Discalimer: I 'm Not own Ft
My Fake Wedding: Natsu Dragneel
Chapter 2
Setelah bertemu dengan keluarganya Natsu, Lucy dan Natsu memutuskan untuk pergi ke Lightning Strike di perjalanan Natsu terlihat sangat bahagia. "Nee Natsu, kau senang karena ibumu sudah sembuh?" tanya pun tersenyum. "Lucy besok sepulang aku kerja kita cari gaun pesta untukmu ya"kata Natsu.
"Terserah kau saja, Natsu"jawab Lucy. Tak beberapa lama kemudian Natsu memakirkan mobilnya didekat bar dan membuka pintu mobil untuk Lucy. Kedua pasangan itu bergandengan tangan memasuki bar. Di dalam bar, terlihat Laxus sedang bersama Mirajane mendikusikan sesuatu. Selain itu, Rogue sedang berbicara dengan Sting. "Halo guys,"sapa Natsu.
"Hai,apa kabar kalian berdua?" sapa Laxus.
"Kabarku dan Natsu baik – baik saja"jawab Lucy.
"Hahahah Natsu tidak menyusahkanmu'kan Lucy?" tanya Laxus lagi.
"Hey, Laxus apa maksudmu?" Protest Natsu membuat Lucy tertawa kecil. Tiba – tiba saja sepasang lengan memeluk Lucy dari belakang,"Halo Lucy,kita bertemu lagi"kata orang dibelakang Lucy yang ternyata adalah Sting.
"Lepaskan dia ,Sting"kata Natsu dengan nada yang sangat serius. Tangan kanan Natsu menarik lengan Lucy sangat kuat sehingga mau tidak mau Sting melepaskan pelukannya pada Lucy, sementara Lucy berada dipelukan Natsu. "Huh?Natsu kau bisa cemburu ternyata" ejek Sting.
"Sting aku sarankan kau menjauhi Lucy, dia tunanganku"kata Natsu dengan nada yang tidak bisa dibantah juga ia menatap Sting dengan tatapan yang sangat tajam. Jika tatapan bisa membunuh, maka Natsu sudah membunuh Sting dari tadi. "Natsu, kita pulang saja ya. Aku capek" ajak Lucy berusaha menghindari perselisihan yang seharusnya bisa dihindari.
Natsu melihat Lucy sekilas dan mengangguk. "Laxus, kami berdua pulang dulu" pamit Natsu. Yang direspon anggukan kepala dari Laxus. Natsu dan Lucy pun pulang menuju apartemen Natsu.
"Natsu, kenapa kau sangat marah?" tanya Lucy mencoba membuka pembicaraan. Natsu menjawab pertanyaan Lucy. Ia tetap berkonsentrasi pada jalanan. Di dalam otak Natsu, ia sendiri juga heran kenapa ia bisa semarah itu ketika Sting memeluk Lucy tadi.
Satu hal yang dipelajari Lucy, dari kejadian tadi adalah Natsu adalah tipe orang yang jika marah maka ia akan memacu kendaraannya dengan cepat alias ngebut. Seperti yang dilakukan Natsu sekarang. Lucy sangat sangat berterima kasih pada editornya Erza Scarlet yang beberapa kali mengajaknya mengikuti balap mobil liar, sehingga ia tidak terlalu kaget.
Natsu menghentikan mobilnya tepat di depan gedung apartemennya. "Lucy masuklah dulu,aku akan memakirkan mobil"kata Natsu pelan.
"Kau yakin?"tanya Lucy.
"Yakin Luce"jawab Natsu tanpa melihat Lucy. Lucy pun menuruti permintaan Natsu, walaupun ia ragu – ragu untuk meninggalkan Natsu sendirian.
Di dalam apartemen Natsu, Lucy segera mandi dan berganti pakaian. Ia memutuskan memasak sesuatu untuk Natsu dan dirinya, karena mereka berdua belum makan malam. Lucy pun mulai mengeluarkan bahan – bahan makanan beku yang ia bisa masak ulang. Akhirnya ia memutuskan untuk memasak Spagetti super pedas. Dengan cekatan Lucy, mulai memasak.
Sementara itu, Natsu memasuki apartemennya diam – diam. Dari pintu masuk ia bisa melihat Lucy sedang memasak didapur. "Lucy benar – benar manis"kata Natsu yang masih memandang Lucy dari belakang.
"Masak apa?" tanya Natsu membuat Lucy terkejut. "Jangan mengejutkan aku Natsu" kata Lucy kesal dan mengelembungkan kedua pipinya.
"Heheheh, Maafkan aku Luce" kata Natsu memasang wajah penuh penyesalan.
"Aku masak spaghetti saus pedas" jawab Lucy. "Benarkah? Asik"kata Natsu seperti anak kecil."Mandilah dulu, setelah selesai kau mandi pasti makanannya sudah matang"kata Lucy.
"Kalau seperti ini,rasanya kita seperti pasangan suami istri yang sesungguhnya "komentar Natsu sambil menuju kamar mandi,sedangkan wajah Lucy memerah.
Seusai Natsu dan Lucy makan malam bersama layaknya pasangan yang sudah menikah. Natsu merasa nyaman bersama Lucy.
Keesokan harinya, Lucy terbangun dengan perasaan kaget. Pasalnya, Natsu tidur disebelahnya dan bertelanjang dada. Jantung Lucy berdetak lebih cepat dan wajah memerah. Untungnya Lucy masih memakai piyamanya. " Tidak terjadi apa – apa" kata Lucy berulang – ulang layak sebuah mantera. Dengan hati – hati dan berusaha tidak mengeluarkan suara,Lucy turun dari tempat tidur dan segera berangkat mandi.
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi saat Natsu bangun. "Pagi Lucy" sapa Natsu yang mendapati Lucy berada di dapur menyiapkan makanan. "Pagi Natsu, mandi dan kita bisa makan bersama"kata Lucy ceria. Natsu hanya bisa tersenyum. "Jadi ini rasanya punya istri" Pikir Natsu. Ia pun menuju kamar mandi.
Setengah jam kemudian, Natsu selesai mandi juga selesai berpakaian. Hari ini ia mengenakan pakaian formal dan bersiap berangkat ke kantor. "Sarapan dulu Natsu"Pinta Lucy dengan senyumannya yang manis.
"Baik"kata Natsu yang sudah duduk berhadapan dengan berdua pun makan bersama. "Luce,sepertinya aku tidak bisa menemanimu belanja hari bersama Mirajane"kata Natsu.
"Hmm,kau pasti sibuk bisa belanja dengan Mirajane."kata Lucy.
"Sebelum berangkat aku akan mengantarkanmu ke tempatnya Laxus" balas Natsu.
"Tunggu, aku merapikan ini dan kita siap berangkat"kata Lucy ceria. Natsu mengangguk dan memperhatikan Lucy yang dengan cekatan bersihkan piring dan meja makan. "Lucy benar – benar istri yang sempurna. Pasti laki – laki yang akan menikah Lucy sangat beruntung" pikir Natsu. "Natsu, aku sudah siap"kata Lucy yang terlihat sangat manis dengan balutan tanktop dan miniskirt berwarna putih dipadu dengan kardingan berwana yang sama.
"Kau cantik Luce"puji Natsu
"Terima kasih Natsu"kata Lucy dengan wajah yang memerah.
Seseampainya di Lightning Strike Bar,Lucy bertemu dengan Mirajane,sementara Natsu langsung menuju kantor."Kau sudah siap Lucy?" tanya Mirajane.
"Ya Mira-san"jawab Lucy.
"Panggil aku Mira atau Mira – nee"kata Mirajane dengan senyum keibuannya .
Selama tiga jam, Lucy dan Mirajane berkeliling mencari gaun untuk perjalanan mereka berdua masih berlanjut. Mirajane berserta Lucy memasuki Shadow Jewelry. Di dalam toko mereka bertemu dengan Rogue yang untungnya tidak bersama Sting. "Halo Rogue"sapa Lucy ramah.
"Halo Miss Lucy"balas Rogue.
"Rogue bisakah kau memberikan saran aksesoris apa yang pantas untuk Lucy?" tanya Mirajane Lembut. Rogue mengangguk. Ia mulai mengeluarkan perhiasan yang ia pikir cocok dipakai Lucy. Selama satu jam, mereka berada di toko milik Rogue.
Jam menunjukan pukul empat sore saat Mirajane dan Lucy tiba di bar milik Laxus."Wah, sudah jam segini. Mira aku pulang dulu, aku harus masak makan malam untuk Natsu" teriak Lucy dari depan pintu bar.
Sementara itu, Natsu yang sedang duduk termenung sendiri. Ia ingin cepat pulang dan menemui Lucy di apartemenya. "Kenapa jadi memikirkan Lucy sih"keluh Natsu. Tanpa disadari Natsu, tingkah lakunya yang seperti orang gila itu diam – diam diamati oleh Gilrdarts Clive, salah satu pemegang saham di perusahaan milik Natsu. Tentu saja sebagai seorang mantan playboy yang berpengalaman ia bisa membedakan gejala orang yang jatuh cinta dan gejala orang gila,yang konon hampir mirip gejalanya. Gildarts juga tahu bahwa Natsu adalah orang yang sangat tidak peka, jadi ia memutuskan untuk membiarkan Natsu menyadari perasaannya sendiri.
Di apartemen Natsu,Lucy sudah selesai menyiapkan makan juga sudah selesai mencuci pakaiannya dan Natsu."Kenapa aku melakukan semuanya?"pikir Lucy bingung.
Lucy memutuskan untuk duduk disofa dan menonton televise sambil ia menunggu Natsu pulang.
Setelah lama menunggu Natsu pulang,akhirnya Lucy ketiduran jam delapan tepat,saat Natsu pulang."Lucy aku pulang"kata Natsu namun tidak ada yang memberikan jawaban. Natsu menemukan Lucy sudah tertidur disofa. Dengan lembut dan perlahan ia menggendong Lucy menuju tempat tidurnya.
(Time skip)
Pesta keluarga Dragneel, memang selalu ramai. Lucy terlihat sangat cantik dengan gaun putih dengan potongan A line, Perhiasan dengan bentuk hati sangat cocok di kalung,cincin,juga gelang yang ia kenakan. Sebelum berangkat ke pesta , Natsu memberikannya cincin bertahtakan batu ruby dijari manisnya. Sebagai cincin pertunangan menurut Natsu. Natsu terlihat sangat serasi dengan tuxedo berwarna putih,walaupun kata Natsu ia tidak menyukai baju formal.
Pesta kepulangan Gradine dari rumah sakit kebanyakan dihadiri oleh keluarga dekat Igneel. Natsu mengenalkanya pada Gajeel Redfox dan tunangannya Levy Macgarden yang ternyata Levy penggemar berat Luca Heart membuat Lucy berhaha hihi . Dengan cepat Levy dan Lucy bersahabat. Lucy pun merasa senang berada di pesta ini.
Alunan nada pun terdengar."Lucy mau berdansa denganku?"tanya Natsu.
"Suatu kehormatan bagiku"jawab Lucy. Mereka berdua berdansa dengan diiringi lagu slow. Banyak yang memandang ke arah Natsu dan Lucy. Banyak yang memandang mereka karena iri dengan kemesraan mereka,sebagian ada yang kagum dengan mereka.
"Igneel,Natsu dan Lucy terlihat serasi ya"kata Gradine
"Mereka berdua sangat cocok"balas Igneel sambil tertawa kecil. "Oi Igneel sepertinya anakmu sudah mendapatkan pasangannya"kata seorang pria berambut hitam yang bernama Metalicana. Igneel mengangkat kedua jempolnya.
Kemesraan Natsu dan Lucy, tentu saja dilihat oleh Sting yang hadir dipesta tersebut bersama Minerva. "Ceh,mereka berdua tidak cocok"kata Sting yang cemburu. "Sting apa yang kau pikirkan"tanya Minerva yang berdiri disebelahnya.
"Tidak ada"jawab Sting singkat. Tiba – tiba saja, satu ide muncul dikepala Sting. Sting pun kemudian tersenyum licik. "Minerva ayo kita berdansa"ajak Sting.
Setelah Lucy berdansa bersama Natsu dua lagu penuh. Lucy duduk ditaman,Natsu memintanya untuk menunggunya disini sementara ia berbicara.
Lucy sedang menikmati keindahan bulan ketika Sting mendekatinya. "Halo bidadari"sapa Sting.
"Apa maumu Sting?"tanya Lucy yang memiliki perasaan tidak enak mengenai Sting.
"Tidak ingin menemanimu disini"kata Sting dengan nada merayu."Aku tidak usah ditemani"jawab Lucy yang hendak kedalam ruangan. Sebelum Lucy bisa pergi dari tempatnya duduk tadi,Sting mencengkram lengan Lucy dengan sangat kuat. "Sting Lepaskan aku,sakit"kata Lucy yang mencoba melepaskan diri dari Sting. Tapi apa daya, Tenaga Sting sangat kuat mustahil bagi Lucy untuk bisa bebas dari cengkaraman Sting. Lucy masih berjuang melawan Sting ketika Sting berusaha menciumnya.
Tiba – tiba saja,cengkaraman di lengan Lucy terlepas."SUDAH KUBILANG LUCY TUNANGANKU STING! "teriak Natsu menahan Sting sudah jatuh terduduk ditanah dengan wajah yang memerah akibat tinju dari Natsu. Lucy berlari kepelukan Natsu dengan menangis."TAPI AKU MENYUKAI LUCY"balas Sting.
"Kau brengsek"kata Natsu yang masih memeluk Lucy.
"Natsu,sebaiknya kau ajak Lucy pulang dan Sting tolong tinggalkan pesta ini"kata Igneel dengan sangat bijaksana.
Sting pun pergi dengan Minerva mengikutinya dari belakang. Sedangkan Natsu membawa Lucy menuju mobil. Suara isak tangis Lucy masih terdengar. "Lucy? Kau tidak apa – apa ?"kata Natsu khawatir.
"Aku takut, Natsu"jawab Lucy sambil terisak – isak.
"Shhh, Lucy ada aku jangan menangis lagi"kata Natsu berusaha menenangkan Lucy. "Lucy tolong jangan menangis lagi, aku akan menghajar orang yang membuatmu Natsu dalam hati. "Hey Lucy sepertinya aku jatuh cinta padamu"lanjut Natsu dalam pikirannya.
Lucy pun jatuh tertidur setelah kelelahan menangis.
