Title : Destiny_Chapter 2
.
.
Main Cast :
Do Kyungsoo (yeoja 22 tahun)
Kim Jongin (namja 25 tahun)
Byun Baekhyun (yeoja 25 tahun)
Oh Sehun (namja 25 tahun)
Other cast : menyusul sesuai berjalannya cerita
Gendre : Romance, Drama, marry life but rate masih aman kok ^_^
Author : Lale Uti
NB :
Cerita murni dari pikiran author, cast minjem dari Om Sooman :D,, THIS IS KAISOO/HUNSOO/KAIBAEK/HUNBAEK,,, IT IS GS !, typo bertebaran,,like and comment if you love this FF okay ^_^
.
.
^^HAPPY READING^^
.
.
.
"ne, abeojimu benar,, persiapkan dirimu nak, minggu depan kita pergi melamar calon istrimu itu,," tambah nyonya Oh dengan santainya, ia tak menyadari betapa shock nya sang anak akibat keputusan mendadak ini..
'ya Tuhan bagaimana ini ?' rutuk sehun dalam hati..
.
.
Chapter 2
.
.
Di pagi hari yang cerah, dimana matahari bersinar dengan indahnya, Oh Sehun tengah berjalan disekitar kerumunan orang yang tengah berbelanja kebutuhan harian, Oh sehun kini menemani sang eomma berbelanja di salah satu pasar tradisional di daerah Bukchon..
"Kyungsoo ?"
tiba-tiba eomma sehun menghentikan langkahnya dan seketika memanggil sebuah nama yang membuat sehun ikut menghentikan langkahnya..
"ah ? Annyeonghaseo ahjumanim" sahut kyungsoo seraya memamerkan senyum indahnya sambil membungkuk ketika mendengar namanya di panggil
sehun memperhatikan yeoja di depannya lekat...
'siapa yeoja ini ? setahuku di desa ini tak ada yeoja secantik dia' tutur sehun dalam hati..
"kau bersama siapa nak ?" tanya eomma sehun lembut,,
"aku bersama Bomi (nama pelayan pribadi kyungsoo), ahjumanim sendiri bersama siapa ?" balas kyungsoo sopan, ia masih belum menyadari keberadaan sehun..
"ahjuma bersama anak ahjuma, ini dia, cha ! kenalkan dia Oh Sehun, anak bungsu ahjuma" ujar eomma sehun seraya menarik lengan sehun disampingnya, terdengar nada bahagia di dalamnya
Sehun membungkuk, kyungsoo pun menjadi ikut membungkuk..
"baiklah ahjumanim, aku harus berbelanja dulu, kapan-kapan aku akan mampir kekediaman ahjumanim" ujar kyungsoo lembut dan jangan lupa selalu dengan senyum indahnya..
"ne,, sering-seringlah berkunjung kerumah, sejak kakak sehun menikah ahjuma selalu sendiri tak ada teman mengobrol" tutur eomma sehun lagi sambil menggenggam tangan kyungsoo..
"ne ahjumanim, kami permisi dulu" kyungsoo lalu membungkuk dan berlalu bersama Bomi pelayannya meninggalkan sosok sehun dan eommanya..
'puk !'
"aww !, aduhh kenapa eommoni memukulku" ujar sehun seraya mengelus lengannya yang habis dipukuli sang eomma..
"kau ini !, kenapa tadi tak menyapanya !" marah sang eomma pada anak tampannya,,
"tadi kan eommoni sudah menyapanya, apa aku juga harus menyapanya ?" sahut sehun,,
"aiiss kau ini, tentu harus, asal kau tau ya, dia adalah calon istri yang eomma pilihkan untukmu !" ucapan nyonya Oh yang membuat sehun membulatkan matanya kaget..
"jongmalyo ?, gadis tadi ? gadis cantik tadi ?" tanya sehun tak percaya..
"iyaa, namanya Do Kyungsoo, bagaiaman menurutmu tentangnya ?" nyonya Oh berucap seraya kembali melanjutkan langkahnya di ikuti sehun..
"dia cantik, dan terlihat sopan, tapi dia sedikit kaku, hmm tidak flexible" –sehun
"aaww aww eommoni sakit !" ringis sehun saat eommanya mencubit lengannya, sehun kembali mengelus lengannya
"tidak flexible kau bilang ?, hei gadis seperti kyungsoo itu yang bagus, lihatlah betapa anggun dan sopannya dia, tidak seperti yeoja-yeoja seoul yang liar" oceh eomma sehun
"eommoni,, gadis seoul tak sepenuhnya buruk" sahut sehun membuat eommanya melirik dengan tatapan dingin ke arahnya..
"kau bilang apa ?" ucap eomma sehun dingin
"a-aniyo eomoni, kajja kita belanja ! lihat ikan yang itu eomoni !" ujar sehun mengalihkan pembicaraan
~Seoul 9:00 a.m KST
Seorang yeoja cantik baru saja terbangun dari tidur panjangnya, ia langsung mengecek smarthphone miliknya
"hmm, kau bohong, katanya kau akan menghubungiku setelah sampai rumah, tapi buktinya ?, satu pesan pun tak ada darimu" dengus baekhyun kesal ..
ia lalu mencoba menghubungi sehun, namun panggilannya tak di angkat oleh sehun,,
"aiissshhh menyebalkan !" rutuknya
dengan lunglai ia bergerak menuruni kasur king size miliknya, lalu ia melangkah keluar kamarnya
Baekhyun memasuki dapur, sepertinya ia sudah lapar mengingat semalam ia langsung tertidur tanpa makan malam terlebih dahulu, ia pun mencari-cari makanan yang mungkin bisa ia makan..
"kau sudah bangun ?"
suara Jongin mengagetkan baekhyun
"ahh jongin-ah, kau membuatku kaget saja" ucap baekhyun sambil mengelus dadanya, lalu kembali mengambil beberapa makanan di dalam kulkas..
"sejak kapan disini ?" tanya baekhyun setelah mendudukkan tubuhnya pada kursi makan, jongin ikut duduk di sampingnya..
"sejak pukul 7 pagi, aku sempat sarapan dengan appamu" balas jongin
"hmm begitu.." ujar baekhyun sedikit lesu lalu memasukkan roti ke dalam mulutnya..
"waeyo ? kenapa kau tampak tak bersemangat ?" tanya Jongin lagi..
"hmm,, dia belum menghubungiku jongin-ah.." tutur baekhyun lesu, lalu meminum susu coklat di depannya..
"nugu ?" jongin sedikit berfikir kemudin melanjutkan kata-katanya "aahh sehun-ssi ?" tebak jongin yang di jawab anggukan dari baekhyun..
"tunggulah mungkin ia sedang sibuk, memangnya rumah sehun-ssi dimana ?" lanjut jongin
"molla,,,"jawa baekhyun lesu..
"ahh jongin-ah, bisakah kau carikan alamat sehun untukku ?" tambah baekhyun kini dengan wajah sedikit memohon..
Jongin mengerutkan keningnya,,
"kumohon" baekhyun mengeluarkan agyeo nya...
"baiklah, akan kucarikan untukmu,, Oh Sehun ya ?" tanya jongin lagi memasitkan,,
"ne ne.. aahh uri jonginie memang yang terbaik" seru baekhyun seraya berhambur memeluk jongin,,
Jongin tersenyum mendengar penuturuan baekhyun namun semakin lama senyumnya memudar dan terganti wajah sendunya namun tak mampu dilihat baekhyun yang masih memeluknya..
~Desa Bukchon
"Sehunie~~"
Suara nyonya Oh menghentikan fokus Sehun dari buku yang tengah dibacanya..
Sehun beranjak mencari sumber suara yang ternyata berasal dari dapur rumahnya,
"waegure eomoni ?" tutur sehun setelah sampai di dapur tempat eommanya tengah membungkus beberapa kue-kue tradisional..
"kajja kita kerumah keluarga Do" ujar nyonya Oh
"sekarang ?" tanya sehun
"tentu !, kapan lagi ?, sekalian kau melakukan perkenalan dengan kyungsoo, tapi ingat hanya berkenalan, jangan macam-macam dulu, ingat kalian belum menikah !" tutur nyonya Oh lagi
"jusungeyo eomoni aku tidak bisa, ak—" sehun ingin menolak namun eommanya dengan segera memotong kata-katanya
"tidak ada penolakan !, ada apa sebenarnya denganmu ?!, seluruh namja di Bukchon sangat mengidamkan Do Kyungsoo menjadi istri mereka, tapi kau ? kau malah menolak gadis sesempurna Kyungsoo, aaiisss no pabo !" tutur eomma sehun kesal..
"eomoni beri aku waktu untuk berfikir dulu kumohon" pinta sehun kemudian
"bicara pada abeojimu jangan merengek pada eomma,," ketus eomma sehun lagi
"hmm baiklah aku akan ikut.." akhirnya sehun pun memutuskan untuk ikut mendatangi rumah keluarga Do..
~Other side
Kyungsoo tengah menghabiskan waktunya melukis kelinci peliharaannya yang tengah menyantap wortel di halaman belakang rumahnya, kyungsoo memang bukan seorang seniman handal namun hobby melukisnya sejak kecil membuat lukisan kyungsoo tak dapat dikatakan buruk, sudah banyak karya lukisan yang dihasilkanya, namun ia hanya menyimpan sebagai koleksi pribadinya..
.
.
.
Sehun dan eommanya sampai di depan kediaman bangsawan Do, rumah keluarga Do tak jauh berbeda dari rumah mereka, masih sama-sama tradisional, hanya saja tata letak serta warnanya saja yang berbeda..
*tok tok tok
"Permisi ?!,, nyonya Do, ini aku Oh Namju.."
tak beberapa lama seseorang membukakan pintu dan mempersilahkan mereka masuk,,
"astaga nyonya Oh, kenapa harus repot-repot begini~~" ujar nyonya Do ketika melihat nyonya Oh membawakan beberapa makanan,,
"aniyo, aku sama sekali tak merasa direpotkan, aku sudah lama tidak main kesini, jadi jika berkunjung namun tak membawa apa-apa rasanya begitu tidak sopan" tutur nyonya Oh seraya tersenyum
"apa ini Oh Sehun ?" tanya nyonya Do ketika matanya menangkap sosok namja tampan disebelah nyonya Oh..
"benar sekali, ini Oh Sehun putraku"
"annyeonghasimnika ahjumanim" sahut sehun seraya membungkuk..
"aahh manis sekali, cha ! temuilah kyungsoo dibelakang" perintah nyonya Do pada Sehun..
Sehun melirik eommanya sepintas, eomma sehun mengangguk, dan sehun pun melangkah menuju taman belakang kediaman bangsawan Do..
Sehun sekarang sudah berada tepat di pintu keluar yang memperlihatkan taman belakang keluarga Do yang cukup luas, dari sini Oh sehun mampu melihat sesosok yeoja cantik berkenakan hanbok tengah melukis di kejauhan..
Sehun terus menatap ke arah kyungsoo,,
'cantik sekali dia' gumamnya dalam hati, lalu perlahan ia mulai melangkah menghampiri kyungsoo
"Jusungeyo.." suara sehun memecah konsentrasi kyungsoo, membuat kyungsoo sedikit kaget karena tak menyadari sehun yang kini sudah berdiri di samping tempat duduknya.
"boleh aku duduk disini ?" pinta sehun yang di balas anggukan kyungsoo
"lukisanmu bagus.." ujar sehun, ia seperti ingin mengajak kyungsoo mengobrol, entah kenapa sehun menjadi sedikit penasaran dengan yeoja cantik ini..
"khamsahamnida tuan" tutur kyungsoo seraya mengulas senyum manis yang mampu membuat sehun sedikit tersentak..
"ahh kyungsoo-ssi jangan terlalu kaku padaku, panggil saja namaku" ucap sehun kemudian
"ne, baiklah sehun-ssi..." kyungsoo kembali melukis..
"apa setiap hari kau hanya melukis ?" tanya sehun sambil menatap kyungsoo yang masih fokus dengan lukisannya,,
Kyungsoo kemudian menatap sehun balik..
"aniyo, aku melakukan ini jika sedang ingin saja, bagaimana denganmu ? apa kau suka melukis ?" tanya kyungsoo lagi
"ani.. aku tak bisa melukis, aku hanya mampu menikmati lukisan, apa kau tak bosan dirumah terus ?" ujar sehun
Kyungsoo menggelengkan kepalanya
"banyak hal yang dapat kulakukan dirumah, aku bisa membantu eomoni menyelesaikan pekerjaan rumah, dan melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan lainnya termasuk melukis" balas kyungsoo dengan nada suara yang sangat lembut..
'kepribadian anak ini sangat baik' tutur sehun di dalam hatinya..
"apa kau tak punya impian kyungsoo-ssi ?, maksudku apa kau tak berambisi untuk melakukan banyak hal di luar sana ?" tanya sehun lagi.
Kyungsoo tersenyum
"Kodrat seorang wanita adalah menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anak-anaknya kelak, itulah impianku, tapi aku tak sekaku yang anda fikirkan sehun-ssi, aku juga sempat belajar di seoul, karena seorang wanita juga harus memiliki ilmu yang banyak, eommoni sering berkata, bahwa guru pertama untuk seorang anak adalah ibunya, aku ingin menjadi guru yang pintar untuk anakku nantinya" tutur kyungsoo
sungguh saat itu juga sehun langsung menampakkan senyumnya
'sungguh wanita ini benar-benar mempesona' tuturnya dalam hati, ia tak mampu berucap lagi..
~Seoul in The Evening
Baekhyun terus saja menelpon ponsel sehun namun sama sekali tak ada respon dari Sehun..
"aaiissshh Oh Sehun menyebalkan !" rutuknya kesal, tiba-tiba smartphone baekhyun berbunyi menampakkan nama 'Jonginie' di layarnya,,,
Baekhyun sedikit kecewa karena mengapa bukan sehun yang menelponnya ?
"yeoboseo ?,, jongmalyeo ?, tolong kirimkan aku alamatnya jonginie~, arraso, gumawo saranghe jonginie hehe !" ucap baekhyun girang lalu mematikan sambungan teleponnya..
"jika kau tak memberi kabar seperti ini terus maka aku yang akan kesana !, tunggu aku sehuni~~" ujar baekhyun bermonolog
~In the morning
Pagi-pagi sekali baekhyun sudah siap dengan menggunakan mini dress nya yang dipadukan dengan mantel bulu dan juga sepatu higheels nya, ia berencana menuju kediaman keluarga sang kekasih.
Baekhyun sengaja menggunakan taksi untuk pergi agar nanti saat pulang sehun bisa mengantarnya, kurang lebih 1 jam perjalanan baekhyun sampai di daerah Bukchon yang ia tunjukkan pada supir taksi tadi, namun supir taksi tak bisa langsung mengantar baekhyun pada alamat tepat yang tertera di kertas milik baekhhyun karena keadaan jalanan di desa itu yang begitu sempit..
Baekhyun terpaksa keluar dari taksi dan memilih untuk berjalan kaki saja..
"apa sehun tinggal di daerah sini ?, kenapa disini kuno sekali ? ckckckck" tutur baekhyun lalu kembali berjalan,,
Saat itu jam menunjukkan pukul 8 pagi, dan pada jam ini desa Bukchon sudah ramai, membuat baekhyun sedikit heran..
"ckckck, apa mereka selalu bangun sepagi ini ?, aiiss aku saja paling cepat bangun jam 9" tuturnya kembali bermonolog..
tak beberapa lama baekhyun pun akhirnya berhenti pada sebuah rumah tradisioanl yang cukup indah,
"apa ini rumahmu honey ?" tuturnya lagi,,,
Baekhyun pun akhirnya berjalan ke depan pintu dan mulai mengetok pintu itu..
*toktoktok
"Permisi ? anybody home ? hello ?"
#sretttt
pintu terbuka dan tepat langsung menampakkan wajah Oh sehun,,
Baekhyun yang melihat sang pujaan hati begitu senang karena kerinduannya sudah memuncak, namun ekspresi sehun 180 derajat berbeda dari baekhyun
Sehun terlihat SANGAT KAGET...
tanpa aba-aba baekhyun segera memeluk tubuh sehun..
"honey I miss u so much !" ujar baekhyun seraya masih memeluk sehun
sehun dengan cepat melepas pelukan baekhyun membuat baekhyun sedikit kecewa dan kaget..
"apa yang kau lakukan disini ?" ujar sehun, terdengar nada khawatir di dalam sana
"tentu saja mencarimu !, kenapa kau berbohong ?!, kenapa tak pernah menghubungiku !" seru baekhyun sedikit keras, sehun langsung menggerakkan telunjuknya kebibirnya mengisyaratkan pada baekhyun untuk berhenti berbicara..
"sehunie~ siapa diluar ?" terdengar suara nyonya Oh dari dalam rumah...
"opsoyo eomoni !, tak ada siapa-siapa !, aku keluar sebentar" balas sehun, lalu ia menarik baekhyun yang kini tengah bingung...
Iya membawa baekhyun ke suatu rumah kosong yang letaknya sedikit jauh dari kediamannya, rumah itu adalah rumah keluarga Oh juga, namun tak pernah di huni,,
"kau tunggu sebentar disini, aku akan kembali" tutur sehun lalu sebelum baekhyun menjawab ia sudah menjauh pergi..
tiba-tiba ponsel baekhyun berbunyi..
"kau dimana ?" tanya orang di seberang sana
"aku ? hmm... aku di bukchon" jawab baekhyun polos
"mwo ! kau pergi sendiri kesana ?" tanya orang itu lagi dengan nada sedikit meninggi
"aiiss kim jongin tolong kecilkan suaramu aku tidak tuli !, ne aku kesini sendiri" jawab baekhyun
"sekarang tepatnya kau dimana ? bersama siapa ?" –jongin
"aku hmm aku sedang disebuah rumah, tadinya dengan sehun tapi sekarang aku sendiri,," ujar baekhyun
"kirimkan alamatnya padaku sekarang !" –jongin
"baiklah, aiiss kau ini bicaranya keras sekali"
baekhyun lalu mematikan sambungan telepon dan mengirimkan alamat rumah tempatnya saat ini pada jongin..
Sore pun menjelang, kyungsoo saat ini tengah berjalan-jalan disekitar desa menikmati panorama ditemani Bomi pelayan setianya,,
"permisi"
tiba-tiba seseorang menghentikan langkah kyungsoo, kyungsoo memperhatikan sosok namja yang menghampirinya, namja ini tak menggunakan baju seperti orang di desanya yang membuat kyungsoo dapat berasumsi bahwa sang namja bukanlah penduduk desa ini, namun pakaian namja ini sangat rapi dengan menggunakan celana panjang hitam dan kemeja abu..
"apa anda tau alamat ini ?"
namja itu lalu menyodorkan alamat pada kyungsoo,,
"apa anda kerabat Oh Sehun ?" kyungsoo balik bertanya saat ia menyadari alamat yang ditanyakan si namja adalah alamat rumah kedua keluarga Oh..
"ne.. aku temannya" jawab jongin, kyungsoo lalu mengangguk
kyungsoo pun akhirnya menjelaskan letak alamat yang di tanyakan namja tadi,
"terima kasih atas bantuannya nona" ucap jongin yang di balas anggukan kyungsoo, kyungsoo dan bomi pun kembali melanjutkan perjalanannya..
jongin masih terpaku ditempatnya melihat kyungsoo yang semakin menjauh,,
"aku tak menyangka di desa ini ada yeoja yang secantik dia" ucap kai bemonolog lalu segera melangkahkan kakinya menuju alamat yang ia tuju
Jongin pun sampai pada alamat yang ditujunya,
dengan perlahan jongin mengetuk pintu namun tak ada yang menyahut...
Jongin kemudian memutuskan untuk langsung masuk ke dalam setelah mengetahui ternyata pintu rumah itu tak terkunci..
Samar-samar iya mendengar suara sepasang yeoja dan namja yang tengah berseteru, sampai langkahnya terhenti di depan sebuah ruangan yang menampakkan sosok baekhyun dan sehun di sana,
Jongin terpaku di tempatnya, memperhatikan baekhyun dan sehun dari tempatnya berpijak
"aku mencintaimu Oh Sehun sungguh.." ucap baekhyun seraya air mata turun membasahi pipinya
"aku juga sangat mencintaimu baek, kumohon jangan menangis" ucap sehun, lalu sehun mempersempit jarak di antara mereka,,
Mereka pun berciuman mesra, dan jongin menyaksikan itu, meski kedua orang tersebut tak tahu..
Hati jongin sangat sakit kala itu, dengan tangan mengepal, ia melangkah keluar dari rumah tersebut..
Jongin berjalan lunglai, lalu ia berhenti di depan sebuah kedai arak, ia pun masuk kedalamnya...
Jongin bukanlah seorang peminum yang handal, toleransinya terhadap minuman keras sangat kecil, 1 gelas penuh bir saja mampu membuatnya mabuk, namun entah kenapa dengan gilanya Kim Jongin memesan beberapa botol arak...
Jongin terus meminum dan meminum arak keras itu, sebenarnya ia tak meminum terlalu banyak namun ia sudah mabuk, ia tahu dirinya sudah mabuk dan memang itu yang ia harapkan, ia merasa butuh ketenangan saat ini, pikirannya kalut karena seorang yeoja yang sejak kecil sudah mencuri hatinya 'Byun Baekhyun'..
"aahh aggasi, apa aggasi datang mengambil arak untuk tuan Do ?, baiklah tunggu disini sebentar aggasi, jusungeyo.." tutur seorang pelayan pada sosok Do Kyungsoo yang datang mengambil arak pesanan Abeojinya, seperti biasa kyungsoo tak sendiri ada Bomi bersamanya..
Orang-orang mungkin berfikir kenapa sekarang kyungsoo lebih sering terlihat keluar rumah, alasannya adalah karena saat ini kyungsoo sudah terencana akan di pinang, sehingga tak akan ada yang berani mendekatinya, terlebih lagi keluarga kyungsoo merupakan salah satu bangsawan paling di hormati di daerahnya, jadi meski pun ia pergi malam-malam begini tak akan ada yang berani mengganggunya..
Tiba-tiba Jongin terbangun dari duduknya, dengan langkah lunglai dan kondisi tubuh acak-acakan jongin mendekati kyungsoo
'GREP'
jongin secara tiba-tiba mendekap tubuh kyungsoo, tepatnya kedua tangannnya mencengkram erat dua lengan kyungsoo sambil menatap kyungsoo lekat, semua orang yang berada di dalam kedai termasuk kyungsoo kaget bukan main dengan perlakuan Jongin ini..
"KENAP A! HIKZ HIKZZ KENAPA KAU LEBIH MEMILIH OH SEHUN DARI PADA AKU !"
jongin mengguncang-guncang tubuh kyungsoo di depannya dengan air mata yang sudah mulai membasahi pipinya, kyungsoo semakin bingung dan semakin tak tahu harus berbuat apa..
"AKU SUNGGUNG MENCINTAIMU KAU TAU !, HIKZ HIKZ aku sungguh mencintaimu Byun Baekhyun" ucapnya lagi semakin lama semakin parau dan tanpa aba-aba..
#Cup
Jongin menempelkan bibirnya ke bibir kyungsoo, membuat semua orang terkaget, dan mulailah timbul bisik-bisik dari berbagai arah...
Jongin terus menikmati ciuman sepihaknya, tanpa menyadari kyungsoo yang matanya sudah berkaca sambil terus berusaha melepaskan diri,,
sampai akhirnya kyungsoo mampu mendorong tubuh jongin dengan seluruh tenaganya sehingga ciuman itu pun berakhir,,
'PLAKK !'
Tamparan keras mendarat di pipi jongin, membuat jongin tersadar dari apa yang telah dilakukannya..
"KAU hikz hikz! NAMJA KURANG AJAR !"
.
.
.
.
TBC
Chap 2 is coming!
Makasih buat komen2 nya reders,,, semoga chap 2 ini masih bisa dinikmati ya ^_^
Terimakasih atas masukan-masukan para reders pada review chap sebelumnya, author akan berusaha menulis dengan lebih baik, mohon kritik dan sarannya lagi ya buat chap 2 ini
