Pernah suatu hari Minhyung pulang sekolah telat dan mata bengkak. Kala itu Minhyung baru duduk dikelas 3 sekolah dasar. Taeyong yang melihat sang putra pulang dengan 'mengenaskan' langsung mengamati seluruh tubuh sang putra tanpa terlewat sebelum berbicara. Takut-takut Minhyung nya terluka.
"Uri Minhyungie kenapa, eung? Apa ada yang menjahili Minhyung disekolah?"
Taeyong bertanya dengan tangan yang mengusap air mata yang mengalir deras. Sedangkan Minhyung masih membungkam mulutnya, tidak berani menceritakan yang telah terjadi.
"Jangan bersedih. Mommy jadi sedih melihat Minhyungie menangis" Minhyung kecil lebih memilih memeluk sang ibu dan menyembunyikan wajah bengkak dikarnakan tangisnya itu.
"Jika ada yang mengganggu Minhyungie, cukup katakan pada Mommy. Biar Mommy yang memarahinya" Taeyong mengusap kepala Minhyung berulang-ulang. Minhyung masih enggan berbicara. Jikapun ia diganggu temannya, ia akan lebih memilih mengadu pada sang ayah daripada sang ibu.
Lama tak terdengar isaknya, Taeyong menyadari sang putra tertidur. Dengan perlahan, wanita cantik itu memindahkan Minhyung kekamarnya. Membuka kaos kaki dan menyeka keringat juga air mata setelah membaringkannya diranjang.
Mengeluarkan buku-buku seraya memeriksa pekerjaan Minhyung, Taeyong tersenyum kecil melihat sebuah botol minum tanpa tutup didalam tas Minhyung.
Mengecup seluruh wajah putra kecilnya sebelum keluar dari kamar sang anak.
.
...
.
"Jadi, mengapa uri Makeu menangis, eoh? Mommy bilang Makeu pulang telat dan menangis" Daddy nya bertanya setelah makan malam usai. Mereka masih dimeja makan dengan Taeyong yang sedang mencuci piring tak jauh dari mereka.
Minhyung belum menjawab, malah asyik memperhatikan sosok sang ibu dari belakang.
"Mark"
"Namanya Minhyung, Jae!" Itu sang ibu yang menyaut. Mau tak mau membuat Minhyung tersenyum.
"Minhyunga" panggil Daddy nya lagi.
"Minhyungie menghilangkan tutup botol tupperware Minhyungie, dad" Kini manik bocah sembilan tahun itu berair. Tatapannya terpaku pada Daddy nya yang malah tersenyum. Sebenarnya Jaehyun dan Taeyong sudah mengetahuinya, hanya saja mereka ingin Minhyung mengatakannya sendiri.
"Minhyungie sudah mencarinya tapi tidak menemukannya. Maafkan Minhyung Dad, Mom"
Taeyong yang selesai dengan pekerjaannya menghampiri Minhyung, mengacak surai coklatnya dan mengusap lembut pipi chubby itu.
"Mommy tidak akan mempersalahkan apapun selama Minhyungie tidak terluka. Lagipula masih ada Daddy yang akan membelikannya lagi"
"Terima kasih, Mom" Minhyung memeluk sang ibu begitu erat
"Bukankah masih ada botol minum yang lainnya, sayang?"
"Daddy tidak mau membelikan yang baru untuk Minhyungie?" Tidak. Itu bukan Minhyung! Itu Mommy nya yang mulai merengek pada Daddy.
"Buㅡ Bukan begitu, sayang!"
"Daddy membentak Mommy?" Dan hilangnya tutup botol berakhir dengan tangisan Taeyong yang membuat Jaehyun harus mengusap dada. Minhyung sendiri sudah menghilang, memilih mengerjakan tugasnya didalam kamar.
킅
Sat. Nov. 4. 17
15.32
Balik lagi muehehehehe
Ada yg req lanjut sih, jadi aku lanjut deh hehehe
Ini sebenernya cerita adek yg beneran tutup botolnya ilang. Balik kerumah malah mewek wkwkwk
Aku bacain semua review kok
Makasih buat yg review ya mmmuah hehee
Buat yg minta panjang, akan ku coba panjangkan hehehe
