Pagi yang cerah untuk memulai hari yang ceria, tetapi bagi seorang Haruno Sakura ia tidak bisa bersuka ria, karena sebentar lagi dia bakal punya suami. Hari ini juga Tenten pulang dari Sunagakure habis pertandingannya. Dia sangat terkejut saat ia melihat bangkunya diduduki seorang cowok.

"eh lo ngapain duduk dibangku gue, sana minggir !"

"heh, lo siapa main marah-marah aja"

"gue yang sebelumnya duduk disini"

"emm Ten tenang dulu, jadi gini dia ini anak baru disini terus Pak Asuma nyuruh dia duduk disini, jadi lo duduk disamping Neji ya" ucap Temari menenangkan Tenten

"Neji? yang mana ?"

"itu…" jelas Ino menunjuk bangku kosong disamping Neji

"ohhh.. oya gue liat Sakura dari tadi murung banget, ada apa sih ?"

"huh panjang ceritanya Ten, Sakura sekarang lagi stress banget ntar gue certain tapi diluar aja" bisik Hinata

"oh ya udah yuk kita keluar"

Hinata pun menceritakan masalah yang lagi ditanggung Sakura, Tenten terkejut bukan main mendengar cerita Hinata ia bahkan merasa tidak mungkin itu terjadi pada anak usia 17 tahun.

"apa lo serius Hinata, Sakura kawin muda.. hah ?"

"st.. jangan keres-keres ngomongnya, nanti ketahuan orang"

"nyokap nya Sakura itu gila apa? Masa anaknya mau dinikahin umuran gini, kan aneh !"

"hmm iya juga sih, huh gue juga bingung"

"ck, kasian Sakura. Hmmm.."

"hey Hinata" tegur Naruto

"ehh Naruto.. ada apa "

"ntar Malem lo ada acara gak ?"

"emm gak ada, emang kenapa ?"

"gue mau ngajakin lo dinner, lo mau ?"

"emm, boleh"

"oke ntar malem gue jemput jam 7, oke !"

"iya.."

"lo suka sama dia" tanya Tenten menggoda Hinata setelah kepergian Naruto

"hmm, iya" jawab Hinata dengan malu

"huuu.. dia ganteng ya.. jangan-jangan gue juga naksir lagi"

"hah ?"

"gak kok, gue cuman bercanda.. lagian tipe gue gak kaya dia"

"hmm. Lo itu mah gak suka cowok, lo kan tomboy" kata Hinata bercanda

"sialan lo, gini-gini gue juga suka cowok tau.." ucap Tenten

"hahhahah.. iya-iya gue tau, lagian gue cuman bercanda kok.. santai aja.. hahhahaha"

"emm iya, ya udah masuk kelas yok" ajak Tenten

"ayoo.."

Pelajaran pun dimulai dikelas itu suasananya lain dari pada yang lain, membuat guru yang mengajar disana pun bertanya-tanya, biasanya dikelas inilah yang paling susah diatur, tapi entah kenapa hari ini kelas itu dalam keadaan tenang dan sunyi.

"anak-anak kenapa kalian loyo semua, biasanya kalian.." guru itu tidak melanjutkan perkataannya

"Bu, diem salah ribut juga salah.. apa sih maunya" ucap murid dikelas itu

"bukannya begitu, hanya saja tidak biasanya"

"hhhh, iya sih Bu saya juga bingung, kenapa ya.."

"kok kamu malah nanya balik sama saya ! sudah kerjakan tugas mu" kesalnya

"eh Sakura, lo ko dari tadi diem aja, lo masih kepikiran kejadian malam tadi" Tanya Sasuke pelan

Sakura yang ditanya hanya mengangguk iya, dia hari ini sangat malas untuk berbicara, dia pun akhirnya ijin kekamar kecil sendirian tidak biasanya dia sendiri. Padahal jika dia mau kekamar kecil dia pasti selalu minta ditemani, hal ini membuat anak-anak Black Angel jadi bingung. Saat diperjalanannya, Sakura bertemu dengan seorang cowok ganteng, yang pernah dia suka. Akasuna Sasori

"Hai Sakura apa kabar ? aku udah lama gak ngeliat kamu"

"hah ? oh kak Sasori, aku baik-baik aja kok, kak tolong jangan pake bahasa formal ke aku, kita kan teman jadi pake bahasa yang biasa aja"

"oh iya, lo mau kemana ?"

"gue mau kekamar kecil, dah dulu ya kak, bay"

"ya.. bay"

Didalam kelas Ino, Temari, Hinata dan Tenten sedang cemas akan keadaan sahabatnya itu.

"duuhhh Sakura kok lama banget sihh" ucap Ino

"iya.. lama banget, gue jadi khawatir.." balas Temari

"huffttt ini semua kan gara-gara ide gila nyokap Sakura sama nyokap Sasuke tuu" tambah Hinata yang ikut juga ngerumpi bersama Ino dan Temari dibelakang.

"eh emang kenapa nyokap Sakura, sama nyokap Sasuke" Tanya Sai

"loh ? lo gak tau Sai" balas Ino terkejut

"enggak,kita gak tau yakan Shikamaru"

"iya.."sahut Shikamaru

"Ya tuhann.. kalian bedua ini kan sahabat nya Sasuke, masa gak tau cerita" kata Ino frustasi

"iya ni ! masa Sasuke gakda bilang apa-apa sama kalian" timpal Temari

"sttt.. sudah-sudah jangan berantem disini nanti kedengeran Bu Tsunade" bisik Hinata menenangkan kedua sahabatnya itu.

"lagian Sai sama Shikamaru juga aneh banget !" ucap Ino jengkel

"oya Yamanaka Ino, gue boleh minta nomor hape lo gak ?" Tanya Sai dengan senyuman yang terlukis diwajah tampannya

"nanti aja, bukan saatnya ngomongin nomor telepon !" tolak Ino dengan juteknya

"yahhhh" keluh Sai

"emm Temari, gue mau minta.." ucapa Shikamaru terpotong karena keburu Temari sela

"gue gak mau, lo pasti sama kan kaya Sai, mau minta nomor hape"

"tapii. Temari.. hmmm" Shikamaru kecewa dan menundukan wajahnya

"mereka ngomongin apa sihh ?" batin Tenten yang penasaran, karena dia duduk paling belakang, jadi ia tidak tau apa yang lagi dibicarakan sahabat-sahabtnya itu

Jam sudah menunjukan waktu 10 pagi, ini sudah jam istirahat, tetapi Sakura tak kunjung datang membuat Sasuke gelisah, karena calon istrinya ini belum juga kembali kekelas. Membuat dia bingung sendiri harus melakukan apa. Akhirnya dia memutuskan untuk tetap menunggu dikelas.

"Sasuke, lo gak kekantin" teriak Naruto membuat Sasuke kaget

"sialan lo ! kalo gue jantungan gimana" ucap nya marah

"weess, santai broo.. gue cuman bercanda"

"bercanda bercanda, gak lucu"

"lo kenapa sih Sasu ? dari tadi gue perhatiin lo melamun terus, ada masalah apa lo ?" Tanya Neji yang membuka suara

"paling dia hampa, gak ada princes nya ?" ejek Shikamaru

"maksud lo ?" Tanya Neji lagi

"Haruno Sakura.." jawab Shikamaru

"jadi lo suka sama dia, Far ?" Tanya Naruto

"ahhh.. ngaco kalian semua, gue gak suka sama dia, ngerti !"

"Sasuke, ngomong-ngomong tentang Sakura, lo ada hubungan apa sama dia ? kayanya ada yang lo sembunyiin dari kita ?" selidik Sai yang mulai serius

"iya Sasuke, gue juga curiga, soalnya tadi tu bubuhan cewek-cewek itu ngomongin lo sama Sakura, mereka marah-marah gitu sama nyokap Sakura and nyokap lo, sebenarnya ada apa sih ?" ujar Shikamaru yang menanyakan panjang lebar

"jadi gini, tapi kalian jangan kaget, karena ini bukan kemauan gue atau pun kemauan Sakura"

"iya, iya udah cepat cerita sama kita !"

"gue bakal dijodohin sama Sakura, dan seminggu lagi gue bakal nikah sama dia.."

"APPAA ?" ucap mereka sangat terkejut, sampai-sampai Naruto yang lagi minum langsung tersedak

"lo gak bercanda Sasuke, lo kan baru SMA masa udah mau dikawinin, gila ya nyokap lo" ucap Sai tidak percaya

"hhmmm" Sasuke hanya mendesah berat

"asstagaa.. terus jadi sekarang lo mau ngapapain ?" Tanya Sai yang kembali tenang dengan gayanya yang terkesan cool

"ya.. mau gak mau gue harus ngikutin apa kata orang tua gue"

"ya Tuhan, kasian nya sobat kita ini" ucap Naruto menepuk bahu Sasuke

"sabar aja ya sob ! kita pasti bakal bantuin lo sama Sakura"

"thanks ya, men !"

"oya, lo udah ngasih tau Karin. Soal lo mau nikah ?" Tanya Neji yang mengejutkan semuanya

"belum" jawab Sasuke datar dan terkesan dingin

"loh kenapa ?"

"gak papa"

"oya Shikamaru, kita datangin Ino sama Temari yok dikantin" ajak Sai

"ayokk, ! gue kangen sama Temari"

"eitss tunggu dulu, Shika lo suka sama Temari ?" Tanya Naruto heran

"ya gitu dehh, lo sendiri malam ni mau kencan kan sama Hinata"

"hah ? dari mana lo tau ?"

"ada dehhh.. ya udah ya gue mau susul Temari, ayo Sai !"

"ckckc, Shikamaru langsung berubah ya saat kenal Temari! Tapi mereka masih aja sempat-sempatnya mikirin cewek" kata Neji menggelengkan kepalanya.

"hahaha, mereka kan memang seperti itu.." ucap Naruto tertawa