Halo Minna...!#teriak gaje.

Shisui kembali lagi membuat fic gaje ini, makasih yah atas review Minna semua. Tidak Shisui kira kalau nih fic mesum banyak yang minat juga, tadinya sih Shisui kira gak ada yang minat ama nih fic sehingga tadinya pengen Shisui delete, eh pas pengen Shisui delete..., ternyata udah banyak yang review, nge-fav dan nge-follow. Shisui senang bisa menyenangkan Minna semua dengan fic mesum pertama Shisui ini, semoga chapter lanjutan mesum Shisui dibawah ini memuaskan Minna semua yah... :).

Happy Reading

Warning! : fic ini mengandung lemon dan mesum, kalau Minna yang mampir ke fic ini masih dibawah umur, tolong langsung skip dan ganti fic yang lebih sopan dan nyaman untuk dibaca yah, karena Shisui gak mau Minna yang masih dibawah umur jadi rusak gara-gara ini fic.

Disclaimer : akang Masashi!, aku rubah sedikit ceritanya boleh kan?

Rate : M

Pairing : SasufemNaru, ShikafemNaru, SaifemNaru...and many more

Hareem No Jutsu Permanent

Chapter 1

By : Shisui-Namikaze

OOC, OC, typo (s), Gaje, Lime and many more...

Ini Lime pertama Shisui jadi Gomen yah kalau tidak terlalu memuaskan dan hot

Don't Like, Don't Read!

Enjoy it!

Summary : Dengan refleks Naruto melebarkan matanya saat melihat pemandangan tubuhnya yang masih memakai bra berwarna merah muda yang melindungi payudara-nya yang tidak besar dan tidak kecil. 'apa-apaan ini-ttebayo' batin Naruto terkejut.

"kai...kai...kai-kai-kai-kai-kai!" kata-kata itu terus diulanginya tapi tetap tidak ada perubahan pada tubuhnya dan wajahnya, dan lagi-lagi angin berhembus ketubuhnya sehingga membuatnya menggigil dan dengan refleks Naruto memeluk tubuhnya sendiri untuk menciptakan kehangatan di tubuhnya. 'apa yang terjadi? Kenapa hareem no jutsuku tidak bisa dilepas?'

Chapter 1

Naruto menggerakkan kepalanya kekanan dan kekiri bermaksud memeriksa apakah ada orang yang melihatnya tanpa pakaian ini?, ekspresi wajahnya kali ini sangat panik sekali seperti seorang gadis yang mencoba melindungi kehormatan tubuhnya.

"Apa yang terjadi padaku-ttebayo?, kenapa hareem no jutsu-ku tidak bisa dilepas?" selalu pertanyaan itu yang dia lontarkan diotaknya dengan panik.

Disaat dia mendekapkan kedua tangannya didada bermaksud memeluk tubuhnya, dia merasa seperti menyentuh balon yang tidak besar dan tidak kecil yang tertempel permanent di tubuhnya, seumur-umur dia tidak pernah menyentuh dada sedang-nya itu tiap dia berubah menjadi hareem no jutsu, barulah sekarang dia rasakan bagaimana rasanya menyentuh dada-nya yang tidak kecil dan tidak besar itu, 'Apa begini rasanya menyentuh dada wanita?' batin Naruto dengan polosnya dalam hati.

Sebenarnya dia ingin sekali meremas dadanya itu sendiri, mencoba membayangkan kalau dada yang berada di tubuhnya itu adalah dada Hinata, temannya yang berambut indigo dengan mata emerald, seorang gadis yang pemalu dan mudah gugup jika bertemu Naruto. Tapi pemikiran itu dia buang jauh-jauh, masa iya dia meremas dadanya sendiri, kan terlihat...menyiksa-nya sendiri*Aneh kali maksudnya?#plak*, dengan sigap dia menjauhkan tangannya dari dada-nya yang tidak besar dan tidak kecil itu, dan lagi-lagi angin siang menjelang sore itu berhembus kembali, yah tentu saja membuat Naruto memeluk tubuhnya kembali.

"Brrrrr..., dingin-ttebayo!"

-x-x-x-x-

Waktu sudah pukul sebelas malam, Naruto sekarang sedang berada disemak-semak terdekat sedang bersembunyi dari kerumunan para shinobi dan penduduk yang selalu bolak-balik di jalanan tersebut, sudah hampir sembilan jam dia berada disemak-semak itu untuk bersembunyi, dia bersembunyi bermaksud ingin menunggu jalanan sepi jadi tidak ada yang melihatnya. Sebenarnya baru kali ini dia merasa malu menunjukkan tubuhnya yang berubah menjadi hareem no jutsu itu, padahal sudah sering dia melakukan itu dan sudah dia anggap kalau jurus itu hanya lelucon belaka.

Tapi sekarang berbeda, sekarang dia merasa malu dan ketakutan dengan jutsu ini setelah jutsu ini tidak bisa dilepasnya, jutsu yang awalnya dia anggap sebagai lelucon sekarang dia anggap sebagai hal yang memalukan dan membawa ke-sensitifan lebih tinggi pada tubuhnya.

Setelah dia merasa kalau jalanan sudah mulai sepi, dia langsung melesat berdiri dan melompat-lompat di atas genting dan mulai berlari menuju rumahnya, dia tidak tahu kalau dirumahnya ada kejutan besar sedang menunggunya untuk pulang.

Lima belas menit kemudian, Naruto tiba di depan pintu rumahnya, dia membuka pintu sambil menghembuskan nafas lega karena ditiap dia berlari menuju kerumahnya, tidak ada yang melihatnya. Ketika Naruto masuk ke rumahnya, suasana-nya sangat gelap sekali bagaikan mati lampu, dia mencoba meraba-rabakan tangannya ke dinding bermaksud untuk mencari kontak lampu, tidak lama kemudian lampu hidup dengan sendirinya dibarengi dengan teriakkan

"KEJUTAAAANNN!...EEEEHHH!"

Para Shinobi yang berada dirumahnya yang sebelumnya tersenyum senang sekarang menatapnya dengan tatapan terkejut ketika melihat pemandangan yang berada didepan mereka, mereka adalah teman-teman satu angkatannya Naruto yang bermaksud ingin merayakan hari ulang tahun Naruto yang ke-17 hari ini, tapi saat-saat yang direncanakan seharusnya meriah dengan ekspresi terkejutnya Naruto malah terbalik menjadi kemeriahan teriakkan terkejutnya para teman-temannya saat ini.

"KYAAA!"

Teriakkan para wanita histeris disana yaitu, Ino, Sakura, Hinata, Ten-ten, dan Temari, membuat guci-guci yang berada di rumah Naruto dan kaca-kaca rumah Naruto pecah, sedangkan para pria disana, yaitu Kiba, Kankurou, Gaara, Shikamaru, Chooji, Neji, Lee, Shino, Sai, (Sasuke pengecualian) saling mengadu siapa yang paling banyak nose-bleed dan duluan kehabisan darah.

"Siapa kau?! Cewe mesum!" teriak Sakura bertanya sambil berlari mendekatinya dengan tangan mengepal dan akhirnya berhasil memukul Naruto sampai terkontal 70 km jauhnya#jauh banget.

Dan ketika-nya Naruto terlihat seperti setitik cahaya kecil dilangit, si Shikamaru berkata

"Sepertinya tadi itu Naruto deh?" tanya Shikamaru sambil menambalkan hidungnya yang nose-bleed dengan tissue.

Para teman-temannya (kecuali Sasuke) tertarik dengan ucapannya Shikamaru sehingga mereka menoleh ke Shikamaru yang saat ini sibuk menambal hidungnya.

"Mana mungkin itu Naruto?!" tanya Kiba yang juga sedang menambal hidungnya dengan tissue, darah tersebut membuat hidungnya yang tajam itu terganggu karena amisnya darah yang keluar secara paksa dari hidungnya itu.

Pertanyaan Kiba disetujui oleh semua Shinobi disini (lagi-lagi kecuali Sasuke (-.0)?#ayo dong..., sedikit aja kasih tahu wajah panik loe! Apa gak bosen selalu memakai ekspresi dingin begitu*plak :ditampar Sasuke bolak-balik:*.

"Apa kalian lupa kalau Naruto mempunyai teknik hareem no jutsu?"

Mereka semua menganggukkan kepalanya menandakan kalau mereka tahu soal jutsu itu karena hampir semua dari mereka terkena jutsu itu oleh Naruto ditiap dia ingin menjahili mereka.

"Tapi jika itu Naruto..., pasti ada tanda lahir yang seperti kumis kucing di pipi-nya. Sedangkan tadi aku tidak melihat tanda lahir itu" kata Sakura ikut berbicara.

Setelah Sakura berkata demikian, Shikamaru menatap Sakura dengan tajam tanpa berkedip seolah-olah wajahnya itu mengatakan kalau perkiraannya itu tidaklah salah.

"Masa aku bohong sih, kan tadi aku yang saling bertatapan muka sama dia saat aku memukulnya" lanjut Sakura ketika-nya dia mengerti dengan ekspresi Shikamaru.

Shikamaru menghela nafasnya setelah itu karena baru kali itu perkiraan otaknya yang jenius telah salah.

"Hn, debat yang tidak penting" kata Sasuke dan mulai pergi meninggalkan semua temannya menuju pintu keluar rumah dengan ekspresi tidak berubah sama sekali.

Seluruh pria disana saling menatapnya penuh kebencian dan sedikit dengki karena para wanita menatapnya dengan mata yang lope-lope*seperti di anime* (Hinata pengecualian) terpesona melihat ekspresi Sasuke yang dibilang cool abis.

"Lalu siapa dia?" tanya Lee sambil mengajungkan tangan ke udara seperti orang bertanya*memang bertanya (- _ -)?* ketika-nya Sasuke keluar dan menutup pintu rumahnya Naruto.

"Itulah masalahnya...," Sahut Shikamaru

Hening tanpa ada suara manusia, hanya ada suara jangkrik yang sedang bernyanyi meramaikan malam.

"Siapa wanita tadi itu?" tanya Sasuke ketika dia sudah memasukki rumahnya dengan ekspresi datar.

-x-x-x-x-

Keesokan harinya Naruto pergi menuju rumahnya Iruka memakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya dilengkapi dengan tudung kepala yang entah darimana dia dapatkan pakaian itu, sekarang wajahnya yang manis telah dia tutupi dengan tudung kepala yang hampir menutupi seluruh wajah manisnya tersebut.

Tujuh menit kemudian dia tiba tepat didepan pintu rumahnya Iruka, Naruto mengetuk-ngetuk pintu rumah Iruka sebanyak tiga kali, Naruto tidak perlu menunggu lama setelah itu karena belum hampir tiga menit si pria yang rambutnya diikat kebelakang sama seperti Shikamaru dengan luka goresan di hidung membuka pintu.

"Siapp...eh?!"

Belum sempat Iruka menyelesaikan pertanyaannya, Naruto sudah mendorongnya masuk kerumahnya kembali, yah tentu saja Naruto juga masuk kerumahnya. Karena dorongan Naruto yang secara tiba-tiba itu, Iruka merasa dia kan dibunuh sehingga dengan refleks Iruka mundur beberapa langkah saat itu lalu mempersiapkan kuda-kuda dan kunai-nya, tatapannya sangat tajam kearah Naruto yang saat itu melambaikan kedua tangannya kekiri dan kekanan di dada.

"Tung...tunggu, ini aku Iruka-sensei"

Suara Naruto yang seperti gadis itu terdengar lembut nan indah di telinga Iruka, dia mengangkat sebelah alisnya masih dengan posisi siaga ketika mendengar kata '-sensei' dari mulutnya.

"Siapa kau?" tanya Iruka penasaran.

Setelah Iruka berkata demikian, Naruto membuka tudungnya sehingga memperlihatkan wajah yang sangat manis dengan rambut panjang berwarna kuning yang saat ini dia ikat menjadi dua ekor. Iruka semakin meninggikan sebelah alisnya ketika melihat gadis manis didepannya itu, dia sepertinya mengenali gadis itu tapi terlihat samar-samar di memorinya, kapan dia bertemu? Dan dimana? Jadi dengan berani dia mulai bertanya kembali karena rasa penasaran yang melandanya tersebut.

"Siapa kau?"

Naruto mendesah mendengar ucapan Iruka tersebut

"Ini aku..., Naruto-ttebayo"

"Naruto?" ulang Iruka tidak percaya

"Iya, ini teknik hareem no jutsu-ku"

Iruka tersontak ketikanya mendengar kata 'hareem no jutsu' keluar dari bibir kecil gadis itu, 'Dia tahu jutsu itu? bagaimana bisa?, setahuku hanya Naruto yang tahu, apa gadis didepanku ini benar-benar Naruto? Jika dia Naruto, kenapa tidak ada tanda lahir seperti kumis kucing di pipinya?' batin Iruka secara beruntun, dia merasa bingung dan sedikit tidak percaya kalau dia itu Naruto.

"Jika kau Naruto, mana tanda lahirmu yang seperti kumis kucing di pipimu? Setahuku meskipun dia berada dalam jutsu mesum itu, tanda lahirnya tetaplah muncul di pipi-nya"

Naruto terkesiap dengan mata yang membulat, dia melesat berlari menuju kamarnya Iruka yang bermaksud ingin bercermin untuk membuktikan apakah ucapannya Iruka itu benar atau salah, dan seketikanya bercermin..., ekspresi kaget-nya sangat lucu sekali, bibirnya menganga lebar, matanya membulat putih diikuti air mata yang keluar secara acak-acakkan di sudut matanya*seperti ekspresi Naruto di Anime kalau sedang kaget*, dia tidak menyadari kalau tanda lahirnya itu menghilang, 'pantas saja semalam Sakura-chan memukulku' batin Naruto pundung.

"Sudah jangan bohong, siapa kau sebenarnya?" tanya Iruka di sudut pintu kamarnya

Rasanya Naruto ingin menangis saat ini, tidak disangka kalau jutsu yang difavoritkannya ini malah menyiksa-nya seperti ini.

"Ini benar-benar aku-ttebayo" kata Naruto

Iruka mendengus sambil tertawa mengejek lalu dia menggeleng-gelengkan kepalanya masih tidak percaya, Naruto meringis pelan melihat ekspresi gurunya itu, dia berfikir sejenak 'apa yang harus kukatakan padanya agar dia percaya padaku-ttebayo?'. Dia menyengir sangat lebar ketikanya dia mengingat sesuatu hal yang memalukan yang pastinya menyangkut soal guru yang berada didepannya itu ketika bersamanya.

"Kalau begitu aku akan menceritakanmu sesuatu agar kau percaya kalau aku Naruto-ttebayo"

Tawaan ejekkannya Iruka tiba-tiba saja berubah disaat Naruto menyengir jahil dan mulai bicara

"Tanggal 23 Juni ketika aku selesai berlatih, sensei membuang air besar di pojokkan pemandian air panas, tanggal 27 September disaat aku dan sensei makan ramen, celana sensei robek disaat sensei ingin duduk sehingga menunjukkan celana dalam sensei yang berwarna pink dengan gambar ultraman, tanggal 29 September disaat aku memasukki koridor menuju ruangan hokage, Sensei menonton video hentai di pojokkan koridor dekat ruangan hokage ..."

Iruka mulai sweatdrop mendengar ucapan-ucapan memalukan yang dilontarkan gadis itu kepadanya, peluh mulai bercucuran deras di wajahnya dan dia menelan ludahnya merasa malu sedangkan gadis itu tidak mengacuhkannya dan terus melanjutkan kata-katanya.

"...Tanggal 10 Oktober ketika sensei masuk kerumahku dan meminta...hmmph..." mulut Naruto disekap oleh Iruka, dia sudah tidak mau mendengarnya lagi, paras wajahnya saat ini sudah seperti mayat hidup, sangat pucat karena kehabisan keringat.

"Oke...oke, aku percaya. Jangan katakan hal memalukan itu lagi Naruto" bisiknya sambil menyekap mulut kecil Naruto, dan seketikanya Naruto mengangguk setuju, dia melepaskan sekapannya dari mulut Naruto.

"Baiklah langsung to the point saja, kenapa kau datang kerumahku? dan kenapa kau tidak melepas jutsu mesummu ini?, sudah lepas jutsumu ini?, aku sudah mulai tidak menahannya lagi saat membayangkan..."

Croot...!

Darah segar muncul dari lubang hidungnya Iruka, dia nose-bleed saat membayangkan tubuh Naruto yang seksi dibalik jubah hitam tersebut, Iruka berlari dengan paniknya menjauhi Naruto dan mencari-cari tissue di lemari kotak kecilnya sambil menutupi hidungnya dengan jemari tangan kirinya sedangkan Naruto menjawab pertanyaannya Iruka, dia tidak menggubris nose-bleed-nya Iruka saat ini.

"Itulah masalahnya-ttebayo, aku tidak bisa melepaskan jutsu ini maka dari itu aku datang kerumah sensei untuk meminta bantuan, mungkin saja sensei tahu bagaimana caranya agar aku bisa lepas dari jutsu ini?"

Croot...!

"Kaso!" bentak Iruka pelan untuk dirinya sendiri sambil mengacak-ngacak isi yang berada di lemari kotak kecilnya ketikanya darah yang berada dihidungnya semakin banyak keluar karena dia membayangkan yang tidak-tidak kembali soal tubuh seksi Naruto.

"Apa sensei tahu bagaimana caranya agar aku bisa melepaskan jutsu ini?"

"AHA!" teriak Iruka seketikanya menemukan barang yang sudah dicarinya yaitu tissue, dengan cepat Iruka menambal darah yang berada di hidungnya dengan tissue tersebut sedangkan Naruto yang mulai sadar kalau dia tidak diacuhkan guru Iruka langsung membentak Iruka.

"Kau mendengarkanku tidak sih?!"

Iruka tersentak terkejut dengan teriakkannya Naruto, matanya sudah berkedip berkali-kali diikuti peluh sebesar biji jagung muncul di pelipisnya. Iruka tertawa tidak jelas lalu mulai menggaruk-garukkan belakang kepalanya merasa bersalah.

"Gomen, aku sedang sibuk mencari tissue, tadi apa yang ingin kau ceritakan Naruto?"

Dengan berat hati dia mulai menceritakannya kembali setelah dia menghela nafasnya merasa jengkel pada Iruka.

"Jadi begitu ceritanya..." kata Iruka sambil mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti setelah Naruto menjelaskan semuanya secara detail.

"Iya, apa Iruka-sensei tahu bagaimana cara melepas jutsu ini?" tanya Naruto sedih

Iruka merasa prihatin melihat Naruto yang sepertinya sangat tersiksa dengan jutsu itu, dia ingin membantu-nya tapi dia tidak tahu-menahu soal jutsu ini, dikuasainya-pun tidak? Karena menurutnya jutsu itu tidak layak untuk dikuasai, Iruka menundukkan kepalanya dengan ekspresi sedih lalu berkata

"Maaf Naruto, aku tidak tahu soal jurus ini. Jurus itu tidak kukuasai jadi..."

Naruto berteriak keras frustasi, menurut Iruka teriakkannya itu tidak terdengar seperti teriakkan frustasi tetapi teriakkan desahan seorang gadis yang sedang bercinta.

"Jadi sensei tidak tahu caranya melepas jutsu ini?" tanya Naruto frustasi

Setelah mendengar pertanyaannya Naruto, dengan lemas dia menggelengkan kepalanya, Naruto bisa melihat ekspresi menyesal dari wajah gurunya ini karena tidak bisa membantunya lalu ketikanya si Iruka ingin berbisik 'Gomen'..., tiba-tiba ada suara lembut tapi terdengar seperti malas bicara di jendela rumahnya Iruka.

"Wah...wah...wah, Naruto..., kau memakai jutsu itu lagi hah?"

Naruto dan Iruka menoleh kearah jendela mencari tahu suara siapa itu, dan seketikanya dia tahu kalau itu adalah suaranya Kakashi, yaitu si kepala team 7, Naruto langsung beranjak berdiri dan berjalan mendekati Kakashi.

Kakashi mempunyai rambut jabrik keatas berwarna abu-abu, wajahnya yang terlihat sayu seperti orang yang mudah bosan tertutup setengahnya oleh masker dan tidak lupa buku 'Icha-Icha Paradise' yang berada di genggaman tangan kanannya.

"Kakashi-sensei, tolong aku~" kata Naruto dengan nada suara yang benar-benar seperti gadis yang sangat manja.

Kakashi merasa terkejut dengan nada bicara-nya Naruto tersebut, dia merasa ada sesuatu hal yang aneh padanya terjadi.

"Ada apa?" sahut Kakashi dengan nada sangat malas.

"Jutsu-ku ini tidak bisa dilepas, apa sensei tahu bagaimana caranya agar jutsu-ku ini bisa lepas dan aku menjadi pria jantan lagi?" tanya Naruto.

"eh?" hanya kata itu yang terjawab dari mulut Kakashi saat itu, dia memasukki kamar Iruka lalu berjalan mendekati Naruto setelah dia selesai memasukkan buku 'Icha-Icha Paradise'-nya ke tas tempat senjata-nya diletakkan.

"Ceritakan padaku sudah berapa kali kau menggunakan jutsu ini?" tanya Kakashi santai sambil menatap Naruto dengan mata kanannya yang sayu.

"Ah? Emm...," Naruto berfikir sejenak, mencoba mengingat-ingat sudah berapa kali dia menggunakan jutsu itu.

Dia ingat saat dia melakukan jutsu itu pertama kali pada Iruka-sensei ketika umurnya beranjak 13 tahun, lalu pada saat umurnya genap 16 tahun dia menggunakannya lagi pada Kakashi, Kiba, Shikamaru, Shino, Neji, Killer Bee, Sasuke dan beberapa musuhnya dan satu lagi..., ketika dia mengajari Konohamaru jutsu itu. Naruto bergumam tidak jelas sambil menghitung-hitung sudah berapa kali dia menggunakan jutsu itu dengan bantuan dua jemari tangannya.

"1,2,3,4,5...er..., mungkin sudah 100 lebih Kakashi-sensei" sahutnya dengan mantap.

Kakashi tersontak kaget mendengar jawabannya Naruto itu, dia menghela nafas-nya sambil bergumam sangat pelan

"Sudah kuduga kejadian ini pasti tiba" bisik Kakashi sangat pelan sehingga Naruto tidak mendengarkannya.

Disaat Kakashi terkejut padanya, ada perasaan tidak enak menjalar di hatinya. Rasanya dia seperti akan mendapatkan sesuatu hal yang extreme.

"Ada apa Sensei?" tanya Naruto ketika Kakashi menghela nafasnya sangat panjang dibalik masker bututnya itu*plak :diraikiri Kakashi:*.

"Kau tahu kenapa kau tidak bisa melepas jutsu mesummu itu?"

Naruto menggelengkan kepalanya tidak tahu

"Itu karena kau sudah menggunakannya lebih dari 100 kali, jutsu itu mempunyai batasnya dan jika batasnya itu tiba maka..., kau akan menjadi wanita secara permanent"

"NANII!" teriak Naruto histeris mendengar jawabannya Kakashi, mana mungkin dia akan menjadi wanita sedangkan sedikit lagi dia akan menjadi hokage ke-6?, mana mungkin dia akan menjadi hokage ke-6 dengan wujud wanita seperti ini, Tsunade pasti tidak akan percaya dengan apa yang dilihatnya?!. Masa iya pahlawan Konoha yang terlihat macho itu harus feminim karena wujud-nya itu?, apa kata pendahulu-nya?!.

"Sen-sens-sensei, apakah aku benar-benar tidak bisa menjadi pria lagi?" tanya Naruto mulai setengah menangis, matanya yang berwarna biru safir itu mulai berkaca-kaca setelah mendengar kalau dia akan menjadi wanita permanent.

"Sebenarnya sih kamu masih bisa menjadi pria lagi..., tapi..."

Belum sempat Kakashi menyelesaikan jawabannya, Naruto sudah memotongnya.

"Apa itu sensei?!, cepat katakan-ttebayo!"

"Apa kau yakin?" bisik Kakashi mulai merasa tidak yakin kalau Naruto benar-benar mau melakukannya.

"Emm!"

"Serius? Tapi ini menyangkut harga dirimu"

"Tidak masalah-ttebayo"

Kakashi mengerutkan keningnya, 'Sepertinya dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kukatakan soal 'harga diri'' batin Kakashi, sebenarnya Kakashi mencoba mencegahnya tapi karena sifat keras kepala Naruto yang berlebihan akhirnya dia terpaksa menjelaskan bagaimana caranya agar dia bisa menjadi pria kembali.

"Baiklah dengarlah baik-baik?"

Hening sejenak karena Kakashi mencoba menarik nafasnya untuk menarik udara disekitar lalu mulai berkata.

"Kau harus melakukan hubungan intim dengan pria"

"NANI!"

TBC

A/N : Yosha!, akhirnya selesai juga nih fic, makasih yah buat yang udah ngereview :). Garing yah humor-nya, hehehe gomen yah kalau garing. Shisui memang tidak jago membuat humor.