I just remind you... alur pasaran, gaje, typo(s) bertebaran, cast tak bisa di tentukan (?) :D Suka? Baca, review, gasuka? just click back on your PC :D

Bloody Mind

(NightMare chapter)

"Kriiet.." jemari Ryeowook menggapai pintu kamarnya dan Kyuhyun, "Ah..Ryeo..ehm.. hyung, kau sudah kembali euh.." gumam Kyuhyun, Ryeowook mendekatinya dengan langkah gontai, "Kau kenapa? Wajahmu pucat.. kau sakit hyung?" Tanya Kyuhyun, Ryeowook hanya diam, ia mengangkat telunjuknya dan menunjuk foto di layar laptop miliknya, Kyuhyun mengikuti arah telunjuk Ryeowook dan melihat ke arah laptop itu, "Akh! Ke..kenapa!" Kyuhyun tersentak saat melihat foto yang tadi di hapusnya kini masih terpampang dengan jelas , 'Jleb' "Akkhhh!" Kyuhyun berteriak saat kuku kuku Ryeowook menembus nadi di leher Kyuhyun, "Kau gila Ryeowook!" teriak Kyuhyun, ia berusaha melepaskan jemari kakaknya yang masih dengan kuat menancap di lehernya, "Kau yang gila Kyuhyun! Kau yang gila! Kau yang membunuhku! Akan ku bunuh kau!" teriak Ryeowook , 'prang' Ryeowook menghantamkan botol parfum kaca yang ada di atas meja riasnya menjadi beling yang tajam, "Mau apa kau?! Hei!" teriak Kyuhyun, "Aku takan membiarkan mu tenang sampai kau MATI Cho Kyuhyun!" Ryeowook mendekatkan beling itu ke mata Kyuhyun, "Hyaaaah...! Hentikan!" Kyuhyun meronta saat Ryeowook menorehkan beling itu di pelipisnya, 'Srak!' "Kyaaaah! Bodoh kau hei!" Kyuhyun dengan refleks menendang perut kakaknya dan membuat punggung Ryeowook terhentak ke lantai, Kyuhyun berlari dengan susah payah ke arah pintu, 'Crek!' "Ah!" Kyuhyun menjerit,

"Hei..Kyuhyun kau kenapa? Hei hei.." Ucap Ryeowook seraya menarik tangan Kyuhyun, Kyuhyun yang masih berada di ambang adrenalinnya pun menengok ke arah belakang,' deg' kosong! ia mencoba menengok sosok Ryeowook yang tadi mencoba membunuhnya, ia merasa kini darahnya sudah diambang kematian, "Kau kenapa?" Tanya Ryeowook, Kyuhyun hanya diam, ia mencoba menjernihkan kembali pikirannya yang ia pikir sudah menjadi gila, ia meraih cermin di atas meja belajarnya, di pampangkannya wajahnya di sana, 'bersih,,,bagaimana bisa...' batin Kyuhyun saat melihat bayangan wajahnya di kaca itu, padahal tadi seingatnya wajahnya itu hampir tak berbentuk, setelah mengamati wajahnya itu, ia teringat dengan figura di dindingnya, diliriknya figura di dinding kamarnya, aneh! Sebelumnya kalimat di dalam figura itu 'Damn is Alive', tapi, tapi kenapa sekarang hanya ada lukisan abstrak di figura itu? apa ini Cuma mimpi, tapi mimpi macam apa yang tak dapat diterima oleh akal Kyuhyun sendiri, dan mimpi apa yang datang di saat Kyuhyun tidak terlelap? Apa itu imajinasi Kyuhyun saja? tapi orang sedemikian bodoh mana yang membayangkan imajinasi yang membuat adrenalinnya serasa di rajam dengan pisau begitu? "Kyu..?" sapa Ryeowook lagi, "tidak.. apa apa hyung..aku hanya sedang bermain main, apa kau sudah selesai dari toilet?" Sahut Kyuhyun, "umh, begitulah, hei, bagaimana foto kita? Bagus kan?" Tanya Ryeowook, "Nae, Hyung.." Jawab Kyuhyun singkat, wajah Ryeowook terlihat sangat ceria menerima jawaban Kyuhyun, dengan segera ia berlari menghampiri laptopnya itu, di pandangi nya satu per satu hasil foto itu, "Wah! Yang ini nampaknya bagus Kyu!" seru Ryeowook saat matanya tertarik pada sebuah foto di dekstopnya, "Lihat, mukamu begitu menggemaskan!" Ucap Ryeowook sekali lagi, Kyuhyun hanya mengangguk dan tersenyum, "Hyung.. kau tak mengantuk? Lagipula Ahra noona sudah tidur, bagaimana kalau wanita tua itu bangun dan memarahi kita karena kita belum tidur hyung? Kau taukan sifat wanita tua itu.." Ucap Kyuhyun, "..Menyeramkan!" lanjut Ryeowook, mereka berdua cekikikan tak karuan dengan lelucon yang baru saja terucap dari bibir mereka berdua, "Baiklah Kyu... kita tidur saja, besok kau akan kukenalkan dengan teman di kampusku.." Ucap Ryeowook seraya meletakan laptopnya yang sebelumnya sudah ia matikan ke atas meja, "Kampusmu...itu akan menjadi kampusku juga hyung.." gumam Kyuhyun, "tapikan kau berbeda jurusan denganku.." gerutu Ryeowook, "siapa yang mau kau kenalkan hyung?" Tanya Kyuhyun yang sudah berbaring dalam posisi sempurnanya, "tidak tahu.. dia juga teman baruku.. tapi dia pendiam sekali.. jadi kupikir kau akan bisa mengajaknya ngobrol dan tertawa, paling tidak kau bisa mengubah sifat pendiamnya itu" Jawab Ryeowook, "mmhh.. yasudah..aku ngantuk Hyung, selamat tidur.." Ucap Kyuhyun seraya membelakangi Ryeowook, "Selamat tidur, adik setan.. jangan lupa pakai selimutmu.." balas Ryeowook, 'blam!' lampu di sudut ranjang merekapun dipadamkan.

"Ash! Sial..aku harus ketoilet malam malam begini..." Gerutu Kyuhyun, seraya membuka selimutnya dan memasang kembali sandalnya, "Dingin sekali.." gumam Kyuhyun saat dirasanya hawa dingin malam begitu menusuk tulangnya, padahal ia berada di ruang tertutup, diraihnya gagang pintu kamarnya itu, tidak lupa ia meraih sebuah korek api yang selalu ada di saku celananya itu, di nyalakannya sebatang kecil korek api itu, "dimana sih tolietnya.. aduh.." keluh Kyuhyun, ia lupa menanyakan hal ini pada kakaknya, kakinya pun terpaksa harus terseret untuk menemukan toilet itu.

Kyuhyun melewati sebuah ruangan, ruangan yang nampak seperti ruang tamu, ia berjalan terus tanpa memperdulikan sesuatu... 'tep' langkah kaki Kyuhyun di hentikannya, ia mundur beberapa langkah untuk menengok ke arah ruangan itu lagi, 'ada orang..' batinnya, tanpa curiga sedikitpun di dekatinya orang itu dengan perlahan, 'rambutnya panjang... mungkinkah Cheonyeol Gwishin ada di zaman ini?' tanya Kyuhyun dalam hati, mendadak perasaan cemas menghampiri pikirannya, namun itu tak membuat kakinya berhenti untuk berjalan mendekati orang itu, "Siapa kau.." Tanya Kyuhyun dengan nada datarnya, "Aku..." 'krieet.. Kyuhyun membelalakan matanya saat melihat orang itu memutar kepalanya 360 derajat, ia hampir saja berteriak jika orang itu tak mengunci mulutnya, Kyuhyun memejamkan matanya, ia sudah tidak kuat lagi dengan imajinasi gilanya itu, orang itu kemudian melepaskan jemarinya dari rahang Kyuhyun dengan kasar sehingga membuat Kyuhyun terduduk, korek api yang tadinya sempat menyala kini padam, suasana menjadi sangat temaram.

'ting..ting..ting' dentingan kecil sebuah piano tua bermain di telinga Kyuhyun, tapi musik itu tidak membuat Kyuhyun membuka matanya, ia masih berharap jika itu hanyalah mimpi buruknya, namun lama kelamaan musik itu bermain semakin menyayat telinga yang mendengarkannya, "Lagu itu... adalah lagu kutukan.." bisik suara orang itu, Kyuhyun samar samar mendengar apa yang dikatakan orang itu, walaupun jarak antara Kyuhyun dan orang itu cukup jauh, Kyuhyunpun memberanikan diri membuka matanya dengan perlahan, "Si..siapa kau?" suara Kyuhyun terdengar jauh bergetar daripada suaranya yang terdahulu, "Aku? Kau tanyakan aku? Ahahaha!" orang itu tertawa melengking, "Aku... Kim Ryeowook..." jelas suara orang itu, Kyuhyun tersentak, "Tidak..tidak mungkin! Kau bohong! Aku tidak punya kakak sepertimu! Tidak! Kau bukan dia!" teriak Kyuhyun, orang itu tersenyum dan mengulang kalimatnya dengan 'lembut', "Aku..kakakmu Kim Ryeowook.. Kyuhyun.. Cho Kyuhyun.." , "Tidak...kau bukan dia.." bantah Kyuhyun lagi, orang itu mencengkram rahang Kyuhyun dan mencekiknya keatas, "Kalau aku bukan kakakmu... lalu siapa aku?" tanyanya lembut, "kk..kau pasti iblis.." jawab Kyuhyun terbata, 'bug!' orang itu menampar wajah Kyuhyun dengan keras, "Seharusnya kau tidak berkata begitu BODOH!" Teriak orang itu, "Karena aku.. memang bukan kakakmu.." lanjut orang itu, tatapannya menjadi kosong, matanya dipenuhi dengan darah merah gelap, dia membuka mulutnya lebar lebar, sehingga melebihi batas bibirnya dan membuat mulutnya terlihat robek, Kyuhyun mulai beringsut mundur, 'trak!' "Aahhh!" Kyuhyun menjerit kesetanan saat sebuah pisau pemotong daging yang entah berasal darimana meremukan tulangnya, "berhenti menggangguku! Aku tidak kenal denganmu.. aku tidak kenal denganmu!" jerit Kyuhyun bersamaan dengan lolosnya sebulir kristal dari pelupuk matanya, "Ummh.. Kyuhyun menangis..ahahahaha! kau kenal aku! Kau kenal aku Kyuhyun! Aku takan pergi sampai aku bisa membunuh kalian!" , "Apa maksudmu kalian... kenapa tidak aku saja!" tanya Kyuhyun dengan keras, "Aku mengutukmu dan keluargamu Kyuhyun! Tidak ada dari mereka yang akan selamat! Mereka semua akan mati!" , 'crak!' 'crak' orang itu menorehkan sebuah kalimat pada telapak tangan Kyuhyun , Kyuhyun sudah tak bisa menahan kesakitannya lagi, ia mengejang tak karuan saat orang itu berkali berkali meremukan tulang Kyuhyun.

"Hah!" , "Kyuhyun! Kau membuat keributan lagi!" teriak Cho Ahra, "Apa..." , "Apanya yang apa?! Kau membangunkanku dan Ryeowook tengah malam! Makanya kalau kau mau tidur jangan memikirkan hal-hal yang bodoh! Jadi kau tidak akan mimpi buruk begini!" ucap Cho Ahra dalam kekesalannya, "Noona.. sudahlah, biarkan Kyuhyun tidur lagi, mungkin Kyuhyun masih mengantuk.." Ucap Ryeowook , Kyuhyun melirik sekitarnya, "Jadi semua itu... aauu.." rintihnya, kemudian ia menengok tangannya sementara Ahra sudah keluar kamar meninggalkan mereka, "kenapa ada luka ditanganku..." gumam Kyuhyun saat melihat luka robek di telapak tangannya.

To Be Continued or Fin?

nyoba Update :D update dari part sebelumnya yang sama konyol nya dengan part yang ini hahaha (?) #Plakk... oke udahlah segitu doang... lanjut boleh :D *readers: kagak maooo! thor: *pundung*

Lmao. sekian terimakasih.