...

"kau membuatku gila, Min. Hanya merindukanmu membuatku benar-benar gila"

Dan kyuhyun benar-benar menangis sekarang, dengan menggenggam sebuah tangan mungil yang masih mengusap-usap kepalanya. Tanpa peduli semua itu hanya bayangannya.

...

Chapter 2

...

"Tidurlah Cho Kyuhyun, mimpi indahlah, aku aku juga merindukanmu." Kyuhyun merasakan sebuah bisikan di telinganya. Senyum merekah begitu saja, dan kemudian deru napas tidurnya terdengar. Cho Kyuhyun telah tertidur dengan bermimpi indah.

Sementara itu, nun jauh disana, di sebuah bagian negara Korea Selatan, di sebuah camp latihan militer, seorang laki-laki duduk dengan tangan yang memegang sebuah figura foto, berbisik lirih "Tidurlah Cho Kyuhyun, mimpi indahlah, aku aku juga merindukanmu."

...

Pagi hari yang mendung, Cho Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Direntangkannya kedua tangan sembari mengingat-ngingat kegiatan apa yang terakhir dia lakukan sebelum tidur.

Tiba-tiba dia terduduk, berusaha mengingat-ngingat kembali apakah kejadian semalam nyata atau hanya khayalan saja. Dia merasa tangannya menggenggam sesuatu, ah sebuah bantal leher. Jadi semalam itu hanya bayangan saja. Benar, tak mungkin Sungmin mendatanginya semalam apalagi mengucapkan kata-kata selamat malam.

Drrrrrttttt ddddrrrrttttt

Sebuah dering handphone membuyarkan lamunan Cho Kyuhyun. Dia buru-buru mencari keberadaan handphone nya tersebut, dan mengangkatnya dengan malas saat tahu siapa yang menghubunginya

Flip...

"ya! Cho Kyuhyun lama sekali kau mengangkatnya!" seru Ryewook disana

Cho Kyuhyun mendengus begitu mendengar suara melengking milik hyungnya ini, bahkan Ryewook tak mengucapkan kalimat sapaan

"aku baru saja bangun, hyung. Ada apa kau menelepon?"

"sopanlah sedikit magnae! Memang aku tak boleh menghubungimu?" Baiklah Kyuhyun merasa kesal sekarang

"ckckckc baiklah, terserah kau saja."

Ryewook terkikik dan merasa puas telah mengerjai dongsaengnya, tapi kemudian dia segera menghentikan tawanya ketika ingat apa tujuan dia menelepon Kyuhyun.

"hmm Kyu, kapan kau pulang?"

"lusa, hyung. Aku masih harus mengahadiri fanmeeting. Setelah itu baru bisa kembali ke seoul. Memang kenapa? Apa ada sesuatu?"

Ryewook berpikir, apa ia harus mengatakannya? "Tidak ada, aku hanya ingin kau membawakan oleh-oleh untukku. Itu wajib, kau tahu!"

"ya! Hyung! Kau pikir aku kesini itu berlibur. Hah! Jadi untuk ini kau menelepon?! Baiklah kututup saja!" Kyuhyun baru saja akan menjauhkan handphonenya saat suara melengking ryewook terdengar lagi.

"aku menemuinya!" Ryewook mengatakannya dengan sangat cepat sampai dia merasa ragu dengan apa yang dia ucapkan. Apa Kyuhyun akan mendengarnya?

Kyuhyun menempelkan kembali ponsel ke telinganya, "Apa kau bilang tadi?"

Ryewook menghela napas pelan sebelum menjelaskan, sepertinya dia memang harus mengatakannya.

"Aku mendapat libur kemarin, dan memutuskan menjenguk Sungmin hyung. Aku merindukannya. Dan yeah kami bertemu, dia.. dia menitipkan salam untukmu. "

Kyuhyun terdiam, sudah beberapa waktu ini dia tak bertemu Sungmin. Jadwalnya sangat padat, dan dia juga tak tahu apa dia masih boleh menemui Sungmin atau tidak.

"Kyu.. kau mendengarku? Dia merindukanmu, aku rasa. Apa kalian bertengkar saat konser kemarin? Bukankah dia datang? Sungmin Hyung bilang, kau mengacuhkannya selama disana. Ck kau ini. Dia sudah susah-susah menemuimu dan kau malah mengacuhkannya, ada apa denganmu?!" Ryewook merasa kesal sekaligus bingung dengan sikap Kyuhyun. Sungmin bercerita bahwa dia menepati janjinya untuk mengahadiri konser Kyuhyun. Bahkan dia harus meminta bantuan banyak orang. Tapi sikap Kyuhyun...

"Aku mengacuhkannya." Akhirnya Kyuhyun bersuara "Aku hanya tak ingin dia melakukan itu. Bersusah-susah hanya untuk menemuiku. Aku... aku merasa tak tega padanya, hyung. Sungmin hyung tak pernah mengucapkan apapun tentang hubungan kami semenjak kejadian laknat itu. "

"apa maksudmu, kyu?" ryewook semakin tak mengerti

"Sudahlah, kau tak akan mengerti. Tenang saja aku akan membawakanmu oleh-oleh, bye"

"Kyu!"

"apa lagi?"

"Jika kau mulai meragukan perasaan sungmin hyung padamu, maka kau harus menjauhkan pikiran itu. Dia sangat mencintaimu, Kyu. Aku tahu itu. Bahkan dari awal, hanya kau yang dicintainya. Ckck kenapa aku jadi membocorkannya. Terserah kau mau percaya atau tidak. Bye! Hey jangan lupa oleh-oleh!"

Kyuhyun tak menghiraukan perkataan Ryewook tentang oleh-oleh, hyungnya itu bilang apa tadi?

"Dari awal? Dari awal? Jadi, sungmin..."

...

TBC

...

Terima kasih banyak yang udah review di chapter 1 Sunflower, yang udah nyemangatin, dan nunggu kelanjutan cerita ini. Ovellea, abilhimah, Choi Rye Hyun, thank you