Vice Versa

.

...

Disclaimer: Saya sama sekali bukan pemilik dari semua/sebagian Karakter atau Tokoh yang ada di dalam FANFICTION CROSSOVER ini, melainkan milik dari pemiliknya yang sah!

.

.

Chapter 02

Dimanapun dia singgah di setiap daerah atau kerajaan bahkan Ibu Kota sekalipun, selalu ada yang namanya kemiskinan, daerah kumuh, lebih parah daripada itu adalah masih adanya sistem perbudakan.

Manusia memperbudak manusia lain.

Mereka memperlakukan manusia lain sesuai kehendaknya. Mereka menyakiti manusia satu dengan yang lain tanpa ada memikirkan sedikitpun rasa sakit yang dialami oleh para budak dan rakyat miskin.

Kerajaan seharusnya menjadi suatu sistem yang menegakkan keadilan bagi semua rakyatnya. Rakyat yang tidak mampu dan tidak terdidik seharusnya mendapatkan keadilan dari Kerajaan- bukan malah menjadi sapi perah yang terus dieksploitasi.

Kejahatan di dalam diri manusia sudah menjadi-jadi. Ketamakan, keserakahan, kebiadapan yang seharusnya dibawa kedalam hukuman.

Para bangsawan tidak peduli pada kaum miskin, bahkan mereka sengaja menghambat kemajuan yang seharusnya bisa didapat oleh para orang dari daerah kumuh tersebut. Para bangsawan hanya ingin mengamankan posisinya di wilayah santai miliknya dengan menjadikan masyarakat miskin sebagai pijakan jalan untuk dia melangkah.

Para kaum kerajaan membodohi rakyatnya dengan hanya memberikan ikan untuk dimakan tanpa memberi pancingan dan melatih rakyatnya memancing agar bisa memancing dan mencari ikan sendiri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Rakyat dibuat hanya bisa bergantung pada Kaum Bangsawan, sehingga hidup dan mati mereka seakan ada di tangan para kaum tamak.

Bahkan diantara mereka ada yang diperlakukan sama seperti binatang atau bahkan lebih buruk daripada hewan peliharaan.

Begitulah yang Naruto lihat sepanjang pengembaraannya.

"Kenapa aku harus kembali terlibat hal seperti ini!"

Di saat hari yang semakin gelap di daerah itu dimana kabut yang menyelubungi bukan saja wilayah pelabuhan, namun juga sebagian besar daerah di kota. Daerah kumuh yang luas juga tidak luput dari kabut yang semakin tebal menyelimuti daerah tersebut. Gelapnya malam tanpa sinar bulan membuat malam menjadi semakin gelap.

Naruto yang baru saja meninggalkan tempat tinggal dari salah satu keluarga miskin yang dia tolong saat ini sedang berjalan menelusuri gang dan jalan di daerah kumuh.

Pemuda pirang itu berjalan berlahan karena niatnya untuk memperhatikan kehidupan masyarakat yang ada disana. Naruto semakin lama semakin jauh dari daerah tempat keluarga miskin yang tadi dia tolong.

Malam ini dia berencana mencari penginapan untuk beristirahat di daerah yang paling dekat. Namun, saat pemuda pirang itu berjalan mencari tempat yang cocok untuk beristirahat dia mendengar suara kegaduhan yang sepertinya berasal tidak jauh dari tempat dia berjalan.

"Hm, suara apa itu?" Gumamnya sambil berusaha memfokuskan diri untuk mendengar suara gaduh yang terdengar ada di kejauhan.

DUMM

DUMM

"Yappari." Gumamnya setelah memastikan bahwa suara gaduh yang sekilas tadi dia dengarkan memang benar adanya.

Pemuda itu mempercepat langkahnya, berlari, melompati satu bangunan ke bangunan lain dengan lincah. Gerak cepat di malam yang gelap dan di daerah sunyi membuatnya tidak dapat terlihat oleh orang-orang yang masih berada di jalan distrik.

Memang benar, dari sekitar jarak ratusan meter ke depan, Naruto melihat adanya debu yang tak lazim berterbangan, asap, dan suara gaduh yang tadi dia dengar semakin jelas. Naruto bergerak cepat mendekati tempat yang dia tuju karena menurut cerita dari keluarga gadis kecil yang beberapa saat lalu dia tolong, daerah kumuh ini sering terjadi tindak kriminal di saat malam hari.

Target para kriminal bukan saja dilakukan pada para bangsawan, namun juga para pedagang. Tapi, juga terkadang tentara kerajaan yang sedang melakukan kekerasan.

Ya, mungkin saja disana yang menjadi korban adalah orang yang tidak bersalah.

Maka dari itu Naruto mempercepat gerak sampai dia akhirnya tiba di tempat yang saat ini banyak orang berkumpul.

Disana Naruto melihat bocah berambut biru bersama dengan raksasa biru yang beberapa minggu lalu pernah bertemu dengannya. Naruto juga melihat pemuda berambut kuning yang dari keadaan yang ada disana menunjukkan bahwa dia adalah rekan bocah berambut biru.

Anak gadis berambut merah, tentara berambut merah, orang-orang dewasa yang berpakaian mewah, orang aneh dengan penampilan aneh, dan sekumpulan rakyat yang kelihatannya berasal dari lingkungan kumuh.

"Apa yang terjadi disini?" Batinnya setelah sampai dan melihat apa yang terjadi.

Posisi tempat Naruto berdiri saat adalah di atas sebuah menara yang lumayan tinggi ini sekitar dua puluh meter dari darah konflik.

Naruto memutuskan untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi disana. Walau sebenarnya dia sudah mengetahui dari situasi yang ditunjukkan dari tumpukan batu yang berserakan akibat dari pertarungan itu.

Dia melihat raksasa biru yang dahulu bersama dengan bocah berambut biru itu menyerang orang aneh yang berpenampilan aneh.

Orang yang dimaksud oleh Naruto sebagai orang aneh tak lain adalah Judal, salah satu Magi yang berasal dari Kekaisaran Kou. Namun, tentu saja Naruto tidak mengetahui bahwa orang aneh dengan penampilan aneh itu bernama Judal- apalagi mengetahui bahwa orang itu adalah Magi.

"Sepertinya keributan disini sudah berlangsung cukup lama." Ucapnya setelah melihat beberapa bangunan yang hancur dan luka antara dua pihak yang bertarung.

Naruto melihat dan bisa merasakan bahwa banyak energi yang mengitari orang dengan penampilan aneh yang melawan raksasa biru- Energi yang mengitari Aladdin sama seperti energi yang mengitari Judal.

"Wah.." Gumamnya saat melihat Judal berhasil menembus tubuh raksasa biru dengan gumpalan es yang hampir menyerupai ujung tombak dan sedikit terkejut saat melihat raksasa biru yang mengalami luka serius itu melakukan serangan balik saat itu juga.

DRTTTT

DASH

Raksasa biru itu berhasil menghancurkan perisai Kekkai Judal dengan hempasan dua telapak tangannya. Tubuh Judal jatuh ke tanah dengan luka yang berat dan dengan kondisi tidak sadarkan diri.

"Hm, raksasa biru itu kuat juga." Komentar Naruto yang memperhatikan pertarungan di depannya.

Dia melihat orang aneh itu sama sekali tidak sadarkan diri, dan raksasa biru yang terlihat belum puas setelah menghajar Judal hingga tak sadarkan diri, tampak ingin melanjutkan serangan.

Raksasa biru itu mengumpulkan di kedua tangannya energi walupun Aladdin sudah menyuruhnya untuk berhenti.

"Ini bahaya, semuanya menjauh!" Naruto bisa mendengar suara keras salah satu orang dewasa dengan pakaian mewah menyuruh pada semua orang yang ada di dekat raksasa biru itu untuk menjauh.

"Hm."

DUMMM

Raksasa biru itu menghantamkan kedua tangan dengan energi yang menggepal ke tubuh tak sadarkan diri orang aneh. Tapi, sayangnya ternyata tubuh orang aneh itu tidak ada lagi disana melainkan sudah berada di dalam pertolongan orang-orang yang baru saja datang menggunakan permaidani terbang.

"Hm, sepertinya aku pernah melihat tulisan seperti itu." Gumam Naruto sesudah melihat orang-orang dewasa yang berpenampilan mewah terkejut melihat orang yang ada di atas permaidani terbang yang menjadi kendaraan gerombolan yang baru muncul.

Kelompok yang ada dibawah terlihat bingung dan berpikir setelah munculnya kelompok dari Kekaisaran Kou. Naruto sudah sadar bahwa yang kelompok yang baru saja memasuki daerah konflik berasal dari Kekaisarn Kou setelah mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu.

Raksasa biru yang seperti kehilangan mangsa itu menyerang pihak yang baru saja datang, mungkin karena menyelamatkan targetnya.

"..."

Tapi, hal yang cukup mengejutkan adalah, ternyata kumpulan orang yang datang dengan permaidani terbang itu bukanlah orang-orang biasa- hal itu bisa dilihat bagaimana salah seorang dari mereka- seorang wanita berambut merah yang saat melihat raksasa biru yang bernama Ugo itu, segera saja mengalahkan sang raksasa biru dengan mudahnya.

"Dia mentransformasi senjata, sama seperti wanita Jendral yang beberapa minggu lalu." Gumam Naruto mengingat Hakuei yang sama memiliki kesamaan dengan wanita yang saat ini sudah mengalahkan raksasa biru.

"..."

Naruto melihat bocah berambut birulah yang paling kelihatan terkejut setelah melihat temannya dikalahkan bila dibandingkan dengan orang lain yang ada di tempat pertarungan. Alladin bergerak menyerang wanita yang baru saja mengalahkan raksasa biru dengan menembakkan energi dari tongkat kayu yang dia pegang walau gagal.

Karena jaraknya yang tidak dekat dengan tempat pertarungan, membuat Naruto bertanya-tanya apa yang dibicarakan dua pihak di depannya- pihak yang memang sudah ada disana dengan pihak yang baru saja muncul yang sudah menghabisi raksasa biru.

"?"

BRAAKK

Naruto yang sedang berpikir berusaha memprediksi pembicaraan kedua pihak di depannya, harus disadarkan karena merasakan adanya gerakan yang lumayan cepat menerjang ke arah dimana dia duduk.

Pemuda itu melompat cukup jauh mendekati daerah konflik sebelumnya, namun ternyata lompatan pertama tidak cukup karena sosok penyerang kini kembali menyerang, sehingga membuat Naruto terus melompat mundur menghindari serangan musuh.

TAP TAP

Naruto mendarat di tengah-tengah tempat yang sejak tadi dia lihat dari jauh.

Semua mata orang yang ada disana sekarang tertuju padanya dengan pandangan bertanya-tanya 'Siapa orang ini?'.

"..."

"?"

Suasana hening sejenak melingkupi tempat tersebut karena kehadiran seseorang yang sama sekali tidak dikenal. Seorang anak muda berambut pirang yang mengenakan jubah hitam aneh dengan motif ornamen awan merah gelap di beberapa tempat dijubah hitam yang seperti kelihatan terlalu besar.

Leher jubah itu menutupi sedikit bagian wajah anak muda itu, begitu juga pada bagian tangan, dan hanya bagian kaki yang menunjukkan hanya sebatas betisnya. Sebilah pedang tersandang di pinggang bagian kiri anak muda itu.

"Yo... Apa kabar?" Ucap Naruto pada semua orang yang ada disana dengan nada bersahabat.

"..."

"?"

"Tak kusangka ternyata sosok yang tadi kita kira sebagai orang yang berbahaya hanya seorang bocah." Ucap salah seorang yang berdiri di sebelah wanita yang tadi telah mengalahkan raksasa biru.

Orang yang mengatakan hal itu adalah sosok yang dari sikapnya adalah bawahan dari wanita di sebelahnya.

"Siapa yang kau bilang bocah, wajah pecundang!"

Naruto memandang jengkel pada orang yang di tangannya memegang kipas karena menyebutnya sebagai bocah.

"Apa kau bilang, bocah kurang ajar?!" Terlihat orang itu tidak terima dipanggil dengan sebutan 'Wajah pecundang'.

"Sepertinya begitu Ka Koubun. Ternyata kedua mata merah di atas menara tadi adalah orang ini." Ucap Wanita berambut merah yang saat ini di atas permaidani yang melayang.

"Sepertinya begitu, tapi kenapa kedua mata itu sekarang tidak merah?" Ucap orang yang ternyata bernama Ka Koubun.

Mereka tentu saja tidak salah melihat,, karena saat mendatangi tempat ini- mereka sempat melihat sosok yang duduk di atas menara yang ditutupi kegelapan malam. Sosok bayangan hitam itu di posisi duduknya, mereka bisa melihat satu pasang mata merah yang bersinar tak lazim dalam gelap.

Namun, saat ini sosok yang mereka kira memiliki bola mata yang bersinar itu ternyata memiliki bola mata biru.

Apa mereka salah melihat?

Apa tadi itu hanya bola mata makhluk malam? Atau hanya refleksi yang dipantulkan oleh suatu objek di gelap malam sehingga membuat seakan terlihat sepeti sepasang mata merah?

"..."

Naruto melihat sekelilingnya- dia melihat orang-orang dengan pakaian mewah, tentara berambut merah, anak berambut kuning dengan anak gadis berambut merah bersama dengan bocah berambut biru menatapnya dengan penuh tanda tanya.

"Yo, namaku Naruto- yoroshiku onegaishimasu." Ucap Naruto sambil nyengir.

"..."

"?"

"Aku akan menangani bocah ini, kalian bertiga bunuh mereka semua!" Perintah wanita berambut merah yang ada di atas permaidani terbang.

Wanita itu sepertinya ingin menghadapi Aladdin.

Saat itu juga dua sosok besar yang tadi berdiri di belakang wanita yang memberi perintah bergerak dengan cepat. Satu sosok yang berdiri di atas bangunan bergerak cepat ke arah Naruto, sedangkan yang dua lainya menuju ke arah semua orang yang ada disana.

Sosok bertubuh besar yang diperintahkan barusan membuat banyak kerusakan dengan menyerang para penduduk dari daerah kumuh yang ada disana.

"Hentikan dia Masrur!" Saat itu juga tentara berambut merah yang ternyata bernama Masrur tersebut menghentikan amukan dari orang yang bertubuh besar yang entah kenapa memiliki belalai besar layaknya seekor gajah.

Salah seorang lagi menyerang anak gadis bersurai merah dengan gerakan gesit yang melompat-lompat.

"..."

TRANK

"Wah, itu berbahaya sekali." Ucap Naruto pada orang yang menyerangnya.

CLANK

CLANK

CLANK

"...?"

SLASH

Setelah tiga kali beradu senjata, pedang yang digunakan orang yang menyerang Naruto terbelah, membuat pedang yang digunakan Naruto menyayat tubuh penyerangnya.

"Hebat juga senjatamu bisa menahan ayunan Kusanagi miliku sebanyak tiga kali." Puji Naruto.

"Kisama!" Suara serak sosok yang berada di balik kain hitam yang terdengar marah mengetahui bahwa ada yang tidak beres dengan tubuhnya setelah terkena tebasan K susanagi milik Naruto.

Sosok itu terlihat menahan rasa sakit di dadanya yang terkena tebasan, lalu karena marahnya dia mau mencoba menerjang Naruto kali berikutnya, namun tiba-tiba saja tubuhnya ambruk.

"?"

"..."

"Apa yang dia lakukan?"

"Apa yang terjadi?"

Beberapa orang disana terlihat sedikit heran melihat bagaimana orang bertopeng kain hitam yang melawan Naruto tiba-tiba rubuh.

Mereka tahu bahwa itu bukan dikarenakan sayatan yang baru saja dia terima di dada, karena ayunan pedang pemuda pirang itu terlihat melambat setelah ditahan oleh pedang lawannya.

Naruto memandang sosok penyerang lain yang bergerak lumayan cepat ke arahnya dengan beberapa kali melakukan lompatan.

DUAK

Naruto menahan tendangan musuhnya dengan kaki kanan, diikuti tubuhnya yang berputar tiga ratus enam puluh derajat di udara lalu memberikan tendangan super keras yang membuat lawannya tercampak belasan meter menembus beberapa bangunan.

Naruto bisa merasakan bahwa banyak pasang mata yang memandang ke arahnya dengan heran dan penuh dengan tanda tanya. Namun, pemuda pirang itu terlihat tidak peduli akan tatapan yang orang lain berikan.

"Hoi, kenapa aku juga ikut kalian serang?" Tanya Naruto santai pada sosok wanita bersurai merah dari Kekaisaran Kou yang kelihatan marah.

"Kau, beraninya menghabisi anak buahku." Geram wanita itu setelah melihat dua anak buahnya yang dikalahkan dengan mudahnya dengan pemuda pirang yang mengenakan jubah hitam aneh dengan motif awan merah.

Naruto bisa melihat wanita itu mulai mengucapkan sesuatu sebelum beberapa elemen air yang mulai menyelimuti dirinya hendak bertransfomasi.

"Tolong hentikan, Tuan Putri." Ucap orang berpakaian mewah berambut ungu yang memegang tangan wanita yang ternyata adalah seorang Putri. Seketika itu juga Naruto bisa melihat elemen air yang mulai menyelimuti wanita itu kembali ke senjata miliknya.

"Kenapa kau ini, transformasiku?" Kejutnya melihat bagaimana transformasi digagalkan dan dia yang terduduk.

"Tuan Putri, Anda pasti Putri dari Kekaisaran Kou?"

"Si, siapa kau?"

"Aku Sinbad, Raja dari Kerajaan Sindria." Jawab orang berpakaian mewah berambut ungu yang ternyata bernama Sinbad.

Entah kenapa Naruto merasa bahwa wanita itu terlihat merasa malu mendadak setelah Sinbad memperkenalkan siapa dirinya sebenarnya.

Sinbad yang terlihat berhasil menguasai situasi setelah berhasil meminta Aladdin menurunkan senjatanya dan mengatakan beberapa hal untuk menenagkan Aladdin yang terlihat masih tidak terima temannya dihancurkan.

"Dengar, ya! Aku tidak kembali karena kau yang meminta, tahu!" Ucap Putri Kekaisaran Kou menunjuk ke arah Sinbad, lalu dia berpaling ke arah Naruto, " Dan kau jangan sangka kau akan lolos begitu saja setelah melakukan hal ini pada kedua bawahanku." Tambahnya.

Saat setelah itu Putri Kerajaan Kou yang terlihat meninggalkan daerah itu dengan mengendarai permaidani terbang dengan membawa Judal, namun meninggalkan tubuh seorang bawahannya yang sudah tak bernyawa.

Naruto yang sudah melihat situasi beres segera melompat ke salah satu bangunan tinggi berniat meninggalkan daerah konflik, namun tampaknya harus tertunda setelah mendengar suara orang yang bernama Sinbad memanggil.

"Ada apa?" Tanya Naruto malas.

"Siapa kau sebenarnya?"

"Bukankah tadi sudah ku katakan bahwa namaku Naruto."

"Bukan itu maksud dari pertanyaanku. Yang ingin ku tanyakan adalah apa tujuanmu disini?" Jelas Sinbad.

"Hm, Aku hanya seorang pengembara yang hanya kebetulan mampir ke Balbadd." Jawab Naruto sambil melihat ke arah Aladdin yang terlihat sedih sambil memegang seruling recorder di kedua tangannya.

Naruto bisa melihat dengan jelas kesedihan yang diperlihatkan oleh Aladdin yang disebabkan temannya yang dihancurkan oleh musuh yang beberapa waktu lalu meninggalkan tempat mereka saat ini.

"Seorang pengembara yang kebetulan mampir ke Balbadd, ya? Masrur."

Entah kenapa Naruto melihat orang yang terlihat seperti tentara yang bernama Masrur itu melompat ke arahnya dan melancarkan tendangan berputar.

Gerakan dari Masrur tidak termasuk dalam kategori cepat, namun tidak juga termasuk dalam kategori lambat dalam pandangan Naruto.

Naruto bisa dengan jelas melihat serangan Masrur segera menunduk untuk menghindari tendangan berputar musuh dan dengan cepat menjaga jarak dengan beberapa kali salto ke belakang.

"Hei! Apa yang kau lakukan?!" Teriak kesal Naruto setelah berhasil mengambil jarak.

Tapi, ternyata Masrur tidak berhenti sampai disana, dia melompati beberapa gedung sebelum kembali melancarkan serangan- baik itu dengan tangan atau dengan kaki.

"Orang ini bukan orang biasa, tenaga dibalik pukulan dan tendangan yang dilancarkannya termasuk kuat." Setelah menghindari dan menahan setiap serangan Masrur.

Naruto sedikit mengambil jarak kembali lalu dengan cepat mengambil manuver maju ke depan dan memberikan tendangan satu lutut kanan yang sampai membuat Masrur tercampak membentur tumpukan batu di sebelah Sinbad.

Manuver cepat yang dilakukan Naruto ternyata tidak bisa diantisipasi Masrur dengan tepat. Manuver gerakan yang mendadak itu berhasil membuat Masrur dijatuhkan kembali ke arah rekan-rekannya.

"Orang itu hebat juga." Batin Naruto mengetahui bahwa tendangan dengan lutut kananya berhasil ditahan dengan kedua tangan sehingga tidak mengenai wajah- walau masih bisa melempar Masrur karena tendangan itu yang terlalu kuat.

"?"

Belum lagi Naruto bisa mengambil nafas lega, dia melihat dua utas tali dengan mata pisau di kedua ujungnya meluncur ke arah pemuda pirang itu.

CLANK

Namun, serangan ini juga dengan cepat dapat digagalkan Naruto dengan mengayunkan Kusanagi ke arah kedua mata pisau yang mengarah padanya dengan sekali ayunan. Naruto melihat ternyata kali ini yang menyerangnya adalah rekan Sinbad yang memakai kain hijau di kepalnya.

Naruto bisa melihat Sinbad, Gadis berambut merah, pemuda berambut kuning, dan yang mengenakan kain hijau di kepala melebarkan mata mereka terkejut melihat pemuda pirang di depan mereka.

Mereka bisa menduga bahwa pemuda pirang yang sekarang mereka hadapi bukanlah orang biasa saja, pemuda pirang itu kuat dan juga cepat.

"Assasin..." Gumam Sinbad setelah melihat bagaimana gerakan dan respons cepat Naruto menghadapi serangan. Sinbad sudah mengenal betul setiap gerakan dan karakteristik pertahanan dan serangan seorang Assasin.

Pemuda pirang ini bisa dengan jelas terlihat sebagai Assasin, walau sepertinya berada di tingkat yang selama ini belum pernah dia lihat di sepanjang perjalanannya mengelilingi dunia.

"Sepertinya begitu." Ucap Masrur yang sudah berdiri di samping Sinbad.

"Dari caranya menghindar, bertahan, dan melakukan serangan sudah bisa dilihat bahwa anak muda itu adalah Assasin. Tapi, bagaimana dengan usia yang muda itu dia sudah menjadi Assasin dengan kekuatan seperti itu?" Heran orang yang yang bersama dengan Sinbad.

Alibaba dan Morgiana yang mendengar percakapan antara Sinbad dan bawahannya menyetujui perkataan Pria yang disebut sebagai penguasa tujuh lautan itu.

Aladdin yang tadinya sibuk memikirkan Raksasa Biru temannya, seakan tersadar dari pikirannya setelah melihat dentuman keras Masrur yang menabrak timbunan batu. Aladdin juga mendengarkan percakapan dari orang-orang yang ada disekitarnya, termasuk Masrur yang sudah bangkit kembali.

Aladdin menyipitkan mata berusaha mempertajam indra penglihatan miliknya pada satu objek atau sosok yang berdiri di atas bangunan yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berada.

"Oi, apa maksud dari yang barusan?" Teriak Naruto pada Sinbad karena jaraknya yang sekarang beberapa meter dari banyak orang, "Kenapa kalian menyerangku?"

"..."

"Onii-san?" Bukannya jawaban dari Sinbad yang di dengar Naruto, melainkan gema suara dari Aladdin.

Naruto melihat ke arah bocah berambut biru yang namanya masih bisa dia ingat- Aladdin. Naruto hanya sekali bertemu dengan Aladdin dan saat ini mungkin yang kali kedua.

"Aku sudah terlalu ngantuk." Gumam Naruto karena merasakan rasa kantuk tiba-tiba. Perjalanannya yang sangat jauh hingga dia bisa sampai di Balbadd bukanlah hal yang mudah.

Naruto sempat beberapa kali harus memusnahkan tumbuhan sulur pemakan manusia yang memiliki ukuran raksasa. Ditambah dengan munculnya beberapa gerombolan perampok, dan belum lagi dia yang harus menempuh jalan yang panjang dan sempat tidak-tidur sedikitpun selama tiga hari lalu.

Membebaskan para budak yang ditahan oleh sekumpulan orang yang dari penampilannya terlihat seperti tentara kerajaan. Dari kasus pembebasan ini Naruto harus melumpuhkan tentara yang tidak sedikit jumlahnya dan memberikan beberapa perawatan pada para budak lalu membagikan beberapa kantung koin emas pada mereka untuk hidup dan menjauhi daerah dimana mereka akan dijadikan budak.

Sesampainya dia di Balbadd, Naruto sebelumnya sudah memutuskan akan beristirahant terlebih dahulu, namun niatnya itu harus tertunda sampai saat ini.

"Onii-san? Apa maksudmu, Aladdin?" Tanya pemuda berambut kuning alias Alibaba.

"Aku beberapa minggu lalu bertemu dengan Onii-san itu saat di perkemahan Klan Kouga, Alibaba-kun." Jawab Aladdin pada Alibaba.

Aladdin mengalihkan pandangannya dari Alibaba ke arah dimana tadi Naruto berada sebelum menyadari bahwa pemuda pirang itu sudah tidak ada lagi di sana.

Aladdin bisa dengan jelas melihat bahwa Naruto bukanlah orang biasa, setelah pertemuan mereka pertama kali. Dia melihat bagaimana Naruto menahan pukulan Ugo lalu membanting teman raksasanya itu dengan mudah.

Bukan hanya itu saja, menurut perkataan dari Hakuei-oneesan- Naruto sebelumnya juga telah melumpuhkan pasukan pemberontak dengan mudahnya, ditambah lagi pemuda pirang itu sepertinya memiliki kecepatan yang tak bisa ditangkap oleh mata orang biasa dalam bergerak.

Dia sama sekali tidak mengenali siapa Naruto karena baru bertemu sekali dan hanya berbicara beberapa kata saja dengan pemuda pirang itu.

"Dia sudah pergi." Ucap gadis berambut merah.

"Apa kau melihat dia tadi pergi, Morgiana?" Tanya Sinbad pada gadis berambut merah karena tadi sempat teralihkan dari ucapan Aladdin.

"Tidak, padahal aku sama sekali tidak megalihkan pandanganku." Ucap Morgiana heran tetap melihat ke tempat tadi Naruto berdiri.

"Jafar bagaimana denganmu?" Tanya Sinbad pada orang yang memakai penutup kepala kain hijau di sebelahnya.

"Aku juga tidak melihat dia menghilang." Jawab Jafar.


...

Tak jauh dari sana Naruto yang saat ini terlihat sedang berdiri di atas sebuah bangunan bobrok memperhatikan ke arah langit malam

Dia tidak akan pernah salah karena beberapa waktu lalu dia merasakan adanya kumpulan energi kuat yang tak jauh letaknya dari tempat sekarang dia berdiri.

"Hah, mungkin hanya perasaanku saja." Gumamnya setelah tidak lagi merasakan energi dengan niat jahat yang sebelumnya dia rasakan beterbangan di atas langit.

Naruto memutuskan bermalam di sebuah penginapan yang cukup nyaman untuk beberapa hari kedepan karena dia sudah memutuskan untuk tinggal di Balbadd beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain.

Naruto menggantung Kusanagi di dinding ruangan yang dia pesan untuk beristirahat setelah beberapa waktu sebelumnya telah membersihkan diri lalu mengisi perutnya.

"Perjalananku sepertinya masih jauh." Ucapnya lalu menutup mata karena sudah tidak bisa lagi menahan kantuk yang sudah menyerangnya.


...

(Dua Hari Berikutnya)

"Hm, sudah berapa jam aku tertidur?" Gumam Naruto yang berusaha membuka mata karena masih merasakan kantuk. Dia terbangun karena adanya suara ribut dan ledakan yang menggetarkan tempat dimana dia beristrahat.

Yang selalu tidak disadari atau tidak mau diakui oleh pemuda pirang itu adalah dia bisa tertidur beberapa hari tanpa bangun kalau rasa kantuk selama beberapa hari ditahan.

Dia sama sekali tidak mengetahui situasi di kota itu sudah dalam keadaan sangat genting dan berbahaya bagi semua orang yang ada disana, terutama bagi orang yang tertidur di tengah-tengah kekacauan.


...

Di tempat lain, Alibaba dan Morgiana melakukan penyerangan pada Raja Ahbmad. Dia sekarang setelah berhasil mendesak Ahbmad untuk lengser dari posisinya sebagai raja dan mengumumkan bahwa Balbadd sekarang menjadi Republik dengan mengakhiri sistem Kerajaan yang sudah beberapa generasi berlangsung.

Alibaba yang awalnya sudah berhasil membujuk Rakyat Balbadd, namun karena munculnya Kassim sang pemimpin dari pemberontak kabut sebenarnya yang menghasut rakyat kembali membuat situsai yang tadinya sudah terkendali, sekarang mejadi kacau.

Pertarungan antara Alibaba dan Kassim yang menggunakan wadah logam kejahatan pun terjadi. Kassim dengan mudah dapat ditundukkan sebelum pimpinan pemberontak kabut itu berubah menjadi monster raksasa hitam.


...

"Oi, apa yang kau lakukan, orang aneh." Kesal Naruto pada Judal yang entah kenapa menyerangnya.

Saat setelah Naruto terbangun lalu membersihkan diri dan kembali mengisi perutnya karena sudah beberapa hari tidak mengisi perutnya. Setelah semua itu selesai, pemuda pirang itu berencana kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan istirahatnya yang tadi sempat terganggu.

Namun, saat sudah di atas tempat tidur dan mau menutup mata- mendadak ruangan yang dia tempat diledakaan oleh satu sosok yang bisa melayang di udara.

Dan saat ini melayang sosok yang bernama judal itu, yang entah kenapa menunjukkan ekspresi jengkel.

"Kenapa juga aku diminta untuk membereskan orang ini." Ucap Judal yang sepertinya terpaksa melakukan perintah dari oraganisasi.

Seharusnya saat ini dia pergi untuk membalas perbuatan Magi pendek yang bernama Aladdin bersama dengan raksasa biru yang menghajarnya beberapa hari lalu.

"Sepertinya kau tidak menanggapi pertanyaanku, ya?" Ucap Naruto berjalan lalu menyandangkan Kusanagi di pinggang.

Judal yang sepertinya tidak mau menunggu lama lagi langsung saja menembakkan kumpulan sinar kuning ke arah Naruto. Serangan terang-terangan itu dengan mudah dihindari Naruto dengan melompat ke atas atap ruangannya yang sudah hancur.

"Sepertinya kau lumayan juga." Seringai Judal setelah melihat bagaimana cepatnya gerakan Naruto menghindari serangan yang dia lancarkan.

Tak berhenti sampai disana saja, Judal kembali menyerang Naruto secara membabai-buta sehingga menyebabkan banyak daerah yang hancur dan bahkan ada orang-orang yang terluka karena serangan itu.

"Oi berhenti, banyak orang yang terluka!" Teriak Naruto geram, "Sepertinya kau tidak mau mendengarkan, ya." Ucap Naruto yang sudah ada di depan Judal.

Melihat itu tentu saja membuat Magi Kekaisaran Kou itu melebarkan matanya, wajahnya yang tadi menyeringai sekarang terlihat sedikit mengeras.

DUAK

DUMMM

Satu tendangan Naruto lancarkan pada Judal yang saat itu juga dilindungi oleh Borg, namun karena kuatnya tendangan yang Naruto lancarkan membuat Judal diterbangkan cukup jauh. Tendangan itu membuat Magi hitam itu membentur banyak bangunan yang sudah ditinggalkan oleh orang-orang karena mengungsi karena kekacauan yang terjadi.

"Kekkai?" Gumam Naruto yang tadi sempat melihat Judal dilindungi semacam Kekkai saat kakinya hampir mengenai Magi pembuat onar.

Naruto melompati satu bangunan ke banguan lain menuju arah dimana Judal terpental. Setelah beberapa belas meter dia bergerak, Naruto melihat Judal melayang di udara dengan kondisi tidak terluka sama sekali.

Dia melihat Judal masih memasang seringai sombong di wajahnya.

"Tak kusangka aku akan bertemu dengan orang sepertimu disini." Seringai Judal.

"?" Naruto tidak memperhatikan perkataan Judal melainkan beberapa gumpalan asap tebal yang membumbung ke langit. Asap itu berada di daerah belakang tubuh Judal- sekitar lima puluhan meter di belakang. Naruto juga melihat kobaran api yang membakar perumahan warga Balbadd.

Di dataran tertinggi, Naruto melihat dengan jelas suatu objek menyerupai tiang kabut hitam yang menutupi langit sekitar istana kerajaan. Naruto bisa merasakan energi besar tersebut semakin lama semakin membesar.

"Apa yang terjadi disini!?" Kejut Naruto melihat keadaan yang ada di depannya.

"Hah, kau tidak tahu bahwa kota ini dilanda oleh kerusuhan? Apa kau sedang tidur beberapa hari ini?!" Ejek Judal.

Naruto sudah mengetahui bahwa Judal tidak akan membiarkannya begitu saja pergi ke tempat itu. Maka dari itu Naruto yang ada di atas bangunan itu memutuskan untuk membereskan sang Magi terlebih dahulu.

WUSSHH

CLANK

CLANK

CLANK

BZZZTTT

Naruto yang melemparkan beberapa senbon besi ke arah Judal yang masih saja dilindungi Borg miliknya. Melihat serangannya yang tidak bisa menembus Borg musuh, membuat Naruto memutuskan untuk menggunakan Jutsu.

"Hahahaha! Ada apa? Apa hanya sampai segini saja kekuatanmu!" Ejek Judal lagi yang melayang di udara.

"Posisinya yang berada di udara membuatku sulit menyerangnya, kalau begitu..."

Katon: Gokyaku no Jutsu

Gumpalan bola api seukuran rumah menghantam Judal yang berada di udara. Tembakan bola api itu menyelimuti sang Magi yang berada di dalam Borg.

GUUOOOOOO

"Ternyata dia juga bisa menggunakan ..." Gumam Judal heran lalu menyadari bahwa Borg yang melindunginya mulai sedikit retak.

"Tampaknya serangan ku tidak berhasil."

SWUNGG

SWUNGG

SWUNGG

SWUNGG

BLAR

BLAR

BLAR

BLAR

Naruto yang melihat Jutsu tembakan bola api yang baru saja dia keluarkan tidak berhasil membuatnya mengambil strategi lain, yaitu melemparkan beberapa pisau dengan kertas peledak yang dia ambil dari katung senjata.

Benar saja ternyata kali ini serangan yang Naruto lancarkan berhasil menghancurkan Borg milik Judal walaupun masih belum bisa melukai sang Magi yang masih melayang di udara.

"Sialan, kau membuat pertarungan ini semakin menarik!" Seringai Judal yang mulai membentuk gumpalan petir di senjata yang ada di tangannya.

BLAAR

BLAR

BLLAR

Naruto terus-menerus dipaksa untuk menghindari sambaran petir yang kuat itu sambil sesekali melemparkan pisau dengan kertas peledak ke arah Judal yang ada di udara. Saling serang itu terus berlangsung sampai mereka berdua bergerak menjauh dari arah pusat Istana Kerajaan Balbadd.

Serangan Naruto beberapa kali gagal karena hantaman sambaran petir milik Judal.

"Ini tidak baik, kerusakan yang ditimbulkan terlalu besar." Batin Naruto yang masih terus menghindari serangan Judal yang banyak menghancurkan daerah itu.

Suiton: Suiryuudan no Jutsu

Judal melebarkan matanya sekali lagi setelah melihat adanya naga air besar yang terbentuk di sebelah Naruto yang telah selesai melakukan segel tangan sambil menghindari serangan Judal.

"Bukan hanya api, tapi air juga ..." Batin Judal melihat Naruto membentuk naga air.

Naga berukuran besar itu d tubuhnya terdapat beberapa tulisan aneh di sepanjang tubuh yang panjangnya sekitar tiga puluh meter. Tulisan atau motif-motif aksara tak lazim berada di dalam tubuh Jutsu naga air raksasa.

Naga terbang di atas Naruto meliuk-liuk itu tentu saja bisa dilihat dengan jelas oleh orang-orang yang ada di sekitar sana.

BOOOMMM

Naga itu bergerak dengan cepat dan menghantam Judal yang mau tak mau membuat sang Magi menghantam darat dengan keras. Belum lagi Judal memulihkan dirinya, Naruto memanfaatkan selagi Judal yang berada di darat dengan menerjang dan menebas sang Magi yang masih dilindungi oleh Borg baru.

BRAK

Judal terseret belasan meter karena kuatnya ayunan Kusanagi. Naruto terus- menerus menyerang Judal yang berada dalam Borg.

Berlahan-lahan Borg Magi Judal terlihat mulai hancur, saat Naruto ingin melakukan ayunan terakhir- Judal menyeringai sadis ke arah Naruto.

"Kena kau!" Teriak Judal sebelum gumpalan es seukuran kapal menimpa Naruto.

BUMMM

"Hahahaha, kau kuat juga- ku akui bahwa sudah lama aku tidak bertarung seperti ini!"

Judal melihat tempat tadi Naruto berada saat ditimpa oleh Gumpalan Es sebesar Kapal. Magi kegelapan itu meyakini bahwa pemuda pirang itu tidak akan sempat menghindari serangannya karena ruang lingkup serta timingnya waktu menyerang sangat sempit untuk dihindari.

Karena tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan lagi dari musuh yang memang seharusnya sudah mati, Judal membalikkan tubuhnya berniat untuk pergi ke Istana Kerajaan untuk menyelesaikan urusannya dengan Aladdin.

Namun, niatnya itu harus terhenti saat tangan kayu raksasa menghancurkan gumpalan es raksasa itu. Kayu-kayu itu kemudian menyatu dengan cepat membentuk seperti tangan lalu kayu besar menerjang Judal dan berhasil menangkan Sang Magi yang gagal untuk meloloskan diri.

"Ap, apa ini?!" Gumam Judal terkejut. Saat ini dia yang di dalam Borg tidak bisa bergerak kemanapun karena tangan Kayu Raksasa yang menangkapnya.

Tangan itu tampak mulai meremukkan Borg yang melindungi Judal.

"Hah, yang tadi itu benar-benar nyaris!" Naruto keluar dari balik tumpukan es yang berserakan. Untung saja dia sempat menggunakan Mokuton: Mokujoheki untuk melindungi dirinya dari serangan Judal.

"Bagaimana bisa kau masih hidup?" Tanya Judal geram sambil berusaha menahan Borgnya agar tidak dihancurkan cengkraman tangan Kayu Raksasa Naruto.

"Hm, mengenai hal itu tidak bisa kukatakan padamu." Jawab Naruto santai berjalan mendekati Judal, "Kau tahu kalau tangan kayu ini bisa menghancurkan Kekkaimu?" Lanjutnya setelah berada di depan Judal.

CRACK

DESH

Borg Judal hancur akibat cengkraman tangan kayu yang semakin kuat. Sekarang sang Magi sudah berada di dalam genggaman tangan kayu itu secara langsung melakukan kontak tanpa ada pembatas.

"Apa yang kau lakukan padaku!" Teriak Judal setelah merasakan tubuhnya yang mendadak lemah dan kesadarannya mulai menghilang.

"Soal itu juga aku tidak akan memberitahukannya, jangan khawatir karena kau akan mati disini karena sudah banyak membuat korban tak bersalah berjatuhan."

"..."

Naruto mengeluarkan Kusanagi dari dalam penutupnya lalu mengarahkan ujung mata katana itu pada kepala Judal.

"Sayonara..." Ucap Naruto sambil memajukan mata Katananya ke arah kepala Judal secara berlahan.

"..."

"?"

WUSSHH

BLARRR

Dari arah samping atas Naruto, suatu objek berkonsentrasi kuat menghantam tempat pemuda pirang itu tadi berdiri.

Naruto masih bisa menghindari serangan musuh, walau sedikit bagian jubahnya yang terbakar.

"Ada apa lagi sekarang, apa kau juga ingin membunuhku?" Tanya Naruto pada orang bertopeng yang saat ini melayang di udara.

"Tidak, aku Cuma tidak bisa membiarkanmu membunuh Magi kami." Jawab orang bertopeng, "Aku hanya datang ingin membawanya."

Orang bertopeng itu terlihat menghilangkan Judal dari genggaman Tangan Kayu yang sudah sebagian rusak karena ledakan yang dibuat oleh musuh. Entah kemana sekarang keberadaan dari Magi sombong yang banyak bicara itu.

DUMM

Naruto bisa memperkirakan bahwa orang yang saat ini di depannya merupakan dalang dibalik semua kekacauan yang terjadi di Balbadd. Naruto dengan sekuat tenaga melompat dengan kecepatan yang tidak biasa hingga dia berada diposisi sejajar dan dekat dengan musuh yang melayang di udara.

"Bagaimana bisa!?" Orang bertopeng itu terkejut saat melihat Naruto yang entah bagaimana sudah ada di depannya.

"Jangan harap kau akan kubiarkan pergi begitu saja setelah semua kekacauan yang kau sebabkan disini." Ucap Naruto lalu menghantam orang itu dengan sekuat tenaga.

Pukulan kuat dan super cepat Naruto itu menghantam Borg musuh dan membuat musuh terbang jauh menuju pelabuhan Balbadd.

"Kuat sekali.." Gumam orang bertopeng yang saat ini berusaha menahan tubuhnya agar tidak terlalu jauh terpental. Borg dari orang itu mulai retak walaupun akhirnya pulih kembali setelah menerima pukulan Naruto.

"Dasar bodoh dengan begini aku akan lebih mudah meninggalkan tempat ini." Ucapnya santai melihat dirinya yang ternyata terpental ke arah pelabuhan.

Namun, belum lagi bisa bernafas lega, orang bertopeng itu sudah lagi melihat suatu objek yang terbang ke arahnya dengan sangat cepat.

"Serangan berikutnya, ya? Percuma saja sekecil itu- sama sekali tidak akan bisa menghancurkan Borg milikku." Gumamnya melihat objek yang terbang ke arahnya tidak terlalu kuat.

BLLLLLAAAAARRRRR

AAARRRRKKKHHHHH

Saat objek itu bersentuhan dengan Borgnya yang mulai terkikis sebelum meledak menghancurkan bukan saja Borg melainkan juga tubuhnya di udara membentuk bola raksasa di udara.

"Sepertinya Rasen Shuriken berhasil mengenainya." Ucap Naruto pada dirinya sendiri melihat ledakan di udara dari jarak yang cukup jauh.


...

"Kalian lihat itu Jafar, Masrur. Dia bukan saja mengalahkan Judal dalam pertarungan satu lawan satu, tapi juga menghabisi pria bertopeng itu dengan mudahnya." Ucap Sinbad yang telah melihat sebagian besar pertarungan yang terjadi disana.

"Ya, kami melihatnya." Ucap dua bawahan Sinbad bersamaan.


...

a/n:

Wah saya gak nyangka kalau ada yang merespons fic baru saya ini.

Yah, sebenarnya fic saya ini saya buat karena tidak bisa menemukan satupun fic NarutoxMagi yang bagus selama masa pencarian di Mbah Google.

Karena dari kegagalan dalam menemukan itulah fic ini hadir (*puitis).

Rasa sedikit kesal juga karena gak bisa nemui Fic MagixNaruto (Padahal kalau Fic crossover lain banyak betaburan).

Mengenai jalan cerita dari Fic MagixNaruto ini akan sedikit berbeda dari yang ada di Canon Magi dimana Naruto mungkin tidak akan mengikuti pertualangan bersama Alddin dan Alibaba, tapi mungkin akan secara tidak sengaja mengalami pertemuan.

Untuk fic saya yang lain mungkin akan sedikit tersedat karena saya yang memiliki 'Urusan'. Jadi saran saya karena fic saya yang lainnya belum juga update, untuk mencari fic lain dulu ya, sebelum fic saya yang lain update (Bisa juga loh dicek di Fanfiction favorite saya*Jamin deh bagus*)

Yak sampai disini saja.

Terimakasih ya terkhusus bagi yang sudah meriview, follow, dan Favorite...

Ok.

Sekian.

BYe.

Hillsen Out.


06th Augst 2016