YEAH!! AKHIRNYA CHAPTER 2 UPDATE!! Gomen udah buat para readers nunggu lama. Soalnya author lagi sibuk dengan tugas sekolah yang menumpuk. Sebenarnya udah mau di update pas libur. Tapi, waktu mau di Edit/Preview di DM ngak bisa. Jadinya, updatenya tertunda melulu TT^TT

Ngak usah basa-basi, sekarang selamat membaca chapter duanya dan jangan lupa di review yach..

*****

Pulau Hantu

*****

Chapter 2 : Who Is It?

*****

"Itu suara Nami," seru Luffy.

"Cih. Sebenarnya apa yang terjadi di sini. Kalau terjadi apa-apa pada Nami-san, orang itu tidak akan kubiarkan hidup," marah Sanji.

Tiba-tiba, sebuah kertas yang agak lusuh jatuh di atas hidung Chopper. Hal itu membuat Chopper terkejut lalu melompat ke arah Zoro. Lalu, Robin mengambil kertas itu.

"Ne, minna. Ada kertas aneh!! Sepertinya sebuah surat!?" Luffy, Sanji, Franky, Brook, Zoro dan Chopper (yang masih memeluk kepala Zoro) lalu berkumpul di sekitar Robin. Robin lalu membaca surat itu.

'Kepada orang yang menemukan surat ini. Kedua temanmu si hidung panjang dan si gadis rambut jeruk berada padaku. Jika kalian ingin mereka selamat temui aku di tengah pulau ini.'

"Si hidung panjang dan gadis berambut jeruk?! Jangan-jangan itu Usopp dan Nami," kata Zoro.

"Lalu, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Franky yang sedari tadi diam.

"Bukannya sudah jelas! Kita akan pergi menyelamatkan Nami-san dan menghajar orang yang berani-beraninya menyulik Nami-san!!!" seru Sanji dengan semangat yang membara seakan ingin segera membunuh orang yang dimaksud.

Ano ahou. Dipikirannya hanya perempuan melulu. Kalau saja Robin yang diculik, apa yang akan terjadi padaku? Semoga aja ngak sama si koki mesum itu, batin Zoro.

"Yosh minna, sekarang ayo kita pergi ke tengah pulau ini untuk menyelamatkan Nami dan Usopp!!" seru sang sencho. "OSH!!!"

*****

Sementara itu…

Nami membuka matanya perlahan-lahan. Tidak lama kemudian dia baru menyadari kalau tangannya diikat.

"Ugh, apa yang…" kata-kata Nami terpotong ketika dia melihat Usopp yang pingsan di tempat lain namun tidak jauh darinya.

"Sial!! Tempat apa ini?! Seperti penjara. Lagipula, siapa dan apa tujuan orang itu menculik kami? Gawat, aku tidak ingat apa yang terjadi sebelumnya," Nami bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Namun, pikiran Nami terhenti ketika dia mendengar suara langkah kaki yang mendekati tempat mereka ditahan. Nami lalu berpura-pura pingsan. Dia lalu mendengar orang itu berbicara.

"Hehehe, dengan begini mereka pasti akan berusaha menolong kedua teman mereka ini. Lalu, aku akan mengalahkan Mugiwara no Luffy dan mendapatkan 300 juta beri. Hahahaha," lalu sang pemilik suara itu pergi.

Mendengar apa yang dikatakan oleh orang tersebut membuat Nami terkejut.

"Dia menculik kami untuk mengalahkan Luffy?! Memangnya dia siapa?! Tapi, pertama aku harus keluar dari sini, menolong Usopp, lalu kabur untuk memberitahu Luffy tentang ini."

Nami melihat sekelilingnya dan menemukan sesuatu yang tajam, yaitu batu. Dia lalu menggosokkan tali yang mengikat tangannya itu ke batu tersebut. Alhasil, tali itu pun putus.

Nami lalu mengambil Clima Tact-nya. "THUNDERBOLT TEMPO!!"

DHUARR

Penjara itu pun hancur. Nami lalu melakukan hal yang sama pada penjara Usopp. Lalu Nami mencoba membangunkan Usopp.

"Oi, Usopp. Cepat bangun," namun Usopp masih saja tertidur.

"Kalau kau tidak bangun…THUNDERBOLT TEMPO!!"

CTTAARR

"Ggggyyyaaaaaa….hosh-hosh-hosh. Kau pikir apa yang kau lakukan, Nami!!?" teriak Usopp yang saat ini sudah gosong.

"Salah sendiri dibangunin ngak bangun-bangun jadi kupakai Clima Tact-ku aja," cetus Nami dengan entengnya.

"Dasar perempuan ngak punya perasaan!" ucap Usopp pelan. Namun, sia-sia saja karena Nami mendengar itu.

"Apa kau bilang Usopp!!! SIAPA YANG KAU SEBUT NGAK PUNYA PERASAAN, HAH!!!!"

"GGGYYYYYYYYYAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!" sekali lagi Usopp mendapatkan Thunderbolt dari Nami namun yang lebih dahsyat.

"Huh, rasakan itu. Awas kalau kau macam-macam lagi," seru Nami tanpa peduli keadaan Usopp yang sekarang.

"G-go-gomen n-ne. Ngomong-ngomong, sekarang kita ada di mana?" tanya Usopp mengalihkan pertengkaran mereka.

"Ceritanya nanti saja. Sekarang kita harus keluar dari sini dulu," Nami lalu menyeret Usopp dengan paksa menuju ke sebuah pintu yang dianggapnya seperti pintu keluar.

DHUAARRRR.

Tiba-tiba dari belakang mereka tembok ruangan tersebut hancur. Lalu menampakkan pemandangan hutan yang cukup lebat. Mereka menyadari kalau tempat mereka berada sekarang di sebuah istana yang bertingkat.

"A-a-ap-apa y-ya-yang te-ter-terjadi!!?" teriak Usopp yang udah kelihatan sekali kalau dia sangat panik..

"Jangan jadi pengecut, ayo kita lihat kerjaan siapa ini," ucap Nami lalu mendekati tembok yang berlubang itu.

Usopp pun mau tidak mau juga mengikuti Nami mendekati tembok yang berlubang itu dan melihat sesuatu. Namun mereka berdua tidak menyadari orang yang ada di belakang mereka.

Nami dan Usopp mendekati dinding yang berlubang itu. Seketika itu juga, wajah mereka berdua terlihat senang ketika melihat orang-orang yang menyebabkan keributan tersebut.

"O-oy, kami di sini," teriak Usopp sambil melambaikan tangan.

"Gyaa, Usopp. Apa kau baik-baik saja?" seru Chopper.

"Tentu saja. Kapten Usopp tak akan bisa dikalahkan semudah itu," kata-kata Usopp langsung membuat Chopper tepuk tangan.

"Nami-swan, kau baik-baik sajakah?" teriak Sanji dengan mata yang sudah berbentuk hati.

Namun, kebahagian mereka hanya sementara. Tiba-tiba dari belakang Nami dan Usopp, sosok tersebut membekap mulut Nami dan Usopp.

"Hah!! Nami, Usopp. Gomu gomu no…..pistol!!" Luffy langsung menyerang orang tersebut namun orang itu berhasil kabur.

"Sial!! Dia cepat juga. Oi, ada yang melihat dia ke mana?" seru Luffy.

"Kalau tidak salah dia masuk ke dalam istana itu lagi," jawab Zoro. "Kalau begitu…"

"Minna, coba kalian lihat di atas," potong Robin. Semuanya lalu melihat ke atas.

Di atas, mereka melihat Usopp berdiri tanpa terluka sambil melambaikan tangannya. Namun, di mana gerangan Nami? Tanpa basa-basi, Luffy menolong Usopp turun dari atas istana tersebut.

"Oi Usopp, di mana Nami-san?!" tanya Sanji sambil mencengkram baju Usopp. Sebelum Usopp dapat menjawab, mereka semua mendengar suara tawa dari atas istana.

"Hahahaha, apa kalian mencari gadis ini?!" Luffy dan kawan-kawan lalu melihat Nami yang pingsan di tangan kanan orang itu dan Clima Tact milik Nami di tangan kiri orang itu.

Kelihatannya Nami sempat berusaha melawan orang itu namun gagal melarikan diri. Dan hanya Usopp lah yang berhasil kabur.

"Jika kalian ingin dia kembali, kalian harus mencarinya. Dan juga, kalian harus dapat mengalahkanku dahulu. Terutama, aku menantangmu, Mugiwara no Luffy. Hahahaha." Setelah berkata begitu, orang itu pergi menghilang bersama Nami.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang, sencho?" tanya Zoro walau sudah tau jawabannya.

"Bukannya sudah jelas, marimo," jawab Sanji sambil menyalakan rokoknya.

"Hei, aku tidak bertanya padamu, ahou!!" balas Zoro yang sudah bersiap menyerang Sanji namun di tahan oleh Robin.

"Sebaiknya kau simpan tenagamu untuk pertarungan yang akan datang nanti," bujuk Robin alhasil membuat wajah Zoro memerah.

Semuanya pun lalu bersiap-siap untuk menghadapi pertarungan yang akan datang.

Luffy lalu memakai topi jeraminya lalu berkata, "Kita pergi ke istana itu. Lalu selamatkan Nami dan kalahkan orang yang telah menculik teman kita.

*****

Huff!! Akhirnya selesai juga. Author pengen minta maaf karena kelamaan update nih.

Buat yg udah minta chap kali ini lebih panjang sekarang udah author panjangin. Kalau masih belum panjang author minta maaf. Belakangan ini author lagi ngak punya ide.

OK!! Saatnya untuk membalas REVIEW…

MelZzZ: sekarang udah dipanjangin kok. Ada ZoRo nya juga kok. Gomen kalo masih dikit.

edogawa Luffy: kemana Usopp ama kenapa Nami teriak udah kejawab kan? Arah ceritanya emang belum keliatan. Jadi, sabar dulu yah?!

NaMie AmaLia: wuaa…. Emang chap pertama pendek amat. Tapi, sekarang udah di panjangin kok.

D.-chan family: udah di update nih. Thanks udah mengatakan klo ni fic bagus. Ngak nyangka banget deh *kena bogem cuz ke-GR-an*. Udah tau kan kenapa Nami teriak?!

Berhubung pertengahan bulan Oktober ini author mau ujian Mid Semester, untuk sementara fic ini bakal HIATUS!! Gomen ne minna.

Akhir kata, arigatou gozaimasu buat yang udah nge-review ni fic dan jangan lupa buat TETAP ME-REVIEW FIC INI DEMI KELANJUTAN HIDUPNYA!!!(?)