.
Disclaimer: Naruto is belong Masashi Kishimoto
Warning!: OOC, aneh, gaje, diksi payah, alur berantakan, EYD hancur, terlalu banyak typo,abal, dan kekurangan yang lainnya
IF YOU DISLIKE, PLEASE CLICK BACK!
This story by Uesugi Dera Maori
Setengahnya terinspirasi dari 'House of Slendrina' dan 'Slendrina: The Cellar'
.
"Ada apa, anda memanggil kami?" tanya Sakura
"Kalian akan kutugaskan untuk kembali ke wilayah Slendrina itu untuk menemukan sebuah potongan kertas yang tersebar dalam rumah itu sekaligus mencari keberadaan Gaara disana" ujar Kakashi
Seketika, manik ketiga remaja tersebut membulat
.
"Bi-bisa, perjelas lagi?" pinta Sakura
"Aku tidak main-main dengan ucapanku, kalian harus menemukan keberadaan Gaara disana. Setelah itu, cari potongan kertas sebanyak 8 potongan didalam rumah itu" jelas Kakashi sambil menulis sesuatu diatas kertas "Ini adalah tugas antara hidup dan mati. Tugas ini lebih berat daripada tugas-tugas sebelumnya" lanjutnya
"A-apa yang harus kita lakukan jika bertemu hantu tersebut?" tanya Naruto
"Hn? Kenapa kalian bertanya padaku? Kemarinkan, kalian melakukan misi yang sama diwilayah Slendrina itu untuk mencari benda-benda yang sudah dikeramatkan disana. Lakukan saja seperti yang kemarin jika kalian bertemu dengan hantunya. Jam 10 malam, kalian harus sudah berangkat diantar Iruka" jawab Kakashi lalu melenggang pergi
"Sepertinya, kita memang sudah terjebak dalam dunia game" sahut Sasuke
"Itu artinya, kita harus mengakhiri permainan ini" jawab Sakura
"Aku ingin segera bebas dari dunia laknat ini" gumam Naruto
.
.
Sakura melihat-lihat foto yang terpasang pada ruangan pribadinya bersama Sasuke dan Naruto. Salah satunya, terdapat foto Sakura dengan latar seperti sebuah lab dengan disampingnya terdapat seperti aquarium besar dengan makhluk mengerikan didalamnya, tubuh makhluk itu hanya sebatas pinggul dengan tangannya sebagai tumpuannya, rambut hitamnya yang tergerai panjang, darah terus menetes dari pinggul nya tersebut dan makhluk tersebut terus memberontak didalam aquarium kaca tersebut
"T-teke-teke?" gumam Sakura tak percaya saat mengetahui ciri-ciri dari hantu tersebut. Setahunya, kecepatan lari dari teke-teke sangatlah cepat, pastinya sangat sulit untuk menangkapnya. Terlebih lagi, dia adalah seorang perempuan, sasaran teke-teke itu kan perempuan? Tak ingin memusingkan lagi hal itu, Sakura beranjak kefoto yang lain. Dapat dilihat Sasuke sedang membersihkan katana nya dari darah, dan juga terdapat sesosok makhluk dengan kepalanya sudah terputus namun lehernya sangatlah panjang
"Apa itu... Rokuroukubi?" tanya Sakura sendirian. Emerald Sakura berpindah pada foto lain, difoto itu, terdapat foto Naruto sedang menyengir kuda kearah kamera dengan tangan kanannya memegang kunai dan tangan kirinya memegang...
"Po-potongan kepala?!" seru Sakura tak percaya. Sakura segera balik badan, tapi saat balik badan, wajahnya menabrak sesuatu sehingga membuat dirinya terjatuh "A-aduh..." mengaduh kesakitan
"Apa yang kau lakukan disini Sakura? Kenapa kau berteriak tadi?" tanya Sasuke lembut sambil mengusap pucuk surai kekasihnya
"Hiks... hiks... Sa-sasuke-kun!" ujarnya sambil memeluk Sasuke erat
"Kau kenapa?" tanya Sasuke lembut sambil merengkuh Sakura kedalam pelukannya
"Hiks... aku ta-takut" balas Sakura gemetar
"Tidak ada yang perlu ditakutkan selama ada aku. Sebenarnya, apa yang kau takutkan?" tanya Sasuke sambil melepas pelukan Sakura lalu menghapus air mata Sakura yang mengalir dipipi porselennya
"Li-lihat... foto di-diatasku" jawab Sakura gemetar
'Mungkinkah... ada orang lain yang mirip dengan kita didunia ini?'
"Kau tidak perlu takut. Mungkin, wajahnya memang sama dengan kita. Tapi, mereka bukan kita kan? Jangan menangis lagi ya... Ayo makan malam, sekarang sudah waktunya" ajak Sasuke. Sakura hanya mengangguk menyetujui
.
.
Waktu tak terasa sudah menunjukan jam setengah sepuluh malam, itu tandanya, mereka akan bersiap-siap menuju rumah yang menjadi incarannya. Tubuh Sakura masih bergetar mengingat kejadian tadi. Sasuke sangat menyadari hal itu, "Kau tidak perlu khawatir, kami akan selalu berada disisimu. Jadilah gadis kuat dan pemberani, jangan menjadi gadis cengeng dan penakut" ujar Sasuke setengah menyindir
"Huuh..." dengus Sakura sebal
"Iya Sakura-chan... Kalau kau terus menjadi cengeng dan penakut, itu akan membawamu sampai tua nanti. Jika bertemu dengan hantunya, tetaplah bersama kami" ujar Naruto sambil mengacungkan jempolnya
"Terimakasih, Sasuke-kun, Naruto" balas Sakura
"Anak-anak? Sudah siap untuk berangkat?" tanya Iruka sambil memanaskan mesin mobilnya
"Ayo!" seru Sakura yang sepertinya mulai berani untuk menghadapi apa yang akan dihadapinya. Sementara Sasuke dan Naruto tersenyum lembut menatap punggung Sakura yang sebenarnya tertutupi oleh tas yang digendongnya
Sakura mengenakan baju serba hitam dengan tas gendong hitam yang digendong dipunggungnya, tangan kirinya membawa sebuah senter yang lumayann besar, dan sarung tangan hitam yang membaluti telapak tangannya. Sasuke mengenakan baju serba biru dongker dengan tangan kirinya yang membawa sebuah senter yang lebih kecil dari yang dibawa Sakura namun penerangannya lebih terang dan pinggangnya terdapat sebuah katana yang dililiti oleh tali tambang. Dan Naruto mengenakan baju serba oranye nya dengan tangan kirinya yang membawa senter sama seperti Sasuke dan dikedua pinggangnya terdapat kantung senjata
Saat mobilnya sudah jalan menuju lokasi Slendrina tersebut, Sakura bertanya "Iruka-san, apa yang kau ketahui tentang Slendrina?"
"'Diberitahu atau tidak ya...?' Yang aku tahu, dulu Slendrina itu memiliki sebuah keluarga yang terdiri dari ayah dan ibunya. Dia memiliki nama asli Rina Maikichi. Nama ayahnya Ryuuki Maikichi dan ibunya Kuro Nitora. Kekayaannya sangat melimpah pada waktu itu, memiliki perkebunan seledri paling besar se-Tokyo. Keluarga mereka sangat bahagia. Namun, ketika umurnya menginjak 17 tahun, ayah dan ibunya dibunuh didepan matanya sendiri dengan keadaan yang mengenaskan oleh sekelompok orang yang terus menagih hutang pada keluarganya. Orang tuanya dibunuh diruang tamu. Penampilannya sangat kacau setelah itu, dia ditawari untuk tinggal sementara dirumah tetangganya, namun dia menolak mentah-mentah tawaran itu dan justru berguling-gulingan ditempat orang tuanya dibunuh. Dua hari setelah itu, Rina ditemukan mati bunuh diri diperkebunan seledri nya dengan keadaan yang mengenaskan. Setelah kematian Rina, tetangga-tetangga disekitar rumahnya berpindah rumah saat mengeluh setiap malam sering mendengar suara jeritan dari rumah Rina, sering melihat penampakan arwahnya yang sedang berkeliling dirumahnya sambil tertawa-tawa sendiri. Bahkan yang lebih parahnya, Rina membunuh siapa saja yang memasuki wilayahnya tanpa pandang bulu. Dan semenjak itu, dia dikenal sebagai hantu Slendrina. Pesan terakhirku, berhati-hatilah" jelas Iruka panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume balok, —eh?#plak
Setelah mendengar cerita Iruka, ketiga remaja itupun terhenyak 'Sampai begitukah?'
"Sudah sampai" ujar Iruka saat berhenti disebuah tempat persis saat kemarin ketiga remaja tersebut berhasil menjalankan misi "Sakura, ini denahnya" lanjutnya sambil memberikan gulungan kertas kusam pada Sakura "Setiap kalian melangkah, perhatikan juga peta itu. Karena peta itu, akan membuat kalian selamat setelah menemukan potongan kertas. Semoga berhasil" ujarnya lalu menghidupkan mesin mobil dan pergi dari wilayah tersebut
Suasana ini lebih mencekam dari yang kemarin. Angin berhembus terlalu kencang membuat bulu kuduk siapapun pasti berdiri termasuk ketiga remaja ini
"Teme... apa kau juga yakin, kita akan masuk kedalam rumah ini?" tanya Naruto ragu, keringat dingin mengalir dipelipisnya
"Kita akan terus bersama" jawab Sasuke singkat sambil menggandeng tangan Sakura lebih memasuki wilayah tersebut
"E-eh... Teme... tunggu aku!" seru Naruto sambil mengejar Sasuke
CKLEK
"Tidak dikunci ya..." gumam Sakura lalu masuk kedalam rumah itu diikuti dua pemuda dibelakangnya tanpa menyadari ada sepasang mata putih yang melihat ketiga remaja tersebut masuk kerumahnya tanpa izin dengan tatapan sinis. Sosok putih bermata putih tersebut menghilang disertai hembusan angin
"Hallo... ada orang...?" tanya Naruto basa-basi
BLETAK
"Ini rumah hantu bodoh. Mana ada orang selain kita disini" omel Sakura kesal
"Hentikan! Lebih baik kita segera mencari pieces tersebut lalu pulang dengan selamat. Sakura, buka denahnya" ujar Sasuke. Dengan segera, Sakura membuka denahnya dan memperlihatkannya pada Sasuke "Kita kesebelah kanan" lanjutnya
Saat Naruto membuka pintu sebelah kanan mereka, Naruto tercengang saat melihat tempat tersebut sama persis dengan yang ada digame nya. Sasuke menyahut, "Dobe... kalau tata letak pieces disini sama dengan gamenya, apakah kau masih ingat?"
"Sepertinya sudah tidak lagi" jawab Naruto sedikit murung
"Sudahlah, lebih baik, kita cari keseluruh ruangan" sahut Sakura menengahi
Sakura berjalan duluan diiikuti Sasuke dan Naruto sambil melihat-lihat kearah kanan maupun kiri dengan cahaya senter seadanya
"Sasuke-kun! Naruto! Aku berhasil menemukan satu pieces nya!" seru Sakura dari ruangan sebelah. Dengan segera, Sasuke dan Naruto menuju tempat yang dimaksud Sakura
"Wah... kau hebat, Sakura-chan!" puji Naruto senang
"Tentu saja! Sakura gitu loh..." jawab Sakura pede. Sedangkan Sasuke hanya mengelus surai merah muda kekasihnya. Gelak tawa tersebut terhenti saat ketiga remaja tersebut melihat bayangan hitam dibelakang mereka
Dengan serentak mereka menoleh kearah belakang
Deg
Sosok itu adalah...
..
TBC
..
Yosh! Dera update lagi nih... pas malem Jum'at lagi hehehe...
Thanks to:
ikalutfi97: Ini udh lanjut, semoga suka ya...
Reoxys: iya... ini udh lnjut kok...
Ryoko: ini udh lanjut, makasih ya buat reviewnya ...
Fifi: yah... ini udh lanjut
Gomen ya kalau pendek... *emang biasanya juga pendek* soalnya udh malem, mata Dera udh 3 watt. Kalau gitu, jumpa lagi dichap selanjutnya... Review Please...
