akan menceritakannya padamu nanti. Cuacanya sangat dingin, ayo kita masuk ke rumah sakit ? apa kau bisa berjalan ?" seulgi meneteskan air matanya lalu menunduk dan menggelengkan kepalanya pelan. Baekhyun tersenyum melihatnya. Ia lalu bangkit dari kursi dan berjongkok di depan seulgi. "naiklah" pinta baekhyun.

Baekhyun sedang berjalan pelan menuju rumah sakit sambil menggendong seulgi di belakangnya. Seulgi terus menangis di punggung baekhyun sedangkan baekhyun terus melangkah dengan hati-hati tak bisa berhenti tersenyum.

Baekhyun sedang bersantai di ruang kerjanya. Tubuhnya ia sandarkan pada kursi kerjanya lalu matanya tertutup. Terlihat begitu lelah. Ini sudah pukul 5 sore.

TRINGG TRINGG !

Baekhyun membuka matanya lalu segera melihat siapa yang menganggu waktu istirahatnya. Itu adalah sebuah nomor tak dikenal. Tapi tanpa pikir panjang baekhyun mengangkat telpon itu.

"halo ?"

"halo ? ah, baekhyun ya ?"

Baekhyun melihat mencoba mengecek nomor tak dikenal itu lalu kembali mendekatkan ponselnya ke telinganya.

"kau siapa ? kenapa bisa memiliki nomorku ?"

"ah, aku park chanyeol. orang yang tiga hari lalu menangkapmu di café megah itu. Kau tahu ? kau telah menghancurkan hariku waktu itu. Aku ingin kau setidaknya memperbaiki itu dengan membelikan minuman atau-"

"kau sedang dimana ? biar aku jemput saja" potong baekhyun. Chanyeol di sebrang telpon sedikit kesal karena lagi-lagi seseorang memotong ucapannya. Tapi kemudian ia menyeringai.

"aku masih di kantor polisi sih, kau bisa menjemputku kesini"

Dengan itu, baekhyun langsung memutuskan sambungan telfonnya dan segera mengambil kunci mobil di atas meja lalu sedikit berlari keluar kantornya.

"orang-orang jaman sekarang mulai kurang ajar. Mereka memotong ucapan orang lain dan mematikan sambungan telfon saat orang lain belum selesai bicara. Tapi lupakanlah. Aku penasaran dengan byun baekhyun" seringaian khas milik chanyeol di tunjukkan lagi oleh sang pemilik.

Lima belas menit kemudian..

Sebuah mobil suv putih berhenti di depan kantor polisi. Chanyeol yang berdiri di depan kantor sejak tadi segera menghampiri mobil itu dan membuka pintu depan mobil itu.

"kau itu kaya ya, baekhyun ?" tanya chanyeol begitu saja sambil menyengir saat memasang seatbeltnya. Baekhyun tidak menjawab apapun dan segera menjalankan mobilnya.

Chanyeol dan baekhyun tiba di restoran mewah yang berhiaskan lampu gantung berwarna ungu dan juga lampu berukuran kecil lainnya di sekitar meja pelanggan. Mata chanyeol berbinar begitu memasuki restoran megah itu. Seumur hidupnya, inilah pertama kalinya ia menginjak restoran mewah seperti ini. Dalam kasus ini, chanyeol tahu kalau baekhyun adalah anak orang kaya yang dekat dengan seulgi. Tapi ia masih tidak dapat menebak hubungan apa yang terjalin antara baekhyun dan seulgi.

"pesan lah apapun yang kau mau." Ucap baekhyun dingin, chanyeol yang sedari tadi berdecak kagum dengan harga menu restoran itu sambil membulatkan matanya masih tidak dapat menentukan mana yang akan ia makan.

"k-kau sungguh akan membelikan apa saja yang aku pesan ?" chanyeol tergagap karena ia takut kalau baekhyun akan marah padanya. Namun ternyata baekhyun hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun. Dengan itu, chanyeol mencoba menyebutkan apa yang ia pesan dengan hati-hati karena lidah korea nya yang sedikit kesulitan menyebutkan menu makanan tersebut. Baekhyun membulatkan mata pada setiap menu yang chanyeol sebutkan.

"apa..kau belum makan apapun sejak terakhir kali aku melihatmu ?" tanya baekhyun ragu. Chanyeol yang sadar kemudian hanya menunjukkan deretan giginya. Ia sedikit malu tapi nasi sudah menjadi bubur. Pelayan nya sudah pergi dan masakan yang ia pesan sedang dimasak.

Chanyeol dengan lahap memakan semua makanan yang ada di meja sedangkan baekhyun hanya memperhatikan dengan kedua tangan melipat di depan dadanya.

"oh iya, baekhyun, apa hubunganmu dengan seulgi ?" tanya chanyeol dengan mulut yang penuh dengan makanan. Baekhyun yang mendengar pertanyaan itu lalu menghela nafas berat.

"kami tidak memiliki hubungan apapun" jawab baekhyun dingin, pandangannya beralih ke kaca disampingnya yang memperlihatkan pemandangan diluar restoran. Chanyeol masih terus melanjutkan makannya tapi sedikit mengernyit atas jawaban baekhyun.

"lalu bagaimana kau bisa mengenalnya ?" tanya chanyeol kembali tanpa menatap baekhyun. Baekhyun mengernyit, kenapa dia bertanya seperti itu padanya sedangkan ia bisa menanyakan hal tersebut pada seulgi.

"seulgi tidak mengatakan apapun padamu tentangku ?" kini baekhyun sedikit memajukan tubuhnya ke arah chanyeol.

"tidak. Karna itu beritahu aku kau siapanya seulgi ?"

"kami hanya pernah bertemu beberapa kali. Dia tau aku mengidap bipolar karena itu dia melepaskanku. Maaf sudah merepotkanmu" ujar baekhyun berbohong. Chanyeol yang mendengar kata 'mengidap' itu langsung terbatuk lalu baekhyun dengan cepat menyodorkannya segelas air. Setelah tenang, chanyeol menatap baekhyun dengan tatapan kagetnya.

"kau sakit ? apa kau sakit parah ?"

"yah.. bisa dibilang seperti itu." Ucap baekhyun ragu lalu ia sedikit terkekeh.

"mengapa kau tertawa ? hey, sakit apa tadi katamu ?" chanyeol mengelap bibirnya dengan tissue lalu menatap baekhyun dengan intens.

"bipolar. Aku..mengidap bipolar"

Jika aku mengatakan bisa menyembuhkan penyakitnya sepertinya aku akan sering makan makanan mewah seperti ini. aku tidak tahu sialan apa itu bipolar. Apakah itu penyakit seperti gatal-gatal ? ah itu urusan belakangan. Lagi pula, kenapa baekhyun ini sialan terlihat sangat cantik. Bibir tipisnya dan leher jenjangnya. Sial

"hey, kau mau sembuh ? sepertinya aku tahu cara menyembuhkan penyakitmu itu. Tapi kau harus sering-sering mentraktirku makanan seperti ini." celoteh chanyeol dengan percaya dirinya yang luar biasa tinggi.

"kau.. kau tahu cara menyembuhkan penyakit ini?" saat itu juga mata baekhyun berbinar dan senyumnya merekah seperti bunga. Sepertinya ini baru pertama kalinya ia tersenyum di hadapan chanyeol.

"ah, haha iya. Aku punya teman seorang dokter yang bekerja dibagian medis kepolisian. Jadi asalkan dengan syarat tadi-"

"aku akan berikan apapun padamu! Jika memang kau tahu cara agar aku bisa sembuh. Aku akan berikan apapun itu padamu" ucap baekhyun semangat bahkan ia memotong ucapan chanyeol yang belum selesai itu. Kemudian mereka berjabat tangan tanda kesepakatan. Baekhyun tak dapat berhenti tersenyum dan chanyeol menyeringai seperti satan.

"chanyeol, kau kabari aku saja kapan waktu untuk bertemu. Biasanya aku selesai di kantor pukul 4 sore" kata baekhyun dengan penuh semangat. Senyumnya tak hilang sejak tadi. Lalu baekhyun mengambil cardigan putihnya yang menggantung di kursi dan mengambil kunci mobil lalu segera berjalan untuk pulang. Tapi baru dua langkah tangan chanyeol menahannya. Baekhyun kemudian berbalik dan masih tersenyum.

"bisa antar aku sampai halte bis ? aku tidak kuat berjalan kesana karena beban di perutku banyak sekali malam ini" ucap chanyeol dengan wajah memelasnya. Baekhyun mengangguk dengan semangat sambil tersenyum lebar.

Sepanjang perjalanan baekhyun tak bisa berhenti tersenyum dan ia terkadang melantunkan lagu Loving You milik KRY SUJU . chanyeol terus memperhatikan bibir baekhyun yang bergerak tanpa baekhyun sadari.

Dia terlihat sangat bahagia begitu aku mengatakan bisa menyembuhkan penyakitnya

TBC

Hey saya author ff gajelas ini wahaha, panggil aja saya taekidss, nah saya itu upload akun ini pake akun temen saya. Jadi ceritanya akun ini dipake berdua. Biar satu jiwa gitu jhahaha. Cast di ff ini adalah idol fav saya dan idol temen saya ini /gapenting/

awalnya saya gak yakin buat upload ff ini. tapi kata temen saya yg lain 'pd aja' . yaudah dengan penuh percaya diri saya upload ff seperti ini maaf deh kalau ceritanya pasaran. Saya sudah dua tahun gak nulis. But saya liat banyak juga yang sider hehe makasih udah mau baca ff saya meskipun gak review ;3

Nah, saya langsung publish chapter dua ini untuk meyakinkan kalian atas ff yang saya buat. Tolong review nya ya. Kalau respon kalian bagus maka saya lanjutin. Tapi kalau gak ada yg minat baca lagi gak akan saya terusin deh TT. Kepercayaan diriku jatoh ke jurang jadinya TT.

Jadi tolong ya yg udah baca tinggalkan review nya. Kalau bagus nanti ff ini saya kasih foto juga xD