Jongin tidak pernah mengelak ketika ada yang bertanya perihal perasaannya kepada Oh Sehun. Dia juga sangat menikmati sensasi seolah-olah ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya saat melihat tetangganya itu dari balik jendela kamarnya. Entah sejak kapan rasa suka itu hadir, dia sendiri tidak begitu menyadari. Yang jelas, semakin bertambah dewasa Sehun tumbuh menjadi sosok yang berhasil mencuri perhatian Jongin.

Mereka bertetangga tapi jarang bertegur sapa. Mungkin karena pergaulan mereka sudah berbeda. Jujur saja Jongin iri tiap kali melihat Sehun pulang dengan wajah sumringah, dia ingin menjadi alasan Sehun terlihat gembira seperti itu tapi apa daya kan, mereka tidak sedekat dulu saat masih kecil.

Sehun itu tipe anak gaul, teman-temannya banyak. Tapi satu hal yang Jongin tahu, Sehun tidak pernah sekalipun berkencan. Oh jangan tanyakan darimana Jongin mendapatkan info tersebut. Dia adalah fans nomor satu Oh Sehun.

Tentu saja fakta itu membuatnya sangat lega, mengetahui Sehun menolak semua tawaran kencan para mahasiswa/i di kampusnya membuat Jongin tidak perlu merasakan cemburu yang bisa membuat kepalanya mendidih.

Tapi, tidak untuk hari itu. Saat Chanyeol dan Baekhyun tiba-tiba saja mendaratkan pantat mereka di depan Jongin saat anak itu sedang menikmati makan siangnya yang sudah sangat terlambat.

"Kau tau, Oh Sehun berencana untuk mencari seseorang yang bisa dia ajak untuk berkencan." ujar Baekhyun dengan suara pelan sok menyeramkan.

"Benar, dan jika berhasil kemungkinan besar dia akan menjadikan teman kencannya sebagai kekasihnya. Apa kau tidak merasa kesal?" sahut Chanyeol mengompori Jongin yang terlihat sedikit terkejut.

Sejak saat itu, hari-hari Jongin dia habiskan untuk memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa mengungkapkan perasaannya kepada Oh Sehun. Jika mengingat apa kata Chanyeol, bahwa sedikit saja dia lengah Sehun bisa lepas dari genggamannya. Dia bertekad untuk mendekati Sehun sebagai seorang lelaki, bukan teman masa kecil ataupun tetangga.

Dan seperti yang kita tahu bahwa usaha Jongin tidak begitu sia-sia meskipun harus sedikit merasa kesal saat mengetahui dulu Sehun menjadikkannya alasan untuk menghindari teman kencannya yang memiliki wajah sedikit bule, dan juga harus menahan amarahnya setiap dia melihat tetangganya itu kerap kali diantar pulang oleh beberapa pria yang berbeda. Jongin belum ingin menyerah untuk Sehun.

Karena dia yakin sekali, Sehun hanya ingin merasakan bagaimana rasanya berkencan dan dia masih mencari sosok yang bisa membuatnya nyaman. Begitulah kata Baekhyun. Dan sebagai orang yang tahu betul sifat Sehun, Jongin masih tetap percaya diri untuk mencuri perhatian Sehun kembali.

Yah, kira-kira begitulah tekad kuat Kim Jongin sehingga sekarang dia berhasil menyandang status sebagai kekasih pertama Oh Sehun. Akhir yang melegakan untuk episode perjuangan mendapatkan cinta Oh Sehun yang ternyata anak itu juga menyimpan perasaan untuknya.

Mengingat hal itu membuat Jongin tersenyum kecil sambil memandangi Oh Sehun yang saat ini sedang berceloteh ria menceritakan pengalaman kencannya yang sangat membosankan. Saat ini mereka sedang berada di kamar Jongin. Oh jangan salah paham dulu, Sehun hanya bermaksud untuk berkunjung dan Jongin juga tidak ada niatan untuk melakukan hal yang macam-macam.

"Aku sudah berulang kali mengatakan kepada Baekhyun dan Chanyeol kalau aku tidak akan pernah cocok dengan orang-orang itu, tapi mereka tetap saja memaksaku untuk berkencan. Bahkan orang yang bernama Kris itu sampai aku pukul, aku sudah cerita kan?" kata Sehun dengan semangat yang menggebu-gebu.

"Tidak apa-apa, hitung-hitung menjadi pengalamanmu yang sangat minim tentang percintaan kan?" ejek Jongin sambil merapikan buku-buku lamanya yang akan dia simpan di gudang.

"Ck, aku memang tidak punya pengalaman sama sekali. Tapi aku termasuk remaja yang pandai bergaul tahu. Memangnya kau?" balas Sehun dengan nada sinis.

"Ya tidak masalah kutu buku sepertiku. Tapi aku sudah empat kali berpacaran dan mantan kekasihku lucu-lucu sekali asal kau tahu saja." ujar Jongin masih mengejek.

Mendengar penuturan Jongin, muka Sehun menjadi keruh. Dia melemparkan bantal yang ada di dekatnya kearah Jongin cukup kencang, meskipun tidak sakit sih.

"Kalau begitu berpacaran saja lagi dengan mantan-mantanmu yang lucu sekali itu." Sehun berkata dengan ketusnya.

"Astaga, apa kau merasa cemburu hm? Imutnya."

Tapi kata-kata Jongin sama sekali tidak membuat Sehun merasa lebih baik, dia kesal tentu saja.

"Hei Ohsen, apa kau marah karena aku bercerita begitu? Jawab aku!"

Jongin membawa tubuhnya untuk duduk di depan Sehun dan tersenyum gemas melihat wajah kekasihnya itu yang terlihat kesal. Ingin rasanya mencium kedua pipinya yang mulai berisi, tidak kurus seperti saat masih kecil.

"Aigo, lucunya kekasihku saat marah." Jongin mencubit kedua pipi Sehun pelan tapi ditepis oleh sang empunya sedikit kasar. Jongin terkekeh pelan semakin merasa gemas.

"Dengar, yang berlalu hanyalah menjadi masa lalu. Kita berdua sama-sama mencari seseorang yang membuat kita nyaman sampai tidak menyadari bahwa yang kita nantikan berada di dekat kita. Jika kau ingin mengetahui sebuah rahasiaku, kuberi tahu, aku menyukaimu bahkan jauh sebelum aku mulai berpacaran dengan mantan pertamaku." terang Jongin dengan senyumnya yang hangat.

Sehun melirik kearah Jongin dan menemukan tatapan teduh dari kekasihnya. Jika setiap hari melihat pemandangan seperti ini, Sehun tidak akan pernah bosan untuk berkencan dengan Jongin. Bahkan dia rela memindahkan barang-barangnya untuk dibawa ke kamar Jongin.

"Selama itu?" tanya Sehun memastikan dan ditanggapi dengan anggukan oleh lelaki di depannya.

"Lalu kenapa kau memacari mereka, bukannya mengatakan kepadaku tentang perasaanmu. Kau menyukaiku sejak lama tapi kau hanya diam? Dan membiarkanku merasa iri kepada orang-orang yang berlalu lalang bergandengan tangan di depan mukaku?" sembur Sehun dengan nada lumayan tinggi.

"Hey, santai sedikit. Kita lama tidak bertegur sapa. Kau dengan duniamu. Aku dengan duniaku. Kita lama tidak mengobrol sehingga seperti dua orang yang tidak saling mengenal. Aku hanya bisa melihatmu dari jarak jauh, dan mencari kenyamanan dari orang lain. Kau pun sama saja kan?"

Sehun terlihat mencerna ucapan Jongin barusan. Dan tak lama kemudian menganggukkan kepalanya.

"Lagi pula itu bukan masalah penting lagi. Yang terpenting aku tetap menyukaimu hingga sekarang, ah tidak, aku mencintaimu." tutur Jongin dengan tulus.

"Ah berhentilah membuatku tersipu Kim Jongin, kau menyebalkan!" seru Sehun menutupi mukanya yang memerah.

"Aku kan mengatakan yang sebenarnya. Memangnya kau tidak senang aku mengatakan kalau aku mencintaimu, huh?"

Sehun meringis malu, ya siapa yang tidak senang kan kalau kekasihmu mengatakan secara jujur kalau dia mencintaimu. Tapi ini kan Oh Sehun, yang tidak pernah memiliki kekasih sebelumnya, tidak pernah merasakan bagaimana mencintai dan dicintai dengan tulus.

"Oke oke, aku senang." ujar Sehun menutupi rasa malunya.

"Senang apa?" tanya Jongin

"Ya senang kalau kau mencintaiku." kata Sehun lirih.

"Lalu?"

"Lalu apa?"

"Kau tidak mencintaiku juga?" pancing Jongin terus.

"I-iya." suara Sehun semakin lirih karena demi apapun, mengatakan terang-terangan begini membuat pipinya semakin terasa panas.

"Iya apa, Hun?" kejar Jongin meminta jawaban.

"Sudahlah hentikan obrolan ini. Aku ingin pulang." seru Sehun berusaha bangkit dari tempat duduknya, tapi sayang tangannya segera ditarik oleh Jongin sehingga dia kembali duduk dikasur.

"Tidak boleh sebelum kau menjawabku. Jadi iya apa?"

"Iya aku mencintaimu! Bagaimana mungkin tidak?! Puas huh?!

Jongin tersenyum puas sambil manggut-manggut setelah berkata, "Itu baru kekasihku." Dan hanya dibalas oleh delikan tajam dari kekasihnya.

"Tapi Jongin...itu..."

"Apa?"

Terlihat Sehun menghela napasnya pelan dan menyamankan duduknya kembali. Dia meremas kedua tangannya seolah menghilangkan kegugupannya yang tak luput dari perhatian Jongin.

"Kau tahu aku seperti apa kan?" Sehun memberi jeda sebentar dan melihat Jongin menanti kelanjutan kalimatnya. "Kau pasti sering mendengar teriakan ibuku yang memarahiku, atau mendengar ayahku mengancam akan memasukkanku ke wamil di usia dini, atau melihatku berkelahi dengan Baekhyun. Hidup bertetangga sejak kita dilahirkan kau pasti tahu banyak hal keburukanku. Bagaimana aku disaat kecil, kenakalanku, kekanakanku, keegoisanku, kau pasti sudah bisa membayangkannya."

"Aku harap kau tidak terlalu terkejut dan menerimaku apa adanya. Karena beginilah aku. Aku tidak selucu keempat mantanmu. Aku adalah aku yang biasa kau lihat dan kau nilai setiap harinya."

Jongin tampat terkejut sesaat setelah mendengar penuturan Sehun yang begitu panjang. Dia lega jika Sehun mengatakan bahwa anak itu mengungkapkan isi hatinya. Perlahan Jongin mendekatkan wajahnya kearah Sehun yang sedang menundukkan kepalanya dan mengecup pucuk hidungnya pelan.

"Jika aku tidak bisa menerimamu apa adanya, aku jelas aku tidak akan bertahan dan tetap menunggumu selama ini. Dan lama itu tidak sebentar lho Oh Sehun. Jadi tenang saja, aku sudah punya jurus andalan jika kau mulai bertingkah." jawab Jongin sedikit bercanda.

"Memangnya aku senakal itu apa?" sungut Sehun pura-pura merajuk.

"Baiklah. Hm jika suatu saat nanti aku lupa dan aku bersikap terlalu menyebalkan di matamu atau bagian terburuknya aku menyakitimu, tolong ingatkan aku kalau kaulah orang yang selama ini kunanti. Dan aku juga akan mengingatkanmu bahwa akulah orang yang selama ini kaunanti. Bagaimana?"

Sehun tersenyum cerah dan mengulurkan tangannya kearah Jongin dan disambut baik oleh kesayangannya, "Deal!"

Dan begitulah teman-teman kelanjutan kisah cinta Oh Sehun dan tetangganya Kim Jongin setelah mereka saling menemukan setelah sekian lama saling menyukai namun tidak pernah ada keinginan untuk mengakuinya karena jarangnya mereka berkomunikasi. Untuk sekarang, biarkan mereka menikmati hari-hari bahagia mereka berdua, kita doakan saja mereka selalu akur dan bahagia.

.

.

.

NOTE:

Apa ini? Harusnya aku melanjutkan skripsiku bukan malah menulis cerita absurd begini. Sudahlah, semoga readers suka.