Title: Ichigo's Story
Pairing: HibarixOCmale
Genre: Adventure/Family
Rating: T
Summary: Niwa Ichigo adalah murid baru di SMP Namimori. Dia berharap menjadi siswa biasa saja. Akan tetapi sepertinya impiannya tidak akan terkabul. Karena pertemanannya dengan Tsuna dan kawan-kawan. Pairing HibarixOCmale
Warnings: kisah ini berisi unsur YAOI dan penuh dengan OCs! Jika tidak suka jangan dibaca!
Disclaimer: Amano Akira owns Kateikyoushi Hitman Reborn! tapi aku mengklaim fanfic ini dan para OCs
Note: Di chapter Prolog ini, kisahnya bermula di Italia. Jadi saya bold percakapannya ketika mereka menggunakan bahasa italia.
"Blabla" = Bicara menggunakan Bahasa Italia.
"Blabla.." = Bicara menggunakan Bahasa Inggris.
'Blabla...' = berpikir menggunakan Bahasa Italia.
Story 000 : Prolog
Italia
Seorang pria dengan rambut pirang-pasir berdiri dibalik salah satu pohon sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah setelah berlari cukup lama. Matanya yang berwarna biru kemerahan mencoba melihat sekelilingnya untuk memastikan apakah dirinya diikuti atau tidak. Setelah yakin tidak ada yang mengikutinya, dia langsung bergegas berlari kembali memasuki sebuah hutan yang lebat sambil melihat sekelilingnya, seakan-akan seperti sedang mencari seseorang atau sesuatu.
'Sial, di mana si idiot itu membawa mereka?' Pikirnya kesal sambil melihat sekeliling.
Setelah berlari beberapa menit, pria tersebut mendengar suara tangisan anak kecil di balik sebuah pohon besar yang tidak jauh di depannya. Pria itu langsung menambah kecepatan larinya dengan harapan dia tepat waktu tiba di sana. Akan tetapi, ketika dia sampai di balik pohon besar tersebut, dia sama sekali tidak melihat apapun. Dia hanya melihat pepohonan dan semak belukar yang ada disekelilingnya.
"Huh, ini bukan saatnya untuk bermain dengan ilusimu, Kyrian!" Kata pria tersebut dengan kesalnya sambil menajamkan matanya ke arah pohon besar tersebut.
Tiba-tiba dihadapan pria tersebut muncul seorang pria yang sedang tertawa kecil, pria tersebut memiliki rambut biru keunguan yang dikepang sampai pinggangnya. Dibelakang pria tersebut ada seorang wanita dan 2 anak kecil. Sang wanita memiliki wajah yang sangat cantik dengan rambut berwarna merah muda dan memiliki mata merah kecoklatan. Wanita tersebut sedang menenangkan salah satu anak kecil yang sedari tadi menangis.
"Rufufufu, Untuk seorang pria tampan sepertimu, kau terlalu kaku, my little lover, Claudio." Kata pria yang bernama kyrian sambil memandang pemuda bernama Claudio dengan matanya yang bewarna biru gelap.
"Cerewet, ini bukan saatnya bicara seperti itu!" Kata Claudio dengan kesal. "Lagipula, siapa yang 'your little lover'? Aku tidak pernah ingat untuk mendaftar Sebagai kekasihmu!" gerutunya kesal yang membuat kyrian tertawa kecil.
"Rufufu, So cold~." Kata Kiryan sambil memandang Claudio dengan tatapan menggoda. "Lalu bagaimana situasi di markas?" Tanyanya dengan wajah yang tiba-tiba berubah menjadi serius.
"Seperti yang sudah diprediksikan wanita itu. Mungkin tinggal masalah waktu saja untuk jatuh ke tangan mereka." Kata Claudio kesal. "Tapi masih ada harapan untuk yang lainnya meloloskan diri dari sana."
"Huh, aku tidak suka dengan hal ini." Kata Kyrian sambil memijat dahinya yang terasa pusing ketika dia mendengar jawaban Claudio.
"Mama, kenapa kita harus ada di sini?" Tanya salah satu anak kecil kepada seorang wanita yang memiliki rambut merah muda dan membuat perhatian semua orang tertuju kepadanya. Anak kecil tersebut memiliki rambut yang mencapai lehernya yang diikat kuncir kuda dengan warna rambut merah-jingga yang sama dengan warna matanya "Aku tidak suka di sini. Papa juga tidak ada di sini. Aku ingin pulang, mama!" Kata anak kecil tersebut kepada wanita yang panggilnya mama sambil menahan tangisannya.
Melihat anak kecil tersebut menangis membuat semuanya menjadi cemas. Mereka tidak tahu bagaimana menjelaskan situasi yang terlalu dini untuk dimengerti seorang anak yang sebentar lagi berusia 4 tahun.
"Tenanglah, Ichiru!" Kata seorang anak kecil yang memiliki wajah yang sama dengan anak kecil berambut merah-jingga. Akan tetapi, sang anak kecil memiliki rambut pendek berwarna merah terang dan memiliki warna mata yang sama dengan wanita yang dipanggil mama. "Kita hanya sedang jalan-jalan bersama mama, paman Claudio dan paman Kyrian seperti biasanya. Lalu pasti nanti papa akan datang menjemput kita seperti biasanya. Aku benar kan, mama?" Tanyanya riang.
"Ah, ya. Apa yang dikatakan Zero benar, Ichiru. Kita hanya sedang jalan-jalan di hutan ini. Lalu nanti papa akan datang menjemput kita seperti biasanya" Kata wanita itu sambil mengelus kepala Ichiru dengan lembut "Jadi berhentilah menangis! Kecuali Ichiru mau dibilang lebih pengecut dari Zero yang sama sekali tidak menangis?" Godanya yang otomatis membuat Ichiru berhenti menangis.
"Ichiru tidak menangis! Ichiru bukan pengecut dan Ichiru lebih berani dari Rei-ni-chan!" Protes Ichiru dengan kesal dan membuat yang lainnya tertawa.
DUAAAAAAAAAR
Tiba-tiba terdengar suara ledakan besar dari arah luar hutan dan membuat semua orang terkejut.
"Cih, sepertinya mereka hampir mendekat." Kata Kyrian sambil melihat gumpalan asap dari arah ledakan. "Lebih baik kita segera bergegas ke tempat wanita itu, lady Sakura!" Katanya pada sang wanita yang langsung dibalas dengan anggukan.
"Ayo, kita pergi Ichiru." Kata Sakura sambil menggendong Ichiru. "Claudio, tolong gendong Zero" Mintanya pada Claudio dan langsung dijawab dengan anggukan oleh Claudio.
"Ayo, tuan muda." Kata Claudio yang langsung menggendong Zero.
"Semuanya! Tolong ikuti aku dan jangan sampai terpisah!" Kata Kyrian yang kemudian berlari sambil memandu semuanya memasuki hutan lebih dalam lagi. Sementara yang lainnya mengikutinya.
"Paman Claudio." Bisik Zero pelan yang hanya bisa didengar Claudio. "Apa kita akan mati?" Tanyanya sambil melihat gumpalan asap dari ledakan besar dan membuatnya sedikit gemetaran.
Mendengar apa yang dibisikkan Zero membuat Claudio syok. Seorang anak kecil yang belum berusia 4 tahun mengatakan hal semacam itu tentunya membuat siapa pun syok mendengarnya.
"Apa yang kau katakan?" Bentak Claudio dengan pelan sehingga suaranya tidak didengar oleh yang lainnya. "Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Tidak akan ada siapa pun yang akan mati! Aku yakin itu pasti ulah Gin yang sedang kesal dengan Vetra lagi!"
Mendengar apa yang dikatakan Claudio, membuat Zero jadi tertawa kecil. "Paman Claudio benar! Maafkan aku, paman Claudio. Aku hanya mengikuti kakek Giallo yang selalu mengatakan hal itu, ketika mendengar ledakan besar seperti tadi sambil gemetaran." Katanya dengan riang.
"Seharusnya kau tidak mengikuti sifat kakek mata keranjang itu, tuan muda Zero!" Gerutu Claudio yang langsung membuat Zero tertawa. 'Kakek sialan itu! Beraninya mengajari anak kecil kata-kata yang tidak sesuai usianya!' Pikir Claudio dengan kesal sambil menyusun rencana untuk menghajar Giallo, jika dia bertemu dengannya lagi.
Setelah berlari cukup lama, akhirnya mereka sampai di tanah lapang terbuka yang anehnya di penuhi dengan tumbuhan bunga mawar yang berwarna hitam.
"Wah, aku tidak tahu kalau ada mawar berwarna hitam." Kata Ichiru sambil melihat sekeliling dengan kagumnya.
Tiba-tiba mereka berlima mendengar suara tawa seseorang dan langsung membuat Kyrian dan Claudio waspada sambil melihat sekeliling dan menyiapkan senjata mereka. Sedangkan Sakura langsung memeluk erat Zero dan Ichiru.
"Kau dengar itu, Alois? Bocah kecil itu memuji mawar ilusimu." Kata Seorang dengan menggunakan bahasa inggris dan otomatis membuat semuanya langsung melihat ke arah asal suara tersebut.
Ketika mereka melihat ke arah asal suara tersebut muncul kabut hitam yang kemudian dari balik kabut tersebut muncul seorang wanita yang sedang duduk di atas sebuah batu dengan seorang pria yang berada di belakangnya sambil memanyungi sang wanita. Sang wanita memiliki rambut pirang bergelombang sampai pinggangnya. dia memakai baju ala victorian dress dengan peraduan warna emerald dan putih dan di atas kepalanya terdapat Touring hat berwarna hijau yang dihiasi hiasan mawar hitam. Sedangkan sang pria memakai baju butler, dia memiliki rambut pendek berwarna hijau tua dan matanya kuning keemasan yang sama sekali tidak memancarkan ekspresi apa pun.
"Tapi aku lebih suka mawar biru dari pada mawar hitam, Lady Eliza." Kata Alois yang juga memakai bahasa inggris dan memakai nada monoton.
Mendengar perkataan Alios langsung membuat Eliza kesal.
"Hn, aku memang mengakui kalau mawar biru juga bagus. Akan tetapi, bagiku mawar hitam adalah mawar yang paling indah diantara bunga mawar yang ada di dunia ini." Gerutu Eliza sambil menatap Alois dengan kesal. "Lagipula mawar hitam adalah bunga yang paling indah untuk mengantar 3 orang yang ada di sana ke sisi tuhan~." Katanya dengan riang sambil menatap Kyrian, Claudio dan Sakura.
Mendengar perkataan Eliza membuat Kyrian dan Claudio semakin waspada, sedangkan Sakura mempererat pelukannya kepada Zero dan Ichiru yang kebingungan karena tidak mengerti bahasa inggris.
"Wah, kami tidak menyangka kalau kalian memiliki perasaan juga. Itu membuatku jadi ingin melakukan hal yang sama dengan kalian" Sindir Kyrian yang juga memakai bahasa inggris sambil tersenyum dan tetap menjaga kewaspadaannya.
"Huh, mereka mungkin baik hati dengan memberikan kita bunga ini. Akan tetapi, aku sama sekali tidak suka menerima pemberian dari orang yang tidak aku kenal." Kata Claudio sambil menatap tajam kedua orang yang ada dihadapannya. "Siapa kalian dan siapa yang mengirim kalian? Serta apa tujuan kalian?" Katanya sambil mengacungkan pisau lipatnya.
"Aw~, tenanglah! Kami akan memperkenalkan siapa kami pada kalian. Jadi santai sedikit, dong." Gerutu Eliza. "Namaku adalah Elizabeth Lochmeyer tapi, panggil aku Lady Eliza~." Katanya riang. "Sedangkan orang yang ada dibelakangku ini adalah pelayan setiaku, Alois Alstreim~."
"Senang bertemu dengan kalian." Kata Alois datar.
"Alasan kami datang kemari adalah untuk mengambil kembali barang milik Raja kami yang telah menghilang." Kata Eliza riang sambil menunjuk Zero dan Ichiru yang membuat semuanya terkejut, kecuali Alois.
"Jangan sembarangan bicara! Untuk apa Raja kalian menginginkan kedua putraku?" Bentak Sakura sambil menatap tajam Eliza dan Alois. "Lagipula siapa raja kalian?"
"Woa, so scary~." Kata Eliza dengan riang tanpa mempedulikan tatapan Sakura. "Hn, sebenarnya aku dilarang untuk menjelaskan lebih rinci soal yang mulia raja, tapi dia adalah orang yang sangat berkuasa dan hebat. Bahkan melebihi kalian." Katanya "Lalu, aku lupa apa alasan yang mulia raja menyuruh kami mengambil bocah kembar itu." Katanya yang kebingungan.
"Huh, Seharusnya Lady Eliza mendengarkan perintah yang mulia dengan baik, dong." Kata Alois tanpa ekspresi diwajahnya. "Yang mulia, ingin kita membawa mereka agar nantinya mereka bisa dijadikan salah satu koleksi boneka mainannya" Kata Alois datar dan membuat yang lainnya terkejut mendengarnya, kecuali Eliza yang tersenyum dengan riang.
"YANG BENAR SAJA! PUTRA KEMBARKU BUKANLAH MAINAN! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN MENYENTUH MEREKA SEDIKIT PUN!" Bentak Sakura sambil memeluk Zero dan Ichiru dengan erat.
"Mama..." Kata Zero dan Ichiru bersamaan sambil menatap mama mereka yang sangat marah dengan kebingungan.
"Apa yang dikatakan Lady Sakura benar. Aku tidak suka kalau kalian menyebut kedua malaikat kecil ini dengan sebutan Mainan. Apalagi, ingin mengubah mereka sebagai boneka! Itu jelas bukan sesuatu hal yang pantas untuk diterima" Kata Kyrian kesal sambil memunculkan sebuah Tonbogiri di tangannya.
"Bersiaplah untuk dicincang, makhluk busuk" Kata Claudio sambil menerjang ke arah Eliza dan Alois.
"Huh, Sungguh merepotkan." Kata Eliza malas. "Yah, aku rasa tidak ada salahnya kita bermain sebentar~" Katanya yang kemudian menepuk tangannya dan tiba-tiba tanah tempat Kyrian dan lainnya berada mengeluarkan cahaya hijau yang terang.
"APA?"
DUAAAAAR
.
..
...
TBC
...
..
.
Vikuppy : Yeah, chapter 000 sudah hadir! banzai!
Tsuna : Syukurlah,Vi-chan. btw, kenapa kau memakai nama Zero dan Ichiru dari Vampire Knight? apa ini kisah Crossover?
Vikuppy : Iie, Tsu-chan! ini bukan kisah Crossover! aku memang suka si kembar dari Vampire Knight, tapi ini bukan kisah Crossover! aku hanya memakai nama mereka saja.
Tsuna : Oooooh! :O.
Vikuppy : Nah, dame-tsuna. lakukan penutupan kalau tidak aku akan menyebarkan foto memalukan dirimu pada Kyoko! *menunjukkan beberapa foto Tsuna yang lumanyan memalukan lalu kabur*
Tsuna : HIIEEEEEEEEEE! JANGAN LAKUKAN ITU! 'DARI MANA DIA MENDAPATKAN FOTO ITU!' terima kasih telah membaca kisah ini sampai selesai. Kami juga sangat berterima kasih jika kalian mau meluangkan sedikit waktu untuk memberikan review. bye-bye *sambil melambaikan tangan dan langsung mengejar Vi-chan*
