Twins in love

Cast : luhan as wu luhan , oh sehun , oh shixun , exo etc

Pairing : hunhan/xunhan

Genre : T , drama , romance , hurt , EYD gk sesuai , ooc , typo bertebaran .gaje, NEWBIE,

Length : chapter

Desclaimer : exo milik orangtua mereka, saya Cuma pinjam nama

Chapter 2

Kyaaaa sehun oppa! sehun ah! kai ah! chanyeol!

Teriakan murid yeoja memenuhi koridor SM high school penyebab nya tidak lain adalah EXO salah satu genk yang terdiri dari sehun sang ketua, kim jongin atau biasa di panggil kai, dan terahir park chanyeol yang paling tinggi di antara sehun dan kai.

Memiliki wajah tampan dan merupakan anak pengusaha besar di korea membuat ketiga orang ini di elu-elu kan oleh semua murid shs terutama para yeoja, bahkan banyak murid sekolah lain banyak yang mengidola kan mereka.

"setiap hari mereka semakin berisik saja". kai menguap pelan dia masih mengantuk karena begadang semalaman bermain game bersama hyung nya kim taemin yang baru pulang 3 hari yang lalu dari amerika.

"kau membuat mereka semakin ribut jika terus memberikan senyum bodoh mu itu park". Chanyeol terkekeh geli melihat para murid yeoja yang berteriak histeris karena di beri senyuman oleh nya. "aku hanya melakukan fan service" balas chanyeol tanpa menatap kai melambaikan tangan nya pada setiap orang yang berpapasan dengan mereka di koridor.

"berhenti melakukan hal itu kau mau telinga ku rusak karena teriakan super keras mereka huh ? ucap kai kesal. lihatlah para yeoja itu semakin menggila dan berteriak tidak jelas ck ck ck dasar aneh. kai beralih menatap sehun yang terus berjalan dengan wajah datar nya tidak lupa headseat yang menutupi kedua telinga nya . kai berdecak sebal seharus nya aku membawa earphone ku juga mendengarkan music jauh berkali lipat lebih baik dari pada mendengar teriakan para yeoja yang sangat cempreng itu bikin sakit kuping saja.

.

.

.

.

Twins in Love

Luhan menatap tumpukan sampah di bangkunyam, ia menghela nafas pelan kemudian mulai mengambil keranjang sampah dan membersihkan bangkunya kejadian ini sudah berlangsung semenjak seminggu yang lalu. luhan bisa melihat teman-teman kelas nya yang menatap nya mengejek dan menertawakan nya.

"kau harus bersabar luhan ah" semangat nya dalam hati kemudian keluar untuk membuang sampah tersebut.

Srettt

Luhan membuka pintu kelas nya dan saat itu juga sehun tengah berjalan bersama kai dan chanyeol menuju kearah nya lebih tepat nya kelas mereka.

Deg

Luhan menundukan kepala nya membiarkan sehun kai dan chanyeol berjalan melewatinya ia sempat mendengar chanyeol menyebut nama nya tapi sehun hanya tetap diam berjalan tanpa sedikit pun melirik kearahnya,luhan meremas keranjang sampah di tangan nya ia harus menahan rasa sakit hatinya lagi setiap melihat sehun yang mengacuhkan nya.

Luhan berjalan dengan kepala menunduk, lagi-lagi tatapan bisa mendengar orang-orang yang mengejek nya dan menertawakan nya.

"kau kuat luhan". Semangat nya lagi terus berjalan dengan tangan gemetar membawa keranjang sampah.

.

.

.

Sehun termenung di bangku nya pikiran nya melayang pada kejadian beberapa saat yang lalu saat ia tidak sengaja berpapasan dengan luhan. Sehun melihatnya, luhan terlihat lebih kurus dan keranjang sampah yang di bawa nya itu ia yakin itu pasti ulah fans nya lagi. bukan nya sombong tapi sehun memang memiliki banyak fans secara dia adalah pangeran sekolah. tapi sehun berpura-pura tidak peduli gengsinya sangat tinggi untuk sekedar melirik luhan.

"memikirkan nya ? tanya chanyeol yang langsung menarik bangku di samping sehun.

"siapa yang kau bicarakan ? balasnya tanpa melirik chanyeol .

Chanyeol menggelengkan kepala nya "kau tau siapa yang aku maksud berhenti berpura-pura". Ucap chanyeol jengah, jujur saja chanyeol merasa kasian pada luhan ia tau luhan sangat mencintai sehun terlihat dari perlakuan nya selama sebulan ini saat ia menjadi pacar sehun. Chanyeol juga sangat tau kalau sehun memiliki harga diri yang sangat tinggi dan juga sangat keras kepala pertemanan mereka selama hampir 5 tahun membuatnya tau betul seperti apa seorang oh sehun.

"berhenti membahas namja itu aku tidak mau mendengar apapun tentang nya". Balas sehun dingin.

"kau ani.." chanyeol menggelengkan kepalanya "kau dan kai telah merusak hidup seseorang karena permaninan konyol kalian, aku tidak habis pikir apa yang ada di otak kalian ingat karma itu berlaku untuk siapa saja termasuk untuk kalian berdua". Ucap chanyeol kemudian meninggalkan sehun.

"ada apa dengan nya ? tanya kai yang baru saja masuk setelah tadi ke kamar mandi .

Sehun mengedikan bahu nya tidak peduli "dia hanya terlalu banyak nonton drama dia sedikit sensitive" jawab sehun asal .

Kai mengerutkan kening nya heran . "sejak kapan dia menonton drama ? tanya kai kemudian mengambil komik di tas nya untuk di baca sebelum seongsaenim masuk kelas .

"molla"

Sehun memasang headseat nya mendegarkan lagu mungkin bisa membuat nya rileks perkataan chanyeol barusan benar-benar mengganggu pikirannya .

"aku tidak mungkin menyukai namja itu tidak akan pernah". Batin nya.

.

.

.

Twins in love

"annyeong lulu"

Tubuh luhan menegang panggilan itu ia menggeram kesal dan juga takut, karena panggilan tersebut adalah nama nya jika ia bekerja di ELDORADO café. café yang sedikit unik karena para pelayan nya akan bercross dressing setiap hari nya dengan tema-tema yang berbeda menyerupai tokoh anime atau kartun.

"kau ! bukan kah sudah ku bilang jangan memanggil ku dengan nama itu jika di sekolah"

Shixun mengedikan bahu nya. "tidak ada yang mendengar lagi pula kita hanya berdua di sini" . luhan menatap sekeliling nya yang sepi karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.

"tetap saja tidak boleh".sungut luhan masih kesal.

"kau terlihat berbeda di sekolah"

Luhan mendengus mengabaikan ucapan shixun. Shixun melihat sampah yang baru saja di buang luhan kepalanya mengangguk mengerti dari mana sampah itu berasal .

"mereka melakukan nya lagi ? tanya nya .

Luhan menatap shixun aneh semenjak ia kepergok bekerja di Eldorado kafe shixun memang sudah berkunjung ke kafe tersebut keesokan hari nya dan hari berikut nya selama 2 hari berturut-turut.

Membuat teman-teman nya yang juga bekerja di sana mengira mereka pacaran karena sikap shixun yang terlalu mencolok, ia selalu memperhatikan apapun yang luhan kerjakan , shixun akan memesan satu cup Americano dan beberapa cemilan lalu akan pulang saat café akan tutup pukul 11 malam.

Dan kemarin shixun menawarkan diri untuk mengantar nya pulang, luhan menolak tapi setelah berdebat kurang lebih hampir 20 menit akhir nya luhan mengalah dan berakhir pulang dengan mobil mewah milik shixun.

tapi sikap shixun akan berbeda jika mereka sudah berada di sekolah,shixun akan bersikap seolah mereka tidak saling mengenal membuat luhan bingung.

"aku pikir kau akan terus berpura-pura tidak mengenal ku jika di sekolah".ucap luhan akhir nya membalas ucapan shixun.

Shixun terdiam cukup lama, luhan mendengus berjalan meninggalkan shixun karena bel masuk sudah berbunyi .

"kau kecewa? apa kau mau aku menyapa mu saat kita di sekolah? tanya shixun berlari kecil menyamakan langkah nya dengan luhan yang berjalan lebih dulu.

"tidak perlu, aku tidak mau menambah musuh lagi di sekolah ini sudah cukup aku di buat menderita oleh fans sehun aku tidak mau di bully oleh fans mu juga".Shixun tersenyum.

"sudah ku katakan bukan aku dan sehun itu berbeda walaupun wajah kami sama". shixun melirik luhan kemudian melanjutkan "…aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti mu".Luhan menghentikan langkah nya menatap shixun yang juga tengah menatap nya dengan tatapan lembut nya berbeda dari tatapan datar nya yang ia lihat setiap hari.

hati luhan menghangat mendengar ucapan shixun barusan ada sedikit rasa kecewa juga padahal ia berharap sehun lah yang akan mengatakan itu.

"kenapa kau melakukan ini? tanya luhan akhir nya ia merasa sikap shixun sangat aneh mereka tidak dekat bahkan tidak pernah bicara sebelum nya, walaupun mereka sudah menjadi teman sekelas hampir 6 bulan. Tanpa luhan sadari shixun selalu memperhatikan luhan secara diam-diam selama ini bahkan sebelum mereka berada dalam satu kelas yang sama.

"aku hanya ingin menjadi teman mu,apa tidak boleh? tanya shixun tidak melepaskan pandangan nya pada terdiam kening nya berkerut shixun melanjutkan"…tenang saja aku tulus ingin berteman dengan mu tanpa ada maksud lain".Shixun rasa luhan mungkin berpikir ia hanya di manfaatkan seperti yang sehun lakukan.

"kenapa kau ingin berteman dengan ku? shixun mengelus tengkuk nya sendiri berpikir kenapa ia mau berteman dengan luhan yang notabene murid beasiswa level mereka jauh berbeda apa lagi luhan adalah namja yang telah di campakan saudara kembar nya sendiri.

"hanya ingin". Jawab nya luhan menghela nafas tidak puas dengan jawaban shixun .

"apakah itu penting? yang terpenting adalah aku jadi teman mu sekarang ".

"kenapa tidak bergabung saja dengan kelompok sehun, kau punya banyak fans juga seperti mereka". kemudian melanjutkan langkah nya menuju kelas koridor sudah sepi karena semua murid sudah masuk ke kelas masing-masing.

"kau cerewet sekali, berhentilah berbicara yang menyangkut mereka". Dengus shixun .

"kau benar-benar punya masalah dengan sehun rupa nya, kau selalu tidak suka setiap aku membahas nya".

"terserah"

.

.

Sretttt

Shixun menggeser pintu kelas cukup keras membuat semua murid menatap kearah nya syukurlah seongsaenim belum masuk seperti nya ia terlambat.

Dengan tangan di saku nya shixun berjalan santai menuju bangku nya di dekat jendela 10 menit kemudian luhan datang dengan kepala menunduk ia berjalan ke bangku melirik luhan sekilas ia jadi teringat saat mereka akan masuk ke kelas, luhan tiba-tiba ingin pergi ke toilet ia tau luhan sengaja karena dia tidak mau orang-orang tau kalau ia sedang bersama nya tadi, kalau mereka berdua masuk bersamaan pasti mereka murid-murid di kelas akan curiga.

.

.

.

Twins in Love

bel istirahat sudah berbunyi 7 menit yang lalu. Di saat yang lain berada di kanin di sinilah luhan berada di dalam toilet dengan seragam nya yang kotor.

Luhan mendesah pelan baru saja ia akan memasuki kantin seorang yeoja sengaja menumpahkan jus strawberry milik nya di baju luhan, membuat nya harus berbalik lagi dan menuju kamar mandi, dari tadi ia mencoba membersihkan nya tapi noda merah itu tidak hilang juga membuat nya frustasi .

Karena terlalu focus membersih kan seragam nya luhan tidak menyadari seseorang masuk, dia adalah laki-laki penyebab luhan harus membersihkan seragam nya sekarang ini.

"tidak bisakah kau melawan"

Luhan tersentak mendengar suara sehun yang menyapu pendengaran nya, ia tidak menyangka sehun masih mau berbicara dengannya.

Sehun berdecak "kau namja apa kau selemah itu sampai tidak bisa melawan para yeoja itu". Luhan menunduk meremas seragam nya kata-kata sehun membuat nya terlihat sangat pengecut saat ini .

"aku tidak mungkin bisa melawan mereka". Balas luhan dengan suara pelan tapi sehun masih bisa mendengar nya. Ia sadar ia hanya murid beasiswa jika ia melawan ia tkut para yeoja itu akan menggunakan kekuasaan orangtua mereka untuk mencabut beasiswa nya.

Sehun mendesah ia membuka keran di wastafel kemudian mencuci tangan nya, luhan melirik sehun betapa ia merindukan sehun yang dulu selalu memperlakukan nya dengan baik ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih.

luhan terlarut dalam lamunan nya tidak memperhatikan sehun yang saat ini menatap nya tajam ia memperhatikan seragam luhan yang sangat kotor karena jus strawberry yang sengaja di tumpahkan oleh seo naeun salah satu fans berat sehun.

"kau benar-benar terlihat menyedihkan luhan". Kata sehun membuat lamunan luhan buyar ia mencoba untuk menatap wajah sehun yang balas menatap nya dingin.

"kau membuat ku terlihat seperti namja brensek". Luhan menundukan kepala nya sekuat tenaga ia menahan air mata nya yang ingin keluar "..kau namja berhentilah menjadi lemah dan terlihat menyedihkan".lanjut nya.

Sehun menghela nafas nya pelan entah kenapa tiba-tiba ia ingin merengkuh tubuh mungil di depan nya luhan terlihat sangat rapuh.

"kau namja yang baik carilah seseorang yang dapat melindungimu dan memilki perasaan yang sama dengan mu". lanjut sehun tanpa melepaskan pandangan nya pada luhan.

Luhan meremas baju nya "maafkan aku sehun tapi aku ingin kau lah namja itu".ucap nya dalam hati.

"

Luhan melangkah pelan menuju kelas nya jam istirahat masih berlangsung, koridor cukup sepi jadi tidak ada yang akan melihat nya tengah berjalan seperti mayat hidup dengan wajah merah sehabis menangis.

Luhan duduk di bangku nya kelas tengah kosong karena semua nya masih berada di kantin. ia mengernyit melihat kemeja putih yang ada lambang SM SHS di atas meja mengambil note kecil yang ada di atas kemeja itu.

"pakailah".Luhan membaca nya dalam hati . siapa yang mau meminjam kan baju untuk nya .

"shixun" lirih nya .

Srett

Luhan menoleh pada pintu kelas yang baru saja di buka ia melihat shixun yang berjalan menuju bangku nya sendiri di samping bangku milik luhan.

"apa ini milik mu? tanya luhan ia menoleh menatap shixun.

Shixun memejamkan mata nya helaan nafas keluar dari mulut nya ia menoleh ke samping dan sedikit meringis melihat wajah luhan yang benar-benar terlihat menyedihkan.

walapun tertutup dengan kaca mata besar nya itu tapi shixun bisa melihat mata luhan yang bengkak akibat terlalu banyak menangis.

"apa kau benar-benar namja? Tanya shixun dengan nada kesal nya ia menatap tajam pada penampilan luhan yang sangat berantakan.

Luhan menunduk "apa maksud mu bertanya seperti itu?". protes luhan dengan suara pelan.

Shixun mendesah "tidak ada namja yang cengeng seperti mu".balas shixun lagi menaikan sedikit suara nya membuat luhan terkejut.

"maaf aku hanya kesal melihat mu yang selalu menangis dan terlihat menyedihkan setiap hari di sekolah". Luhan semakin menundukan kepala nya ia mencekram celana nya menahan air mata nya yang ingin keluar.

Shixun mengacak rambut hitam nya frustasi ia berdiri kemudian menarik tangan luhan juga membawa kemeja putih di atas meja luhan membawa nya keluar.

Shixun terus menarik luhan menghiraukan rontaan luhan yang kesakitan karena shixun mencengekram tangan nya terlalu kuat.

"shixun ah, kita mau kemana tangan ku sakit".

shixun memelankan langkah nya, ia berbalik menghadap luhan menyodorkan seragam putih milik nya agar luhan segera mengganti seragam nya yang kotor.

Luhan baru menyadari kalau sekarang mereka sedang berada di depan toilet tempat ia membersihkan seragam nya tadi.

"cepatlah kita tidak punya waktu sebentar lagi bel masuk akan berbunyi". Ucap shixun, dengan ragu luhan menerima kemeja shixun lalu masuk ke dalam toilet.

Shixun menyandarkan punggung nya pada tembok di samping pintu toilet kedua tangan nya ia masukan ke dalam saku celana satu kaki nya ia tekuk ia menundukan kepala nya.

"apa yang kau lakukan berdiri di situ? walaupun mereka jarang terlibat pembicaraan tapi shixun tidak mungkin tidak mengenal suara milik kembaran nya sendiri oh sehun, yang kini tengah menatap nya bingung dengan kai dan chanyeol di belakang nya juga menatap nya penuh tanda tanya.

"aku menunggu seseorang".Ucap shixun membuat ketiga orang di depan nya heran, setau mereka shixun tidak memiliki teman yang cukup dekat di sekolah ini shixun selalu sendiri jadi terdengar aneh jika shixun bilang telah menunggu seseorang siapa namja itu membuat ketiga nya penasaran .

"teman? Kai berucap menatap shixun dengan alis terangkat. Shixun mengangguk.

"arraso, ayo kita pergi". Ucap sehun walaupun ia penasaran siapa teman yang di maksud shixun itu tapi ia tidak mau mencampuri urusan kembaran nya bukankah itu bagus akhirnya shixun memilki teman ia cukup prihatin karena shixun selalu sendiirian semenjak omma mereka meninggal 2 tahun yang lalu shixun menjadi namja yang tertutup dan tidak mau bergaul dengan siapapun bahkan pada chanyeol dan jongin.

Shixun menatap kepergian sehun dengan chanyeol dan kai lalu menatap pintu toilet yang baru saja di buka oleh luhan. Namja itu menundukan kepala dengan ragu ia menatap shixun seulas senyum tipis mengiasi wajah nya yang terlihat sedikit pucat.

"gomawo, aku akan mengembalikan nya besok setelah ku cuci terlebih dulu". Cicit nya pelan.

Shixun mengangguk "kajja bel sudah berbunyi".Luhan menurut mengikuti langkah shixun menuju kelas mereka .

Saat memasuki kelas tanpa sengaja pandangan kedua nya bertemu,sehun melirik luhan hanya sebentar kemudian mengalihkan pandangan nya pada buku yang di baca nya sedari tadi.

Shixun berjalan di belakang nya .sehun mengernyit ia kembali menoleh ke belakang ia menatap shixun dan luhan bergantian "tidak mungkin teman yang di maskud shixun itu luhan kan", batin nya.

Luhan menggigit bibir nya gugup sehun menatap nya dengan pandangan yang sulit di artikan shixun yang menyadari itu lalu memperhatikan sehun yang kini menatap nya juga.

"selamat siang anak-anak". Sapaan dari park seongsaenim membuat luhan mengehela nafas lega ia merasa takut melihat tatapan sehun yang seperti ingin mengulitinya hidup-hidup. Sehun memutar tubuh nya lagi menghadap ke depan dengan berbagai pikiran memenuhi kepala nya.

Puk

Luhan tersentak melihat gumpalan kertas yang di lempar shixun ia mengernyit kemudian membuka nya "tunggu aku di halte bus dekat sekolah nanti". Luhan menoleh pada shixun yang tengah menatap datar pada papan tulis.

"apa aku harus menuruti nya". Ucap luhan dalam hati.

Setelah bel pulang berbunyi luhan dengan cepat memasukan semua buku nya kedalam tas kemudian keluar. Ia akan menunggu shixun di halte bus seperti yang shixun katakan. Shixun menatap luhan yang keluar terebih dulu kemudian menyusul nya tapi suara sang hyung membuat langkah nya terhenti ia berbalik menatap sehun yang berjalan mendekati nya.

"appa akan pulang nanti malam, jadi pulanglah sebelum pukul 7 dia ingin makan malam bersama". Shixun menganggukan kepala nya mengerti lalu berjalan keluar kelas luhan pasti sudah menunggu nya.

.

.

.

"maaf apa kau menunggu lama? Shixun mendudukan dirinya di samping luhan, nafas nya terdengar memburu karena ia berlari tadi dari kelas .

"ada apa?Tanya luhan tanpa basa basi terlebih dulu ia menatap shixun yang masih mengatur nafas nya yang terdengar putus-putus.

Dengan cepat luhan memberikan botol air minum milik nya yang langsung di ambil oleh shixun dan menghabis kan sampai setengah nya.

"gomawo". Luhan mengangguk mengambil botol minuman nya kemudian memasukan nya lagi ke dalam tas.

"jadi ….?

"tidak bisakah kau membiarkan ku bernafas terlebih dahulu? Sungut shixun .

"eghmm". Luhan berdeham "maaf lagi pula siapa suruh kau berlari apa kau pikir aku tidak akan menunggu mu?tanya luhan memicingkan mata nya. Shixun mengedikan bahu nya "siapa tau kan".

"terserah jadi ada apa?

"hari ini kau tidak bekerja kan? Luhan menatap shixun dengan alis terangkat kepala nya mengangguk kaku.

"bagus, aku akan mengajak mu ke sesuatu tempat kau harus ikut karena aku tidak suka penolakan". Ucap nya kemudian menarik tangan luhan lalu memasuki bus yag kebetulan berhenti di depan mereka.

.

.

.

Chanyeol menyipitkan mata nya melihat dua namja yang barus saja memasuki bus ia menhentikan mobil nya.

"shixun dan luhan? Seulas senyum menghiasi wajah tampan nya."menarik, aku penasaran bagaimana reaksi sehun jika mengetahui hal ini".gumam nya kemudian menjalan kan mobil nya lagi.

"sehun menghempas kan tubuh nya di ranjang ia memijit kepala nya, pikirannya melayang pada kejadian saat di kelas tadi saat luhan masuk ke kelas kemudian di ikuti shixun di belakang nya."Kenapa mereka bisa datang bersamaan"

Drrt drrtt

Sehun segera mengambil ponsel nya ada pesan dari chanyeol, sehun ingin mengabaikan nya tapi ia cukup penasaran karena tidak biasanya chanyeol akan mengirimi nya pesan biasanya ia akan langsung menelpon atau langsung ke rumah jika ada sesuatu.

Sehun membuka pesan dari chanyeol ia mengernyit membaca pesan tersebut.

"aku melihat shixun dan luhan menaiki bus bersama, tapi aku tidak tau ke mana mereka terlihat akrab"

Drrt

sehun menatap foto yang baru saja di kirim chanyeol

"shixun dan luhan, bagaiman bisa?"

Sehun membuang handphone nya entah kenapa ia merasa kesal melihat foto shixun bersama luhan.

"kenapa harus namja itu shixun ah". Lirihnya.

.

.

.

.

.

Sehun melangkah kan kaki nya berjalan di koridor yang sepi ia memasukan tangan nya ke dalam saku celananya,kali ini ia berjalan sendiri tanpa kai dan chanyeol yang biasa menemaninya karena mereka masih berada di kantin.

Sehun terus berjalan sayup-sayup ia mendengar suara seseorang yang seperti nya sudah familiar di telinga nya, di sana dengan jarak yang tidak terlalu jauh ia melihat luhan sepertinya tengah membersihkan loker nya yang kotor akibat ulah para fans nya.

Sehun bisa mendengar luhan yang tengah menggerutu karena gembok loker nya yang rusak,sehun perlahan semakin dekat ia berniat ingin terus berjalan dan mengabaikan luhan tapi langkah nya terhenti saat luhan menutup loker membuat namja yang sedari tadi berdiri di samping luhan terlihat karena tadi terhalang oleh loker luhan yang sehun mendadak kaku ia menatap shixun yang tengah menyandarkan tubuh nya di samping loker milik luhan.

"kau bisa memakai loker ku jika mau".Ucap shixun pada luhan .

"kalau aku memakai punya mu,bagaimana dengan mu? luhan menatap shixun dengn bibir mengerucut lucu. Shixun menyentil kening luhan

"jangan memasang wajah seperti itu".luhan mendengus ia mengusap kening nya. Sehun tidak tau dan tidak mengerti dengan perasaan nya saat ini dengan langkah pelan ia mengikuti kedua namja itu yang perlahan meninggalkan area loker.

"kau tidak perlu khawatir aku tidak pernah menunggunakan lokerku".

"jinjja? Arraso gomawo". Luhan tersenyum menampilkan deretan gigi nya yang putih .

"hmm, lulu". Balas shixun sambil terkekeh .

"heyyyy! Luhan menatap shixun dengan wajah kesal nya. Shixun terkekeh geli.

Sehun terus menatap kedua namja di depan nya dengan wajah dingin nya, selama ia bersama luhan ia tidak pernah melihat luhan berbicara selepas dan berekpresi seperti itu, luhan akan terus terlihat gugup dengan pipi merah nya dan akan berbicara dengan terbata-taba jika bersama nya.

Tapi yang ia lihat saat ini jauh berbeda. Luhan terlihat nyaman saat berbicara dengan shixun dan ia baru menyadari senyum luhan sangat manis.

"arraso aku tidak akan memanggil mu dengan nama itu kecuali saat kita berada di Eldorado"

"kau benar-benar menyebalkan".sungut luhan.

Sehun menghentikan langka "mwoya". Ia menatap tajam pada punggung luhan dan shixun yang perlahan menjauh dari nya menjadi tidak karuan kepala nya mendadak panas melihat shixun dan luhan yang terlihat sangat akrab.

"apa yang kau lakukan luhan? Gumam nya.

"shixun bagaimana bisa? Gumam nya lagi merasa frustasi, dari sekian orang yang ada di kelas mereka kenapa harus shixun yang ia tau tidak akan mudah akrab dengan orang asing, kini justru telihat akrab dengan namja yang sudah ia campakan.

"kenapa perasaan ku jadi tidak karuan seperti ini".

.

.

Seulas senyum menghiasai wajah shixun ia tau sedari tadi sehun berjalan di belakang nya dan luhan.

Luhan mengernyit melihat shixun yang tiba-tiba tersenyum."kau kenapa? Tanya nya. Shixun menggeleng "tidak apa-apa"

Luhan mengedikan bahu nya mencoba tidak peduli ia mulai terbiasa dengan sikap shixun yang sering berubah-ubah.

Tbc

Wahhh ini panjang banget maaf kalo kalian jadi bosen baca nya. Terus penulisan nya juga masih berantakan miane *bow

Aku seneng banget ternyata yang review lebih dari 10 , makasi ya buat yang udah review ff ini. huhuhu

Semoga kalian gk kecewa sama chapter 2 nya , ini udah panjang sampai 3k words . hehe

Makasi banyak yang udah review, fav, sama follow.

Maaf klo alur nya kecepetan.

See you di chapter selanjut nya

Xoxo

Hunforhan