.
.
.
Disclaimer: Hetalia make by Himaruya Hidekazu /PAPA HIMA! *dilempar* and not mine!
Warning: Contain yaoi/yuri hints, full of OOCness, typo, and kinda gory
(I hope you okay with that, LOL.)
.
.
.
Seorang pria dengan rambut pirang yang di sisir kebelakang dan matanya sebiru lautan itu mendesah lelah, ia merapikan tumpukan kertas yang ada di meja kerjanya. Ia mengusap keringat yang ada di dahinya. "Akhirnya, semua dokumen-dokumen ini selesai aku tandatangani ..." gumamnya, seorang lelaki yang lebih pendek darinya mengampiri, tidak lupa dengan kimono warna merah muda dengan lambang hati. "Ludwig-san? Tugasmu sudah selesai?" tanya Kiku, lelaki itu. Ludwig menghela napas untuk kedua kalinya. "Ya. Baru saja aku menyelesaikannya, hah ... melelahkan sekali." Ucapnya pada Kiku. "Jika kau mau, aku akan menuangkan segelas bir untukmu agar kau tenang." Tawar Kiku, Ludwig hanya mengangguk lemah.
Ludwig, Kiku, sang jack, Lovino Vargas, dan juga dua ace kembar bersaudara, João Henrique Lisboa-Carriedo, dan Antonio Fernandez Carriedo, sedang mengadakan pesta teh dihalaman belakang istana dengan tenang seperti biasa, tidak ada yang terjadi, tidak ada yang aneh, semuanya tampak normal. Namun tiba-tiba saja, Feliks Łukasiewicz, salah satu penjaga kerajaan berteriak. "Y-Yang Mulia! A-ada yang datang!" teriak Feliks heboh, Ludwig berdiri dari bangkunya. "Siapa itu?" tanyanya, "S-saya tidak tahu siapa dia, Yang Mulia! Namun dia berkata bahwa dia adalah keturunan keluarga kerajaan Vargas!" ucap Feliks panik, semuanya yang ada disana membelalak, 'Keturunan kerajaan Vargas?' batin mereka. "Apa maksudnya!? Bukannya hanya aku dan Romeo ya keluarga Vargas yang tersisa!?" ucap Lovino kaget. "Se-setahuku juga begitu, Lovi ..." sahut Spain sambil melirik kearah João. João hanya bisa diam. Dengan sigap, Kiku dan Ludwig segera menuju ruangan depan istana. Disana, sudah ada seorang pria dengan topi dan pakaian ala pastur berwarna putih, wajahnya tertutup separuh karena topi itu, namun, yang Ludwig ketahui, pria itu sedang tersenyum.
"Siapa yang ingin bertemu denganku?" tanya Ludwig, Romeo Vargas (Aph Seborga) menjawab sambil menghormat. "Pria ini, Yang Mulia!" ucap Romeo, ia mempersilakan Ludwig untuk melihat sendiri siapa pria itu. Ludwig dan Kiku berdiri tepat di hadapan pria itu, pria itu masih saja terdiam sambil menggumamkan lagu. Kepalanya mengangguk-angguk pelan dengan santainya. "Hey, siapa kau?" tanya Ludwig serius. Kiku ada disampingnya, berusaha mengamati pria itu. "Eh? Aku? Aku adalah pewaris tahta kerajaan ini karena aku adalah keturunan Vargas." Ucap pria itu dengan nada riang. "Jangan bercanda! Keluarga Vargas yang tersisa hanya aku dan Romeo kau tahu—!" teriak Lovino, disampingnya, Antonio dan João berusaha menenangkan. "Ah! Kau pasti Lovino kan?" ucap pria itu tiba-tiba, "Lama tidak bertemu, fratello!"
"Jangan banyak basa-basi! Tunjukkan wajahmu!" bentak Ludwig tidak sabaran, ia menampar topi milik pria itu, alhasil, topi itu terjatuh ke tanah dan menampakkan wajah dari pria itu. Ia memiliki surai coklat terang dan mata keemasan yang terlihat indah, tidak lupa dengan lengkungan rambut khas keluarga Vargas, ia tersenyum ceria.
"Ah, kasar sekali ... jika kau menyuruhku, aku akan melepaskan topi ini kok." Ucapnya sambil mengambil topinya. "Namaku adalah Feliciano Vargas." Ucapnya lagi. Kiku menarik baju Ludwig pelan, "Dia tidak berbohong, Ludwig-san." Ucap Kiku, itu membuat Ludwig semakin kebingungan. Tiba-tiba saja orang ini muncul, dan mengaku sebagai pewaris tahta kerajaan Hearts. Siapa yang tidak bingung dan curiga? "Maaf, sir Feliciano. Tetapi, setahu saya, Yang Mulia Romulus hanya memiliki satu cucu sah sebagai pewaris, yaitu Lovino Vargas, berbeda dengan Romeo Vargas yang tidak sepenuhnya keluarga Vargas. Namun, karena suatu keadaan, ia tidak bisa menjadi pemimpin kerajaan ini." Ucap João, Feliciano tertawa. "Haha, aku senang kau mengatakan hal itu, ve~ Ya, ya, itu benar, namun tidak sepenuhnya!" ucap Feliciano sambil merentangkan kedua tangannya. Ludwig, yang mampu membaca keadaan tanpa ragu menatap sengit, "Apa yang kau mau?"
Feliciano tersenyum manis. "Jadikan aku sebagai jack kalian."
xXThe Heart SaviorXx
Awalnya, tidak ada yang setuju jika Feliciano menjadi jack dari kerajaan Heart, apalagi jack adalah posisi tertinggi setelah raja dan ratu. Apalagi dengan Lovino, yang tidak terima posisinya digeser oleh orang yang tidak jelas asal-usulnya seperti itu. Namun, setelah di pertimbangkan dengan para tetua kerajaan. Mau tidak mau mereka harus setuju. Sejak hari itu, mereka terus mengamati gerak-gerik Feliciano. Tidak ada yang mencurigakan, dia hanya suka berjalan-jalan keluar sambil menggoda beberapa gadis, bermain dengan kucing, atau tidur siang, itulah hal yang selalu ia lakukan. Tidak ada tanda-tanda aneh apapun. Alasannya untuk menjadi jack masih tidak jelas, apalagi dengan kekuatan yang ia punya.
Kiku, orang paling tenang yang ada di kerajaan itu tidak memusingkan apapun tentang Feliciano. Walau ia mencurigakan atau aneh, ia yakin bahwa Feliciano bukanlah orang jahat, ia sendiri tidak tahu kenapa, namun ia menyakini bahwa orang yang menyukai kucing bukanlah orang yang jahat, setidaknya benar-benar tidak terlalu jahat ... itulah yang ia pikirkan. Walaupun diserang dari belakang, ia akan segera tahu karena instingnya yang sangat tajam dan refleks yang luar biasa. Di pangkuannya, ia mengelus seekor kucing dengan perlahan, ia tersenyum tipis. "Ve~ Itu kucingmu?"
Kiku terkejut setengah mati, ia otomatis mengeluarkan katana dari balik kimono miliknya. "Ve! I-ini aku! Jangan bunuh aku!" teriak Feliciano, Kiku langsung menenangkan dirinya. "Maaf, aku refleks melakukannya." ucap Kiku, "Maukah kau duduk disampingku, Feliciano-san?" Feliciano mengangguk riang, "Ve~ Kucingmu lucu sekali!" ucap Feliciano gemas, Kiku hanya tersenyum. Selama beberapa waktu, mereka berdua asyik mengobrol. Hingga rasanya inilah waktu yang tepat untuk mengenal Feliciano lebih dalam lagi, kerajaan ini adalah kerajaan Heart, hingga rasanya aneh jika tidak ada rasa kekeluargaan atau cinta kasih. "Maaf Feliciano-san, tapi, apa alasanmu menjadi jack di kerajaan ini?" tanya Kiku, Feliciano tersenyum, "Aku tidak bisa memberitahumu sekarang, tapi aku akan memberikanmu satu petunjuk." ucap Feliciano, "Percaya."
.
.
.
Heheh, ada yang bisa nebak petunjuk dari Feli? Petunjuknya cuma satu kata lho, tapi bermakna, dan itu bakal berpengaruh besar dalam cerita ini :)
Yah, author berusaha keras agar Feli gak terlalu OOC. Author pengen dia jadi karakter yang misterius, namun gak keluar dari karakternya dia, gatau ini berhasil atau nggak -_-''
Author juga usahakan gak ada pairing apapun kecuali yang sudah kelihatan cannon (Contoh: Austria x Hungary/HRE x Chibitalia) AusHun cannon dari mana? Hmm, silakan tonton episode buon san valentino ya~ Hehe.
Cukup sekian dari author yang kece badai ini /huek/ Semoga suka dengan FF ini!
Sayonara~
