Warning!

Cerita mengandung unsur BxB

Cerita murni hasil otak sendiri

WILL YOU (?)

Cast :

Jeon Jungkook,

Kim Taehyung,

Kim Jungie

Pairing :

KookV !

Genre :

Drama, Romance, Family

Rated : T (Two Shoot)

Author : Taejeon (92L)

Namja x Namja, Yaoi, Typo Bertebaran

-check disc out-

DL!DR!

~ Enjoyed ~

.

.

Sudah 2 bulan Jungkook dan Jungie akrab bahkan dengan Taehyung juga, Jungie akan merengek ke sang eomma untuk mengijinkannya berkunjung atau lebih tepatnya bermain ke apartemen Jungkook.

Dan sudah 2 bulan juga Taehyung menutup identitas aslinya dari Jungkook, identitas bahwa dirinya hanya menyamar menjadi seorang yeoja.

Jungie pernah bertanya ke Taehyung, kenapa Taehyung kalau keluar rumah akan berpenampilan seperti eomma pada umumnya, dan Taehyung hanya menjawab 'eomma hanya ingin melindungi Jungie'.

Dan setelah itu Jungie yang mengerti atau tidak berhenti bertanya ke sang eomma dan lebih menikmati apa yang eommanya lakukan tanpa mempermasalahkannya.

Jungie juga tidak bercerita kepada siapapun bahwa eommanya seorang namja bukan seorang yeoja pada umumnya, lebih tepatnya tidak ada yang bertanya padanya.

Bukan tidak ada yang penasaran dengan sosok Kim Taehyung, bahkan dulu Taehyung pernah menjadi buah bibir tetangganya karena aneh dengan sikap Taehyung yang tertutup, atau karena Jungie dilahirkan dari hubungan luar nikah dan ditelantarkan oleh sang appa.

Taehyung yang tidak kuat dengan gosip gosip disekitarnya meminta ke Seokjin untuk membantunya, dan dengan senang hati Seokjin memberikan apartemen kosongnya untuk ditempati Taehyung dan Jungie,

tidak perduli kata kata sana sini yang menganggap Taehyung buruk, karena nyatanya apartemen mewah ini punya perusahaannya Seokjin sendiri.

Seokjin atau Kim Seokjin adalah sepupu kandung Taehyung.

.

.

*Part 2 End*

.

.

Ckleak

"eomma ~" rengek Jungie yang berdiri didepan pintu kamar Taehyung, dengan punggung tangan kanannya digosokkan kematanya, efek baru bangun tidur,

Taehyung masih diam tidak menjawab panggilan Jungie, lebih tepatnya tidak mendengar Jungie memanggilnya,

"eomma~, Jungie lapar . ." Jungie berjalan mendekat ke Taehyung yang masih berbaring dikasurnya, menguncang guncang pelan badan Taehyung yang masih tertutup selimut tebal,

"eugh, Jungie? Wae-yo?" Taehyung berucap dengan suara paraunya, melirik ke Jungie yang berdiri disamping tidurnya,

"Jungie lapar eomma" ucap Jungie sambil mengelus ngelus perutnya lucu,

"oh, maafkan eomma sayang" Taehyung memposisikan dirinya duduk ditepian kasur, menahan rasa sakit yang menyerang kepalanya,

"Jungie tunggu eomma dimeja makan dulu ya, eomma mau mencuci muka dulu"

"baik eomma" setelah berucap, Jungie berlari kecil menuju meja makan.

Taehyung benar benar merasa pusing yang luar biasa dikepalanya, hampir saja tubuhnya terjatuh kalau tidak dengan cepat Taehyung bersandar ke dinding dekat pintu kamar mandi yang berada dikamarnya.

.

.

Setelah selesai mencuci muka, Taehyung berjalan gontai menuju pantry, tersenyum manis melihat Jungie yang mengambil susu kotak yang berada di dalam kulkas dan menuangkan susu itu kedalam gelas kesayangannya,

mengusak surai Jungie sebelum berjalan memutar meja makan menuju pantry,

"Jungie ingin sarapan apa sayang?"

"roti bakar saja eomma" Jungie meneguk susunya setelah berucap,

Taehyung hanya bergumam menanggapi jawaban putranya,

.

Cuma butuh waktu 10 menit untuk Taehyung membuat roti bakar kesukaannya Jungie, roti bakar yang berisi selai kacang dilembar pertama dan selai coklat dilembar kedua dengan taburan keju yang diparut,

Taehyung berjalan kearah Jungie yang sudah menantikan sarapan miliknya, tangan kanan berisi piring dengan roti bakar untuk Jungie dan tangan kiri berisi juice jeruk untuk dirinya.

Duk

Pening yang datang menyerang kepalanya dengan tiba tiba membuat Taehyung harus berbentur dengan sudut dari tempat cuci piring, mencoba menyeimbangkan badannya berdiri tegak,

baru melangkahkan kakinya, tiba tiba saja pandangan Taehyung gelap dan

Brugh / prang

Tubuh Taehyung terjatuh ke lantai yang dingin dan bawaan yg dipegangnya jatuh disekitar tubuhnya yang tergeletak dilantai, serpihan piring dan gelas yang pecah bertabur didekat tubuhnya,

"eomma!?" teriak Jungie yang melihat Taehyung sudah terbaring dilantai dan tidak sadarkan diri,

Jungie berlari kearah Taehyung, menghiraukan pecahan kaca yang berada didekat tubuh Taehyung, bahkan Jungie tidak merasakan serpihan kaca yang sudah menancap di kakinya yang tidak menggunakan alas kaki,

"eomma . . hikss hikss eomma" tangis Jungie sambil mengguncang guncang tubuh Taehyung yang tidak ada respon dari Taehyung,

"eomma hikss" tangis Jungie menjadi karena Taehyung juga tidak membuka matanya,

"eomma . . hikss eomma appo?" Jungie yang memegang wajah Taehyung merasakan suhu badan Taehyung panas, bertanya ke Taehyung dengan mengerjabkan mata berairnya, dan tentu saja tidak ada jawaban dari Taehyung,

"eom_ hyung!" Jungie yang mengingat seseorang yg bisa menolongnya langsung berlari ke arah pintu, membuka pintu itu terburu dan berdiri didepan apartemen milik Jungkook yang berada didepan apartemennya,

Ting tong

Ting tong

Ting tong

Jungie menekan bel apartemen Jungkook dengan brutal, berharap sang pemiliki langsung membukakan pintu, dan assa . . pintu terbuka, menampilkan Jungkook yang sepertinya baru bangun tidur, terlihat dengan rambutnya yang sedikit acak acakan,

"hyung! Jungkook hyung ayo cepat ikut Jungie" Jungie langsung menarik pergelangan tangan Jungkook

"ada apa Jungie-ah?" tanya Jungkook yang menarik pintu apartemennya agar tertutup dan menguncinya,

"eomma hyung, eomma . . hikss" Jungie berucap dengan suara senggugukkannya, Jungkook menautkan alisnya bingung

"cepat hyung, Jungie mohon" Jungie menarik tangan Jungkook agar mengikutinya masuk kedalam apartemennya,

"eomma? Ada apa dengan eomma Jungie?" Jungkook membiarkan Jungie menarik lengannya dan lebih mengikuti kemana Jungie membawanya,

.

Jungie berjalan cepat kearah pantry, melepaskan tangannya yang tadi menarik Jungkook, berlari ke tubuh Taehyung yang masih berbaring di lantai dekat pantry,

Jungkook membulatkan matanya dan langsung berlari ke Taehyung, memposisikan dirinya memangku kepala Taehyung dengan pahanya

"Noo_ namja?!" Jungkook tentu terkejut melihat sosok asli dari eommanya Jungie yang ternyata seorang namja, menajamkan penglihatannya menelusuri setiap bentuk tubuh Taehyung, mungkin ia bisa salah mengira namja ini adalah eommanya Jungie,

"hyung, cepat bantu eomma" dan suara Jungie yang mengatakan bahwa namja dipangkuannya sekarang adalah eommanya, eomma yang selama ini Jungkook kira seorang Yeoja dan nyatanya seorang namja,

"ah!" Jungkook tersadar dari pikiran kacaunya mengenai Taehyung, bagaimana Taehyung bisa dipanggil eomma, dan kenapa Taehyung selama ini menyamar menjadi seorang yeoja,

menggendong tubuh Taehyung dalam dekapannya menuju kamar Taehyung yang dituntun Jungie sebelumnya,

.

.

"bagaimana keadaanya Choi ahjussi, apa ia baik baik saja?" setelah yang dipanggil Jungkook dengan sebutan Choi ahjussi selesai memeriksa Taehyung, Jungkook langsung menghampiri Choi ahjussi,

Choi ahjussi yang dipanggil Jungkook adalah dokter pribadi dan kepercayaan keluarga Jeon, Jungkook lebih senang memanggil dengan sebutan ahjussi dari pada Uisa-nim atau embel embel lainnya.

"tidak perlu khawatir, ia hanya kelelahan dan sedikit stress sepertinya" ucap Choi ahjussi dengan melirik ke Taehyung yang masih berbaring dengan lelap,

"stress?" Jungkook menautkan alisnya bingung,

"ya stress, aku lihat sepertinya beban yang dipikulnya terlalu berat dan sepertinya ia banyak memikirkan tentang kehidupan putranya" Choi ahjussi melirik sekilas ke Jungie yang menggenggam erat telapak tangan kanan Taehyung,

"apa maksudnya ahjussi?" Jungkook benar benar bingung dengan apa yang diucapkan sang dokter kepadanya,

"kau ini, tetap tidak berubah, tetap lambat dalam menanggapi situasi" Choi ahjussi memukul kepala Jungkook cukup bertenaga.

Jungkook hanya meringis kesakitan karena pukulan Choi ahjussi,

"kau tidak bisa lihat, mungkin dia stress karena memikirkan anaknya yang lahir dari tubuh seorang namja, memikirkan kehidupan anaknya yang akan disakiti dan diejekin oleh teman temannya karena memiliki seorang eomma namja" dan kali ini Jungkook mengerti kenapa Taehyung menyamar menjadi seorang yeoja, menatap sendu ke Taehyung yang masih terlelap,

"ba_" ucapan Jungkook terhenti karena Choi ahjussi memotongnya

"tentu aku tahu apa yang terjadi padanya, kau lihat putranya dari tadi menangis dan memegang tangannya sampai sekarang, memanggil namja itu dengan sebutan eomma berulang kali"

"dan disitu aku bisa menebak apa yg terjadi padanya" lanjut Choi ahjussi menatap Jungkook yang masih memperhatikan Taehyung dan Jungie,

"aku rasa dia butuh seseorang yang benar benar bisa menjaga dirinya dan putranya, seseorang yang menerima dirinya apa adanya" Choi ahjussi menepuk pundak Jungkook seakan mengerti kenapa ia berbicara seperti itu,

"kalau begitu aku permisi, jangan lupa setelah ia bangun, berikan obat yang sudah aku letakkan di meja nakas dekat tempat tidurnya, dan aku tahu kau pasti mengerti dengan ucapan ku tadi, aku mengandalkan mu Jeon Jungkook" Choi ahjussi berlalu pergi keluar dari kamar Taehyung dan lebih memilih kembali ke Rumah sakit karena mendapat telpon bahwa ada pasien yang harus ditangganinya.

"aku rasa aku tahu harus berbuat apa" Jungkook berjalan mendekat ke Taehyung, duduk ditepian kasur tempat Taehyung berbaring.

Mengelus lembut pipi Taehyung yang begitu lembut dan sedikit panas yang dirasa oleh indra perabanya, Jungie masih memperhatikan Jungkook yang mencium sekilas bibir pucat Taehyung.

"hyung" panggil Jungie ke Jungkook, Jungkook menoleh ke Jungie yang berada disisi kanan Taehyung dan dirinya berada disisi kiri Taehyung,

"tidak Jungie, appa, Jungie harus memanggil appa mulai sekarang bukan hyung" Jungkook mengacak puncak kepala Jungie,

Jungie mengembangkan senyumnya, tentu Jungie sangat senang, dari awal memang Jungie ingin memiliki seorang appa dan Jungie juga menyukai Jungkook yang sayang padanya dan eommanya dari awal pertemuan mereka,

"nhe appa" ucap Jungie dengan suara semangatnya.

Kalau kalian bertanya tentang kaki Jungie yang tadi menginjak buing buing kaca waktu dipantry, jawabannya tidak perlu khawatir karena Jungkook langsung menyadari Jungie yang meringis kesakitan ketika Jungkook membaringkan tubuh Taehyung dikasur,

melirik dan membulatkan matanya ketika melihat kaki Jungie yang sudah mengeluarkan darah segar, selagi menunggu Choi ahjussi datang, Jungkook membersihkan kaki Jungie dan mengobati goresan goresan akibat buing kaca yang mengoyak telapak kakinya,

dan setelah Choi ahjussi selesai menangani Taehyung, Jungkook meminta Choi ahjussi untuk memeriksa kakinya Jungie, dan Choi ahjussi berkata 'tidak perlu khawatir, itu hanya luka kecil dan mungkin akan sembuh beberapa hari lagi'.

.

.

Taehyung menggeliat kecil merasakan beban berat dilengan kiri dan juga dadanya, mengerjabkan matanya melihat Jungie yang tertidur diatas dadanya, dan melirik ke sisi kiri, tersenyum melihat Jungkook yang juga tertidur disampingnya dengan tangan Jungkook menggenggam erat telapak tangan Taehyung.

Ada ruang hati Taehyung yang menghangat melihat kedua orang yg dicintainya begitu mengkhawatirkan dirinya dan ada disisinya ketika ia membutuhkannya.

Taehyung akui ia jatuh dalam pesona Jungkook ketika pertama kali bertemu dengan Jungkook di mall.

"eugh" suara leguhan terdengar dari Jungkook oleh indra pendengar Taehyung, Jungkook menggeliat kecil

"kau sudah bangun" Jungkook mengerjabkan kedua matanya melihat Taehyung yang sedang tersenyum manis kearahnya, yang dibalas anggukan dari Jungkook atas ucapan Taehyung padanya.

Jungkook melirik kearah Jungie yang tertidur,

"aku rasa dia benar benar lelah menjaga mu satu harian, bahkan Jungie tidak mau melepaskan genggaman tangannya pada mu" kekeh Jungkook memposisikan dirinya mengambil Jungie, membenarkan tidur Jungie disamping Taehyung,

"em, kau benar" Taehyung memposisikan dirinya duduk dan menyender ke kepala kasur yang dibantu oleh Jungkook,

"maaf" lirih Taehyung

"maaf? Untuk?" Jungkook menautkan kedua alisnya

"maaf karena merepotkan mu, dan maaf karena aku membohongi mu selama ini dengan aku yang menyamar menjadi seorang yeoja" Taehyung meremas kuat ujung selimut yang dipakainya,

"tidak hyung, kau tidak merepotkan ku, aku senang bisa membantu mu, dan aku tahu pasti kau memiliki alasan sendiri menutupi identitas mu" Jungkook menggenggam erat kedua tangan Taehyung,

"hyung, kau tahu" Taehyung memiringkan sedikit kepalanya menoleh ke Jungkook,

"tahu? Tahu tentang apa?" ucapnya

"sejak pertama kali aku melihat mu, aku menyukai mu, dan setelah aku mengetahui tentang kebenaran diri mu, aku semakin menyukai mu" Jungkook menjeda kalimatnya,

"aku tahu ini tidak masuk akal, tapi yang aku ucapankan memang benar hyung, aku menyukai mu apa adanya, aku tidak perduli kau Namja karena aku benar benar menyukai mu, saranghae Kim Taehyung" Jungkook mengecup lembut punggung tangan Taehyung,

"aku_" Taehyung tidak bisa menahan air matanya yg keluar tiba tiba,

"nado saranghae Jeon Jungkook" berhambur memeluk Jungkook, melingkarkan tangannya memeluk leher Jungkook, menyembunyikan wajahnya diperpotongan leher Jungkook

"aku akan melamar mu besok hyung" Taehyung melepaskan pelukannya dan menatap Jungkook

"ayo kita menikah hyung, membangun sebuah keluarga bersama" Taehyung mencoba mencari kebohongan atau bualan dari dalam sorotan mata Jungkook, tapi ia tidak menemukannya,

sorotan tajam dan penuh keyakinan Jungkook yang terpancar disana, Taehyung benar benar tidak bisa menaha air matanya yang keluar, air mata bahagia atas ucapan Jungkook

"hyung, will you marry me?" ucap Jungkook yg dibalas anggukan dan tangisan dari Taehyung, Taehyung memeluk Jungkook lagi dan bergumam 'yes yes yes'

Jungkook memeluk erat Taehyung yang menerima permintaanya, menghirup aroma tubuh Taehyung yang sekarang menjadi candu baginya.

Melepaskan pelukan itu dan memberikan jarak diantara wajah mereka,

"aku benar benar sangat mencintai mu hyung" mendekatkan wajahnya ke Taehyung, memiringkan sedikit kepalanya dan menempelkan bibirnya dibibir Taehyung,

Jungkook perlahan melumat bibir Taehyung yang dibalas oleh Taehyung, ciuman yang hanya menggambarkan perasaan mereka satu sama lain tanpa napsu sedikit pun.

.

.

"apa kau tidak menginap, ini sudah terlalu malam Jungkook-ah" ucap Taehyung yang melihat Jungkook membenarkan posisi tidur Jungie agar tidak terjatuh, menarik selimut hingga dada Jungie, mengecup lembut kening Jungie

"hyung kau lupa, jarak apartemen ku dengan milik mu tidak butuh waktu 5 menit untuk sampai kesana" Jungkook berjalan mendekat ke Taehyung, membantu Taehyung agar berbaring,

"tidak bisakah kau menginap disini" Taehyung memegang erat lengan kanan Jungkook,

"ku mohon" lanjut Taehyung dengan wajah memohonnya, wajah yang begitu menggemaskan bagi Jungkook,

"baiklah sayang, aku akan menginap disini" mencubit pelan hidung bangir Taehyung, Taehyung menggeser tubuhnya kesamping kanan, sedikit menempel ke Jungie, memberi ruang ke Jungkook agar berbaring disampingnya.

Jungkook yang mengerti pun terkekeh pelan dan beranjak berbaring disamping Taehyung.

Jungkook menjulurkan tangan kirinya, sedikit mengangkat kepala Taehyung dan membiarkan lengan kirinya jadi bantalan bagi Taehyung, Taehyung melingkarkan tangannya memeluk pinggang Jungkook,

menyamankan posisinya didekapan Jungkook, mendengar dengan jelas degupan jantung Jungkook yang berpacu dengan indah.

"aku sangat bahagia Kook-ah" Taehyung mengeratkan pelukannya dipinggang Jungkook

"bahagia karena kau menerima ku dan Jungie" Jungkook mencium dalam puncak kepala Taehyung, mengelus lembut surai Taehyung,

"aku juga bahagia hyung, bahagia karena kau menerima ku".

.

.

.

END.

Special Thanks buat reviewnya :

Kyunie, Tamu, NopChikv, NabillaTaehyung ~

terima kasih banyak atas review dan juga yg follow cerita ini,

Taejeon mencintai kalian :*