Title: Janus
Author: EvilBlueClouds~
. Summary: liburan Yugi cs mendadak kacau setelah dimintai tolong oleh Malik, ditambah lagi kembalinya sang penguasa kegelapan, dan munculnya musuh baru yang lebih kuat, mampukah Yugi cs menemukan orang yang mereka cari?
Genre: romance, songfic, friendship, AU, Sacrificial, AT, Fantasy
Rating: T
Disclaimer: story punya saya, YGO punya Kazuki Takahashi, lagu Janus punya Boyfriend.
Pairing: masih ngambang *random*
Warning: beberapa OOC, OC inside, gaje, garing kriuk..kriuk..., ranjau typo, krisis kosakata, terinspirasi dari lagu Boyfriend-Janus, gak suka jangan liat!
.
a/n: disini Aknadin nggak jahat Cuma dia nggak dikasi kesempatan lagi buat ngurus Millenium Eye
.
.
.
You swallow me up hotly and shed tears
I'm sorry – you hug me with all your strength
-Boyfriend_Janus-
Part 2: Appear
"begitulah sejak saat itu nona Sarasa dan ouji-sama sering bertengkar walaupun pada akhirnya ouji-sama menurut nona Sarasa" jelas Mana, "ho~ jadi kali inipun.. mereka akan bertengkar?" tanya Yugi, "enggak" Mana menjwab enteng, "kenapa?" tanya Jounouchi bingung, "hhnn... entah apa yang terjadi pada mereka berdua sejak ouji-sama akan menjalani 'uji kemampuan' ia akrab sekali dengan nona Sarasa sangat berbanding terbalik pada saat-saat sebelumnya" jelas Mana, "apa terjadi sesuatu?" tanya Anzu penasaran, "entahlah, tapi apa yang dilakukan nona Sarasa, yang jelas itu merubah pandangan ouji-sama tentang dirinya" kata Mana, yang membuat Anzu sedikit sedih.
Sarasa & Atem
Sarasa sudah sampai di kamar Atem dan melihat sesosok tubuh berada di atas kasur. Yugi, Mana, Jounouchi dan Anzu memperhatikan mereka dari ambang pintu, takut-takut Sarasa atau Atem 'menerbangkan' barang-barang.
"ouji-sama.. ayo bangun..." ucap Sarasa sambil menepuk-nepuk bahu Atem pelan, "..." tak ada respon, "ouji-sama, sudah siang cepat bangun" kini Sarasa menepuk-nepuk pipi Atem "..." masih tak ada respon, Sarasa meninggalkan ranjang Atem lalu membuka satu per satu gorden di kamar itu agar cahaya bisa masuk kedalam, "lihat... sudah siang! Cepat bangun" kata Sarasa setengah teriak, "mmhhh.." akhirnya ada respon dari Atem, "ouji-sama... kuhitung sampai tiga..kalau tak bangun juga akan kubuat anda 'botak' seketika" ancam Sarasa, "..." lagi-lagi tak ada respon dari Atem, 'orang ini' runtuk Sarasa
Satu...
Sarasa mendekat kearah ranjang Atem yang berukuran super king size itu.
Dua...
Sarasa 'memainkan' poni pirang Atem.
Tiga...
GRET..
GYAAAAAAAAAAAA!
"sakitt.. sakitt!" ujar Atem sambil memegangi poni pirangnya, baru saja poninya jadi korban percobaan 'pembotakan' paksa, "suruh siapa tidur sampai hampir tengah hari gini, hah?" tanya Sarasa sambil berkacak pinggang. Mendengar perkataan Sarasa, mata crimson milik Atem melebar. "hampai tengah hari katamu?" tanya Atem, raut muka Sarasa berubah bingung, Yugi cs ikutan bingung. Atem berkata dengan muka horor,
"KENPA TIDAK MEMBANGUNKANKU?!"
"HABIS SUSAH SEKALI DIBANGUNIN!"
"GAH-" tanpa aba-aba Atem langsung meloncat dari ranjangnya lalu masuk kedalam kamar mandi, "SARASA! SIAPKAN AKU SARAPAN! AKU MINTA ROTI YANG SEPERTI BIASA!" teriak Atem dari dalam, "tak usah bilang aku tahu, kok" gumam Sarasa, 'kelihatannya Sarasa lebih tahu banyak tentang Atem ketimbang aku ya..' pikir Anzu, "OH IYA! SIAPKAN SEMUANYA! DAN BERI TAHU AKU APA HUKAMANNYA, ARRA? KAU MASIH DI SANA 'KAN SARA?!" teriak Atem lagi "IYA AKU DENGAR!" balas Sarasa sembari keluar dari kamar Atem, "kayak dihutan ya~ pada teriak-teriak" kata Jounouchi, Yugi dan yang lainnya ngangguk-ngangguk kayak orang ngantuk.
3 menit kemudian Sarasa kembali masuk kekamar Atem dengan membawa nampan dan alat jahit, "itu alat jahit untuk apa, nona?" tanya Mana, "hnn? Ini untuk jubah ouji-sama kulihat sedikit robek tadi" jawab Sarasa sambil menata sarapan Atem , lalu terciumlah wangi roti coklat yang terasa nikmat, "hnn... ini roti yang suka nona Sarasa buat 'kan~? Pantas saja ouji-sama suka sekali" kata Mana "iya.. nanti kalau mau akan aku buatkan" ucap gadis bermata amethyst itu tangannya baru saja akan menjahit sedikit jubah Atem.
"OIIII, SARASA! JUBAHKU KEMANA?"
"dari tempat ganti?" tanya Sarasa bersweatrop ria, segera ia menyelesaikan jahitannya. "ini ouji-sama!" jawab Sarasa sambil setengah berlari kearah Atem. Lagi Yugi cs menonton aksi sang pangeran yang tengah kerepotan bersama dengan maidnya yang harus rela direpotin sama majikannya.
"aduhh.. belum kering..." kata Sarasa ambil mengusap rambut Atem menggunakan handuk, "biarin! Ngomog-ngomong hukumannya apa?" tanya Atem sembari memakan sarapannya, "eerr.. sebenarnya..." jawab Sarasa sedikit ragu. "hah? Kamu belum tanyakan? Aihh bagaimana sihh?" runtuk Atem sambil memarahi gadis berambut hitam yanga ada didepannya. "iya... iya... tenang dulu! Lihat bajunya nggak rapih, ni!" balas Sarasa sambil merapikan baju Atem, dan mengeringkan sekali lagi rambut Atem.
"lho?" tangan Sarasa berhenti dipipi Atem. "sebentar ya... "kata Sarasa sambil meninggalan Atem.
Sarasa keluar dari kamar mandi Atem "hhh.. makanya jangan buru-buru lihat ada sisa sabun nih" ucap Sarasa lembut sambil membersihkan noda sabun yang masih menempel di dahi dan didekat telinga kanan Atem dengan sapu tangan basah. DEG- wajah Atem sedikit merona, agak salah tingkah sementara Anzu yang memperhatikan menunjukkan wajahnya yang sedih. "sudah" Sarasa menjauhkan tangannya dari wajah Atem. Entah kesambet apa Atem langsung melesat berlari keluar kamar, sampai-sampai nggak nyadar ada 'tamu' yang udah dari tadi nungguin.
"DAHHH SARASA! AKU BELAJAR DIPERPUS DULU!"
"semangat banget sihh?" ucap Yugi melihat Atem lari tunggang langgang. "kita harus kasih tahu kalau sekarang ouji-sama nggak ada pelatihan hari ini" kata Sarasa cepat, "tapi dia cepet banget larinya!" kata Jounouchi mulai mengejar Atem. "ayo cepat cegat! Nanti aku dimarahi lagi sama ouji-sama!" perintah Sarasa.
'Sarasa payah! Payah! Payah!' omel Atem dalam hati, sementara itu Sarasa cs mengejar sang pangeran yang berlari seenaknya tanpa mendengar ucapan maidnya. "hahh..hahh... aku nyusul" ucap Yugi kelihatannya udah nggak kuat lari-larian. "idem...~" sahut Mana dan Anzu. Dan yang tersisa Sarasa dan Jounouchi dengan Sarasa yang memipin didepan.
Saat ini Yugi, Mana dan Anzu ada di lantai 3. Sarasa dan Jounouchi ada di lantai 2 dan Atem ada di lantai dasar, "kenapa harus main kejar-kejaran gini sihh?" tanya Jounouchi bingung, Sarasa mulai kelelahan lalu matanya melihat jendela yang langsung memberinya ide, tangan mungil Sarasa meraih jendela, "mau apa kau Sarasa?" tanya Jounouchi syok. Langsung saja Sarasa seperti menjatuhkan dirinya dari atas jendela.
SRATTT..
TEPPP..
"AKU BAIK-BAIK SAJA TUAN JOUNOUCHI!" teriak Sarasa dari lantai dasar, ho~ rupanya sengaja melompat agar cepat sampai, pintar juga kau Sarasa. 'sekarang aku tinggal menghentikan pangeran' baru saja hatinya berkata begitu, Atem melewatinya begitu saja seperti angin. WUSH~. Sarasa melepas sepatunya lalu mengacungkan sepatunya keatas, Yugi dan yang lainya sudah berada disana berpikir kalau Sarasa akan melempar sepatunya kearah Atem namun apa yang terjadi tidak diperkirakan sama sekali sebelumnya.
"OUJI-SAMA SEPATUNYA KETINGGALAN SEBELAHHHH!"
CKIITTT...
Dan tentu saja itu berhasil, Atem langsung menhentikan laju larinya dan menengok ke Sarasa yang masih mengancung-ancungkan sepatu. Dan tanpa sadar Atem berlari kearah Sarasa padahal sepatunya yang dia pake udah lengkap dikaki.
Atem langsung merebut sepatu yang ada ditangan Sarasa, lalu mengarahkan pandagannya pada kakinya, 'sudah sepasang'
WUSHHHH~
Hening..
Hening seketika
JDANG!
"SARASA! JANGAN MAIN-MAIN! AKU TELAT TAHU!
Dengan oktaf yang sama sekali tidak bisa diperkirakan, Atem mengomeli Sarasa. Sarasa yang kesal langsung menjewer telinga Atem.
"HARUSNYA OUJI-SAMA DENGAR DULU! JANGAN MARAH-MARAH PADAKU! DASAR HIRAME HITAM"
"mereka lagi gangguan telinga ya? Pada teriak-teriak di telinga" kata Yugi, "enggak tahu kayaknya gara-gara nggak ada yang jual cotton bud disini" jawab Anzu sedapatnya.
"jadi gini ya, ouji-sama mulai sekarang sampai 2 minggu kedepan nggak ada pelatihan karena 'uji kemampuan' sudah selesai, arra?" tanya Sarasa, Atem mengangguk telinganya masih dipegangi karena sakit setelah dijewer Sarasa, "dan... kita kedatangan tamu.." kata Sarasa sambil memperlihatkan Yugi cs yang berada sedikit jauh dari mereka berdua.
"Jounouchi? Anzu? Aibou?" tanya Atem tak percaya, mereka bertiga mengangguk lalu menghambur kearah Atem, "tunggu kenapa kalian bisa kesini?" tanya Atem bingung, suara Anzu terdengar, "ada sesuatu yang harus kita bicarakan"
Atem's room
"nani? Aku bisa kembali?" tanya Atem tak percaya "iya.. tapi kau harus menemukan seseorang terlebih dahulu" jawab Yugi, "seseorang?" giliran Mana yang bingung, "iya.. tapi sepertinya kita akan sulit menemukannya, dan perlu waktu lama" kata Anzu pelan, "kenapa?" Atem makin tak mengerti, "ciri-cirinya sangat umum" kata Jounochi, "memangnya seperti apa?" tanya Sarasa, Yugi berusaha mengingatnya, lalu membuka mulutnya hendak bersuara, "...
...tersebutlah ia, mungil tubuhnya, hangat dekapannya, indah matanya, lembut tatapanya, sayang ia hancur demi seseorang.
Dia bukan gadis yang jahat, Dia bukan gadis yang jahat, sekalipun jasadnya bersatu dengan kegelapan, ia rela dibenci, ia rela dibenci, demi melindungi semuanya demi membantu sang Pharaoh muda.
Karena hanya dia sang Master, sang Pharoh muda membiarkan ia pergi, karena hanya dia sang Master, sang Pharaoh membiarkan gadis itu kembali.
Dia bukan gadis yang jahat, Dia bukan gadis yang jahat, air matanya ditunjukkan untuk sang Pharaoh, dia sakit dia sakit, dia sakit jadi sang Pharaoh membiarkannya pergi.
Dia tersenyum, meski menangis didalam hatinya, Pharoh muda rela melepasnya, rela melepaskan genggaman tangannya, sesuai kehedak Masternya...
"apa itu?" tanya Mana bingung, Atem melirik Sarasa, Sarasa melirik Atem dengan penuh tanda tanya, 'apa?' tanya Sarasa seperti sedang memberi telepati pada Atem. "apa kalian tahu sesuatu?" tanya Anzu, Sarasa dan Mana menggeleng sementara Atem bingung sendiri.
"hnn... gadis yang bisa membantu ouji-sama untuk kembali? Hnn..." gumam Sarasa ia tengah berpikir keras, "ah.. aku pergi dulu ya.. akan aku siapkan teh dan cemilan" kata Sarasa menawarkan diri itung-itung sambil mikir didapur.
Kitchen~
Sarasa POV
'Seorang gadis bisa membantu ouji-sama untuk kembali kemasa depan? Bukankah seharusnya dia mencari 'itu' ? dan artefak itu tak salah lagi itu pasti...
PRANGGGGG
..Akh!' Mata amethystku melebar, cangkir yang seharusnya untuk nanti malah pecah karena aku sedang asyik berfikir, hahh.. merepotkan harus dibersihkan...
'Aw!'
'Khhh.. pecahan belingnya menusuk jariku sedikit pedih, DEG- apa ini? Apa ini? Perasaan apa ini? Perasaanku tak enak, khh...'
Kubersihkan pecahan-pecahan itu dengan cepat, lalu membuangnya ketempat sampah, dan segera kuselesaikan teh dan cemilan untuk ouji-sama dan teman-temannya, sepertinya aku harus segera pergi.
Sarasa POV end
Tokk..
Tok..
"masuk"
Cklek..
"tumben agak lama?" tanya Atem begitu Sarasa memasuki kamarnya, Sarasa hanya tersenyum kecil lalu menaruh sebuah nampan diatas meja, tak lupa ia menuangkan teh yang ada didalam poci ke cangkir agar mereka bisa langsung meminumya, "eh, Sarasa tanganmu kenapa?" tanya Atem melihat jari tengah Sarasa sedikit belumuran darah, "eh? Nggak apa-apa tuh" jawab Sarasa tangannya mengepal dan menjauhi tangan Atem yang hendak meraihnya, "bohong!" Atem menuding Sarasa, "enggak sungguh" kepalan tangan Sarasa makin kuat.
Atem beranjak dari kursinya, lalu mengambil sesuatu dari laci yang ada didekat ranjangnya, "kamu jangan bohong Sarasa, aku tahu banyak tentangmu, kau tahu banyak tentangku" kata Atem pelan benda yang dipegangnya itu ternayata perban. "Sarasa kau ini, setiap kali berbohong pasti mengepalkan tangan iya 'kan?" mendengar ucap Atem mata amethyst Sarasa melebar ia meregangkan kepalan tangannya, jadi Atem bisa membalut lukanya, "arigatou, ouji-sama" ucap Sarasa pelan.
"ayo Sarasa gabung juga~ " ajak Yugi "arigatou Yugi-sama, tapi aku harus pergi, ada urusan sebentar" tolak Saras halus, mendengarnya mereka sedikit kecewa, Sarasa memiringkan kepalanya sedikit, lalu berlalu menuju pintu, sebelum keluar ia berkata "tapi aku janji kalau sudah selesai aku akan bergabung bersama kalian"
Cklek
"ehh.. iya Mana coba kamu ceritakan satu kejadian menarik yang terjadi selama ini" ujar Jounouchi bersemangat, siapa tahu dapat aib yang menarik, waduhh bahaya ini. Mana menjawabnya semangat "ada...
FLASHBACK
"kemana anak itu?" tanya seorang gadis berambut hitam panjang kepada dirinya sendiri, iris amethystnya berkeliling mencari seseorang, dibelakangnya gadis berambut coklat terlihat takut, "engg.. nona te..tenangkan dirimu kita pasti akan menemukan ouji-sama" sahutnya pelan, "iya aku bisa tenang, tapi dia tak boleh dibiarkan terus! Mana bisa ia menjadi raja yang baik kalau sikapnya liar begitu?" jawabnya marah 'nona Sarasa' batin gadis itu
'itu dia' pikirnya ketika melihat orang yang ia cari, matanya berkilat-kilat kesal "Mana, ouji-sama sudah ketemu?" tanya seseorang dari belakang gadis berambut coklat itu, yang ditanya hanya menunjuk-nunjuk.
Gadis berambut hitam panjang itu menggulung sedikit bajunya sembari berjalan mendatangi seorang pemuda dengan mata crimson yang sedang asik bermain-main dengan seekor anjng kecil yang kelihatan lucu.
Pemuda itu menyadari keberadaan si gadis, "ah- Sarasa, mau ikut main?" tanyanya senang tapi yang dipanggil 'Sarasa' hanya diam membatu, "dari mana saja kau, ouji-sama?" tanya Sarasa halus, si pemuda yang dipanggilnya 'ouji-sama' atau yang biasa dipanggil Atem tak menjawab, gadis manis itu hanya bisa menghela nafasnya pelan.
"dari mana saja? Aku khawatir sekali" ucap Sarasa lemah sambil duduk didekat Atem wajahnya menyiratkan kekhawatiran yang mendalam, melihatnya Atem mendadak gugup sendiri, "bagaimana kalau terjadi sesuatu? Apa kau tak memikirkannya?" tanya Sarasa lirih, tanpa Atem sadari tangannya bergerak sendiri mengikuti instingnya, ia melingkarkan lengannya pada leher Sarasa, lalu mendekatkan tubuhnya, "gomennasai, Sarasa.. aku.. bukan maksudku untuk membuatmu cemas" ucap Atem pelan sambari menenggelamkan wajahnya dirambut Sarasa. Mata amethyst Sarasa melebar Atem memeluknya erat. Entah kenapa ia merasa debaran-debaran kecil di jantungnya.
Sarasa melepas pelukan Atem pelan lalu menatap sang pangeran lembut. "ah.. harusnya aku yang minta maaf, karena kata-kataku tadi" ucapnya lembut sambil memainkan poni pirang milik Atem, "dari perkataanku tadi sepertinya aku sedang menyalahkanmu,aku minta maaf ya?" kata Sarasa halus. Atem menyentuh tangan Sarasa yang masih memainkan poninya, "nggak.. Sarasa nggak salah aku yang salah.. aku malah pergi kekota diam-diam" ucap Atem perlahan tapi pasti Atem mendekatkan wajahnya pada gadis yang ada didepannya.
Melihat tingkah Atem. Sarasa sedikit terhenyak baru kali ini sang pangeran yang biasanya bertengkar dengannya mendadak kalem dan agresif, ada apa sebenarnya?. "Sarasa..." panggil Atem jarak antara wajahnya dengan Sarasa tinggal beberapa senti lagi. sampai-sampai Atem bisa merasakan hembusan nafas Sarasa yang begitu lembut menerpa wajahnya, "...aku janji akan menurutimu..aku janji.." ucap Atem dengan jarak mereka yang sudah sangat dekat ini, "benarkah?" tanya Sarasa yang semakin dalam menautkan tangannya di rambut Atem. Atem mengagguk pelan lalu memiringkan sedikit kepalanya. Tanpa ia sadari Sarasa sedang menyerigai kecil dengan senyuman mengerikan diwajahnya.
GRETT!
WUAHHHHHHHHHHHHHHHHH!
"apa yang kau lakukan, hah?" tanya Atem marah, "harusnya aku yang tanya apa yang mau anda lakukan padaku, hah, hirame hitam?" tanya Sarasa balik, BLUSH- "ukh!" wajah Atem memerah entah kesal atau apa karena ternyata tangan Sarasa itu bukan unuk menggodanya melainkan untuk dijambaknya dengan tidak berkepri-rambut-an, "lalu dari mana saja kau ouji-sama? Ingat latihan untuk ujian besok tinggal beberapa jam lagi!" omel Sarasa, "aku ke kota" jawab Atem sambil mendengus, "untuk apa?" tanya Sarasa setengah kesal.
Atem diam sebentar lalu ia merogoh kantong bajunya lalu diambilnya sejumput rambut Sarasa bagian kiri dan kanannya, lalu disatukannya rambut-rambut itu dengan menggunakan sebuah ikat rambut berwarna hitam berbentuk pita, "aku membelikanmu ini, terima kasih sudah mau menyemangatiku" kata Atem sambil menguncir rambut Sarasa yang lembut itu. Bahkan Atem tak perlu sisir untuk mengucir rambut gadis itu cukup dengan jari saja sudah bisa rapi.
Selesai dikuncir Sarasa menyentuh hasil kunciran Atem, "terima kasih" katanya tulus sembari menatap Atem lembut, DEG- "sama-sama..." jawab Atem gugup, "lain kali jangan diulangi ya~" nasihat Sarasa pada Atem, "nah selagi ada waktu yang tersisa, anda harus kembali latihan aku kan menyiapkan air mandi untuk anda" ucap Sarasa sambil berdiri, lalu berlalu memasuki istana, Atem memperhatiakn tangannya yang tadi ia pakai untuk menyentuh Sarasa lalu ia membatin pelan 'sepertinya aku...'.
FLASH BACK END
"wah.. baru tahu kalau Atem seberani itu" ucap Jounouchi menanggapi cerita Mana, "Mana~ kenapa dari sekian banyak cerita kamu mengambil cerita seperti itu, hah?" tanya Atem sambil menelan biskuit coklat demi mengembalikan semangatnya, jelas dia malu sampai-sampai semangatnya turun drastis, 'kenapa Mana menceritakan kejadian itu? depan Anzu lagi' batin Atem suram, "kalian tahu ridak? Teriakan ouji-sama waktu itu adalah teriakan paling keras yang pernah kudengar darinya" kata Mana sambil menyeruput tehnya, "oh, ya?" tanya Jounouchi excited. Mana mengangguk semenara itu aura pelik mendung kian asik bergerombol diatas kepala Atem.
OTHER SIDE
Seorang gadis dengan jubah hitamnya tengah menggiring seekor kuda, baru saja ia akan menaiki kuda tersebut seseorang dari belakang memanggilnya, "nona Sarasa?" gadis yang dipanggil Sarasa menoleh, didapatinya sekitar 8 orang dibelakangnya, "ah... yang mulia.. anda sudah pulang, bagimana semuanya lancar-lancar saja 'kan?"tanyanya lembut, "tentu saja semua lancar-lancar saja, kau mau kemana?" tanya seseorang pria dengan pakaian yang paling mewah diantara yang lainnya, "aku mau kekuil, kenapa Pharaoh-sama?" tanya Sarasa, "sepertinya kau menyadarinya, ya?" tanya Mahado, mendengarnya Sarasa sedikit bingung, "maksudnya tuan Mahaado? Aku hanya merasakan firasat buruk biasa, apa Millenium Ring merasakan sesuatu?" tanya Sarasa.
"begitulah" jawab Mahado pasrah, "hhm.. jangan khawatir aku yakin semua akan baik-baik saja karena Dewa Ra selalu melindungi kita" ucap Sarasa sambil tersenyum lembut, melihatnya Pharaoh, Ratunya, Simon, dan para pendeta lainnya sedikit merasa lega karena gadis itu berkata seperti itu.
"aku pergi dulu,ya" ucapnya sambil menaiki kudanya, "hati-hai nona Sarasa" kata Aishisu. Sarasa mengangguk kecil dan sebelum ia pergi ia mengatakan sesuatu "ah.. iya teman-teman ouji-sama yang dari masa depan ada disni, mereka bilang mereka ingin membantu ouji-sama, kalau ingin bertemu mereka silahkan datang ke ruang santai ouji-sama" setelah selesai dengan kalimatnya Sarasa menutup kepalanya dengan tudung yang bersatu dengan jubahnya, lalu menarik tali yang terpasang pada kudanya untuk menyuruh kuda itu berlari.
Drapp...
Drapp.
Drap..
Bagai angin, Sarasa melaju kencang bersama kudanya dalam hatinya ia berdoa 'semoga tidak ada yang terjadi'
Hiee...
Drukk..
Ringkikkan kuda tersebut mendandakan bahwa gadis beriris amethyst itu telah sampai ketempat tujuan. Ia membuka tudung jubahnya dan memperlihatkan rupanya yang bagai dewi kiriman dari dewa. Sarasa memasuki kuil dan berlanjut ke altar, tempat biasanya para pendeta memanggil para dewa.
Srrrr...
Wusshhh...
Tak perlu dipanggil para dewa datang dengan sendirinya. mereka mengerti kenapa 'pesuruhnya' datang "ada apa Sarasa? apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Osiris pelan, Sarasa menggeleng. "tidak.. tidak apa.. aku hanya merasakan sedikit firasat yang kurang menyenangkan.. tapi jangan khawatir yang mulia hamba tidak apa-apa" jawab Sarasa sopan. "kalau begitu apa yang membuat,mu kesini?" tanya Obelisk. "aku hanya ingin bertanya, apa sudah waktunya bagiku untuk membantu Atem-sama?" tanya Sarasa. "benar, untuk itulah aku menciptakanmu Sarasa" jawab dewa Ra, "karena aku sudah memberitahu pada semua para pendeta bahwa nantinya kau akan datang untuk membantu Phaaroh muda, tentu saja kaulah gadis yang ada di artefak itu" lanjut sang dewa matahari.
Sarasa terdiam sebentar "tapi... bukankah yang Atem-sama inginkan adalah kembali ke masa depan? Bagaimaan caraku membantunya? Bukankah dia membutuhkan benda 'itu'?" tanya Sarasa bingung ia mulai tak mengerti apa tugasnya untuk kali ini, "iya.. dia membutuhkan benda 'itu'utuk kembali namun tugasmu yang sebenarnya bukan itu melainkan membantunya untuk melenyapkan kegelapan untuk yang kedua kalinya" perkataan Ra membuat Sarasa bingung, "tapi bukankah. Para roh kegelapan termasuk Bakura sudah tersegel?" tanya Sarasa. "benar.. akan tetapi tanpa sengaja mereka telah membukanya" jawab Osiris, "mereka?" tanya Sarasa.
"iya.. mereka Yugi Mutou dan teman-temannya, mereka kesini ke alam barzah untuk menjemput Pharaoh muda, sebab mereka membuka pintu alam barzah yang menyebabkan sedikit pergeseran pintu-pintu lainnya termasuk pintu kegelapan yang menyegel semua roh kegelapan" terang Obelisk panjang lebar. "jangan-jangan.. Bakura berhasil kabur?" Sarasa membuat kesimpulan, ketiga dewa itu mengagguk. "aku mengerti.. akan aku laksanakan tugasku dengan benar.. tapi..." Sarasa memelankan suaranya. "aku meminta bantuan" kata Sarasa mendongkak yakin. "apa itu?" tanya Ra, Sarasa menjwab "berikan aku kekuatan"
xXx
Sarasa keluar dari kuil lalu menaiki kudanya untuk kembal ke istana tanpa ia sadari seseorang tengah memperhatikannya, matanya yang hazzle brown, rambutnya yang putih dan kulitnya yang tan menatap gadis itu seolah ia adalah mangsanya "bersiaplah Pharaoh aku datang".
I let out a sigh past your shoulders, tears rise up past your shoulders
But only I know how I look
-Boyfriend_Janus-
TBC~
.
.
.
Sarasa: apa-apaan nih?
Yami:dan lagi scene apa itu? *nunjuk-nunjuk pas plesbeck*
Bakura: katanya gua bakal masuk mana? cuman numpang nama doang!
Phantom: mending elo gua malah kagak sama sekali TT_TT
Blue: ya udah~ sante aja napa? Gua tau gua bakal dapet Flame TTATT
Atem/Yami: yaSULElah, segala kritik, saran, dan flame akan diterima sama author yang berharap sukses ini, dan kepada readers sekalian mohon bantuannya~ :D
Ryou: ayo bales ripiw~
Blue: ada yang ripiw?
Ryou: ada atuh~
Blue: okeh, cekidot
xXx
To: Endilly-Chan 4/28/13 . chapter 1
Blue: arigatou buat ripiwnya~
Yugi: Janus? Janus kan, judul ficnya Blue~ *watados*
Anzu: ya dia tahu, lah *jitak Yugi*
Sarasa: Janus? Lagunya Boyfriend 'kan?
Yami: aduh neng cantik, nini koprol pas maen futsal ge tau, Janus mah lagunya Boyfriend
Malik: kok tahu?
Marik: karena kau telah menJANUS-kan hatku *gembel mode on*
All: WTJ, Marik -A-9
Arisa: janus sebenenanya adalah dewa jalan, gerbang, dan pintu Romawi, digambarkan sebagai dewa dengan dua wajah, menghadap dua arah berbeda. Disebutkan bahwa satu wajah memandang masa lalu, sedangkan wajah lainnya memandang masa depan, jadi Janus juga adalah dewa waktu, atau mungkin dewa digambarkan membawa sebuah kunci di tangan kanannya dan tongkat di tangan kirinya. Dan katanya bulan Janus adalah asal-usul dari bulan Januari loh~ :D
Seto: kok lu disini?
Arisa: kenapa? Kan gua juga ada~
All: oh ya?
Arisa: *manggut-manggut*
Anzu: eng... kalau soal typo, mohon dimaafkan mungkin ada yang lolos
Blue: gamsa~ buat ripiwnya~
To: Gia-XY 4/28/13 . chapter 1
Jou: Blue, si Gia ripiw noh~
Blue: oh ya? Makasih ripiwnya~ XDD
Yugi: gua tampag dodol? TT_TT
Blue: pan elu emang aslinya dodol :p
Yugi: wanjir -,-
Sarasa: hohooho~ *bangga ama dirinya sendiri*
Yami: sebenernya gua nggak takut ama Teana, cuman... ada alasannya, nanti akan dijelaskan
Blue: Atem's love story? Muahahahahahahahahaaha... Blue bakal bikin Atem terseok-seok dahulu, sebelom dia bahagia, so... tenang aja, hihihihihihi *ketawanyamuk*
Yami: jahat banget lo ye, suwer baru kali ini ketemu author yang kaya gini, sereem abis
Arisa: halaah elu, Yam. baru juga ama dia nah gua! Gua paling lama menderita disini!
Blue: jelas lu OC gua sejak kapan tau
Malik: Arisa itu siapa sihh?
Sarasa: ada deh~
Yugi: nggak.. aku nggak berani godain Anzu soalnya...
Rebecca: *ada suaranya nggak ada orangnya* YUGI-DARLING! JANGAN BERANI SELINGKUH YA! AWAAASS NANTI!
Yugi: nah itu dia..
Blue: thaks for ripiw~
xXx
Mana: selese~
Yugi: review plese~
Peggy: *berabe muncul* 'NDAK RIPIW BARBEL MELAYANG!
Ryou: SEBENTAR!
Yami: ke..kenapa?
Ryou: ada salah gaul
All: ah.. iya
xXx
Honda: mo kemane lu, Jou?
Jou: mo keruang guru, om
Honda: okeh nitip dong, kalo ke kantin!
Jou: apaan?
Honda: beliin gua sikat gigi
Jou: oh yang refill apa yang di botol?
Honda: yang rasa original aja, sob
Jou:ohh... yang electric apa yang voucher?
Honda: yang kecil aja, nih uangnya
Jou: makasih ya udah ditraktir
Honda: sama-sama
*buddyshippingkeder*
xXx
Blue: udah ya? Pulang dulu~ mo jaga lilin dulu
#tebarmelati
