Makasih banyak atas saran dan review kalian ya. Karena banyak yang suka 1 chapter untuk 1 pairing, jadi aku bikin seperti itu. Urutan pairingnya sesuai dengan urutan jadian mereka di Between Hate and Love. Jadi bagi yang udah pernah baca fic itu, udah tahu dong siapa pairing berikutnya….
Bagi yang belum baca, --cari tahu dengan jarimu--. Ha…ha…ha bercanda, nanti akan diberitahu di akhir chapter ini kok.
………………………………
Kencan 1: SaiIno
Sasuke, Sai, Naruto, Shikamaru dan Neji sedang kumpul bareng di ruang klub basket cowok setelah selesai latihan. Anggota klub basket cowok yang lain sudah pulang semua. Sebenarnya mereka berlima berkumpul di ruang klub basket cowok itu bukan untuk rapat, tapi untuk membicarakan tentang tempat kencan yang baik untuk Sai dan Ino. Disisi lain, klub basket cewek sedang rapat di ruangan sebelah.
"Ha…ha…ha…. gimana Ino nggak marah coba? Masa kencannya selalu di kuburan." Naruto tertawa mendengar cerita Sai tentang kencannya dengan Ino. "Sai, walaupun kamu mirip setan. Tapi nggak perlu seperti itu kan. Aduh ha…ha…ha…perutku sampai sakit karena kebanyakan tertawa." Lanjut Naruto yang masih tertawa sambil memegangi perutnya.
"Huh….kamu kan sama saja. Selalu kencan di restoran ramen." keluh Sai, tampaknya dia sudah pasrah ditertawakan Naruto.
"Tapi restoran ramen masih jauh lebih baik dari kuburan kan ha….ha...ha." kata Naruto sambil tertawa lagi.
"Diam sedikit! Cowok ramen." keluh Sasuke yang lama-lama kesalnya juga sama si Naruto ini.
"Apaan sih, Teme." protes Naruto karena dipanggil gitu sama Sasuke.
"Apa katamu, Dobe. Berani sekali kau memanggilku Teme." Sasuke juga nggak terima dipanggil gitu sama Naruto.
"Teme!" Naruto nggak mau kalah.
"Dobe!" Sasuke juga nggak mau kalah.
"Sudah dong. Kita kan kumpul disini untuk membantu Sai mencari tempat kencan yang bagus." kata Neji menghentikan pertengkaran Naruto dan Sasuke.
-
-
Setelah diskusi selama setengah jam, akhirnya mereka memutuskan tempat kencan yang mungkin bakalan disukai Ino.
"Gimana, kamu setuju Sai?" tanya Neji.
"Hm…..aku rasa ide kalian bagus juga. Makasih ya." kata Sai sambil mengambil tasnya. "Sudah ya, kalau begitu aku ajak Ino dulu." kata Sai sambil berlari kecil.
"Huf….kenapa kita harus berkumpul untuk membicarakan hal nggak penting seperti kencan sih?" keluh Shikamaru yang hampir tertidur di kursinya.
"Jangan gitu dong, Sai kan teman kita juga." kata Neji sambil berdiri dari kursinya. "Lagian, kencan bukan hal yang nggak pentingkan." Lanjutnya.
"Shikamaru, bagaimana dengan kencanmu dan Temari? Kamu pernah ngajak dia kemana saja?" tanya Naruto penasaran.
"Kencan itu, memang hal yang paling merepotkan." kata Shikamaru cuek.
"Hah?" Naruto hanya bengong saja mendengar jawaban Shikamaru.
__BHNL SPECIAL Kencan__
Sementara itu klub basket cewek yang sedang rapat di ruangan sebelah……..
"Jadi begitulah. Mulai minggu depan kita………."
KREK
"Ino!" panggil Sai
"Eh! Sai?" Ino kaget melihat Sai yang tiba-tiba saja udah masuk ke dalam ruang klub basket cewek. Udah gitu dia nggak ngetuk pintu lagi. Tenten sampai nggak bisa melanjutkan kata-katanya, sementara Temari, Sakura dan Hinata hanya bengong saja melihatnya.
"Sai! Bisa nggak, kalau masuk kemari ketuk pintu dulu?" keluh Tenten yang agak kesal karena rapatnya jadi terganggu.
"Ah iya. Maaf aku lupa." Sai membungkukkan badannya sedikit dan meminta maaf pada Tenten dan yang lain. "Bisa pinjam Ino sebentar?" pinta Sai.
"Iya, tapi cepat ya." kata Tenten sambil kembali melanjutkan rapatnya. Ino langsung ngikutin Sai yang sudah keluar duluan.
__BHNL SPECIAL Kencan__
Kembali ke Sasuke, Naruto, Shikamaru dan Neji…………….
"Kok lama banget sih rapatnya." keluh Neji yang sedang nungguin Tenten selesai rapat. Sasuke, Naruto dan Shikamaru juga sedang nungguin pacar mereka masing-masing.
"Teme!" panggil Naruto ke Sasuke yang lagi main game di HPnya.
"Sasuke! Panggil aku Sasuke, Dobe!" keluh Sasuke.
"Iya deh Sasuke. Ng…..kamu kan tinggal serumah dengan Sakura. Kalian nggak berbuat yang aneh-aneh kan?" tanya Naruto.
"Aneh-aneh gimana? Huf….mau kencan saja sulit banget." keluh Sasuke sambil melanjutin main gamenya.
"Hah? Sulit gimana?" tanya Naruto penasaran. Neji juga jadi penasaran dengan ucapan Sasuke, sementara Shikamaru sudah tertidur lelap di kursinya.
"R-A-H-A-S-I-A" kata Sasuke cuek, membuat Naruto dan Neji jadi semakin penasaran.
__BHNL SPECIAL Kencan__
Kembali ke SaiIno……..
"Sai kamu ada perlu apa sama aku? Penting banget ya?" tanya Ino heran.
"Ah nggak juga kok. Hanya saja ada yang mau kutanyakan padamu." kata Sai sambil terus menatap Ino. "Ng….ha….hari ini kita kencan yuk." ajak Sai yang nggak pakai bertele-tele lagi.
"Nggak mau ah. Pasti ke kuburan lagi." tolak Ino. "Selama ini kan kuburan adalah tempat kencan terbaik menurutmu." Lanjut gadis berambut pirang itu.
"Bukan ke kuburan kok. Kali ini kita nonton bioskop ya."
"Beneran nih nonton bioskop?" tanya Ino bersemangat. Sai hanya mengangguk sambil tersenyum kecil. Ino senang banget karena cowoknya itu akhirnya ngerti juga tentang keinginannya. "Film apa?" tanya Ino lagi.
"Entahlah. Sepulang dari sini, rencananya aku mau beli tiketnya dulu." kata Sai sambil melihat jam tangannya.
"Kalau gitu. Cepat beli tiketnya." kata Ino yang udah nggak sabaran pingin nonton dengan Sai.
"Kamu nggak apa-apa pulang sendiri?" tanya Sai perhatian.
"Nggak apa-apa kok. Kan ada Sakura, nanti aku pulang bareng dia saja." kata Ino yang rumahnya searah dengan rumahnya Sasuke. "Biar dia nggak bermesraan terus dengan Sasuke." Lanjut Ino. Sai hanya tertawa kecil mendengarnya.
"Kalau begitu nanti aku telpon kamu. Aku pulang dulu ya!" pamit Sai sambil berlari kecil.
__BHNL SPECIAL Kencan__
-
2 jam kemudian………………..
"Sai kemana sih? Kok dia belum datang juga. Katanya ketemu disini jam 5 sore." keluh Ino yang sedang nungguin Sai. Mereka janjian ketemu di depan gedung bioskop pada jam 5 sore, tapi Sai belum datang juga. Padahal Ino udah nungguin dia selama 2 jam.
Sementara itu Sai yang sedang berada di makam kakaknya……………
"Nii-san apa kau tahu, hari ini aku janjian dengan Ino loh. Kami janjian buat nonton bareng di bioskop." Sai sedang membersihkan makam kakaknya dan ngobrol sendiri disana. Sai percaya kalau kakaknya bisa mendengar apa yang dia katakan walaupun mereka sudah berada di dunia yang berbeda. "Eh...Tunggu! Bioskop?" Sai terdiam sejenak, dia teringat hal penting yang sudah dia lupakan.
"Gawat! Aku lupa! Semoga Ino nggak marah………" Sai segera berlari dari tempat itu menuju ke gedung bioskop tempat janjian dengan Ino.
Kembali ke Ino yang masih nungguin Sai di depan gedung bioskop………..
"HPnya nggak aktif lagi. Sebenarnya dia lagi ngapain sih?" keluh Ino yang masih terus mencoba mengubungi Sai.
"Ino! Hosh….hosh…..huf….u….untung kamu belum pulang." Sai segera menghampiri Ino dengan nafas ngos-ngosan.
"Kamu kemana saja sih?" keluh Ino.
"Maaf tadi aku lupa. Kamu sudah lama nunggunya?" tanya Sai.
"Nggak lama kok. Baru 2 jam 20 menit!" kata Ino emosi.
"Maaf banget ya. Aku benar-benar lupa. Jangan marah ya." pinta Sai
"Sudahlah! Ayo cepat masuk." ajak Ino sambil menggenggam tangan Sai. Keduanya segera masuk ke dalam bioskop sambil menunjukkan dua tiket yang dibawa Sai.
10 menit kemudian…………
"Sai bodoh! Bodoh!Bodoh!" teriak Ino sambil menutup kedua kupingnya. Filmnya sudah selesai, orang-orang udah pada keluar dari gedung bioskop itu.
"Ino, kau kenapa sih?" Sai berusaha menjauhkan tangan Ino dari telinga gadis itu, biar bisa mendengar omongannya. "Akukan sudah mengajak kau nonton. Apa lagi yang salah?" tanya Sai heran. "Bukankah cewek sangat suka nonton film?" lanjutnya.
"Begini ya tuan." Ino menatap Sai emosi. "Cewek itu, sukanya nonton film romantis bukannya film horor! Mana filmnya hampir habis lagi!" bentak Ino kesal.
"Tapi kan biasanya lebih romantis kalau nonton film horor, biar bisa pelukan kayak di TV." kata Sai polos. Sebenarnya diantara semua anggota inti klub basket cowok, Sai adalah orang yang paling nggak mengerti segala hal tentang cewek selain Shikamaru tentunya. Tujuan dia mengajak Ino nonton film horor sebenarnya biar Ino bisa memeluknya erat, seperti di salah satu sinetron yang pernah ditontonnya.
"Huh aku sudah nggak takut lagi nonton film begituan! Kan setiap hari kamis kamu selalu ngajak aku ke kuburan sampai larut malam!" keluh Ino.
Gimana nggak marah coba. Sai udah bikin Ino nunggu selama 2 jam 20 menit, bikin mereka hanya nonton film itu selama 10 menit. Udah gitu bukannya film romantis, ternyata dia malah ngajak film horor. Mana pas masuk orang-orang pada menjerit karena menyangka Sai itu setan lagi. Ino sampai harus menjelaskan panjang lebar, sementara Sai hanya senyum-senyum saja.
(AN: Untuk fansnya Sai jangan marah ya. Ini hanya sedikit humor yang nggak lucu kok he…he…)
"Ino! Tunggu dong!" panggil Sai melihat Ino sudah melangkah pergi dari situ ninggalin dia.
"Nggak usah ngikutin aku!" Ino berlari kecil menghindari Sai. "Taksi!" panggilnya pada taksi yang kebetulan lewat disana. Sai terus mengejar Ino, tapi taksinya sudah keburu pergi.
__BHNL SPECIAL Kencan__
2 jam kemudian di rumah keluarga Yamanaka…………..
Akh bodoh! Kenapa aku ninggalin Sai disana sih. Aduh kasihan kan, Sai sendiri disana Gumam Ino.
"Nggak boleh gini terus, aku harus nelpon Sai dan minta maaf." kata Ino sambil mengambil HPnya dan menghubungi Sai.
Disaat yang sama Sai juga sedang menghubungi HPnya Ino……
Ino……
"Kok nadanya sibuk terus sih?"
………….
Sai……
"Gawat. Kayaknya dia masih marah."
…………..
-
2 menit kemudian……………
"Ah sudahlah! Peduli amat!" kata Ino sambil melempar HPnya ke lantai sampai baterainya terpental entah kemana. "Kalau dia memang niat minta maaf seharusnya dia yang nelpon aku dong. Kenapa aku yang harus nelpon dia?" kata Ino sambil memunggut kembali ke HPnya. Tapi dia tetap nggak bisa menemukan baterainya dimanapun.
Sementara itu, Sai yang masih mencoba menghubungi Ino………
"Kok masih belum diangkat juga sih? Kayaknya dia marah banget sama aku." Sai masih terus mencoba menghubungi Ino. "Oh iya, coba telpon ke rumahnya." Sai segera menghubungi telepon rumahnya Ino.
-
-
15 menit kemudian……………
"Sial! Yang ini juga sibuk terus lagi." Akhirnya Sai nyerah juga, dia menutup Hpnya. "Besok juga ketemu disekolah kok." kata Sai melemparkan tubuhnya ke kasur.
Kembali ke Ino……….
Sebenarnya dari tadi Sai nggak bisa menghubungi rumahnya Ino, karena papanya Ino lagi ngobrol dengan mamanya Ino lewat telpon. Mamanya Ino lagi keluar negeri, jadi sekedar kangen-kangenan suami istri gitu deh.
"Huh….. kenapa aku harus pusing memikirkannya. Dia juga pernah kok ninggalin aku sendirian di kuburan." keluh Ino sambil menutup lampu kamarnya dan tidur.
Kencan 1 --GAGAL--
TBC….
……………
Tenang aja tetap happy ending kok. Sekali-sekali pingin bikin mereka bertengkar dulu he...he...
NEXT CHAPTER-- Kencan 2: ShikaTema--
