-a/n : Halllooo!#disumpel#..YO,Minna!,akhirnya chapter 2 selesai.

Senangnyaaa..!Terimakasih banyak pada anggota FSBN. Honeyf-senpai yang membeta fic saia^^ dan juga smua reader yang telah mau membaca apa lagi mereview fic saia ini^^…

#ngasih bunga#,semoga dichapter 2 tidak mengecewakan.

-Balasan Review yang tdk login:

_Fujoshi Nyasar : wahaha..iya tu murni kecerobohan saia..

Sankyu atas pemberitahuannya#bungkuk#. .

Waah,ini SasuNaru lho..ya donk harus

Kan' leadernya^^..makasih reviewnya..^^

Disclaimer : Masih punya Masashi punya saia, bakalan hancur jadinya... =.='

Pairing : SasuNaru, KakaObi, dan lainnya yang belum dibuat…

Rated : T

Warning : Boys Love, Shounen-ai, OOC, AU, typo, dan senegrinya..

Keterangan Usia :

- Naruto dkk : 18 Tahun

- Sasuke : 19 Tahun

- Kakashi : 26 Tahun

- Obito : 26 Tahun

- Iruka : 24 Tahun

_ALIVE_

Chapter 2: Tawaran?

~o~o~o~o~o~o~o~

Sasuke's POV

"... Engh..?"

Aku terbangun dan melihat sekitarku. Ternyata masih di ruangan putih ini lagi.

Aku menghela nafas, sudah berapa kali aku terdampar di sini, walau kali ini bukan dengan alasan 'itu' aku berada di sini.

Tok! Tok!

"Masuk..." ucapku tanpa memandang pintu masuk bercat putih itu.

Pintu itu pun terbuka dan menampakkan salah satu orang yang kupercayai, dan mungkin hanya dia yang tersisa dari orang-orang kepercayaanku, yaitu paman dan kakakku.

"Sudah kau dapatkan informasi tentang pemuda itu, Kakashi?"

Aku bertanya tanpa melihat lawan bicaraku.

"Iya, Sasuke-sama." Jeda sesaat. "Pemuda itu bernama Uzumaki Naruto. Dia bekerja di sebuah restoran sebagai seorang Pattiserie," jelas Kakashi.

"Jadi begitu. Uzumaki Naruto."

Ya, aku meminta Kakashi untuk mencari tahu seorang pemuda yang menolongku dari anak buah Orochimaru yang menyerangku dua hari yang lalu. Setelah sadar, aku meminta Kakashi untuk mencari tahu tentangnya. Jujur, aku tertarik dengan kemampuannya dalam bela diri walau hanya sekilas melihat sebelum aku pingsan.

"Ada satu hal yang harus anda ketahui, Sasuke-sama."

Tiba-tiba saja Kakashi berseru. Aku menoleh pada Kakashi dengan heran. Karena, baru kali ini aku mendengar nada bicara Kakashi yang menurutku aneh.

"Apa itu, Kakashi?" tanyaku heran.

"Uzumaki Naruto adalah ketua dari kelompok berandalan yang dijuluki… Kyuubi no Kitsune."

"Sasuke-sama?" Kakashi menegurku.

"Kyuubi no Kitsune itu..." kataku.

"Iya, Kyuubi no Kitsune."

Aku memandang Kakashi, agaknya suasana di ruangan ini tampak berbeda.

"Kyuubi no Kitsune itu... siapa?" tanyaku bingung.

Entah aku berilusi atau tidak, aku melihat Kakashi sedikit bergeming dari posisinya dengan tampang yang menurutku aneh. Apa aku mengatakan hal yang salah?

Sasuke's POV End

"Yare-yare~ sudah kuduga," batin Kakashi sweatdrop.

"Kakashi? Kau belum menjawab pertanyaanku," tanya Sasuke sedikit menuntut.

Kakashi berdeham.

"Khng... maaf atas ketidaksopanan saya, Sasuke-sama."

"Hn, ceritakanlah."

Dan Kakashi pun menceritakan semua info yang sudah didapatkan kepada Sasuke.

~o~o~o~o~o~o~o~

-Iruka's Café-

"Naruto! Antarkan pesanan ini ke meja nomor sembilan!" seru Tsumaru dari meja pemesanan.

"IYA!"

Sedangkan gadis cantik berambut pirang pucat, bermata ungu violet sedang santai di meja VIP sambil minum teh.

"Hmm…" desisnya, menikmati teh itu.

Brak!

Tiba-tiba seseorang menggebrak mejanya pelan. Beberapa orang menoleh.

"Nona Shion..." sahut orang itu yang ternyata Hakuto dengan nada lembut tapi seram, setidaknya begitulah anggapan orang yang melihat.

"Iya..."

Hakuto tersenyum.

"Bisakah… KAU MEMBANTU KAMI, HAH!"

"Maaf ya... Aku malas," kata Shion santai sambil menyeruput tehnya.

Ctak!

'Hahh... mulai lagi,' batin Tsumaru melihat dari meja pemesanan dengan tampang bosan.

"Silahkan hidangannya, nona-nona manis," ucap Sai tersenyum mengabaikan keributan tiga meja darinya itu. Dengan otomatis, Sai mengalihkan perhatian gadis-gadis di meja yang sebelumnya melihat keributan Shion dan Hakuto. Kemudian mereka blushing melihat senyum Sai.

"MALAS KAU BILANG!" Hakuto meledak, namun Shion tetap santai.

"A-anu, Shion-chan, Hakuto-chan. Sudah... jangan bertengkar. Lihat banyak pelanggan yang melihat, tidak baik," Naruto menegur dengan lembut.

"Habis, lihat dia," Hakuto menunjuk Shion.

"I-iya," Naruto mengalihkan pandangannya kepada Shion. "Shion-chan, harap kamu mengerti ya... Kafe sedang ramai jadi bantu kami sebentar saja," Naruto meminta dengan lembut.

Shion mengalihkan pandangannya ke arah Naruto, lalu menghela nafas. Menaruh cangkir teh di meja dan berdiri.

"Baiklah, karena Naruto-kun yang meminta..." Shion pun beranjak ke arah meja pemesanan.

"Grr... Naruto, kau ini terlalu memanjakannya tahu! Tegas sedikit dong!" gusar Hakuto sambil meninggalkan Naruto.

"Hahh… tegas ya..."

~o~o~o~o~o~o~o~

"Yo, Kakashi!" ujar seseorang menyapa Kakashi yang baru keluar dari gedung rumah sakit.

Kakashi menoleh. "Sudah lama tidak berjumpa. Apa anda sehat-sehat saja, Obito-sama?"

Obito tersenyum sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana panjang silvernya.

"Yah, seperti yang kau lihat. Dan, hei! Jangan panggil aku dengan tambahan 'sama' lagi. Toh, aku bukan lagi bagian dari Uchiha."

Kakashi terdiam.

"Bagaimana keadaan Sasuke?" tanya Obito.

"Sasuke-sama sudah sehat dan besok sudah diperbolehkan pulang."

Obito mengela nafas lega, setidaknya sekarang keponakannya itu dalam keadaan baik-baik saja.

"Ooh... syukurlah. Setelah pulang nanti, kau harus menyuruhnya istirahat penuh! Anak itu terlalu fokus terhadap pekerjaannya sampai-sampai tidak memperdulikan sekitar dan kesehatannya."

'Ya, contohnya tadi,' batin Kakashi. "Ya, saya mengerti."

Obito memandang langit dengan tatapan sendu. Lalu menghela nafas.

"Hahh, aku tahu Orochimaru tidak akan menyerah sampai tujuannya tercapai seperti halnya dia menghancurkan perusahaan lain walau harus memakai cara-cara kotor." Jeda sesaat. Kemudian, Obito menoleh ke Kakashi. Serius. "Berjanjilah padaku, Kakashi. Tolong jaga Sasuke selagi aku menyelidiki dan mencari bukti untuk menyeret Orochimaru beserta anak buahnya ke jeruji besi seumur hidup," ujar Obito menggebu-gebu.

"Iya, Inspektur-sama,"ucap Kakashi singkat. 'Hahh... yang satu workaholic dan yang satunya ambisius...' ratap Kakashi.

Sebenarnya, alasan Obito tidak menyandang nama Uchiha lagi karena ia memiliki cita-cita yang menurutnya lebih penting daripada menjalankan perusahaan keluarga. Ya, cita-citanya adalah menjadi bagian dari anggota polisi yang jelas-jelas ditentang keras oleh keluarganya, sehingga membuat dirinya bertengkar hebat dengan Uchiha Madara, ayahnya. Akhirnya, Obito nekat minggat dari rumah, dan sekarang menetap di sebuah apartemen sederhana yang hanya diketahui oleh Itachi, Sasuke, dan Kakashi. Alasan kenapa hanya mereka bertiga yang tahu, karena keluarga Uchiha sudah tidak menganggap Obito bagian dari Uchiha lagi. Tentu saja hal tersebut disambut oleh Obito dengan kegembiraan penuh saat mendapat kabar itu dari Kakashi melalui telepon, Obito nekat memanjat pagar mansion Uchiha tengah malam, lalu berjingkrak-jingkrak tidak jelas. Dan juga berteriak-teriak, "YEAH! I'M FREEDOOOMM!" di halaman mansion Uchiha, sukses membangunkankan hampir seluruh penghuni rumah dan baru berhenti ketika satpam rumah menyeretnya keluar.

-Back to Kakashi dan Obito-

Obito membalikkan badan, lalu berucap, "Kakashi?"

"Iya..."

"Pegang janjimu tadi, jaga Sasuke. Aku tidak mau ia bernasib sama seperti Itachi... Sudah ya, titip salam sayangku kepada Sasuke!"

Dengan itu, Obito pun melangkah pergi. Tentu saja Kakashi mengerti sekali maksud dari perkataan Obito.

Setelah Obito menghilang dari pandangan Kakashi, ia pun tersenyum di balik masker putihnya.

"... Aku berjanji, Obito..." gumam Kakashi meninggalkan keformalitasan yang selama ini melekat padanya.

Lalu beranjak dari tempat itu.

~o~o~o~o~o~o~o~

"Aku pulang MINNA!" seru Naruto memasuki rumah yang sekaligus tempat geng Kyuubi berkumpul.

"Waah... Naru-nii, pulang!" seru seorang bocah berumur 10 tahun, berambut hitam, dan bergigi ompong di bagian depan.

Setelah mendengar seruan Konahamaru, dua kepala anak kecil yang sebaya muncul dari ruangan di sampingnya.

Dan…

Drap! Drap! Drap!

Bruk!

"NARU-NII OKAERI!" seru tiga anak itu menerjang Naruto dan menimpanya tubuhnya.

"Iya! Iya! Ayo turun dulu anak-anak nakal atau kuhajar kalian!" ucap Naruto dengan mimik wajah bercanda.

"Hehehe..." cengir polos ketiga anak itu. Kiba tiba-tiba muncul dari ruangan tadi.

"Hei, ayo turun! Konahamaru kau leadernya, 'kan? Kasihan Naruto."

Tiga anak itu langsung menyingkir dari tubuh Naruto. "Gomen. Habis Naru-nii pulangnya lama," kata salah satu anak berambut coklat panjang bermata ungu bernama Yukimaru.

"... Haha... gomen, tadi harus membersihkan kafe dulu. Berarti Sai sudah pulang, 'kan?" tanya Naruto sambil berdiri.

"Iya. Bahkan, Sai-nii sudah pulang sejak 20 menit yang lalu. Mungkin sekarang sedang mandi," jawab anak terakhir bernama Inari dengan jempol kiri menunjuk belakangnya.

"Oh..." jawab Naruto singkat.

Tiba-tiba Sai muncul di belakang Kiba. "Yo, Naruto-kun!"

"GYAA~ SAI! Jangan muncul dari belakang seperti itu! KAGET TAHU!" seru Kiba histeris.

"Gomen..." jawab Sai, lalu memandang Naruto dengan serius. Seolah mengerti dengan tatapan tajam Sai, Naruto mengangguk.

"Oya, hei, para bocah! Sana kerjakan PR kalian!" seru Kiba sambil menunjuk tangga.

"Hu-uh! Bilang saja, kalau kami tidak boleh ikut rapat Kyuubi," sungut Konahamaru yang disetujui Yukimaru dan Inari.

"Kalian i-"

"Bukannya tidak boleh. Tapi, untuk kalian ini belum saatnya," potong Naruto.

"Hu-uh! Baik-baik."

Dan akhirnya Konahamaru cs berlalu ke lantai dua.

"Dasar bocah," dumel Kiba.

~o~o~o~o~o~o~o~

Di sebuah gedung tinggi berlantai tiga puluh yang sangat mewah. Di salah satu ruangan dalam gedung itu.

"Orochimaru-sama ini dokumen yang berhasil dibawa oleh Akatsuki," ucap Kabuto sembari menyerahkan sebuah map berwarna biru kepada Orochimaru.

Perlahan Orochimaru membuka map itu dan tersenyum. "Eh, boleh juga bocah Uchiha itu."

"Ada yang salah, Orochimaru-sama?"

"Dokumen ini bukanlah yang kucari. Sepertinya dia sudah menyadarinya... Hahaha... Dia itu tipe target yang harus dihancurkan secara perlahan-lahan."

"Apa rencana ini perlu dilanjutkan?" tanya Kabuto.

"Jangan terburu-buru, Kabuto. Jika bertindak ceroboh sedikit saja, kapan saja ular akan diterkam elang..." jawab Orochimaru sarkastik.

"Saya mengerti."

~o~o~o~o~o~o~o~

"Shukaku?"

"Iya. Memberi sebuah tawaran kepada kita, Kyuubi," ucap Sai. "Shukaku mengirimkan ini lewat bawahannya untuk diserahkan padamu, Ketua," lanjutnya.

Naruto menerima sebuah memo berwarna coklat dengan lambang hewan rakun yang unik.

Kini Naruto dan beberapa anggota Kyuubi tengah mengadakan pertemuan anggota Kyuubi di ruangan bawah tanah. Mereka duduk di kursi dengan meja yang cukup panjang dan luas dengan lima kursi di sebelah kanan dan kiri dan satu kursi dimasing-masing ujung meja itu.

"Hahh... aku tidak mengerti ken-ini?" kata-kata Naruto terpotong setelah melihat dan membaca isi memo itu.

"Ada apa Naruto? Apakah itu berisi tantangan?" tanya Menma.

"Horee! Akhirnya kemampuan geng kita diakui! Ayo, kita kalahkan mereka dengan semangat masa muda yang membara!" seru pemuda beralis tebal bernama Rock Lee dengan semangat sambil menaikkan kaki kanan ke atas meja.

"Berisik Lee! Diamlah sedikit!" gusar Tenten.

"Gomen, Tenten. Kelepasan," ucap Lee sambil duduk kembali.

"Jadi, apa isi memo itu Naruto?"

"Mereka ingin kita berkoalisi dengan Shukaku," ucap Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari memo itu.

"Berkoalisi?"ucap serempak anggota Kyuubi.

Kiba angkat bicara. "Lho? Bukannya bagus jika Shukaku berniat berkerjasama dengan kita, iya, 'kan?"

"Tapi, sepetinya bukan hanya itu, 'kan, Naruto?" tanya Sai.

Naruto tidak langsung menjawab. Tiba-tiba seorang wanita datang dari arah tangga. Semua kepala menoleh.

"Sebaiknya kalian jangan terlalu menanggapinya," ucap wanita itu perlahan mendekati Naruto dan melingkarkan tangannya di leher Naruto dari belakang.

"... Ya, 'kan, Ketua?" ucapnya menggoda di telinga Naruto. Naruto merinding.

"Kenapa harus diabaikan?" tanya Kiba.

Wanita itu berdecak sambil menatap Kiba.

Wanita itu melepaskan pelukannya dari Naruto. "Na, na, Kiba-kun. Memangnya apa alasan Shukaku memberi tawaran kepada Kyuubi? Terlebih anggota Kyuubi tidak terlalu banyak dan baru saja berdiri... Ya, walau kuakui nama kita sudah cukup dikenal… dan pasti…" jeda sesaat. Lalu wanita itu menepuk kepala Naruto. "Alasan Shukaku adalah ketua kita ini."

"Guren-san, jangan seperti itu... Naruto belum memutuskannya, 'kan?" ucap Sai.

Wanita bernama Guren itu menghela nafas sembari duduk di kursinya. "Yah... whatever..." gumamnya.

Naruto langsung berdiri dengan menggenggam erat memo itu di tangan kanannya.

"Lee, Sai. Kau ikut aku ke sana! Dan kalian semua tetaplah disini, biar aku yang menyelesaikannya."

"BAIK, Ketua!" seru anggota Kyuubi kompak.

"Ayo, pergi," ucap Naruto dengan mata birunya yang berkilat tajam. Sembari melangkah pergi diikuti Lee dan Sai.

~o~o~o~o~o~o~o~

Di sebuah bangunan besar yang tampak tua.

"Di sini," ucap Sai.

"Ayo!" Naruto melangkah mendekati bangunan tua itu.

Saat itu mereka bertiga disambut empat anggota Shukaku.

"Kalian anggota Kyuubi?" tanya seorang wanita berambut pirang dikuncir empat.

"Ya."

"Ketua kalian?"

"Aku," jawab Naruto.

"Kau? Cih, aku tidak percaya jika kau adalah Kyuubi no Kitsune itu," ucap pria berambut jabrik coklat dengan nada mengejek.

Mendengar itu, Lee dan Sai mengeluarkan pisau kecil dari lengan baju panjang mereka.

Disambut gerakan waspada dari anggota Shukaku.

"Tenanglah, Lee, Sai..." kata Naruto angkat bicara.

"Maaf..." gumam Lee dan Sai.

"Maaf atas kelancangan kami," ujar wanita bernama Temari itu.

"Tidak apa-apa," balas Naruto singkat.

"Terima kasih. Silahkan ikuti kami," lanjut Temari.

Dengan itu Naruto, Lee, dan Sai mengikuti para anggota Shukaku itu.

~o~o~o~o~o~o~o~

-Konaha Hospital. At 21.00 a.m-

Di salah Satu kamar VIP.

"... Uzumaki Naruto, menarik."

~o~o~o~o~o~o~o~

-TBC-

a/n : Gimana? Gimana? Saia harap tidak mangecewakan para reader semua..T.T..TERIMAKASIH sekali lagi saia ucapkan pihak FSBN yang telah menbeta fic saia ini^^..arigatou..u.u.. dan..OTANJOUBI OMEDETOU! Untuk Uchiha Yuri yang berulang tahun^^..dan Killua Zaoldyeck yang berulang tahun tgl 15 juni yang lalu...#Nyasar dulu ke fandom !#

-Killua : "Telat baka!"

-Naru : "Gomen..=.='.."

-Yuri : "Review ya.^^"...

_Review?_