"Dimana Bummie hah? Kalian bohong kan selama ini,"teriak Siwon kencang sambil mendorong tubuh Kyuhyun.
"B-Bummie ada di..."Kyuhyun tampak bingung harus berbohong apa lagi pada sahabat karibnya itu, sementara Heechul mulai menangis keras melihat keadaan anaknya.
"Kalian tidak bisa menjawab kan? Kalian PEMBOHONG,"bentak Siwon kencang pada mereka berempat lalu segera berlari entah kemana, yang terpenting saat ini dia harus menemukan Kibum dalam keadaan baik-baik saja.
Author pov*
Disebuah rumah atau lebih tepatnya seperti sebuah villa mewah sedang duduk seorang namja tampan disamping sang yeoja cantik yang belum sadarkan diri. Ia mengelus surai hitam sang yeoja cantik yang diketahui bernama Choi Kibum tersebut lembut. Tanpa ia sadari senyuman terkembang manis di wajah tampannya saat melihat kecantikan alami seorang Choi Kibum.
Perlahan Kibum membuka kelopak matanya indahnya membuat Donghae segera menjauhkan tangannya dari surai hitam rambutnya. Kibum tampak sedang mengerjap-ngerjapkan matanya imut membuat Donghae semakin salah tingkah melihat tingkah laku Kibum yang sangat errr menggoda dirinya. mata Kibum membuka sempurna, ia tampak sedang bingung melihat seorang namja yang ada dihadapannya sekarang.
"Kau siapa?"tanyanya bingung.
"Emmm... A-aku Donghae. Lee Donghae,"jawab Donghae gugup sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal, sementara Kibum hanya mengangguk-anggukkan kepalanya lucu.
"Namamu siapa?"tanya Donghae kali ini berusaha mencairkan suasana.
"Aku?"jawabnya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ne, namamu siapa?"tanya Donghae sekali lagi.
"Namaku siapa?"tanyanya pada diri sendiri sambil memiringkan kepalanya sambil mempoutkan bibirnya lucu membuatnya tanpa sadar berpose sangat imut dimata Donghae.
"Aku tidak tau namaku siapa? Apa kau tau namaku?"tanya Kibum lagi.
"Emmm, aku juga tak tahu,"jawab Donghae, Kibum tampak sedih kenapa ia tidak bisa ingat namanya sendiri.
"Hei jangan sedih. Bagaimana kalau kau ku berinama Lee Kibum. eotte?"tanya Donghae antusias sambil mengembangkan senyum termanisnya.
"Lee Kibum. itu namaku sekarang?"tanyanya polos.
"Ne, sekarang namamu Lee Kibum."jawab Donghae sambil mengangguk-anggukkan kepalanya pasti.
"Nama yang bagus. Ne, aku Lee Kibum."jawab Kibum senang sambil mengulas killer smilenya dihapadan Donghae membuat seorang Lee Donghae diam terpaku menatap Kibum.
DEG...
Nafas Donghae kini seolah terhenti, baru kali ini ia melihat senyum yang sangat manis dan bahkan jika Kibum terus tersenyum seperti itu padanya bukan nafasnya yang akan terhenti, tetapi mungkin jangtungnya yang akan berhenti berdetak sekarang. Kibum yang menyadari Donghae terdiam segera menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Donghae.
"Gwaenchana? Donghae-ssi?"tanya Kibum masih berusaha menyadarkan namja tampan yang ada dihadapannya ini.
"Ah n-ne Kibum-ah,"Jawab Donghae gugup.
Sementara di tempat lain.
Tampak seorang namja yang tengah berlari menyusuri trotoar jalan tanpa memakai alas kaki dan baju ala rumah sakit masih melekat pada tubuhnya. Sesekali terdengar suaranya yang meneriakkan nama sang istri tercinta.
"Bummie, kau dimana?"teriaknya lagi membuat orang-orang yang ada disekelilingnya menatap heran dan menganggapnya gila.
"Bummie kau sebenarnya dimana?"tanyanya lagi pada diri sendiri. Tubuhnya jatuh terduduk di tengah-tengah trotoar. Para pejalan kaki yang melihatnya seperti itu merasa iba dan mulai memberikan uang receh pada dirinya yang sekarang sedang meringkuk di depan sebuah toko yang sudah tutup.
Siwon mulai berjalan lagi tak tentu arah, yang ada diotaknya kini Cuma satu yaitu Choi Kibum. ia berjalan tanpa tenaga sehingga menabrak para pengguna jalan yang lain membuat orang-orang yang ia tabrak tak terima.
"Hei apa-apaan kau! Jalan yang benar!"hardik seorang namja yang ada didepannya.
"Cih, apa urusanmu brengsek!"ucap Siwon pada namja tinggi tadi. Siwon benar-benar mencari mati rupanya.
"Kau mencari mati rupanya!"ucap namja tinggi tadi lalu memberikan sebuah pukulan telak pada wajah tampannya. Siwon sama sekali tak melawan. Sebenarnya ini yang ia inginkan. Ia ingin segera pergi dari dunia ini dan menyusul istrinya yang dianggapnya sudah mati.
Siwon membiarkan namja tinggi tadi menghajarnya dengan antusias. Tak diperdulikannya tubuhnya yang kini sudah babak belur dan semakin lemah. Darah telah mengalir deras dari bibir jokernya dan hidungnya. ia memang berencana membuat dirinya mati sekarang. Kesadaranya mulai menghilang dan tubuhnya pun ambruk di atas tanah. Membuat orang-orang yang berlalu lalang iba dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Author pov end*
Donghae pov*
Sudah enam bulan aku tinggal bersamanya, merawatnya dan senantiasa menjaganya. Lee Kibum kau memang gadis yang luar biasa yang mempu mengisi ruang kosong di hatiku. tanpa aku sadari kini aku mulai mencintainya. Mencintai sosoknya yang ceria dan manja, dan sikapnya yang selalu berubah-ubah sesuai moodnya. Hanya dia yang mampu mencairkan hatiku yang membeku selama ini.
Kulihat saat ini ia sedang menyirami tanaman yang ada dibelakang villaku. Wajahnya terus mengembangkan senyum dan sesekali menyenandungkan lagu-lagu kesukaannya. Aku mendekatinya dari belakang lalu menggelitikinya membuat ia geli dan refleks mengarahkan selang airnya pada tubuhku membuatku basah kuyup akibat ulahnya.
"Ya! Kibum-ah kenapa kau malah menyiramku eoh? Lihat sekarang aku jadi basah kuyup,"aku berpura-pura marah padanya.
"Ya! Kau dulu yang memulai, jadi rasakan ini!"Kibum kembali mengarahkan selang air pada tubuhku membuatnya semakin basah kuyup.
Kulihat ia tertawa puas karena berhasil mengerjaiku, tapi aku tak pernah sama sekali kesal atau marah padanya karena ia selalu meluluh-lantahkan hatiku kembali saat ia mengulas killer smilenya. Dia memang gadis yang spesial. Aku tidak akan pernah melepaskannya pada siapapun atau aku akan menyesal seumur hidup karena membiarkannya pergi dariku.
"Ayo cepat masuk, nanti kau kedinginan lagi,"Kibum menarik tanganku lembut memasuki villaku lalu Ia segera mengambilkan baju dan handuk tebal untukku.
"Aishh kau ini lelet sekali, sini aku keringkan rambutmu,"Kibum segera mengambil handuk dari tanganku dan mengusap-usapkannya pada kepalaku membuat jarak kami sangat dekat saat ini. Sungguh cantik, aku terus menatapnya tanpa berkedip.
CUPP...
Aku mendaratkan sebuah ciuman di pipi chubbinya membuat ia bersemu merah.
"Gomawo Kibum-ah,"aku memeluknya erat seolah takut akan kehilangan dia.
"Ne, Cheonmanayo ikan jelek,"ejek Kibum lagi membuatku membelalakkan mataku.
"Aishh kenapa kau selalu memanggilku ikan jelek eoh? Itu benar-benar panggilan yang sangat buruk,"aku mengerucutkan bibirku sebal.
"Aishh Donghaeku ini kenapa ngambekan oeh?"godanya padaku berusaha membuatku tidak marah lagi.
"Aku tidak akan ngambek lagi, asalkan cium dulu disini,"aku menunjuk pipiku dengan jari telunjukku. Kibum hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
CUPP...
"Aigoo kau sangat manis Kibum-ah,"pujiku sekali lagi.
"Jangan menggodaku terus oppa, cepat mandi sana kau bau tau tidak."ucapnya sadis. Aku hanya menuruti semua perintahnya lalu masuk ke dalam kamarku untuk mandi dan berganti baju.
Drttttt...Drttttt...
iPhoneku bergetar menandakan ada sebuah panggilan masuk untukku, aku segera menghampiri iPhone yang tergelatak di atas meja kamarku.
"Yeobseo ,"jawabku.
"YA! LEE DONGHAE KAPAN KAU AKAN PULANG KE SEOUL? PULANG SECEPATNYA ATAU AKU AKAN MENYERETMU UNTUK KEMBALI KE SEOUL!"teriak seseorang di seberang telpon membuatku harus menjauhkan iPhoneku dari telingaku.
"Aishh eomma kenapa kau hobi sekali berteriak eoh? Kau hampir saja menulikan telingaku tau!"sungutku sebal.
"Dasar anak nakal, katanya kau hanya mau menenangkan pikiranmu selama dua bulan, sekarang hampir enam bulan dan kau tidak pulang. Kau mau mati Lee Donghae? CEPAT PULANG KE SEOUL ATAU KAU KUPECAT SEBAGAI ANAKKU. ARASSEO!" kembali teriakan eomma menggema membuatku harus lagi-lagi menjauhkan iPhoneku dari telinga.
"Ne, arsseo eomma. Aku akan pulang besok lusa."jawabku malas lalu aku segera mematikan sambungan telponku secara sepihak kalau tidak aku yakin eommaku yang terkenal cerewet itu akan kembali berteriak dengan tidak berperikemanusiaan pada telingaku ini.
Donghae pov end*
Siwon pov*
Tanpa terasa sudah enam bulan setelah kecelakaan itu terjadi. Aku kini mulai kembali beraktivitas seperti biasa setalah hampir lima bulan aku tidak pernah keluar rumah dan mengurung diriku di kamarku sendirian membuat perusahaanku terbengkalai. Kedua orang tuaku sudah menjelaskan bahwa Kibum hilang dalam kecelakaan mengenaskan itu. ada secercah harapan yang muncul dibenakku mendengar kenyataan itu. masih ada kemungkinan Kibum hidup, aku pun sudah menyuruh orang untuk mencarinya, namun sama sekali belum ada hasil yang memuaskan.
Aku melangkahkan kakiku memasuki Choi Entertaiment dengan gagah, semua orang memberi hormat padaku saat aku berjalan melewati mereka semua. Tatapan angkuhku mulai menguar di balik wajah tampanku. Kini diwajahku tak ada lagi keramahan ataupun senyuman. Sekarang hanya ada Siwon yang dingin dan perfect. Siwon yang dulu telah aku kubur dalam-dalam semenjak aku kehilangan istriku tercinta. Sebenarnya dimana kau Choi Kibum? kenapa kau tak mencariku? Apa kau baik-baik saja sekarang? Selalu Pikiran-pikiran ini lagi yang ada di otak jeniusku.
"Pak ada berkas yang harus anda tanda tangani,"ucap Park ahjussi membuyarkan lamunanku.
"Ne, cepat bawa ke ruanganku,"perintahku tegas.
Aku segera memasuki ruangan kantorku. Mungkin semua orang telah menganggapku gila karena kau tau aku menaruh foto Kibum istriku dimana-mana, dan lebih parahnya lagi wallpaper salah satu dinding kantorku ada yang bergambar Kibum. aku tak perduli semua orang menganggapku gila atau apa, bagiku yang terpenting aku merasa Kibum selalu di dekatku.
"Aku sangat merindukanmu Bummie, kuharap kau baik-baik saja."aku berbicara pada foto Kibum yang ada di meja kerjaku lalu menciuminya antusias seolah foto itu benar Kibum istriku tanpa sadar Park ahjussi sudah berdiri di depan pintu ruang kerjaku.
"Maaf mengganggu pak, saya hanya mau menyerahkan berkas-berkas penting yang harus anda tanda tangani,"jelasnya takut melihat ekspresiku kini seolah siap menerkamnya saat inijuga karena ia sedang mengganggu kegiatanku saat ini.
"Cepat berikan padaku,"suruhku padanya yang dengan cepat ia turuti, lalu dengan cepat ia keluar dari ruanganku dengan takut saat aku sudah memberikan tanda tanganku padanya.
Siwon pov end*
Author pov*
Kibum sedang berjalan sendirian, ia tampak bingung pasalnya Donghae tadi menyuruhnya untuk menyusul ke perusahaan karena ada berkas yang tertinggal di rumahnya. Kibum lupa apa nama perusahaan Donghae hingga ia harus berputar-putar mencari perusahaan yang ada di pusat kota Seoul tersebut.
"Aishh yang mana perusahaan Donghae oppa? Semuanya tampak sama,"ucap Kibum putus asa. Kibum segera mengambil iPhonenya dari dalam tas mungilnya lalu segera menghubungi Donghae, namun sialnya handphone Donghae sekarang sedang tidak aktif.
"Aishh eottokhae?"tanyanya pada diri sendiri. Ia mengelap keringat yang ada pada wajahnya karena cuaca hari ini memang sangat terik membuat wajahnya memerah karena panas.
"Mungkin saja yang itu perusahaan Donghae oppa,"ucapnya antusias lalu segera masuk ke dalamnya.
Semua mata kini tertuju padanya, selain karena melihat kecantikan seorang Choi Kibum, mereka juga kini sedang memastikan sesuatu akan sosok wanita yang ada dihadapan mereka ini. Kibum sama sekali tak menghiraukan pandangan mereka semua terhadapnya, ia terus berjalan menuju sebuah meja resepsionis . sang penjaga resepsionis tampak sangat terkejut melihat sosok Kibum yang ada dihadapannya sekarang.
"Ny-Nyonya Choi."ucap sang penjaga resepsionis tersebut tanpa sadar.
"Apa benar ia perusahaan Lee Donghae?"tanya Kibum dengan polosnya, namun sang resepsionis masih tampak terkejut rupanya.
"Maaf, ini perusahaan Choi Siwon. Choi Entertaiment."jelas sang resepsionis berusaha sopan.
"Oh jadi begitu, kamsahamnida."Kibum kembali melangkahkan kakinya keluar tepat saat Siwon keluar dari lift hendak makan siang di luar.
Siwon membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Apa dia sedang berhalusinasi seorang Choi Kibum sedang ada di kantornya? Atau ini semua memang nyata. Siwon melihat seorang yang sangat mirip dengan istrinya sedang berjalan keluar dari perusahaannya. Dengan agak berlari ia segera menyusul sosok itu lalu segera membalikkan badanya agar berhadapan dengan dirinya.
"Bu-Bummie..."Siwon membelalakkan matanya tak percaya.
To be continued ...
Annyeong readers^^
Saya kembali lagi dengan FF ini. Apakah ada yang menunggu updatenya FF ini? Haha pede.
Huhh karena saya lagi senang jadi saya bisa update FF ini. Dan terimakasi banyak bagi para reader yang uda doain aku selama ini. Akhirnya aku bisa masuk PTN favoritku hehe^^ baiklah tidak usah banyak omong ya. Mohon reviewnya lagi ^^ gomawo.
The big thanks to:
Iruma chan: ney : DindaR : SiBum forever : Kyu : Shofy Nurlatief : RistaMbum : ichigobumchan : KimShippo : yuukishima7 : zakurafreeze : and 10 guest :
Oh ya kalau review mohon ada namanya ya supaya aku bisa sebutin nama kailan nanti. Okeh gomawo my readers ^^
.
.
.
Jeongmal gomawo readers^^
.
.
Review again please^^
