Maaf reader-san karna chapnya pendek2 karna memang ini kan aku salin dari wattpad yg ffn ini udh selesai jadi ya begitu lah hehe...

Q: Arumi Junnie : Sasuke punya anak sama Sakura

Q: michazz: ya kita lihat saja nanti hehehe

Q: Shafira anggraini120398: yupz bener

Q: Aiko Vallery: ok sip^^

Q: liaajahfujo: disini akan terjawab n Menma anaknya SasuSaku

Q: uzumaki'namikaze'piiu-chan;
anak dari SasuSaku

Q: DoD. Orange: bukan duda/janda tapi duda/duda hahaha

Q: aikioki95: sankyu

Bagian 2

Jam menunjukan delapan malan. Naruto pun pulang namun sebelum itu ia harus ke rumah nenek nya dulu untuk menjemput Ryuu. Sebenarnya Naruto tidak tega jika harus membawa Ryuu pulang malam-malam bisa saja kan Ryuu sakit terkena angin tapi apa boleh buat Naruto sendiri tidak mau merepotkan neneknya terlalu banyak

"Baa-chan terima kasih sudah menjaga Ryuu. Maaf selalu merepotkan Baa-chan"

Tsunade menepuk puncak kepala Naruto "Kau bicara apa gaki, Ryuu juga kan cucu ku tentu dengan senang hati aku akan menjaganya" balas Tsunade lembut

Naruto tersenyum mendengarnya "Arigatou Baa-chan Naru pulang dulu ya" katanya pamit

"Lain kali menginaplah" Naruto hanya mengangguk dan mulai melangkah pulang. Tsunade mamandang kepergian Naruto ada rasa sedih saat cucunya harus pulang, ya sepi lagi rumahnya

Di perjalanan pulang Naruto tampak sedikit takut pasalnya langit mulai meneteskan air walau pun hanya sedikit, Naruto khawatir jika tiba-tiba saja hujan turun dan sialnya dia tidak membawa payung 'kami sama semoga tidak hujan' batin Naruto

"TOLOOOONGGG" teriak sebuah suara femenin jelas saja itu suara perempuan. Naruto yang memang kebetulan lewat memandang kesegala arah, tepatnya ke gang sempit sebelah kiri

"Tolong, dasar pemuda tidak berguna" katanya lagi, antara ragu dan takut Naruto mencoba untuk mengintip. Matanya membola saat melihat wanita paruh baya yang tadi pagi ia temui di toko kue milik Gaara

"Dia" lirih Naruto

"Siapa saja tolong" Mikoto meronta saat tas miliknya akan di ambil paksa. Kaki nya menendang ke perut yang mencopet hingga pria itu tersungkur ke belakang

"Sial kau wanita tua, serah kan barang-barang mu atau kau mati" katanya sadis. Naruto menggigit bibir bawahnya ingin rasanya dia menolong tapi mengingat ada Ryuu di gendongannya membuat dia harus memutar otaknya

Pria tersebut mengeluarkan pisaunya bersiap menusukkan pada Mikoto

"PAKK POLISI TOLONG ADA PENJAHAT... DISINI PAK" Naruto berteriak histeris, kaget dengan suara Naruto pencopet itu langsung lari meninggalkan Mikoto

"Anda tidak apa nyonya" Naruto menghampiri Mikoto yang masih berdiri bengong "Nyonya" panggilnya lagi

"Ah, ya... apa benar ada polisis"

Naruto tersenyum canggung "Aku berbohong Nyonya, supaya penjahat itu takut saja" katanya gugup. Ryuu menggeliat di gendongan Naruto

"Ara terima kasih banyak anak muda, jika tidak ada kau entah bagaimana aku saat ini" katanya dengan penuh kelegaan "Ngomong-ngomong siapa naman mu"

"Aku Naruto, nyonya"

"Panggil aku Baa-san saja, namaku Mikoto. Kau kan anak muda yang bekerja di toko kue itu kan" Naruto mengangguk sebagai jawaban "Aa lucunya anak siapa ini"

Naruto memandang Ryuu "Ini anak Naru Baa-san"

Mikoto mengerutkan keningnya "Anakmu? Lalu di mana Ibu nya kenapa kau bawa anak malam-malam begini"

"Etoo... "Naruto menggaruk pipinya yang tidak gatal "Emm ceritanya panjang Baa-san"

"Kita bicara di tempat yang enak ya jangan disini" hampir lupa, mereka kan belum keluar dari gang sempit ini

"Jadi kau sudah menikah" tanya Mikoto. Naruto mengangguk "Mana istrimu? "

"Aku tidak punya istri Baa-san"Mikoto semakin bingung dengan ucapan Naruto, mengerti dengan wajah bingung Naruto mau tidak mau Naruto harus menjelaskan. Entah kenapa Naruto merasa nyaman berada di dekat Mikoto anggaplah seperti neneknya Tsunade

"Naru menikah dengan laki-laki" nampak keterkejutan di wajah Mikoto, Naruto tersenyum dan meneruskan ceritanya "Setahun lalu Naru menikah. Saat itu Naru masih sangat muda jadi pernikahan Naru hanya bisa bertahan satu tahun"

"Mungkin karna Kami-sama menyayangi Naru, jadi Naru di anugrahi anak dengan Naru yang mengandung sendiri"

Mikoto menatap Naruto tak percaya "Jadi- "Kaa-sannn" sebelum Mikoto meneruskan sebuah mobil Ferarri hitam berhenti di pinggir trotoar

"Itachi"

"Astaga Kaa-san, aku mencarimu kemana-mana" Itachi keluar dari mobilnya dan menghampiri ibunya. "Eh siapa ini"

"Ah kenalkan dia Naruto" Itachi menyalami Naruto dan Naruto pun membalasnya, Ryuu terisak pelan dan membuat Naruto panik

"Emm... Baa-san Naru pulang dulu ya, sepertinya Ryuu haus"

"Ehh biar Baa-san antar ya" tawar Mikoto. Naruto menggeleng pelan

"Tidak usah Baa-san, apartemen Naru sudah dekat, kalau begitu Naru pamit jaa" Naruto pun meninggalan Mikoto dan Itachi dengan tergesa, Mikoto mendesah kecewa

Itachi menatap ibunya bingung

"Ayo pulang kaa-san"

Bersambung...

Nb: untuk beberapa chap mungkin pendek2... so RnR plissss minna-san