Bagi Chanyeol ini namanya bukan bulan madu melainkan liburan bersama, bagaimana tidak, dia sudah menyiapkan segala hal romantis di pulau Jeju, mulai makan malamnya, dekorasi kamar hotel bahkan dia sudah menyiapkan pesta kembang api. Namun apa daya saat kakak ipar tersayangnya memanggilnya ke rumah kemarin, Byun Yunho sang kakak ipar lelaki meminta dia membawa serta putranya berlibur ke Jeju.

"Ayolah, Chanyeol, semenjak punya Jimin kami belum pernah menikmati hari berdua, kau lihat sendiri bagaimana aktifnya anak itu" begitu alasan Yunho, Leeteuk juga akan ke rumah Ryewook selama 1 minggu.

"Kau juga akan senang kan, Baekkie? kalau punya satu ponakan lagi?" Jaejoong membujuk Baekhyun. Baekhyun mempoutkan bibirnya.

"Siapa yang senang kalau punya keponakan macam ini" Baekhyun menyentil hidung Jimin yang duduk dengan memandang keempat orang dewasa disekitarnya bergantian.

"Jadi aku ikut?Jeju?" Jimin nyengir lebar sambil mengusap hidungnya. Chanyeol menghela nafas panjang kemudian menatap Baekhyun sejenak.

"Ne, Jimin akan ikut hyung" Chanyeol mengelus rambut Jimin.

"Yeay! kata Umma kalau Jimin ikut hyung dan Bekyun, Jimin dapat dongsaeng" Jimin bersorak girang yang disambut gerutuan Baekhyun.

Seakan belum cukup penderitaan pasangan ini, Sehun dan Luhan yang baru pulang dari Mokpo ingin ikut, awalnya Chanyeol menolak keras keinginan sahabatnya itu tapi Sehun memberi iming-iming dia dan Luhan akan membantu mengurus Jimin. Jadilah bulan madu berubah judul menjadi liburan bersama.

"Jimin-ie, mandi dulu, ne, setelah itu tidur di kamar Luhan Imo" Chanyeol menggendong Jimin setelah mereka sampai di hotel. Baekhyun menyiapkan air hangat untuk mandi Jimin dan menyiapkan baju tidurnya, Chanyeol membuka baju Jimin dan membantunya mandi, sedangkan si kecil beberapa kali menguap menandakan dia sudah mengantuk.

Selesai mandi, giliran Chanyeol yang mandi sedangkan Baekhyun dengan telaten mengoleskan beberapa krim ke tubuh keponakannya itu dan memakaikan piyamanya. Setelah rapi, Baekhyun menggandeng Jimin ke kamar sebelah.

"Jangan nakal ya atau besok kau tidak boleh jalan-jalan" ancam Baekhyun, Jimin yang memang sudah mengantuk mengangguk-angguk menjawabnya.

Baekhyun kembali ke kamarnya, tau Chanyeol belum keluar dari kamar mandi, Baekhyun tersenyum nakal. Dia lekas melepas bajunya, mengenakan bathrope dan masuk ke kamar mandi yang tidak dikunci. Tampak Chanyeol yang sedang memejamkan matanya di bawah guyuran shower, Baekhyun mengendap-endap agar Chanyeol tidak mendengarnya datang, dan langsung memeluk tubuh polos suaminya itu dari belakang.

"Yak! Baek! kau mengejutkanku" Chanyeol berteriak kaget. Baekhyun terkikik geli, bathropenya sudah basah kuyup. Chanyeol mematikan showernya dan menyambar handuk di dekatnya untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.

"Channie, aku belum mandi, kau tidak mengajakku?" Baekhyun memainkan jarinya di dada Chanyeol.

"Kau sudah pintar menggoda,hm? Luhan yang mengajarimu?" Chanyeol menyeringai.

"Uh-huh, kata Luhan eonni harus pandai menggoda suami, kalau tidak dia akan mudah berpaling ke perempuan lain" Baekhyun pura-pura sebal dengan mempoutkan bibirnya.

"Ssshh.. mana mungkin aku berpaling dari si cantik ini?" Chanyeol membelai bibir Baekhyun. Baekhyun tersenyum kemudian mengecup pipi Chanyeol yang dibalas dengan pelukan dan tangan Chanyeol yang mulai mengusap tubuh Baekhyun dari balik bathrobe selututnya. Baekhyun menggigit bibir bawahnya untuk menahan suaranya saat tangan Chanyeol mulai bergerak di bagian paha dalamnya.

TOK!TOK!

"Baekkie!Chanyeol!" suara ketukan pintu disertai suara Luhan terdengar dari luar pintu kamar mereka.

"Haish! apalagi ini?" Chanyeol mengerang frustasi, dia segera mengambil kaos untuk menutupi tubuh bagian atasnya, sedangkan handuknya tetap dia biarkan melilit di pinggangnya. Chanyeol bergegas keluar dari kamar mandi untuk membukakan pintu kamar, sedangkan Baekhyun mengganti bathropenya dengan baju tidur. Saat Chanyeol membukakan pintu tampak Luhan dengan wajah setengah mengantuk dengan Jimin yang terisak di gendongan Sehun.

"Jimin terus menangis menanyakan Ummanya, aku sudah membujuknya berkali-kali tapi dia tetap menangis" Luhan menjelaskan. Setelah mengucapkan terima kasih pada kedua sahabatnya, Chanyeol beralih membawa Jimin ke dalam kamarnya.

"Jimin kenapa?" Baekhyun tampak bingung. Chanyeol mengangkat bahunya tanda tidak mengerti.

"Hiks..Umma..Jimin mau Umma..hiks" Jimin terus mengusap matanya yang berair. Baekhyun menghela nafas kemudian mengangkat Jimin dari gendongan suaminya dan merebahkannya ke kasur mereka, kemudian Baekhyun memeluk Jimin dalam dekapannya, mengusap punggungnya pelan dan menyanyikan lagu tidur untuknya.

Chanyeol terkesiap melihatnya, baru kali ini dia melihat sisi lembut Baekhyun pada Jimin, selama ini Baekhyun dikenal sebagai anak manja begitu pula Jimin, itulah yang membuat saudara beda usia ini sering beradu mulut. Lama-kelamaan, isakan Jimin hilang dan napasnya tampak teratur menandakan dia sudah terlelap. Pelan-pelan Baekhyun melepaskan pelukannya, mengecup kening Jimin lalu beranjak dari kasurnya dan berjalan mendekati Chanyeol yang duduk di sofa.

"Jimin selalu bersama Ummanya, walaupun dia sudah mulai tidur sendiri di kamar lamaku tapi dia belum pernah jauh dari Jae eonni, jadi aku rasa dia mencariku, karena selain dengan eonni, oppa dan Umma, aku yang selalu dilihatnya di rumah" Baekhyun menjelaskan.

"Sekarang tidurlah, kau tidur dengan Jimin, aku akan tidur di sini" Chanyeol menunjuk sofa yang didudukinya. Baekhyun menggeleng.

"Anniyo,aku akan tidur bersama Oppa" Chanyeol tersenyum dan dengan senang hati memeluk istrinya dengan erat agar cukup untuk tidur berdua di sofa.

.

.

Saat sore menjelang, mereka berlima memutuskan untuk jalan-jalan ke pantai agar bisa menikmati matahari tenggelam. Jimin dengan riang berlari ke sana kemari, anak 3 tahun itu sangat antusias melihat pantai yang indah dengan pasir yang berwarna putih.

"Baek, aku dan Sehun berjemur di sebelah sana" Luhan menunjuk salah satu sudut tempat berjemur yang dijawab anggukan oleh Baekhyun.

"Jimin, jangan berlari jauh-jauh!" Chanyeol setengah berteriak, khawatir Jimin lepas dari pengawasan mereka.

"Oppa, aku haus, gerah sekali" Baekhyun mengibaskan tangan kanannya di depan wajahnya, merasa matahari mulai menyengat.

"Baiklah, kau temani Jimin, tunggu di sini, aku akan membelikan minum untuk kalian" Chanyeol pun segera berlalu. Setelah Chanyeol berlalu, Baekhyun menyadari Jimin mulai menjauh dan mendekati garis batas pasir dan air laut, setengah berlari, Baekhyun menarik tangan Jimin.

"Berhenti, Jimin-ie, jangan terlalu dekat, berbahaya!" Baekhyun memasang tampang menakutkannya.

"Ish! bilang saja Bekyun takut ail, Bekyun tidak bisa lenang" Jimin mempoutkan bibirnya dan mengikuti Baekhyun menuju tempat duduk. Ya, Baekhyun memang payah dalam berenang, Yunho sering meledeknya sehingga Jimin pun tau, mereka sering pergi berenang bersama, dan biasanya Baekhyun hanya bermain air saja.

Saat Baekhyun hampir mencapai tempat duduk, dia menyadari Jimin tidak ada di sebelahnya, Baekhyun berbalik dan mendapati Jimin sedang bermain air laut, Baekhyun merasa geram, dengan berjalan cepat dia menuju ke arah di mana Jimin bermain. Belum juga Baekhyun bisa meraih Jimin, tiba-tiba sebuah ombak besar datang dan menyeret Jimin ke arah laut yang semakin dalam. Jimin tampak panik dan menggapai-gapai permukaan air.

"Aa..aaa..to..to..long.." terdengar suara Jimin tergagap. Baekhyun tanpa pikir panjang segera meloncat ke laut dan ombak pun ikut menggulungnya, Baekhyun yang memang tidak pandai berenang bergerak tidak beraturan dengan hempasan air laut, Baekhyun terengah berusah menggapai si kecil Jimin. Baekhyun menelan air terlalu banyak, nafasnya terasa mulai pendek-pendek, tiba-tiba sebuah tangan menyambarnya tepat saat dia hampir kehilangan kesadarannya. Rupanya Chanyeol melihat saat Baekhyun berusah menggapai Jimin, dengan cepat dia segera menyusul Baekhyun, beruntung salah satu pengunjung pantai sempat mendengar teriakan Jimin kemudian membantu mengangkat tubuh Jimin yang lemah ke daratan. Setelah Jimin dan Baekhyun di baringkan di atas pasir, dengan panik Chanyeol berusaha membangunkan Baekhyun, sedangkan Jimin terbatuk-batuk karena menelan air laut. Sehun dan Luhan yang mendengar ada keributan segera menghampiri sumbernya dan betapa terkejutnya mereka mendapati Baekhyun yang terbaring dengan Chanyeol dan Jimin di sebelahnya, untung saja ada tim penjaga pantai membantu membersihkan jalan napas Baekhyun dan tak lama Baekhyun berhasil mengeluarkan sumbatan di jalan napasnya dan membuatnya tersadar. Chanyeol segera memeluk tubuh Baekhyun dengan erat, sedangkan Jimin yang memegang bahu Chanyeol sudah menangis tersedu-sedu. Chanyeol menggendong tubuh Baekhyun yang masih lemas menuju ke hotel begitu juga Sehun yang membawa Jimin.

Chanyeol membantu Baekhyun mengganti pakaiannya, Baekhyun tampak pucat dan belum ingin bicara, Chanyeol dengan telaten mengambil air hangat dan mengusapkannya dengan handuk kecil ke seluruh tubuh Baekhyun, sedangkan Jimin di bantu Luhan di kamar sebelah untuk mandi dan berganti pakaian.

"Istirahatlah, baby" Chanyeol mengelus rambut Baekhyun setelah menyelesaikan pekerjaannya. Baekhyun membelai pipi Chanyeol, dia bisa melihat mata Chanyeol yang memerah seperti menahan tangis dengan wajah khawatir.

"Aku tidak apa-apa, Channie" Baekhyun berkata lirih.

"Harusnya aku bisa menjaga kalian bedua, tidak seharusnya aku cerob-"

"Sssh,, itu bukan salahmu, sudahlah, sekarang peluk aku, ne, aku kedinginan" Baekhyun menghentikan ucapan Chanyeol dan menarik tubuh Chanyeol agar berbaring di sebelahnya. Baru mereka akan memejamkan mata,sebuah ketukan di pintu mengagetkan mereka berdua, Chanyeol membukakan pintu, tampak Jimin berdiri dengan wajah tertunduk.

"Hyung, boleh masuk?" Jimin mengangkat wajahnya menampakkan matanya yang berair, Chanyeol mengangguk dan melebarkan pintunya mempersilakan Jimin masuk. Melihat Baekhyun yang berbaring dalam selimut, Jimin segera berlari dan menghambur ke tubuh Baekhyun.

"Hiks..imo..hiks..mian..Jimin nakal, Jimin jahat..hiks..imo jangan atit..Jimin sayang Bekyun imo" Jimin sesenggukan.

"Aku juga sayang Jimin. Eh, kau memanggilku apa barusan?" Baekhyun berhenti membelai kepala Jimin karena ingat Jimin tidak memanggilnya seperti biasa.

"Imo..Baek imo" Jimin memonyongkan bibirnya lucu. Baekhyun tertawa lemah.

"Aigoo, keponakanku lucu sekali. Bersiap-siaplah, sebentar lagi ada pesta kembang api, pergilah dengan Sehun Samchon"

"Hyung tidak ikut?" mata Jimin beralih kepada Chanyeol yang masih bersdiri di sebelah ranjang.

"Aniyo, hyung harus menemani imo-mu yang masih sakit, pergilah,setelah itu Jimin tidur dengan Imo dan Samchon, ne? Baekhyun imo butuh istirahat" Chanyeol menjelaskan. Jimin mengangguk mantap.

"Ne, Jimin anak baik, Jimin mau nulut" Jimin pun mengecup pipi Baekhyun kemudian melambaikan tangan pada mereka berdua sebelum berlari menuju kamar Sehun dan Luhan.

Setelah mengunci pintu, Chanyeol hendak kembali ke ranjang dan matanya terbelalak melihat Baekhyun sudah melepas semua bajunya dan hanya berbalut selimut.

"Lepas bajumu, Channie, lalu peluk aku. Skin to skin bisa membuat lebih hangat" tanpa mennunggu lama Chanyeol segera melepas bajunya dan dengan tubuh polos naik ke ranjang dan memeluk Baekhyun. Baekhyun bisa merasakan kehangatan yang menguar dari tubuh Chanyeol, dan karena Chanyeol lelaki yang masih normal, melihat posisinya sekarang, Chanyeol menyadari bagian selatan tubuhnya menegang dan menyentuh perut Baekhyun.

"Chanyeol junior sudah bangun, eoh?" Baekhyun terkikik.

"Bukan salahku, baby. Itu karena kau yang terlalu seksi" Chanyeol mengeratkan pelukannya. Baekhyun mulai menggoda dengan menciumi leher Chanyeol.

"Nggh..baby, berhenti menggodaku, aku tidak janji bisa menahan diri" Chanyeol berusaha melepaskan pelukannya.

"Wae? aku istrimu, Channie boleh melakukan apa saja" Baekhyun berkata dengan suara parau. Tak tahan lagi, Chanyeol segera menindih tubuh Baekhyun.

"Jangan salahkan aku kalau aku meminta jatahku malam ini" setelah mengatakan itu Chanyeol membawa Baekhyun dalam ciuman yang panas, tidak hanya menyesap tapi juga bermain dalam rongga mulut istrinya. Setelah puas sampai Baekhyun hampir kehabisan nafas, ciuman itu beralih ke leher dan dada Baekhyun yang membuat sang wanta menggelinjang merasakan sensasinya.

"Anggh..Channieh..aku tidakh tahan lagih" Baekhyun terengah dengan serangan Chanyeol yang bertubi-tubi, bibir Chanyeol yang bermain di dadanya, tangan kanan Chanyeol yang membelai erotis lehernya dan tangan lain Chanyeol yang tidak berhenti mengusap bagian intimnya yang mulai basah.

"Kau siap, baby?" Chanyeol berbisik di telinga Baekhyun yang membuatnya tergelitik. Baekhyun pun mengngguk pasrah. Dan setelah memposisikan tubuh istrinya sedemikian rupa, Chanyeol mengarahkan kejantanannya ke bagian kewanitaan Baekhyun. Mungkin ini bukan yang pertama, namun tetap saja Baekhyun merasa ngilu saat benda tumpul itu memasuki bagian tubuhnya.

"aakh! Chan..wait..wait..don't move" Baekhyun merintih saat milik Chanyeol sudah masuk sepenuhnya, Chanyeol yang mengerti tidak segera menggerakkan tubuhnya, dia menciumi leher Baekhyun dan mulai menjilati puting Baekhyun bergantian kanan dan kiri agar istrinya bisa teralihkan dari rasa sakitnya. Saat desahan Baekhyun mulai terdengar, Chanyeol menggerakkan pinggulnya secara memutar.

"Emhh..move..slowly"

"okey, baby" Chanyeol segera menarik kejantanannya hingga tersisa ujungnya saja dan dalam sekali hentak menancapkan dengan keras kembali ke dalam.

"Akh!Akh! Faster..please..faster" hujaman Chanyeol ternyata langsung mengenai titik tersensitif Baekhyun, Chanyeol pun menggerakkan pinggulnya lebih cepat dan brutal.

"Oh..yes..yes..Chanyeolh..don't stop.." Baekhyun terus meracau merasan kenikmatannya. Chanyeol pun tidak berhenti menggeram, merasakan bagian bawah tubuhnya diremas dengan kuat, kedua tangannya tidak berhenti membelai seluruh tubuh Baekhyun yang bisa dijangkau, sedangkan Baekhyun memeluk erat pungung Chanyeol yang berpeluh. Tak lama terdengar teriakan sensual Baekhyun menandakan dia mencapai puncaknya disusul Chanyeol yang meneriakkan nama Baekhyun bersamaan dengan cairannya yang tumpah ke dalam lubang istrinya itu. Setelah merasa sudah menghabiskan semua cairannya, Chanyeol melepaskan benda kebanggannya itu dan berbaring di sebelah istrinya yang terengah. Tepat pada saat itu, terdengar suara kembang api yang bersahutan dan terlihat bunga api berwarna-warni dari jendela di depan ranjang mereka.

Ctar!Ctar!

Baekhyun menggenggam tangan Chanyeol dan mengecupnya.

"Mianhae, kau sudah menyiapkan kembang api ini untuk kita, tapi kita tidak bisa keluar" Baekhyun berkata penuh penyesalan.

"Aku justru berterima kasih, baby. Kita bisa menikmati kembang api ini di sini berdua denganmu. Perfect!" Chanyeol tersenyum jahil. Baekhyun dan Chanyeol tertawa bersamaan.

"Terima kasih untuk bulan madunya Chanyeollie" Baekhyun menatap Chanyeol penuh cinta. Dan Chanyeol membalas dengan gerakan bibir 'I love You' tanpa suara.

.

.

END