desclaimer : dua-duanya my brother (ngarep)

*chap 2*

*Mamori*

Lalu waktu kami semua untuk pisah pun kira, kami gak akan ketemu lagi dengan semuanya karena aku masuk ke Saikyoudai, dan berpisah dengan Sena dan yg ternyata perkiraanku melenceng sedikit, yg membuatku terkejut adalah 1 kampus dengannya, tau kan siapa yg ku maksud? ya.. dia Yoichi Hiruma. Kapten club ku, dan sekarang juga dia tetap menjadi kapten hahaha dia benar2 berjiwa pemimpin, masuknya Jumonji juga membuatku takjub seorang berandal bisa masuk Universitas elit ini lalu bertemu macam2 mahasiswa lainnya seperti Yamato, Akaba, bahkan Agon juga masuk sini dan herannya Agon juga Hiruma bisa berkerja sama lagi dengan baik.

"ooi kau kenapa senyam senyum sendiri begitu heh? kau senang 1 kampus denganku?"

" a.. apa.. ke.. kenapa kamu ada disini?" dia melihatku dengan alis yg terangkat satu.

"kenapa kau? ini kan ruang club Wizard, kau pikir aku forbidden untuk masuk sini?"

aku melihat sekitar, dan ternyata terlalu banyak memikirkan masa lalu bikin aku gak sadar udah sampai di ruang club, oiya.. aku lupa ngasih tau kalian :) aku baru 1minggu masuk Saikyoudai namun hari ini aku dan Hiruma berencana melihat keadaan Deimon, alumni Deimon di Saikyoudai seperti Jumonji juga ikut tapi dia akan menyusul bareng sama Kuroki dan Togano alhasil tinggal aku dan Hiruma.

Hari ini aku memang janji akan bertemu Hiruma di ruang club, tapi ternyata dia udah disini duluan. Yaa memang udah sifatnya datang tepat waktu.

"ayo manager sialan kita berangkat" dia beranjak dari tempatnya dan pergi keluar dari ruang club

"iya Hiruma kun" aku pun mengikutinya. Kami pun keluar dari wilayah kampus.

Kami berjalan berdampingan, setiap jalan yg kami lewati pasti ada daun yg gugur jelas aja ini kan musim gugur.

"heh.. tadi pasti ada yg kau pikirkan kan? ngaku" Hiruma membuka percakapan tapi pandangannya tetap lurus ke depan

aku menoleh ke arahnya "kau penasaran ya?"

"gak juga, cuma buat nambahin sesuatu ke buku kesayangan kekeke" dia pun menoleh ke arahku dengan seringaiannya seperti biasa

"kalau begitu aku gak usah jawab ya" aku pun kembali melihat ke depan

"cih, terserahlah"

dan kami pun kembali berjalan hingga akhirnya kami naik kereta dan turun di stasiun Deimon, kami pun kembali berjalan dalam diam. Gak ada satupun dari ku maupun Hiruma yg membuka percakapan lebih dulu karena memang tak ada yg perlu di bicarakan.

Saat sampai di depan gerbang Deimon aku mendengar teriakan yg sangat khas di telingaku "catch MAAAX !" lalu "go go Devil ! semangaat teman2!" dan juga "Funurabaaa !" aku menoleh ke sebelahku dengan tatapan bertanya.

"kekekeke mereka datang lebih cepat, ini salahmu karena jalanmu lebih lambat daripada siput sialan kekeke" perkataan di mulutnya berbeda dengan pandangannya, aku tau kali ini dia sedang sangat amat senang. Aku hanya tersenyum menanggapi perkataanya.

Kami pun masuk berdampingan dan di sambut hangat oleh mantan cheers Deimon yg selalu ceria, Suzuna Taki

"yaa Mamo nee datang juga.. wiii.. barengan sama Yo nii.. apa kalian janjian mau kesini yaa?" dari jauh dia melambaikan tangannya (sambil memegang pom pom)

dan kemudian semua melihat ke arah kami, manager baru menghampiri Hiruma dan memberikannya seragam Devil Batsnya yg dulu sambil menundukkan kepalanya mungkin karena takut atau mungkin dia...

sedangkan Hiruma hanya mengeluarkan wajahnya seperti biasa jika dia tidak menemukan sesuatu yg menarik kemudian pergi meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.

"anoo.. kak Suzuna.. apa benar itu kak Mamori?" tanya seorang anggota tim yg bertubuh mungil, sepertinya dia Running Back

"iyaa itu Mamo nee.. kenapa kamu naksir yaa? gak boleeh soalnya dia udah punya Yo nii" Suzuna menggerakan jarinya tanda tidak boleh

serentak semua yg dengar menoleh ke arahnya dengan pandangan 'tidak mungkin' kemudian mereka melihat ke arahku, kebetulan Hiruma juga sudah keluar dari ruang ganti dan memakai seragam Devil Bats sama seperti alumni Deimon yg datang hari ini.

Semuanya menatap was was, Hiruma hanya menatap mereka dengan pandangan anehnya lalu melirik ke arahku

"apa yg terjadi dengan anak2 sialan ini? kau memberikan kue beracun itu?" kata Hiruma sambil menunjuk ke arah mereka yg melihat kami

"dari tadi aku hanya berdiri diam menunggumu disini bodoh" aku mengerutkan wajahku

"Yaaaa ! ternyata memang benar kalian sudah jadian ^^"

Aku dan Hiruma reflek langsung melirik tajam ke arah Suzuna

"se..sepertinya kamu salah Suzuna~" kata Sena yg baru saja selesai dari latihan larinya dan langsung menghampiri Suzuna.

"eeh.." Suzuna melihat Hiruma mengambil ancang2 lalu..

"CERBERUUUS !"

"HIIIEEEE... !" teriak semuanya bersamaan termasuk ha-ha bersaudara yg baru saja memarkirkan motornya, aku hanya sweatdrop melihat keadaan yg menurutku sudah biasa ini.

yoosh chapter 2 is done.. hehehe lagi banyak ide jadi yaa LANJUT TERUUSSSS...

di terima hayo kritik dan sarannya... di tampung ya di tampung ^^ review review phew~