Sebelumnya author minta maaf karena ff kepotong, kemaren niatnya mau twoshoot tapi yang di chap 2 ada di chap 1. Ini author perbaikin dan lanjutin lagi.
Happy reading
Title : Luhan hyung
Author : emasnya suho
Main cast : HunHan (Sehun x Luhan)
Genre : School life, friendship
WARNING! YAOI; Shounen-Ai; BL; BoyXBoy
Rated : T
Sumary : Sehun sangat mengidolakan sunbaenya bernama Xi Luhan tapi namja berparas putih ini tidak seperti kebanyakan fans lainnya yang selalu menjerit keras ketika bertemu idolanya. Hal itulah yang membuat Kai –sahabat seperjuangannya- merasa jengah melihatnya dan memaksa Sehun untuk segera mempacari Luhan. "Cepatlah kau pacari dia "/ "Tapi Kai aku takut Luhan hyung tidak menerimaku?''/ Hunhan
Ujian akhir sekolah adalah salah satu yang paling di takuti dan paling menyebalkan di SMA Jeong Sang siapa lagi kalau bukan Siwon saem yakni guru terkiler di SMA itu. Untung saja hari ini Luhan tidak ada jam pelajaran dengan guru pemarah dan menyebalkan itu.
Bukan hanya murid saja yang di buat pusing tujuh keliling karena musti menambah nilai tugas atau ulangan harian yang bolong tapi guru juga ikut pusing terlebih menghadapi anak-anak nakal yang nilainya kosong.
Pagi itu kelas Luhan sudah dipenuhi dengan sorakan senang siswa-siswi. Menurut kalian apa yang membuat siswa –siswi itu senang?
Luhan yakin semua murid juga pasti akan senang bilang kelas kosong jam pelajaran karena tidak ada gurunya. Ya saat ini kelas Luhan begitu nasibnya tapi tentu saja itu sangat menguntungkan bagi siswa-siswi termasuk Luhan dia bisa bebas membaca novel yang baru dia beli beberapa hari lalu.
Krekk
Kelas yang awalnya lebih ribut dari pasar dalam sekejap saja menjadi kicep. Diam. Hening dan semua pasang mata tertuju pada arah pintu dengan sosok manusia yang menyembul masuk.
"Sudah jangan pada ribut. ini ada tugas dari Leeteuk saem , harus dikumpul hari ini! Bagi yang tidak mengumpul jangan harap bisa naik kelas!" jelas Kim Junmyeon –sang ketua kelas tampan- sambil menuliskan tugas yang di berikan di papan tulis.
Sangat kentara sekali siswa-siswi itu mendesah sebal karena jam kosong mereka tanpa guru sudah tiada karena tugas sialan ini, oh jangan lupakan juga ancaman yang tidak main-main.
Kim Junmyeon hendak kembali ke bangkunya tapi ada sesuatu yang dia lupakan "Cari jawabannya boleh di perpustakaan" sayangnya semua siswa-siswi menatap cuek sekaligus berdecak sebal dan lebih memilih melanjutkan kegitannya sebelum kim junmyeon kembali membentak.
Di perpustakaan Luhan memilih bangku di paling pojok dan paling jauh dari jangkauan penjaga perpus, maklumi saja Luhan tidak suka di perhatikan karna itu membuatnya seperti dimata-matai belum lagi suara dari mulut-mulut murid yeoja yang sedang bergosipyang susah ditepis karena terlalu berisik, terkadang Luhan bingung dengan yeoja-yeoja itu jiika ingin bergosip kenapa musti ke perpustakaan yang jelas-jelas tempat untuk membaca bukan bergosip.
Kini sudah 3 tumpukan buku tebal mirip kamus yang baru saja dia ambil tapi sayangnya belum ada satupun dari ketiga buku itu mengandung jawaban dari soalnya akhirnya Luhan mencoba mencari buku yang lain di rak buku lain pula. Mungkin saja dia mendapat jawaban yang paling lengkap an benar.
Sibuk mencari di rak buku paling belakang tidak sengaja Luhan menemukan sosok namja tinggi dengan rambut hitam pekat berdiri memunggunginya dari ras buku sebelahnya dengan kepala menunduk 'mungkin sedang membaca sambil berdiri' begitulah pikiran Luhan.
Tapi bukan itu yang menjadi fokusnya. Luhan menatap lekat-lekat tubuh tegap nan atletis itu sebelum dia mengambil kesimpulan dari objek yang di amatinya dia seperti tidak asing melihat postus tubuh ini.
"Oh Sehun?" simpulnya
Pakk
"Akh"
Sebuah buku tebal mirip kamus mendarat bebas di kepala Luhan dengan ujung buku itu tepat mengenai tempurung kepala Luhan. Bisa kau bayangkan betapa sakitnyabila kepalamu mengenai ujung buku itu.
Luhan meringis tertahan dengan mulut dibekap oleh tangannya. walaupun dia sempat mengeluarkannya di awal tadi dan objek pengamatannya bergerak terkejut lantas membalikkan badannya.
Tanpa pikir panjang Luhan buru-buru keluar dari rak itu tak lupa mencomot asal buku di hadapannya tujuannya untuk menutupi wajahnya agar tidak ketahuan. Tunggu lagipula kenapa Luhan harus bersembunyi? Apa dia takut ketahuan tengah memandangi tubuh tegap seorang Oh Sehun? Yang benar saja.
"Sehunah, Luhan hyung pergi! Cepat kejar!"
Perintah seseorang di telinganya lewat headset membuat Sehun terkejut dan buru-buru mengejar Luhan hyung, dia tidak boleh kehilangan Luhan. Seseorang itu berada tidak jauh darirak buku tempat Sehun dan Luhan, yah setidaknya tidak sampai terlihat.
Bugh
Lengan kekar menutup perlintasan jalan Luhan diantara rak-rak buku,jangan lupa tatapan tajam miliknya seakan akan memakan Luhan kecil hidup-hidup dan bulat-bulat. Luhan terkejut bukan main, jantungnya juga serasa berdetak tidak karuan seperti akan lepas dari rusuknya.
Mati aku
Perlahan Luhan memundurkan langkahnya mencoba keluar dari jalan buntu itu memilih jalan berlawanan, tapi Luhan terlalu lamban dan tentu saja Sehun dengan mudah bisa membaca gerak-gerik Luhan dengan mudahnya.
Bugh
Benar saja lengan sebelah Sehun digunakannya untuk menahan pergerakan Luhan dari arah belakang Luhan. Hasilnya Luhan terjebak di antara lengan Sehun yang terasa seperti tembok sangking kuatnya, belum lagi jarak antara rak buku lumayan sempit dan itu memberi peluang Sehun untuk lebih menghimpit Luhan lebih dekat.
"Sehun?"
Mendengar Luhan memanggilnya, Sehun semakin menajamkan tatapannya dan mendekatkan wajahnya di hadapan Luhan, tangan kanan Sehun tidak lagi dia gunakan untuk menahan tapi untuk menahan tangan Luhan yang medorongnnya keras dan satunya lagi Sehun gunakan untuk memeluk pinggang ramping Luhan lembut agar dia tidak bisa pergi kemana-mana.
"Sehun apa yang kau lakukan?" Tanya Luhan takut sambil memejamkan matanya, kini bibirnya tinggal 1 centi lagi menuju ke bibir Sehun, hembusan napas Sehun juga terasa menyapu wajah Luhan. Ingin sekali Luhan memberontak tapi seluruh persendiaannya tersasa lumpuh pergerakannya juga seperti terkunci seiring dengan tubuh Sehun yang semakin menghimpitnya.
Fiuh ~
Bulu kuduk Luhan merinding karena Sehun justru beralih meniup lehernya dan itu memberi sedikit kelegaan bagi Luhan karena pikirannya sudah melayang kemana-mana. untung saja Sehun menahan berat tubuhnya yang terasa melemas dan siap ambruk itu.
"sebelum kau tau apa yang aku lakukan, aku ingin bertanya" terang Sehun di telinga Luhan disertai tiupan-tiupan pada telinga hingga lehernya yang membuat bulu kuduk merinding "Nghh" Luhan merasa geli dengan perlakuan Sehun.
"siapa hobae yang kau bilang ingusan? " Luhan menegang mendengarnya keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya sampai membuat poninya basah "eh ? itu.. aku tidak pernah erkata begitu"
"Yak jangan berbohong padaku, aku mendengarnya sendiri hari itu" Sehun menggerutu sambil menghentak-hentakkan kakinya kencang, lalu bagaimana reaksi Luhan? Luhan sudah membekap mulutnya rapat menahan tawanya yang siap lepas melihat tingkah Sehun mirip seperti bocah 7 tahun yang tidak diberi permen kapas.
Sekejap Luhan menghilangkan tawa tertahannya, tertawa di saat menegangkan seperti ini sangatlah tidak sinkron. Luhan juga masih sangat malu tertangkap basah mengatakan Sehun bocah ingusan. Apa semua orang yang mengagumi Sehun tidak tahu sifat asli Sehun yang seperti ini ? apa mereka hanya melihat dari sisi wajah manly dan tampan Sehun yang jelas-jelas tidak kontras dengan sifatnya? Sehun si bocah polos ternyata memang benar adanya.
Hari itu..
"Aaaaaaaaaaaaa Luhaaaaannnn"
Mendengar teriakan itu spontan saja Luhan membekap kuping dengan tangan kecilnya takut merusak gendang, harapan Luhan bukan dia yang dipanggil tapi sayang nasib berkata lagi dan dengan pasrah mendengar 'si pembuat keributan' itu mulai menceritakan gosip-gosip kurang bermanfaat.
"Luhan, kau harus mendengar ceritaku. Bersiap lah" si pembuat keributan atau orang biasa memanggilnya dengan sebutan Baekhyun mulai menarik kursi di depan Luhan mendudukkan bokongnya manis siap bercerita.
Sedangkan Luhan malah sebaliknya malah merogoh sakunya mengambil penyumbat kupingnya yang di sebut headset kemudian memutar musik sembarang dengan volume lumayan keras. Ingin sekali rasanya Luhan menendang namja menyebalkan di depannya ini kalau saja dia tidak ingat akan diantar pulang olehnya secara Cuma-Cuma.
"Luhan kau tahu Oh sehun kan ?"
Luhan membuka matanya yang tadi tertutup guna mengabaikan gosip dari mulut baekhyun "waeyo?" kerutan dahi terlukis di dahinya, tampak penasaran.
"Kau tahu Luhan, kau ini orang paling beruntung di sekolah ini" kata baekhyun tersenyum cerah sangat cerah. Luhan semakin tidak mengerti arah pembicaraan Baekhyun dan hanya menatap aneh.
"dia..Oh Sehun menyukaimu Luhan "
Uhuk
Uhuk
Di saat seperti ini Luhan malah batuk, mungkin dia keget dengan pengutaraan Baekhyun tadi "Mwo? Sehun menyukaiku?" Baekhyun mengangguk seperti anak anjing.
"oh hanya itu" Luhan kelewat santai dengan pernyataan baekhyun, menurutnya itu tidak penting serta membuang waktu berharganya dan lebih baik dia lanjut mendengarkan musik saja dengan memejamkan mata.
Baekhyun berdecak sebal karena Luhan hanya bersikap biasa saja, padahal itu juga menyangkut dirinya juga "kau tidak senang? Luhan dia itu namja paling populer di sini"
luhan menggeleng santai "aku tidak suka hobae ingusan macam dia" Baekhyun memukul lengan Luhan cukup keras "kau ini bagaimana sihh? Cobalah mendekatinya,dia pasti ak-"
BRAK
Luhan memukul mejanya menggunakan kedua tangannya "sudahlah, aku tidak suka dengan itu lebih baik membaca buku di perpustakaan" Luhan berdiri dari kursinya melenggang santai pergi dari sana diikuti suara panggilan meronta dari Baekhyun di belakangnya.
"Luhan tunggu!"
"kau dengar yang mereka bicarakan?"
Entah Baekhyun bodoh atau tidak melihat situasi kelas saat dia berbicara pada Luhan. Disana tepatnya kursi kedua dari belakang ada dua sosok namja perparas rupawan yang satu putih susu dan satunya berkulit gelap manis tapi tidak hitam sedang menyalin tugas matematika yang baru saja dikerjakan dengan sukarela oleh teman Luhan yaitu kyungsoo.
"hmm" Sehun hanya berdehem saja berusaha mengabaikan dan lebih memilih melanjutkan menyalinnya.
"Apa mereka berdua tidak menyadari kita?" Kai mulai tidak fokus pada tugasnya dan mulai mengajak Sehun mengobrol.
Bugh
Sehun baru saja melempar buku tebalnya ke lantai keramik kelas tepat setelah dia selesai menyalin, itu menyebabkan debuman keras di seisi ruangan bahkan kai saja sampai terlonjak kaget.
"berani-beraninya dia mengatakan aku hobae ingusan!" mata Sehun sudah berkilat marah, sebentar lagi dia akan meledak dan marahbesar. Tapi lihatlah Kai di depannya hanya diam menunggu tanpa khawatir apa yang dilakukan Sehun berikutnya.
Satu
Dua
Tiga
Raut marah Sehun berubah menjadi sendu, bibirnya juga menyungging kebawah memperlihatkan ekpresi cemberutnya "Kaiah, bagaimana ini reputasiku bisa turun kalau aku dibilang hobae ingusan?" rengek Sehun akhirnya di hadapan Kai sesekali menarik seragam Kai dengan tidak sabaran. Kai lebih memilih mengabaikannya dan melanjutkan menyalinnya.
"salahkan saja Baekhyun, dia berbicara seenaknya mengatakan kalau kau suka padaku. Lagipula itu kan hanya candaan saja mana mungkin kan juga kau menyukaiku" Umpat Luhan, ini semua gara-gara ulah 'si pembuat keributan' itu, dengan terpaksa dia harus menanggung malu. Oh ya ingatkan Luhan setelah ini harus menendang bokong seksi Baekhyun itu kalau perlu mengempeskannya.
Sehun menyerit alisnya mendengar penuturan Luhan "bagaimana kalau Sehun menyukai Luhan itu benar?"
Tadinya Luhan menunduk malu terpaksa mengangkat kepalanya hingga manik matanya bertemu dengan manik mata tajam Sehun "Mwo?"
Yak Sehun pabo, cepatlah ke sini aku kewalahan mengurusi orang-orang ini!
Suara gaduh di telinga Sehun membuyarkan percakapan Sehun dan Luhan terhenti mendadak "arraseo arraseo"
Sial.
"hyung ikut denganku sebentar" tanpa izin Luhan, Sehun menarik tangan Luhan keluar dari perpustakaan. Luhan tidak bisa menolak karena cengkraman tangan Sehun di tangannya cukup kuat belum lagi sambil berlari membuat Luhan seperti di seret.
Luhan tersentak kaget melihat sekeliling perpustakaan 'Kemana semua orang?' lihat saja perpustakaan yang tadinya rame dan penuh dengan kumpulan yeoja-yeoja penggosip kini nampak kosong dan sepi hanya ada petugas perpus serta beberapa murid berkacamata tebal yang terlihat sedang membaca.
"kita mau kemana Sehunah?" tanya Luhan terseok-seok di tengah lorong sesekali kakinya tidak sengaja tersandung dan hampir terjatuh kalau saja Sehun tidak menahannya "kau pasti suka hyung" Sehun tersenyum manis menghadap Luhan yang meleleh melihat betapa tampan Sehun dari jarak lumayan dekat, pantas saja semua yeoja sangat mengidolakannya ternyata wajah tampan sehun yang menarik mereka semua.
Tetapi entah kenapa Luhan merasa tidak suka bila Sehun didekati oleh yeoja-yeoja genit itu. Apa dia marah? Kesal? Atau cemburu?
Aish.
"ahh tidak-tidak" Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya kasar berusaha membuang pikiran anehnya.
Tanpa sadar Sehun menghentikan langkahnya sampai Luhan menabrak punggung tegap Sehun "akh, Sehun kau kenapa?" Luhan kesal karena hidungnya menabrak punggung Sehun "hyung kau kenapa ? apa sakit?'' Sehun memeriknya seluruh tubuh Luhan dan Luhan risih melihatnya.
"hidungku seperti patah. Kalau jalan bisa pelan-pelan tidak?" Adu Luhan kesakitan sambil menunjuk-nunjukkan hidungnya menggunakan jari telunjuknya.
Bukannya menjawab Sehun malah memperpendek jarak wajahnya pada Luhan dan ..
Cup
Sehun mencium telak tepat di hidung Luhan. Bisa kau tau apa reaksi Luhan? Tepat, Luhan diam mematung mirip seperti patung berwujud tentara tapi yang ini agak berbeda karena patung yang ini mebulatkan matanya lebar dan tidak membawa senjata.
"hyung, kalau sakit bilang saja, nanti aku akan mengantarkan ke uks. Daritadi aku melihat hyung gelisah sekali "
Rasanya Luhan ingin melompat dari gedung ini saja, apa sedari tadi Sehun menyadari kegelisahannya?Dan juga hidungnya yang habis di kecup Sehun dengan tidak tau dirinya.
"eh aku.."
"YAKKK SEHUN PABO SIALAN BEDEBAH ENYALAH KAU SEHUN, APA AKU HARUS MENDATANGIMU DULU DAN MENUSUKMU DENGAN PISAU LALU MENCINCANG DAGING-DAGINGMU BARU KAU DATANG, LIHATLAH BAHKAN PARA KUMPULAN YEOJA MENYEBALKAN INI UDAH KEHABISAN OKSIGEN "
Sungguh demi bulu kakinya sendiri Sehun merasakan dengung di gendang telinganya karena teriakan ancaman Kai yang begitu tinggi dan tanpa jeda begitu terasa sakit.Mungkin setelah ini Sehun harus memeriksakan gendang telinganya.
Sehun mengusap-usap telinganya yang nyeri itu "Sehunah kau tidak apa-apa?"
"sudahlah hyung ayo kita pergi"
Sementara di tempat lain...
Seusai berteriak lewat telepon dengan Sehun, Kai mematikan ponselnya dan melemparnya ke rumput hijau di kakinya. Kesabarannya sudah hampir habis. Kalau saja Sehun bukan teman baik yang selalu mentraktirnya makan siang mungkin saja Kai pergi ke kantin meminjam pisau tajam lalu menusuk perutnya berulang-ulang. Kai mengelus dadanya dia tidak boleh tersulut emosi yang berlebihan bagaimanapun juga Sehun adalah teman dan sahabat baiknya.
Salah satu yeoja kumpulan yeoja mendekat ke arah kai yang terlihat stres itu "Oppa berkulit coklat, berapa lama lagi kami menunggu? Lihat teman-temanku sudah pergi ke kantin karena kelapar dan kepanasan" tunjuk yeoja itu pada kumpulannya yang jaraknya tidak jauh itu.
Kai mengacak rambutnya frustasi "Aishh"
"Semuanya, tetaplah di tempat kalian !" teriak kai dengan toa besarnya
Banyak murid menghela napas kesal. Sudah lebih dari sejam mereka di tengah lapangan disinari sinar matahari serta perut begemuruh lapar, bahkan ini sudah istirahat kantin-kantin ajuma kelihatan sepi .
"itu Sehunah ! kyaaaa..." Jerit salah satu murid yeoja beramput panjang sambil menunjuk-nunjuk ke lantai dua gedung sekolah. Sontak saja semua murid termasuk Kai melihat ke arah gedung lantai dua.
Luhan melototkan matanya sangat lebar "astaga Sehunah, apa ini ? kenapa sangat ramai? " Sehun tersenyum senang melihat kepanikan Luhan yang terlihat imut dan menggemaskan itu.
Pandangan mata Sehun mengarah ke bawah tepatnya ke arah Kai yang tengah melotot tajam serta tangan terlipat di dada. Sehun memberi aba-aba kepada Kai lalu kai mengarahkan semua murid dengan melambai-lambaikan tangannya.
"yeorobun, hana dul set !" teriak Kai menggunakan toa dan semua murid mengeluarkan selembar kertas masing-masing lalu mengangkatnya tinggi-tinggi ke atas dan kalau kau melihatnya dari tempat Sehun dan Luhan maka akan terlihat jelas tulisannya.
Seseorang tolong cubit pipi Luhan mengecek apakah dia tertidur lalu bermimpi? sekarang dia seperti mati rasa dengan semua yang dia lihat, di tengah lapangan rumput sana perkumpulan murid menunjukkan masing-masing kertas mereka dan tampaklah sebuah tulisan besar 'do you wanna be my girlfriend Luhan ?' namanya juga tertera di sana.
Tetapi Luhan tampak menyerit bingung "girlfriend? Apa-apaan ini? Aku kan namja" matanya memincing tidak suka ke arah Sehun yang berada di sampingnya masih tersenyum-senyum layaknya orang bodoh.
"emang kenapa hyung ? lagipula hyungkan mirip seperti yeoja cantik dan manis" semburat merah juga perlahan muncul di pipi Luhan kentara sekali kalau dia sedang malu berat. Sehun terkekeh melihatnya.
Tentu kejutan ini belum selesai masih ada satu lagi kejutan. Dengan perlahan Sehun memasukkan tangannya di saku almamaternya mengeluarkan sesuatu tidak besar namun panjang, Luhan tidak melihatnya hanya menunduk menyembunyikan rona merahnya.
Sehun menunjukkan kejutan itu tepat di depan Luhan yang mendongak setelah Sehun memanggilnya "ini untuk hyung'' katanya di tambah senyuman. Astaga Luhan ingin pingsan melihat senyum Sehun, sungguh sangat manis sangking manisnya sampai semut berpaling dari gula.
Kebahagiaan Luhan bertambah lagi karena melihat setangkai mawar merah di hadapannya. Luhan ingin sekali menjerit keras, bunga mawar adalah satu satu bungan kesukaannya dan apapun yang berbau mawar merah pastilah Luhan suka. Tapi tunggu bagaimana Sehun bisa tahu kalau dia menyukai bunga mawar?
"sungguh ini untukku?" tanya Luhan memastikan kembali "tentu saja hyung, kalau tidak suka lebih baik aku buang saja " jawab Sehun dengan cemberut membuat gerakan seperti membuang sampah di lantai. Melihat raut cemberut Sehun rasanya ingin Luhan cubit, itu sangat menggemaskan.
"yak, aku suka bunga mawar. Gomawo Sehunah" Luhan menyesapi aroma bunga itu meskipun tidak begitu harum malah justru membuat bersin-bersin bagi Sehun.
"sama-sama hyung. jadi bagaimana dengan yang di sana?" Sehun melirik kebawah lapangan yang masih dipenuhi murid-murid sambil menunjuk menggunakan dagunya.
Grep
Hampir saja Sehun terjungkal kebelakang karena Luhan memeluknya tiba-tiba. Dalam pelukannya Luhan mengangguk-angguk kepalanya di tekuk Sehun "aku mau sehunah" bisik Luhan di telinga Sehun.
Mendengar itu Sehun memeluk pinggang ramping Luhan mengangkatnya lalu membawanya berputas-putar mengabaikan teriakan heboh murid-murid di bawah yang sedang menonton adegan mesra sehun dan Luhan.
Kai di bawah juga tersenyum senang, tidak perlu tahu apa jawaban Luhan untuk Sehun, dari tingkah mereka berdua saja bisa dpastikan kalau Luhan menerimanya. Tentu saja Luhan menerimanya karena memang Luhan juga menyukai Sehun lagipula siapa sih yang tidak terpesona dengan Sehun tampan?
"rencana sukses, semoga kalian bahagia Sehun Luhan" guman Kai sambil tersenyum.
"hyung kau sekarang milikku" tegas Sehun merangkul pinggang kecil Luhan. Sementara yang dirangkul menyenderkan kepalanya di pundak Sehun "Luhan milik Sehun" gumannya. Mereka berdua berjalan di tengah lorong-lorong kelas dengan aura cinta disekelilingnya.
Akhirnya Sehun yang polos dan mengidolakan Luhan lumayan lama bisa mengutarakan isi hatinya pada Luhan, lebih beruntungnya lagi Sehun karena Luhan mau menerima cintanya juga. Rasanya Sehun ingin melopat dari gedung sekolah saja karena terlalu senang. Loh?
The End
Selamat buat author karena ffnya kelar juga /potongnasitumpeng/ masih ada yang nunggu kan? Ada aja gin*maksa* Gimana ceritanya? Jelek? Hancur? Mian, author sudah usaha sebaik mungkin. Typo berceceran.
Gomawo
Mind to rnr babe?
