SparkCLoud0324 | LogoutFanFiction | unleash your imagination

Select Language ▼

Browse

Stories

Anime

Books

Cartoons

Comics

Games

Misc

Plays

Movies

TV

Crossovers

Anime

Books

Cartoons

Comics

Games

Misc

Plays

Movies

TV

Just In

All

Stories: New

Stories: Updated

Crossovers: New

Crossovers: Updated

Community

General

Anime

Books

Cartoons

Comics

Games

Misc

Movies

Plays

TV

Forum

General

Anime

Books

Cartoons

Comics

Games

Misc

Movies

Plays

TV

Betas

All

Anime

Books

Cartoons

Comics

Games

Misc

Plays

Movies

TV

Specific

Anime

Books

Cartoons

Comics

Games

Misc

Plays

Movies

TV

Story

Story

Writer

Forum

Community

Screenplays

Follow/FavCINDERELLA 2014

By: kanon1010

Kim Yesung harus rela mempunyai ibu baru dengan tambahan dua orang kakak perempuan, bukankah itu sama seperti kisah cinderella? tapi ini sudah tahun 2014, apa cinderella harus selalu dibully oleh ibu tiri dan kakak tirinya? happy ever after atau tidak, tergantung Kim Yesung si cinderella 2014.

-CINDERELLA 2014-

By: kanon1010

Disclaimer : Milik Tuhan yg Maha Esa

Main Cast: Kim Yesung, Cho Kyuhyun, Choi Siwon

Other Cast: Lee(Kim) Sungmin, Kim Ryewook, Kim Heechul, Tan(Kim) HanKyung, etc


….


1 : "Hai, selamat datang dalam dongengku!"

….

Mereka datang.

Dari balik kaca di kamarku ini, terlihat sebuah mobil yang sangat ku kenal sebagai mobil miliki ayahku memasuki halaman rumah dan berhenti tepat di depan rumah.

Dari dalam mobil hitam itu, turun pertama kali adalah ayah dan selanjutnya diikuti oleh seorang wanita berambut merah yang menyerupai rambut mendiang ibuku dan selanjutnya dua orang perempuan yang kutaksir umur mereka tak jauh berbeda denganku.

Tok…Tok…Tok…

"Maaf nona, tuan besar sudah datang dan beliau meminta saya memanggil anda." Ucap Yujin salah seorang maid di rumahku ini.

"Baik, tunggu sebentar aku segera turun. Terima kasih Yujin."

Balasku sambil tersenyum ramah kepada maid tersebut. Hei meskipun aku ini seorang anak Kim HanKyung yang diberi rezeki yang terlalu sangat berlimpah, dan membuatku dapat menunjuk apapun yang kuinginkan. Namun aku tak bersikap bak putri bangsawan yang sombong atau anak-anak kaya lainnya.

Mendiang ibuku mengajarkan, bahwa kita semua sama tak ada yang berbeda. Hanya tuhan yang tau kenapa nasib setiap orang berbeda. Sebagai orang berada kita harus saling berbagi dengan yang tak berada dan meskipun mereka Cuma pelayan, namun umur mereka lebih tua daripadaku, jadi aku harus tetap menghormati mereka.

Betapa bijaknya ibuku itu.

...…

Author side

Yesung berjalan menuruni tangga dengan langkah tenang dan santai. Di tubuhnya berbalut dress putih sepanjang lutut dan di permanis dengan flat shoes dengan warna hitam. Membuatnya nampak cantik dan juga aura seorang Kim Leeteuk menurun padanya.

"ayah…"

Panggil Yesung begitu melihat sang ayah yang sedang berbicara dengan wanita dihadapannya. Minato menoleh dan berdiri menyambut Naruko yang segera berlari memeluk ayahnya.

"Apa kabar sayang?" HanKyung mengecup pucak kepala Yesung dan mengelusnya dengan sayang.

"Baik, bagaimana dengan ayah?apa ayah sehat?" HanKyung hanya mengangguk dan tersenyum. Namun tak lama kemudian ia memandang anak kandungnya itu yang memandang ke arah lain dibalik tubuh ayahnya. "Apa itu mereka?"

"Sini ayah kenalkan."

Hankyung membawa Yesung kehdapan tiga orang berjenis kelamin wanita yang masih asik duduk sambil meminum teh yang disajikan para pelayan.

"Yesungie ini ibu barumu namanya Kim Heechul, dan ini kedua anaknya, Kim Sungmin dan Kim Ryewook." Jelas HanKyung.

Yesung yang tadinya tersenyum ramah dan mencoba menerima keluarga barunya itu langsung menghilangkan senyum ramahnya karena melihat kelakuan sang ibu tiri dan kedua anaknya yang tak juga kunjung berdiri dari duduknya.

'Mereka pikir, mereka siapa.' batin Yesung yang jengah melihat sikap kurang sopan ketiga orang itu.

"Ayah, apa sebelum ayah menikahinya, ayah sudah memberikan pelajaran tata krama? sepertinya mereka tidak memiliki manner yang baik dimana ada yang sedang memperkenalkan diri, mereka malah asik dengan kegiatan sendiri. Apa perlu nanti Sungie yang berikan pelajaran tersebut?"

Ucapan Yesung yang tajam membuat ketiga wanita itu tersedak dan langsung berdiri, memasang gestur tubuh yang sopan dan tersenyum manis.

"Maaf, tadi aku dan anakku sangat haus. Apa kamu yang bernama Yesung? kamu cantik sekali, semoga kita bisa menjadi ibu dan anak yang rukun ya." Heechul tersenyum manis dan memeluk Yesung. "Ah ini kedua anakku, Sungmin dan Ryewook."

"Hai, Yesung aku Sungmin dan dia Ryewook." Tunjuk anak perempuan bergigi kelinci pada sosok disebelahnya.

"Salam kenal juga, maaf jika aku terlalu berterus terang. Karena kalian orang baru di rumah ini, dan aku maklumi kalian belum beradaptasi dengan baik dengan peraturan di rumah ini. Lebih baik aku mengatakan langsung daripada berbicara dibelakang kalian kan, itu lebih tidak sopan dan terkesan munafik, benarkan ayah?" Yesung menatap ayahnya dan dibalas HanKyung dengan anggukan dan elusan di rambut Yesung lagi.

"Maaf tuan, nona, makan malam sudah siap."Kim JongHyun kepala pelayan di kediaman Kim, memanggil majikannya yang masih berada di ruang tamu.

"Baiklah, terima kasih JongHyun-ssi." Balas HanKyung dan JongHyun undur diri. "Ayo, kita makan sekarang kalian pasti sudah lapar."

…..…

Setelah makan bersama, Yesung kembali ke kamarnya begitu pula dengan ibu tirinya dan kedua kakak tirinya. Meskipun jam sudah menunjukan pukul 10 malam, namun Yesung belum merasa ngantuk sama sekali. Ia membuka jendela yang menghubungkan ke balkon kamarnya.

Di telinganya tersemat headset dengan memutarkan lagu kesukaanya yaitu 'Daydream'. Ia memejamkan mata dan menikmati tiap hembusan dan udara malam hari yang menerpa tubuhnya. Matanya menatap ke langit melihat betapa terangnya malam ini, dimana bintang-bintang bertaburan dengan terangnya dan bulan yang tak ragu menampakan bulatan indahnya.

Yesung mengadah ke langit dan berdoa dalam hati agar ibu yang sudah di surga akan selalu menjaganya dan ayahnya dan semoga ibunya bahagia disana. Merasa haus, Yesung memutuskan untuk ke dapur membuat segelas coklat hangat sekalian agar ia bisa segera tertidur.

Saat sedang berjalan menuju dapur yang terletak di bawah, sayup-sayup ia mendengar suara kedua saudara tirinya yang sedang bercakap-cakap di kamar Ryewook.

"Sombong sekali si Yesung itu!"

Yesung hanya berdiri di dekat pintu sambil melipat kedua tangannya lalu mendengarkan apa yang dibicarakan kedua orang tersebut.

"Mentang-mentang dia anak kandung ayah HanKyung, jadi bisa ngomong seenaknya. Eonni lihat tadi kelakuannya di awal bertemu dan saat di meja makan tadi kan? seakan dia nyonya rumah saja. Padahal nyonya rumah ini sekarang Eomma kita." Ryewook tampak mengebu-ngebu saat menceritakan kekesalannya mengenai Yesung.

"Maklum anak manja, tapi lihat saja nanti. Ini baru permulaan saja, setelahnya akan kita tunjukan siapa yang berkuasa di rumah ini. Dia cuma sendiri dan kita berdua ditambah ibu, dia pasti akan mendapatkan akibatnya." ujar Sungmin sambil memperbaiki tatanan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Setuju! kita harus membuat dia jera biar tau dia siapa kita sebenarnya."

Yesung beranjak pergi dari depan kamar tersebut dan melanjutkan tujuan awalnya ke dapur. Dari wajahnya tak terbaca apa-apa, hanya datar seolah ia menulikan pendengarannya tadi.

...

...

Yesung POV

Seragam sudah rapi, buku pelajaran sudah berada dalam tas, dan sekarang waktunya turun untuk sarapan.

Sesampainya di bawah, kulihat Sungmin dan Ryewook memakai seragam yang sama denganku dan ibu tiriku sedang menuangkan secangkir kopi pada ayah. Sepertinya kedua saudara tiriku ini akan satu sekolah denganku. Aku sih tak peduli, selama mereka tak mengganggu tertorialku, aku tak masalah. Lagipula sekolah itu bukan milikku, jadi aku tak memiliki hak untuk melarang mereka.

"Pagi sayang." Ucap ayah saat kuhampiri dia dan mengecup kedua pipinya.

"Pagi, Yesungie. Ini kopimu HanKyungie." Heechul ibu tiriku memberikan cangkir kopinya pada ayah dan dibalas ayah dengan senyuman.

Namun sebelum ayah meminumnya, aku segera mengambil cangkir tersebut dan memanggil Kangin.

"Ada apa nona?" tanya Kangin dengan hormat.

"Seperti biasa, tolong bawa alat itu kemari." Perintahku pada Kangin dan membuat ketiga orang baru itu menatap heran dengan apa yang akan aku lakukan pada cangkir kopi itu.

"Maaf ya Chuulie, Yesungie memang selalu begitu bahkan sebelum kematian ibunya dia akan selalu memeriksa makanan atau minuman yang disediakan." Ayah memberikan penjelasan kepada Heechul yang masih bengong gak jelas.

Tak lama kemudian Kangin datang membawa sebuah alat pendeteksi racun. Alat ini mirip seperti termometer namun bedanya ini untuk mendeteksi racun yang ada dalam makanan atau minuman. Alat ini dibuat oleh JongJin salah satu sepupuku.

"Aman, silahkan ayah minum."

"Terima kasih sayang." Ayah meminum sedikit kopinya lalu menutup koran yang sedang dibacanya. "Oh ya Sungie, mulai hari ini Sungminie dan Ryewookie akan satu sekolah denganmu. Nanti kalian akan berangkat bersama dan antarkan mereka ke kepala sekolah ya."

Aku hanya mengangguk mengiyakan perkataan ayah.

Sekitar sepuluh menit kemudian, aku beranjak untuk pergi sekolah diikuti dengan Sungmin dan Ryewook. Di dalam mobil Sungmin dan Ryewook duduk di belakang dan aku di depang. Seperti biasa, aku mengajak Shindong ajjushi yang telah menjadi supir keluargaku selama ini.

"Nona hari ini pulang jam berapa?" tanya Shindong ketika mobil telah masuk ke perkarangan sekolah.

"Aku tak perlu di jemput Shindong ahjjushi, lebih baik kau jemput kedua saudara tiriku itu. Mereka belum terlalu hapal jalan dari rumah ke sekolah." jawabku lalu turun dari mobil. Kedua saudara tiriku itu sudah turun terlebih dulu dari mobil dan tampak mereka menatap kagum sekolahku ini.

"Baik nona, semoga hari anda menyenangkan." Balas Shindong ajjushi dengan mengangkat sedikit topinya.

"Terima kasih, hati-hati dijalan."

Setelah kepergian Shindong ajjushi, aku mengantarkan kedua saudara tiriku ini ke ruangan kepala sekolah.

"Sungmin, Ryewook kalian bisa masuk kedalam, kepala sekolah sudah menunggu."

Mereka berdua masuk begitu saja tanpa mengatakan terima kasih, aku hanya bisa mengelus dada dan pergi menuju ke kelas. Setidaknya aku harus sabar, jika mereka sudah keterlaluan maka aku akan bertindak.

…...

...

Author POV

Yesung berada dikelasnya yaitu kelas 2.1, dimana dia sedang asik bercanda bersama Donghae dan juga teman-teman sekelas yang lainnya. Yesung sebenarnya bukanlah gadis sombong, ataupun dingin seperti yang dikira orang-orang. Ia melakukan hal itu hanya untuk sebagai pertahanan diri menyeleksi orang-orang yang berada disekitarnya.

Menjadi anak dari seorang Kim HanKyung bukanlah hal mudah, banyak penjilat yang mendekatinya atau cuma berpura-pura baik dengannya. Tetapi jika sudah mengenalnya dan ia membuka diri pada orang yang disukanya, ia adalah sosok ramah dan menyenangkan.

"Sipit pendek…." Panggil seseorang yang membuat Yesung menghentikan kegiatan ngobrolnya dengan Eunhyuk.

"Evil Cho ngapain sih kesini terus? membuat aura kelas ini jadi gak enak tau." Yesung menggerakan tangannya mengusir orang yang dipanggil 'evil cho' tersebut.

Bukan hal baru lagi jika kedua orang ini kalau bertemu saling mengejek. Cho Kyuhyun atau nama ejekan Yesung tadi, Evil Cho itu adalah kakak kelas Yesung. Ia duduk di kelas tiga. Hampir setiap hari ia datang ke kelas Yesung dengan alasan menemani Yunho bertemu sepupunya Eunhyuk.

"Hn, pendek suaramu itu membuat polusi suara." Kyuhyun dengan wajah datarnya menghina Yesung.

"Kantongin telingamu itu biar tidak terkena polusi. Sudah sana, lagi gak mood berantem nih." Yesung menidurkan kepalanya di meja dan memainkan hpnya.

Tak hanya teman-teman sekelas Yesung yang mengetahui hubungan tak wajar keduanya, namun satu sekolah juga tau hubungan aneh dari Kyuhyun dan Yesung. Mereka dibilang pacaran juga tidak, sahabat juga tidak tampak kalau sahabat lebih sering berantem dan saling mengejek, tapi mereka akan ada jika salah satu sedang membutuhkan baik saat senang atau sedih.

Mereka semua berpikiran karena Kyuhyun dan Yesung berasal dari latar belakang keluarga yang sama, itu yang membuat mereka dekat dan memiliki hubungan aneh tersebut. Hanya mereka yang tau apa hubungan mereka sebenarnya.

"Apa mereka sudah datang?" tanya Kyuhyun yang sudah duduk disebelah Yesung karena Eunhyuk dibawa kabur Yunho yang sedang memberikan kuliah pendek untuk sepupunya tersebut yang diketahui berpacaran dengan Donghae.

"Hum.." Balas Yesung singkat. "Entahlah oppa, aku mencoba menerima tapi kau tau sifatku bagaimana dengan orang baru."

Kyuhyun menepuk kepala Yesung dan berkata sesuatu lalu beranjak pergi. "Bersikap seperti biasa saja, tak perlu memaksakan diri."

Itulah mereka, kadang seperti sahabat, kadang seperti musuh dan kadang seperti kakak-adik.

…..


Sungmin dan Ryewook berjalan bersama menju kantin, dalam sekejap saja mereka berdua menjadi bahan pembicaraan satu sekolah. Selain karena mereka memiliki wajah yang lumyan cantik, juga karena status kedua gadis itu sebagai anak tiri dari Kim HanKyung.

"Hei, apa kalian Kim bersaudara?" sapa salah seorang pemuda yang mengulurkan tangannya, mengajak kedua gadis itu berkenalan.

Sungmin mendelik tajam ke arah pemuda tersebut dan menggerakan tangannya dengan angkuh. "Maaf, Lee itu marga lama kami. Sekarang marga kami adalah Kim! tau tidak kami anak dari Kim HanKyung."

"Tapi kalian hanya anak tiri kan? sombong sekali, sangat berbeda dengan Naruko. Namaku HyunSeung dari keluarga jang." Pemuda itu mulai meninggalkan kedua kakak beradik itu, namun tiba-tiba Sungmin menarik lengan Minho.

"Maaf, aku hanya belum mengenal siapa kau. Jadi maafkan kami jika sifat kami kurang bersahabat, karena kami tidak mau sembarangan berteman."

Sungmin asik berbincang dengan Hyunseung, karena ia pikir keluarga Jang masih setara dengan keluarga Kim. Namun tiba-tiba terdengar riuh dari arah pintu masuk kantin, yang mengalihkan perhatian kedua gadis tersebut.

"Ada apa itu Hyunseung-ssi, sepertinya ramai sekali?" tanya Ryewook yang masih menatap ke arah pintu masuk yang dipenuhi dengan segerombolan anak perempuan yang menjerit-jerit, bagaikan sedang melihat artis idola yang lagi lewat.

"Oh, itu biasa hanya gerombolan Cho Kyuhyun cs. Tidak usah heran, setiap hari memang selalu begitu."

"Cho Kyuhyun? siapa dia?"

Hyunseung tertawa meremehkan seakan apa yang ditanyakan oleh Ryewook adalah sebuah pertanyaan bodoh.

"Kau benar-benar masuk ke keluarga Kim? tapi kalian tak mengenal Cho Kyuhyun? oh come on girls, dia Cho Kyuhyun berserta teman-temannya Lee Donghae, Kim Kibum, Choi Minho, Shim Changmin tak lupa para wanitanya ada Im Yoona, Jessica Jung, Park Shin Hye dan yang terakhir….–"

"YA kau! Cho oppabo, kembalikan sepatuku!" teriakan yesung memutuskan penjelasan dari HyunSeung.

"Ya dan terakhir saudara tiri kalian itu Kim Yesung." Hyunseung mengalihkan pandangannya ke arah Sungmin dan Ryewook yang menatap Kyuhyun tanpa berkedip. "Aish, terpesona dengan Cho Kyuhyun heh? percuma." Hyunseung pun meninggalkan keduanya yang masih terpesona dengan ketampanan Kyuhyun. Bahkan ketika Kyuhyun melewati meja mereka, pemuda tampan itu mengacuhkannya dan berjalan dengan cueknya.

Hingga sebuah pukulan sayang di daratkan Yesung di kepala Kyuhyun.

"YA! pabo! kembalikan sepatuku itu!" Yesung menatap Kyuhyun kesal karena sebelum istirahat, dengan isengnya Kyuhyun mengambil sepatu Yesung yang sedang ia jemur karena terkena air, lalu ia letakan di atas pohon.

"Ambil sendiri, tak bisa? dasar pendek." Ejek Kyuhyun dan ia meneruskan duduk sambil memesan makanan.

Yesung berlari keluar sambil menggandeng lengan Kibum meminta pertolongan Kibum untuk diambilkan.

"Kibum lagi hm? apa tak apa Kyu-ah?" tanya Minho yang satu kelas dengannya sekaligus kekasih dari Jessica.

"Hn."

"Sudahlah, kita tinggal menunggu undangan saja dari Kim itu." Ujar Jessica yang asik menyantap yogurt kesukaannya.

…...

Tak berapa lama kemudian, Yesung kembali bersama Kibum dan Yonghwa yang sudah berhasil mengambilkan sepatu Yesung di atas pohon. Ia langsung mendudukan dirinya disebelah Changmin, yang memang sudah jelas Yesung anggap sebagai kakak tidak lebih. Begitupula Changmin yang menganggap Yesung sebagai adik perempuan yang harus dilindungin.

"Minnie oppa aku lapar, traktir ya." Ujar Yesung manja sambil menyederkan kepalanya di bahu Changmin.

"Hm, pesan saja semaumu Yesungie." Balas Sasori sambil tersenyum dan mengusap kepala Yesung.

Yesung yang mendapatkan tawaran semacam itu tentu saja tak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dengan cekatan ia memesan kesukaannya dan makan dengan lahap.

Ditengah-tengah kelompok Kyuhyun cs itu sedang menikmati santapan siang mereka, Sungmin dan Ryewook dengan keberanian tinggi menghampiri meja yang ditempati Kyuhyun.

"Hai, aku Kim Sungmin dan Kim Ryewook, kami saudara tiri Yesung." Sungmin mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Kyuhyun, namun Kyuhyun hanya memandang sekilas.

"Hn."

Yesung menendang kaki Kyuhyun dan dibalas death glare andalannya. "Teman-teman, mereka adalah saudara tiriku sejak kemarin." Yesung mengenalkan Sungmin dan Ryewook pada teman-temannya.

"Kyuhyun oppa, bolehkah aku dekat denganmu sama seperti kau dan Yesung?" Sungmin yang sudah jatuh cinta pada ketampanan Kyuhyun, tanpa basa-basi langsung mendudukan dirinya disebelah Kyuhyun.

"Maaf bisa menyingkir, orang baru?" mendengar nada perintah dan agak kasar itu membuat Sungmin langsung berdiri.

"Ma-maaf, Kyuhyun-ssi."

"Hn, meskipun kalian saudara tiri Yesung, belum tentu kalian bisa sembarangan dekat denganku."

Yesung menendang kaki Kyuhyun sambil menatap tajam, tak menyukai perkataan temannya itu.

"Oppabo! dia saudaraku sekarang, jadi bersikap baiklah juga." Setelah menatap Kyuhyun tajam, Yesung melihat ke arah Ryewook dan Sungmin yang masih berdiri disamping Kyuhyun. "Ryewook, Sungmin duduklah disini." Yesung menggeser sedikit duduknya dan membiarkan kedua saudara tirinya itu duduk di dekat Sasuke.


…..

Sepulang sekolah, Yesung yang pulang lebih lama dari kedua saudara tirinya, mendapati sang ayah yang sudah berada di rumah. Biasanya Hankyung pulang ketika jam makan malam atau malah tidak pulang sama sekali.

"Tumben ayah sudah pulang?" tanya Yesung menghampiri sang ayah yang duduk di ruang keluarga.

"Iya, ayah tidak mau terlalu lelah untuk besok."

"Besok? ada apa memangnya besok?"

"Yesungie, sudah pulang? apa kamu sudah makan siang?" Heechul datang dari arah dapur sambil membawa secangkir teh untuk Hankyung lalu mengusap lembut kepala anak tirinya tersebut.

"Aku sudah makan, terima kasih sudah menanyakannya. Lalu, ayah ada apa dengan besok?" Yesung beralih kembali ke ayahnya.

"Besok ayah akan ke rusia selama satu bulan. Kerajaan rusia, menggundang ayah bersama para pengusaha lainnya dalam acara pelelangan dan juga menjalin kerja sama." Jelas Hankyung dengan tenang dan memeluk pinggang sang istri baru.

"Sebulan? apa paman Yoochun juga ikut?"

"Yoochun, Jinki, dan Jong In juga mendapatkan undangan yang sama. Jangan khawatir ada mereka yang menjaga ayah."

"Baiklah, asal ayah menghubungiku setiap hari aku tak masalah."

…...

...

Hari kepergian Hankyung tiba.

Pukul sembilan pagi, Hankyung sudah berangkat diantar Kangin menuju bandara. Meninggalkan Yesung bersama keluarga barunya.

Setelah mobil Hankyung tak terlihat lagi, Heechul menutup pintu rumah tersebut dengan kasar lalu menarik tangan Yesung dengan kasar.

"Hei! dengar ya, jangan mentang-mentang kau anak kandung Minato kau bisa bersikap seenaknya dirumah ini. Mulai sekarang akulah nyonya di rumah ini jadi mulai sekarang selama ayahmu tidak ada, kau harus mendengarkan segala perintahku!" Heechul mendorong tubuh Yesung hingga terjatuh di lantai. Beberapa Maid ingin menolong Yesung namun segera dicegah oleh Heechul. "Siapapun yang berani menolong dan melaporkan hal ini, akan segera kupecat. Mengerti!"

Titah Heechul yang terkesan sudah seperti bos membuat kedua anaknya tersenyum senang dan para maid hanya menganggukan kepala, karena memang kenyataan dia adalah nyonya baru di rumah ini.

Yesung masih terdiam di lantai sambil menunduk, tak ada yang bisa melihat dengan jelas ekspresi apa yang ditampilkan gadis tersebut.

Sungmin berjalan menghampiri Yesung lalu menyiramkan air yang sedang berada dalam gelas ke tubuh Yesung.

"Sejak awal aku tak suka dengan gadis sok ini, dan juga jangan sok baik di depan Kyuhyun oppa. Mulai besok jangan pernah dekat-dekat dengan Kyuhyun oopa, karena dia milikku!" seringai Sungmin dengan menyebalkan lalu mereka pergi meninggalkan Yesung dengan tubuh yang masih basah.

Setelah memastikan ketiga orang itu sudah menjauh, para maid menghampiri Yesung dan mengelap tubuh nona muda mereka agar tidak masuk angin.

"Nona, ada tidak apa-apa?" Yujin mengelap rambut basah Yesung.

"Aku tidak apa-apa, Kalian ikuti permainan mereka dulu saja ya. Kalian sangat mengerti diriku kan?" para maid itu mengangguk. "Bagus, biarkan saja mereka melakukan hal itu dulu, sisanya biar ku urus." Yesung berjalan menuju kamarnya seakan tak terjadi apa-apa.

"Semoga kali ini tidak seperti waktu itu."

…..


Penyiksaan Yesung benar-benar dimulai oleh ibu tirinya dan juga kedua saudara tirinya.

"Yesung! cepat letakan makanan itu di meja!"

"Yesung! siapa yang menyuruhmu makan disini? kamu makan di dapur!"

"YA! Yesung, salin semua catatan ku dan Ryewookie!"

Kira-kira begitulah perintah yang diterima Yesung saat ini. Ia tetap menjalankan semua perintah tanpa komen atau protes sama sekali. Tatapannya datar, meskipun kadang menyerit sakit saat Sungmin atau Ryewook menjambak rambutnya.


…...

Besoknya di sekolah, Yesung terpaksa harus menaiki kendaraan umum. Sungmin dan Ryewook melarang dia satu mobil dengan mereka. Meskipun sudah biasa menaiki kendaraan umum, tapi dengan kondisi Yesung yang sulit bangun pagi membuatnya selalu kesiangan dan alhasil hari ini ia terlambat masuk.

Sungmin dan Ryewook semakin menjadi kelakuannya. Seperti di kantin saat ini.

Yesung yangs edang di toilet tiba-tiba mendapat siraman air berserta tepung yang sengaja disiapkan oleh kedua orang itu. Murid-murid yang hendak menolong Yesung dilarang oleh Sungmin.

"Aku tidak apa-apa, kalian kenal aku kan?" tanya Yesung pada para murid yang menonton keadaannya sekarang, mereka mengangguk karena sudah hapal sepak terjang Yesung. "Bagus, percaya padaku dan biarkan mereka melakukannya."

Lagi, Yesung berjalan menuju loker dan mengambil seragam gantinya, seakan kejadian itu bukan apa-apa dan tak berpengaruh sama sekali.

"Changmin oppa, apa kalian tidak menolong Yesungie?" tanya salah seorang siswa pada Kyuhyun cs yang menonton kejadian tadi.

Changmin tersenyum ramah, "Tidak perlu nanti kalau dia membutuhkan pertolongan dia akan berbicara. Ikuti saja permainannya."

Kesalahan fatal yang benar-benar tak diketahui oleh Sungmin dan Ryewook. Mereka benar-benar tak mengetahui bagaimana kelakuan Yesung sebenarnya. Disisi lain mereka menatap Yesung kasihan namun kebanyakan kasihan pada nasib Sungmin dan Ryewook nantinya.

Semoga tak separah yang mereka pikirkan.


To Be Continue

okeeeeeee, ini ff pertama gue

sebenernya ini bukan pure ff gue, gue cuma ngerombak sedikit ff dari fandom sebelah yaitu kanon san yg udh dengan baik hatinya ngijinin gue buat publised ff nya dengan pairing kesayangan gue yaitu jeng jeng jeng KYUSUNG

hehe terima kasih buat yg udh mau bca ff debut gue ini

ok! have a nice day ^^

Prev 1. Chapter 12. Chapter 23. Chapter 34. Chapter 45. Chapter 56. Chapter 6 Next

The author would like to thank you for your continued support. Your review has been posted.

Favorite : Story Author Follow : Story Author

Post Review as SparkCLoud0324 As

FanFiction

FictionPress

Google

Facebook

Twitter

Amazon

Email

Actions

Add to Community

Report Abuse

Share

Google+

Twitter

Tumblr

Facebook

Follow/Favorite

+ Follow


Story Writer

+ Favorite


Story Writer

Close Working... Save

Help . Privacy . Terms of Service . Top

Original text Contribute a better translation