Teruber-uber cinta mas uber
xxx
Baekhyun menatap gelisah layar ponselnya, lalu kembali mengedar menatap suasana tempat bimbelnya yang kian lama makin sepi dan gelap.
Hari ini resmi jadi hari tersialnya.
Sudah tiga hari Baekhyun tidak masuk sekolah. Sakit perut selalu jadi alasannya. Ditambah hujan yang selalu datang membuat sistem imun pemuda mungil ini makin lemah dan sering demam tinggi.
Tapi ujian evaluasi di tempat bimbelnya membuat ia harus rela keluar dalam cuaca dingin begini. Sudah cepat-cepat mengerjakan soal evaluasi dengan tiga mata pelajaran hanya dalam waktu dua jam, sekarang ia harus dihadapi oleh kenyataan bahwa ojek online yang ia pesan tidak datang-datang. Padahal, sudah terhitung 30 menit lamanya dari pemesanan. Kaki Baekhyun rasanya sudah seperti jelly.
"Pak, posisi dimana?"
"Sebentar lagi sampe dek."
Sebentar lagi apanya?! Sudah jelas-jelas tulisan your driver is arriving terlihat sejak 25 menit yang lalu, tapi belum juga nampak si pengemudi.
"Sekarang bapak dimana? Saya udah nunggu lama."
"Cancel aja dek, saya bingung."
Baekhyun mencelos menatap layar ponselnya. Bingung katanya?! Kenapa tidak sekalian saja dari tadi, 30 menit Baekhyun berdiri sia-sia, dasar tukang ojek sialan.
"Saya udah nunggu lama banget. Kalo emang mau di cancel, bapak aja yang cancel."
"Di cancel aja, saya udah jauh."
Asal kalian tahu, umpatan anjing, babi, monyet, bebek, keledai hingga kupu-kupu sudah keluar sedari tadi dari mulut kecil Baekhyun.
Tidak peduli dengan si tukang ojek online, Baekhyun memilih membuka aplikasi lain, UBER-- yang baru saja ia download beberapa jam yang lalu.
"Awas aja sampe abang-abangnya ngeselin. Aku kutuk jadi bakwan baru tau, " Monolog Baekhyun geram. Setelah beberapa saat mencari driver, ia. Mendapatkan satu pengemudi dengan motor honda beatnya.
"Chanyeol, platnya B 6104 PCY, " Gumam Baekhyun.
Bersandar di bawah pohon, sambil menunggu Baekhyun memilih membuka instagram untuk membunuh kebosanan. Setitik air hujan jatuh tepat mengenai ponselnya. Matanya melirik gelisah karena hujan akan turun dan udara semakin dingin. Jangan lupakan tempat bimbelnya yang semakin sepi dan gelap.
"Dek Baekhyun ya?" Suara itu terdengar seperti panggilan penyelamat bagi Baekhyun. Tanpa ragu, ia mengangguk kepada mas-mas berhelm kuning itu dan menerima helm yang diberikan sebelum naik keatas motor.
"Gak mau pake jas hujan dek?"
"Gak usah mas, cepetan aja biar gak kehujanan."
Mas-mas uber itu melirik dari kaca spionnya, bagaimana helm yang tidak tertutup itu tampak terlalu besar di kepala mungil Baekhyun. Membuatnya tersenyum geli sebelum menganggukan kepalanya dan mulai meluncurkan motornya ke jalan raya.
Kesialan Baekhyun belum berakhir disitu.
Jalan utama yang biasa ia lewati macet parah sedangkan hujan bertambah lebat. Ketika memilih jalan tikus, yang mereka hadapi malah genangan air setinggi 2 meter yang menutupi hampir seluruh jalan tersebut.
oke Baekhyun terlalu berlebihan. Tapi tetap saja itu terlalu tinggi untuk dilalui oleh sebuah motor.
Baekhyun kembali mengumpat.
"Kita neduh dulu dek, ini deres banget takut kenapa-napa." Mendengarnya, Baekhyun cuma bisa mengiyakan pasrah. Rasanya Baekhyun mau menangis saat ini juga.
Minimarket terdekat menjadi tempat berteduh mereka. Baekhyun turun dari motor dengan tubuh basah yang menggigil hingga giginya bergemelutuk. Melepaskan helmnya dan memeluk tubuhnya sendiri.
Abang uber, atau sebut saja Chanyeol, melihat itu dengan tatapan gemas. Ia membuka helm serta jaketnya. Mengambil helm dari tangan Baekhyun untuk ditaruh dimotor sebelum menarik badan Baekhyun hingga kehadapannya.
Baekhyun terkesiap saat seorang cowok super tampan dengan lesung pipi manis saat tersenyum menyeka wajah basahnya dengan sapu tangan.
"Udah dibilangin pake jas hujan aja dek, jadi basah sama dingin gini kan."
Ya setidaknya, setiap kesialan yang menimpanya pasti ada hikmahnya.
Memiliki pacar tampan abang uber misalkan?
xxx
aku putuskan untuk ngebuat ini jadi kumpulan 1shoot yg gak lebih dari 1k words. sekedar iseng dan selingan aja. hope u enjoy it ('')
