. -PERGI-.

Disclimer: sampai belut buluanpun Naruto bukan punya saya.

Warning: Gaje, OOC, EYD? gak tau, typo? sudah pasti, bikin males, ide pasaran, matak tunduh, mual, olab, pusing, amnesia dan penyakit mematikan lainnya.

Rate: M? Jangan dulu deh saya masih kecil. T aja lagian ketahuan kalo saya laki-laki mesum kalo pake rate M.

Genre: bobogohan, love-love-an, romance & hurt/comfort(gak kerasa semuanya)

Langsung baca saja deh!

A/N : Nah chapter 2 update ini chapter terakhir ,semoga ada yang nunggu.

Langsung baca ajah.

Pergi/Gone

"Dobe. " dari arah depan terdengar suara yang memanggilnya, ia tahu siapa yang memanggilnya. Hanya satu orang yang memanggilnya dengan sebutan 'Dobe'.

Naruto mengangkat wajahnya ingin membalas sapaan temannya namun belum sempat ia berbicara, wajahnya merasakan sebuah hantaman yang sangat kuat. Matanya terbelalak dan ia langsung tersungkur akibat ulah temannya itu.

Kakashi yang berada didekat mereka hanya bisa membelalakan matanya melihat Sasuke meninju Naruto, apalagi Sasuke sedang menggendong anaknya. 'Keren. ' pikirnya melupakan Naruto yang kesakitan merasakan tinjuan Sasuke.

"Hey, teme. Apa maksudnya itu, haaah. " Teriak Naruto tak terima. Se-enaknya saja wajah tampannya dipukul sekuat tenaga, memangnya ia samsak tinju apa? Pikir Naruto.

"Itu adalah ucapan selamat tinggal untukmu ketika kau pergi, sekaligus ucapan selamat datang dariku kerena kau telah kembali. "jawab Sasuke datar.

"Tidak bisakah dengan cara lain yang terlihat lebih normal. " Geram Naruto sambil mengusap-usap pipinya yang sedikit membiru.

"Itu yang paling normal untukmu dobe. " Ucap Sasuke dengan senyum iblis diwajahnya.

"Huh, akan kubalas nanti!"ucap Naruto sambil berdiri.

"Hei, apa kabar Sasuke? Dimana istrimu?" tanya Kakashi.

"Hn, baik. Kutinggal tadi disana. " Jawab Sasuke seadanya.

Naruto dan Kakashi melongongo mendengarnya.

"Teme, suami macam apa kau ini. Meninggalkan isterinya sendirian di tengah keramaian ini. Jika terjadi apa-apa padanya bagaimana?!" bentak Naruto tak terima. 'Se-enaknya saja meninggalkan Sakura-chan ditengah keramaian ini. Aku akan membunuhmu jika terjadi apa-apa padanya, teme. ' ucapnya dalam hati. Naruto masih menyangka bahwa Sakura adalah isteri Sasuke, terang saja ia marah.

"Tidak akan ada yang berani. " Ucap Sasuke.

"Tetap saja, sebagai suami yang baik kau harus berada disisinya, menjaganya teme. Harusnya kau tahu itu!" bentak Naruto. Tangannya terkepal, rahangnya mengeras. Sungguh ia sangat marah akan ketidak pedulian Sasuke terhadap isterinya.

Hampir saja ia bersiap menarik baju Sasuke sebelum sebuah suara wanita memanggil Sasuke.

"Sasuke-kun, apa kau sudah menemukannya?" ucap Karin berjalan mendekati Sasuke.

"Hn. " Jawab Sasuke yang berbalik menghadap Karin sebelum ia membalikan wajahnya ke arah Naruto. Memberi tanda bahwa orang yang dicari adalah orang yang di sampingnya.

Mengerti akan tanda yang diberikan Sasuke, Karin langsung memalingkan wajahnya kemana direksi Sasuke mengarah. Mata rubinya memperhatikan pemuda yang dicari lekat-lekat.

"Apa kau benar Naruto?" tanyanya.

"E-eh, i-iya, Karin!" jawab Naruto yang sedikit kikuk. Matanya melirik bayi yang tertidur digendongan Karin. 'Apakah bayi itu anak Karin?'pikirnya. Lalu direksinya berpindah kepada anak yang berada digendongan Sasuke. 'Mereka mirip, apakah ia anak Karin juga? Terus apa hubungannya dengan Sasuke? Apa jangan-jangan?' pikir Naruto lola. #hadeuh otak lemot kok disimpan.

"Apa Sato-kun baik-baik saja, Sasuke-kun?" tanya Karin

"Hn, bagaimana dengan Ayaka-chan?" tanya sauke balik.

"Ia baik-baik saja, masih tertidur. " Jawab Karin sambil memperhatikan bayi itu.

"A-apakah mereka anak kelian berdua?" tanya Naruto tergagap, merasa was-was apabila apa yang ia harapkan tidak terjadi. 'Semoga saja, semoga saja. ' batinya.

"Hn, yang ada di pangkuanku namanya Uchiha Satoshi dan yang di gendong Karin adalah Uchiha Ayaka. " Jawab Sasuke sambil memperkenalkan kedua anak mereka.

'Kalau Sasuke dengan Karin, maka Sakura-chan dengan siapa?' ia kembali membatin.

"Kalian habis darimana? Kelihatannya mereka sangat kelelahan sampai-sampai tertidur digendongan kalian. " Tanya Kakashi.

"Kami habis jalan-jalan, karena sato-chan tadi ingin jalan-jalan dengan Sasuke berhubung ia sedang libur dari tugas anbunya. " Jawab Karin.

"Hey dobe, cepat temui Sakura, ia sangat depresi karena kau tinggal. Akhir-akhir ini ia sering sakit, kami kawatir ia akan berbuat yang tidak-tidak. " Ucap Sasuke.

"Sakura-chan? Depresi karenaku?" tanya Naruto tak percaya.

"Iya, sikapnya berubah setelah kau tinggal. Ia jadi pendiam dan sering melamun badannya juga sedikit kurus dibandingkan dengan dulu. Cepatlah temui dia. " Ucap Karin.

"Selama 8 tahun ini kami terus mencarimu supaya kondisi Sakura membaik, namun semuanya tidak menemukanmu. Jadi cepatlah temui Sakura, ia sangat merindukanmu. Aku berencana ingin membawamu menemuinya setelah ini. " Tambah Kakashi.

"Ba-baiklah aku harus cepat pergi. Sampai jumpa." ucap Naruto.

"Ucapkan salam kami padanya. " Ucap Karin.

"Hmm. " Balas Naruto tersenyum langsung membuat segel tangan.

"Hiraisin. " ucap pelan Naruto dan dalam sekejap ia sudah menghilang dari hadapan Sasuke, Kakashi dan Karin.

Didepan rumah Sakura

Zzzepp

Naruto telah sampai di depan rumah Sakura dalam sekejap. Kepalanya ditengadahkan untuk melihat balkon rumah Sakura yang langsung terhubung ke kamarnya.

"Hiks. . , Hiks. . " samar-samar terdengar olehnya suara isak tangis dari sana. 'Apakah itu suara tangisan Sakura? Haish jika benar, itu semua pasti salahku. BAKA NARUTO. ' rutuknya dalam hati. Ia langsung meloncat kebalkon untuk menemui Sakura.

TAP

DEG

Sesampainya ia di balkon ia dikejutkan oleh Sakura yang tengah menangis sesenggukan di atas kasurnya, hatinya bagai dihantam 2 kapal jet dari dua sisi yang berbeda. Sakit, remuk, patah, hancur tak bersisa. Matanya menyapu seisi kamar Sakura. Sungguh kamarnya sangat berantakan bagai kapal pecah. Seburuk inikah akibat keputusannya telah meninggalkan Sakura. Air mata menggenang di pelupuk matanya, berkumpul dan siap untuk terjatuh. 'Lihatlah akibat perbuatanmu, Naruto-BAKA. ' Ucap hati nuraninya.

Secepat kilat ia sudah berada di hadapan Sakura sambil berjongkok memperhatikannya. 'Ma'af! Ma'afkan aku' ucapnya dalam hati, ia ingin berbicara seperti itu namun suaranya tercekat di tenggorokannya, tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Airmata semakin bertumpuk dimatanya yang sudah tidak kuasa menahannya. Dengan perlahan ia dekatkan tubuhnya ke tubuh Sakura guna memeluknya, menenangkannya dan juga melepaskan rindu yang sudah menggunung yang ia tahan selama 8 tahun.

"Hiks. . Hiks. . "

Ia dekap tubuh ramping Sakura dengan erat berusaha menenangkannya. Pundaknya mulai bergetar dan bersamaan dengan itu setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya dan disusul dengan tetesan lainnya. Naruto menangis. Menangisi kesedihan Sakura. Menangisi keadaan Sakura. menagisi kebodohan dirinya yang berani-beraninya membuat bunga miliknya menjadi layu. Merutuki kesalahannya karena telah meninggalkan sakura sendiri.

"Ma'af. " Ucap Naruto.

"Ma-ma'afkan aku. Ma'afkan aku Sakura-chan. " tambahnya dengan suara bergetar.

Sakura yang merasa dirinya dipeluk seseorang terkesiap. Siapakah gerangan yang berani-beraninya memeluk tubuhnya. Dengan perlahan ia angkat wajahnya untuk mengetahui siapa yang tengah memeluknya. Belum sempat ia melihat wajahnya, ia dikejutkan dengan suara bariton dari orang yang memeluknya dan semakin terkejut ketika orang tersebut memanggil namanya dengan ditambah suffix –chan yang sangat ia rindukan dari sahabat pirang satu timnya. 'Apakah ini Naruto' pikirnya.

"Na-Naruto?" tanya Sakura memastikan praduganya.

"Ma'afkan aku Sakura-chan. " Ucap Naruto dengan suara bergetar, hanya ucapan maaf yang bisa ia ucapkan karena sungguh ia sangat menyesal telah meninggalkan Sakura hingga menyebabkan gadisnya menjadi seperti ini, tersiksa karena kelakuannya.

"Benarkah kau Naruto? Hiks. . Hiks. . jawab aku!" Ucap Sakura sambil memperhatikan wajah sang pemeluk.

"Y-ya. " Jawab Naruto sambil memandang wajah putih pucat Sakura. Memandang matanya yang sangat ia rindukan keindahannya.

"Hiks. . Benarkah? , hiks. "

"Ya. "

Disentuhnya wajah Naruto dengan kedua tengannya, ia telusuri lekuk wajahnya dan berhenti sejenak guna mengusap tiga goresan di pipi bagian kiri dan kanannya. 'Tanda lahir Naruto. ' pikirnya. Ia lanjutkan menelusuri wajahnya dan ibu jarinya berhenti di hidung mancung Naruto di usapnya pelan sebelum turun ke bagian bibir Naruto dan mengusapnya pelan. Air matanya meluncur lagi dengan derasnya dari mata emeraldnya. 'hidung dan bibir Naruto'.

"Hiks, "

Dengan perlahan ia pindahkan pandangannya pada mata sang pemilik wajah dan terlihatlah dua manik biru saphire cerah namun tertutupi cairan bening yang terus mengalir deras tiada henti. 'Dan mata Naruto. ' Pikirnya. Air matanya bertambah deras. Inilah mata yang ia rindukan, inilah mata yang selalu ia mimpikan kehadirannya dan tubuhnya, sekarang tubuhnya berada tepat dihadapannya, memeluknya. 'Ini bukan mimpikan? Tolonglah jangan bangunkan aku jika ini memang mimpi, jangan bangunkan aku untuk selamanya. ' pikirnya berlebihan. Namun itu adalah keingianannya, mimpinya untuk dapat berjumpa dengan sahabatnya.

Dengan cepat ia berganti posisi menjadi duduk dan langsung menabrakan tubuhnya ke arah Naruto, memeluknya, menumpahkan rasa rindunya terhadap sang pemuda.

"Kemana sa-saja kau baka, hiks, hiks. " Ucap Sakura mengeratkan pelukannya.

"A-aku menunggumu, , Hiks. . aku terus menunggumu selama 8 tahun terakhir ini. Aku terus menunggumu pulang ke konoha. Aku terus menunggumu, . , hiks. " Racau Sakura.

". " Naruto hanya mendengarkan tanpa ingin memotongnya, ia masih belum dapat berbicara banyak hanya memeluk Sakura lebih erat.

"A-aku pikir kau tidak akan pulang ke-konoha, , Hiks. . aku sudah putus asa. Aku sudah tak tahu lagi harus bagaimana. A-aku, , " "Shhhttt, sudah, jangan diteruskan. " Potong Naruto terdengar lirih dan masih bergetar.

Mereka saling terdiam, saling memeluk melepaskan rasa rindu yang sudah menupuk selama bertahun-tahun lamanya. Mereka menangis, menumpahkan semua rasa yang ada. Senang, sedih, sesal , mereka tumpahkan dengan air mata. Mereka tahu mereka akan dibilang cengeng, namun mereka menghiraukannya. Hanya ini cara mereka mengungkapkan apa yang hati mereka ucapkan, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka alami tanpa mengucapkannya.

Setelah sekian lama terdiam akhirnya Naruto yang memulai pembicaraan.

"Selama ini aku berpikir akan baik-baik saja ketika aku meninggalkanmu karena kupikir kau tidak akan memperdulikannya selama Sasuke berada didekatmu. Ku pikir tidak akan terjadi apa-apa ketika aku meninggalkan kalian karena kau pasti bahagia walau tanpaku. "

"Kenapa kau berpikir begitu?" tanggap Sakura lirih masih sesenggukan setelah lama menangis.

"Dengarkan dulu sampai aku selesai berbicara, baru kau tanggapi. " Ucap Naruto.

"Aku tidak pernah berpikir kepergianku akan berpengaruh sangat besar padamu karena selama ada Sasuke aku yakin kau tidak akan bersedih. Karena aku tahu, kau selalu mengharapkan Sasuke berada di sampingmu jadi tidak akan apa-apa meski aku tidak hadir dikehidupanmu sekalipun, karena aku berpikir kau tidak akan memperdulikanku,hanya sasuke. Namun semua pemikiranku salah, aku tidak tahu kau akan menjadi seperti ini karena perbuatanku, aku sangat menyesal telah meninggalkanmu, sungguh aku menyesal. Untuk itu ma'afkan aku, Sakura-chan. Ma'afkan aku. " Ucap Naruto. Pundaknya bergetar kembali, matanya berkaca-kaca siap untuk menumpahkan air matanya lagi.

"Sudahlah. Yang terpenting kau telah kembali ke konoha, dan kembali padaku, itu sudah cukup untuk membuatku mema'afkan mu. " Ucap Sakura menenangkan Naruto sambil mengusap-usap punggung lebar Naruto. Memberi rasa tenang kepadanya.

Naruto melepaskan pelukannya dari Sakura, menatap wajah Sakura. "Benarkah?" tanya Naruto memastikan dengan mata penuh harap dan wajah yang kusut akibat menangis. Melihatnya membuat Sakura tersenyum. "Ya. " sebuah cengiran muncul di wajah tampan Naruto menandakan ia sangat bahagia dan Narutopun kembali memeluk Sakura.

"Arigatou. " Ucapnya.

"Ia, aku yang harus berterima kasih karena kau telah kembali. Arigatou. " Sangkal Sakura.

"Aku mencintaimu. " Ucap Naruto.

Tubuh Sakura menegang mendengar penuturan Naruto, ia tak tahu harus bagimana dan harus menanggapi bagaimana, ia sangat bahagia mendengarnya namun tidak tahu cara mengungkapkannya.

"Dan aku ingin kau menjadi ibu dari anakku serta pendamping hidupku. Selamanya. " Tambah Naruto.

"A-apa kau baru saja me-melamarku?" tanya Sakura tidak percaya. Pelukannya ia lepaskan demi menatap keseriusan Naruto. Ia tatap wajah dan matanya dalam demi melihat kesungguhan dan kejujuran. Dan YA! ia dapat melihatnya jelas terukir diwajahnya.

"Ya, tapi ma'af. Aku mengatakannya secara mendadak. Aku tidak mempersiapkannya terlebih dahulu sehingga tidak ada cincin dengan permata yang indah dan tempat yang romantis-tebayou. " Ucap Naruto dengan menyesal.

"Tapi apakah kau menerimanya Sakura?" tanya Naruto harap-harap cemas menunggu jawaban Sakura. Dilihatinya wajah Sakura yang masih terkejut itu, namun tak lama ia bisa melihat mata Sakura berkaca-kaca. Bibirnya bergetar dan pada akhirnya air mata Sakura meleleh membasahi pipinya. Ia menangis tersedu-sedu.

"Apa kau tidak mau?" tanya Naruto lesu.

"Hiks. . Hiks. . baka Naruto. Tentu saja aku mernerimanya, dengan senang hati!" ucap Sakura dengan isakannya yang membuat Naruto senang bukan kepalang langsung dipeluknya Sakura untuk mewakili kebahagiaannya, ia tertawa namun juga menangis.

"Hahaha, arigatou Sakura-chan hahaha, , hiks" ucap Naruto.

Mendengarnya Sakura tak tahan untuk membentuk senyuman dibibirnya. Dilepaskannya pelukan Naruto, ia hapus air mata Naruto dengan ibu jarinya dan Naruto pun melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan.

Wajah mereka saling mendekat, mengeksekusi jarak antara mereka dan pada akhirnya kedua bibir itu bertemu, berbagi kehangatan dan meluapkan kasih sayang antara mereka. Saling mengecup dan melumat berusaha mendominasi. Semuanya terasa indah sampai seseorang memergoki acara intim mereka.

"Sakura, ayo cepat turun nak, makan siang sudah siaa-ASTAGA" ucap orang tersebut yang merupakan ibu kandung Sakura-Haruno Mebuki.

"O-Okaa-san, ke-kenapa masuk tanpa ke-ketuk pintu terlebih dahulu?" ucap Sakura gelagapan karena kepergok tengah berpagutan mesra dengan Naruto. Dan Naruto langsung menjauhkan badannya dan berbalik memunggungi ibunya Sakura. Ia tahu itu tidak sopan namun ia sangat malu, bayangkan ketika kau sedang berpagutan mesra dengan kekasihmu lalu ketahuan oleh ibu mertaumu, sungguh hal yang sangat memalukan (untuk anak dibawah umur jangan membayangkan, ini khusus adegan 17 tahun ke samping.).

Mebuki hanya dapat ternganga melihatnya tidak dapat mengungkapkan apa-apa.

'Gawat, ini masalah besar. ' Pikir Sakura.

-End-

Alhamdulilah akhirnya kelar juga,Tadinya sih mau publish pake akun Galura'uzaharu'22 tapi malah keenakan pake akun ini. Bismillah, apakah Bagus? Jelek? Medium? Medium sedikit menjurus bagus? Atau medium menjurus jelek? Atau jelek menjurus ke bagus? Atau bagus dengan sedikit sentuhan jelek? Atau mungkin medium dengan tambahan medium menjurus ke jelek?, atau medium dengan, ,?#Reader : Alah banyak bacot kau author. Yup,saya mohon beri tanggapannya dengan klik [review] yaah?onegaiii, pliis, pliss. Nanti saya kasih duit deh yah, atau peuyeumm atau juga ketupat panawangan? Beuh sedap pokonamah!

Omake

Diruang tengah kediaman haruno.

"Eheemrgh" suara serak Kizashi mengintrupsi. Mereka sedang duduk berunding di ruang tamu, Kizashi dengan gagahnya duduk dihadapan dua anak remaja yang kelihatan gerogi, ia tengah menyidang kedua anak remaja itu yang ketahuan telah berbuat hal yang tidak senonoh di kediamannya.

"Pssttth, pstth, Naruto! bagaimana rasanya mencium putriku?" bisik Kizashi penasaran pada Naruto.

"Eeh?" terang saja yang di tanya langsung terkejut ditanya seperti itu. Wajahnya merona.

"Anata, jangan bercanda terus. Ini waktunya serius. " Mebuki menyikut lengan Kizashi guna mengingatkanya.

"Ehh, aku kan hanya penasaran, hime!" belanya. Mebuki hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat jahil suaminya.

"Eheem, jadi, Naruto. karena kau telah membuat putri semata wayangku menderita selama 8 tahun terakhir dan ketika kau kembali, dengan berani kau menciumnya maka kami memutuskan untuk segera menikahkan kalian. Tidak ada penolakan. " Ucap Kizashi tegas.

Mendengarnya kedua remaja itu langsung menampilkan wajah terkejut. Tidak percaya bahwa orang dewasa yang berada di hadapannya menyuruh mereka melakukan hal yang sudah pasti mereka lakukan meski tanpa disuruh sekalipun.

"Otou-san!"/"Benarkah itu paman?" ucap mereka.

"Yup, Mebuki dan aku sudah tidak tahan ingin menimang seorang cucu. Jadi cepat-cepatlah acara persepsi pernikahannya dilaksanakan. Agar kalian cepat melakukan 'itu' dan "POOM", kami sudah menggendong seorang cucu. hahaha" ucap Kizashi.

"Benar kata tou-sanmu, cepat lakukan 'itu' dan buatkan cucu untuk kami. " pinta Mebuki.

Kedua remaja itu hanya melongo mendengar ucapan jahil orang tua dan calon orang tua mereka. Namun dalam hati mereka senang karena mereka rupanya disetujui. Jadi mereka tidak perlu repot-repot kawin larikan?.

-End of omake-

Terima kasih telah membaca, jangan lupa yah pesan saya yang di atas.

[Review]?

Ini Balesan reviewnya :

Uzumakiharuno535 : Ini dah lanjut kok,tanks dah baca.

Kei deiken :Thanks dah baca. Wah,pengamatan yang bagus Kei-san. Ini dah lanjut.

Mistic Shadow : melankolis? Hahaha. Ma'af-ma'af,saya orangnya lebay sih jadi kepalang lebay saya tulis aja kelebayan saya di itu surat.

MisteryOues Girl : Thanks dah baca,ini dah lanjut. Dan untuk saran saya terima dengan senang hati.

Lutfisyahrizal : thanks dah baca. Ini dah lanjut.

Mchsyahfii : Thanks,ini dah lanjut.

Ae Hatake : Thanks dah baca. Ini dah lanjut. Kilatkan? .

Dwi. Novian. 96 : thanks,ini dah lanjut.

7 : Thanks dah baca. Kalau masalah aksi,saya gak ada idenya. Jdai ma'af yah,seadanya saja. Hehehe

Mushi Kara-chan : Thanks dah baca. Sengaja saya tega-tegain narutonya kalau gak di tegain kan ceritanya gak bakalan ada. Hahaha

Immanuel. Febriano: thahks dah baca. Untuk sarannya saya terima dengan senang hati, tapi ma'af yah chapter satunya gak bisa edit soalnya saya buka Ffn dan publishnya pake hp karena kalo pake laptop di blokir sama si itu, siapa namanya ? euh, ,Internet filtering. T . T

Killua. Shadowstep : thanks dah baca,nih dah lanjut.

Nokia 7610 : Thanks dah baca ini dah lanjut.

[Review]?