Chapter 2
How Would You Answer My Heart?
HunKai|SeKai|HunSoo|ChanHan
Don't like? Don't Read!
Cast : Kim Jongin (GS)
Oh Sehun
Byun Baekhyun (GS)
Park Chanyeol
Do Kyunsoo (GS)
Xi Luhan (GS) and other...
Gendre : Romance, Humor(dikit), GS, Hurt&Comfort, happy ending.
Rate : T
Note : ini ff kedua saya, and this fic is GS(Genderswitch) please Riview
Geumapseumnida...
HAPPY READING~
.
.
.
+++HunKai+++
pagi itu Chanyeol berjalan dengan ceria memasuki gerbang sekolahnya Acid High Shool dan senyum lebar sambil memegang kedua tali tas ranselnya, persis seperti anak TK yang tak sabar ingin memasuki sekolah berunya, sesekali dia menyapa murid lain yang dikenalnya.
"helo, Jung-Ah.." sapa Chanyeol pada seorang siswi yeoja berambut hitam panjang, orang yang disapa Chanyeol tadi tersenyum kembali.
"hai Chanyeol."
"Annyeong Mi-young noona.."
"nde, Chan"
"selamat pagi Jungkook! :D"
"ohh.. hai Chanyeol" Chanyeol terus berjalan hingga dipenghujung belokan dan ada sebuah tangga untuk menuju lantai satu, Chanyeol menaikinya dan dia langsung berpapasan dengan Jongin.
"oh Jonginnie!"
"ah! Chan-oppa.." Jongin mengelus dadanya.
"...kau membuatku terkaget" sambung Jongin hampir mendaratkan jitakannya pada kepala Chanyeol, Chanyeol menyengir watados.
"hehehe.. mianhae, eh ngomong-ngomong kau ingin kemana? kenapa terlihat buru-buru sekali?" tanya Chanyeol, Jongin melirik jam tangannya sekilas.
"ahh... sebenarnya ada yang tertinggal dirumah"
"apa?"
"itu.. buku ekspidisi kimia yang lusa kemarin kupinjam diperpustakaan harus segera dikembalikan hari ini, jika tidak kartu perpustakaanku akan ditahan" Jongin terlihat panic, melihat ekspresi panic Jongin itu Chanyeol jadi ikut-ikutan panic.
"ahh! kalau begitu biar oppa antarkan kerumah, ne?" kata Chanyeol berbinar, Jongin meringis.
"tidakkah merepotkan?"
"ani! oppa membawa motor kok! hehehehh" kata Chanyeol sambil cengengesan, Jongin tertawa kecil namun mengangguk. Chanyeol tersenyum lebar dan menarik tangan Jongin menuju parkiran. Sehun menatap tak percaya kearah keduanya dari atas rooftop.
"kenapa mereka terlihat sangat dekat sekali? bahkan aku belum pernah melihat senyum Jongin, nah itu?! bahkan Jongin tersenyum pada Chanyeol!" Sehun mengacak rambutnya frustasi.
.
Jongin turun dari jok belakang motor matic milik Chanyeol dengan tergesa, dan...
Sreettt~!
"..."
"..."
rok mini yang Jongin kenakan sobek bagian belakangnya, Chanyeol yang tadi sempat 'melihat' bokong Jongin-pun segera menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya. Jongin terpekik namun langsung berlari memasuki rumahnya.
"OPPAAAAA KEMBALI SAJA KESEKOLAH! AKU INGIN MWNGGANTI ROKKU...aissshhh"
"...ahhh astaga" Chanyeol memutar balik motornya, dan wajahnya tiba-tiba saja memerah.
.
Jongin berlari memasuki kamarnya dengan gerakan kaki seribu(?), Eonnie-nya 'Kim Luhan' yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya melototkan matanya saat melihat sang adik berlari kesetanan kedalam kamarnya membuat tugas naskahnya tercoret.
"YA KIM JONGIN, ADA APA DENGANMU?!"
"..."
tak ada sahutan dari Jongin, Luhan yang mudah emosian itupun segera berdiri dan berjalan memasuki kamar Jongin dengan berkacak pinggang. dan dia melihat Jongin yang berdiri disamping lemari bajunya sambil menenteng rok sekolahnya yang sobek.
"kenapa kau telah pulang, kau membolos?!" tuding Luhan sambil melototkan matanya dan berkacak pinggang didepan pintu kamar Jongin. Jongin menoleh dengan mendelik sinis pada Eonnie-nya itu.
"eonnie jangan menuduhku! aku tidak mungkin ingin membolos!"
"terus kenapa kamu telah pulang pukul segini?!"
Bukk
Jongin melempar rok sekolah yang tadi dipegangnya kepada Luhan, Luhan menangkapnya dan segera melihat rok itu. dan seketika matanya melotot.
"...kau?! kenapa bisa sobek seperti ini, Kim Jongin?" Luhan menggeram, Jongin memutar bola matanya malas.
"tadi buku ekspedisi kimia yang kupinjam lusa lalu tertinggal dan aku ingin mengambilnya, dan Chanyeol oppa yang mengantarkanku pulang..."
"Chanyeol?" Luhan mengrenyit, Jongin mengangguk cepat.
"...tetapi pas aku ingin turun rokku sobek karena tergesa...yahhh"
"KAU! Eonnie sudah bilang berapa kali padamu bahwa berhati-hati Kim Jongin!.." Luhan berteriak, Jongin menghela nafas panjang.
"arraseoyeo, tetapi itu telah terjadi Luhan!"
"PANGGIL AKU EONNIE, JONGIN!"
"yaya... Luhan-eonnie.." Luhan memutar bola mata jengah, lalu beralih pada rok Jongin yang sangat pendek itu.
"jadi kau akan pergi sekolah dengan rok super pendekmu itu?!" hardik Luhan, Jongin ikut menatap roknya. benar, roknya sangat pendek... bahkan mungkin hanya menutupi sepuluh senti paha mulusnya.
"...mau bagaimana lagi? aku tidak memiliki rok yang sama lainnya selain yang kukenakan ini.." balas Jongin, Luhan menghela nafas panjang.
"..."
"..."
Jongin menatap Luhan takut, bagaimanapun Luhan sangat menyeramkan jika murka(?).
"eonnie..."
"aku akan baru menerima uang minggu depan, eonnie harap kamu bisa menjaga diri karena seragam itu.." Luhan berucap datar dan segera pergi meninggalkan Jongin yang berdiri sendirian dikamarnya.
"maafkan aku Luhan, aku bukan dongsaeng yang berguna... sejak Eomma dan Appa meninggal aku selalu menyusahkanmu..hikss"
.
.
.
+++HunKai+++
- In Library Shool
Sehun tengah menatap sosk Jongin yang sedang mencari-cari buku dirak perpustakaan sekolah dilantai tiga. Jongin mencoba mengambil sebuah buku yang berada dirak teratas, namun ia tak sampai. tiba-tiba seorang namja dengan tinggi menjulang yang diketahui bernama Kris Wu mendekati Jongin dengan senyum mautnya, Sehun melototkan matanya, diapun memasang telinga(?) untuk menguping.
"ehmm.. Jongin?" sapa Kris canggung, Jongin menoleh tetap dengan ekspresi datarnya.
"Kris sunbae? ada apa?"
"kau... ingin mengambil buku yang seperti ini?" Kris menunjukkan sebuah buku dengan sampul yang sama seperti buku yang tadi ingin Jongin ambil, Jongin mengangguk pelan. lalu Kris tersenyum tampan(?) sambari memberikan buku yang dipegangnya kepada Jongin, Jongin mengrenyit namun tetap menerima buku itu.
"..tadi aku melihatmu kesusahan saat ingin mengambil buku itu, kebetulan aku telah mengambil buku yang sama.. jadi kupikir kau inin meminjamnya.." kata Kris sambil menggaruk belakang tengkuknya, Jongin tersenyum kecil. Sehun menatap tak suka kearah mereka.
"Tskk! apa-apaan dia itu?! sok akrab sekali!" sungut Sehun kesal.
"terimakasih, sunbae" jongin membungkuk sopan pada Kris, namun mata Kris terfokus pada bokong Jongin.
"ahh... sa-sama-sama, Jongin...hehehe kalau begitu.. aku kembali kekelas, ya.. se-selamat tinggal" Kris segera meninggalkan Jongin yang berdiri sambil tetap memasang ekspresi datarnya, Jongin melihat-lihat kekarah bangku perpustakaan yang sengaja disiapkan untuk membaca itu dan seluruh bangku telah penuh kecuali bangku yang berada dihadapan Oh Sehun... tepat dihadapannya. Jongin menghela nafas dan mulai melangkahkan kaki jenjangnya menuju kearah bangku dihadapan Sehun.
- Sehun side
Sehun segera mengambil buku yang tadi dipinjamnya dan menutui wajahnya berpura-pura fokus pada bukunya. Jongin duduk dihadapannya dengan gerakan slow motion dan melihat-lihat buku yang dibawanya.
Deg Deg Deg
mulut Sehun bergerak-gerak tak jelas, Jongin mengalihkan pandangannya pada Sehun yang terlihat aneh itu.
"kamu sedang apa-_-?" Jongin bertanya pada Sehun, Sehun tetap tak menurunkan bukunya.
"..a-aku.. sedang fokus membaca.. ja-jangan mengganggu..." jawab Sehun nervoust, Jongin memutar bola mata malas.
"kenapa membaca bukunya terbalik?"
Deg!
"...Shittt" Sehun mengumpat pelan dan segera membalikkan buku yang ternyata terbalik itu.
"..a-aku terbiasa membaca seperti itu... ahh.. aku duluan ya" lalu beranjak meninggalkan Jongin.
"ck, pabo namja"
.
.
.
Sehun telah rapi dengan kaos biru muda panjang dan jens biru tua selutut dan berniat pergi keluar, tiba-tiba...
"Sehun, kaukah itu?"
Sehun terkaget namun tetap menoleh dan mendapati ibu tirinya 'Kim Hae Joo' yang sedang membawa segelas susu hangat serta biskuit sambil tersenyum lebar. Sehun tidak menjawab, namun langsung beranjak meninggalkan HaeJoo keluar pintu utama rumah bak istana itu. Haejoo menghardikkan bahunya acuh dan tetap berjalan menuju kamar anaknya yang berada dilantai satu.
Tok Tok tok
"masuk!" teriak sang pemilik kamar yang tak lain adalah anak kandung Haejoo sendiri saat sebelum menikah dengan Kyuhyun. yeoja bernama 'Kim Yura' itu terlihat sedang bersantai disofa empuk disamping jendela besar sambil memainkan laptopnya, Haejoo meletakkan susu serta biskuit yang tadi dibawanya disamping lampu tidur.
"Yura, Eomma bawa susu serta biskuit kesukaanmu, sayang"
"hmmm..." gumam Yura tetap serius pada laptopnya. Haejoo tersenyum miring.
"chagi, tadi Sehun telah pergi, dan Appamu juga telah pergi kekantornya..."
"dia bukan Appaku, Eomma!" Yura berteriak, Haejoo menghela nafas jengkel.
"ya, ya, ya.. dia memang bukan Appamu, ya setidaknya kau bersikap manis padanya untuk beberapa saat ini sebelum aku membawa semua kekayaan ini dan menggugatnya" Haejoo mencibir. sedangkan Yura tetap acuh-tak-acuh.
"...terus?"
"cepatlah berdiri!" teriak Haejoo segera menarik tangan anaknya dan menyeret(?)nya keluar kamar, Yura melotot.
"Ya Eomma! kita mau keman_"
"Shhhttttttttt... diam Yura! nanti para maid dengar!" sungut Haejoo sambil membungkam mulut anaknya itu, Yura menceloteh tidak jelas. tiba didepan sebuah pintu bercat cokelat tua mereka berdua berhenti dan Haejoo-pun melepaskan dekapannya.
"aisshh"
Cklekk
"ayo masuk!" Haejoo menarik kembali tangan Yura dan segera masuk kedalam ruangan bernuansa hitam-merah yang ternyata adalah ruang kerja Kyuhyun itu dengan cepat lalu menutup pintunya.
"Ya, kenapa Eomma membawaku kemari?.." tanya Yura, Haejoo tak menjawabnya dan langsung berjalan meninggalkan Yura yang berdiri disamping rak-rak buku raksasa itu menuju sebuah brankas berukuran sedang yang berada disamping meja kerja Kyuhyun.
"Eomma mau apa?!" kaget Yura saat sang Eomma berhasil membuka brankas itu dan mengambil beberapa berkas-berkas yang sama sekali Yura tak mengerti.
"diamlah Yura, jangan terus berceloteh! kepalaku pusing"
"terus kenapa Eomma mengajakku jika begitu?!"
"diamlah! mari kesini.." Yura berjalan mendekati Haejoo dan menatap bingung kertas-kertas yang berada ditangan Haejoo.
"ini apa, eomma?"
"ini dokumen-dokumen penting perusahaan CJA Croup, serta surat-surat hak kepemilikan perusahaan CJA Croup.."
"apa itu penting?" Haejoo melototkan matanya kepada sang anak yang menurutnya sangat vodoh itu, lalu...
Pletakk!
"Aww! apaa!'
"kau ini kenapa bodoh sekali sih?! jika semua yang kupegang ini tidak penting kenapa aku harus susah-susah ingin mengambilnya?!..." Yura memajukan bibirnya.
"...ini akan membuat kita kaya raya, Yura.. kita akan menjadi orang kaya kembali dengan berkas-berkas ini"
"..."
"...ayo cepat! nanti Kyuhyun segera pulang dan mengetahui jika kita masuk dan mengambil surat-suratnya"
Srett~
Haejoo dan Yura segera keluar dan meninggalkan ruang kerja Kyuhyun menuju kamar Yura kembali. seseorang yang berdiri dibalik dinding ruang kerja Appanya itu menatap tak percaya kearah ibu-anak yang baru saja keluar sambil membawa surat-surat dari sana.
orang itu Oh Sehun... anak kandung Kyuhyun. dia benar-benar telah menerka-nerka akal bulus ibu tirinya itu jauh sebelum Haejoo menikah dengan Appanya.
"mereka benar-benar... ternyata ingin bermain-main denganku ya.." Sehun tersenyum licik.
"..kalian akan menyesalinya, lihatlah."
.
.
.
+++HunKai+++
- Latter tommorow
Tokk Tokk Tokk
Chanyeol mengetuk pintu rumah tetengganya alias Jongin dengan keras, pagi ini dia berniat berangkat bersama orang yang telah dianggapnya adik sendiri itu menggunakan bus.
Cklekk
tak lama pintu terbuka dan muncullah(?) sosok Luhan yang masih dengan rambut berantakan dan piyama tidurnya. Chanyeol terkekeh.
"Hoaaamm~! ya nugullae?" tanya Luhan masih dengan mengucek kedua matanya.
"Noona, Jongin-nya ada?" Luhan membuka matanya dan mendongak menatap Chanyeol.
"eoh? Chanyeol... ada, Jongin ada dikamarnya, masuklah.. JONGIIIIIIIN~!" Chanyeol terperanjat kaget dengan suara melengking Luhan saat memanggil adiknya itu.
"duduklah, Chan. sebentar aku panggilkan Jongin-nya.." Luhan berjalan masuk kedalam dan Chanyeol mengikutinya hingga ruang tamu dan duduk disana.
- Jongin room's
"Jongin, Chanyeol mencarimu.." Luhan menyembulkan(?) kepalanya dipintu kamar Jongin, Jongin yang tengah memakai sepatunya terlonjak kaget dan menatap nanar kakaknya.
"kau mengejutkanku Lu_"
"EONNIE!"
"_Ya Eonnie"
"cepat keluar!"
"ya, memang kenapa dia mencariku? tumben sekali.."
"mana kutahu, makanya cepat keluar!" balas Luhan mulai jengkel, Jongin yang telah selesai memasang tali sepatunya segera berdiri dan memakai tas ranselnya lalu keluar dengan sengaja menabrak tubuh kakaknya yang lebih mungil itu dengan sengaja.
"YA KIM JONGIIIIIIIN!"
"Hahahaha.. mian! mianhae Eonnie-ya!" teriak Jongin sambil tertawa setan, dan dia langsung mendapati Chanyeol yang duduk disofa sambil menatapnya bingung.
"Luhan-noona kenapa?"
"hehe, aniya.. tadi hanya menabraknya sedikit, itupun dia telah mengaum dengan sangat keras" balas Jongin membuat Chanyeol tertawa.
"Hahahhahahh dasar kau ini.."
"hehe, ngomong-ngomgong kenapa oppa kemari?"
"ani, ayo berangkat bersama?" ajak Chanyeol segera menarik tangan Jongin menuju keluar rumahnya, Jongin menatap Chanyeol bingung.
"motor oppa kemana?" tanyanya sambil mengrenyit saat langkah mereka berhenti di-halte bus yang berada tepat didepan gang rumah mereka. Chanyeol melepaskan tautan tangan mereka.
"tadi malam motorku masuk rumah sakit, hehehe" balas Chanyeol sambil menyengir, Jongin memutar bola matanya malas dan tertawa kecil.
"dasar.."
"hehehhe"
tak lama sebuah bus berhenti tepat didepan mereka, Chanyeol menarik kembali pergelangan tangan Jongin dan memasuki bus dengan bersama. dan bus itupun bergerak menuju Acid High School.
.
mobil mewah Kyungsoo memasuki area sekolah dengan lambat saat mata eodie-nya mendapati Jongin dan Chanyeol yang berjlan santai menuju kedalam sekolah yang masih sangat jauh mengingat sekolah ini sangat besar, bahkan dari gerbang menuju kedalam sekolah membutuhkan waktu 15 menit jika berjalan dengan santai, mobil Sehun yang berada tepat dibelakannya ikut memperlambat lajunya.
"ternyata Kim Jongin itu memang benar-benar yeoja tak jelas, ya.." Kyungsoo menatapnya sinis. sedangkan Sehun menatap tajam kepada Chanyeol dan Jongin yang berjalan santai didepan mobil Kyungsoo.
Brakk!
"kenapa mereka berdua selalu terlihat mesra?!"
TIIINN! TIIINNN!
Kyungsoo menekan klaksonnya, Jongin dan Chanyeol menoleh nyaris bersamaan lalu menyingkir. dan...
WUSSSSHHHHH~!
rok Jongin terangkat hinggan hot pants hitam yang dikenakannya terlihat jelas, lagi-lagi chanyeol melihatnya dengan jelas.
"sial.." pipinya memerah.
"maaf..." kata Jongin pelan sambil menunduk.
"ti-tidak apa-apa.." balas Chanyeol pelan. Sehun menganga tak percaya.
"tadi itu bokong Jongin?! aku melihatnya?! ya tuhan sangat indah sekali..."
.
.
.
TO BE CONTINUED
A/N :
hi, and you're meet with me again he he #Plakkkk#
ok, saya pikir ini udah cuhup panjang walaupun saya memang bener-bener ga tepatin janji buat bikin words-nya jadi 3k+, tapi ngetik ini udah buat pegel loh Readersnim*nanya?* yaudah, just Riview ok? Yehet!
.
See yaa next Chapt~
.
-HERAJUNGLINE98
-XOXOVERDOSEXODUS!
