RAIN (C) Dark Robe

Naruto (C) Masashi Kishimoto

Naruto: 14 tahun

Sasuke,Gaara,Kiba,Shika, Neji,Hinata,Karin,Sakura,Ino : 15 tahun

Sai,Suigetsu,Tenten,Lee,Chouji:16 tahun

Deidara,Pein,Temari : 17 tahun

Kyuubi, Konan, Itachi,Sasori: 19 tahun

Summary

Semenjak kejadian kecelakaan itu, Naruto yang sekarang bukanlah Naruto yang dulu lagi. Naruto yang selalu ceria, mengejek Kyuubi, tapi kini senyumannyapun jarang dilihat oleh Kyuubi, Naruto sekarang sudah banyak berubah tidak seperti Naruto yang dulu lagi. Tapi semenjak Sasuke datang di kehidupan Naruto...

Part 1

"A-aku tak apa-apa tapi..." Naruto mulai terisak dengan kedua tangannya yang kini berada di wajahnya, sakit saat menyadari keadaan Tou-san dan Kaa-sannya yang bisa dibilang sangat jauh dari kata baik-baik saja.

"Tidak apa-apa, kau jangan menangis, kau kan laki-laki. Seharusnya kau tegar, aku ada di sini Naruto!"Kyuubi memeluk adiknya dengan susah payah, berusaha menegarkan namun di hatinya kini ia menangis. Dari peristiwa itu Kyuubi bertekad pada dirinya bahwa ia berjanji akan selalu menjaga Naruto, ia tidak mau kehilangan orang yang ia sayangi lagi.

End flash back

Part 2

Di pagi hari yang begitu cerah, yang membawa kebahagiaan, dan sang surya yang masih malu-malu mengeluarkan cahaya indahnya yang membawa kehangatan. Tapi tidak untuk cowok emo yang satu ini. Baginya ini hari yang sama menyebalkannya dari hari-hari sebelumnya. Di sebuah kamar yang bernuansa biru gelap tersebut terdapatlah sesosok yang tengah tertidur lelap di ranjang king-size itu.

Kreekk

Terdengar suara pintu kamar terbuka dan tampaklah seorang perempuan cantik yang berkulit putih, berambut hitam, dan mirip dengan sosok yang sedang tertidur lelap itu, mendekati ranjang king-size itu.

"Sasuke.., ayo bangun..,nanti kamu bisa telat. Hari ini kan kamu akan masuk sekolah, ayo cepat bangun Sasuke..." Kata perempuan setengah baya itu sambil mengguncang lembut tubuh orang yang di panggil Sasuke itu.

"Hn... bentar lagi Kaa-san." Katanya sambil menutup wajahnya dengan selimut.

"Ya sudah, kalau kau tidak mau bangun, Kaa-san tidak akan membuatkan sup tomat untukmu hari ini." Kata perempuan yang ternyata adalah Kaa-sannya Sasuke dengan nada lembut namun penuh ancaman.

"Yaa...ya, aku bangun, Kaa-san." Kata Sasuke sambil menuju kamar mandi. Sasuke si pecinta tomat ini benar-benar terobsesi dengan tomat. Sampai-sampai semua perabotan di kamarnya bernuansa tomat semua, dan lagi piyama yang digunakan Sasuke juga ada gambar-gambar tomat (Tapi tomatnya warna dark blue semua (?). (Sasuke: Hn. Original banget kan, Author baka ! Author: Iya sich, Original dan.. ANEH banget. Naruto: Ha2..., ember tuch. Sasuke : *pundung*) kembali ke laptop, eeh salah maksud Bebe kembali ke story.

Kaa-san hanya tersenyum melihat tingkah anak bungsunya ini. Sasuke adalah anak dari pasangan suami istri yaitu Mikoto dan Fugaku. Mereka mempunyai tiga orang anak salah satunya Sasuke.

"Kalau begitu Kaa-san akan ke dapur dulu ya.., Sasu-chan~" Kaa-san pun berlalu pergi.

"Jangan panggil aku seperti itu, Kaasan !" Teriak Sasuke datar (?)

Sasuke pov

Aku terbangun dari tidurku. Pagi ini adalah pagi yang sama menyebalkannya dengan Kaa-sanku ini, setiap pagi aku harus bangun karena kalau tidak Kaa-san tidak akan membuatkanku sup tomat. Selesai mandi aku langsung menuju meja makan bersama keluargaku yang membosankan (lagi? Oi Saskay, itu kan trademarknya Shika-Nii *digeplak Sasuke*) ini. Aku mendudukkan diri di sebelah Kaa-san, di depanku ada Sai tepatnya Uchiha Sai, dia adalah Anikiku yang kedua tapi aku tak sudi memanggilnya Aniki, jadi aku memanggilnya langsung nama saja, jujur aku sangat benci padanya, ditambah lagi dengan senyum palsunya itu. Di sebelahnya ada Itachi, Uchiha Itachi dia adalah Anikiku yang pertama, aku juga hanya memanggilnya dengan namanya langsung(dasar adek durhaka lo, Saskay *langsung ngibrit ke luar Konoha* walau aku tak membencinya, malah sebaliknya, hanya saja aku sering kesal pada sikapnya yang berlebihan. Dan yang paling pojok adalah Tou-san, yaitu Uchiha Fugaku.

"Ohayo.., Sasu-chan, apa tidurmu nyenyak ?" Tanya Sai dan Itachi bersamaan. Sai menatap kakaknya, sebaliknya Itachi juga melihat Sai sang adik.

"Hn." Kataku pada mereka tanpa berniat untuk beramah tamah lebih lanjut.

"Oh ya, Sasu-chan, bukankah sekarang hari pertamamu masuk SMA?" Tanya Sai pada sang adik dengan senyum yang lagi-lagi bertengger pada wajahnya yang menyebalkan itu.

"Hn." Jawabku lagi, segera aku melahap sup tomat yang jadi sarapanku ini, dan sesegera mungkin menyingkir dari tempat yang membosa- eh.. yang menyebalkan ini *puas kau sekarang?* he2... iya.. (author masih ngumpet, jawabnya pake sms sama Saskay) Lupakan.

"Aku tidak menyangka kalau kau bakal masuk ke Konoha High School, padahal kau bisa masuk ke sekolah yang lebih bagus lagi, Sasu-chan, atau karna Sasu-chan ingin sesekolah denganku ya?" Kata Sai panjang lebar, tapi aku hanya diam, malas meladeninya.

"Kita kan sudah satu sekolah, apa kau mau pergi ke sekolah bersamaku, Sasu-chan ?" Tanya Sai lagi.

"Tidak, aku bisa pergi sendiri, aku selesai." Jawabku lalu menggambil tas dan menuju parkiran motor sebelum Kaa-san menghentikanku dengan berucap,

"Sasuke.., kamu tidak boleh begitu dengan Anikimu." Kata Kaa-san pada ku, heh ! Harusnya kan Kaa-san tau aku tak suka dekat-dekat Sai.

"Kaa-san, aku pergi dulu." Kataku tanpa mengacuhkan apa yang dibilang Kaa-san, dan aku pun berangkat menuju sekolah baruku.

Saat motor ku melaju dengan kencang tiba-tiba saja hujan turun dan membasahi jaketku, sebenarnya aku ingin berhenti tapi ini bukan waktunya, karna aku bakalan terlambat jika aku berhenti di sini, akhirnya aku memutuskan untuk tetep pergi ke sekolah dan dengan kecepatan tinggi.

'Harusnya aku bawa mobil saja tadi, sial !' Batinku tanpa tau bahwa seseorang sedang berteriak memanggilku, tapi saat dia berteriak lebih keras dengan terpaksa aku berhenti dan menoleh kebelakang, tapi belum sempat aku bertanya orang itu memukul wajahku.

Buagggh

Sasuke end pov

Di pagi yang sama, tepatnya di meja makan kediaman Namikaze. Kyuubi menghampiri dan menyapa Otoutonya tersebut, tapi hanya senyap yang didapatnya, Kyuubi hanya bisa menghela nafas pasrah akibat tinggah laku Naruto yang emo ini. (Kyuubi : Heh ! Author baka, disini kok Naruto kesannya lebih keren dari gue sich ! *narsis mode on*) Author : Nggak usah peduliin dia dech Readers. Kyuubi : Awas kau nanti Author baka !)

Bhuss...

"Ah... hujan." Kata Kyuubi sambil melihat ke jendela, mengingatkan Kyuubi pada hari itu, hari dimana kecelakaan itu terjadi, hari dimana Tou-san dan Kaa-san mereka pergi meninggalkan mereka selamanya dan hari yang merubah Naruto yang ceria menjadi Naruto yang tidak dikenalinya lagi. Terlalu dingin. Terlalu tebal tameng yang dia buat dengan orang lain disekitarnya.

FLASH BACK on

"AaRghhhh!" Terdengar erangan kesakitan dari bocah berambut kuning yang kita panggil Naruto.

"Nii-chan, Kaa-san, Tou-san, kalian tidak apa-apa kan?" Rintih Naruto yang sedari tadi berusaha untuk keluar dari mobil yang ditumpanginya yang pada saat ini bisa dibilang terbalik.

Yang ditanya hanya diam, tidak terdengar suara apapun selain hujan yang kini telah membasahi seluruh tubuh bocah tersebut.

"Kaa-san, ayo bangun!" Tangan yang berkulit tan tersebut menggoyangkan tubuh yang ada didepannya.

"Jangan tinggalin Naru sendirian!, Naru takut..., Kaa-san, ayo bangun..., hiks hiks...Tou-san, ayo bangun.. hiks hiks.."

"Na...ru- ruto..." Terdengar rintihan dari Kyuubi.

"Ni- nii-chan... kau tak apa-apa?" Naruto berusaha menggeluarkan Nii-channya dari dalam mobil.

"I-iya, aku.. tak apa-apa, bagaimana... denganmu, Naruto..?" Kata Kyuubi yang berlawanan dengan keadaannya kini yang tampak terluka parah.

"A-aku tak apa-apa, tapi..."Naruto mulai terisak dengan kedua tangannya yang kini berada di wajahnya, sakit saat menyadari keadaan Tou-san dan Kaasannya yang bisa dibilang sangat jauh dari kata baik-baik saja.

"Tidak apa-apa, kau jangan nangis kau kan laki-laki seharusnya kau tegar, aku ada di sini, Naruto!" Kyuubi memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang, namun dihatinya kini ia menangis.

Flashback off

Sejak kejadiaan itu Kyuubi berjanji pada diri sendiri dan kedua orang tuanya dia akan melindungi,dan membahagiakan Otouto satu-satunya, ia akan melakukan apapun demi membahagiakan Otoutonya. Ck,Brother-complex.

"Aku selesai." Kata Naruto sambil berdiri dari kursinya.

"Naruto, aku ingin bicara denganmu sebentar, jadi duduklah." Kata Kyuubi pada Naruto, mau tidak mau Naruto harus menuruti Anikinya ini, ia tidak bisa menolak kata-kata dari Anikinya ini, biarpun ia sudah menjadi dingin namun tetap saja ia tak bisa mengacuhkan Anikinya yang merupakan keluarganya satu-satunya didunia ini, dan Naruto pun duduk kembali di bangkunya.

"Sejak kejadian 2 tahun lalu, sikap dan tingkah lakumu berubah, Naruto.., sebenarnya apa yang terjadi..? Apa kau masih trauma dengan kejadian itu Naruto ?" Tanya Kyuubi sambil melihat ekspesi Naruto yang tenang-tenang saja.

"Jadi hanya itu yang mau kau sampaikan ? Kau membuang-buang waktuku, Aniki !" Jawab Naruto begitu dinginnya pada sang kakak. Kyuubi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak menyangka jawaban dari sang adik begitu dingin padanya.

"Aku sebagai kakakmu mengkhawatirkanmu, Naruto kau tau kan, aku begitu cemas denganmu." Kata Kyuubi lagi.

"Arigatou..., sudah mengkhawatirkanku selama ini, dan aku tau itu." Kata Naruto sambil meninggalkan Anikinya yang masih duduk frustasi di meja makan.

Naruto pov

Setelah meninggalkan Aniki di meja makan, aku pun bergegas pergi ke sekolah dengan payungku dan berjalan menuju sekolah baruku yang lumayan dekat dari rumah, yaitu Konoha High School, aku masuk ke sana dengan nilai ku yang pas-pasan, tapi aku tak peduli dengan itu, karna sebenarnya aku memang tak berniat meraih juara juga. Setibanya di pertigaan jalan, tiba-tiba saja motor yang melaju dengan kecepatan tinggi melaju di sampingku membuatku sempat kaget, yang paling membuatku marah dan kesal adalah karena cipratan air hujan yang bercampur dengan lumpur mendarat dibajuku, gara-gara motor dan pengendara br*ngsek tersebut.

"Br*ngsek.., hei kau, berhenti !" Teriakku marah pada orang yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi tadi, mendengar teriakan dariku si penggendara motor tadi pun berhenti, si penggendara menoleh dan membuka helmnya hendak mengatakan sesuatu, akan tetapi belum sempat mengucapkan satu katapun, aku pun langsung memukul wajahnya dengan sekuat tenaga.

Brukk

Si penggendara pun yang ternyata adalah seorang cowok anak sekolahan sama sepertiku, langsung terkena bogeman mentah dariku, setitik cairan merah keluar dari ujung bibirnya, tapi aku tak peduli, dia yang mulai duluankan, aku makin mendekatkan diriku padanya, melemparkan payungku sembarangan dan menarik kerah bajunya. Tak ku pedulikan hujan derasa yang mengguyur tubuhku, hujan. .Hujan.

"Apa yang kau lakukan, Dobe ?" Kata si penggendara padaku dengan nada dingin dan wajah datar sedatar aspal di jalanan.(?)

End Naruto Pov

"Apa yang telah aku lakukan ?, kau pikir saja, Teme !" Sasuke menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti atas ucapan orang di depannya ini , yang seenak jidat memanggilnya degnan Teme, memangnya apa yang telah dia perbuat, kenal saja tidak dengan dobe ini.

"Dan jangan kau panggil aku 'Dobe', Teme !" Jawab Naruto marah di hadapan Sasuke.

"Kau sendiri memanggilku 'Teme'. Dobe." Kata Sasuke dingin, beberapa menit mereka terdiam dan saling berdeath glare dengan pandangan yang membunuh satu sama lain.(author alay mode on)

.

.

.

Terus seperti itu

.

.

Sampai salah seorang dari mereka bersuara

"Sudahlah, langsung saja pada intinya, kau itu telah mengotori bajuku, Teme !" Kata Naruto marah pada Sasuke.

"Hn." Jawab Sasuke, membuat Naruto tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Sasuke.

"Aku tidak mengerti kata 'Hn' mu itu, Teme?" Kata Naruto sambil menatap Sasuke, onyx dan shappire pun bertemu.

"Hn." Kata Sasuke lagi, membuat Naruto mengerang kesal sambil menjambak rambutnya.

"Kau ini memang menyebalkan Teme, percuma saja aku melayani orang seperti kau, sekarang aku sudah telat akibat bergulat dengan mu!" Kata Naruto sambil meninggalkan Sasuke sendirian di jalan itu. Namun Naruto berbalik lagi dan menatap Sasuke acuh, lalu mengambil payungnya tadi, dan Naruto menghilang di pertigaan jalan.

"Mata yang indah, Dobe." Kata Sasuke entah pada siapa sambil tersenyum ala Uchiha dan langsung meninggalkan tempat itu dengan motor sport hitam kesayangannya.

OoOo oOoOoOoOoOoOoOoOo

Naruto memasuki sekolah barunya, Konoha High School, dengan keadaan basah kuyub akibat perkelahiannya dengan Sasuke, Naruto bisa merasakan kalau orang-orang tengah menatapnya heran, bagaimana tidak heran, orang pakai payung kok bisa basah? Itulah yang tengah dipikirkan oleh orang-orang yang melihatnya.

"Hufft..." Naruto hanya bisa menghela nafas, ia tidak peduli apa yang dipikirkan orang tentangnya, ia terus berjalan hingga seseorang menghentikan langkahnya.

"Sudah kuduga, hai Naruto, apa kabar?" Tanya seseorang pada Naruto sambil menepuk pundak Naruto, siapa lagi kalau bukan sahabat Naruto yang Otaku anjing ini, Kiba, Inuzuka Kiba. Naruto sudah berteman lama dengan Kiba sejak TK dan sampai kejadian dua tahun yang lalu mereka masih tetap bersahabat, tapi setelah kejadian itu mereka, tepatnya Naruto menjaga jarak, walau Kiba tetap gencar mendekati Naruto, ia sangat mengenal Naruto, Naruto adalah orang yang sangat ceria, mudah tersenyum dan tidak bisa diam, tapi semenjak kematian orang tuanya ia tidak seperti dulu lagi senyumnya telah menghilang, semua tingkah laku Naruto berubah drastis.

"Mau apa kau hah?" Tanya Naruto dingin sambil menepis tangan Kiba.

"Hei.., ayolah Naruto, bisakah kau sekali ini saja, tidak bersikap dingin pada sahabatmu sendiri?" Yang ditanya hanya diam dan melanjutkan jalannya yang sempat terhenti.

"Naruto, kenapa kau bisa basah kuyub, padahal kau memakai payung?" Tanya Kiba yang baru sadar kalau sahabatnya sudah basah kuyup.

"Bukan urusanmu" Jawab Naruto ketus.

"Teruss...,kenapa bajumu juga kotor?" Tanya Kiba lagi, membuat Naruto berhenti dan menatap Kiba dengan dingin sedingin es di kutub.

"Ba-baiklah, aku tidak akan tanya lagi.." Jawab Kiba sedikit takut pada Naruto, ia takut kalau harus sampai bertengkar dengan sahabatnya cuma gara-gara masalah sepele.

"Kau tau Naruto, sejak kema-" Ucapan Kiba terhenti akibat Naruto menutup mulutnya.

"Sudah kubilang padamu, kau jangan mengungkit-ngungkit masa laluku, Inuzuka Kiba, apa kau mengerti?" Kata Naruto sambil tersenyum iblis, kalau orang sampai melihat senyum devil Naruto, mereka akan pingsan seketika, Kiba mengganguk dengan cepat, takut Naruto akan melakukan yang lebih buruk lagi padanya.

"Baguslah kalau begitu, sebaiknya kau tutup mulut tentangku dan keluargaku, kau tidak ingin cepat mati kan, Kiba." Kata Naruto menatap datar Kiba.

"I-iya aku akan tutup mulut, dan mengenai bajumu yang sudah kucel ini, kebetulan aku bawa baju ganti, ayo ke ruang ganti." Kata Kiba menarik tangan Naruto yang tentu kali ini dibiarkan Naruto, sering-sering bersikap kasar pada sahabatnya sendiri, terkadang membuat Naruto sedikit merasa bersalah, tapi ia kenal Kiba, bahwa Kiba akan selalu memaafkannya. (Egois nih Naru-nii, Naruto: Emang sapa yang bikin nich cerita?, Tapi arigatou udah bikin aku jadi keren di sini , ha2..., dan bisa nonjok si Teme, seneng banget deh.. ha2...) Lupakan.

"Hmm.." Hanya itu yang terucap di mulut nan mungil tersebut dan terus berjalan sampai mereka tiba di ruang ganti cowok, Naruto pun segera masuk dengan membawa baju ganti yang diberikan Kiba, sementara Kiba berjaga diluar,

"Sial.., ini gara-gara cowok brengsek tadi, dan.. gara-gara dia.., sikapku jadi tidak terkendali, harusnya aku bersikap dingin saja tadi, tapi tak apa-apa aku akan memulai semuanya dari awal lagi, aku akan menjadi Naruto yang tak satupun orang mau mendekatinya, ha2..."

Sementara Kiba yang berjaga diluar langsung bergidik ngeri mendengar suara Naruto yang sedang tertawa mengerikan.

Tak lama Narutopun keluar, menatap Kiba sekilas dan berbisik sambil berlalu pergi, sedang Kiba hanya tertegun namun langsung tersenyum sambil berbisik juga

"Sama-sama.., setidaknya kau masih Naruto yang dulu, kan? Dan.. apa baju ku terlalu kebesaran ya?" Tanya Kiba pada dirinya sendiri saat melihat Naruto jadi terlihat err.. manis dan imut karna baju yang dipakainya kebesaran, Kiba pun langsung berlari menyusul Naruto yang sedang berjalan menuju Aula.

Setibanya di aula, sebuah gedung besar yang memiliki banyak tempat duduk yang dipenuhi oleh murid-murid baru. Naruto menggambil tempat duduk yang paling pojok dan diikuti oleh Kiba yang duduk di samping tempat duduk Naruto.

"Kenapa kau terus mengikutiku?" Tanya Naruto pada Kiba yang kini telah duduk di sampingnya.

"Aku tidak mengikutimu." Jawab Kiba enteng.

"Terserah kau saja lah." Kata Naruto ketus.

"Eemm..., tes.. tes.. ya...baiklah kita akan memulai upacara penerimaan murid baru di SMA Konoha High School ini." Kata seorang wanita berambut kuning panjang yang diikat ditengah pada bagian belakang rambutnya, dia adalah seorang kepala sekolah yaitu Tsunade.

Plokk plokk

"Terima kasih" Ucap Tsunade-sama, membuat semua orang yang tadi tepuk tangan kini dengan serentak menghentikan tepuk tangannya.

"Baiklah...sebagai perwakilan siswa baru...,Uchiha Sasuke." Merasa namanya di panggil Sasuke pun berdiri, membuat semua orang bertepuk tangan padanya kecuali satu orang, siapa lagi kalau bukan Namikaze Naruto. 'Jadi si Teme itu juga sekolah di sini ya? Aku akan membuat perhitungan dengannya, awas kau Teme' Batin Naruto dalam hatinya, ia tersenyum tipis tanpa diketahui oleh orang lain.

"Bukankah yang jadi perwakilan siswa baru itu anak yang punya nilai ujian tertinggikan, Gaara?" Tanya seseorang yang ada didepan Naruto pada teman sebangkunya, yang ditanya hanya diam.

"Kau beruntung Naruto, bisa masuk ke sekolah ini dengan nilaimu itu." Kata Kiba keceplosan, Kiba langsung menutup mulutnya yang kurang ajar tersebut. Melirik patah-patah pada Naruto yang menoleh pada Kiba dengan wajah yang sangat marah dan langsung menarik kerah baju Kiba.

"Apa maksudmu hah!" Kata Naruto sambil berteriak membuat seluruh perhatian yang tadi melihat Sasuke kini teralih pada Naruto yang sedang memegang kerah baju Kiba dengan erat, membuat siempunya baju jadi mangap-mangap nggak jelas.

"Eem...,apa kau bisa duduk dengan tenang, kau yang berdiri, yang berambut kuning!" kata Tsunade-sama, membuat Naruto mengurungkan niatnya untuk memukul Kiba. Naruto pun melihat kearah Tsunade dan menaikkan sebelah alisnya,

"Kau juga berambut kuning. Dan.. sedang berdiri, Nenek " Kata Naruto datar , sementara semua yang disana entah mau menatap Naruto malang atau takjub karna sudah berani melawan kepala sekolah yang sangat galak kalau sudah marah.

"KAU..., keluar dari ruangan ini bocah !" Teriak Tsunade, membuat semua yang ada disana bergidik ngeri.

"Kau beruntung, Kiba." Kata Naruto dingin sambil melangkahkan kakinya keluar ruangan tersebut. Sasuke yang sempat terhenti langkahnya tadi akibat ulah Naruto yang berteriak kini telah melanjutkan langkahnya sambil tersenyum 'Ternyata kau sekolah disini juga Dobe, kurasa kini akan menjadi hal yang menarik' Batin Sasuke dalam hati.

Sementara Tsunade memijit pelipisnya, berusaha menahan amarah,

"Kau meninggalkan cucu yang merepotkan bagiku, Minato." Kata Tsunade, tak sadar jika Sasuke yang sedang berdiri di dekatnya mendengar hal tersebut.

'Jadi begitu, ahn.' Kata Sasuke di dalam hati.

Skip Time ~

Selesai upacara penerimaan murid baru tadi, kini Naruto sedang ada di dalam kelasnya yaitu lokal X 4 yang telah ditetapkan oleh Tsunade-sama sebagai kepala sekolah, saat ia harus menghadap ke ruangan kepala sekolah tersebut karna peristiwa di aula tadi. Tapi yang membuat Naruto kesal adalah kenapa ia harus sekelas dengan orang yang telah mempermalukan dirinya di depan umum tadi, siapa lagi kalau bukan Kiba dan lagi mereka duduk bersebelahan.

"Ka..kau masih marah, Naruto?" Tanya Kiba pada Naruto dengan wajah yang agak bersalah campur takut , yang ditanya hanya diam dan sama sekali tidak menoleh pada Kiba.

"Baiklah.. aku minta maaf padamu Naruto, memang mulutku ini kurang ajar, jadi apa kau mau memaafkan sahabatmu ini, Naruto?" Tanya Kiba pada Naruto sambil memegang pundak Naruto, dengan segera Naruto menepis tangan Kiba dengan kasar.

"Kurasa itu jawaban 'tidak' darimu Naruto, aku memang sudah menduganya dari awal." Kata Kiba lagi.

"Sebenarnya kau ini kenapa sich, Naruto, sejak-" Ucapan Kiba terhenti akibat Naruto yang dengan segera meraih kerah baju Kiba.

"Sudah kubilang berapa kali padamu, jangan pernah menyinggung masa laluku" Kata Naruto berteriak di depan wajah Kiba, sontak seluruh orang yang diruangan itu mengalihkan pandangannya pada Naruto dan Kiba yang duduk di dekat jendela.

"Ck. Berisik." Kata seseorang yang duduk di belakang Naruto dan Kiba.

"K-kau!" Kata Naruto kaget pada orang yang tengah duduk di belakangnya, ia sangat mengenali siapa yang tengah berbicara padanya itu. Dan..orang itu adalah...

T

.

B

.

C

.

oOo Bebe Note oOo

Arigatou buat yang udah nyempetin baca chap 1 kemaren

Yey.. akhirnya selesai juga ngerombak chap 2nya.. ^^

Jadi mohon..

R

E

V

I

E

W