Butterfly Effect

.

.

Cast :

- Kyuhyun

- Sungmin

- Siwon

- Eunhyuk

.

Pairing : KyuMin

.

Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing

.

Rate : T

.

Warning : GS, OOC, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai

.

.

Chapter 2

~HAPPY READING~

.

.

"Siwon ah~" Lirih Sungmin.

Sungmin mematung, namun sedetik kemudian dia tersadar dan langsung beranjak untuk menyetop sebuah taksi. Tiba-tiba—

.

Drtt... drttt...

.

Ponsel Sungmin bergetar. Diraihnya ponsel itu dari saku blazer yang sedang dikenakannya.

.

Klik

.

"Omma?"

"Ne, Sungmin ah~. Kyuhyun bilang kau sudah siuman. Kau tidak apa-apa sayang?"

"Aku baik-baik saja"

"Baiklah. Kami akan ke rumahmu"

"Ne, Omma"

.

Klik

.

Setelah sambungan teleponnya terputus, Sungmin pun kembali mengarahkan pandangannya ke tempat mobil putih itu. Namun sayangnya mobil itu sudah menghilang entah kemana.

Dengan sedikit kecewa, Sungmin pun pulang ke rumahnya. Setidaknya keluarganya akan datang dan itu membuat hati Sungmin lebih tenang.

.

.

Beberapa menit lalu, keluarga Sungmin tiba dirumahnya. Banyak sekali bahan makanan yang dibawa Nyonya Lee untuk dimasak. Rencananya mereka akan mengadakan sebuah pesta kecil untuk Sungmin.

Saat ini Sungmin dan Nyonya Lee sedang berada di dapur sedangkan Sungjin sedang bermain dengan psp yang sepertinya milik Kyuhyun.

"Min, apa benar kau lupa dengan Kyuhyun?" Tanya Nyonya Lee. Seketika Sungmin menghentikan aktivitas memotongnya.

"Aku benar-benar tidak mengingatnya, Omma" Jawab Sungmin sambil melanjutkan kegiatannya.

"Aneh sekali. Kenapa kau bisa mengingat kami tapi lupa pada Kyuhyun?"

"Bahkan aku merasa aneh semenjak tadi. Aku merasa tidak ada yang salah denganku. Apa benar aku amnesia? Aku benar-benar tidak yakin. Saat bangun tadi pagi, aku sama sekali tidak merasa sakit dibagian kepalaku. Rasanya seperti tidak terjadi apa-apa denganku"

"Omma juga tidak begitu mengerti. Kau seketika pingsan saat terjatuh. Semua orang panik dan langsung membawamu ke rumah sakit. Tidak ada memar atau luka yang serius tapi dokter memvonismu mengalami amnesia sementara saat tersadar nanti"

"Tidak ada luka?"

"Ne. Kau bahkan diperbolehkan untuk pulang. Kau hanya pingsan, setelah itu sadar beberapa saat dan kemudian tertidur karena pengaruh obat"

Pernyataan dari Ommanya membuat Sungmin semakin bingung. Biasanya para penderita amnesia akan mengalami nyeri di kepalanya. Tapi ini tidak terjadi padanya. Bahkan dia benar-benar yakin bahwa kemarin dia dan Siwon baru saja merayakan anniversary mereka.

.

.

Sungmin dan Nyonya Lee sibuk menata meja makan dengan hidangan yang baru saja selesai mereka buat. Tiba-tiba terdengar pintu utama terbuka diikuti dengan munculnya Kyuhyun dan Tuan Lee.

"Kalian sudah pulang?" Tanya Nyonya Lee sambil melepas jas yang masih terpasang di tubuh Tuan Lee.

Sungmin hanya melirik Kyuhyun yang sedang membuka jasnya seorang diri.

"Kalian mandilah dulu sambil menunggu keluarga Kyuhyun datang"

.

.

Sungmin POV

.

Suasana mendadak begitu canggung bagiku. Bagaimana tidak? kini selain keluargaku dan Kyuhyun yang berada di meja makan ini, ada juga dua orang paruh baya yang mengaku sebagai mertuaku. Mereka selalu tersenyum ke arahku dan membuatku menjadi tidak begitu nyaman karena selalu ditatap.

"Omma senang kalau ternyata menantu Omma yang cantik ini baik-baik saja. Omma lega saat mendengar kabar bahwa kau sudah sadar dan soal amnesiamu— Omma yakin cepat atau lambat kau akan mengingatnya" Ucap Nyonya Cho.

"Ne" Jawabku Singkat dengan sedikit canggung.

"Oh iya, kau juga dapat salam dari Ahra . Dia meminta maaf karena tidak bisa hadir. Pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke Kanada"

'Ahra? Siapa lagi itu?'

"Dia noonaku" Bisik seseorang yang duduk tepat disampingku. Kyuhyun. Aku pun hanya meliriknya dan tersenyum kemudian.

Acara makan malam itu pun selesai. Keluargaku serta kedua orangtua Kyuhyun berpamitan untuk pulang mengingat hari sudah semakin malam. Aku dan Kyuhyun pun mengantar mereka sampai pintu depan.

"Kami pulang dulu, Min" Pamit Ommaku.

"Tidak bisakan kalian tinggal disini?" Pintaku.

"Min, ada Kyuhyun yang akan menjagamu. Kau tidak perlu takut. Kami harus pulang"

"Baiklah" Sedikit kecewa tapi memang tidak mungkin mengajak keluargaku tinggal disini. Apalagi yang aku tahu ini memang rumah Kyuhyun.

"Kyu, kami pulang dulu. Kau sabarlah, Appa yakin Sungmin akan ingat semuanya" Ucapan Tuan Cho kepada Kyuhyun bisa aku dengar samar-samar dan terlihat Kyuhyun yang hanya bisa mengangguk lemah sebagai jawaban.

"Baiklah, kami pulang dulu. Jaga diri kalian baik-baik" Pamit mereka bersamaan.

Aku masih berdiri di depan pintu sampai mobil keluargaku menjauh dari pekarangan rumah. Kyuhyun mendekat ke arahku dan berdiri tepat disampingku.

"Min, kau istirahatlah. Ini sudah malam. Aku tahu kau merasa asing dengan keberadaanku. Jadi aku memutuskan untuk tidur di samping kamarmu agar kau merasa nyaman" Ucapnya. Aku pun hanya mengangguk setuju. Setidaknya Kyuhyun mengerti yang aku rasakan.

Setelah menutup pintu, aku segera menuju kamarku. Ku baringkan tubuhku di ranjang dan berdoa agar saat aku bangun esok hari, semuanya akan kembali seperti sedia kala.

Aku mencoba untuk memejamkan mataku. Namun, seperti tidak ada rasa kantuk sama sekali, mata itu pun akan senantiasa terbuka pada akhirnya. Aku mencoba untuk memejamkannya lagi tapi tetap berakhir sia-sia.

Bersenandung, menghitung domba, semuanya sudah aku lakukan tapi tidak ada yang bisa membuat mataku terpejam. Begitu banyaknya pikiran membuatku benar-benar tidak bisa tidur.

.

Kriet

.

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka. Aku segera memejamkan mataku dan berpura-pura untuk tidur. Aku dapat merasakan seseorang berjalan mendekat ke arahku dan seketika duduk di tepi ranjang.

"Apa kau sudah tidur, hem?" Tanyanya sambil mengelus rambutku lembut serta menyingkirkan poniku yang menutupi mata. Aku semakin mengeratkan pejaman mataku.

"Aku tahu ini berat untukmu. Tapi aku ingin kau tahu bahwa kau tidak sendirian, karena ini pun berat untukku, Min. Tapi percayalah, aku akan selalu melindungimu" Ucapnya dan sedetik kemudian sesuatu yang lembut mengecup keningku.

"Selamat tidur" Sebuah selimut mulai terasa menutupi tubuhku. Ya, dia menyelimutiku.

.

Blam

.

Debaman pintu yang terdengar pelan membuktikan bahwa pria itu sudah keluar. Aku segera membuka mataku dan mendudukan diriku di ranjang.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa aku tidak ingat sama sekali?" Tanyaku pada udara.

Aku bangkit menuju sebuah meja yang diatasnya begitu banyak kertas sketsa. Aku sangat yakin kalau ini adalah meja kerjaku. Aku buka lembar demi lembar coretan tanganku, aku masih ingat ini desain yang aku buat sejak aku sekolah dulu.

Kualihkan pandanganku pada sebuah tablet PC yang tergeletak di mejaku. Ku ambil dan kunyalakan. Sama seperti di ponselku, selcaku bersama pria bernama Kyuhyun menjadi wallpapernya. Aku membuka setiap folder yang terdapat disana. Hanya ada fotoku bersama keluargaku, teman-temanku di Sunmoon University dan juga bersama Kyuhyun. Ada begitu banyak fotoku bersamanya.

"Tuhan, apa yang terjadi sebenarnya?"

.

Sungmin POV end

.

ooOoo

.

Matahari perlahan naik dan menyinari bumi bagian timur. Bias cahaya yang sedikit menyilaukan itu kini mulai menyapa mata yang semula masih terpejam. Sedikit demi sedikit mata itu terbuka dan sang pemilik hanya menghela nafas berat saat mengetahui bahwa tempatnya kini masih sama seperti kemarin.

'Apa aku benar-benar lupa ingatan?' Gumamnya.

Sungmin— wanita yang kini masih setia duduk di ranjangnya itu perlahan mulai bangkit dan berjalan keluar dari kamarnya. Menuruni setiap anak tangga yang membawanya ke lantai bawah. Diedarkan pendangannya menjelajahi seluruh ruangan dan hanya kesunyian yang dia temukan.

Kakinya pun melangkah ke arah meja makan. Dilihatnya roti panggang dan beberapa selai aneka rasa serta segelas susu yang masih hangat. Matanya tak sengaja melirik sebuah note yang diletakan dibawah gelas susu. Dengan cepat, Sungmin mengambil note tersebut dan membacanya.

.

Min, maaf hari ini aku harus berangkat ke kantor pagi-pagi dan tidak bisa sarapan bersamamu. Aku tidak tega membangunkan tidurmu.

Dan maaf, lagi-lagi aku hanya bisa menyiapkan roti untukmu sarapan. Tapi, aku harap kau mau memakannya walaupun sedikit.

Jaga kesehatanmu.

-Kyu-

.

Setelah membacanya, Sungmin pun duduk dan mulai meminum susu serta memakan roti yang sudah disiapkan Kyuhyun.

.

.

seorang pria berkulit pucat itu terlihat sedang duduk di meja kerjannya tanpa melakukan apapun. Pikirannya terus melayang entah kemana.

.

Kriet

.

Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan munculah seseorang yang sudah sangat dikenalnya.

"Wow! Tidak biasanya seorang Cho Kyuhyun datang sepagi ini?" Tanya orang itu dengan nada sedikit menyindir. Selama Kyuhyun kerja disana, ini mungkin pertama kalinya dia datang pagi ke kantor.

"Kau sangat tahu masalahku Donghae ah~? Sungmin tidak nyaman kalau berada di dekatku jadi aku inisiatif untuk berangkat ke kantor sebelum dia bangun"

Ya, itulah penyebabnya Kyuhyun bisa datang pagi ke kantor dan menjadi rekor dalam kamus hidupnya selama ini.

"Aku tahu ini begitu sulit untukmu. Tapi kau harus tegar. Aku yakin istrimu bisa ingat semuanya" Ucap Donghae.

Lee Donghae adalah sahabat Kyuhyun dari kecil, bisa dibilang hanya Donghae yang bisa bertahan berteman dengan orang seperti Kyuhyun yang punya sikap keras kepala dan egois. Oleh karena itu, tidak ada yang Donghae tidak tahu mengenai Kyuhyun. Contohnya masalah Sungmin, Kyuhyun tidak segan untuk menceritakan semuanya pada Donghae dan sepertinya Kyuhyun memang hanya nyaman bercerita kepada sahabatnya itu.

Saat ini dua sahabat itu bekerja di perusahaan yang sama. Perusahaan yang mengembangkan sebuah game online maupun offline. Perusahaan yang didirikan oleh seorang Cho senior yang tidak lain tidak bukan adalah kakek Kyuhyun. setelah Kyuhyun menyelesaikan kuliahnya, kakeknya segera memberikan kepemimipinannya kepada cucu laki-lakinya itu. Ayah Kyuhyun yang lebih tertarik dibidang edukasi pun menolak untuk memimpin sehingga menyerahkannya kepada Kyuhyun.

"Lalu apa yang akan kau lakukan, Kyuhyun ah~?" Tanya Donghae. Kyuhyun pun hanya bisa menghela nafasnya.

"Memangnya apa yang bisa aku lakukan?" Tanya Kyuhyun pasrah sambil menunduk lesu.

"Setidaknya kau harus membuatnya mengingat dirimu"

"Bagaimana caranya? Bahkan dia terlihat sangat tidak nyaman berdekatan denganku"

"Cho Kyuhyun yang aku kenal tidak akan menyerah" Ucapan Donghae membuat Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah sang sahabat.

"Kau pasti bisa Kyu. Aku yakin" Kata-kata Donghae entah kenapa membuat Kyuhyun tersenyum. Setidaknya kata-kata penyemangat itu memang sangat dibutuhkannya untuk sekarang ini.

"Terima kasih"

.

.

Malam sudah sangat larut. Namun, pria bernama Kyuhyun itu masih belum beranjak sedikit pun dari depan laptop. Jemarinya masih lincah bergerak di atas papan keyboard sambil sesekali membaca berkas-berkas yang bertebaran disekitar laptopnya.

Mengingat sudah hampir dini hari, Kyuhyun pun meyudahi pekerjannya. Dimatikannya layar laptopnya serta dilepasnya kaca mata yang tadinya masih terpasang sembari memijit pangkal hidungnya pelan. Melihat layar laptop dalam waktu yang lama membuatnya sedikit pusing, tapi itulah yang harus dia kerjakan.

Sebelum tidur, dia pun beranjak untuk melihat Sungmin di kamarnya yang berada tepat disamping kamarnya. Dilangkahkan kakinya keluar dan segera menuju kamar Sungmin. Dibukanya sedikit pintu kayu itu dan terdengarlah sebuah isakan pelan dari dalam kamar.

"Hikss... hiksss... Aku mohon Tuhan, kembalikan aku ke masa itu. Aku merindukannya, aku merindukan Siwon"

.

Deg

.

Bagai tersayat pisau, hati Kyuhyun berdenyut perih. Mendengar isakan serta ucapan sang istri yang menyebut nama pria lain membuatnya sakit. Sakit sekali.

Tetesan air mata itu pun perlahan meleleh dari matanya. Rasa yang mengganjal dihatinya kini meluap menjadi air mata. Ditutupnya kembali pintu kamar Sungmin, niat untuk mengucapkan selamat malam itu pun sirna.

Diseretnya tubuh rapuh itu kembali ke kamarnya. Dia sadar, dia bukan orang yang mudah menangis namun kali ini hatinya benar-benar sakit. Dia menangis karena dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan demi Tuhan dia tidak tahan mendengar suara tangisan keluar dari bibir mungil milik istrinya itu.

"Apa? Apa yang bisa aku lakukan untuk menghentikan tangisanmu, Min? Apa yang harus aku lakukan untukmu?"

.

ooOoo

.

Dua minggu sudah berlalu, tapi Sungmin bahkan belum menunjukan tanda-tanda bahwa dia ingat sesuatu. Dia masih saja menghindari Kyuhyun dan itu cukup membuat Kyuhyun untuk lebih bersabar menghadapinya.

Hari ini Kyuhyun sengaja untuk pergi ke suatu tempat. Sebenarnya hari ini dia libur, tapi dia sadar bahwa keberadaannya di rumah akan membuat Sungmin canggung berada disana. Jadilah, dia memutuskan untuk sekedar jalan-jalan keluar rumah.

Langkah kakinya memasuki sebuah bangunan yang dikekelilingi kaca persis seperti etalase pada toko-toko pada umumnya.

"Kyuhyun ssi~?" Tanya seseorang ketika melihat Kyuhyun masuk ke dalam.

"Annyeonghaseyo Hyuk ssi~" Sapa Kyuhyun pada Hyuk. Ya, hari ini Kyuhhyun memang sengaja untuk datang ke butik milik istrinya itu.

"Annyeonghaseyo. Ada perlu apa kau kesini di hari sabtu begini? tidak biasanya?" Tanya Hyuk.

"Hanya ingin melihat-lihat" Jawab Kyuhyun sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. "Seharusnya hari ini Sungmin memakai gaun itu" Ucap Kyuhyun sambil memandang sebuah gaun berwarba soft pink yang terpasang pada sebuah manekin.

"kau benar. Seharusnya Sungmin mengenakan gaun itu di acara resepsi pernikahan kalian hari ini" Ucap Hyuk yang entah sejak kapan sudah berdiri disamping Kyuhyun dan ikut memandang gaun itu.

Memang benar, seharusnya hari ini adalah hari resepsi pernikahan Kyuhyun dan Sungmin. Resepsi itu sengaja diadakan dua minggu setelah mereka mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan. Namun karena masalah ini, Kyuhyun dengan berat hati membatalkannya dengan alasan bahwa Sungmin sedang sakit pasca insiden jatuh itu.

"Dia pasti sangat cantik memakai gaun rancangannya itu" Puji Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari arah gaun itu. Hyuk dapat melihat bahwa kini mata Kyuhyun mulai berair.

"Sayang sekali kau belum pernah melihatnya memakai gaun itu. Percayalah, dia sangat cantik" Ucap Hyuk berusaha untuk menghibur pria disampingnya ini.

"Kau mau kopi?" Tawar Hyuk

"Kalau tidak merepotkan" Jawab Kyuhyun

.

.

Kyuhyun dan Hyuk tampak duduk berhadapan sambil sesekali menyesap kopi yang tersaji dihadapan mereka.

"Ini bahkan sudah dua minggu, tapi Sungmin masih belum mengingat semuanya"

"Bersabarlah Kyuhyun ssi~"

"Tapi kenapa? kenapa dia bisa mengingatmu, keluarganya, bahkan— mantan kekasihnya, tapi dia sama sekali tidak mengingatku" Lirih Kyuhyun.

Hyuk hanya diam mendengar Kyuhyun. Dirinya pun tidak tahu harus melakukan apa jika berada di posisi seperti Kyuhyun sekarang ini.

"Sering aku berniat untuk pergi tapi pada akhirnya aku tidak tega dan dengan sendirinya aku akan kembali ke rumah. Kau tahu? Aku sangat merindukannya. Merindukan tawanya, senyumnya, candanya bahkan aku merindukan saat dia duduk di meja itu dan bergelut dengan sketsa-sketsanya" Pandangan Kyuhyun pun kini beralih ke arah sebuah meja yang menjadi meja kerja Sungmin saat di butik.

"Aku memang tidak merasakan bagaimana berada di posisimu Kyuhyun ssi~. Tapi aku mohon, jangan pernah meninggalkan Sungmin. Percayalah, Sungmin membutuhkanmu dan akan selalu membutuhkanmu sekalipun dia tidak mengingatmu"

"Tapi terkadang hati ini memberontak melihatnya terus menghindariku. Ingin sekali aku memeluknya saat dia menangis dan mencoba menghentikan tangisan itu. Tapi bagaikan seorang pecundang aku hanya bisa melihatnya menangis tanpa melakukan apa-apa"

"Kyuhyun ssi~, jangan pernah menyerah"

Kyuhyun mengangguk. "Segala bentuk penolakan darinya tidak akan aku pedulikan lagi. Kini aku hanya ingin melihatnya tersenyum dan memelukku erat seperti sebelumnya"

Hyuk tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun. Dia bersyukur bahwa temannya mendapat suami seperti Kyuhyun. Tanpa diberitahu pun, Hyuk tahu betapa besar Kyuhyun mencintai Sungmin.

"Besok aku akan bicara pada Sungmin. Butik ini juga sama sepertimu Kyuhyun ssi~, sama-sama membutuhkan Sungmin. Aku akan mengajaknya untuk kembali kesini. Dengan begitu, aku harap dia bisa mulai mengingatnya"

"Terima kasih Hyuk ssi~"

.

ooOoo

.

TING TONG

.

Mendengar bel rumahnya berbunyi, Sungmin pun segera menuju pintu dan melihat siapa yang datang dan wajah Hyuk pun langsung memenuhi intercom yang terpasang di dinding. Mengetahui sahabatnya yang datang, Sungmin segera membukakan pintu untuknya.

"Hyukie~"

"Boleh aku masuk?"

"Tentu saja. Aku senang kau datang ke rumahku" Ucap Sungmin ceria.

"Rumahmu sepi sekali. Dimana Kyuhyun?"

"Dia sedang keluar, mungkin sedang bersantai dengan teman-temannya" Jawab Sungmin sambil meletakan dua buah gelas berisi orange juice di atas meja.

"Di hari Minggu seperti ini, suamimu masih saja keluar rumah. Seharusnya dia lebih memilih untuk bersamamu, kan?"

Sungmin tampak diam. "Sebenarnya ada apa kau kesini Hyuk?" Alih Sungmin.

"Aku kesini untuk mengajakmu kembali ke butik. Kami sangat membutuhkanmu disana, Min. Ingat! Butik itu milikmu dan kau harus bertanggung jawab. Banyak sekali pelanggan yang menanyakanmu"

"Benarkah?"

"Ne. Oh iya, kemarin Kyuhyun datang ke butik"

"Apa yang dia lakukan disana?" Tanya Sungmin. Bukankah kemarin Kyuhyun ada pertemuan? Tapi kenapa dia malah ke butik? Batinnya.

"Dia hanya berdiri sambil melihat gaun rancanganmu yang masih terpasang di manekin"

"Ga—un?"

"Gaun yang kau buat untuk pesta pernikahanmu. Mungkin kau tidak ingat, seharusnya kemarin itu kau dan Kyuhyun menyelenggarakan pesta resepsi pernikahan kalian. Tapi karena kondisimu, maka Kyuhyun membatalkannya"

'Resepsi pernikahan?'

"Min?"

"Ne?"

"Kemarin Kyuhyun bercerita padaku. Dia bilang kalau kau selalu menghindarinya. Aku tahu kau tidak mengingatnya, tapi setidaknya jangan terus menghindar darinya. Aku yakin dia pasti akan sedih dengan sikapmu. Kau tahu? bahkan dia lebih sering berada di luar rumah agar kau merasa nyaman tinggal disini. Jadi, tidak ada salahnya kau mulai menerima keberadaannya"

Sungmin menundukan kepalanya, sepertinya karpet di lantainya kini lebih menarik perhatiannya. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Sungmin sadar kalau mungkin Kyuhyun akan sedih jika dia terus menjaga jarak. Tapi apa yang harus dilakukannya sekarang?

"Hmmm, soal itu akan aku pikirkan"

"Pikirkanlah baik-baik. Tapi soal butikmu, kau harus kembali kesana" Ucap Hyuk final membuat Sungmin tersenyum tipis.

.

ooOoo

.

Sepanjang malam Sungmin terus memikirkan perkataan Hyuk padanya sampai dia tertidur. Paginya, Sungmin sengaja bangun lebih pagi dari biasanya.

Sungmin terus melangkahkan kakinya menuju meja makan dan melihat Kyuhyun yang sedang serius menyiapkan sarapan pagi sampai-sampai tidak sadar dengan kedatangan Sungmin.

"Apa kau harus berangkat ke kantor sepagi ini?" Tanya Sungmin yang melihat Kyuhyun sudah rapi dengan kemeja yang dikenakannya.

Kyuhyun tampak terkejut dengan pertanyaan Sungmin. "Kau—sudah bangun, Min?"

Sungmin hanya mengangguk dan langsung mengambil tempat di salah satu kursi. Kyuhyun pun ikut mengambil tempat dihadapan Sungmin.

"Besok aku akan kembali ke butik" Ucap Sungmin. Kyuhyun yang mendengarnya pun kini tersenyum senang.

"Benarkah? Itu bagus. Kau sangat dibutuhkan disana"

"Kyuhyun ssi~?" Panggil Sungmin.

"Ne?"

"Makanan apa yang kau suka?"

"Ne?"

"Hari ini aku akan memasak makan malam untukmu. Kau suka makan apa?"

Rasanya hati Kyuhyun ingin menjerit senang mendengar pertanyaan dari Sungmin. Sebuah pertanyaan sederhana namun entah kenapa membuat Kyuhyun begitu senang.

"Kau juga tidak perlu menyiapkan sarapan lagi, biar aku saja yang menyiapkannya. Kau sudah terlalu lelah bekerja. Dan—"

Kyuhyun menatap Sungmin, menunggu wanita itu melanjutkan ucapannya.

"—Dan kau tidak perlu berangkat ke kantor pagi-pagi atau keluar di hari libur kerjamu kalau hanya untuk membuatku lebih nyaman tinggal di rumah. Aku memang merasa canggung berada di dekatmu tapi kau tidak perlu melakukan itu. Maaf kalau selama ini aku sering menghindarimu, tapi aku berjanji untuk merubahnya"

Ucapan Sungmin benar-benar membuat Kyuhyun bahagia. Dia ingin berteriak senang dan menangis di waktu yang bersamaan. Setidaknya Sungmin sudah memulai untuk lebih peduli padanya.

'Apa ini jalan darimu Tuhan?' Batin Kyuhyun.

.

.

TBC

.

.

A/N

Huwaaa, akhirnya bisa update. Sebenernya mau di update dari kemaren-kemaren tapi tiba-tiba si choco *nama netbuk author* mandadak manja dan ga bisa dipake buat onlen. Jadilah baru bisa update sekarang. Untung aja bisa dan ga tau nih kalo nanti manjanya kambuh. Jadi maafin aja ya kalo next chapnya lama...

Oh iya kemarin ada typo di tahun, hahaha jadi kajadian ini di tahun 2015 ya reader

Dan sepertinya masih banyak yang bingung sama ceritanya ya? Author jelasin dikit. Kalo yg pernah nonton 13 going on 30 pasti tahu. Jadi untuk yang lainnya selama tiga tahun ini meraka ngenjalaninya sebagaimana mestinya waktu berjalan tapi untuk Sungmin, dia tiba-tiba aja berada di tahun 2015. Ya itulah sedikit penjelasannya. Yang kurang ngerti bisa ditanya di—

.

Blog : kyuminisours . wordpress .com

Twitter : wantifishy

Oke segitu aja deh. See you bext chap...

.

.

Thanks to:

Liekaneshiro, rositakyuhyun, aduhMin, Lee Jinhae, audrey musaena, LovelyMin, Caxiebum, Melani KyuminElfSha137, Pikapika, Sunghyunnie, Nezta, LeeJeHwaELF, qqmingkyutes137, Sparkyu-Min, Hyugi Lee, Iam ELF and JOYer, HyunMing joo, NithanyaKYu, Sasya, ANAKNYADONGHAE, BbuingBbuing137, Kanaya, Yuara Tirania, triple3r, MinnieGalz, fariny, Cho Miku, KimShippo, kyumin, kerorokeyen, minyu, mayasiwonest . everlastingfriends, kyu99, chabluebilubilu, danhobak98, lytee . bunnyming, eunhee24, Andhisa Joyers, wyfambare, Qhia503, ImSFS, titatittu, Ayu Kyumin, HeeYeon, nannaa, KMS kyuminshiper, hyuknie, mimizu, Jotha Aurigth, kyurin Minnie, and anonim guest

.

.

Q & A

Q : Kenapa judulnya bukan 'Butterfly's effect'?

A : Maksudnya butterfly effect ini sebuah keadaan yang kayak efek kupu-kupu, author juga kurang ngerti, nonton filmnya pun author masih bingung maksud efek kupu-kupu itu apa. Dan butterfly effect itu emang sebuah istilah sepertinya, jadi bukan efeknya kupu-kupu. Aduh jadi bingung ngejelasinnya.

Q : yang akan tersiksa Kyu atau Min?

A : Menurut kalian? Menurut author sih yang tersiksa dua-duanya

.

.

Makasih ya yang udah mau baca dan review ff ini. i'm so so so happy. Reader emang the best deh.

For this chap, can you write your review (again)

Pulissss :)