KONNICHIWA MINNA!
Maaf update nya lemot, Ricchan terjebak momok menakutkan bernama UAS.
Akhirnya Ricchan bisa update juga. Semoga ada yang nungguin.
oh ya, ceritanya semua kisedai + kuroko punya marga yang sama, yaitu Kiseki, dan nama yang diapakai adalah nama kecil semua tokoh. (Kiseki Seijuuro, Kiseki Ryouta, dst). Selebihnya akan semakin jelas seiring bertambahnya alur cerita :D
'KISEKI'
Kuroko no basuke bukan milik Ricchan,
kalau Ricchan yang buat ntar ujung-ujungnya jadi
cerita fangirl gaje XD
tapi fic 'Kiseki' murni milik Ricchan
dan hanya dibuat demi kesenangan semata
[genre : romance, school life, harem]
[pair : kisedai + kuroko X OC/reader]
[Setting : SMA Seirin]
.
.
.
"[Name], ayo pulang" ujar mereka bersamaan dengan logat mereka masing-masing yang khas.
"[Name], kau harus pulang. Perintahku itu mutlak"
"[Name], aku bukannya ingin kau pulang, tapi itu menyusahkan kalau kau disini –nodayo"
"[Name]-cchi ayo pulang –ssu!"
"[Name]-chan, ayo pulang."
"Oi boncel, jangan membuatku tambah susah. Cepat kemasi barangmu dan kita pulang"
"[Nmae]-chin. Ayo pulang. Ayo kita makan kue buatan [Name]-chin sama-sama lagi"
Aku menyandarkan tubuhku pada pagar pembatas atap yang sengaja dipasang agar tak ada yang jatuh. Dan kupikir pagar ini setidaknya juga membantu menopang badanku. Kakiku seolah sudah tak sanggup lagi menahan tubuhku sendiri.
Apa kau tahu bagaimana perasaan terluka? Saat kau dipaksa mengambil sebuah keputusan demi orang-orang yang kau sayangi. Saat kau harus berkorban, dan memilih pergi. Tahukan kau rasa sakit? Rasa sakit itu adalah ketika melihat mereka yang kau sayangi, namun malah harus membuat mereka pergi. Ya, Hatiku sakit.
"Kau tak apa [Name]?" tanya sebuah suara tak asing ditelingaku. Ini bukan suara mereka. Ini suara pemuda yang baru sebulan ini kutemui.
"Oi, apa yang kau lakukan pada perempuanku?" tanyanya berdiri tepat didepanku yang sudah terduduk dari tadi. Surainya bergerak pelan ditiup angin. Punggungnya terlihat kokoh, ingin melindungiku.
"Kau...?"
.
.
.
"Taiga!" ujarku setengah tak percaya dengan sosok dihadapanku.
"Kau berhutang satu padaku, [Name]" ia menarik tanganku, berlari melewati keenam pemuda berambut pelangi. Dan anehnya, mereka sama sekali tak mengejar. Hanya seringai aneh yang kudapati dari bibir Seijuuro.
Kagami Taiga menarikku cepat melewati gedung sekolah. Nafasku mulai memburu. Langkah kakinya besar dan lebar, membuatku kesusahan menyamakan posisi. Tangannya mencengkramku erat, sedikit menarik.
"Hosh... Taiga... Hosh... aku lelah...!" ujarku putus-putus.
Taiga mengalihkan pandangannya ke arahku. Maaf, ujarnya singkat. Kami duduk disebuh kursi taman. Aku bahkan baru sadar kalau ia sudah membawaku keluar dari lingkungan sekolah. Sepertinya ia sudah menemukan banyak jalan untuk cabut, berkat kebiasaannya sering diusir dari kelas karena tak mengerjakan pr.
"Aku beli minum sebentar" ujar Taiga seraya pergi.
Aku kembali sibuk mengatur nafasku. Keringat menglir di leherku. Maupun tubuhku tengah beristrahat, namun otakku tak bisa berhenti berfikir mengapa mereka disini.
Kiseki Seijuuro,Kiseki Shintaro, Kiseki Daiki, Kiseki Ryouta, Kiseki Tetsuya, bahkan Kiseki Atsushi. Mengapa seluruh anak dari pemimpin rumah cabang keluarga Kiseki berada disini? Tidakkah mereka cukup sibuk untuk mengurus Kiseki Corp.
"Oi, kau bermenung [Name]" ujar Taiga yang entah kapan sudah berada tepat di sebelahku. Aku sedikit berteriak, terkejut.
"Kau terlalu sering bermenung" tambah Taiga.
Aku tersenyum simpul, memilih tak menjawab. Taiga menyerahkan sebotol air minum. Tanpa basa-basi aku menerimanya.
"Terimakasih" ujarku.
"HA? Ini hanya sebotol air minum. Kau sudah memberiku makan tiap hari, ini bukan apa-apa" balas Taiga.
Tak sadar aku sudah meletakkan tanganku di puncak kepala Taiga, mengusapnya pelan. Waktu itu aku tak sadar bahwa wajah Taiga memerah.
"A-Apa yang ka-kau lakukan?" tanya Taiga berbata-bata. Sungguh aneh mendengarnya gugup.
"Coba bilang woof" ujarku tersenyum manis. Ekspresi wajah Taiga langsung berubah.
"Jabat tangan, berputar, duduk" lanjutku. Gurat merah siku-siku (yang kayak di anime kalau lagi kesal gitu) tercetak di pelipis Taiga.
"AKU BUKAN ANJING" teriak Taiga. Aku tertawa keras, mencoba menghindarinya yang mencoba menangkapku.
Sebuah batu menghalangi langkahku. Aku sempat kehilangan keseimbangan, namun Taiga dengan baik hati menangkap tubuhku.
Tangannya besar, ia sama sekali tak terlihat membutuhkan banyak tenaga untuk menyangga tubuhku. Aku memang tahu bahwa tinggiku dan Taiga memang bumi dan langit. Namun aku tak pernah sadar, dadanya bidang. Aroma khas laki-laki langsung menguar, menyesap indra penciumanku. Aku merasa wajahku mulai panas. Kenapa aku baru menyadari hal-hal seperti ini sekarang?
"Kau ceroboh seperti biasa" komentar Taiga. Kulihat wajahnya sama merah sepertiku.
"Taiga, ayo pulang!" ujarku berjalan duluan, melepaskan pegangannya dari tubuhku.
Ah ya, aku lupa bercerita. Apartemenku dan Taiga bersebelahan. Tiap hari dia datang menumpang makan dan menghabiskan waktu di tempatku. Taiga sangat menyenangkan. Ia blak blakan dan konyol(baca: bodoh). Dan satu yang selalu menghubungkanku dengan Taiga, Makanan dan Basket.
.
.
.
Hari ini Taiga lebih tenang daripada biasanya. Ia langsung masuk ke apartemennya. Katanya ia ingin langsung mandi, mendinginkan kepala. Memang wajah Taiga masih merah sampai kami tiba, mungkin dia memang kepanasan.
Aku mengamati sekitar. Lampu apartemen disebelahku yang kosong tampak hidup.
Tapi ada satu hal yang membuatku benar bungkam. Saat aku melangkah memasuki apartemenku sendiri, kutemui enam pemuda berambut pelangi yang tampak seolah menikmati tempat tinggal mereka sendiri. Mereka langsung menghentikan aktifitasnya ketika menatapku.
"Okaeri [Name]" ujar semua orang yang bermarga Kiseki di ruangan itu, kecuali seorang yang kini terduduk. Ah, aku juga lupa bercerita. Namaku Kiseke [Name].
.
.
.
TBC
Gomen minna, pendek ya? Pendek ya? Ricchan tau chap ini pendek kok :'(
Setidaknya, semoga adegan romancenya ga hambar.
Ehem. Ricchan rencananya bakal bikin chap khusus hubungan antara chara kisedai + kuroko+ kagami tiap chapter. Jadi tiap chapter bakalan ada ocXchara yang berbeda. Dimulai chap depan Ricchan buka vote deh, yang paling banyak votenya Ricchan bikin duluan.
Kalau tak ada aral melintang (ceileh) Ricchan bakal update minggu depan. Jadi votenya Cuma ditunggu 5 hari. Hehehe
Semoga masih ada yang nungguin tulisan Ricchan yang abal ini.
See you next time desu!
