COMA "Sequel I Need Your Love"
by:will
ps: ini bukan cerita dan gak ada percakapan.
"—I –Ne –Need yo-- --Your L-- … --Love "
"—sa –saranghae –Jae …, "
Kau benar-benar pergi meninggalkanku sendirian , "tanpa mengucapkan apapun "
Kalimat terakhir mu tak pernah berhenti terngiang, terus berputar layaknya rotasi bumi.
Kau pergi begitu saja, membuat ku menggila. Inikah yang kau inginkan?
Tubuhku hidup tapi hatiku mati kering olehmu. –oleh ku-, akulah yang terlalu bodoh menolak semua perasaan tulusmu.
Kenapa harus ada makhluk sekeras dirimu? Kenapa kau selalu mencintai ku padahal aku telah menginjak-injak harga dirimu?
Apa kau itu malaikat ?
Tidak adakah sepercik kebencian dalam dirimu mengenai ku?
Karna mu….
Aku hidup seperti zombie.
Makanan yang aku makan terasa hambar, bahkan air putih yang aku minum terasa memabukkan.
Kepergianmu seperti sebuah kutukan. Kutukan yang terus menghantui setiap langkahku.
Mungkinkah ini karma? Tuhan… apakah Engkau tengah menyiksa ku?
Tidakkah ini terlalu berat? Kepergiannya sering kali membuat ku berfikir untuk mengakhiri hidup ini…
Benar-benar berakhir…
Dulu… aku selalu berharap dia pergi sejauh mungkin agar ketenangan ku bisa kembali, tapi sekarang, hampir setiap detik aku berharap ia muncul dihadapanku.
Mengatakan kembali kata-kata indahnya yang selalu aku jawab dengan makian.
Aku… Merindukan mu Jung Daehyun…
saat tidur, hanya mataku yang terpejam, fikiran dan hatiku mencarimu di setiap sudut hati ini, mencoba mengoyak kenangan yang dapat membuatku tenang. Tapi kenapa aku tak menemukan memori tentang mu?
aku tak mengingat perjuangan mu yang aku sia-siakan.
Aku tak mengingat wajah konyol mu untuk membuatku tertawa.
Aku juga lupa suara loncengmu, merengek mengatakan kau sangat mencintai ku.
Kenapa ini terjadi? kenapa aku melupakan semua tentangmu dan hanya mengingat kesakitanmu akan tindakanku.
Aku merasakan semua yang kau rasakan daehyun-a
Sakit yang membuat tubuhmu mati rasa.
Sakit yang membuat mu tak bisa bernafas.
Sakit yang menyeret ku kedalam dunia kosong tanpa udara.
Aku berteriak marah , meraung seperti singa lapar. Aku kelaparan kasih mu.
Walaupun ini adalah musim panas, tapi yang ku rasakan adalah kedinginan yang mendalam.
Aku kembali mendatangi tempat-tempat yang penuh dengan kenangan kita, dulu kau selalu mengatakan bahwa tempat kita bertemu secara tak sengaja adalah saksi bisu akan takdir kita yang sudah terikat.
Dengan percaya diri yang tinggi kau mengatakan ini akan menjadi kenangan kita.
Tapi aku malah mengatai mu manusia idiot,
Tertawa,… yah, kau tertawa lepas. Aku tak pernah mengira kau akan tertawa seperti itu, tak bisa kupingkiri tawa mu kala itu seperti tangisan kecewa.
Kenapa kau tak pernah berteriak marah saat aku memaki mu ?
Apa karna kau terlalu gila? dan juga… kenapa sulit sekali mencari kenangan indah yang kau rangkai untukku?
apa yang harus aku lakukan? Aku masih terkurung dalam kenangan kosong ini
Daehyun-ah… andai kau Kembali, aku mohon…
bangunkan aku dari semua ini, genggam tangan ku dan bantu aku bangkit.
Sekarang aku tak lebih dari seonggok sampah, tubuh tanpa jiwa,
kau telah membawa hatiku, kau mengambil semua hati ini daehyun-ah… bodohnya aku yang baru menyadari hal itu saat kau telah tiada…
Ini sungguh menyakitkan, aku mati rasa.
Aku lupa cara tersenyum,. Lupa cara menangis .
Kau merebut semua emosiku. Merampasnya tanpa sisa
Terlambat menyadari perasaan ini adalah hal paling menyakitkan.
Aku hidup tapi tak hidup.
Saat ini, aku tengah berada diantara hidup tapi mati. Ruang hampa tanpa nyawa nan tawa…
Aku mengusap lagi buliran bening yang terjatuh tanpa henti. Aku masih tak beranjak dari gundukan tanah bertuliskan nama pria pembawa seluruh jiwa ku.
Jung Daehyun.
"—maaf , --hikss –sa –saranghae , Nado saranghae Jung Daehyun… "pandangan ku mengabur, berganti ratusan tetes cairan bening berlomba keluar menghujani gundukan tanah merah basah tempat raga orang yang aku cintai di kebumikan. Jantung ku kembali di remas oleh sebuah penyesalan tak berujung.
Maaf Aku terlambat menyadarinya , Jung Daehyun… maafkan kebodohan orang yang kau cintai ini.
Si bodoh youngjae yang sudah menyia-nyiakan cinta tulus mu. Pria bodoh dengan harga diri setinggi langit akhirnya jatuh hancur oleh ke-egoisannya sendiri.
--@THE END@--
