BELOVED You

-CHAPTER 2-

Author : Dhea

Main Cast :

.::Oh Sehun EXO- K::. || .::Park Eun Hee OC::.

Other Cast :

.::Xi Luhan EXO- M::. || .::Kim Hyerin OC::. || .::Park Chanyeol EXO- K::.

.::Yoo In Na OC::. || .::Im Yoon Ah SNSD::. || .::Their Parent's::.

Genre :

.::School Life::. || .::Romance::. || .::Family::. || .::FriendShip::.

Length :

.::Multichapter::.

Sumary :

"….. Iya berharap kau menyatakan perasaanmu terhadapnya, setelah aku mengatakan yang sebenarnya kalau kau menyukainya. Dan dia berpikir ingin memancingmu sampai sebal dengan berpura-pura pacaran denganku. Eh, dia malah bertemu dengamu dan Yoo In Na mantanmu itu di supermarket berdua. sekarang aku yang tanya, ada apa denganmu!?"

Luhan panjang lebar.

Disclaimer :

Semua cast hanya milik Tuhan dan Agency juga orangtua mereka.

Cerita ini murni dari pemikiran saya! Saya berharap anda tidak memplagiat storyline dari FF ku ini.

Gomawo!

-EUN HEE POV-

Setelah Luhan memberitahuku bahwa Sehun juga menyukaiku, ya- aku juga menyukainya. Luhan juga memberitahuku kalau saat ini Sehun ada di kantin, ia mencoba memancing emosi Sehun dengan berbisik padaku. Kurasa, Luhan begitu mendukungku.

"SEHUN!" aku memanggilnya, disaat ia ingin kembali ke kelas mungkin,

Ia pun membalik padannya, reflek aku melambaikan tanganku. Untuk yang tadi, aku pura-pura tak mengetahuinya. Aku ingin dia yang memberitahuku sendiri. Itu saja.

Sehun tersenyum padaku, seraya berjalan menghampiriku, "Ada apa?" ujarnya yang sudah duduk manis di depanku,

"Kau tahu, hari ini aku senang," pancingku,

"Oh! Selamat kalau dihari yang menyebalkan untukku kau merasa senang,"

Eh? menyebalkan? Batinku,

"Menyebalkan bagaimana maksudmu?"

"Aku patah hati," jawabnya melas, aku tahu dia pasti patah hati karena melihat kelakuan Luhan terhadapku, aku merasa kasian padanya, tapi untuk 1 hal yaitu pengakuan, aku hanya bisa pasrah,

-EUN HEE POV END-

-AUTHOR POV-

"Aku patah hati," Sehun menjawab dengan muka masam+melas, dalam hatinya Sehun berkata, kau lah yang membuat aku patah hati, Eun Hee.

"Wuuu….. dengan siapa?"

"Jelas saja dengan gadis yang kusuka, tadi aku melihatnya dengan pria lain,"

Yup! Jawaban yang diucapkan Sehun sungguh membuat Eun Hee percaya untuk yang pertama kali pada Luhan, baru pertama kali ini Luhan tak berbohong padanya.

"Oh begitu ya?"

~Hening~

Beberapa menit berenang kedalam keheningan, Eun Hee tiba-tiba berdiri dan berpamitan untuk kembali ke kelas. Tapi, Sehun melarangnya untuk pergi sendiri dengan alasan yang tak jelas. akhirnya, mau tak mau Eun Hee harus berjalan berdua bersama Sehun menuju kelas.

Awalnya, hati Eun Hee begitu gaduh karena dekat dengan Sehun, tapi apa daya? Bolehlah, ia menganggap kalau Sehun sekarang adalah pacarnya. Ya- kan perasaan mereka sama, apa yang perlu dipermasalahkan?

Sepulang sekolah, Eun Hee langsung memasuki kamar mandi untuk mandi, ganti baju dan pergi keluar. Ia memakai baju casual, dengan sepatu kets merah perpaduan warna putih juga. Eun Hee terlihat begitu semangat sekali

"Eun Hee mau kemana?" tanya Chanyeol yang sedang menonton tv di ruang keluarga,

"Keluar, Oppa mau ikut?"

Chanyeol mengangkat alis kanannya, sedikit berpikir atas tawaran adiknya, ia pun berdiri dari tempat duduknya semula, "tunggu oppa didalam mobil,"

"Oke,"

Eun Hee berlari keluar, menghampiri Bibi Millie yang sedang menyiram bunga-bunga taman rumah Eun Hee yang begitu luas,

"Bibi….." sapa Eun Hee,

"Eh? Nona Eun hee, nona mau kemana?"

"Em… keluar dengan Oppa," Eun Hee menunjuk oppa-nya yang sudah siap dengan sweater abu-abu-nya dan celana jeans senada,

"Kajja! Bibi, kami pergi dulu, annyeong,"

-AUTHOR POV END-

-SEHUN POV-

"Hyung! Kau bukan hanya menyebalkan, tapi kau juga suka mengkhianati!?" teriakku pada ponsel yang terhubung sambungan telepon dengan Luhan.

Ya- aku sebal terhadapnya yang tak menghormati perasaanku pada Eun Hee, dan malah memperlihatkan sesuatu yang sungguh membuat hatiku serasa tertusuk pisau raksasa,

"Hei, maksudmu apa aku tak mengerti soal itu," jawab polos Luhan hyung dari balik ponsel,

"Halah!" karena kesal aku pun dengan cepat memutuskan sambungan telepon, dan memilih untuk keluar rumah, mencari udara segar.

Dilantai bawah, eomma dan abeoji sedang berbincang-bincang diruang tamu, ya- jelas sekali karena ada tamu yang tak ku kenal,

"eomma, abeoji, Sehun pergi dulu," ujarku tanpa permisi pada tamu-tamu yang datang,

Semua tamu yang datang pasti rekan kerja abeoji, dan itu sangat tidak penting bagiku. Huh! Hari ini aku juga cukup bersyukur, untuk kesekian kalinya, abeoji tidak pernah berpikir ingin menjodohkanku, dengan anak dari rekan-rekannya itu. bersyukur!

Mengomel memang membutuhkan refresing sejenak, ku putuskan untuk berjalan-jalan ditaman, walau banyak pemandangan mengerikan disana. Aku menghirup udara dimalam hari, segar hanya saja mata ini yang tak segar, melihat banyak pemuda yang dengan mudahnya berciuman di tempat umum. Aku tak bisa membayangkan jika hal yang sama akan terjadi padaku, tapi apa daya? Orang yang kusuka sudah memiliki kekasih atau akan direbut sahabatku sendiri. Entahlah. Aku tak terlalu memusingkannya, tapi kenapa kepala ini terasa berat?

Aku pun berpikiran untuk duduk dibangku yang dekat dengan permainan labirin. Aku bermimpi, jika suatu saat Eun Hee sudah menjadi kekasihku, aku akan mengajaknya kesini dimalam hari dan mengajaknya bermian labirin, dan berpura-pura tak tahu jalan. Jadi, kami bisa terjebak. Licik memang, tapi jika dibayangkan itu, sungguh menyenangkan. Coba bayangkan, berdua dengannya semalaman. Wah! Daebak!

-SEHUN POV END-

-AUTHOR POV-

Didalam kedai coffe Eun Hee terus saja tersenyum, seraya memandangi vanilla latte art-nya yang bergambar hati. Chanyeol yang melihat adiknya sangat aneh hari ini merasa sedikit gimana gitu?

"Oppa perhatikan, seharian ini kau begitu senang, ada apa?"

"Apakah, oppa harus tahu mengenai itu?"

"Tidak juga, hanya aneh,"

"Oke. Sekarang, oppa antar aku ke supermarket, aku ingin membuat kue,"

"Eh?"

Eun Hee pun berdiri dan menarik paksa Chanyeol masuk ke mobil dan berangkat ke supermarket. Walau dalam perjalanan, Chanyeol masih merasa kalau otak yeodongsaeng-nya satu ini sudah tergeser karena terbentur apa gitu?

Mana mungkin seorang Eun Hee membuat kue sedangkan masak air pun ia bingung menyalakan kompor? Bagaimana mau memakai mixer, atau oven nantinya? Sungguh mustahil. Tapi, inilah Eun Hee adik Chanyeol, selalu memiliki rasa penasaran, ya- yang untuk kali ini Chanyeol yang penasaran. Membuat kue untuk siapa?

Sehun menundukkan wajahnya, dan bermain-main dengan daun-daun yang sudah berserekan tanah, tiba-tiba ada sepasang sepatu wedges yang berada didepan Sehun membuat Sehun mendongak, juga sukses membuat Sehun terbelalak.

"Yoo In Na?"

"Hallo, Sehun. Bisa antar aku ke suatu tempat?"

Sehun melihat kebelakang Yoo In Na berharap kalau Kai tidak tahu tentang ini. ya- Sehun adalah mantannya yang sekarang menjalin hubungan dengan sahabat waktu SMP-nya. Kim Jong In atau Kai.

Merasa yakin akan ketidakberadaan Kai, Sehun mengangguk pasrah. Daripada harus terdiam seperti jonges di taman, lebih baik dia ikut dengan Yoo In Na walau rasanya canggung.

-AUTHOR POV END-

-EUN HEE POV-

Trolli belanjaan yang dibawa Chanyeol oppa sudah terisi penuh. Ini benar-benar gila, hanya karena tahu perasaan Sehun padaku, aku jadi merasa bahagia dan ingin sekali memberikannya sebuah kue, ya… walau aku bisa membeli. Hm, sebenarnya aku tak ahli juga dalam memasak. Tapi kata orang sesuatu yang dibuat sendiri itu lebih special ^^

"Eun Hee yang benar saja, uang cash Oppa tak akan cukup untuk membeli semuanya ini, harus memakai kartu kredit," runtuk Chanyeol oppa,

"Yaya, oppa! Bisa pakai uang cash ku kok, aku punya banyak, sudah jangan banyak coment dan ikuti aku, aku butuh mentega putih!"

Aku bisa menyebutkan semua barang yang ada di trolli karena aku membaca resep dan bahan membuat roti di internet. Menyenangkan. Mencoba sesuatu hal yang baru, dan tak mungkin untukku^^

Demi Sehun©

Saat aku hendak mengambil sebuah mentega putih yang sedikit jauh, aku melihat seseorang yang benar-benar ku kenal dan bahkan seseorang yang akan ku buatkan kue. Ya- Sehun, dan…. Dia bersama gadis?

"Siapa dia?"

Melihatnya lebih detail dan se-intens-nya, gadis berparas cantik itu melingkarkan tangannya di lengan Sehun menggelayut seperti pasangan kekasih. Hati ini rasanya seperti ingin meledak, sakit…. Sakit sekali, melihat seseorang yang sudah ku harapkan sesuatu yang lebih darinya, dia bahkan sudah memiliki kekasih,

"Ahhahahha. Mana mungkin seorang Sehun menyukaiku,"

Entah kenapa, airmataku tiba-tiba mengalir diselangi tawa perih yang ku kumandangkan(?) aku pun berbalik kearah Chanyeol oppa yang terlemas karena capek. Aku merasa kacau, semua ini sia-sia! Harapan itu…. mana mungkin ada untuk gadis bodoh sepertiku?

"Oppa, kembalikan semua barang itu ketempat semula, aku tak jadi membelinya! Uang cash ku tak ada," ujarku ketus, ya walau bohong.

Chanyeol oppa terbelalak, dan mengacak-acak rambutnya setelah melihat barang yang akan dia kembalikan sebanyak ini, "Aduh! Parah," gerutunya,

"Aku hanya perlu….." ucapku ngegantung seraya meraih softdrink di kulkas,

"Ini saja,"

"APA!?" Chanyeol oppa berteriak,

"Sudah, oppa, kembalikan saja. Aku akan menunggu diluar,"

Aku pun berjalan berpura-pura. Oh! Ayolah, aku tak suka softdrink, aku hanya suka soda atau semacamnya. Tapi, untuk kali ini aku ingin mencoba minuman yang kurasa cocok untuk seseorang yang frustasi plus depresi maximal sepertiku.

Soju kotak.

Chanyeol oppa? Oh! Dia tak akan tahu, sekali saja masak tidak boleh?

~30 MINUTE LATER~

Aku keluar supermarket dengan es krim sekantong dan soju kotak yang ku sembunyikan. Uh! Aku merasa sudah gila, mengantri 30 menit hanya untuk ini? mungkin, Chanyeol oppa lah yang menunggu ku di luar sana, bukannya aku.

"Oppa, menunggu lama?" aku membuka kantong plastik yang berisi soju kotak, dan memamerkan didepan Oppa-ku,

"Oppa, lihat ini…." lagi-lagi aku memamerkan soju kotak tersebut dan menusukkan sedotan dan mau aku menyeruputnya, Chanyeol oppa sudah merebutnya. Berlebihan.

"EOH!?" teriak Chanyeol oppa, sudah kubilang dengan merebut soju kotak-ku,

"Yaa….. Oppa, tak bolehkan aku meminum satu saja!? Memang separah apa penyakitku sampai aku tak boleh meminum soju kotak itu?" suaraku parau, ya- aku yakin itu…

"Jangan mengelak! Sekali tidak tetap tidak, kau selamanya tidak boleh meminum soju kotak maupun soju botol, itu kata eomma! Dan Oppa, berharap kau menuruti kata eomma, ayo pulang!"

Oppa memaksaku begitu saja. Ini yang kubenci, semua orang tak ingin membebaskan aku untuk meminum soju yang kata semua orang bisa melegakan penyakit depresi dan frustasi. Mengingat akan hal itu, beruntung aku membeli beberapa pack, dan cone es krim.

"Oppa, kau mau?" tanyaku pada Chanyeol oppa saat dijalan,

"Loh? Sejak kapan kau membawa es krim?!"

"Karena, Oppa sibuk memarahiku jadi Oppa tak tahu kalau aku juga membawa sekantong plastic besar es krim, sungguh nikmat!"

"Ingat, Oppa, walau aku hanya memenangkan 1 kali lomba dan itu lomba yang menurut kalian tak patut dibanggakan, ya- aku memang bodoh. Tapi, kalau soal acting, dan apalah itu, aku sangat cerdik!" tambahku,

Chanyeol oppa terkekeh geli mendengar pidato ku yang flash itu. ya aku sendiri tak tahu, kenapa tiba-tiba numplek di tumpukan pidato di selang panasnya hatiku. Itu sedikit sedeng-_-

-EUN HEE POV END-

TBC...

Tralalalal... tanpa menunggu berjam-jam Chapter 2 sudah ada.

Sejujurnya ceritanya sudah selesai, tinggal share saja:v

RnR please, dont be a silent reader, Ok?