JANGAN LUPA UNTUK REVIEWSNYA
WARNING:
Ide pasaran, masih banya typo, OOC,dan masih banyak lagi yang kurang.
Disclaimer-Masashi Kishomoto
Genre-Romance/Fantsy/Adventure/Action.
-Author-
Koitetsu Yuzuru
LOVE PERIOD
Chapter 1
Kematian Seorang Heroik Shinobi (Bagian 1)
-MEDAN PERANG SHINOBI 4 ( Dimensi ke 12 )
Pertarungan shinobi telah diambang batas. lantara pihak Aliansi Ninja yang hanya menyisakan beberapa petarung mulai terlihat lelah. Naruto dan orang-orang yang selamat dari Tsukoyomi Infinite mulai kehabisan akal untuk melawan Dewi yang menjadi penemu dan asal muasal chakra mampu digunakan oleh manusia.
Kaguya dan Zetsu Hitam sekarang ini berada pada kondisi dimana manusia tak mampu untuk mendekatinya. Meski sebelumnya Naruto dan lainnya mampu membuat perlawan untuk menghadapi Kaguya dan Zetsu Hitam dengan taktik-taktik yang tak mampu terpikirkan sebelumnya.
Kaguya yang telah berubah menjadi seorang Dewi yang sempurna. Membuat Naruto dan rekan-rekannya tak mampu untuk melawannya hanya dengan taktik saja. Dibutuhkan kekuatan yang lebih untuk melawan seorang Dewi yang menjadi asal-muasal chakra itu ada.
Hampir segala cara dan trik yang mampu digunakan Naruto dan rekan-rekannya mengimbangi Kekuatan dan Pengalaman dari Kaguya, dikerahkan tapi tak satupun yang berhasil kali ini. Naruto dan rekan-rekannya telah mengalami kebuntuan.
Sekarang ini mereka ada pada Dimensi ke 12. Ruang dimensi yang menjadi tempat bagi manusia untuk hidup. Naruto dan lainya yang sebelumnya telah bertarung di ke 11 Dimensi yang berbeda kini oleh Kaguya mereka di kembalikan kedunia asli mereka untuk menentukan akhir hidup mereka.
"Sepertinya kita telah kembali!." Seru Sakura yang menyadari bahwa mereka telah di pindahkan ke dimensi yang lain.
"Kita telah kembali!." Timpal Kakashi. Ia duduk mengawasi daerah di sekitarnya. Tanah yang tak lagi rata, kawah besar juga ada disana, rerumputan yang hilang dan mati. Mampu membuat Kakashi menyimpulkan keberadaannya sekarang ini.
"Jangan Lengah, kita belum memenangkan pertempuran ini!." Seru Yondaime memperingatkan untuk terus memasang mata dan siap-siaga untuk serangan Kaguya yang datang dari Dimensinya.
"Tou-san, biarkan aku memperbaiki kedua tanganmu?." Tawar Naruto bangkit mendekati ayahnya.
"Oh Onegai." Balas Minato.
"Biarkan aku membantumu Naruto!." Timpal Sakura mendekati Naruto.
"Iya, aku juga sedikit membutuhkan teknik penyembuhmu." Ujar Naruto. Ia menepuk punggung ayahnya pelan. " Sakura tolong gunakan kekuatan medismu untuk menyembuhkan kedua tangan ayahku." Ucap Naruto memberi arahan untuk Sakura.
" Hai!." Jawab Sakura dan bergerak sesuai arahan Naruto.
"Fokuskan chakramu untuk menumpuhkan kedua tangan ayahku dan bayangkan kedua lengan ayahku. Aku akan membentuknya kembali." Ujar Naruto.
" Hai!." Jawab Sakura dan terus bergerak sesuai arahan Naruto. Ia memfokuskan chakranya untuk pertumbuhan tangan Minato.
Berlahan kertas-kertas kecil berdatangan dan membentuk kembali kedua tangan Minato. Minato yang melihat itu sedikit takjub dengan kekuatan baru anaknya.
" Luar biasa!. Bagaimana kau melakukan itu Naruto?." Seru Minato mengungkapkan ketakjubannya.
"Aku mendapatkan kekuatan ini setelah berada di mode Rikudou!." Ujar Naruto.
"Sugoi, itu benar-benar luar biasa Naruto." Ujar Minato menaikan suaranya.
"Hahaha, kau terlalu memujinya tou-san." Naruto tersenyum malu.
"Ngomong-ngomong seberapa jauh hubunganmu dengan Sakura-chan." Tanya Minato seraya melirik Sakura yang tengah fokus.
Sontak pertanyaan itu membuat membuyarkan fokus Sakura, dan berbalik memandang wajah Naruto.
" A-akk-anu . Apa sih yang kau tanyakan itu tou-san?." Ucap Naruto terbata. Ia tak akan mungkin bicara sekenannya dengan pertanyaan semacam itu, apalagi Sakura telah meliriknya dengan lirikan yang mematikan.
" Kenapa?. Bukankah kalian ini seorang pasangan?." Selidik Minato.
"A-anu sebenarnya, waktu aku bilang seperti i-t." Belum sempat Naruto menyelesaikan ucapannya. Sebuah Ledakan yang besar terdengar keras dan menggunjang tanah.
DUAARRR...!
"Suara ini!. Sepertinya para Hokage dan Uchiha Madara telah berhasil kembali kesini." Seru Minato merasakan keberadaan mereka.
"Apa yang harus kita lakukan!." Tanya Kakashi.
"Kita tetap harus menemui mereka sebelum Kaguya. Kerjasama adalah hal yang paling utama." Jelas Minato.
"Tapi jarak kita dengan tempat mereka sekarang ini sangat jauh, kita tak akan mampu datang kesana lebih cepat sebelum kedatangan Kaguya. Terlebih lagi kita memiliki orang yang tengah terluka sekarang ini." Sergah Sasuke.
"Obito akan tetap disini! Dan Kakashi juga akan tetap disini untuk menjaga keadaan Obito. Lalu kalian bertiga akan ikut denganku untuk menemui para Hokage dan Madara dengan jurus teleportku." Jelas Minato membagi timnya. Mendengar penjelasan dari Minato membuat seluruh orang yang ada ditempat itu menganguk tanda setuju.
Sakura berjalan menemui Kakashi. "Kakashi-sensei, ini saku obat-obatan untuk Obito ketika ia telah sadar." Ujar Sakura seraya menyerahkan saku berwarna hijau daun yang berisi obat-obatan yang selalu dibawa Sakura kemanapun ia berada.
"Arigatto, Sakura. kau telah menjadi gadis cantik yang baik!." Puji Kakashi seraya menerima saku obat yang diberikan oleh sakura.
Sakura hanya tersenyum manis membalas pujian dari gurunya. Tak berapa lama kemudian Sasuke menepuk pundak Sakura. "Ayo segera berkumpul, jurus Hirashi teleport Yondaime akan segera di mulai.!" Ucap Sasuke memperingatkan.
"Semuanya tolong berpegangan satu-sama lain." Perintah Minato kepada Naruto, Sasuke, dan Sakura.
Naruto segera mengambil tangan kanan Sakura dan mengegamnya erat. Sasuke mengambil tangan kiri Sakura tak berapa lama setelah semuanya telah siap Minato berjalan mendekat ke Naruto "Aku akan kirimkan sinyal kepadamu jika ada sesuatu yang terjadi." Ujar Minato kepada Kakashi sesaat sebelum menepuk pundak Naruto dan menghilang yang hanya menyisakan sisa kilatan petir kuning.
Kakashi yang menghantarkan kepergian ketiga murid dan gurunya hanya diam termenung. Ia menatap gulungan hijau yang ia dapatkan dari Sasuke yang ada di genggamannya sekarang. Beberapa saat kemudian berbalik menatap Obito yang tengah terbaring pingsan dan berjalan menghampirinya.
-ooo000ooo-
Jauh ke utara, sebuah padang rumput yang luas, tampak sebuah kubangan yang lumayan besar yang berisikan air yang terlihat dalam. Didalam kubangan itu tampak 4 orang mengapung di air kubangan itu.
Shiinggg... Kilatan kuning tiba-tiba muncul di dekat 4 orang yang mengapung di kubangan itu. Dari kilatan kuning itu tampak Yondaime Hokage, Harano Sakura, Uchiha Sasuke, dan Uzumaki Naruto yang berhasil Teleport ke tempat suara sebelumnya berasal.
Minato yang melihat keadaan 3 para Hokage Legenda dan Legenda Uchiha yang tampak babak belur kalah, segera mengambil inisiatif untuk membawa mereka ke daratan untuk segera mengobatinya.
"Ayo bantu aku, untuk membawa mereka ke tempat yang aman." Seru Minato seraya mengangkat tubuh edo tensei Hokage pertama yang tinggal bagian atasnya saja. Ia segera di ikuti oleh Naruto, Sakura, dan Sasuke yang mengangkat tubuh ketiga tubuh orang telah menjadi legenda akan kekuatannya.
Sesampai di dekat pepohonan rindang, mereka meletakan tubuh para Kage dan Madara berbaring di tanah. Tampak Sakura terdiam termenung memandangi keadaan tubuh para Kage dan Madara yang mengenaskan.
" Mou, Doshio mo Naikanah! " Seru Sakura yang mulai takut dengan kengerian dari Kaguya. "Apakah kita semua akan berakhir disini?." Berlahan air mata Sakura mengalir deras dipipi lesungnya.
" Hei-hei, apakah kau akan menyerah sampai disini Sakura?." Sentak Sasuke tak terima dirinya di anggap lemah.
" Datte, Para kage terdahulu dan Uchiha Madara mampu dikalahkan dengan mudah dan dibuat tak berarti lagi!." Ujar Sakura menutup matanya, terduduk lemas.
" Teme, kau ini Ninja medis jika k-k." Belum sempat Sasuke menyelesaikan kalimatnya, tangan Naruto mencegah Sasuke untuk tak meneruskan kalimatnya.
" Biarkan aku meyakinkannya!." Seru Naruto datar.
"Cih.. lakukan sesukamu."
Naruto berjalan mendekati Sakura, dan jongkok di depannya. Ia mengambil tangan kanan Sakura dengan kedua tangannya dan mencengramnya erat seolah tak akan melepaskannya. Perlakukan Naruto itu sontak membuat Sakura berhenti menangis, dan memandang Naruto.
"Sakura!, Tak peduli apapun yang akan terjadi terhadap dunia ini. Aku pasti akan mengalahkan Kaguya, dan melindungimu. Meski nyawaku taruhannya. Tak akan kubiarkan dunia ini hilang darimu!." Ujar Naruto meyakinkan Sakura. Mendengar peryakinan Naruto entah kenapa air mata berhenti dan semangatnya muncul kembali.
Naruto mengengam tangan Sakura dan bangkit berdiri yang diikuti oleh Sakura yang telah mendapatkan kembali semangatnya. Perbuatan Naruto itu mengundang senyum Ayahnya, Minato. " Naruto kau mengingatkanku akan Kushina." Gumam Minato lirih. Kenangan masa lalunya bersamanya tanpa ia sadari kembali tergambar di bayangannya hingga membuatnya tak sadar Naruto telah berada di sampingnya, dan menepuk pundak Minato, dan membuatnya sedikit tersentak kaget.
"Tou-san apakah kau tau dengan Shikin Fuin no Jutsu?." Tanya Naruto.
Mendengar itu Minato berubah menjadi sedikit kaget. "Kenapa kau menanyakan itu?."
"Aku selalu memikirkan jutsu yang ayah gunakan untuk menyegel Kurama di tubuhku, aku mendengarnya bahwa jutsu itu merupakan perwujutan dari shinigami, dewa kematian?." Ujar Naruto menghentikan kalimatnya.
"Lalu?."
"Aku hanya berfikir tatkala jutsu penyegel yang diberikan Kakek tua ketika itu kepadaku dan Sasuke tak berhasil. Aku menjadi terpikir dengan jutsu yang ayah kembangkan itu."
"Tidak ini, itu bukanlah jutsu yang aku temukan, itu jutsu yang aku pelajari dari klan ibumu, Klan Uzumaki!. Lalu apa yang kau pikirkan dari jutsu itu?." Ucap Minato.
"Aku hanya berfikir jika Kaguya adalah pewujutan Dewi Shinobi, kita tak akan mungkin menang melawannya." Ujar Naruto Memotong kalimatnya kembali.
Tiba-tiba Minato tersentak. Ia menyadari maksud dari pembicaraan anaknya. " Maksudmu Kaguya yang merupakan pewujutan dari Dewi tak akan mungkin kita kalahkan yang hanya seorang shinobi. Jadi kita hanya mampu mengalahkan seorang Dewa dengan bantuan Dewa." Ujar Minato kepada Naruto. Ia benar-benar tak mampu memikirkan hal tersebut. Selama ini ia hanya sibuk berfikir cara mengalahkannya tanpa berfikir akan latar belakangnya.
Naruto hanya mengangukan kepalanya membenarkan. Minato tersenyum bangga dengan pemikiran kritis dari Naruto. Sekarang ini ia telah menemukan letak kekalahan dari Kaguya, dan sekarang ia hanya perlu memikirkan cara untuk mendekati Kaguya.
"Terima kasih Naruto, mulai dari sini biarkan aku yang akan mengaturnya." Ujar Minato berterimakasih.
"Jadi apa yang akan kita lakukan Yondaime-sama?." Tanya Sasuke membuka suara.
"Pertama-tama kita akan menyembukan para kage dan Madara terlebih dahulu. Rencana bisa pikirkan sambil berjalan." Seru Yondaime serius. "Selain itu Kaguya sepertinya telah datang menemui kita!." Ujar Minato seraya menoleh ke langit dimana sebuah lubang hitam muncul.
"Yosh... kita akan mulai misinya!." Ujar Naruto berapi-api, seraya membentuk segel Kagebunshin. Tak berapa lama kemudian muncul 4 bunshin yang mirip dengan dirinya.
"Sakura-chan, tolong salurkan chakra medismu kepada ke 4 bunshinku!." Perintah Naruto kepada Sakura yang berada di sampingnya.
"Memang apa yang akan kau lakukan?." Tanya Sakura yang masih bingung maksud dari Naruto.
"Aku akan menyembuhkan mereka semua secara bersamaan!." Jawab Naruto. Sontak Sakura segera menyalurkan chakranya dipunggung salah satu bunshin Naruto. Dan ke 4 bunshin Naruto segera bergegas menghampiri Madara dan para kage terdahulu untuk menyembuhkanya. Sakura mau tak mau juga harus terus bersama ke 4 bushin Naruto untuk menyalurkan chakra medisnya untuk ditransferkan dan diperkuat oleh bunshin Naruto untuk mengobati para kage dan Madara.
Sedangkan Sasuke, Minato, dan Naruto bersiap untuk menyambut kedatangan Kaguya yang kembali dari Dimensinya.
"Sasuke kau akan menyerang terlebih dahulu. Tembakan panah susano'o dengan api ameterasu. Aku dan Naruto akan memberinya serangan selanjutnya." Ujar Minato memberi perintah.
"Yosh..."
"Haii..." Ujar Sasuke paham.
Sedangkan lubang hitam semakin lama-semakin membesar dan dari lubang itu sedikit demi sedikit keluar tubuh Kaguya yang diawali di tangan kanannya, lalu kepalanya yang hingga akhirnya seluruh tubuhnya terlihat seutuhnya.
" Sepertinya Kita akan mendapat sambutan kali ini Mama!." Ujar Zetsu hitam yang bersembunyi di balik lengan baju Kaguya.
-OWARIII-
Akhirnya selesai juga chapter ke 1...
Minna bagaimana chapter pertama dari Fic pertamaku ini? sebelumnya maaf kalau masih banyak kesalahnya.
Tolong Reviewsnya ya!
