Woy teman-teman,,,,, your body udah update…michle juga sudah berusaha memperbaiki fic di chapter 2 ini,,, michle sedikit mengurangi kata-kata kotor, dan juga sedikit mengurangi lemon-nya…
Ok deh, Happy Reading…^_^
-oOo-
Naruto © Masashi Kishimoto
Your Body © Michle
Rated: M
Pairing: SasuHina
Warning: AU, more description, no yaoi scene contained. If you like, just you read and review! But, if you Don't like? Just don't read.
-oOo-
"Uhhh…"
Hinata berusaha menggerakkan tubuh-nya. Kepalanya terasa berat, leher-nya sakit, dan entah kenapa ia merasa sangat kedinginan.
"Dingin…"
Ia membuka kedua mata-nya, lalu mengamati sekelilingnya...
….ia berada di kamar yang serba putih dan bersih, aroma lavender menyebar di seluruh ruangan. Yup, ia yakin ia masih di kamar-nya.
Ia mencoba untuk duduk, menggerakan tubuh-nya yang serba sakit. Namun saat ia menggerakan kaki-nya, ia merasa menendang sesuatu.
Buuukkkk…
"Arrrggggghhhh…sial!"
Ada suara di balik selimut….
…..tunggu dulu, itu jelas bukan suara-nya.
Lalu itu suara siapa?
"Ha-ha-hantu." Hinata berbicara pelan saat melihat benda yang seperti pantat ayam didalam selimut-nya.
"Kyaaaa…..pergi kau hantu pantat ayam!"
Ia menarik selimut itu dan betapa terkejut-nya ia saat melihat seorang pria didalam selimut itu. Pria rambut pantat ayam….
…..tunggu dulu, rasa-nya ia juga punya teman dengan style rambut pantat ayam, tapi siapa ya?
?
?
Uchiha Sasuke.
"Uc-uc-uchiha-san, ke-kenapa kau tidur di te-tempat tidur ku?"
Sasuke kaget setengah mati saat mendengar teriakan seorang gadis yang menyebut-nya pantat ayam. Sial, kenapa style rambut keren seperti milik-nya ini disebut pantat ayam?
"Bisa kah kau tidak menyebut pantat ay—"
Kata-kata Sasuke terhenti saat melihat gadis di depan-nya...
…..di depan-nya ada Hinata, dan parah-nya lagi Hinata tidak memakai apa-apa.
Hinata telanjang.
"Uhh…"
Ada yang aneh, rasa-nya Uchiha-san seperti melotot ke arah-nya. Apa ada yang salah dengan diri-nya?
Ia memerhatikan bagian bawah tubuh-nya, berusaha mencari hal yang janggal dalam diri-nya….
…..sial, tak ada satu lembar pakaian yang menempel pada tubuh-nya. Ia, ia telanjang bulat.
"Kyaa…"
Ia berlari mengambil selimut untuk menutupi tubuh-nya. Sial, ternyata dari tadi ia telanjang bulat. Pantas saja Uchiha-san melotot ke arah-nya.
Damn, ia tak bisa memalingkan pandangan-nya dari tubuh gadis itu. Tubuh gadis itu sungguh begitu sexy. Sial, tubuh gadis ini betul-betul membuat-nya gila.
"Uc-uchiha-san, ke-kenapa kau a-ada di kamar ku?"
Ia membaca segala mantra agar dapat memalingkan pandangan-nya dari tubuh Hinata.
"Uc-uchi-uchiha-san, kenapa kau di—"
"Arrrggghhh…. Hinata, cerita-nya panjang, kau hanya perlu menunjukan jalan keluar dari rumah ini dan semua masalah ini selesai."
"Ja-jalan keluar?"
"Ya. Kau tau betapa besar rumah mu ini sehingga aku pusing mencari pintu keluar-nya. Kau pikir aku betah berlama-lama di tempat ini."
Sasuke membohongi Hinata. Jelas sekali ia betah berlama-lama di kamar Hinata agar ia dapat melihat tubuh Hinata yang menggiurkan itu.
"Oh."
"Cepat tunjukan jalan keluar-nya!"
"Ehhh….ano, dari sini k-kau be-berjalan lurus, la-lalu menuruni ta-tangga, setelah i-itu be-belok kiri da-dan disitu ada pin-pintu un-untuk keluar."
Ia turun dari tempat tidur, lalu membuka pintu kamar Hinata dan bergegas pergi dari tempat ini.
Namun, sebelum pergi, ia sempat menatap kearah Hinata, dan ia melihat Hinata berbaring di lantai….
…..tunggu dulu, ia yakin Hinata pingsan.
Jujur, ingin saja ia menolong Hinata agar tidak pingsan di lantai yang dingin itu. Tapi sayang, ia tak ingin mati konyol karena berlama-lama disini.
Hinata menyesal karena harus jatuh pingsan ke lantai, bukan karena ada kemungkinan bahwa Uchiha Sasuke melihatnya pingsan, hanya saja pasti memalukan, jatuh telanjang bulat di hadapan laki-laki.
Seluruh tubuh-nya terasa sakit. Sial, mengapa ia tidak bisa tersandung ke tempat tidurnya dan pingsan di sana? Uhhh, kenapa ia harus pingsan di lantai dingin dan keras seperti ini?
"Hinata-sama, apa anda baik-baik saja?"
Hinata menoleh kearah pelayan-nya. Lalu ia menoleh kearah pintu, namun ia melihat Neji meringis dan menjauh dari kamar-nya.
Butuh waktu satu menit bagi Hinata untuk menyadari bahwa ia tidak memakai pakaian.
"Lebih baik anda berpakaian dulu sebelum bertemu dengan Neji-sama."
Pelayan itu berjalan keluar dari kamar Hinata, lalu menutup pintu kamar Hinata. Meninggalkan Hinata sendirian untuk berpakaian.
Hinata bangkit dari tempat tidur-nya, berjalan menuju lemari pakaian-nya. Hinata berjalan dengan sangat hati-hati agar ia tidak melihat cermin besar di samping lemari-nya. Jujur saja, sampai sekarang ia masih terlalu malu untuk melihat bayangan tubuh telanjang-nya.
Sekarang Hinata memakai celana dalam hitam dan bra cup E berwarna hitam. Ia tau betapa besar size bra-nya, dan hal itu lah yang membuat-nya terlalu malu untuk menatap bayangan tubuh-nya telanjang.
"Hinata, kau sudah berpakaian?"
"Ahh…sabar Nii-san, aku be-belum berpakaian."
Hinata mengambil daster berwarna hijau dan memakai-nya, lalu mengambil sisir dan mulai menyisir rambut indigo milik-nya. Lalu menghampiri cermin besar yang berada di samping lemari-nya, memeriksa pakaian yang ia pakai.
"Nii-san, aku su-sudah berpakaian."
Pintu terbuka, dan Neji Hyuuga melangkah masuk, mengenakan kemeja hitam dan celanan jean.
"Kenapa kau bisa pingsan tanpa busana seperti itu?"
"Ano…..mu-mungkin hanya ka-karena kelelahan, Nii-san." Hinata berbohong kepada Neji, jelas sekali ia pingsan karena seorang laki-laki yang menatap-nya telanjang.
Neji menghampiri-nya, lalu meletak-kan tangan-nya di kening Hinata. "Ya, kurasa kau butuh beristirahat."
Neji melangkah keluar dari kamar Hinata. "Akan ku suruh pelayan mengantarkan sarapan ke kamar mu."
"I-iya. Terima kasih Nii-san."
Sasuke membuka pintu kamar-nya, lalu melepas seluruh pakaian-nya dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Hari yang melelahkan."
Ia menyalakan shower dan membiarkan air yang keluar dari shower membasahi tubuh-nya. Setelah itu ia mengambil handuk untuk mengeringkan tubuh-nya. Lalu ia melangkah menuju lemari, mengambil celana pendek dan memakai-nya. Setelah itu ia melompat menuju tempat tidur untuk beristirahat.
Hari ini ia lelah sekali, begitu banyak hal yang dapat membuat-nya gila. Mulai dari pesta membosankan yang di penuhi alcohol murahan, sampai menatap tubuh gadis telanjang yang memiliki dada yang besar.
"Arrggghh…"
Sial! Bayangan Hinata tanpa busana kembali melintas di kepala-nya.
Ia mengambil bantal untuk menutupi wajah-nya. Namun tiba-tiba, pikiran lain melintas di kepala-nya.
Apa Hinata akan menceritakan kejadian tadi malam kepada keluarga-nya. Bagaimana jika ia menceritakan kejadian tadi malam kepada Hiashi?
"Arrgggg…..sial!"
Sasuke terlalu lelah untuk memikirkan hal itu. Ia ingin istirahat dan berkunjung ke alam mimpi.
TBC…
-oOo-
Hahahah… parah ya fic-nya…. Maklum lah, fic ini michle buat mendadak, bahkan tidak sampai dua jam fic jelek ini michle buat… tapi michle harap, ada yang mau review fic jelek ini..
Ok, Michle mau mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA bagi yang merayakan…
Jujur saja, michle gak tau apa itu Idul Adha, tapi yg jelas, kakek michle yg beragama muslim merayakan hal ini, jadi michle ikut-ikut deh merayakan idul adha, lagi pula, idul adha menyenangkan loh, soal-nya banyak sekali makanan yang enak-enak…^_^
