I Tell You, A Sweet Lies
By: Perfectionchan
Cast:
Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Park Chanyeol as Park Chanyeol
Kris Wu as Park Yifan
Oh Sehun, Luhan, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Kris Wu, Huang Zitao, Kim Junmyeon, Zhang Yixing, Kim Jongdae, Kim Minseok and Others
Pairing: ChanBaek, KrisBaek
Lenght: Chaptered
Genre: Hurt/Comfort, Angst, Romance, GS
Rate: M
.
Apa aku telah membuat kesalahan di kehidupanku sebelumnya? Apa aku telah menjadi seseorang yang jahat? Apa aku memang tidak pantas bahagia? Kenapa itu sangat sulit untuk ku raih. Kenapa Tuhan selalu membuatnya terus berhasil menyiksaku? Sampai kapan?
I Tell You, A Sweet Lies
Part 2
.
.
.
Luhan mengernyitkan dahinya. Menatap sahabatnya yang sedari tadi duduk terdiam. Bahkan Luhan sudah beberapa kali memanggilnya, namun tampaknya Baekhyun enggan meninggalkan lamunannya.
"Baek..Baek..Baekhyun!" teriak Luhan untuk kesekian kalinya sambil terus mengguncang tangan sahabatnya.
Baekhyun tersentak, kemudian menatap luhan dengan pandangan kosong.
"A-apa?" jawabnya. Suaranya nyaris terdengar seperti orang yang sekarat.
"Hey. Kau baik? Ada apa hm? Kenapa melamun begitu? Jangan membuatku khawatir, Baek." Nampak jelas raut khawatir tergambar diwajahnya.
Sahabat mana yang tak khawatir melihat sahabatnya dalam keadaan dan perasaan yang kacau seperti ini.
Sejak 30 menit lalu mereka sampai di cafe ini, terlebih lagi sejak Luhan menyinggung masalah Chanyeol, Baekhyun seketika berubah murung dan terus saja melamun. Sebenarnya ada apa? Hal apa yang telah aku lewatkan? Batinnya.
Baekhyun tersenyum menatap Luhan. Ia tahu bahwa sahabat kesayangannya ini sedang memikirkan banyak hal. Dan pasti memiliki banyak pertanyaan pula dalam benaknya.
"I'm okay, Lu. jangan khawatir dan maaf karna aku, mmm sedikit melamun." Baekhyun tersenyum. Lebih tepatnya senyum yang dipaksakan.
"Kau berhutang banyak cerita padaku, Baek! Ceritakan semuanya dan jangan ada yang kau tutupi." Ancam Luhan dengan tatapan sendu sambil menunjuk tepat dihadapan wajah Baekhyun.
Baekhyun tertawa sejenak,"Okay, my baby rusaku! Aku pasti akan menceritakan segalanya padamu. Tapi tidak disini. Dan tidak sekarang. Okay?" ujarnya tersenyum.
Luhan mengangguk dan tersenyum pula. Setidaknya setelah ini Ia akan berusaha membantu Baekhyun, apapun masalah yang dihadapinya sekarang.
*****I Tell You A Sweet Lies*****
Ada apa ini?
.
Mengapa dia menarik lengan Baekhyun?
.
Apa yang diinginkannya?
.
Baekhyun terdiam, menatap lengannya yang sedang digenggam oleh seseorang yang kini telah berdiri tepat dihadapannya. Bola matanya membulat. Terkejut. Baekhyun mengedipkan matanya berkali-kali, kemudian dahi berkerutnya nyaris menyatu sempurna.
"K-kau?!" Baekhyun mengalihkan tatapan matanya dari lengan menuju ke manik mata lelaki itu, kemudian menarik lengannya perlahan agar terlepas dari genggamannya.
"Oh. Baekhyun-ssi, maaf. Aku tak bermaksud untuk mengejutkanmu, apalagi menyentuhmu.." Sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal, atau mungkin sedikit agak gatal. Ok! Whatever. Lelaki itu mengulurkan tangannya ke arah Baekhyun.
Baekhyun masih dalam keadaan bingung, tapi mau tidak mau ikut mengulurkan tangannya sambil bertanya-tanya ada apa dengan lelaki yang kini tengah berbicara dengannya.
"Hai, Aku Park Yifan. Panggil saja Kris" Ucapnya sembari tersenyum.
"Eoh. Hi.. Aku Baekhyun. Byun Baekhyun. Terserah kau mau memanggilku apa." ucap Baekhyun kaku. "A-ada apa?" tanyanya bingung.
Kris tersenyum lagi. Tangannya secara otomatis terangkat, menggaruk bagian belakang kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. Lagi.
"Apa tidak boleh aku menyapa teman sekelasku dan mengajaknya berkenalan?"
Baekhyun tersenyum, "Ah, tentu tidak masalah. Aku hanya sedikit terkejut tadi."
"Baek, apa yang kau lakukan? Cepatlah sedikit. Aku sudah lapar, tahu." Luhan yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Baekhyun mulai menginterupsi perkenalan yang dilakukan Kris secara tiba-tiba. Oh ayolah. Tidak ada acara berbasa-basi lebih lama sementara dirinya tengah menahan lapar sejak tadi.
"Oh maafkan aku. Aku tidak bermaksud menunda acara makan kalian." Ucap Kris menyesal.
Luhan berjalan tergesa menghampiri Baekhyun, kemudian dengan seenaknya menarik lengan sahabat mungilnya itu.
"Maaf Kris. Lain kali kita bisa bicara lagi." Baekhyun tersenyum sembari berlalu meninggalkan lelaki itu yang saat ini diam-diam tersenyum.
.
.
Suasana kantin sekolah di jam Istirahat seperti ini memang sudah pasti akan penuh. Tapi jangan heran kenapa Baekhyun dan Luhan masih bisa menemukan tempat duduk untuk mereka makan, setelah sebelumnya mereka membeli satu porsi kimbab dan juga pasta beserta jus strawberry untuk Baekhyun, orange juice untuk Luhan.
Astaga jangan konyol. Ini sekolah elit, kau tahu! Mana mungkin hanya memiliki satu atau dua kantin. Justru ini lebih cocok disebut Foodcourt seperti yang ada di pusat perbelanjaan mewah. Benar-benar berkelas dan juga lengkap. Apa yang kau inginkan semuanya nyaris ada. Setiap angkatan memiliki lahannya sendiri. Maksudku mereka memiliki kantin masing-masing. Wkwkwkwk
"Ada apa tadi dengan Kris? Kenapa dia menahanmu? Ada perlu apa? Mengapa tiba-tiba seperti itu?"
Baru saja mereka mendudukan diri dan meletakkan makanan di atas meja, Luhan sudah menyerangnya dengan sederet pertanyaan.
"Mana ku tahu." Jawabnya acuh. "Jangan membicarakan hal tidak penting. Cepat makan sebelum bel berbunyi. Tadi kau bilang lapar." Protes Baekhyun.
Lima belas menit waktu yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan makan. Mereka berdiri dari kursinya, berjalan keluar kantin untuk kembali ke kelas.
Letak kantin yang mereka datangi sebenarnya bersebrangan dengan gedung kelas mereka. Hanya saja mereka harus memutar. Karena tidak mungkin jika mereka harus melewati lapangan basket dan lapangan bola. Itu sangat besar dan jauh!
Di sepanjang koridor, Luhan terus menerus bicara. Mulai dari betapa galaknya guru Math yang tadi pagi mengajar, betapa enak dan lengkapnya makanan dikantin, atau betapa tampannya para senior, bahkan membicarakan merk bedak, pelembab, atau liptint apa yang dipakainya hari ini. Astaga. Baekhyun geleng-geleng kepala di buatnya.
Riuh teriakan menggema disepanjang lorong. Ada yang hanya sekedar duduk didepan kelas sambil bercanda dan mengobrol. Ada yang berlari kesana kemari. Bahkan tak sedikit yang saat ini tengan memusatkan atensi mereka ke arah lapangan sekolah. Tepatnya lapangan Basket.
Terlihan beberapa siswa tengah bermain basket bersama. Baekhyun heran, kenapa banyak sekali siswi yang rela duduk dipinggir lapangan hanya untuk melihat para lelaki bermain basket. Heol. bahkan itu bukan pertandingan. Membuang waktu. Batinnya.
Bukankah hari ini matahari cukup terik? Tidakkah mereka merasa kepanasan? Bukankah ada lapangan basket indoor? Begitulah kiranya yang ada di pikiran Baekhyun saat ini. Memang di sekitar lapangan basket outdoor tidak begitu terik. Sebab dikelilingi oleh pohon-pohon yang tinggi dan rindang.
Tanpa Baekhyun sadari, sepasang mata tengah menatapnya saat ini dari tengah lapangan basket. Ya, Kris. Salah satu dari lelaki yang sedang bermain basket. Lagi-lagi kris, huh?!
.
.
Jam pelajaran sedang berlangsung saat ini. Sudah satu jam berlalu. Baekhyun yang merasa bosan hanya mampu mencoret bagian belakang bukunya secara abstrak. Ntahlah segala hal yang tangannya hasilkan begitu abstrak. Bukankah pelajaran sejarah membosankan? Ooopsss! Apa hanya aku yang merasa begitu?
"Baek. Sttt..stttt..." bisik Seo kangjoon dari arah belakang.
Namun beberapa kali teman di belakangnya itu memanggil, Baekhyun tetap tak bergeming.
Tiba-tiba saja ada yang menepuk punggung baekhyun. Sontak itu membuat baekhyun terkejut dari lamunannya, dan menolehkan kepalanya ke arah belakang.
Kangjoon memutar matanya malas, "Maaf mengejutkanmu. Dari tadi kau ku panggil-panggil, Baek. Astaga." Ucapnya malas
"Ada apa?" Tanya baekhyun heran.
Kemudian teman sekelasnya itu memberikan secarik kertas pada Baekhyun, yang tentu saja diterimanya dengan tatapan bingung.
"Ini apa?" tanyanya.
"Aku tidak tahu. Kris yang memberikannya." Jawab kangjoon acuh dan kembali memperhatikan Kim seonsaengnim.
Baekhyun yang tidak mengerti pun lantas mengarahkan pandangannya pada Kris yang duduk di pojok belakang sebelah kanan baekhyun dan melihat pria itu berkata "Bukalah" tanpa suara sambil tersenyum.
Dengan kernyitan di dahinya, Baekhyun membuka kertas yang diberikan oleh kris dan membaca tulisan di dalamnya.
Kau bosan? Karna aku juga kkkkkkkk.. Mau pergi ke kantin bersama untuk mencari minum?
Itulah apa yang dikatakannya. Heol. Bagaimana bisa dia mengajak seseorang yang tidak dekat dengannya untuk pergi ke kantin? Bahkan disaat jam pelajaran sedang berlangsung. Baekhyun benar-benar tidak habis pikir. Jangan sok kenal padaku. Batinnya.
Wanita mungil itu hanya menolehkan kepalanya ke arah kris, kemudian menggelengkan kepalanya dan kembali menatap ke depan. Benar-benar perempuan yang cuek dan dingin. Hahahaha
Mungkin bagi wanita lain, hal yang baru saja dilakukan olehnya sama dengan membuang rejeki. Menolak tawaran lelaki tampan yang ingin dimiliki hampir semua wanita disekolah ini. Yah...itu sih tampan menurut mereka. Tapi bagi Baekhyun, biasa saja.
Please jangan sok cantik, Baek. Wkwkwkwk
.
.
Waktu yang membosankan perlahan berjalan dengan sangat cepat. Meninggalkan hebusan angin segar bagi mereka. Bel berbunyi. Bukankah tandanya untuk segera pulang dan berbaring di kasur, bergelung dibawah selimut, memejamkan mata dan bermimpi indah? Astaga Baek! Apa hanya tidur yang kau pikirkan?
"Baek, kau membawa kendaraanmu tidak?" tanya luhan sembari memasukkan seluruh bukunya ke dalam tas.
"Ne. Aku membawanya. Wae? Ingin pulang bersama?"
Luhan menganggukkan kepalanya cepat. "Ya. Aku juga ingin bermain dulu kerumahmu. Aku bosan dirumah sendirian."
"Memang orangtuamu pergi kemana?"
"Yeah. Seperti biasa Baek, mereka akan selalu pergi selama seminggu dalam sebulan untuk kembali ke China. Mengurus ini dan itu yang tidak aku mengerti"
Baekhyun menganggung tanda mengerti. "Kajja! Aku sudah lelah dan ingin segera pulang."
Koridor masih terlihat ramai karena memang jam pulang sekolah baru beberapa menit berlalu. Baekhyun dan Luhan berjalan menuju parkiran siswa kelas satu. Ingat, bukan hanya kantin yang terpisah. Tapi tempat memarkirkan kendaraan pun terpisah sesuai tingkatan.
Tak jauh dari mobil Baekhyun berada, segerombolan pria berkumpul sambil berbincang. Salah satunya saat ini sedang bersandar di bagian depan mobil Baekhyun.
"Maaf. Bisakah kau menyingkir dari mobilku?" ucapnya acuh.
"Oh. Ini mobilmu? Aku tidak tahu. Maaf." Ucap namja berkulit tan tersebut.
"Hei, Minggyu. Menyingkirlah dari mobil temanku." Uajr namja yang tak lain dan tak bukan adalah Kris.
Minggyu perlahan menyingkir, menjauh dari mobil Baekhyun. Ternyata ini komplotan mereka. Kris tersenyum, dan hanya dibalas senyuman tipis dari Baekhyun.
"Terima kasih." Ucapnya singkat, lantas berlalu masuk ke dalam mobilnya diikuti oleh Luhan.
Tanpa berlama-lama, mobil yang dikendarai Baekhyun melaju meninggalkan parkiran sekolah dengan cepat. Karna yeoja mungil ini sudah tidak sabar bertemu dengan kasurnya dirumah. Ckckckck
Yang tak Baekhyun ketahui adalah diantara segerombolan namja tadi, adanya sepasang mata bulat yang ntah sejak kapan terus memandanginya dengan tatapan datar namun memiliki berjuta makna. Aku rasa sedikit sulit untuk di tebak. Misterius, huh?!
"Temanmu Kris?" tanya Sehun, namja putih yang terlampau putih untuk ukuran seorang lelaki.
"Ya. Baekhyun dan Luhan teman sekelasku. Wae?"
"Wah..wah..wah... Lihatlah betapa beruntungnya sahabat kita satu ini. Teman sekelasmu tadi keduanya menarik. Kenalkanlah pada kami. Jangan pelit begitu." Kata seorang namja yang lagi-lagi berkulit kecoklatan. Jongin alias Kai.
"Dasar pecinta wanita! Aku tidak akan membiarkan teman sekelasku berkenalan dengan lelaki buaya sepertimu, Kim Jongin-ssi." Jawab Kris sambil terkekeh.
"Benar apa yang dikatakan olehnya. Baekhyun bukan wanita yang mudah. Asal kalian tahu, Aku pernah menyukainya waktu di JHS dulu. Dia satu sekolah denganku. Saat itu aku menyatakan perasaanku padanya saat kita berada di tingkat III. Tebak apa yang terjadi?" ucap Daehyun salah satu namja yang sedari tadi berada di komplotan tersebut dan ternyata seorang namja yang pernah memiliki perasaan padanya.
"Dia menolakmu?" Tanya Sehun sedikit ragu
"Tepat! Dia menolakku, bahkan sebanyak dua kali." Akunya
Sontak saja itu membuat semua yang ada di sana tertawa terbahak- bahak. Bagaimana bisa Daehyun bahkan masih memiliki muka untuk bertemu dengan Baekhyun. Hahahahaha
"Astaga perutku sakit karna terlalu banyak tertawa." –Jongin berbicara sambil terus terbahak sambil memegangi perutnya. "Bagaimana bisa? Kau menyatakan padanya sebanyak dua kali? Astaga." Lanjutnya
"Berhentilah Kim Jongin. Atau ku tendang pantatmu!" geram Daehyun.
"Kalian berhentilah." Ucapnya dingin. "Ayo Kris, aku ingin segera pulang." Chanyeol, namja yang sejak tadi hanya diam dan memperhatiakn akhirnya buka suara. Kris yang mendengar permintaan adiknya untuk segera pulang pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Baiklah. Ok guys kita lanjutkan cerita memalukan ini nanti malam. Pastikan kalian tidak terlambat untuk datang ke rumah." Ujar kris sambil terus terkekeh geli.
"Siap!" –Sehun
"Sediakanlah cemilan dan makanan yang banyak." –Jongin
"Dasar tukang cari gratisan!" –Minggyu
"Ok! Aku juga harus segera bergegas. See you tonight boys!" –Daehyun
Mereka membubarkan diri lalu masuk ke dalam mobil masing-masing dan segera melaju meninggalkan sekolah. Biarlah para lelaki itu sibuk dengan urusan mereka.
.
.
Masih diwaktu yang sama namun di tempat yang berbeda. Terlihat dua orang remaja yang sama-sama bertubuh mungil sedang berbaring nyaman di atas karpet berbulu tebal. Kamar yang di dominasi warna putih dan abu-abu ini terlihat cukup besar. Dengan ranjang ukuran besar yang juga dilapisi dengan selimut dan sprei berwarna abu gelap. Ada kursi gantung disudut ruangan dekat dengan pintu balkon. Beberapa figura menempel diatas headbed. Lampu-lampu tumblr melilit disekitar figura sampai kebagian dinding yang lainnya. Benar-benar style seorang Byun Baekhyun.
"Jadi, bersedia menceritakan apa yang terjadi dikelas tadi?" Tanya luhan penasaran
Awalnya Baekhyun sempat mengernyitkan dahi karna bingung kemana arah pembicaraan Luhan. Namun detik berikutnya, dia langsung mengerti. Ternyata Luhan melihat kejadian itu.
"Oh. Tentang Kangjoon yang memberi sebuah kertas?"
Luhan mengangguk memicingkan matanya curiga.
Baekhyun sontak saja tertawa sambil memukul lengan luhan. Ok. Ini kebiasaan buruknya ngomong-ngomong.
"Jangan bilang kau berpikir bahwa Kangjoon memberiku surat cinta."
Dengan polosnya Luhan mengangguk.
"Astaga baby rusaku. Hahahaha itu tidak seperti yang ada di dalam kepala kecilmu itu." Baekhyun menjawab masih sambil tertawa.
"Lalu?" jawabnya polos.
"Dia hanya sebagai perantara saja. Ntahlah. Tiba-tiba saja Kris mengajakku ke kantin untuk membeli minum karena dia melihat diriku yang kebosanan saat pelajaran Kim seonsaengnim tadi."
Mulut Luhan ternganga. Terkejut tentu saja. Bukan karena apa, oh ayolah. Bahkan mereka baru pertama kali bertemu saat berada di kelas. Lalu berbicara sebentar saat jam istirahat tadi.
Bagaimana bisa seseorang melakukan itu meskipun dia adalah teman sekelas. Bukan begitu? Tentu saja kau perlu akrab dulu sebelum mengajak seseorang membolos jam pelajaran. Kkkkkk
"Astaga. Dia bodoh, polos atau bagaimana? Hahahaha. Mengajak seseorang yang tidak akrab, membolos jam pelajaran dengan menggunakan surat. Itu benar-benar konyol, Baek!"
"Karna itulah aku menolaknya tadi. Siapa dia berani sekali bertindak begitu padaku." Jawab Baekhyun cuek.
"Ah tentu saja kau adalah Byun Baekhyun. Gadis dingin dan cuek sejagad raya." Ujar Luhan. "Tapi Baek, bukankah itu aneh?" Luhan mengernyitkan dahinya dan menatap Baekhyun dengan penuh tanya.
"Maksudmu aneh bagaimana?" Baekhyun bingung dengan pertanyaan Luhan.
"Astaga Baek. Aku tahu kau cuek pada orang yang tidak akrab denganmu. Tapi tolong jangan menjadi bodoh." Sarkas Luhan
"Yak! Apa maksudmu aku bodoh, hah?!" Teriak Baekhyun.
Luhan terkekeh geli melihat reaksi marah sahabatnya.
"Pabo!" jawabnya sambil mendorong pelan kepala baekhyun dengan telunjuknya. "Bukankah aneh jika seorang lelaki tiba-tiba saja bersikap begitu? Apa jangan-jangan dia tertarik padamu?" Lanjut Luhan
"Kau gila?! Mana mungkin secepat itu. Jangan berkhayal Xi Luhan. Ini bukan cerita dalam drama. Tidak ada cerita yang seperti itu di dunia nyata. Mengerti?"
Luhan tertawa lagi. Sahabatnya ini benar-benar lucu dan unik.
"Kita lihat saja nanti. Bagaimana jika aku benar?" Tanya luhan percaya diri.
"Tidak akan. Kau itu, bisakah berhenti menjadi sok tahu?" Baekhyun memutar bola matanya malas.
"Ok baiklah. Jika aku benar, maka kau harus mentraktirku makan. Deal?" Tantang luhan.
"Terserah padamu,. Dasar nona sok tahu! Aku akan tidur. Kau tetap disini atau pulang?"
"Aku tetap disini. Ini masih jam 15:30. Nanti malam saja aku minta supirku untuk menjemput." Jawab Luhan
Baekhyun bangkit dari karpet yang sedari tadi mereka tempati menuju ke ranjangnya untuk tidur. Luhan pun mau tidak mau mengikuti Baekhyun dan tak lama setelahnya terlelap bersama dengan masih menggunakan seragam sekolahnya. Ckckck
.
.
.
.
.
TBC
AN:
Hai guys... Im really sorry karna udah nganggurin story ini setaun lebih:") Banyak banget kendalanya buat lanjutin story abal-abal ini, hiks.. Mulai dari males, kehilangan inspirasi, kerjaan, sampe lupa password akun sendiri:") but... Dont worry karna akhirnya gue akhirnya kembali.. Semoga pada masih inget ceritanya ya. Semoga juga kalian suka sama storynya. Makasih buat yang udah komen dan minta FF ini dilanjutin. Ini FF CHANBAEK ya guys. Jangan kuatir kalo semisal belom ada momen mereka sama sekali. Ini buat kebutuhan cerita aja dan sesuai sama alur yang udah gue bikin. Gue ga janji bakalan fast update. I'll try my best! Kalian suka alur yang cepet atau santai? Soalnya FF ini rencana awal cuma sekitar 10 chapter aja. But idk what happen next wkwkwkwk.. Keknya kurang ngefeel ya? Atau malah Chanpter ini aneh? Soalnya kan udah lama banget dianggurin hiks Akunya juga sampe kehilangan feel buat nulis ini. huhuhuhhu Mianhaeyoooo kalo semisal ini kurang memuaskan kalian. Chapter ini juga lebih pendek dari sebelumnya. Maafkaaaaan...
See you~
