All of the characters belongs to J.K Rowling.

WILL I BE OKAY?

Chapter 2 : New Life.

Minggu, 24 Desember 2006

"Hermione, bisa kau pegang James sebentar?" Ginny bertanya.

"Sure." Hermione berseru, Ginny kemudian memberikan James ke pangkuan Hermione yang duduk di sofa.

Hermione bermain dengan James sambil sesekali menjawab pertanyaan orang-orang yang bertanya padanya.

Hermione tersenyum.

Padahal ia ingin menangis.

Tentu saja seperti biasa Burrow penuh dengan semangat natal, Hermione makan bersama dengan keluarga besar Weasley, mereka bernyanyi, melihat kembang api, tertawa, bercanda, bercerita. Selalu seperti natal-natal tahun sebelumnya.

Hermione hanya ingin pulang. Ke apartement busuknya, berbaring dikasurnya dan menangis di bawah selimut.

Hermione melihat jam besar di ruang tamu keluarga Weasley saat jam itu berbunyi dan menunjukkan pukul sepuluh ia kemudian menggendong James dan membawanya ke Molly yang duduk di depan.

"Kau mau kemana?" Harry bertanya begitu melihat Hermione mengambil jacketnya.

"Aku harus pulang." Hermione memberitahu.

"Jangan bilang kalau kau harus bekerja besok." Ginny tiba-tiba berseru.

Hermione berusaha tersenyum dengan tulus, tapi yang muncul diwajahnya hanya senyuman seadanya.

"Aku ada pekerjaan besok." Hermione memberitahu.

Ron langsung menyenggol Ginny pelan dengan tangannya.

Molly meletakkan James digendongan Ginny kemudian menarik Hermione ke dapur.

"Ugh, dimana aku meletakkan kotak makanan itu?" Molly bergumam.

"Molly, tidak perlu, aku masih punya banyak." Hermione memberitahu.

Molly tersenyum dan menggeleng. "Tetap saja, bagaimana mungkin aku membiarkanmu pergi begitu saja?" Molly bertanya, ia kemudian dengan cepat bergerak dan memasukkan banyak makanan ke dalam kotak untuk dibawa Hermione pulang.

.

Hermione tidak yakin sudah berapa kali ia menghela nafasnya hari ini. Langit gelap dan tidak begitu banyak orang disekitarnya, ia berdiri di atas jembatan di atas sungai Thames.

Hermione mengeluarkan rokok dari saku jacketnya. Ia melihat kesekeliling dan menyalakan rokok itu dengan sihir. Ia menghisapnya kemudian mengeluarkan asap dari mulutnya sekaligus menghela nafasnya kencang-kencang.

Orang-orang pasti sekarang sedang berada di rumah mereka masing-masing, dengan keluarga mereka, dengan sahabat, dengan orang yang mereka cintai, bersenda gurau, menyanyikan lagu natal, atau menonton acara televisi dibawah selimut yang hangat.

Hermione menghela nafasnya lagi dan kali ini selain asap rokok ada uap yang keluar dari mulutnya, udara terlalu dingin dan ia bahkan tidak tahu apa yang masih dilakukannya diluar sini.

Haruskah ia melompat saja?

Ia pernah membaca kalau mereka yang mati tenggelam, akan mengalami proses kematian paling menyakitkan, paru-parunya akan dipenuhi air, kemudian organ-organ lainnya juga. Bagaimana jika airnya air dingin? Kematian yang menjemput seseorang yang tenggelam di air dingin pasti sangat menyakitkan.

Hermione menghela nafasnya.

Haruskah ia mencari orang untuk meng-avada-nya saja?

.

Senin, 25 Desember 2006

Hermione menghela nafasnya, ia ingin menghentikan kebiasaan buruknya ini, kenapa ia terus-menerus menghela nafasnya? Ia sudah membuka toko dari tadi pagi dan hanya ada satu dua orang yang sepertinya sama menyedihkannya dengannya, membeli makanan dari luar pada hari natal.

Ia menghela nafasnya dan memangku wajahnya dengan satu tangannya di atas konter, berharap waktu cepat berlalu dan ia bisa pulang, tidur dan menangis di bawah selimutnya.

Hermione bosan, sudah hampir dua jam tidak ada yang masuk ke toko tempatnya bekerja, ia baru akan mengeluarkan rokok dari saku celananya saat ia mendengar suara bel diatas pintu yang berbunyi saat ada orang yang masuk.

Suara itu membuat Hermione kembali menegakkan badannya dan menyambut pelanggan yang datang.

"Selamat Siang, selamat Hari Natal, ada yang bisa saya… bantu?" Hermione menyapa dengan suara ramah khas pelayan-pelayan restoran yang sudah dikuasainya, tapi kemudian Hermione tercekat begitu melihat siapa yang memasuki toko kue tempatnya bekerja.

Draco Malfoy berjalan mendekat ke arah konter, berdiri di depan Hermione "Aku ingin makanan, apa saja tidak masalah." Draco berseru pelan, ia tidak pernah menyangka akan bertemu Hermione Granger di tempat seperti ini.

Draco berusaha menahan rasa kagetnya begitu ia melihat Hermione Granger berdiri di depan mesin kasir dan bertanya apa pesanannya.

Hermione mengangguk, berusaha tidak membuat kontak mata dengan pria di depannya. "Berapa porsi?" Hermione bertanya pelan.

Draco kemudian berpikir sejenak, paling tidak ia butuh makanan sampai makan malam hari ini. "Empat porsi." Draco berseru, untuk berjaga-jaga sebaiknya ia memesan empat porsi.

Hermione mengangguk.

"Apa anda perlu makanan yang tidak mudah basi?" Hermione bertanya, hampir semua orang yang datang ke restoran biasa pada hari natal adalah mereka-mereka yang tidak punya kegiatan atau jamuan makan atau pesta natal untuk dihadiri dan otomatis mereka perlu makanan paling tidak sampai besok, sampai beberapa toko-toko beroperasi normal lagi.

Draco yang kali ini mengangguk.

"Ah, kalau bisa, apa ada makanan yang mudah dipanaskan?" Draco bertanya lagi, ia baru ingat kalau ia bisa memanaskan makanannya dengan microwave Muggle yang ada di apartementnya, lagipula seandainya ia lupa ia bisa memanaskan makanannya dengan sihir.

Hermione mengangguk. "Ada lagi?" Hermione bertanya pelan, masih menunduk memandangi mesin kasirnya.

"Dua kopi panas." Draco memberitahu, menambah pesanannya.

Hermione mengangguk lagi. Ia kemudian menyelesaikan transaksi Draco. "Semuanya jadi 15 Galleon, 12 Sickle." Hermione memberitahu.

Draco menyerahkan dua puluh Galleon. "Ambil saja kembaliannya."

"Terimakasih banyak, silahkan tunggu sebentar." Hermione memberitahu, ia kemudian mulai menyiapkan pesanan Draco dengan cepat, berusaha tidak membuat kontak mata sama sekali dengan pria yang sudah duduk di salah satu meja di dalam restoran itu.

Tidak lama Hermione datang ke meja yang diduduki Draco dengan baki meletakkan pesanan Draco yang sudah dibungkus di meja dimana Draco duduk. "Ini pesanan anda, silahkan, terimakasih sudah berkunjung." Hermione berkata cepat, ia kemudian baru akan beranjak pergi saat Draco memanggilnya.

"Granger."

Hermione menarik nafasnya, memasang senyuman kemudian berbalik badan. "Ada lagi yang bisa saya bantu?"

Draco tidak tahu apa yang harus dikatakannya, ia menarik nafas lalu menunjuk kursi di depannya "duduklah Granger" Draco Malfoy berseru.

Hermione melihat ke arah Draco yang juga tidak melihat matanya.

"Aku tidak akan mengganggumu." Draco memberitahu.

Hermione masih diam ditempatnya.

Draco meletakkan satu buah kopi di depannya dan kopi lainnya di seberangnya. "Duduklah." Draco berseru lagi. Hermione akhirnya menyerah dan duduk di kursi tepat di depan Draco Malfoy.

.

Selasa 2 Januari 2007

Hidup tidak selalu sesuai dengan keinginan. Terkadang sesuatu yang sudah kau rencanakan, bahkan sebelum kau bisa mengucapkan Alohomora tidak sesuai dengan apa yang terjadi, tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan.

Hermione berdiri di depan kaca kecil dikamarnya, ia tidak tahu apa yang dilakukannya ini sudah benar? Ia memastikan pakaiannya sudah rapih, ia memastikan rambutnya tidak terlihat seperti masalah, dan ia juga memastikan dandanannya tidak terlihat memalukan atau berlebihan.

Draco Malfoy menawarinya pekerjaan.

Bisa kalian percaya itu? Draco Effing Malfoy! Menawarinya pekerjaan.

Hermione yang dulu pasti akan langsung menolak tawaran itu, mengutuk Malfoy atau semacamnya dan lari jauh-jauh darinya.

Tapi Hermione yang sekarang sudah terdesak. Ia butuh pekerjaan yang lebih baik, pekerjaan yang bisa membuatnya tidur nyenyak di malam hari tanpa harus memikirkan apa yang akan dimakannya beberapa hari kedepan? Bagaimana ia akan membayar uang sewanya?

Hermione tidak kembali ke Hogwarts ia tidak mengulang tahun ketujuhnya, dan itu berarti ia tidak punya sertifikat N.E.W.T, ia tidak punya selembar kertas yang membuktikan kalau ia punya kemampuan.

Tidak ada yang mau menyewanya, tidak ada yang mau mempekerjakannya, kementrian tidak bisa menerimanya di posisi selain Auror. Ia butuh sertifikat untuk mengikuti pelatihan Healer atau Mediwitch, ia perlu sertifikat untuk melamar di perusahaan besar, dan kebanyakan perusahaan kecil tidak berani menerimanya.

Tidak seperti Harry atau Ron yang dengan senang hati masuk ke dalam program latihan Auror, Hermione terlalu menyayangi nyawanya untuk mempertaruhkannya lagi di medan kerja Auror yang berbahaya. Awalnya ia lebih tertarik menjadi Healer meskipun akhirnya harapannya itu juga pupus.

Orang-orang yang memiliki usaha besar tidak berani mengambil risiko menyewa seorang veteran perang sementara cukup banyak pelahap maut masih beredar di luar sana dan bisa mengancam keselamatan mereka dan keberlangsungan usaha mereka.

Jadi Hermione bertahan tanpa pilihan.

Hermione tentu saja mendapat beberapa tawaran pekerjaan dari teman-teman terdekatnya, George menawarkanya untuk ikut membantu di WWW, Luna menawarinya bekerja di Quibler, Ginny bahkan menawarinya menjadi bagian administrasi di tim Quidditch-nya, tapi ia tidak bisa menerimanya.

Awalnya Hermione menolak pekerjaan-pekerjaan yang ditawarkan teman-temannya itu karena tahu ia tidak akan cocok dengan pekerjaan-pekerjaan yang ditawarkan teman-temannya itu, dan lagipula ia tidak ingin bekerja di tempat yang tidak memerlukan kemampuannya, mungkin ini terdengar klise, tapi ia tidak ingin bekerja tanpa passion.

Yeah, Well, bekerja menjadi kasir bukan sesuatu yang bisa dibanggakan, tentu saja.

Sekarang ia menyesali keputusannya menolak tawaran teman-temannya itu, tapi sayangnya harga dirinya yang terlalu tinggi menahannya untuk mendatangi mereka dan meminta pekerjaan yang dulu mereka tawarkan.

Jadi setelah hampir satu tahun bertahan mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion dan kemampuannya dan tidak menemukannya, ia menyerah. Hermione bekerja ditempat pertama yang mau menerimanya.

Hermione bekerja dari pukul enam pagi sampai delapan malam, ia bekerja sampai pukul empat sore di restoran Muggle sebagai pelayan atau sebagai kasir, lalu lanjut mengurus pembukuan di toko kue dan beberapa toko kecil lainnya di dunia sihir, selama Hermione tidak menjadi karyawan tetap mereka maka masih ada beberapa usaha kecil yang mau mempekerjakannya, terkadang Hermione mengambil jam lebih saat hari libur atau saat beberapa tempat sedang kekurangan tenaga, seperti saat ia bertemu dengan Draco Malfoy di hari natal.

Ia tidak mendapat banyak dari kerja kerasnya yang melelahkan itu, terkadang ia harus meminjam uang dari kedua orangtuanya untuk membayar sewa, dan hal itu terus-menerus membuatnya kuatir. Tentu saja orangtuanya memberikannya dengan senang hati, tapi Hermione tidak bisa terus bergantung pada orangtuanya.

Hermione sempat memikirkan untuk mengambil kuliah di universitas Muggle kemudian bekerja di dunia Muggle, tapi kemudian ia sadar kalau ia tidak bisa melakukannya karena di dunia biasa ia tidak terdaftar di sekolah menengah manapun, lagipula seandainya ia bisa melakukan beberapa kecurangan dan membuat dirinya di terima di universitas Muggle, ia akan kesusahan membiayai kuliahnya dan juga biaya hidupnya. Meskipun kedua orangtuanya lagi-lagi menawari untuk menanggung semua kebutuhannya, ia tidak bisa menerima bantuan kedua orangtuanya terus.

Jadi ketika Draco Malfoy menawarinya pekerjaan tetap dengan gaji yang hampir tiga kali lipat penghasilannya dalam empat bulan, ia tidak bisa menolak.

Tentu saja Hermione tidak langsung bisa mengiyakan tawarannya, sampai Malfoy berjanji ia tidak akan menyuruh Hermione melakukan sesuatu yang memalukan atau menjijikkan atau sesuatu yang berhubungan dengan sihir gelap atau sesuatu yang melanggar hukum.

Hermione memakan serealnya perlahan, ia masih punya lima puluh menit sebelum jam delapan pagi, tentu saja ia tidak ingin datang terlambat di hari pertamanya, tapi ia juga tidak ingin datang terlalu pagi. Ia sudah minta izin selama tiga hari dari tempat kerjanya sekarang, tiga hari untuk paling tidak melihat apa pekerjaan yang ditawarkan Malfoy padanya layak atau tidak.

Hermione memandangi meja makannya, ia harus memastikan memasang mantra penguat di mejanya seminggu sekali, ia juga tidak bisa meletakkan sesuatu yang terlalu berat di atas mejanya atau mejanya akan ambruk.

Hermione menghela nafasnya, ia benar-benar berharap bisa menyewa apartement yang lebih layak dari ini, paling tidak apartement dengan jendela yang bisa dibuka dan ventilasi udara yang cukup.

Apartementnya terlalu kecil, dan gedung apartementnya berada di deretan apartement-apartement lain sehingga membuatnya hanya memiliki satu jendela kecil yang bahkan jika dibuka jaraknya tidak sampai satu meter dengan jendela dari gedung apartement lain.

Hermione tidak bisa sering-sering membuka jendelanya karena alasan privasi dan keamanan. Jika diukur-ukur mungkin apartementnya hanya berukuran total dua puluh meter persegi. Hermione sudah berusaha mencari tempat lain yang lebih layak, tapi dengan kemampuan ekonominya saat ini ia tidak bisa mencari tempat yang lebih baik dari ini.

Ia tidak ingin terdengar menyedihkan, tapi itu fakta kehidupannya sekarang.

Hermione terus memikirkan pekerjaan macam apa yang akan diberikan Draco Malfoy padanya. Draco Malfoy sudah berjanji bahwa Hermione bisa memutuskan untuk menerima atau menolak pekerjaan yang ditawarkannya setelah mengeceknya terlebih dahulu.

Hermione berjanji pada dirinya sendiri ia tidak akan terlalu pilih-pilih, ia bahkan berjanji akan menerima pekerjaan dari Malfoy meskipun hanya sekedar menjadi petugas kebersihan atau pesuruh biasa. Toh ia tidak dalam posisi untuk memilih sekarang.

Hermione tahu kalau Draco punya perusahaan sukses yang mulai mengembangkan sayapnya ke dunia Muggle, dan tentu saja bekerja menjadi petugas kebersihan disana punya prospek yang lebih baik daripada bekerja dari pagi sampai malam di tiga tempat berbeda.

Hermione menghabiskan sarapannya, meminum kopinya dan kemudian ber-apparating ke apparation point paling dekat dengan DM company.

.

Draco Malfoy tidak tahu apa yang terjadi. Hal-hal aneh terjadi, meskipun selama ini ia tidak pernah benar-benar memikirkan apa yang terjadi di sekitarnya, entah mengapa Hermione Granger tiba-tiba muncul dan menarik perhatiannya.

Ia menemukan saingan masa sekolahnya itu di sebuah restoran atau toko kue atau apapun itu di dekat apartementnya. Ia menemukan Hermione Granger, dengan pakaian bodoh dan celemek bodoh, berdiri di depan kasir bodoh.

Seketika Draco tahu kalau perempuan itu butuh pekerjaan, tentu saja. Hermione Granger perlu pekerjaan yang lebih baik, ia perlu pekerjaan yang bisa menggunakan kemampuannya dengan baik, bukan hanya sekedar berdiri di depan kasir.

Ia tidak tahu apa yang merasukinya, ia menawari perempuan itu pekerjaan.

Draco memikirkan dimana ia harus menempatkan Hermione Granger, tentu saja ada banyak posisi yang bisa ditempatinya, dan Draco akan dengan mudahnya membuat satu posisi kosong untuknya.

Ia mempertimbangakan untuk meletakkan Hermione di bagian kreatif, mungkin Hermione bisa menghasilkan ide-ide baru untuk perusahaan mereka, atau mungkin di bagian investasi, ia akan dengan mudahnya menganalisa data-data yang ada dan menentukan dimana mereka bisa mendapatkan untung paling banyak, atau mungkin ia bisa meletakkan Hermione di bagian hubungan masyarakat, mempekerjakan anggota The Golden Trio akan sangat menaikkan citra perusahaannya.

Draco bisa memikirkan belasan posisi yang akan sangat tepat untuk ditempati Hermione. Tapi hal itu juga membuatnya ragu memilih bagian mana yang paling tepat untuk Hermione.

Draco kemudian teringat akan sekretaris pribadinya.

Ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menyeringai.

.

Hermione memasuki gedung besar dengan tulisan DM besar didepannya, ia menghampiri meja resepsionis di lantai satu.

"Ada yang bisa saya bantu?" Resepsionis itu bertanya pada Hermione, dari ekspresi wajah dan nadanya Hermione tahu kalau resepsionis di depannya sedang meledeknya dalam hati.

Hermione menyesal tidak menghisap sebatang rokok terlebih dahulu sebelum datang kesini tadi.

"Aku ingin bertemu dengan Draco Malfoy." Hermione berkata pelan. Ia tahu pakaiannya benar-benar apa adanya, lagipula selama ini ia selalu menggunakan seragam restoran untuk bekerja jadi ia tidak punya pilihan pakaian yang banyak.

Perempuan di depannya tertawa pelan, sama sekali tidak berusaha menyembunyikan kalau ia sedang menghina Hermione.

"Ada urusan apa?"

"Um, aku ingin membicarakan masalah pekerjaan." Hermione memberitahu, terdengar bingung dan ragu-ragu.

"Well, biasanya Mr. Malfoy sibuk saat pagi hari, tapi anda bisa menunggu disana dan aku akan menghubungi bagaian sekretariat untuk mengetahui apa Mr. Malfoy menunggu anda atau tidak." Resepsionis itu memberitahu.

Hermione mengangguk pelan, ia kemudian berjalan dan duduk di arah ruang tunggu yang tidak jauh dari sana, ia duduk dan memperhatikan interior gedung itu. Gedung kantor milik Malfoy itu bukan hanya terlihat mewah dari luar tapi juga dari dalam, sofa yang di dudukinya saja benar-benar nyaman dan jauh lebih nyaman dari kasurnya.

Hermione menghela nafasnya.

Hermione kemudian melihat resepsionis tadi menghubungi seseorang, ia kemudia tertawa-tawa di telepon dan menutupnya, kemudian tidak memberitahu apa-apa pada Hermione dan kembali mengerjakan pekerjaannya, tidak melirik Hermione sama sekali.

Hermione melirik jam besar yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk. Lima menit sebelum jam delapan, mungkin Draco Malfoy belum datang, datang terlambat merupakan hal normal bagi seorang bos perusahaan kan?

Hermione menunduk dan mengeluarkan buku kecil dari tasnya dan memutuskan untuk membaca sampai seseorang memanggilnya. Hermione sesekali melirik ke arah meja respsionis, sekarang sudah ada dua resepsionis disana dan mereka hanya tertawa-tawa sambil sesekali melirik ke arah Hermione.

Hermione hanya bisa menghela nafasnya, ia berharap Draco Malfoy segera datang dan memberikannya kejelasan tentang pekerjaannya.

Banyak orang mulai berdatangan, jam kerja akan segera di mulai dan semua orang menuju ke bagian dan ruangannya masing-masing. Hermione berusaha menahan senyumnya, ia tidak berharap banyak tapi ia akan benar-benar senang jika bisa menjadi karyawan kantoran normal seperti orang-orang yang berlalu lalang didepannya.

Hermione benar-benar tidak berharap banyak, jika ia bisa menjadi resepsionis saja ia sudah akan senang sekali.

Hermione tahu kalau ia salah karena menolak tawaran pekerjaan dari teman-temannya di awal, jadi sekarang pekerjaan apapun yang ada di depannya, selama pekerjaannya normal dan masuk akal ia akan mengerjakannya dengan baik.

Tiba-tiba beberapa orang masuk bersamaan dari pintu depan, Hermione berusaha melihat, kalau-kalau ada Draco Malfoy di antara mereka.

Dugaanya benar, Draco Malfoy berada di antara orang-orang yang kemudian Hermione sadari adalah pengawalnya. Hermione berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri orang-orang yang berjalan terlalu cepat itu.

"Malfoy! Malfoy!" Hermione memanggil Draco Malfoy yang baru saja melewatinya.

Draco yang sedang bicara dengan seseorang di teleponnya menghentikan langkahnya, ia merasa ada seseorang yang memanggilnya.

"Granger?" Draco bertanya, menutup sambungan teleponnya begitu ia melihat Hermione memanggilnya, berusaha mengejarnya. "Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau tidak menungguku di atas?" Draco bertanya.

.

Hermione tidak tahu apa yang harus dilakukannya, atau apa yang harus dikatakannya atau bagaimana responnya seharusnya. "Um, Malfoy, apa kau tidak berlebihan?" Hermione bertanya pelan.

Draco menggeleng, ia masih melihat beberapa berkas yang berada didepannya. "Aku tidak ingin mempekerjakan orang yang tidak bisa mengikuti instruksi dengan baik." Draco memberitahu.

Draco Malfoy baru saja memecat dua orang karyawannya. Satu resepsionis dan satu orang bagian sekretariat.

"Jangan salah sangka Granger, aku tidak memecat mereka karenamu, bukan karena mereka sengaja membuatmu menunggu di bawah, tapi karena mereka tidak cakap dalam melakukan pekerjaan mereka, dan aku tidak butuh orang-orang seperti itu." Draco menjelaskan lagi.

Draco sudah memberitahu kepala sekretariat bahwa jika seseorang dengan nama Hermione Granger datang maka ia dipersilahkan menunggu di ruangannya, tapi ia menemukan Hermione Granger menunggu di lobby, ia tidak perlu meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait dan langsung memecat satu anggota bagian sekretariat yang berhubungan dengan resepsionis tadi dan juga tentu saja respsionis tadi.

"Um, Malfoy, apa kau bisa langsung memberitahu apa pekerjaanku?" Hermione bertanya, terdengar tidak tenang bahkan cenderung panik, matanya terus menerus beralih dari satu objek ke objek lain.

Draco membawanya ke ruangan pribadinya, kemudian mempersilahkannya duduk sementara lima belas menit belakangan ia hanya terus-menerus mengecek berkas-berkasnya, dan hal itu membuat Hermione mulai panik.

"Kau akan menjadi sekretarisku Granger." Draco berseru.

.

Draco Malfoy memberi Hermione waktu tiga hari untuk memberikan keputusan apa ia akan menerima pekerjaan itu atau tidak, apakah Hermione bersedia menjadi sekretarisnya atau tidak?

Hermione tidak tahu apa yang harus dilakukannya, semuanya terasa tidak nyata. Selama tiga hari ini ia akan mengikuti Draco untuk tahu apa-apa saja yang harus dilakukannya dan berharap dengan mengetahui kurang lebih apa yang harus dikerjakannya ia bisa membuat keputusan yang tepat terkait pekerjaannya ini.

Hermione terus mengikuti Draco kemanapun ia pergi sepanjang hari. Sebenarnya Draco sudah punya satu sekretaris pribadi, tapi beban kerjanya terlalu banyak sehingga butuh satu orang lain untuk membantunya dan orang itu adalah Hermione, lagipula Mr. Grant sekretaris pribadi Draco sudah hampir berusia enam puluh tahun dan selain faktor usia dan kesehatan, alasan regenerasi juga menjadi alasan utama Draco memilih Hermione untuk menjadi sekretaris dua –nya.

Hermione selalu berada di samping Mr. Grant. Sepanjang hari, selain mengikuti Draco ke semua rapat-rapatnya Mr. Grant juga menjelaskan hal-hal apa saja yang harus dilakukan Hermione, apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan, siapa orang itu, siapa orang ini, apa pekerjaannya, dan macam-macam hal lain.

Hermione mendengarkan semua arahan dari Mr. Grant sebaik mungkin, ia mencatat banyak hal penting di buku catatannya, Draco juga sesekali menambahkan sesuatu yang penting saat mereka sedang rapat atau sedang dalam perjalanan menuju rapat lain.

Ada beberapa hal yang membuat Hermione cukup terkejut, mereka dua kali rapat dengan perwakilan dari perusahaan Muggle, Hermione tidak yakin seberapa sering perusahaan Malfoy berhubungan dengan perusahaan Muggle.

Bukan hanya itu, cara kerja mereka juga membuat Hermione ingin mengelus dadanya, mereka hanya punya waktu tiga puluh menit untuk makan siang, mereka harus benar-benar bekerja dengan efisien dan tepat sasaran, mereka harus berjalan dengan cepat untuk menghemat waktu dan dikelilingi banyak pengawal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Hermione mengakhiri harinya dengan lelah. Bahkan lebih lelah dari hari-hari biasanya, tapi anehnya ia menyukainya. Ia benar-benar bekerja, kepalanya bekerja dan ia menggunakan otaknya yang terasa sudah lama sekali tertidur. Pada hari pertama, ia pulang kelelahan, terlalu lelah bahkan untuk sekedar menghisap satu batang rokoknya.

Hermione juga menjalani hari keduanya dengan normal, ia mendapat lebih banyak informasi lagi dan semua hal yang berhubungan dengan pekerjaan barunya benar-benar terlihat menantang,

Pada hari ketiga saat ia mendatangi ruangan Mr. Grant dan bertanya apa yang akan mereka lakukan hari ini dan apa saja yang harus ia siapkan Mr. Grant menyuruhnya duduk.

Hermione berdebar-debar, ia takut. Hermione sudah memutuskan bahwa ia tentu saja akan menerima pekerjaan ini, hanya saja sekarang masalahnya adalah apakah setelah dua hari melihat pekerjaannya Malfoy berubah pikiran?

"Duduklah Hermione." Mr. Grant mempersilahkan Hermione duduk di kursi depannya.

Hermione duduk, ia berusaha tetap tenang. Mr. Grant kemudian menyodorkan berkas ke arah Hermione dan tersenyum.

"Hermione, ini kontrak kerjamu." Mr. Grant memberitahu "Pelajarilah, hari ini Mr. Malfoy ada urusan ke luar negeri, dan kau tidak perlu ikut, karena itu kau bisa menghabiskan harimu untuk memeriksa kontrak ini. Jika ada sesuatu yang tidak cocok menurutmu maka kita bisa membicarakannya." Mr. Grant memberitahu.

"Apa ini berarti aku bisa diterima?" Hermione bertanya penuh harapan, ia mulai membaca halaman pertama berkas yang ada di depannya itu.

"Tentu saja." Mr. Grant memberitahu, tersenyum lebar untuk rekan kerja barunya itu.

Johnson Grant kaget sekali saat bosnya memberi tahunya kalau ia akan mempekerjakan Hermione Granger, beberapa orang mungkin sudah melupakan nama itu, tapi ia jelas tidak.

Awalnya ia sedikit skeptis karena kemudian tahu kalau Hermione Granger tidak punya sertifikat N.E.W.T dan tidak punya pengalaman kerja yang berhubungan dengan posisi yang akan ditempatinya, tapi kemudian etos kerja Hermione membuatnya kagum.

Perempuan itu bekerja dengan keras dan baik. Terlepas dari Draco Malfoy yang mempekerjakannya dengan alasan pribadi, Mr. Grant hanya bisa mengharapkan yang terbaik.

Hermione tersenyum.

"Ah, dan jika kau sudah menandatanganinya kau bisa segera menempati apartement khusus karyawan." Mr. Grant menambahkan lagi.

.

Hermione tidak pernah sesenang ini dalam lima tahun terakhir. Ia punya pekerjaan baru yang baik, dengan gaji yang lebih dari cukup dan apartement baru.

Hermione menghabiskan akhir pekan pertamanya di bulan pertama di tahun pertamanya bekerja di DM Company untuk membereskan apartementnya, apartemennya yang lama bahkan tidak sampai seperempat apartement barunya. Apartement barunya terdiri dari dua kamar tidur, dua kamar mandi, ruang makan, dapur, ruang tamu, dan ruang tengah yang sudah diisi dengan perabotan lengkap.

Menurut Mr. Grant tidak banyak orang yang mendapatkan fasilitas apartement, hanya beberapa dengan golongan yang cukup tinggi atau karyawan dengan prestasi bagus, dan meskipun Hermione sedikit merasa tidak enak, ia tetap senang dan mensyukuri nasib baiknya ini.

Ia kemudian mendapat pembayaran gaji di awal untuk bulan ini dan menghabiskan cukup banyak uang untuk membeli pakaian kerja yang jauh lebih baik dan bagus.

Hermione tidak pernah merasa sesenang ini dalam lima tahun terakhir. Ia mungkin akan mengulangi kalimat ini beberapa kali lagi.

Hermione tidak pernah sesenang ini dalam lima tahun terakhir.

-Flashback-

"Duduklah Granger." Draco Malfoy berseru.

Hermione melihat ke arah Draco yang juga tidak melihat matanya.

"Aku tidak akan mengganggumu." Draco memberitahu.

Hermione masih diam ditempatnya.

Draco meletakkan satu buah kopi di depannya dan kopi lainnya di sebrangnya. "Duduklah." Draco berseru lagi. Hermione akhirnya menyerah dan duduk di kursi tepat di depan Draco Malfoy.

Mereka berdua sama-sama diam untuk beberapa saat, sama-sama tidak melihat mata satu sama lain.

"Ada yang bisa kubantu?" Hermione bertanya lagi.

Draco masih diam, ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya, hell, ia bahkan tidak tahu apa yang membuatnya meminta Hermione Granger duduk di depannya.

"Apa yang kau lakukan disini Granger?" Draco bertanya.

Hermione memutar matanya. "Menurutmu apa? Tentu saja bekerja." Hermione berseru ketus.

Draco menghela nafasnya. "Tidak, bukan itu maksudku, apa yang kau lakukan disini Granger? Kenapa kau bekerja di sini?" Draco bertanya, tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tahunya meskipun hal itu membuatnya terdengar tidak sopan.

"Well, Mr. Draco Malfoy, untuk informasimu sekarang aku bekerja paruh waktu mengurus pembukuan di restoran ini, dan karena sekarang sedang libur natal dan karyawan tetapnya libur aku membantu disini." Hermione memberitahu, terdengar kesal dan kasar.

"Kau ingin bertanya apa yang ku lakukan disini?" Hermione berseru lagi sebelum Draco menjawab, nadanya tinggi dan penuh emosi. "Aku tidak kembali untuk mengulang tahun ketujuhku di Hogwarts dan itu berarti tidak ada N.E.W.T, berarti tidak ada perusahaan yang mau menerimaku sebagai karyawan mereka. Sudah puas?" Hermione marah.

Draco tahu Hermione marah padanya. Tentu saja, jika Draco ada di posisinya dan jika seorang musuh masa kecilmu datang dan bertanya seperti apa yang baru ditanyakannya barusan ia juga pasti akan marah. Tapi biarlah, ia akan menahan amarah Hermione untuk sementara, setidaknya sampai semua pertanyaannya terjawab.

"Kenapa kau tidak bekerja di kementrian?" Draco bertanya lagi.

Hermione benar-benar kesal sekarang. "Kau benar-benar ingin tahu? Atau kau ingin meledekku? Menghinaku karena bahkan kementrian sihir tidak mau memberikanku pekerjaan?"

Draco akhirnya menggeleng. "Aku hanya ingin tahu Granger." Draco memberitahu."Aku hanya ingin tahu, benar-benar ingin tahu, kau sendiri yang langsung mengasumsikan hal buruk tentangku."

Hermione menghela nafasnya. "Seperti yang ku katakan tadi Malfoy, aku tidak punya sertifikat N.E.W.T dan itu berarti tidak ada pekerjaan." Hermione memberitahu lagi, berusaha terdengar lebih tenang.

Mereka berdua diam lagi.

"Aku bisa memberimu pekerjaan." Draco berseru.

Hermione tidak percaya apa yang baru saja di dengarnya. "Pergilah Malfoy, kalau kau hanya mau menginjak-injak harga diriku sebaiknya kau pergi." Hermione berdiri dari kursinya dan menunjuk pintu keluar ia sudah benar-benar marah.

"Kenapa kau langsung berasumsi buruk tentangku?" Draco bertanya mulai emosi juga.

Hermione tertawa sarkas. "Apa kau percaya aku bisa berasumsi baik tentangmu setelah semua yang kau lakukan padaku?" Hermione bertanya dingin.

Draco menghela nafasya. "Aku tahu aku melakukan banyak kesalahan padamu selama kita di Hogwarts Granger, tapi aku hanya ingin menawarimu pekerjaan tidak lebih tidak kurang." Draco memberitahu.

Hermione menyipitkan matanya.

"Duduklah Granger." Draco berusaha kembali tenang.

Hermione duduk lagi dengan kesal.

"Aku tidak bermaksud meremehkanmu, sama sekali tidak, tapi aku tahu kau pasti tidak mendapat banyak dari pekerjaanmu kan?" Draco bertanya berasumsi, Hermione masih diam saja.

"Aku menawarimu pekerjaan Granger, pekerjaan normal di perusahaanku, aku tidak membutuhkan sertifikat N.E.W.T atau semacamnya, lagipula kau mengalahkanku hampir di semua mata pelajaran selama enam tahun, aku yakin kau bisa melakukan banyak hal." Draco berseru, tanpa sadar memuji kepintaran Hermione didepannya langsung.

Hermione menyipitkan matanya, rasanya sulit untuk percaya bahwa apa yang dikatakan dan ditawarkan oleh Draco Malfoy padanya tulus.

Draco melihat jelas kecurigaan yang ada di wajah Hermione. "Aku tidak akan memberikanmu pekerjaan kotor Granger, aku akan memberikanmu pekerjaan normal, tidak memalukan, tidak menjijikkan, tidak melanggar hukum, tidak berhubungan dengan sihir hitam dan tidak berhubungan dengan hal-hal buruk lainnya." Draco memberitahu.

Hermione tergoda, benar-benar tergoda. Ia benar-benar butuh pekerjaan yang lebih baik.

Sekarang Draco bisa melihat kalau Hermione sepertinya sedang mempertimbangkan tawarannya.

"Granger, aku tidak bermasud kasar, tapi berapa yang kau dapatkan dalam satu bulan?" Draco bertanya lagi, selain karena penasaran ia juga ingin menawarkan gaji yang tidak mungkin bisa ditolaknya nanti.

Hermione menghela nafasnya kemudian melakukan sedikit perhitungan dalam kepalanya. 200 Galleon. Jika gaji Mugglenya diubah menjadi Galleon dan ditambah penghasilan lain-lainnya, Ia hanya dapat 200 Galleon dalam satu bulan.

"Dua ratus." Hermione memberitahu.

"Dua ratus Galleon?" Draco bertanya, tidak percaya sekaligus memastikan.

Hermione mengangguk pelan.

"Aku bisa menawarimu tiga ribu lima ratus dalam satu bulan Granger." Draco berseru.

Hermione ingin berteriak, ingin melompat, ingin menangis dan ingin langsung memeluk musuhnya yang duduk didepannya itu.

Tapi tentu saja ia tidak melakukannya.

"Apa kau bisa menjamin kalau pekerjaan yang kau tawarkan kepadaku bersih dan aman?" Hermione bertanya, berusaha mengontrol dirinya agar tidak langsung melompat kegirangan.

Draco tersenyum kecil dan mengangguk.

"Apa aku boleh mengajukan masa percobaan?" Hermione bertanya.

Draco mengangkat alisnya, ia sungguh ingin tertawa dengan pertanyaan Granger barusan. Biasanya pemberi kerja-lah yang mengajukan masa percobaan, bukan sebaliknya.

"Aku ingin melihat pekerjaan apa yang kau berikan padaku sebelum menerimanya." Hermione menjelaskan lagi.

"Oh…" Draco mengerti.

"Bagaimana?"

Draco berpikir sebentar. "Tiga hari, kau bisa datang ke kantorku dan mencoba pekerjaan yang kutawarkan padamu selama tiga hari, jika cocok kau bisa melanjutkannya, jika tidak maka kau bisa menolaknya." Draco memberi keputusan.

Hermione mengangguk setuju.

Draco mengangguk, ia berdiri dan mengambil makanan yang dipesannya, ia juga mengambil satu cup kopi yang ada di depannya. "Datanglah ke kantorku hari pertama kerja bulan Januari Granger." Draco memberitahu kemudian beranjak pergi.

Hermione mengangguk, ia kemudian sadar kalau Draco meninggalkan satu gelas kopinya. "Malfoy, kopimu." Hermione berseru sebelum Draco keluar dari tokonya.

"Itu untukmu." Draco berseru. "Selamat natal Granger."

-End Of Flashback-

-To Be Continued-

A/N : Halo... This Story is almost finish, jadi aku akan rutin update disini... Dan aku ada grup Line khusus Dramione Shipper yang anggotanya belum terlalu banyak, kalau kalianada yang mau gabung bisa PM aku id Line kalian ya...