SIXTEEN SEASON 2
Chapter 2
Author: ByunnaPark
Genre: Family/Romance/little bit Hurt/Comfort (maybe)
Rate: T
Cast: LuHan ,WuFan/Kris, Zhang Yixing, Kim Suho
Other Cast: Huang Zitao
Pair: SuLay, KrisTao/Taoris, HunHan
Slight: KaiSoo, ChanBaek, ChenMin, dll
Disclaimer: ff ini milik saya, member EXO milik kita semua #plaaaak
Warning: OOC, GS, typo(s), gaje, sinetron mode on, ngebosenin, don't like, don't read.
Summary: Ketakutan akan masa lalu, membuat Yixing menjadi seorang ibu yang overprotective. Akankah masa lalunya terulang kembali pada anaknya? (Bad Summary)
Let's Start
Happy Reading
Author Pov.
Wufan berjalan cepat ke arah Zitao yang tengah asik mengobrol dengan teman-temannya dengan Taeyong yang mengekor dibelakangnya. Teman sebangku Wufan itu sebenarnya juga tidak mengerti kenapa Wufan tiba-tiba panik.
GREB
"kemana Luhan?" tanya Wufan dengan mencengkeram lengan Zitao.
Dengan kesal Zitao melepas paksa cengkeraman Wufan dilengannya,"YA! jangan menyentuhku babo" bentak Zitao.
"aku tanya kemana Luhan?" tanya Wufan sekali lagi dengan meninggikan suaranya.
"di toilet" jawab Zitao singkat.
"mwo? Kenapa kau biarkan dia pergi sendiri? Bagaimana kalau dia tersesat?"
Zitao memutar bola matanya malas,"dengar tuan Kim, Lulu itu bukan anak kecil lagi, aku sudah memberi tau letak toiletnya, dan dia pasti juga bisa menemukan jalan untuk kembali lagi kesini, ck kau terlalu berlebihan"
"kau_" ucap Wufan tertahan, namja itu mengusap wajahnya kasar, 'tidak, ini bukan saatnya bertengkar Wufan' pikirnya.
"sudah berapa lama dia pergi ke toilet?" tanya Wufan kemudian.
"baru 5 menit"
Dengan cepat Wufan melesat menuju ke arah toilet yang letaknya tidak jauh dari lapangan Basket dan lagi-lagi Taeyong mengekornya.
Zitao terlihat gelisah di tempatnya berdiri saat ini. Dalam hati ia juga khawatir dengan Luhan yang memaksa pergi ke toilet seorang diri. Dan akhirnya ia pun memutuskan untuk mengikuti Wufan mencari Luhan.
"sial!" umpat Wufan saat mengetahui toilet yang terletak di area lapangan basket tersebut terkunci dengan gembok, jadi otomatis Luhan tidak ada di dalamnya. Saudara nya itu pasti mencari toilet yang lain.
Tubuh Zitao bergetar seketika melihat pintu toilet itu terkunci. Ia sama sekali tidak tau kalau toilet yang ada di area lapangan basket ini dikunci saat tidak ada kegiatan basket.
Jadi kemana Luhan? apa mungkin Luhan ada di toilet lantai 1 gedung sekolahnya?
Tidak mungkin karena letaknya jauh dari aula tempat berlangsungnya acara kelulusan dan lagi pula gedung sekolahnya pasti gelap saat malam.
'Apa mungkin Lulu pergi ke toilet yang terletak dibelakang aula?'
Berkali-kali Zitao merutukki dirinya sendiri karena membiarkan Luhan pergi seorang diri. Ia takut kalau Luhan benar-benar menuju toilet belakang aula, karena toilet tersebut berdekatan dengan asrama namja dan biasanya banyak namja yang kabur dari asrama lewat area toilet tersebut.
Sekolah Zitao dan Wufan memang sangat luas dimana terdapat SMP, SMA, gedung aula yang hampir seluas lapangan bola, serta asrama namja dan yeoja yang letaknya agak berjauhan.
Tanpa ia sadari langkah kakinya terus mengikuti kemana Wufan pergi mencari Luhan. Berkali-kali Zitao mendengar umpatan Wufan, saat namja itu memeriksa satu-persatu toilet yang berada di lantai 1 gedung sekolahnya dan sama sekali tidak mendapati Luhan di dalamnya. Keadaannya sekarang memang sangat sepi jadi memudahkan mereka memeriksa satu-persatu toilet yang ada di gedung itu.
Dari ujung lorong Zitao mendapati sosok Taeyong yang berlari mendekat ke arahnya dan Wufan karena memang mereka tadi berpencar.
"hosh.. hosh... aku tidak menemukan seorang pun di toilet lantai satu Kim" lapor Taeyong sambil mengatur nafasnya.
Wufan terlihat semakin prustasi. Namja itu mengacak-acak rambutnya lalu...
DAAAKK
...menendang pintu salah satu bilik toilet.
Tubuh Zitao semakin bergetar melihat Wufan yang seperti kerasukan setan. Tapi entah keberanian dari mana, saat ini tangan Zitao tengah menarik-narik ujung baju Wufan.
Seketika itu juga Wufan menoleh dan menatap Zitao tajam.
Zitao menelan ludahnya susah payah melihat tatapan Wufan saat ini,"ba-bagaimana ka-kalau ki-kita mencari Lulu di toilet belakang aula?" usul Zitao.
"Zitao benar mungkin Luhan ada disana" ucap Taeyong menyetujui usul Zitao.
Tanpa pikir panjang Wufan segera melesat menuju toilet belakang aula dengan di ikuti Taeyong dan Zitao.
~SS2~
Luhan mencuci mukanya yang terlihat pucat saat ini. Seperti biasa, saat kena angin malam tubuhnya mendadak panas dan kepalanya pun pusing. Sejak kecil fisiknya memang lemah, sering demam jika terkena angin, terutama angin malam. Mungkin karena faktor dirinya yang jarang keluar rumah, sehingga tubuhnya sulit beradaptasi dengan cuaca.
"aaarrggh Luhan babo, kalau begini terus mana mungkin eomma mengizinkamu keluar rumah lagi"
Monolog nya di depan cermin wastafel sambil mengeringkan wajahnya dengan tissue.
"ayo Lu, kau harus kuat, kau tidak boleh sakit lagi, kau harus bisa, hwaiting" ucapnya menyemangati diri sendiri.
Tidak lama ia pun keluar dari toilet tersebut. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat segerombolan namja yang lewat di depannya. Luhan berusaha untuk tidak menghiraukan tatapan namja-namja tersebut dan melanjutkan langkahnya.
GREB
Namun langkahnya terhenti lagi saat lengan kanannya di cengkeram oleh namja beralis tebal. Tubuh Luhan semakin bergetar, ia takut melihat seringaian dari namja yang ada di depannya saat ini.
"hey teman-teman, aku tidak menyangka ada bidadari di sekolah ini" ucap namja yang mencengkeram lengan Luhan.
"ne, bagaimana kalau kita jadikan saja dia hiburan malam kita?" ucap salah satu namja.
"ka-kalian mau apa?" mata Luhan mulai berkaca-kaca sekarang dan suaranya pun terdengar bergetar, sekuat tenaga ia berusaha melepaskan cengkeraman namja beralis tebal tersebut. Tapi nihil, karena cengkeraman namja itu sangat kuat.
"kami...ingin kau ikut dengan kami"
"hiks shireo, hiks lepaskan aku" ronta Luhan saat namja itu mulai memajukan wajahnya.
'Wu...tolong aku'
Luhan terus saja mendorong tubuh namja itu menjauh darinya. Ia menyesal menolak saat Zitao ingin mengantarnya. Dalam hati ia memohon pada Tuhan agar mengirim siapapun untuk menolongnya. Ia takut, benar-benar takut.
CETAAAKK
"aaaarrrgghhh" erang namja beralis tebal itu saat kepalanya terkena lemparan kaleng bekas minuman.
"Brengseek, siapa yang...eh, bos" umpatan namja itu berhenti saat mengetahui siapa pelaku pelemparan kaleng bekas tersebut.
"jangan mengganggu anak kecil, carilah yang lebih pantas!" ucap namja yang di panggil 'Bos' tadi.
Seketika itu juga namja beralis tebal melepas cengkeramannya,"ne, mi-mianhae" ucapnya. Terlihat sekali raut wajahnya yang sedikit ketakutan melihat raut dingin 'Bos' nya.
"sekarang kalian cepat pergi dan berpencar atau penjaga asrama akan menangkap kita" perintah sang 'Bos' yang kemudian diangguki oleh segerombolan namja itu.
Mereka pun segera berpencar dan meninggalkan Luhan yang masih terlihat ketakutan. Namja berkulit pucat yang dipanggil 'Bos" tadi perlahan berjalan menghampiri tubuh Luhan yang bergetar.
"Luhan, gwenchana?" tanya namja itu.
Sontak Luhan mendongakkan wajahnya menatap namja itu, kaget karena namja yang dipanggil 'Bos' tadi tau namanya.
Dan sekarang terlihatlah sosok namja yang memang sudah tak asing lagi baginya. Sosok namja berkulit pucat dengan matanya yang tajam seperti mata Wufan.
"ahjussi!" panggil Luhan lirih pada namja tersebut.
Dan Luhan merasa bingung malam ini, saat ia tiba-tiba gugup melihat wajah namja yang ia panggil 'ahjussi' itu dengan jarak sedekat ini. Apalagi saat ibu jari sang 'ahjussi' mengahpus air matanya.
"ne, kenapa kau ada disini? Mana orang tuamu?"
"ak-aku...aku sed_"
"LU~!"
Luhan dan namja itu pun menoleh saat seseorang berteriak memanggil Luhan. Gadis itu pun bernafas lega mendapati saudaranya datang bersama Zitao dan satu orang lagi yang terlihat masih asing.
Wufan menghentikan langkahnya seketika saat melihat namja yang bersama Luhan. Tatapannya pun susah untuk diartikan. Begitu juga namja yang dipanggil 'ahjussi' itu.
"seharusnya kau tidak membiarkannya pergi sendiri Wufan" tegur namja itu pada Wufan dengan nada datar, sangat berbeda saat ia berbicara dengan Luhan.
"arraseo sunbaenim" jawab Wufan.
Namja itu pun menoleh kembali pada Luhan,"sepertinya kau sudah aman, kalau begitu aku pergi dulu, lainkali jangan pergi sendiri, arraseo?" ucapnya sambil mengusak rambut Luhan.
"n-ne, ahjussi, kamsahamnida"
Namja itu pun tersenyum tipis dan setelah itu pergi mengikuti kemana arah teman-temannya kabur. Ya... namja itu memang sedang kabur dari asrama.
"Lu, gwenchana? Apa mereka mengganggumu?" tanya Wufan khawatir.
"a-ani, aku baik-baik saja" jawab Luhan dengan memaksakan senyumnya. Tapi Wufan tau, saudaranya itu tidak sedang baik-baik saja, apalagi melihat wajah Luhan yang pucat. Kedua telapak tangannya menangkup pipi Luhan setelah itu beralih menempelkannya di kening Luhan.
"badanmu mulai panas, kajja kita pulang!" Wufan melepas jas almamaternya dan memakaikannya pada Luhan.
Luhan pun hanya mengangguk lemah tapi sepertinya ia masih enggan untuk melangkahkan kakinya saat melihat Zitao yang menundukkan kepalanya.
"Zi, kau kenapa?"
GREB
Tiba-tiba Zitao memeluknya,"hiks mianhae, harusnya aku tidak mebiarkanmu pergi sendiri"
"aku tidak apa-apa Zi, kanapa kau minta maaf, kau kan tidak bersalah...apa Wufan memarahimu?" tanya Luhan kemudian, namun Zitao hanya diam tidak berniat menjawabnya.
Dan Luhan pun menatap Wufan tajam,"cepat minta maaf pada Zizi, dia tidak bersalah Wu, aku yang memaksa pergi ke toilet sendirian"
Wufan pun menghela nafasnya,"mian" ucapnya singkat.
Tidak menjawab permintaan maaf Wufan, yeoja bersurai hitam itu melepas pelukannya pada Luhan.
"kajja kita pulang!" ajaknya sambil menarik Luhan pergi dari tempat itu.
Sedangkan dibelakang terlihat Wufan yang menggeram jengkel dengan sikap sahabat saudaranya itu.
"hey Kim, kau berhutang penjelasan padaku" ucap Taeyong yang sedari tadi hanya diam.
"apa?"
"yeoja itu, Luhan...siapa dia? Yeojachingumu?" tanya Taeyong penasaran. Pasalnya ia memang baru melihat sosok Luhan.
"bukan"
Taeyong mengerutkan keningnya,"lalu siapa dia?"
"adikku"
"MWO? Adik? kau bercanda Kim?"
"sebenarnya kau itu bertanya atau memberi pertanyaan?" ucap Wufan malas.
"jadi benar dia adikmu? Adik kandungmu? Aaiissh kau tega Kim kau tega" seru Taeyong heboh.
"wae?"
"bagaimana bisa kau tidak memberitahu ku kalau kau mempunyai adik secantik dia, ku pikir selama ini kita teman, tapi ternyata... astaga kau benar-benar tega" oke, kau terlalu berlebihan Lee Taeyong.
Wufan mengangkat satu alisnya,"memang apa untungnya aku memberitahumu?"
"tentu saja ada untungnya, siapa tau nanti aku bisa jadi adik iparmu"
Pletaak
"YA! kenapa memukulku? Aaiish" protes Taeyong saat Wufan memukul kepalanya.
"sayangnya aku tidak sudi mempunyai adik ipar dengan kapasitas otak minim sepertimu" ucap Wufan lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Taeyong dibelakang.
"YA! asal kau tau saja, walaupun kapasitas otakku minim, tapi aku namja setia, penuh cinta dan romantis tentunya, oh iya satu lagi yang pasti aku juga tampan" seru Taeyong mempromosikan diri.
Wufan hanya menganggap suara Taeyong sebagai angin lalu.
"aaaiiish... YA! KIM WUFAN TUNGGU!"
~SS2~
Sebuah motor berhenti tepat di depan rumah sederhana bergaya modern dengan taman yang tertata rapi dan terdapat lampu taman yang menyala terang saat malam tiba. Pengemudi motor itu melepas helm nya dan terlihatlah wajah manis namja berkulit tan. Sementara di jok belakang terdapat yeoja cantik bermata bulat yang juga sedang melepas helmnya kemudian menyerahkannya pada namja kulit tan itu.
"Kyung, apa lusa kau ada acara?" tanya namja itu.
Sang yeoja pun terlihat berpikir,"ani, memangnya kenapa?"
"aku ingin mengenalkanmu pada sepupuku, Luhan, aku pernah bercerita tentangnya kan?"
Yeoja itu pun terkekeh,"bukan pernah lagi, tapi kau sering menceritakannya padaku Jongin-ah"
Namja bernama Jongin itu pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,"dia pasti senang mendapat teman baru, jadi... apa kau mau?"
"sepertinya aku tidak punya alasan untuk bilang 'tidak mau'"
Jongin pun tersenyum ke arahnya,"gomawo"
"ne, cheonma"
"euumm Kyung, aku ingin bertanya sesuatu"
"apa?"
"apa Sehun masih mengganggumu?" tanya Jongin khawatir.
Gadis itu pun menghela nafas, "ani, tapi sepertinya dia sangat marah mengetahui hubungan kita, mianhae...gara-gara aku hubunganmu dengan Sehun menjadi tidak baik" ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
"ini bukan salahmu, biar aku yang bicara baik-baik dengan Sehun" ucap Jongin seraya menggenggam erat tangan gadis itu. Do Kyungsoo. Gadis yang sudah resmi menjadi yeojachingunya sejak tiga hari yang lalu dan membuat hubungannya dengan sahabatnya retak, karena ternyata sang sahabat juga menyukai Kyungsoo.
"tapi aku takut Jongin-ah, Sehun sangat mengerikan kalau sedang marah, aku takut dia melakukan hal yang tidak-tidak padamu" terlihat sekali gurat kekhawatiran di wajah Kyungsoo.
Tangan Jongin perlahan membelai lembut pipi Kyungsoo yang sedikit merona merah,"aku akan baik-baik saja, kau tidak usah khawatir"
Gadis itu pun balik menggenggam tangan Jongin yang menempel di pipinya,"saranghae" ucapnya membuat Jongin tersenyum lalu perlahan mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo. Mengeliminasi jarak diantara mereka untuk menempelkan bibirnya ke bibir pink milik yeojachingunya.
Ciuman lembut itu menjadi ciuman pertama mereka setelah resmi menjadi sepasang kekasih. Lama mereka memendam perasaan itu sampai akhirnya Jongin memberanikan diri menyatakan cintanya pada Kyungsoo walaupun persahabatan menjadi taruhannya.
Tidak lama, Jongin pun melepas ciumannya,"nado saranghae"
Kyungsoo tersenyum dengan pipi yang semakin merona.
"sekarang cepat masuk, anginnya semakin kencang" titah Jongin.
"ne, hati-hati di jalan"
Jongin mengangguk sambil memakai helmnya dan tidak lama kemudian melajukan motornya untuk pulang.
Tapi tidak tau kah mereka, sedari tadi ada yang mengintip kegiatan mereka di balik pohon besar yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah Kyungsoo. Namja bersurai brunette dengan kulit putih pucat dan bermata tajam. Melihat sahabat...ah tidak, mantan sahabatnya mencium gadis yang sudah menjadi incarannya selama ini.
Rahangnya mengeras, tangannya terkepal meninju batang pohon yang menjadi tempat persembunyiannya.
"Brengsek kau Kim Jongin" desisnya dengan wajah yang memerah penuh emosi.
~SS2~
"eomma kan sudah bilang, jangan berada di luar terlalu lama, akibatnya sekarang kau demamkan?" omel Yixing khawatir sambil mencari-cari handuk kecil di lemari pakaian putrinya. Mereka sekarang sudah pulang ke rumah setelah mengetahui Luhan yang mulai demam.
"chagi buka mulutmu!" titah Suho pada putrinya lalu memasukkan termometer kemulut Luhan yang saat ini berbaring di tempat tidurnya.
"kau juga Wufan, kenapa membiarkan adikmu di luar terlalu lama? apa kau lupa dengan kondisi adikmu yang gampang sakit" omel Yixing lagi, kali ini pada Wufan yang tengah berdiri di dekat pintu kamar Luhan.
"mianhae" ucap Wufan merasa bersalah.
Setelah menunggu cukup lama, Suho pun menarik kembali termometer dari mulut Luhan,"yeobo panasnya 39 derajat"
"aigoo... aigoo badanmu panas sekali sayang" seru Yixing panik,"Wufan, ambilkan obat penurun panas di kotak obat!".
Wufan pun mengangguk,"ne"
Yixing mulai memeras handuk kecil yang sudah ia basahi dengan air dingin lalu meletakkannya di kening Luhan agar panasnya turun. Sedangkan Suho menyelimuti tubuh putrinya lalu ia pun ikut berbaring dan memeluk tubuh putrinya yang sedikit menggigil.
"eomma mianhae, jangan marahi Wufan, aku yang salah" ucap Luhan lemah.
Yixing menghela nafasnya,"jangan ulangi lagi ne, eomma tidak mau terjadi sesuatu padamu maka dari itu eomma marah, karena eomma sangat menyayangimu, eomma sedih melihatmu sakit seperti ini"
Luhan pun semakin merasa bersalah melihat raut sedih ibunya,"ne eomma mianhae"
Yixing pun tersenyum dan mencium pucuk kepala putrinya.
"ini eomma obatnya"
"sekarang waktunya minum obat" titah Yixing sambil membuka sebutir tablet parasetamol untuk menurunkan panas putrinya. Suho pun membantu Luhan menegakkan tubuhnya. Dan dalam hitungan detik tablet itu sudah ditelan oleh Luhan.
"dan sekarang waktunya tidur, kajja eomma, biarkan Princess istirahat" ajak Suho.
"ne, jaljayo, saranghae" ucap Yixing sambil mencium lagi pucuk kepala Luhan dan di ikuti oleh Suho.
"nado saranghae eomma, appa" balas Luhan.
"Wufan cepat kembali kekamarmu!"
"sebentar eomma, aku masih ingin disini"
"baiklah, tapi jangan lama-lama biarkan adikmu istirahat"
"arraseo"
Namum Yixing mengerutkan keningnya saat melihat putra bungsunya yang sudah memakai piyama bermotif bajak laut masuk ke kamar Luhan dengan membawa guling kesayangannya.
"hey, jagoan kecil appa kenapa kesini?" tanya Suho.
"Joonnie ingin tidur dengan Lu-na (Luhan noona) appa"
Yixing menggeleng-gelengkan kepalanya. Putra bungsunya itu memang selalu ingin tidur bersama kakaknya jika sang kakak sedang sakit.
"baiklah, tapi jangan ganggu noona ne"
"oke eomma" namja cilik itu mengacungkan jempolnya pada kedua orang tuanya, kemudian bergegas menaiki tempat tidur Luhan dan berbaring disebelah kakaknya.
"Lu-na tenang saja, malam ini Joonnie akan menjagamu, Lu-na cepat sembuh ne" ucapnya sambil memeluk Luhan dari samping dan mulai memejamkan matanya.
Semua yang ada kamar itu pun terkekeh melihat magnae keluarga mereka yang selalu berlaku manis saat kakak kesayangannya sedang sakit. Tidak lama kemudian Yixing dan Suho pun meniggalkan kamar Luhan.
"Wu, apa aku terlalu merepotkan?" tanya Luhan pada Wufan yang saat ini tengah duduk di pinggir tempat tidur.
Wufan mengerutkan keningnya,"kenapa kau bertanya seperti itu?"
"aku sering sakit, membuat eomma dan appa khawatir, bukankah itu sangat merepotkan?"
Wufan tersenyum lalu mengambil handuk yang menempel dikening Luhan lalu membasahinya dengan air dingin dan menempelkannya kembali ke kening Luhan.
"ani, mereka khawatir karena mereka menyayangimu"
"aku tau, tapi aku ingin sekali saja tidak membuat mereka khawatir"
"kalau begitu jangan pernah lagi pergi sendirian kalau tidak ada yang menemanimu"
"tapi aku bosan dirumah terus Wu"
"kau kan bisa memintaku atau panda impor itu untuk menemanimu"
Mata Luhan terlihat berbinar,"bolehkah?"
Wufan pun mengangguk,"ne, asalkan eomma tidak tau" bisiknya.
"kalau begitu nanti ajak aku jalan-jalan ne?" pinta Luhan dengan Catty eyesnya(?).
Wufan pun terkekeh sambil mengacak-acak rambut Luhan,"ne, tapi kau harus sembuh dulu" dan dijawab anggukan oleh luhan,"gomawo".
"sekarang cepatlah tidur, lihat kapten Hook sepertinya sudah bermimpi" ucap Wufan sambil melirik ke arah Joonma yang sepertinya sudah tidur dengan pulas.
Luhan tertawa melihat adik bungsunya, gadis itu pun sedikit memiringkan tubuhnya untuk berbalik memeluk tubuh mungil adiknya.
"kau cepat kembali kekamarmu!.."
"... dan matikan lampu kamarku!" seru Luhan saat Wufan sudah beranjak dari tempat tidurnya.
"ne"
CTIK
~SS2~
"Hyunbi, Jaehoon, Jihoon cepat sarapan sayang, nanti kalian terlambat!" seru seorang yeoja yang masih terlihat imut di usiannya yang sudah berkepala tiga. Byun Baekhyun, tapi sejak 10 tahun yang lalu ia mengikuti marga suaminya menjadi Park Baekhyun.
Pagi ini seperti biasa ia sedang menyiapkan sarapan untuk keluarganya sambil menggendong putri bungsunya yang berumur kurang lebih 3 tahun. Tangan mungil putrinya itu saat ini sedang memegang botol susu yang sedari tadi tertancap dimulutnya. Ia memang sudah biasa mengurus rumah tangganya sendiri tanpa bantuan maid atau semacamnya karena memang ia tidak bekerja jadi apa salahnya mengurus rumah tangganya sendiri dari pada hanya memerintah orang dan hanya asik bersantai. Tidak, seorang Baekhyun tidak bisa malas-malasan seperti itu, tubuhnya selalu ingin bergerak walaupun terkadang capek juga membersihkan rumah setiap hari, memasak, mencuci baju, belum lagi mengurus anak-anaknya yang masih kecil-kecil, bahkan lebih capek dari pada bekerja dikantor.
Tap
Tap
Tap
Tidak lama terdengarlah derap langkah anak-anaknya yang menuruni tangga dan langsung menuju meja makan. Ada si putri sulung Hyunbi yang berusia 9th. Dihadapan Hyunbi ada Jaehoon (anak laki-laki Baekhyun no 2 (7th) yang saat ini tengah mengganggu Jihoon (anak laki-laki Baekhyun no 3,(6th).
Hyunbi sangat pendiam, tidak banyak bicara dan kerjaannya hanya membaca buku sehingga sekarang matanya pun ada 4 karena ia memakai kaca mata. Berbeda dengan kedua adik laki-laki nya yang sangat berisik sehingga sering membuat Baekhyun prustasi dibuatnya.
"huwaaaaa eomma, Jae hyung mengambil teluhhmmmppph" adu Jihoon tapi dengan cepat Jaehoon membungkam mulut Jihoon dengan telapak tangannya.
Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Jaehoon yang suka sekali mengganggu Jihoon sampai adiknya itu menangis.
"Park Jaehoon, kembalikan telur adikmu, kau kan punya sendiri!" tegur Baekhyun pada putranya yang paling nakal.
"ne eomma" jawab Jaehoon sambil mengerucutkan bibirnya dan dengan tidak ikhlas mengembalikan telur Jihoon. Jihoon pun terlihat senang telurnya kembali dan seketika itu juga berhenti menangis. Jaehoon dan Jihoon memang hanya terpaut 10 bulan, maka dari itu mereka sering bertengkar apalagi Jaehoon yang sangat nakal dan tidak mau kalah dari adiknya. Ckckck -_-"
"sayang! Kemeja putihku mana? Kenapa di lemari tidak ada?" seru sang suami dari lantai atas.
"sudah aku siapkan diatas tempat tidur" jawab Baekhyun sedikit berteriak.
"ah ne, gomawo"
Setelah mencuci peralatan dapur Baekhyun pun kembali lagi ke meja makan melihat anak-anaknya sarapan. Tapi matanya membulat melihat piring Jaehoon.
" Astaga! Jaehoon! makan yang benar jangan mencampur-campur roti dan selai di nasi gorengmu begitu aaiiish jinjja anak ini" bentak Baekhyun sambil menyingkirkan potongan roti campur selai di nasi goreng Jaehoon.
"eomma ... jangan dibuang rotinya, ini enak eomma, Sehun ahjussi juga biasanya begitu" rengek Jaehoon sambil mengerucutkan bibirnya kembali.
"Ya! jangan ikut-ikutan ahjussimu itu, perutmu bisa sakit arraseo?"
"ne" jawab Jaehoon lesu.
"Dan Jihoon cepat habiskan makananmu jangan sambil mainan mobil-mobilan nanti kau bisa terlambat, sebentar lagi appa berangkat, Jihoon mau ke sekolah jalan kaki?"
Jihoon pun menggeleng dan meletakkan mobil-mobilannya kembali,"shireo eomma"
"makanya cepat habiskan sarapannya!"
"ne"
Baekhyun memijit pelipisnya pusing menghadapi kelakuan kedua putranya yang bisa terbilang susah diatur itu.
"eomma, lusa les biola ku dimulai, kata Lee songsaengnim aku harus membawa biola sendiri" adu sang putri sulung.
"nanti Hyunbi bilang appa ne, suruh membelikan biola"
Dan Hyunbi pun hanya mengangguk lalu meneruskan sarapannya. Gadis itu memang bisa dibilang irit bicara. Sikap nya dingin entah menurun dari siapa, Baekhyun sendiri terkadang juga bingung -_-"
"pagi semua" sapa seorang namja tinggi yang terlihat sudah rapi dengan kemeja putih serta dasi bermotif garis-garis yang sudah terlilit rapi di kerah kemejanya.
"pagi appa" sapa balik ke empat anak Baekhyun pada namja tadi yang tidak lain adalah ayahnya. Park Chanyeol.
Chanyeol pun tersenyum cerah dan mencium satu persatu anaknya tak terkecuali istrinya.
"sini biar Yeolla aku gendong, kau pasti capek menggendongnya dari tadi" tawar Chanyeol dan bersiap ingin mengambil putri bungsunya dari gendongan Baekhyun, tapi Baekhyun malah menjauhkannya.
"jangan, nanti kemejamu kusut" tolak Baekhyun.
Yeolla melepas botol susu nya dan tangan mungilnya berusaha menggapai tangan Chanyeol yang terulur ke arahnya,"Yeolla ikut appa" ronta gadis itu dari gendongan Baekhyun. Putri bungsu Baekhyun itu memang selalu minta di gendong saat pagi terutama setelah bangun tidur.
"jangan sayang, appa mau berangkat kerja nanti saja ne kalau appa sudah pulang kerja"
"hiks thileo, hiks appa...appa" ronta Yeolla kembali kali ini dengan tangisnya.
"tidak apa-apa chagi, sebentar saja, sini berikan Yeolla padaku"
Baekhyun pun menghela nafasnya dan memberikan Yeolla pada ayahnya dan seketika itu juga tangis Yeolla berhenti.
Chanyeol mendudukkan dirinya beserta Yeolla digendongannya dan mulai memakan sarapannya. Merasa ada yang kurang, mata Chanyeol melirik istrinya yang sedari tadi hanya mengamati anak dan suaminya sarapan.
"kau tidak sarapan chagi?" tanya Chanyeol.
Baekhyun tersenyum dan menggeleng,"tidak, nanti saja setelah kalian semua berangkat"
Namja itu pun hanya mengangguk paham dengan istrinya yang memang jarang sarapan.
Tidak lama kemudian semua pun terlihat sudah menyelesaikan sarapannya. Baekhyun mengambil alih gedongan Yeolla dari suaminya lalu mengantar anak-anak dan suaminya berangkat sampai pintu depan. Terlihat sekarang Jaehoon dan Jihoon yang berebut ingin duduk di jok depan. Kalau sudah seperti itu biasanya si sulung Hyunbi langsung mendudukkan dirinya di jok depan selagi Jaehoon dan Jihoon masih sibuk bertengkar dan mau tidak mau kedua namja cilik itu pun duduk di jok belakang karena mereka berdua takut dengan raut dingin kakak sulungnya.
"chagi sepertinya dia kabur lagi" ucap Chanyeol sambil melirik sepatu kets dekil yang tergeletak di lantai teras rumahnya.
"aaiishh sebenarnya apa maunya anak itu" dengus Baekhyun kesal. Chanyeol mengusap lengan istrinya agar tidak emosi.
"bicaralah baik-baik dengannya, jangan terlalu keras nanti dia semakin menjadi"
"arraseo" jawab Baekhyun lesu.
"ya sudah, kami berangkat dulu ne...annyeong little princess, saranghae" pamit Chanyeol sambil mencium pucuk kepala Yeolla dan mencium bibir istrinya.
"hati-hati" seru Baekhyun dan Yeolla sambil melambaikan tangan mereka saat mobil suaminya berjalan meninggalkan pekarangan rumahnya.
Dengan cepat ia menutup pintu dan berjalan menaiki tangga menuju sebuah pintu bercat putih bertuliskan 'Big BosS'. Tanpa mengetuk, yeoja itu langsung memasuki kamar tersebut dan terlihatlah sekarang kamar yang seperti kapal pecah dengan berbagai sampah kaleng minuman dan bungkus-bungkus snack yang tergeletak di lantai. Berkali-kali Baekhyun menggerutu kesal sambil memungut sampah-sampah tersebut lalu membuangnya di tempat sampah.
Sedangkan di tempat tidur, seorang pemuda tengah asik meringkuk di balik selimut tanpa memperdulikan gurutuan Baekhyun yang saat ini tengah menyapu lantai kamar itu.
Setelah membersihkan semuanya, yeoja itu menyibak selimut tebal yang menutupi tubuh namja itu. Sang namja pun menggeliat tidak nyaman dan perlahan membuka matanya.
"YA! BYUN SEHUN BANGUN!" teriak Baekhyun membuat Yeolla yang ada digendongannya merasa takut.
"aaiisshh ini masih pagi noona" gumam namja itu malas dan malah menenggelamkan wajahnya di bantal.
Baekhyun pun semakin geram dibuatnya,"YA! bangun atau ku siram kau dengan air" ancam Baekhyun sambil menjewer telinga adiknya. Byun Sehun.
"aw aww YAK! Noona sakit" seketika itu juga Sehun pun bangun sepenuhnya walau sesekali masih menguap.
"sekarang jelaskan, kenapa kau kabur lagi dari asrama? Apa kau lupa, aku sudah dua kali mendapat surat peringatan dari kepala asrama dan jika aku menerimannya sekali lagi itu tandanya kau akan dikeluarkan dari asrama Byun Sehun" Baekhyun memijit pelipisnya, prustasi mengahadapi kelakuan adiknya yang bisa dibilang 'bandel' itu.
Sehun hanya mengangkat bahunya cuek dan dengan santai berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.
"aku tidak peduli, karena memang itu tujuanku..."
Baekhyun terlihat memelototkan matanya.
"...ayolaah noona siapa yang betah lama-lama di sana, setiap hari aku diberi makan buku-buku tebal yang bisa membuat mataku rabun dan mungkin saja aku bisa gila, aku mau tinggal dengan kalian saja, boleh kan Yeolla chagi?" jelas Sehun lalu merebut Yeolla dari gendongan Baekhyun. Gadis itu terkikik geli saat Sehun menciumi pipinya.
"Ya! asal kau tau saja, eomma dan appa mengirimmu ke asrama supaya kau bisa di atur dan tidak menjadi anak yang membangkang lagi... kalau sampai eomma dan appa tau kau dikeluarkan dari asrama, kau bisa dikubur hidup-hidup"
Mendengar orang tuanya di sebut-sebut, Sehun tersenyum remeh,"bahkan aku tidak yakin mereka masih ingat nama sekolahku, asal kau tau saja mereka sudah tidak peduli lagi dengan kita, mereka lebih peduli dengan pekerjaan mereka dari pada anaknya sendiri"
"Sehun, jaga bicara mu, bagaimanapun juga mereka tetap orang tua kita"
"kenapa? Aku memang bicara fakta kan?"
"aaaiiissshh...terserahmu saja lah, pokoknya kalau sampai eomma dan appa tau, aku tidak mau ikut campur"
"tidak masalah" jawab cuek Sehun sambil membawa Yeolla keluar kamar. Baekhyun semakin prustasi mengahadapi kelakuan adiknya yang susah diatur itu.
"lalu apa kau tidak sekolah hari ini?"
"ani, sekolah sedang libur"
"kalau begitu nanti siang antar aku ke rumah Yixing!" seru Baekhyun. Ia sudah capek menasihati adiknya dan satu-satunya tempat ia menenangkan pikiran adalah pergi ke rumah Yixing.
"hmmm" jawab Sehun.
Setelah Baekhyun menikah, orang tuanya memang memindahkan sekolah Sehun di Seoul sedangkan mereka tetap menetap di Thailand untuk mengurus pekerjaannya. Alasannya mereka takut Sehun tidak terurus jika Sehun tetap tinggal dengan mereka dan mungkin itu salah satu faktor kenakalan Sehun. Ia merasa orang tuanya sudah tidak peduli lagi dengannya.
Dan setahun yang lalu orang tuanya mengirim Sehun ke asrama karena Sehun yang sering membuat ulah di sekolahannya sampai Baekhyun sering mendapat teguran dari kepala sekolah. Dan selama setahun itu hasilnya tetap nihil, Sehun malah sering membuat ulah di asrama dan mengganggu ketentraman penghuni asrama.
~SS2~
"pagi semuanya!" sapa ceria gadis manis besurai hitam yang rajin berkunjung ke rumah keluarga Kim jika sedang libur seperti ini.
"pagi!" sapa balik semua penghuni meja makan itu, dimana ada tuan dan nyonya Kim, Suho, Yixing serta Joonma yang memang saat ini sedang sarapan.
"aigoo cucuku panda, kau sudah datang, kebetulan sekali sini ikut sarapan dengan kami" ajak nyonya Kim pada gadis yang akrab dipanggil Zizi atau panda itu.
Zitao pun tersenyum ceria dan mendudukkan dirinya di sebelah nyonya Kim sambil mengacak-acak rambut Joonma yang duduk di sampingnya.
"YA! panda babo, jangan rusak rambutku aaaiishh" protes Joonma kesal.
Zitao hanya terkekeh lalu mengambil selembar roti dan memakannya tanpa selai.
"eomma, Lulu mana?" tanyanya pada Yixing.
"masih dikamar, tadi malam ia demam, mungkin sekarang masih tidur" jawab Yixing.
"dan itu gara-gara kau yeoja panda" celetuk Joonma dan di sambut deathglare dari Yixing.
Terlihat sekarang raut muka bersalah dari Zitao,"mianhae" ucapnya sambil menunduk.
"tidak apa sayang, tapi lain kali jangan ajak Lulu keluar terlalu lama ne, eomma khawatir jika nanti dia sakit lagi"
"n-ne eomma"
"appa! Kajja kita berangkat nanti aku terlambat" seru Joonma yang bangkit dari duduknya dan berpamitan pada ibu, kakek dan neneknya namun saat melewati Zitao, tangan mungilnya mengacak-acak rambut yeoja itu sampai berantakan.
"aarrgghh YA! setan kecil awas kau" umpat Zitao pada Joonma yang sekarang sudah berlari meninggalkan meja makan. Semua yang ada di ruangan itu pun terkekeh melihatnya.
"baiklah kalau begitu appa, eomma, Zizi aku berangkat dulu ne" pamit Suho pada kedua orang tuanya dan Zitao.
"ne, hati-hati" koor mereka bertiga.
"chagi aku berangkat dulu ne, kalau nanti siang panas Luhan belum turun juga hubungi aku" pamit Suho pada istrinya.
"ne, kau jangan khawatir... hati-hati"Suho pun tersenyum dan...
Chu~
Mencium kilat bibir istrinya.
Reflek nyonya Kim pun menutup mata Zitao,"Ya! kalian jangan melakukan itu di depan anak yang masih dibawah umur"
Yixing dan Suho hanya menampilkan cengirannya, tidak menyadari kalau masih ada Zitao diruangan itu.
"haha mianhae, aku pergi dulu, annyeong!" seru Suho lalu meninggalkan ruang makan.
"annyeong"
Zitao terlihat mengerucutkan bibirnya,"nenek kenapa menutup mataku?" protesnya.
"nanti matamu bisa tercemar" jawab nyonya Kim, membuat tuan Kim dan Yixing terkikik pelan.
Tidak lama kemudian Zitao beranjak dari duduknya,"aku ke kamar Lulu dulu, annyeong"
"kalau Lulu sudah bangun, suruh ia memakan buburnya, tadi eomma sudah siapkan di atas meja belajarnya" pesan Yixing.
"oke" jawab Zitao sambil terus menaiki anak tangga menuju kamar Luhan yang memang berada di lantai dua.
Namun saat sudah sampai di lantai dua, mata gadis itu membulat dengan pipi yang merona merah melihat seorang namja keluar dari kamar lalu berjalan santai dengan tubuh topless dan hanya melilitkan haduk di pinggangnya.
"AAAAAAAAAA!"
Tbc
Huwaaaaaa kenapa jadi gaje gini #pundung bareng panda #bow
Tuh kaisoo sama chanbaek udah nongol buat chenmin mungkin chap depan kkkk... dan asdfghjkldjhfh buat keluarga Park, kenapa tuyulnya banyak bingiiiit -_-#plak
Di chapter-chapter awal mungkin taoris sama hunhan nya belum terlalu keliatan yee kkkkk #dihajar masa...Oh iya FYI di sixteen season 2 ini ceritanya mungkin bakal terfokus sama para remaja di atas karena di season 1 kan udah mengupas habis (?) tentang sulay tuh, jadi sekarang giliran anak-anaknya #halah apa ini
Oke deh, makasih buat reviewers yang sudah berkenan meninggalkan jejak di epep super gaje saya ini #bow...balasan review udah saya kirim lewat PM, yang gak bisa di PM saya balas disini:
No Name: haha kristao emang ada tapi buat chapter-chapter awal mereka masih jutek-jutek an ...kalo gitu tao buat saya ya #plak...oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
babyLu: iya ni udah di lanjuut, haha ditunggu aja ya hunhan moment nya kkkk ... oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
LachataDeer: huwaaaa makasih chingu #bow bow bow... di season dua ini mungkin lebih terfokus sama anak-anak sulay hehe... oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
dokyungsoo21: haha tuh bebeb kyung udah muncul, dapet bonus cipok lagi dari jongong #plak... oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Guest: oke chingu makasih and makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
HunhanKaiLu: iya chingu pair emang ada hunhan, tapi buat hubungan kailu disini mereka sepupu deket gitu #halah #plak ... oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Thehunxiaolu: yoo oke ini udah dilanjut... makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Watasiwadji: iya ini udah dilanjut... oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Rara: huwaaaaa chingu ampun jangan lempar saya pekek barbel, lempar pakek chanyeol aja #plak... haha oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Guest: iya ini udah dilanjut ... oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
lisnana1: haha hunhan? #tunjuk atas... luhan malah ketemu sama 'ahjussi' #plak... oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
KyungIn . KIM: haha tuh kaisoo udah pecah chingu #sukuran #plak... oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Thanks for your review: zoldyk, kakakanisah . faiq, xiaolu odult, Caffeine NL, EXOST Panda, selvian . summer, Huang Mir, Xiuminyeo, hyona21, jungsssi, fifia13, Baby Panda Zi TaoRis EXOtics, lollydaepop, MinSeulELFSparFishy, Ruiki Kaera, No Name, babyLu, LachataDeer, dokyungsoo21, Guest, HunhanKaiLu, enchris . 727, Thehunxiaolu, watasiwadjie, Rara, MidnightPandaDragon1728, Guest, lisnana1, KimJajang, KyungIn . KIM, wlywyf, ossamirza64, Kazehiro Yuki
Sampai jumpa lagi teman... XOXO #gossip girl
Masih mau dilanjut?
