Hagrid,Kuroko dan Harry melanjutkan perjalanan mereka menuju London.
"Hagrid-san,bisakah kita pergi ke bank Muggle dulu? Aku mau menarik uang dan membeli beberapa pakaian."
Hagrid mengangguk. Mereka bertiga masuk ke dalam bank yang biasa Kuroko kunjungi.
Disclaimer: Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi,Harry Potter milik J. .
Title: The Shadow Wizard
Summary: Harry Potter dan Kuroko Tetsuya adalah saudara tiri! dan lagi,adik tiri Harry Potter itu adalah bagian dari Kiseki no Sedai,sekelompok anak yang diasuh langsung dibawah Albus Dumbledore. Warning: gaje,abal,judul dan cerita ga nyambung.
Kuroko berjalan kearah seorang pegawai.
"Raku-neesan!" Serunya sambil melambai pada pegawai tadi.
"Tetsu-kun! Sudah 3 tahun aku tak bertemu denganmu,kau makin besar ya."
Kuroko tertawa,"ah,ini kakak tiri yang selalu kubicarakan,Harry Potter-kun."
Raku mengulurkan tangannya pada Harry. "Halo,nama saya Watanabe Raku. Salam kenal."
Harry menyambut tangannya dengan canggung,"a...aku Harry Potter. Salam kenal."
Raku tersenyum. "Raku-neesan,aku mau menarik uang."
Tak lama kemudian,Harry dan Kuroko telah selesai berbelanja. Hagrid membawa mereka. Harry tengah membaca daftar belanjanya.
"Hagrid,dimana kita bisa membeli semua ini?" Tanya Harry.
"Kau akan tau nanti, niisan. Hagrid-san, bagaimana kabar yang lain?"
"Mereka sudah kembali ke keluarga mereka yang hilang. Ah,aku ingat bagaimana senyum Seijuurou,tawa Daiki dan Taiga,rengekan Ryouta,air mata Shintarou,dan mata lapar Atsushi untuk membeli snack saat mereka bertemu dengan orangtua mereka,astaga,Atsushi memang berperut lima ya,sama seperti Taiga." Hagrid menatap langit. Seolah kejadian itu diputar di sana.
"P..perutnya ada lima?!" Seru Harry.
"Bukan,niisan,perutnya satu,hanya saja,mereka makan tak tau kenyang."
"O...oh...begitu..."
"Hagrid-san,itu Leaky Cauldron!" Seru Kuroko. Dia langsung menarik Hagrid dan Harry masuk.
"Ah,Tetsuya,Hagrid,seperti biasa?" Sapa si bartender.
"Maaf Tom,lagi sibuk,membantu Harry Potter dan Tetsuya membeli perlengkapan mereka."
"Astaga,Harry Potter!"
Semua orang di Leaky Cauldron sibuk menyalami Harry.
"Profesor Quirell !" Sapa Kuroko. Pria yang disapa langsung menoleh. "Ah,Mr Kuroko,lama tak berjumpa. Mau ke Diagon Alley?" Kuroko mengangguk.
"Kami duluan,profesor!" Seru Kuroko sambil menyusul Hagrid.
Setelah keluar dari Gringots (Kuroko muntah-muntah setelah keluar),Harry dan Kuroko pergi membeli pakaian dan perlengkapan sekolah. Kemudian Hagrid membawa mereka ke toko hewan peliharaan. Harry keluar sambil menenteng kandang berisi burung hantu seputih salju. Dan tak berhenti berterima kasih.
"Tak apa,tak apa," Hagrid mengibaskan tangannya yang besar,"anggap saja hadiah keduaku."
Harry tersenyum. Tiba-tiba dia menoleh ke kiri-kanan.
"Tetsu mana?"
"Ano..."
"Eh?Tetsu?"
"Aku menemukan ini," Kuroko menyodorkan kotak yang dibawanya,"anjing."
"Eh?"
Hagrid pergi ke toko es krim Florean Fortesque(saya lupa namanya,hehe),meninggalkan Harry dan Tetsuya di toko Ollivander. Dan mereka baru mendapatkan tongkat mereka.
"Kayu holly,inti setengah bulu phoenix. Ini milikmu,Mr Kuroko."
"Terima kasih,Ollivander-san."
Ollivander tersenyum lembut.
"Kayu holly,inti bulu phoenix. Punyamu,Mr Potter. Aneh."
"Maaf,apanya yang aneh?"
"Tongkat sihir memilih pemiliknya,Mr Potter. Aneh karna tongkat sihir itu memilihmu,sedangkan saudaranyalah yang memberikan bekas luka itu."
"Eh? Punya Tetsu?"
"Bukan,punya Mr Kuroko unik,karna walau cuma setengah,saat bersama Mr Kuroko,kekuatannya bertambah kuat. Bukan dia,tapi milik kau-tahu-siapa."
Sepulang dari Diagon Alley,Harry tampak tak berselera makan.
"Niisan,kau tak apa?" Tanya Kuroko.
"Hagrid,kenapa aku terkenal?" Tanya Harry.
Hagrid terdiam. Kuroko menepuk pundak Hagrid dan mengangguk.
"Waktu usiamu 1 tahun,Harry,kau-tau-siapa datang ke rumahmu,dan dia membunuh ayah serta ibumu,tapi hanya kau yang selamat dari kutukan mematikan itu."
"Hanya aku? Bukankah Tetsu juga tinggal di rumahku?"
"Ya. Tapi dia pikir,percuma juga dia membunuhku,karna fisikku yang lemah. Toh,tak lama aku pasti mati. Lagipula,kaulah yang dia kejar,bukan aku."
"Dan aku selamat?bagaimana bisa?"
"Tak ada yang tau. Itulah yang membuatmu terkenal. Tak seorang pun yang bertahan dari serangan itu. Tapi kau selamat. Dan hanya meninggalkan bekas luka itu." Jelas Hagrid.
Kuroko mendengar seseorang turun dari tangga tempatnya menginap.
"Sudah kubilang,kau takkan bisa mengalahkanku,baik duel,quidditch maupun basket,Bakagami."
Bakagami?
"Diam kau Ahomine-teme! Aku lagi tak konsen tau!"
Ahomine?
Kuroko berbalik. Dan dia melihat mereka,anak laki-laki dengan surai navy blue dan crimson,Aomine dan Kagami,teman masa kecilnya.
"Kagami-kun!Aomine-kun!"
Kedua anak yang baru turun dari tangga tadi menoleh,"Kuroko!/Tetsu!"
Keduanya menghampiri Kuroko,"Hagrid-san! Apa kabar?"
"Baik,Taiga,Daiki,sama siapa kalian kemari?"
"Dengan Kise,soalnya orangtua kami sibuk,takkan sempat mengantar kami 1 september nanti."
"Hidoi-ssu,Kagamicchi,Aominecchi! Kenapa aku ditinggal-ssu?" Bocah kuning itu terdiam,"are,Kurokocchi?"
"Kise-kun!" Seru Kuroko.
"Kurokocchi! Aku merindukanmu-ssu!" Seru Kise sambil memeluk Kuroko.
"Aku juga." Jawab Kuroko. Tiba-tiba dia teringat sesuatu.
"Ah,minna,ini kakak tiriku yang biasa kubicarakan,Harry Potter."
"Salam Kenal,Harry Potter,aku Kagami Taiga." Kagami mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Harry menyambut tangan itu.
"Yo,aku Aomine Daiki." Aomine menepuk punggung Harry.
"Aku Kise Ryouta! Salam kenal,Harrycchi!" Kise mengepalkan tangannya dan memukulnya ke dada.
"Apa-apaan itu,Kise? Aneh ah!"
Harry tersenyum. "Aku Harry Potter. Salam kenal."
1 september,
Harry dan Kuroko mendorong troli mereka,sementara Hagrid membawakan Hedwig,burung hantu Harry,dan Tetsuya Nigou,anak anjing siberian husky milik Kuroko.
"Astaga,aku terlambat! Maaf anak-anak,aku tak bisa mengantar kalian ke peron,ini karcis kalian. Menurutku,Taiga,Daiki dan Ryouta pasti sudah ada di sana. Kereta kalian jalan jam 11. Jangan sampai ketinggalan ya."
"Peron sembilan tiga perempat? Emang ada?" Tanya Harry,namun nihil,karna Hagrid sudah pergi.
"Tetsu,kau tau caranya?" Tanya Harry.
"Jujur saja,ini pertama kalinya aku naik Hogwarts Express. Jadi aku sama seperti kau."
"Ayo cepat,nanti kita tertinggal."
Harry dan Kuroko menoleh ke belakang. Tampak sekelompok keluarga berambut ginger berjalan keantara peron 9 dan 10.
"Percy,kau duluan."
Anak yang paling tua,Percy,berlari menembus dinding pembatas.
Harry hanya bisa menatap kejadian itu dengan muka WTF.
"Fred,kau berikutnya."
"Dia bukan Fred,tapi aku!"
"Astaga,bagaimana kau bisa mengaku sebagai ibu kami kalau kau tak bisa membedakan kami?"
"Maaf,George."
"Bercanda,aku memang Fred."
Kedua anak Kembar itu juga menembus dinding.
"Sumimasen,"
Wanita itu dan kedua anaknya melompat kaget,"ah,maaf nak,aku tak menyadarimu."
Harry membatin,sejak kapan?
"Anak baru ya? Ron juga baru," ujar wanita itu sambil menunjuk anak laki laki di sebelahnya.
Harry mendekati wanita itu,"maaf,bagaimana caranya untuk masuk ke peron?"
"Jalan saja ke dinding tengah itu. Kalau ragu,lari saja."
"Aku duluan." Kuroko berlari ke dinding pemisah.
"Tetsu,matte!" Harry mengejar.
Keduanya menembus tembok.
"Niisan,kita berhasil!"
Tepat pukul 11 kereta berangkat.
Mereka langsung mencari tempat duduk. Setelah menemukan tempat,Kuroko mengeluarkan manganya.
"Kau masih juga membaca manga?"
"Ya. Apa itu masalah?"
"Tidak juga."
Pintu digeser,dan anak yang mereka temui di peron muncul.
"Maaf,apa tempatnya sudah penuh?" Tanyanya.
"Tidak,masuk saja." Jawab Kuroko tanpa mengalihkan perhatian dari manganya.
Anak itu duduk. "Namaku Ron,Ron Weasley."
"Aku Kuroko Tetsuya."
"Aku Harry Potter."
"Kau beneran Harry Potter?! Lalu,apa kau punya,anu,itu,"
"Apa?"
"Bekas luka," bisik Ron.
Harry menyibak poninya.
"Wow!"
Si penjual troli lewat,"ada yang mau beli?"
"Aku mau beli!" Seru Harry.
"Niisan,belikan untukku juga!"
"Tak ada uang,ada sandwich..." Gumam Ron. Harry berlari mengejar si penjual troli.
"Jadi,kau Kuroko Tetsuya?" Tanya Ron.
"Ah,hai,aku adik tirinya Harry Potter."
"Bagaimana rasanya tinggal dengan dia? Pasti seru kan?"
"Tidak juga. Aku baru tinggal dengannya selama 3 tahun. Dia orang yang menyenangkan,jika tak ada orang itu." Tetsuya menekan kata orang itu dengan aura hitam di belakangnya,membuat Ron ngeri.
"Eh? Orang itu?"
"Keluarga Dursley,kerabat kami. Mereka lebih seperti sampah dibandingkan muggle lainnya."
Harry masuk dan menumpahkan belanjaannya di dekat Kuroko dan keduanya mulai makan dengan lahap,membuat Ron cengo.
"Selapar itukah kalian?"
"Kau mau?ambillah," Kuroko melempar sebuah cokelat kodok.
"Eh,beneran?"
Harry mengangguk. "Ambil saja,ini ada banyak kok."
"Terima kasih!" Seru Ron.
Pintu terbuka,"Kuroko! Sudah kuduga kau ada di sini!"
"Minna!" Seru Kuroko.
Sekelompok anak pelangi (author digebukin) berdiri di depan pintu.
"Hisashiburi,Tetsuya."
"Hisashiburi desu,ah,minna,ini kakakku,Harry Potter,dan ini teman baruku,Ron Weasley."
"Halo,aku Harry Potter."
"Aku Ron Weasley."
"Ah,aku Kagami Taiga."
"Aku Aomine Daiki."
"Kise Ryouta-ssu,salam kenal,Roncchi!"
"-cchi?"
"Kise suka menambah -cchi pada orang yang dia kagumi. Aku Midorima Shintarou." Ujar anak berambut hijau lumutan (author ditendang).
"Nyem...Murasakibara...nyem...Atsushi." Kata si anak berambut ungu sebesar Titan sambil makan.
"Aku Akashi Seijuurou. Salam kenal,Harry Potter,Ron Weasley," Anak berambut scarlet dengan mata heterochromia membungkuk dan tersenyum ramah.
Midorima menghela nafas,lalu menyihir kompartemen tempat mereka ngumpul menjadi lebih besar di dalam,tapi tidak tampak di luar. Dan keenam anak pelangi itu duduk di dalam.
Seorang anak perempuan menggeser pintu kompartemen,"ada yang lihat kodok? Kodok Neville hi-"
Gadis itu menganga,dia menatap bagian dalam kompartemen,kemudian bagian luarnya. Dia melakukannya berkali-kali,membuat semua anak sweatdrop.
Tunggu,kenapa scene ini sama dengan yang ada di suatu tv series yang bahkan pengarangnya tak tau siapa tokoh utamanya,dengan seorang alien berwujud manusia berusia 1000 tahun lebih,dan setiap kali dia membawa cewek cantik ke dalam kotak telepon birunya,pasti cewek itu melakukan hal tadi. Ups,salah fandom.
"Ehm,nona?"
"It's.." Gumam gadis itu,"bigger on the inside!" Serunya dalam bahasa inggris.
Tuh kan,kata-katanya aja sama.
Oke kembali ke cerita.
"Maaf,nona,siapa namamu?" Tanya Akashi.
Tapi gadis itu masih terbengong. Akashi mencium gadis itu dan dia terbangun dari tidurnya(?). Oke author salah naskah. Maksudnya Akashi menepuk bahu gadis itu.
"A..aku Hermione Granger." Jawab gadis itu,
"Tadi kau mau bertanya apa?"
"Ah,apa ada yang melihat kodok? Kodok Neville hilang."
"Maaf,kami tak melihat kodok."
"Oh,baiklah. apa kalian yang menyihir ruangan ini supaya jadi lebih besar di dalam?"
"Bukan aku,tapi Shintarou." Akashi menunjuk Midorima.
"Apa kalian semua bisa menyihir? Aku mau lihat."
"Dengan senang hati." Jawab Akashi.
"Aku duluan!" Seru Kagami.
"Tidak,aku duluan!" Balas Aomine. Dan mereka bergulat di kereta.
"Kalau gitu,lakukan saja yang biasa." Midorima memijit batang hidungnya.
Kagami dan Aomine mengangguk. Lalu kembali saling berhadapan dan berjalan berputar.
"Aku takkan kalah." Ucap Kagami.
"Hee? Coba saja." Jawab Aomine.
Suasana menjadi sangat tegang di kompartemen yang lebih besar di dalam. Saking besarnya sampai cukup untuk menjadi lahan duel.
Kagami dan Aomine sama-sama berseru,"JAN-KEN-PON!"
Aomine kertas,Kagami batu.
"Yosh aku menang!" Seru Aomine.
"Kukira apa,ternyata cuma suit." Ujar Hermione kecewa.
"Baru dimulai,Hermionecchi."
Aomine mengarahkan telapak tangannya ke Kagami,"Aguamenti!"
Semburan air keluar dari tangannya. Kagami menyilangkan tangan di depan wajahnya,"protego!" Serunya,perisai tak terlihat melindunginya dari semburan air. Tapi air Aomine lebih kuat mendorongnya hingga Kagami terhempas ke pintu.
"Silencio!" Seru Midorima sambil menunjuk pintu.
"Mantra apa itu?" Tanya Hermione.
"Agar orang luar tak bisa mendengar kita-nodayo."
"-Nodayo?"
Murasakibara menatap Aomine,tiba-tiba Aomine terangat terbalik dari tanah.
"Murasakibara-teme! Turunkan aku!"
"Hai hai," jawab Murasakibara malas. Aomine langsung jatuh ke bawah (reader: ya iyalah,masa ke atas?). Aomine megap-megap kayak ikan mas karna tersedak tanah.
"Giliranku-ssu! Anapneo!" Seru kise sambil menunjukkan tongkat sihirnya ke leher Aomine.
"Oke kalian semua,cukup." Akashi turun dari kursinya. "Tetsuya,ayo."
Kuroko mengangguk dan menghampiri Akashi. Sementara yang lain duduk.
"Yosh,inilah murid terbaik!"Gumam Kise.
Harry,Ron dan Hermione kebingungan.
Akashi mengangkat tangannya,"EXPECTO PATRONUM!" Serunya. Dari tangannya keluar asap keperakan yang membentuk seekor singa.
"Sugoi,Akashicchi!" Seru Kise.
"Tetsu,tunjukkan milikmu!" Seru Aomine.
Kuroko mengangkat tongkat sihirnya,"EXPECTO PATRONUM!" Seru Kuroko.
Asap yang sama mulai terbentuk.
"Kore wa..."
Asap itu membentuk seekor...
"Ryu (naga)!" Seru semuanya. Akashi sendiri tampak kaget.
"Apa itu?" Tanya Harry.
"I...itu patronus!" Seru Hermione. "B..bagaimana kalian berdua bisa membuat patronus? Bahkan penyihir dewasa belum tentu bisa!"
"Ah,Dumbledore yang mengajari kami." Jawab Akashi.
"Hah? Apa kalian kiseki no sedai,murid Dumbledore?"
"Ah,hai."
Hermione menganga,tapi kemudian menutupnya lagi.
"Aku harus pergi. Sampai jumpa." Katanya.
"Ah,kita juga harus ganti baju." Kuroko menatap Hogwarts yang semakin membesar.
"Kau benar."
Kini,semua anak kelas 1 berada di tangga depan pintu aula besar.
"Sudah berapa lama ya,aku tak masuk ke sini." Aomine menghela nafas.
"Aku juga." Gumam Kuroko.
"Dengar,kalian semua,termasuk kalian,Harry,Ron." Kedua anak yang namanya dipanggil menoleh,"kalian adalah teman kami,jadi ini berlaku juga untuk kalian. Di asrama manapun kita ditempatkan,jangan sampai persahabatan kita putus,oke?" Seru Akashi.
"Ough!"
"ternyata benar,Harry Potter masuk Hogwarts tahun ini."
Terdengar gumaman di sekeliling mereka. Harry menoleh ke arah bocah pirang di samping Kise.
"Ini Crabbe dan Goyle," bocah itu menuding dua anak bertubuh besar di belakangnya,"dan aku Malfoy," anak itu maju ke depan kawanan(?) Kiseki no sedai,"Draco Malfoy."
Ron batuk-batuk untuk menyamarkan kikikannya.
"Apa? Kau pikir namaku lucu? Coba kulihat,rambut merah,dan jubah bekas,kau pasti Weasley." Cibir Malfoy.
"Oi,ada masalah dengan rambut merah?" Kagami menepuk bahu Ron dan menatap tajam ke arah Malfoy.
"Lagi pula..." Akashi mulai terkikik diikuti kisedai.
"BWAHAHAHAHAHA! Namamu lucu sekali-ssu!" Kise guling-guling di tanah.
"Aduh,kukira namanya bagus,sampai berani ngejek orang gitu,ternyata-pfft!" Kagami memegang perutnya.
"Ternyata namanya lebih jelek daripada namamu ya,Kagami," Aomine ngakak.
"Oha-asa bilang nama Draco itu nama terjelek di Inggris-pfft!" Midorima menyumpal mulutnya dengan kain.
"Mulutnya besar,tapi namanya aneh," Kuroko membungkuk sambil memegang perutnya.
Akashi bergumam,"Mission accomplished."
Ternyata Akashi dendam soal 'rambut merah'.
"Cih," decih Malfoy,"kau memang luar biasa,dan kau bisa dapat teman yang lebih pantas dari orang-orang gila ini,"Malfoy menunjuk kisedai,"aku bisa membantumu." Dan dia mengulurkan tangannya.
"Oy,Malfoy," Murasakibara mengangkat tangannya di depan wajah Malfoy,"kau berani bicara lagi,akan kuhancurkan kau!"
Harry menepuk tangan Murasakibara,"sudahlah," ucapnya. "Aku bisa melakukannya sendiri,terima kasih,"ucapnya pada Malfoy,"dan,yang kau bilang orang gila itu,salah satunya adalah adikku. Jika kau berani berbicara yang aneh-aneh soal adikku dan teman-temannya,kupastikan kau takkan tenang,karna mereka semua adalah teman-temanku,kau tak bisa memisahkan kami semudah itu. Kalau kau mau berteman denganku,coba saja hancurkan persahabatan kami."
Profesor McGonagall menepuk bahu Malfoy,kemudian Malfoy menatap penuh benci pada Harry dan teman-temannya,dibalas dengan tatapan dingin dan menantang mereka.
"Ayo,ikut aku." Perintah profesor McGonagall.
"Yosh,halaman baru telah dimulai!" Seru Aomine.
"IKOU (ayo pergi)!" Kagami mengangkat tangannya.
"Ough!" Seru kisedai diikuti Harry dan Ron,kemudian mereka semua melangkah masuk.
Gimana? abal? ngaco? gaje? hahaha.
Author malas menceritakan diagon alley arc. soalnya rata-rata potterheads juga pada tau kan?
akhir kata, review please...
